Selasa, 21 Juni 2011

TIM SEPAK BOLA

TIM SEPAK BOLA ASEAN BERTANDING DENGAN KEMLU INGGRIS

London, 17/6 (ANTARA) - Pertandingan tim sepak bola diplomat ASEAN melawan tim Kementerian Luar Negeri Inggris berlangsung meriah di lapangan di sepakbola Battersea Park London, Kamis sore.

Pertandingan persahabatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kekompakan antarnegara ASEAN di London serta menjalin kedekatan dengan Kemlu Inggeris ujar Sekretaris Tiga KBRI London, Billy Wibisono kepada Antara London, Jumat .

Billy Wibisono menjelaskan ASEAN London Committee, perwakilan dari Indonesia, Brunei, Malaysia, Myanmar serta Filipina menurunkan pemain-pemain andalannya yang terdiri atas para diplomat di kedutaan dan komisariat tinggi negara ASEAN di London.

Pertandingan yang juga dihadiri perwakilan Vietnam dan Singapura merupakan pertandingan persahabatan antartim perwakilan ASEAN di London dengan tim Asia Kemlu Inggeris .

Sementara itu, tim Inggeris menurunkan tim yang terdiri atas para pejabat desk Asia seperti Malaysia dan Filipina, Indonesia, China dan Asia Timur.

Pada babak pertama, tim ASEAN yang dikapteni Sekretaris Kedua Kedubes Brunei di London,Dino Ayup pada posisi kiper bermain agresif dan memasukkkan empat gol. Namun demikian, tim Kemlu Inggeris yang menggunakan strategi counter-attack berhasil bangkit kembali dan memasukkan dua gol.

Di babak kedua dimainkan lebih lambat dan tim ASEAN mulai memperlihatkan tanda-tanda melambat. Tim tuan rumah mengejar ketinggalan skor dan memasukkan dua gol, salah satunya melalui tendangan lob yang dimasukkan oleh Kapten Nick.

Namun tim ASEAN berhasil memasukkan satu gol tambahan dan pertandingan diakhiri dengan skor akhir 5-4 untuk ASEAN.

Menurut Billy Wibisono, pertandingan persahabatan tersebut dinilai amat positif dan berhasil menggalang kekerabatan antara kedua pihak.

Melalui pertandingan sepak bola yang merupakan bahasa universal, diharapkan akan semakin terjalin kedekatan dan peningkatan saling pengertian pada berbagai tingkat, baik antar perwakilan negara ASEAN di London maupun dengan tuan rumah Inggeris .

Selain itu, pertandingan tersebut juga memperlihatkan kompaknya persahabatan dan kedekatan antarnegara ASEAN karena hal ini juga sesuai denga***2***
ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 17-06-2011 07:38:07

KBRI ATHENA

KBRI ATHENA SAMBUT KONTINGEN TUNAGRAHITA

London, 17/6 (ANTARA) - Dubes RI untuk Yunani Ahmad Rusdi mengatakan KBRI Athena dan warga Indonesia disana siap menyambut dan mendukung partisipasi Kontingen Tunagrahita Indonesia pada The XIII Special Olympics World Summer Games (SOWSG) 2011.

Sekretaris kedua KBRI Athena Widya Sinedu, kepada Antara London, Jumat menyebutkan KBRI Athena melakukan persiapan semaksimal mungkin dan berkoordinasi dengan penyelenggara di Yunani dan panitia Special Olympics Indonesia (SOIna) memastikan kelancaran partisipasi Indonesia mulai dari proses pengurusan visa, pengecekan tempat dan fasilitas bagi atlet, proses kedatangan di Yunani sampai kembali ke Indonesia.

Widya Sinedu menjelaskan selama penyelenggaraan, KBRI mengerahkan warga Indonesia di Yunani untuk memberikan dukungan kepada para atlet pada setiap pertandingan agar dapat menambah semangat bertanding meskipun jumlah staf terbatas.

KBRI menyediakan tenaga pendamping bagi atlet tunagrahita yang memerlukan dan berkoordinasi dengan penyelenggara menyediakan petugas penghubung yang memiliki kemampuan Bahasa Indonesia dan Yunani untuk mempermudah komunikasi antara kontingen Indonesia dengan penyelenggara.

Selain itu, warga masyarakat Indonesia akan mengadakan pentas tari-tarian Indonesia yang ditangani KBRI Athena selama penyelenggaraan acara ini.

Dubes Rusdi menekankan bagaimanapun juga keikutsertaan tim Indonesia merupakan wujud nyata tekad putra bangsa untuk mengharumkan nama negara Indonesia di kancah internasional.

Kehadiran para atlet tunagrahita mendapat bantuan dan perhatian penuh dari KBRI Athena. Diharapkannya Diplomasi Olah raga melalui partisipasi kontingen Indonesia pada SOWSG 2011 ini dapat menyentuh berbagai kalangan di Yunani untuk lebih meningkatkan hubungan antarwarga kedua negara dan berujung kepada pengenalan dan pemahaman Indonesia secara keseluruhan.

SOWSG 2011 digelar di Kota Athena Yunani dari tanggal 25 Juni sampai dengan 4 Juli diikuti sekitar 7500 atlet tunagrahita dan 2500 pelatih dari 185 negara termasuk Indonesia.

Kegiatan yang telah diakui oleh International Olympic Committee (OIC) sebagai satu-satunya olimpiade bertaraf internasional khusus tunagrahita ini akan mempertandingkan 22 cabang olah raga di 30 tempat pertandingan serta akan diliput oleh 3000 wartawan manca negara.

Presiden SOWSG 2011, Joanna V. Despotopolou, menyebutkan persiapan penyelenggaraan SOWSG ini termasuk venue tempat pertandingan, sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Dunia Tahun 2004 yang lalu.

Sebanyak 66 atlet tunagrahita asal Indonesia akan ikut ambil bagian dalam olimpiade ini dengan mengikuti tujuh cabang pertandingan yaitu akuatik, atletik, badminton, basket, bocce, sepak bola dan tenis meja.

Keikutsertaan kontingen Indonesia ini membawa harapan untuk dapat mengulang kembali prestasi membanggakan yang dicapai pada penyelenggaraan SOWSG XII di Shanghai China tahun 2007.

Pada olimpiade tersebut tim Indonesia yang diikuti 20 atlet, sukses mendulang sembilan emas, sembilan perak dan empat perunggu. Keberhasilan dimaksud menunjukkan bahwa tim Indonesia dapat menunjukkan kepiawaian dan mampu berprestasi pada event bertaraf internasional.

Saat ini para atlet Tunagrahita Indonesia melakukan pelatihan di pusat pelatihan olah raga di Ragunan yang akan berangkat dari tanah air 19 Juni dan diharapkan tiba di Athena 20 Juni dan langsung dijamu santap pagi bersama di Wisma Duta.

Kontingen Indonesia selain didampingi Ketua Umum SOIna, Dr. Pudji Hastuti, dan pelindung SOIna, Jenderal (Purn) Surjadi Soedirja, didampingi Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

Olimpiade khusus ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Yunani, Karolos Papoulias di tempat bersejarah Stadium Olimpiade Panathenaic yang merupakan tempat penyelenggaraan Olimpiade Modern Dunia pertama tahun 1896 pada tanggal 25 Juni .


Celine Dion dan Stevie Wonder

Upacara pembukaan di Stadium Atletik akan dihadiri Perdana Menteri George Papandreou, Ketua Olimpiade Khusus Internasional Dr. Timothy Shriver, beberapa kepala negara, menteri dan para atlet dengan menampilkan bintang-bintang internasional termasuk penyanyi Celine Dion dan Stevie Wonder.

Sebelum Olimpiade dibuka, seluruh peserta diundang untuk mengikuti Host Town Program tanggal 20-24 Juni . Para atlet tinggal bersama di beberapa kota untuk merasakan kehidupan dan berada di lingkungan keluarga dan warga Yunani.

Diharapkan melalui kegiatan ini seluruh peserta dari negara-negara bisa melakukan menyesuaikan diri terhadap kondisi budaya Yunani dan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk lebih mengetahui kemampuan atlet-atlet tunagrahita.

Dalam rangkaian kegiatan SOWSG 2011 diadakan beberapa side events yaitu the Flame of Hope (penyalaan api Olimpiade), Healthy Athlete Program (pemeriksaan dokter gratis), Global Youth Summit (konferensi pemuda), Family Forum (pertukaran pengalaman antara keluarga atlet), Global Policy Summit (penandatangan deklarasi bersama oleh para kepala negara atau kepala pemerintahan yang hadir), Special Olympics Volunteer Program dan Special Olympic Festival.

KBRI Athena akan berpartisipasi pada kegiatan Special Olympic Festival yang akan diselenggarakan di pusat olimpiade Athens Olympic Sport Complex (OAKA) tanggal 26 Juni-3 Juli .

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan budaya untuk lebih memperkenalkan seni dan budaya dari negara peserta kepada masyarakat umum. Dalam kegiatan ini, KBRI akan mempromosikan budaya dan wisata Indonesia dengan membuka stand ukuran 25 m2.

Special Olympic Indonesia atau SOIna adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olah raga bagi warga Tunagrahita di Indonesia.

Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics ke-79 pada tanggal 9 Agustus 1989. Hingga tahun 2009, SOIna telah menjaring 47.525 atlet yang tersebar di 33 provinsi.***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 17-06-2011 07:15:57

RUSIA BELAJAR SYARIAH

RUSIA BELAJAR PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

London, 21/6 (ANTARA) - Sebanyak delapan spesialis ekonomi, akademisi dan perbankan dari Rusia melakukan pendalaman perbankan syariah di Indonesia yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 20 Juni lalu.

Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Selasa menyebutkan mereka berasal dari berbagai instansi di berbagai wilayah Rusia.

Diantaranya dari Gazprombank, Logistic Investment Group "Safinat", Bank Express, Hazina Finance, Association of Credit Organization of Bashkortostan, Russian Muftis Council dan Russian Islamic University of Kazan.

Selama di Indonesia, mereka melakukan diskusi intensif dengan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, yaitu Bank Muamalat Indonesia dan membahas berbagai topik mengenai perbankan syariah.

Dianatara peranan perbankan, sukuk, ijarah, murabahah, mudharabah, musyarakah, investasi dan pengoperasian perbankan syariah. Diperkenalkan pula bagaimana Bank Muamalat beroperasi.

Delegasi Rusia berkesempatan mengunjungi perusahaan kecil menengah (KUKM) "Almadani" yang merupakan salah satu KUKM binaan Bank Muamalat yang cukup berkembang di Bandung yang bergerak di bidang konveksi pakaian muslim.

Alexandr Kazakov, Director of the Department of Structured Finance and Syndicated Lending of Gazprombank, salah satu bank terbesar Rusia menyampaikan ketertarikannya berkerjasama dengan perbankan syariah di Indonesia.

"Kami sangat tertarik untuk memperlajari sukuk dari Indonesia dan diharapkan ada kerjasama lebih konkrit dengan bank-bank syariah di Indonesia," ujar Alexandr Kazakov.

Sementara itu, para peserta lainnya mengharapkan kunjungan ke Indonesia dapat dijadikan sebagai wadah tukar pengalaman dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan syariah Islam dan awal dari kerjasama yang dapat dirintis di masa mendatang.

Suatu pengalaman yang sangat berharga dari Indonesia yang sudah maju dalam penerapan perbankan syariah," kata Askhat Khusnutdinov, Executive Director of the Association of Credit Organization of Bashkortostan.

"Kami melihat peluang kerjasama yang besar dengan Indonesia baik di bidang perbankan syariah ini ataupun sektor
bisnis lainnya, seperti impor pakaian muslim ke Rusia," tambahnya.

Pada saat menerima kunjungan delegasi Rusia di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat menyampaikan program ini sebagai upaya untuk lebih meningkatkan hubungan kedua bangsa.

"Tidak hanya antar komunitas muslim, tetapi juga di sektor perbankan itu sendiri, ekonomi dan bisnis pada umumnya, serta pendidikan,"ujarnya.

Delegasi Rusia melakukan serangkaian pertemuan antara lain dengan Direktur Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri dan Ketua Majelis Ulama Indonesia. Dilakukan pula kunjungan ke Bank BNI Syariah dan Bank Indonesia.

Program yang diselenggarakan atas inisiatif KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Bank Muamalat Indonesia ini sebagai salah satu tindak lanjut kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya.

Pada bulan Maret 2010 spesialis perbankan syariah Bank Muamalat Indonesia berkunjung ke Moskow dan Kazan memberikan pemaparan tentang pengelolaan perbankan syariah kepada pengusaha perbankan, akademisi, tokoh masyarakat dan pelaku bisnis lainnya.

Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Hamid Awaludin, Islam di Rusia mengalami perkembangan dalam 20 tahun terakhir atau setelah runtuhnya Uni Soviet.

Seiring dengan meningkatnya komunitas muslim, meningkat pula kebutuhan tatanan hidup yang berlandaskan keislaman dalam masyarakat muslim Rusia, mulai dari pendidikan, kehidupan sehari-hari hingga pengelolaan keuangan dalam berbisnis.(T.ZG/B/B008/B008)

(T.H-ZG/B/B008/B008) 21-06-2011 13:18:16

HATTA AJAK PENGUSAHA RUSIA

HATTA AJAK PENGUSAHA RUSIA BERINVESTASI DI INDONESIA

London, 17/6 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengajak pengusaha Rusia untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal itu terungkap pada pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dengan para pengusaha Rusia di KBRI Moskow, kata Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Moskow Lailal K. Yuniarti kepada ANTARA London, Jumat.

Pertemuan dihadiri oleh 34 orang pengusaha Rusia dari berbagai bidang usaha, termasuk Direktur Eksekutif Russia-Indonesia Business Council dan perwakilan KADIN Rusia.

Dalam pertemuan itu, pengusaha Rusia menyatakan ketertarikannya untuk melakukan bisnis dengan pengusaha Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya sudah membuka kantor cabang di Indonesia dalam upaya meningkatkan hubungan dagang dan investasinya di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Menko Hatta Rajasa menyampaikan beberapa hal mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama ekonomi bilateral RI-Rusia, kondisi ekonomi Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan serta iklim investasi yang kondusif saat ini.

Menurut Menko, potensi perdagangan Indonesia dan Rusia sangat besar karena bersifat saling melengkapi, bukan saling bersaing. Pada tahun 2010 total nilai perdagangan kedua negara mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai angka 1,7 milyar dollar AS.

Namun demikian hubungan investasi kedua negara, masih perlu ditingkatkan. Pada kesempatan itu, Menko Hatta Rajasa menyampaikan "Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia".

Dalam master plan tersebut terdapat tiga strategi yaitu pengembangan potensi melalui enam koridor dengan mendorong investasi baik lokal maupun asing, penyelesaian masalah peraturan nasional dan insfrastruktur utama nasional serta strategi ketiga dengan pengembangan centre of excellence di setiap koridor ekonomi.

Strategi ketiga ini dilakukan dengan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan Iptek.

Hatta mengundang seluruh pengusaha Rusia yang hadir untuk memanfaatkan kesempatan untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia.

Potensi investasi Indonesia yang bisa dimanfaatkan pengusaha Rusia, antara lain pertambangan minyak, nikel, tembaga, biji besi, timah, emas dan energi listrik.

Menanggapi keluhan pengusaha Rusia yang memiliki investasi perminyakan di Indonesia terkait sertifikasi dan standarisasi, Menko berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan dengan pihak-pihak terkait di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Dubes RI Moskow, Hamid Awaludin, mengajak para pengusaha Rusia untuk lebih agresif menggarap pasar Indonesia.

"Saat ini beberapa dari pengusaha Rusia bahkan sudah membuka kantor perwakilannya di Indonesia," ujarnya.

Menurut Kepala Divisi Ekonomi KBRI Moskow, Suprianda Ruru, pertemuan bisnis dengan pengusaha Rusia ini dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan Menko Hatta Rajasa ke Rusia untuk menghadiri the XVth St. Petersburg International Economic Forum di St. Petersburg, selama tiga hari dari 16-18 Juni. ***5***
(ZG/
(T.H-ZG/B/A027/A027) 17-06-2011 03:01:49

HALO BANDUNG DI VATIKAN

LAGU "HALO HALO BANDUNG" BERGEMA DI VATIKAN

London, 17/6 (ANTARA) - Lagu "Halo-halo Bandung" bergema di Basilika ,Vatikan yang dibawakan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan, Bandung yang menggelar konser paduan suara musik sakral bertempat di Basilika San Giorgio in Velabro.

Konser dikemas secara apik dengan mengusung tema "The Living Spirit of Catholic in Indonesia" tersebut digelar KBRI Vatikan bekerja sama dengan Pontifical Council for Culture Takhta Suci Vatikan, ujar Sekretaris Tiga KBRI Vatikan, Bonifacius R. Wijayanto kepada Antara London, Jumat .

Bonifacius Wijayanto menjelaskan di basilika yang dibangun di sekitar abad ke tujuh Masehi tersebut, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan menampilkan 14 komposisi klasik sakral dalam bahasa Latin. Rangkaian penampilan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan diakhiri dengan penampilan lagu doa Bapa Kami serta lagu tradisional Jangan Undur-ee.

Konser paduan suara tersebut dibuka dengan sambutan Kuasa Usaha ad interim KBRI Vatikan Lusy Surjandari dan Presiden Pontifical Council for Culture Takhta Suci Vatikan Kardinal Gianfranco Ravasi.

Dalam sambutannya, Kuasa Usaha ad interim KBRI Vatikan Lusi Surjandari menyampaikan salah satu tujuan pertunjukan tersebut adalah untuk menunjukkan semangat Katolik dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Meskipun jumlah umat Katolik di Indonesia tidak banyak, mereka hidup dan turut memberikan sumbangsih dalam berbagai sisi kehidupan di Indonesia.

Sementara itu, dalam sambutannya Kardinal Ravasi menyampaikan pujiannya kepada kaum muda Indonesia, khususnya Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan yang membawakan lagu-lagu sakral dalam bahasa latin pada konser tersebut.

Disampaikan pula bagaimana lagu-lagu tersebut saat ini sudah jarang dinyanyikan oleh kaum muda di Italia sehingga paduan suara Indonesia itu mengagumkan karena yang membawakan lagu-lagu tersebut justru datang dari negara yang jauh, dan dari negara dimana agama Katolik adalah agama minoritas.

Dalam acara hadir Sekretaris Pontifical Council for Culture Monsinyur Barthelemy Adoukonou, para duta besar serta anggota korps diplomatik yang terakreditasi untuk Takhta Suci Vatikan, masyarakat Indonesia hingga wisatawan tersebut, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan menampilkan komposisi-komposisi sakral tersebut dalam balutan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Kekuatan vokal, nilai religius, serta perpaduan warna warni busana tradisional Indonesia menjadi daya tarik kuat penampilan paduan suara ini di mata publik.

Hal tersebut tercermin dari berbagai komentar yang digali mengenai tampilan konser pada malam tersebut.

Salah seorang turis dari Amerika Serikat yang hadir juga dalam konser tersebut menyampaikan pujiannya karena dapat mengikuti konser dan mendapatkan pengalaman spiritual melalui lagu-lagu yang ditampilkan pada malam tersebut.

Hal menarik lainnya yang muncul dalam penyelenggaraan konser tersebut adalah kehadiran warga Indonesia yang tinggal di Roma, termasuk seluruh staf KBRI Vatikan yang mengenakan baju batik.

KBRI Vatikan secara khusus mengajak warga Indonesia untuk mengenakan batik dalam konser tersebut untuk menunjukkan salah satu ciri khas Indonesia yang telah memperoleh pengakuan internasional. Ini mendapat apresiasi sangat baik oleh pihak Pontifical Council for Culture.

Seluruh rangkaian acara konser ditutup dengan sambutan Rector Basilika San Giorgio in Velabro Pastor Crispinus Budiman OSC serta penyerahan kenang-kenangan dari KBRI Vatikan dan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan kepada Kardinal Gianfranco Ravasi.

Seusai memberikan sambutan, Romo Budiman, demikian rektor basilika ini biasa dipanggil mengajak seluruh penonton yang hadir menyanyikan lagu "Halo-halo Bandung". ***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 17-06-2011 06:59:58

Rabu, 15 Juni 2011

INDUSTRI ANIMASI

INDUSTRI ANIMASI INGGRIS DUKUNG ANIMASI DI TANAH AIR

London, 16/6 (ANTARA) - Kemajuan dan talenta pelaku industri animasi Inggris dapat bermanfaat dalam mendukung pengembangan dan peningkatan industri animasi di dalam negeri.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Dubes RI untuk Inggris, Yuri O Thamrin dengan pelaku industri animasi Inggris bertempat di Icon Films, kata Sekretaris Tiga KBRI London Silvia Malau kepada Antara, Kamis.

Dalam pertemuan itu, Dubes RI menyampaikan rencana Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Pameran Produk Kreatif Industri di Jakarta dan niat Indonesia mendorong industri kreatif, khususnya animasi Indonesia.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain wakil dari studio animasi dan rumah produksi Creative Director, Icon Films, Harry Marshall, Managing Director, Icon Films Laura Marshall.

Selain itu hadir Creative Director, Burrel Durrant Hifle, Rob Hifle, Animation Director, A Productions, Mark Taylor, Consultant, Parameter, Mark Leaver dan pejabat United Kingdom Trade and Investment(UKTI) untuk wilayah Barat Daya Inggris, Mike Rundle.

Pertemuan dua jam itu membahas berbagai isu terkait industri animasi Inggris, termasuk peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara pelaku industri animasi Inggris dan Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, dibahas mengenai kekuatan industri animasi Inggris diantaranya, kreativitas, kekayaan ide, hubungan yang erat dengan dunia pendidikan dan industri media telekomunikasi, serta tingginya "entrepreneurship' di kalangan industri animasi.

Namun demikian, krisis keuangan yang melanda Inggris sejak beberapa tahun terakhir telah mendorong pelaku industri animasi untuk mencari peluang baru dengan bekerja sama dengan pihak-pihak luar Inggris, melalui "joint production, outsourcing" dan alternatif pendanaan.

Kondisi ini, telah mendorong mereka untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan kalangan industri animasi di Singapura, Malaysia, Kanada dan negara-negara di Timur Tengah.

Kekuatan dan kondisi tersebut dapat dijadikan peluang bagi Indonesia dengan mendorong pelaku industri animasi Inggris untuk melirik industri animasi di Indonesia dan melakukan kolaborasi serta kerja sama diantara industri kedua negara.

Dalam kaitan ini, Dubes Yuri Thamrin memaparkan mengenai beberapa kekuatan yang dimiliki industri animasi di Indonesia, yaitu kreativitas, talenta sumber daya manusia dan biaya produksi yang kompetitif.

Menurut para pelaku industri animasi yang hadir pada pertemuan, bentuk kolaborasi seperti yang telah mereka jalani dapat pula bermanfaat dalam transfer teknologi dan keahlian dari Inggris ke Indonesia.

Pihak Inggris berkeinginan untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang industri animasi di Indonesia. Untuk itu, pihak UKTI akan menjajaki kemungkinan membawa rombongan industri animasi Inggris ke Indonesia dan menyelenggarakan forum animasi Indonesia-Inggris.

***6***
(T.ZG)
(T.H-ZG/B/S004/B/S004) 16-06-2011 08:34:12

KEBERSAMAAN KUNCI PERDAMAIAN

KEBERSAMAAN KUNCI PERDAMAIAN ANTAR UMAT BERGAMA

London, 15/6 (ANTARA) - Kebersamaan kunci perdamaian antarumat beragama dan menghilangkan prasangka buruk antarumat beragama, sekaligus dapat mengatasi konflik antarumat agama.

Demikian Pdt. Margaretha M. Hendricks- Ririmasse, pada seminar internasional mengenai kebebasan beragama: hak-hak asasi manusia, inklusi sosial dan partisipasi politik, kasus komunitas kristen, berlangsung di Florense, Italia, awal pekan ini.

Minister Counsellor Pensosbud, KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada Antara London, Rabu menyebutkan seminar diadakan dalam kerangka UN Alliance of Civilization, dihadiri sekitar 50 ahli dari dunia akademisi, LSM dan organisasi internasional, termasuk wakil-wakil dari Liga Arab dan OKI.

Pendeta Ririmasse menyebutkan konflik antara umat Kristiani dan Islam di Indonesia dapat dihilangkan jika prasangka umat Kristiani terhadap Islam menjadikan Indonesia negara Islam sebaliknya prasangka kristenisasi dengan bantuan Negara Barat dapat dihilangkan.

Pendeta kelahiran Haruku, Ambon ini minta semua pihak untuk menghindari generalisasi terhadap sikap sebagian kecil masyarakat Islam Indonesia yang tidak toleran atau 'fundamentalis'.

Sebagian besar umat Islam Indonesia bersikap moderat dan bahkan ada yang liberal bersama-sama membangun rasa saling percaya dan kerjasama dalam menciptakan perdamaian di bumi Indonesia.

Pemegang gelar Doktor Teologi, dari Sekolah Tinggi Teologi Asia Tenggara di Jakarta ini, menekankan perlunya umat Kristen merasa senang melihat penganut Islam menjadi Islam yang lebih baik, dan sebaliknya umat Islam pun mersa senang melihat saudaranya yang kristiani menjadi kristen lebih baik.

Dikatakannya kalau sikap saling mengharagai dapat dipupuk dan dikembangkan, diharapkan tidak ada lagi sikap persaingan dengan melakukan da?wah secara gresif, apalagi sampai mendorong semangat pindah agama, yang memberikan kesan adanya superioritas suatu agama atas agama lainnya.

Karena itu, lanjut pendeta yang akrab disapa Pdt Etha ini, mengatakan umat Islam dan Kristen, sebagai agama selayaknya bersikap sebagai sesama peziarah (fellow pilgrims) dalam mencapai tujuan perdamaian di dunia dan keselamatan di akhirat.

Untuk mencapai saling pengertian dalam kehidupan beragama, di Ambon, diadakan studi bersama dalam bidang teologi di kalangan perguruan tinggi, Kristen dan Islam, sejauh ini menunjukan hasil yang menggembirakan.

Di Ambon, kaum wanita juga aktif mengambil bagian dalam upaya perdamaian, ketika laki-laki terlibat konflik, wanita, yang banyak mengandalkan suara hati, duduk bersama mencari titik temu dan konsiliasi.

Selain itu, wanita juga memainkan peranan penting dalam mendorong kalangan remaja Kristiani dan Islam untuk menjadi duta perdamaian di masa depan.***6***
(ZG)