Rabu, 19 Februari 2014

SOFIA


BULGARIA AKUI KEUNGGULAN PRODUK FUNITURE INDONESIA

          London, 17/2 (Antara) - Walikota Haskovo, Bulgaria, Georgi Ivanov mengakui   keunggulan  produk  funiture dari  Indonesia dan terkesan dengan kualitas  produk   rotan produksi Indonesia.

         Hal itu disampaikan Walikota Haskovo Georgi Ivanov saat menerima kunjungan Dubes RI di Sofia, Bunyan Saptomo yang berkunjung ke kota Haskovo, Bulgaria, pada akhir pekan.

         Dubes RI di Sofia, Bunyan Saptomo kepada Antara London, Senin mengatakan pada   pertemuan tersebut dibahas kemungkinan peningkatan hubungan ekonomi dan kebudayaan antara RI dengan kota Haskovo dan wilayah sekitarnya.

         Walikota Haskovo Georgi Ivanov kepada Dubes Bunyan mengatakan bahwa dari pengalaman pribadi, ia  membeli funiture dari Indonesia enam tahun yang lalu dan sekarang masih bagus.

         Walikota Ivanov menyatakan di bidang ekonomi, Haskovo merupakan kota industry tekstil sedangkan wilayah sekitarnya menghasilkan sejumlah produk pertanian antara lain  gandum, tembakau, ketumbar dan kedelai.

         Dubes menyampaikan  produk utama Indonesia yang telah di ekspor ke Bulgaria selain furniture adalah kelapa sawit, kopi, cokelat, benang, dan garmen.

         Menurut  data statistik, Indonesia telah mengimpor ketumbar (coriander) dan tembakau dari Bulgaria,  sebagian besar produk tersebut berasal dari Haskovo.

         Dalam pertemuan juga dibahas  kemungkinan kerjasama bidang kebudayaan   antara RI dengan pemerintah kota Haskovo.

         Dubes menyatakan  tahun lalu ada lima delegasi kebudayaan dari Indonesia  berkunjung ke Bulgaria untuk berpatisipasi pada festival di berbagai kota di Bulgaria. Diharapkannya kerjasama tersebut dapat terus ditingkatkan.

         Walikota Ivanov menyatakan  kota Haskovo setiap  bulan September mengadakan festival internasional. Diharapkannya  Indonesia dapat ikut berpartisipasi pada festival di Haskovo tersebut tahun ini. Untuk itu walikota Ivanov menyatakan kesiapannya untuk menaggung biaya akomodasi bagi tim kesenian Indonesia tersebut.

         Sebelumnya,  Dubes menghadiri acara yang diselenggarakan  Bulgarian Chamber of Commerce and Industry (BCCI) di kota Haskovo. Acara tersebut merupakan dialog bisnis  dihadiri  Perdana Menteri Plamen Oresharski yang didampingi  Menteri Ekonomi dan Energi Dragomir Stoyanev, serta Menteri Pertahanan Bulgaria Angel Naydenov.

         Pada kesempatan tersebut PM. Oresharski menyampaikan kebijakan ekonomi Bulgaria khususnya yang terkait dengan bisnis dan kesejahteraan rakyat.

        Pada kesempatan terpisah, Dubes  melakukan pertemuan dengan pengusaha yang secara terus terang mengakui keunggulan ekonomis minyak kelapa sawit dibanding minyak dari sun flower maupun produk lainnya.

        Dikatakannya  minyak kelapa sawit sangat ekonomis karena dapat dipakai berkali-kali dengan kualitas hasil gorengan yang tidak merosot sedangkan minyak goreng lainnya hanya dapat dipakai sekali apabila ingin menjaga kualitas hasil gorengan.

         Kota Haskovo adalah ibu kota Provinsi Haskovo yang terletak di sebelah Selatan Bulgaria, dekat perbatasan dengan Yunani dan Turki. Selain merupakan kota administrasi, Haskovo juga merupakan pusat industri di provinsi ini. Provinsi Haskovo yang mempunyai luas 5.533 Km persegi ini terdiri dari 11 municipality dengan penduduk 256.408 jiwa di tahun 2009.

    ***2***(ZG)
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 17-02-2014 06:12:05

RUSIA


WISATAWAN RUSIA MINATI TAMAN BAWAH LAUT INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 17/2 (Antara) - Wisatawan Rusia meminati Taman Bawah Laut Indonesia, bahkan mereka menilai Indonesia sebagai negara yang indah dan eksotis.

         "Apabila Anda suka menyelam, Anda akan melihat bahwa taman bawah laut di Indonesia tidak kalah indahnya, saya suka sekali ke Indonesia.

    Indonesia negara yang indah dan eksotis," kata pengunjung Festival Golden Dolphin sebagaimana dikutip Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Lailal K.Y., kepada Antara London, Senin.

         Acara tahunan Festival Golden Dolphin itu diselenggarakan di Gedung Gostiny Dvor yang berjarak sekitar 150 meter dari Istana Kremlin, Lapangan Merah, dan Gereja St. Basil, Moskow.

         "Golden Dolphin Festival merupakan pameran yang didedikasikan untuk mengumpulkan pegiat olahraga dan penikmat rekreasi wisata bahari, profesional maupun amatir dari seluruh Dunia pada 13-16 Februari lalu," katanya.

         Golden Dolphin Festival dihadiri wakil-wakil perusahaan pariwisata bahari, diving club, dealer dan distributor peralatan menyelam, tour dan travel, resort dan hoteliers serta fotografer profesional.

         "Beberapa tour operator nasional dan hoteliers pada awalnya terkendala untuk partisipasi dalam pameran dikarenakan bencana alam di beberapa wilayah Indonesia pada beberapa waktu lalu," katanya.

         Namun, KBRI Moskow berinisiatif mendirikan anjungan Indonesia secara mandiri dan memaksimalkan beberapa tour operator dan travel agen Rusia yang menjual paket wisata keindahan laut, paket berlayar dan diving di kawaan Timur, termasuk partisipasi dari Visit Indonesia Tourism Office (VITO) di Moskow.

         Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun, mengatakan wisatawan Rusia sangat potensial, dan merupakan wisatawan terbesar kelima terbesar di Eropa setelah Belanda, Inggris, Jerman dan Perancis, sehingga momentum ini jangan dilewatkan.

         "Potensi taman bawah laut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, wisatawan mancanegara dapat menikmati taman tersebut di pulau yang  sulit dijangkau orang, seperti kepulauan Tanimbar, Kei, Wakatobi, Raja Ampat, Sangihe Talaud," katanya.

         Apalagi, dengan adanya tour operator yang menawarkan paket tours dengan menggunakan kapal cruise berkapasitas antara 15 sampai dengan 30 orang dalam bentuk paket.

         Pameran Golden Dolphin Festival itu memberi magnet tersendiri serta kehangatan bagi peserta dan pengunjung pameran di tengah cuaca Moskow yang "hangat" di tengah musim dingin.

         Suasana hangat tersebut ditambah dengan keceriaan peserta dan pengunjung dengan persembahan tari Bali oleh siswi Sekolah Indonesia Moskow (SIM) di anjungan Indonesia, serta presentasi mengenai Ambon yang merupakan destinasi baru di Indonesia oleh Dewi Nusantara tour and travel. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 17-02-2014 05:57:11

YORK


SAJOJO DAN JAPONG PIKAT PENONTON YORK 


 London, 17/2 (Antara) - Tarian Sajojo dari Papua dan Yapong dari DKI Jakarta yang ditampilkan pelajar Indonesia di University of York berhasil memikat penonton dalam Cultural Performance "Global Week" 2014 yang diadakan di York, Inggris. Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) cabang York menampilkan kompilasi tarian daerah dalam kegiatan 'Cultural Performance' yang diadakan International Student Association (ISA) University of York. Ketua PPI York, Suandi, kepada Antara London, Senin mengatakan seperti tahun lalu, penampilan dari PPI York mendapatkan sambutan yang hangat dari hampir 300 penonton yang berasal dari berbagai negara. Termasuk Atase Pendidikan KBRI London, Fauzi Soelaiman, Sekretaris 1 Pensosbud Heni Hamida dan Fadjar Tjahjanto, Fungsi Politik yang ikut menyemangati penari dari PPI York. Fauzi Soelaiman mengatakan KBRI selalu memberikan mendukung karena selain dapat mempromosikan Indonesia di kalangan luar, kegiatan seperti ini juga dapat menaikkan rasa nasionalisme para pelajar. Para pelajar mungkin belum pernah menari tarian Indonesia sebelumnya. Tetapi saat sekolah di luar negeri, biasanya rasa nasionalisme mereka tumbuh sehingga mampu mempersembahkan tarian untuk para penonton dari berbagai negara, ujarnya. KBRI mengharapkan setiap cabang PPI dapat melakukan hal ini tidak saja di lingkungan universitas, tetapi di setiap kota dimana mereka berada bergabung di festival-festival kota sambil mempersembahkan tarian maupun masakan Indonesia. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam program Global Week, acara yang diadakan di Central Hall kampus menampilkan seni dan budaya dari 12 bangsa, termasuk Indonesia. Para pelajar yang tergabung dalam 'Indonesian Society', diantaranya mahasiswa dari jenjang S1 sampai S3 menampilkan kompilasi tiga tarian khas Indonesia, yaitu tari Piring dari Sumatera Barat, tari Yapong dari DKI Jakarta, dan Sajojo dari Papua. Penampilan yang dikemas dalam gerak, musik, dan tayangan visual yang seolah-olah membawa penonton menjelajahi nusantara khususnya ke tiga daerah asal tarian dan sebagai tarian penutup untuk mencairkan suasana, penari juga menampilkan musik dangdut termasuk Goyang Kaisar. Suandi mengatakan banyak yang memberikan komentar bahwa mereka tidak begitu mengenal Indonesia namun menjadi paham kalau Indonesia adalah negara kepulauan dan mereka juga kagum dengan keberagaman budayanya. Bahkan penonton ada yang berasal dari Somalia, Nigeria, dan Colombia yang tidak menyangka orang Indonesia ada yang berkulit gelap. Menurut Yura Gultom, mahasiswi tahun pertama jurusan Psikologi yang turut tampil membawakan tarian Japong dan Sajojo, kesempatan seperti ini adalah wahana tepat bagi anak muda Indonesia seperti dirinya untuk lebih mencintai budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada dunia. Selain itu Telviani Safitri, mahasiswi S3 di bidang Human Resource Management yang turut membawakan tari Piring dan Sajojo mengatakan menampilkan budaya Indonesia juga secara langsung dapat mempererat tali persaudaraan antara sesama mahasiswa/i Indonesia yang jauh dari tanah air karena belajar di negara lain. Diharapkannya orang asing dapat mengenal Indonesia dan berkunjung ke Indonesia sehingga dapat menaikkan devisa negara, demikian Fauzi Soelaiman.***3*** (ZG) (T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 17-02-2014 12:04:04
 

LEEDS


SENDRATARI INDONESIA MENANG DI FESTIVAL DI INGGRIS

          Leeds, 16/2 (Antara) -  Sendratari  yang ditampilkan  pelajar yang tergabung dalam "Indonesia  Society"  berhasil  meraih penghargaan "Best Performance Award" dalam acara "World Unite Festival" 2014 di Universitas Leeds, Inggris.

         Atase Pendidikan KBRI London dan Ny Bonita Fauzi Soelaiman, yang menonton festival yang diikuti oleh 10 negara itu, memberikan apresiasi pada penampilan pelajar Indonesia yang tergabung dalam  PPI Leeds tersebut.  
   Ketua PPI Leeds, Dicky Faizal Aprianto kepada Antara London, Sabtu mengatakan "World Unite Festival 2014" digelar selama seminggu sejak tanggal 10 sampai 16 February. Indonesia Society juga menampilkan Tari Saman dalam acara itu.    
   Dengan  menyabet penghargaan "Best Performance Award" tahun ini, PPI Leeds kembali mengukuhkan diri sebagai pemenang  dalam acara tahunan bertajuk "Cultural Showcase" yang diikuti  para pelajar dari berbagai negara yang  diadakan "Leeds University Union" itu.    
    Tahun lalu PPI Leeds juga mendapatkan penghargaan berupa "Best Performance Award" pilihan penonton setelah menampilkan tari Saman serta fashion show  kebaya tradisional yang dibawakan pelajar berbagai negara, mahasiswa Leeds University, .

        Tahun ini PPI Leeds menunjukkan sesuatu yang berbeda, yaitu dengan penampilan sendratari, drama yang disajikan dalam bentuk tarian dan musik tanpa dialog.    
   Sesuai dengan tema dalam "Cultural Showcase" tahun ini, yaitu cinta, sendratari berdurasi sekitar 25 menit bercerita mengenai bangsawan asal Belanda yang jatuh cinta kepada gadis Jawa yang diperankan Andira Aranandita Subhono, istri Boya Subhono, kandidat Phd school of Mechanical Enginering di Universitas Leeds.

         Konflik muncul ketika cinta kedua sejoli itu terhalang oleh perbedaan budaya di antara mereka.

         Tarian dari berbagai daerah di Indonesia  mengiringi sendratari mulai dari yangko rambe dari Papua sampai pada tari Bali.

        "Terdapat tujuh  tarian dari berbagai daerah di Indonesia turut dimasukkan dalam sendratari mulai dari tarian dari  Irian sampai tari Bali," ujarnya.

         Selain tarian, efek video yang berisi informasi mengenai adegan  ditampilkan sebagai latar  sepanjang pertunjukkan agar penonton dapat  mengikuti jalan cerita yang juga pantulan dari video di layar panggung berbagai objek wisata di Indonesia diantaranya Raja Ampat.

        Dicky Faizal Aprianto mengatakan anggota Indonesia Society di Leeds  mempersiapan acara  dengan berlatih selama kurang lebih dua bulan khusus untuk acara ini.

        Penampilan kesenian tim Indonesia diawali dengan tari Saman yang dibawakan  10 pelajar putri dengan seorang penabuh gendang dan serta seorang pembaca syair.

        Keberagaman budaya Indonesia yang beragam menjadi daya tarik tersendiri ditambah dengan busana yang dikenakan penari menarik perhatian penonton.   
   Atase Pendidikan KBRI London dan Ny Bonita Fauzi Soelaiman secara khusus  memberikan dukungan kepada  pelajar dan menyampaikan penghargaan atas keberhasilan Indonesia society dalam mengharumkan nama Indonesia.

       "Penampilan yang sangat mengesankan dari Indonesia Society," ujar pembawa acara yang kagum  dengan penampilan yang mendapat sambutan penonton yang memenuhi gedung pertunjukan . ***3***
(T.ZG/f001)
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 16-02-2014 08:09:51

  

AMNESTY


AMNESTY INTERNATIONAL: PERCEPAT UU PERLINDUNGAN PEKERJA

          London, 15/2 (Antara) - Amnesty Internasional menyerukan DPR RI untuk secepatnya mengesahkan undang-undang (UU) perlindungan pekerja rumah tangga sebelum masa kerja mereka berakhir pada September 2014.

        Hal ini yang disampaikan Amnesty Internasional terkait peringatan Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional pada 15 Februari. Josef Roy Benedict. Campaigner - Indonesia & Timor-Leste Amnesty International Secretariat kepada Antara London, Sabtu, mengatakan pekerja rumah tangga yang tereksploitasi memerlukan perlindungan hukum secepatnya.

        Jutaan pekerja rumah tangga di Indonesia beresiko terhadap eksploitasi ekonomi dan secara rutin dianiaya, sementara hidup dalam kondisi tak menentu tanpa perlindungan.

        Peneliti Indonesia Amnesty International, Papang Hidayat mengatakan pekerja rumah tangga masih secara umum menjadi warga kelas dua di Indonesia.

        Dari jumlah jutaan tersebut yang mana sebagian besarnya adalah perempuan dewasa maupun gadis, beresiko menghadapi eksploitasi dan banyak yang dianiaya, namun mereka tidak memiliki sarana hukum untuk memperbaiki situasi mereka sendiri.

        Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organisation (ILO) menyebut, ada sekitar 2,6 juta pekerja rumah tangga di Indonesia pada 2004. Jumlah ini nampaknya lebih tinggi pada saat ini, ujar Papang.

        Menurut Papang Hidayat di bawah hukum Indonesia, pekerja rumah tangga tidak menikmati perlindungan yang sama dengan pekerja-pekerja lainnya. Mereka seringkali hidup dengan upah yang menyedihkan dalam kondisi yang buruk, dan dihambat untuk melawan penindasan yang dilakukan oleh majikan-majikan mereka.

         Sebuah undang-undang tentang pekerja rumah tangga, yang akan berkembang menuju penguatan perlindungan hukum, telah masuk agenda legislasi sejak 2010. Namun, upaya ini menghadapi berbagai penundaan, ujarnya.

         Menurut Papang Hidayat, pekerja rumah tangga memiliki hak-hak yang sama dengan para pekerja lainnya di Indonesia.

         Adalah memalukan bahwa pemerintah begitu lamban mengurusi undang-undang tentang pekerja rumah tangga. Parlemen harus mengesahkannya secepatnya sebelum masa kerja mereka berakhir, ujarnya.

        Sejumlah kasus-kasus yang dramatis terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir telah menyoroti situasi rawan dari para pekerja rumah tangga di seluruh Indonesia.

        Nama Siti Nur Amalah menjadi berita di halaman muka pada Desember 2013, setelah majikannya di Jakarta membuatnya kelaparan, memukulinya, dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya selama periode empat bulan pada 2012.

        Kekerasan ini membuatnya buta dan trauma, dan majikannya kemudian mengembalikannya ke agen perekrutan dan memerintahkannya untuk tidak melaporkan apa yang terjadi terhadapnya.

        Amnesty International mendesak DPR RI dalam kesempatan sesegera mungkin untuk mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan memastikan undang-undang ini sejalan dengan standar-standar internasional.

        Secara khusus harus ada pembatasan yang berarti soal jam kerja, jaminan upah dan kondisi hidup yang memadai, secara jelas mendefinisikan masa cuti, dan ketentuan-ketentual legal tentang kebutuhan-kebutuhan khusus perempuan.

        Harus ada sarana yang jelas untuk membuat para majikan bertanggung jawab ketika mereka menindas pekerjanya.

        Indonesia masih belum meratifikasi Konvensi ILO Convention No. 189 tentang Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga. Pada Juli 2011, ketika konvensi ini diadopsi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat komitmen publik untuk mendukungnya.

       Lebih jauh, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi berkomitmen untuk meratifikasinya pada suatu waktu di tahun ini. Amnesty International mendesak pihak-pihak berwenang untuk meratifikasinya. secepatnya.

        Amnesty International berdiri bersama dalam solidaritas dengan Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala-PRT), sebuah koalisi nasional dari serikat pekerja dan organisasi-organisasi di Indonesia, yang telah bertahun-tahun mengkampanyekan hak-hak pekerja rumah tangga.

        Jala-PRT sedang mengorganisir serangkaian kegiatan pada minggu ini untuk memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional dan menyerukan pengesahan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga.***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 15-02-2014 17:59:16

SOFIA


INDONESIA JARING WISATAWAN EROPA TIMUR

          London, 15/2 (Antara) - Indonesia berupaya menjaring wisatawan dari Eropa Timur dalam pameran pariwisata "the 31st International Tourist Fair Holiday & Spa Expo 2014", yang berlangsung di Sofia, Bulgaria.

         Dubes RI untuk Sofia, Bunyan Saptomo mengatakan keikutsertaan Indonesia merupakan salah satu upaya  memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Bulgaria secara berkesinambungan.

         Minister counsellor Fungsi Politik dan  Ekonomi KBRI Sofia Pranowo Prawirokusumo kepada Antara London, Sabtu mengatakan pameran berlangsung selama tiga hari dan dibuka Deputi PM Daniela Bobeva, didampingi Deputi Menteri Pariwisata, Branimir Botev, di Inter Expo Sofia.  
    Wakil PM Bobeva dalam perbincangan singkat dengan Dubes  menyatakan keinginannya untuk berwisata ke Indonesia.

         Dikatakannya expo yang diorganisir oleh Tourism Agency Kementerian Ekonomi dan Energi Bulgaria ini, merupakan salah satu expo pariwisata dan spa tahunan terbesar di Bulgaria.

         Selain Bulgaria, Expo kali ini diikuti lebih dari 250 peserta dari 22 negara di Eropa, Amerika Afrika dan dari Asia hanya Indonesia, Thailand, Cina, dan India yang ikut.  
    Pranowo Prawirokusumo mengatakan sebagian besar peserta asing merupakan institusi pemerintah atau agen pariwisata yang didatangkan dari masing-masing negaranya.  Hanya Indonesia dan Afrika Selatan yang di wakili oleh Kedubesnya di Bulgaria, ujarnya.

         Tayangan mengenai daerah-daerah wisata di Indonesia serta alunan musik angklung dan kolintang mampu menarik pengunjung singgah di stand KBRI.

         Stand menayangkan hasil liputan jurnalis Bulgaria pada program "No Lugage" Bulgarian National TV di Propinsi Jawa Timur bulan Agustus tahun lalu.

         Berbagai hal yang ditanyakan pengunjung antara lain terkait destinasi wisata Indonesia selain Bali, termasuk budaya, bahasa dan kuliner.  Beberapa tour operator juga  meminta kontak bisnis dengan tour operator di Indonesia.

         Bali sudah cukup dikenal masyarakat setempat dan menjadi salah satu tujuan wisata dari Bulgaria khususnya kelas menengah-atas.

         Beberapa pengunjung yang pernah berwisata  ke Bali  menyampaikan kesan puasnya dan berharap dapat berkunjung kembali ke Indonesia untuk menjelajah destinasi wisata di daerah lainnya.

         Wisata air, seperti pantai, surfing, dan diving, masih menjadi sasaran utama warga Bulgaria. Meskipun demikian, tidak sedikit yang menanyakan wisata spiritual serta obyek  peninggalan sejarah di Indonesia dan komodo.

         Pranowo Prawirokusomo mengatakan, keikutsertaan Indonesia pada Expo kali ini antara lain ditujukan untuk memperkenalkan tujuan wisata di wilayah Indonesia lainnya yang tidak kalah menarik dari Bali.  
    Antusiasme pengunjung terlihat ketika penjaga stand KBRI memberikan penjelasan mengenai daerah-daerah wisata melalui peta Indonesia yang terpampang di dinding stand.

         Tayangan audio visual juga membantu penjaga stand memberikan gambaran mengenai keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia.

    (T.H-ZG/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 15-02-2014 20:59:00

MAROKO


DIJAJAKI PENAMBAHAN KUOTA PENERIMAAN MAHASISWA DI MAROKO

        London, 15/2 (Antara) - Dubes RI di Maroko Tosari Widjaja  menjajaki penambahan kuata penerimaan mahasiswa Indonesia di Maroko saat bertemu dengan Abderrahem Elkudmiri, Dirjen Agence Marocaine de Coopération Internationale (AMCI), sebuah lembaga  berwenang menangani penerimaan mahasiswa asing di Maroko.

        Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud, Suparman Hasibuan kepada Antara London, Sabtu mengatakan tujuan kunjungan Dubes ke Dirjen AMCI adalah untuk menjajaki penambahan kuota penerimaan mahasiswa-mahasiswi Indonesia untuk belajar di berbagai universitas di Maroko.

        Pada pertemuan dengan itu Dirjen AMCI, Dubes RI menyinggung kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Maroko di bidang pendidikan, melalui penerimaan mahasiswa-mahasiswi Indonesia sebanyak 15 orang setiap tahunnya untuk belajar di berbagai universitas di Maroko.

       Dubes RI menyampaikan ucapan terimakasih atas peranan AMCI dalam memfasilitasi pendaftaran mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Maroko, serta keinginan untuk meningkatkan kerja sama pendidikan melalui kemungkinan penambahan jumlah mahasiswa Indonesia untuk belajar di Maroko.

       Dubes RI menjelaskan tentang peningkatan minat para pelajar Indonesia beberapa tahun terakhir ini untuk menempuh pendidikan di Maroko. Dalam kaitan ini, Dubes RI mengusulkan agar AMCI dapat mempertimbangkan untuk penambahan kuota dari jumlah 15 orang yang dialokasikan setiap tahunnya.

       "Hubungan kerjasama yang telah terjalin baik selama ini dapat ditingkatkan dengan kemungkinan penerimaan 25 orang pelajar Indonesia dengan beasiswa untuk program Bahasa dan Islamic Studies, 50 orang tanpa beasiswa untuk program Bahasa dan Islamic Studies, serta 20 orang untuk program kuliah di jurusan teknik atau ilmu sosial lainnya dengan diawali pendidikan Bahasa Perancis selama setahun," ungkap Dubes RI.

        Dalam tanggapannya, Dirjen AMCI menyambut baik usulan-usulan Dubes RI dan menjanjikan akan menindaklanjutinya setelah AMCI mendapatkan surat resmi dari KBRI Rabat. Lebih lanjut ditekankan usulan-usulan Dubes RI dimungkinkan agar dapat terealisasi pada penerimaan mahasiswa tahun ajaran baru mendatang.

        "Hubungan kedua negara berjalan baik dan kami sangat berkeinginan untuk meningkatkan kerjasama pendidikan dengan Indonesia," ujar Dirjen AMCI menutup pertemuan.

         KBRI Rabat terus berupaya mengembangkan kerja sama pendidikan Indonesia-Maroko antara lain melalui penambahan jumlah kuota mahasiswa Indonesia untuk belajar di Maroko serta penjajakan kerja sama pendidikan antar universitas kedua Negara.

          Saat ini terdapat sekitar 200 orang mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan di Maroko dan 15 universitas di Indonesia yang telah menjalin kerja sama dengan 10  universitas di Maroko.***3***
(ZG)
(T.H-ZG/C/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 15-02-2014 18:49:24