Kamis, 15 Oktober 2009

ITPC LYON GELAR FESTIVAL INDONESIA

ITPC LYON GELAR FESTIVAL INDONESIA

London, 15/10 (ANTARA) - Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesia Trade Promotion Centre -ITPC) Lyon, Perancis, Rabu mengelar festival Indonesia guna mempromosikan kebudayaan dan produk-produk Indonesia kepada masyarakat Perancis di Kota Lyon, Perancis.

Kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Lyon, Perancis Bambang Purnomo dalam keterangannya kepada ANTARA di London, Kamis mengatakan, festival Indonesia mendapat dukungan KBRI Paris.

Dikatakannya acara Festival Indonesia digelar untuk pertama kalinya di Kota Lyon sejak 10 tahun terakhir dihadiri Kuasa Usaha Ad Interim/KUAI Maruli Tua Sagala KBRI Paris, Wakil Walikota Grand Lyon masyarakat Indonesia di Lyon.

Berbagai produk Indonesia dipamerkan dalam Festival Indonesia, mulai dari hasil kerajinan tangan berupa asesoris dan perhiasan, lukisan, topeng, patung, sandal, dan produl tekstil, sabun natural, furniture, serta batik yang baru diakui oleh UNESCO sebagai 'intangible cultural heritage' milik Indonesia.

Pengunjung mendapat suguhan kesenian Indonesia berupa tari tarian yang dibawakan penari dari Jawa Timur dan Bali yang tampil memukau, demonstrasi gamelan Bali, serta suguhan makanan khas Indonesia, seperti sate, nasi goreng, bakwan dan makanan ringan.

KUAI KBRI Paris Maruli Tua Sagala, berharap agar Festival Indonesia di Lyon menjadi agenda kegiatan tahunan, mengingat posisi Kota Lyon yang strategis dalam sistem perekonomian Perancis, di samping Paris dan Marseille.

Hal itu sejalan dengan ambisi Kota Lyon untuk menjadi pusat kegiatan budaya di Eropa dan di dunia, dimana Lyon merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan budaya tahunan yang atraktif seperti Fete des Lumieres/Pesta Cahaya dan Biennale d'Art Contemporain.

Pilihan Kota Lyon merupakan hal yang tepat dalam upaya memperkenalkan keberadaan ITPC Lyon yang baru diresmikan akhir Juli lalu.

Dalam kesempatan itu juga diadakan undian berhadiah tiket pulang-pergi Paris-Yogyakarta, serta berbagai hadiah produk Indonesia. Keseluruhan hasil penjualan makanan Indonesia diserahkan untuk korban bencana di Sumatera Barat, demikian Bambang Purnomo.***5***
(T.H-ZG/B/A026/A026) 15-10-2009 23:02:05

Penyair WS Rendra Berdarah Rusia

Penyair WS Rendra Berdarah Rusia

Kamis, 15 Oktober 2009 04:28 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 993 kali
Penyair WS Rendra Berdarah Rusia
WS Rendra (1935 - 2009) (ANTARA)
London (ANTARA News) - Rahasia hubungan Rendra dan Rusia terkuak dalam "Malam Mengenang Rendra" digelar masyarakat Rusia pecinta Indonesia tergabung Masyarakat Nusantara dan Lembaga Persahabatan Indonesia-Rusia di Pusat Perpustakaan Ketimuran yang berseberangan dengan Kremlin, Moskow.

Malam Mengenang Rendra diisi dengan pembacaan pusi-puisinya dihadiri mahasiswa jurusan Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di ibukota Rusia, ujar Cousellor KBRI Moskow M. Aji Surya kepada koresponden Antara London, Kamis.

Dikatakannya mahasiswa dan dosen serta pecinta Indonesia membaca sajak karya WS Rendra dengan gaya masing-masing diantaranya membacakan terjemahannya dalam bahasa Rusia.

Menurut Aji Surya, aliran puisi Rendra yang dibawakan tanpa teks di malam musim gugur tersebut terasa menggigit dalam ruangan berarsitektur Italia yang seolah di Indonesia.

"Saya tidak kenal pribadi dengan Rendra, tapi saya mengaguminya," ujar dosen Institut Hubungan Internsional Moskow Savchenkov Sergei, dalam bahasa Indonesianya yang fasih.

Sementara itu Professor Vilen V. Sikorsky yang sempat bertemu dengan Rendra mengatakan "Si Burung Merak" mengagendakan akan berkunjung ke Moskow dan St. Petersburg pada musim gugur tahun ini.

"Ia ingin memperkenalkan Ken Zuraeda, dengan Rusia yang selama ini selalu dikenangnya," kata Prof Vilen yang sempat berjumpa Rendra untuk terakhirnya beberapa bulan lalu.

Professor Villen mengisahkan kunjungan Rendra ke Rusia yang disebut Uni Soviet pertama kalinya untuk mengikuti Festival Pemuda dan Mahasiswa.

Pada masa itu, Rendra berumur 21 tahun, namanya sudah berkibar berkat buku sajaknya berjudul "Balada Orang-Orang Tercinta" yang mendapat penghargaan tingkat nasional.

Rendra menulis penderitaan masyarakat akibat gejolak revolusi kemerdekaan. "Itulah sebabnya, pimpinan Lekra memasukkan sang pujangga dalam rombongan Festival Pemuda dan Mahasiswa digelar di Moskow tahun 1957," ujar Villen.

Menurut Villen, Rendra saat itu merasa asing di tengah rombongan yang terdiri dari politisi muda, dan merasa frustasi karena tidak berpengalaman dalam urusan politik.

Selama festival, Rendra sering melarikan diri dari asrama tempat tinggal rombongan Indonesia dan lebih senang mengelilingi kota Moskow yang digambarkan dalam sajaknya "Sretenki Boulevard", "Sajak Sepatu Tua", "Sungai Moskwa" dan "Gereja Ostankino".

Dalam sajak "Sebuah Restoran, Moskwa" Rendra bercerita tentang vodka, kaviar dan wanita muda.

Menurut Villen, Rendra mengaku dalam dirinya mengalir darah Rusia. Neneknya adalah keturunan Rusia, atau setidaknya berasal dari kerajaan di Rusia.

Dikatakannya, pada akhir abad ke-19, sebuah orkes keliling dari Rusia diundang ke istana Kasunanan di Surakarta. Dalam rombongan tersebut terdapat gadis pemain biola yang dipersunting kakek Rendra dan kemudian mengabdi pada raja.

Gadis cantik itu tidak pernah kembali ke kampung halamannya dan lebih suka tinggal di tanah Jawa. "Sebagian kerusiaan sang nenek tetap berdomisili di benak Rendra yang selalu bergolak mencari keadilan demi kesentosaan orang biasa," ujar Villen.

Sementara itu, Cousellor M. Aji Surya mewakili Dubes RI Moskow, mengatakan bagi masyarakat Indonesia, WS Rendra bagaikan pujangga Alexander Pushkin di Rusia.

Keduanya menyuarakan kebenaran, tidak takut dipenjara, serta tidak partisan. "Dua-duanya dicintai dan disegani semua unsur masyarakat, baik kawan maupun lawan," katanya.

Pada malam itu Dosen Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Lioubov Goriaeva, dengan suara lantang membacarakan "Sajak Rajawali".(*)

KBRI Warsawa Gelar Promosi Terpadu di Kota Zywiec Polandia

KBRI Warsawa Gelar Promosi Terpadu di Kota Zywiec Polandia

Kamis, 15 Oktober 2009 03:32 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 319 kali
London (ANTARA News) - Dubes RI di Warsawa Hazairin Pohan mengelar promosi terpadu perdagangan, investasi, parawisata dan budaya di kota Zywiec, penghasil minuman bir terbesar di Polandia.

Counsellor Any Muryani, juru bicara KBRI Warsawa kepada koresponden Antara London, Kamis mengatakan kegiatan promosi itu menghasilkan beberapa program kerjasama baru dalam mengisi hubungan bilateral RI-Polandia.

Dikatakannya Walikota Zywiec dalam pertemuan dengan Dubes RI Warsawa menyatakan bahwa ia sangat berminat menjalin kerjasama dengan Indonesia.

Promosi yang diadakan bersamaan dengan kunjungan Kelompok Budaya dari Universitas Pelita Harapan yang mengikuti Festival 46th Beskidy Highlanders Week of Culture dan berhasil memperoleh special awards.

Dubes Hazairin Pohan menjadi pembicara tunggal dalam forum ekonomi bertema "Peningkatan Kerjasama Bilateral RI-Polandia" yang diadakan di aula Kantor Walikota hadir sekitar 100 pengusaha, pejabat pemerintah daerah dan anggota parlemen.

Dalam pertemuan terungkap berbagai potensi dalam mengisi kerjasama ekonomi bilateral, terutama di bidang machine-building, dairy-product, dan energi serta peluang investasi di bidang pertanian dan peternakan.

Disepakati pertemuan akan ditindaklanjuti kalangan usahawan untuk memetakan secara konkrit bidang kerjasama yang akan dikembangkan dan kemungkinan pengiriman delegasi dagang ke Indonesia.

Para pengusaha asal Zywiec menyatakan tertarik untuk mengadakan kunjungan usaha ke Indonesia, yang direncanakan awal tahun 2010.

Dalam kesempatan itu Walikota Zywiec menyambut gagasan Dubes untuk mengembangkan kerjasama sosial budaya melalui "sister-city" dengan kota di Indonesia yang memiliki karakteristik sosio-ekonomi sama dengan Zywiec, dan mengirim tim keseniannya untuk mengikuti festival budaya di Indonesia.


Putri Dinasti Habsburg

Dalam acara promosi terpadu tersebut juga digelar demo masak oleh anggota DWP KBRI Warsawa menampilkan cara membuat nasi goreng, sate ayam, gado-gado dan es teler.

Tidak kurang dari 100 undangan mengikuti acara demo masak termasuk Putri dari dinasti Habsburg, Maria Krystyna yang turut mencicipi masakan yang disajikan.

Puteri Maria Krystyna yang berusia 85 tahun itu merupakan tokoh yang sangat dihormati di Polandia menyatakan kekagum atas masakan Indonesia yang rasanya lezat.

Promosi Indonesia di kota Zywiec dilanjutkan dengan konser bersama di gedung Pusat Kebudayaan Zywiec yang berkapasitas 350 orang dengan penampilan Warsaw Gamelan Group pimpinan Soegijanto.

Sementara Tim kesenian Zywiec diperkuat sekitar 100 artis menampilkan tarian dan musik eksotik tradisional Polandia, brass-band dan tarian modern Amerika Latin.

Gedung berkapasitas 350 orang tidak mampu menampung minat pengunjung menantikan acara yang mendapat publikasi gencar mengenai malam budaya Indonesia.

Menurut Any Muryani, acara promosi dilanjutkan dengan digelarnya Festival Film Indonesian yang berlangsung di beberapa kota seperti Białystok, Gdynia, Konin, Krakow, Łodż, Poznań, Szczecin, Toruń, Warszawa, dan Wrocław.

Festival Film Indonesia ke-2 yang berlangsung hingga 25 Okrober menampilkan film Laskar Pelangi, Angkerbatu, Photography, Kala, Nagabonar 2, dan Karma. (*)

COPYRIGHT © 2009

Pelukis Cilik Indonesia Menang Kompetisi Seni Dunia di Polandia

Pelukis Cilik Indonesia Menang Kompetisi Seni Dunia di Polandia


Kamis, 15 Oktober 2009 03:58 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 664 kali
London (ANTARA News) - Seorang anak Indonesia yang berasal dari Bandung, Kevin Salim berusia 10 tahun, memenangkan kompetisi melukis XV International Children's and Youth's Art competition bertema "Always Green, Always Blue", yang diadakan di Torin, Polandia.

Karya Kevin Salim berhasil menyisihkan 25.500 karya yang dikirimkan pelukis anak-anak dari 56 negara, demikian Counsellor Any Muryani, juru bicara KBRI Warsawa kepada korespodnen Antara, Rabu.

Dikatakannya Festival tahunan yang diselenggarakan dalam 15 tahun terakhir ini bertujuan untuk saling mendekatkan hubungan antar bangsa melalui karya seni anak-anak.

Menurut Any, ketua penyelenggara Mgr Dariusz Delik dari Tumult Foundation menyampaikan kabar gembira itu langsung dalam suratnya kepada Dubes RI Warsawa Hazairin Pohan.

Pengumuman resmi penetapan lukisan terbaik dilaksanakan dewan juri dalam acara yang berlangsung Kamis di kota Torun, sekaligus pembukaan pameran 1162 hasil karya anak-anak dari seluruh dunia yang dipilih oleh panitia.

Pameran yang diselenggarakan selama sebulan di Galeria and Children Artistic and Creativity Center, di Torun yang merupakan kota kelahiran astronom terkenal Nicolae Copernicus.

Dikatakannya selain itu sebanyak 13 lukisan karya anak-anak Indonesia lainnya juga mendapat kehormatan untuk ikut dipamerkan.

Gubernur Kyavia-Pomerania Piotr Calbecki, mengirimkan undangan kepada Dubes RI Warsawa untuk hadir mewakili Kevil Salim, siswa yang tergabung dalam Ananda Visual Art School dari Bandung, dalam upacara tesebut.

Dubes Hazairin Pohan yang akan menyampaikan kuliah di Universitas Nicolae Copernicus sekaligus membuka Festival Film Indonesia Jumat akan menyaksikan lukisan Kevin dan 13 lukisan anak Indonesia lainnya dan bertemu dengan pantia untuk menerima penghargaan tertinggi yang diperoleh Kevin.

Menurut Any Muryani, pihaknya segera menghubungi keluarga Kevin Salim, menyampaikan kabar kemenangannya dan akan segera mengirimkan hadiah dan penghargaan ke Bandung.(*)

COPYRIGHT © 2009

Rabu, 14 Oktober 2009

INDONESIA BERPELUANG KEMBANGKAN SEKTOR ENERGI DAN TRANSPORTASI

INDONESIA BERPELUANG KEMBANGKAN SEKTOR ENERGI DAN TRANSPORTASI

London, 14/10 (ANTARA) - Indonesia berpotensi besar untuk menjadi "centre of excellence" bagi industri geothermal dunia, kondisi geografis Indonesia di jalur "ring of fire" dunia dengan puluhan gunung berapi (volkano) memiliki sumber panas bumi yang berlimpah.

Hal itu diungkapkan peneliti senior pada institusi GeoForschungZentrum Potsdam, Jerman oleh David Brune dalam diskusi yang digelar forum Indonesian Business Day (IBD) di Berlin, ujar Agus Priono, Counsellor KBRI Berlin kepada koresponden ANTARA London, Rabu.

Dikatakan, hal itu didukung ahli hidrokarbon dan geothermal dari Institut Teknologi Surabaya, Dr. Makky S. Jaya, yang sedang mendalami ilmunya di Departemen Geofisika Freie Universitat Berlin.

Menurut Dr. Makky , Indonesia memiliki sekitar 45 persen dari cadangan dunia sehingga hal ini sangat potensial bagi investasi asing karena memiliki nilai strategis dan ekonomis guna mendukung pengembangan sektor energi terbarukan.

Pandangan tersebut mewarnai diskusi menarik dalam forum Indonesian Business Day (IBD) bertema "Mobility and Energy: Potentials, Business Opportunities, and Challenges" yang diadakan KBRI Berlin dengan Pemerintah Kota Berlin dalam kerangka Asia Pacific Week 2009.

Agus Priono mengatakan, sekitar 90 undangan dari kalangan pemerintah, pebisnis, dan lembaga riset menghadiri acara yang diadakan di Ruang Louise Schroeder, Berliner Rote Rathaus, Berlin.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah pakar di bidang energi dan transportasi, diantaranya Deputi Sekjen Departemen Perhubungan RI, Santoso Eddy Wibowo, Ahli Ekonomi University of Bremen/ Ketua Institute for Sea Transportation and Logistic Bremen Prof. Dr. Rolf W. Stuchtey, Ketua BKPM DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh dan Karl Wendling Kementerian Ekonomi dan Teknologi.

Dalam pembahasan mengenai investasi di sektor transportasi, pengembangan infrastruktur di Jakarta sebagai ibukota metropolitan menjadi sorotan karena terbukanya kerja sama investasi yang menjanjikan dengan pihak Jerman.

Sementara itu, peluang investasi asing jangka panjang difokuskan pada potensi pengembangan infrastruktur jalur penghubung antara Pulau Jawa dengan bagian Timur Indonesia, baik melalui darat, udara maupun air.


Promosi
Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo menekankan pentingnya promosi untuk memperoleh peluang investasi asing di sektor energi dan transportasi dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global.

Dengan didukung oleh kebijakan yang memudahkan bagi investasi, pemerintah telah menawarkan peluang investasi di berbagai sektor termasuk kedua bidang tersebut di atas, ujarnya.

Menurut Dubes, Indonesia berhasil meminimalisir dampak dari krisis ekonomi global, bahkan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang positif dan menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara dan ketiga tertinggi diantara negara G-20.

Sementara itu, Deputi Bidang Promosi BKPM, Darmawan Djajusman, dalam paparan mewakili Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menekankan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang "environmentally friendly".

Dengan prediksi pertumbuhan GDP sebesar 6,6 persen selama kurun waktu 2004-2009, Indonesia saat ini berada pada posisi ke-21 sebagai negara yang paling menarik untuk tujuan foreign direct investment (FDI).

Untuk itu, keterlibatan Jerman di sektor energi dan infrastruktur transportasi diharapkan mampu mengisi kebutuhan investasi bagi pembangunan nasional yang diperkirakan mencapai nilai 426 miliar dolar AS.

Dalam forum tersebut juga dilakukan one-on-one business meeting antara calon investor Jerman dengan Indonesia.

Salah satu perusahan Jerman yang bergerak di bidang energi terbarukan melakukan pembicaraan serius dengan BKPMD DKI Jakarta untuk menjajaki kemungkinan penyediaan kebutuhan energi di Kepulauan Seribu.

Disamping itu, energi yang ramah lingkungan bagi transportasi umum di Jakarta juga dibahas secara intensif. Dalam kaitan tersebut, KBRI Berlin memberikan bantuan fasilitas yang diperlukan dalam rangka merealisasikan proyek dimaksud.

Memfasilitasi perusahaan Jerman yang akan melakukan usaha di Indonesia, KBRI Berlin bekerjasama dengan BKPM menyiapkan buku panduan berinvestasi di Indonesia.

Dubes Eddy Pratomo menggunakan kesempatan IBD untuk melakukan peluncuran handbook "How to Do Business in Indonesia" yang disusun oleh KBRI Berlin bekerjasama dengan BKPM termaksud, demikian Agus Priono. ***2***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/C/M012) 14-10-2009 15:51:30

Simon Santoso dkk Siap Bertanding di Ceko

Simon Santoso dkk Siap Bertanding di Ceko

Rabu, 14 Oktober 2009 22:25 WIB | Olahraga | Bulutangkis | Dibaca 21 kali
London (ANTARA News) - Para pemain bulutangkis nasional di bawah PBSI siap bertanding melawan pemain Ceko dalam pertandingan eksebisi di kota Benatky, Ceko.

Simon Santoso, Rian Sukmawan, Yonathan Suryatama Dasuki, Greysia Polii dan Nitya Krishinda yang didampingi Davis Efraim, Rabu pagi mendarat di Praha disambut Sekretaris Pertama Pensosbudpar KBRI Praha Azis Nurwahyudi, dan presiden Klub Bulu Tangkis Kota Benatky Petr Martinec.

Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara Lodon, Rabu mengatakan kelima pemain nasional itu dijadwalkan akan melawan pemain-pemain utama dari Ceko, seperti Petr Kaukal, Tomas Kopriva dan Katerina Tomalova Kamis.

Pertandingan eksebisi bulutangkis kedua negara ini untuk pertama diselenggarakan di Ceko merupakan kerjasama antara KBRI Praha, PBSI dan Kota Benatky didukung berbagai sponsor seperti pemerintah kota Benatky, TV Nova, Bank Ceska Sporitelna, Delta Car dan lainnya.

Sejak tahun klub bulutangkis Benatky mempunyai dua pemain sekaligus pelatih dari Indonesia, yakni Megawati Gustiani dan Viki Indra yang menjuarai Turnamen Bulu Tangkis Internasional Yonex ke-38 di Ceko.

KBRI Praha berharap dengan eksebisi bulutangkis ini akan terus meningkatkan hubungan antara warga Ceko dan Indonesia.

Menurut Azis Nurwahyudi, bulutangkis dipilih sebagai langkah awal kerjasama bidang olahraga yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional, sementara di Ceko bulutangkis baru mulai berkembang.

Diharapkan pada tahun-tahun mendatang kegiatan olahraga antara dua negara juga semakin berkembang dengan berbagai cabang lain.
(*)

COPYRIGHT © 2009

SISWA SEKOLAH VLADISLAVA VANCURY PRAHA BELAJAR MENARI

SISWA SEKOLAH VLADISLAVA VANCURY PRAHA BELAJAR MENARI

London, 13/10 (ANTARA) - Sejumlah 43 siswa Sekolah Vladislava Vancury Praha yang berusia sekitar 13-15 tahun disertai dua guru melakukan workshop budaya di KBRI Praha.


Pelaksana fungsi Pensosbudpar KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan kepada siswa sekolah Ceko itu dijelaskan mengenai letak geografis dan berbagai hal yang menarik tentang Indonesia seperti flora dan fauna.


Selain itu juga mengenai bangunan yang menarik seperti berbagai tempat ibadah dan Monumen Nasional dan juga dijelaskan mengenai Bendera Merah Putih dan falsafah Pancasila yang dilengkapi dengan gambar Burung Garuda.

Para siswa diperkenalkan dengan tarian tradisional Indonesia dengan dipertunjukannya tari 'Jaipongan' dari Jawa Barat, dan untuk lebih mengenal tarian Indonesia, semua siswa diajak menari Poco-Poco yang mereka ikuti dengan semangat, ujarnya.


Guna menambah pengetahuan dan pengalaman beberapa siswa juga mencoba memakai baju tradisional dari berbagai daerah di Indonesia yang merupakan pengalaman baru.


"Mereka tampak menikmati pengalaman baru memakai pakaian tradisional yang sangat berbeda dengan apa yang mereka lihat," ujarnya menambahkan para siswa juga diajak menonton Film 'Denias'.


Menanggapi film tersebut, salah seorang siswa bernama Charles mengatakan bahwa dia merasa terharu mengetahui perjuangan seorang anak Papua untuk bersekolah.


Sedangkan Matylda mengatakan ingin berkunjung ke Indonesia untuk melihat binatang Komodo dan Orang Utan dari dekat.


Sementara itu Mr. Vojta, guru mereka, merasa senang dengan workshop budaya yang digelar KBRI Praha untuk menambah wawasan anak didiknya dan melatih mengenal budaya asing.


Workshop Budaya seperti ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan KBRI Praha untuk memperkenalkan Indonesia sejak dini kepada para pelajar Ceko, demikian Azis Nurwahyudi.***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A014/A014) 14-10-2009 01:03:45