Selasa, 23 Juni 2015

QATAR

QATAR PELAJARI SISTEM MEDIASI HUKUM INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 4/6  (Antara) - Ketua Supreme Judiciary of Council (SJC) Qatar, Masoud Muhammad Al Amiri menyatakan akan mengirim Hakim-Hakim Qatar ke Indonesia guna mempelajari sistem mediasi di Indonesia.

   
Counsellor / Fungsi Politik  KBRI Doha, Boy Dharmawan kepada Antara London, Kamis menjelaskan keinginan itu disampaikan Ketua SJC Qatar ketika menerima kunjungan kehormatan Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Prof. Dr. Hatta Ali, didampingi  Duta Besar RI Doha, sejumlah Pejabat MA.

        Kunjungan yang berlangsung dari tanggal 1-3 Juni ini pada intinya membahas kerjasama di bidang hukum khususnya penguatan sistem hukum yang bermanfaat bagi masyarakat di kedua negara.

        Kedua belah pihak juga membahas mengenai penerapan hukum dan mediasi dalam suatu perselisihan, serta peraturan perundang-undangan. Supreme Judiciary of Council (SJC) merupakan lembaga tertinggi di bidang hukum Qatar yang setara dengan Mahkamah Agung Indonesia.
   Kunjungan Prof. Hatta Ali ke Qatar merupakan rangkaian dari kunjungan Ketua MA RI ke Sudan guna meningkatkan kerjasama di bidang hukum. Dalam pertemuan dengan Ketua SJC, Prof Dr. Hatta Ali menjelaskan tentang sejarah dan perkembangan hukum di Indonesia.
   Ketua SJC, Masoud Muhammad Al Amiri menjelaskan Syariah islam merupakan dasar dari konstitusi negara dan sebagian besar warganya mengikuti Mazhab Hambali.

        Tahun 2004 merupakan tonggak sejarah  sistem hukum Qatar karena pada tahun tersebut dikeluarkan peraturan yang menetapkan Pengadilan Umum dan Pengadilan Agama dibawah satu atap dibawah Supreme Judiciary of Council (SJC). Saat ini Qatar memiliki 200 Hakim dan 22 Hakim Agung.

        Qatar mulai aktif mengembangkan sistem mediasi dalam sistem hukumnya agar penyelesaian perkara dilakukan di luar pengadilan. Hakim kini diwajibkan untuk melakukan mediasi perkara dan mengupayakan perdamaian agar pihak yang berpekaran terhindar dari konsekuensi perkara.

        Selain itu penyelesaian perkara dan proses banding memerlukan waktu lama dan konsekuensi biaya yang tinggi. Hal tersebut berbeda dengan sistem yang berlaku di Indonesia yang lebih dulu mengembangkan sistem mediasi sehingga cenderung menghasilkan keputusan yang bersifat win-win solution bagi pihak yang berpekara.

        Terkait hal tersebut, Ketua SJC menyatakan ketertarikannya untuk lebih mempelajari sistem hukum di Indonesia khususnya terkait sistem mediasi dengan mengirim Hakim-Hakim Qatar ke Indonesia guna mempelajari sistem tersebut.

        Sebaliknya Mahkamah Agung RI berminat untuk mempelajari sistem ekonomi syariah khususnya terkait peradilan agama yang relatif lebih berkembang di Qatar. Untuk itu kedua negara akan membahas Nota Kesepahaman antara RI-Qatar terkait ekonomi Syariah pada peradilan Agama.

        Menurut Dubes RI Doha, Deddy Saiful Hadi,  kunjungan kerja Ketua Mahkamah Agung RI ke Qatar merupakan indikasi positif dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Qatar dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara. Kunjungan kerja setingkat Ketua MA merupakan kunjungan tertinggi yudikatif pertama di dalam beberapa dekade terakhir.

        Dalam kurun  lima tahun terakhir, tercatat beberapa kunjungan Kepala Pemerintahan Qatar ke Indonesia yaitu kunjungan  Perdana Menteri Qatar, Y.M. Hamad Bin Jassim Bin Jaber Al Thani dalam rangka menghadiri Bali Democracy Forum pada 2011.

        Dua kali kunjungan Deputi PM Qatar yaitu menghadiri Pertemuan UNAOC Agustus 2014 dan KAA April 2015. Sementara kunjungan terakhir setingkat Kepala Negara RI dilaksanakan pada 2006, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Qatar pada 2006. Kunjungan tersebut telah dibalas dengan kunjungan Emir Qatar Y.M. Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani ke Indonesia pada 2009 lalu.

    ***2***
(T.H-ZG/C/P.H. Prabowo/P.H. Prabowo) 04-06-2015 09:14:36

ENDHOVEN

KONSER ANGKLUNG PUKAU MASYARAKAT EINDHOVEN
     Oleh Zeynita Gibbons  
   London, 4/6 (Antara) -  Lagu Amazing Grace yang dilantunkan dengan suara sopran oleh penyanyi Ardelia dengan diiringi musik angklung membuat penonton yang memenuhi gedung konser Frits Philips, kota Eindhoven, Belanda terpukau.

       Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Den Haag, Belanda, Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Kamis mengatakan, selain menampilkan berbagai lagu daerah Nusantara, Ensambel Angklung Eindhoven juga memainkan lagu-lagu dari banyak negara yang mengambil tema "Songs of the World".
   Penampilan Ensambel Angklung Eindhoven yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang tinggal di kota Eindhoven, itu menarik perhatian masyarakat kota tersebut.

         Dibuka dengan menyanyikan lagu-lagu Nusantara mulai Yamko Rambe Yamko, Bengong Jeumpa, Hela Hela Rotane, Tak Tongtong, Dayung Pallingam, Janger, Manuk Dadali dan Badindin.

        Konser angklung ini dikomandani Arnoud Setio, dan menampilkan konduktor pendukung seperti Brian Hutama Susilo, Geraldi Wahyulaksana, Maharani Meganti dan Paskal Semerdzhiev, termasuk berkolaborasi dengan Nusantara Student Ensable.

         Penampilan konser tersebut semakin  menawan dengan tampilnya Rosalia Adisti yang bersuara alto dan Ardelia Padma Sawitri dengan suara sopran. Selain itu kolaborasi dengan tari tradisional dari daerah asal lagu yang dinyanyikan juga menambah keindahan penampilan mereka.

       Para penonton konser tersebut juga dihibur dengan lagu-lagu dari berbagai negara. Kelompok ensemble dari Tiongkok, SweetPotato, juga berkolaborasi bersama angklung ini memainkan lagu-lagu Jasmine Flower dan Curling Eyebrows.

        Selain itu  ditampilkan lagu Lough Erin Shore dari Irlandia, Scarborough Fair dari Inggris, The Youth Dance dari Tiongkok, Korobeniki dari Rusia, dan La Cucaracha dari Spanyol yang dikolaborasi dengan permainan Clarinet oleh Sophie Peerebom.

        Penampilan sesi lagu-lagu internasional tersebut diakhiri dengan menampilkan Amazing Grace dari Amerika dengan suara sopran Ardelia yang disambut "standing applause"  pada akhir acara.

       Setiap tahun sejak 2011 Ensamble Angklung Eindhoven selalu menyelenggarakan konser dengan tema yang berbeda-beda yang mana untuk tahun ini untuk yang keempat kalinya dengam mengambil tema Songs of the World.

        Hadir dalam acara itu Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, bersama wakil pejabat kota Eindhoven Bianca van Kaathove di Gedung Frits Philips, Muziek Gebouw Eindoven.

        "Harmoni antara manusia dan alam yang telah menjadikan suara bambu begitu indah didengarkan, terlebih ketika berkolaborasi dengan alat musik tradisional dari berbagai negara," ujarnya.

        Sejak November 2010 Angklung diakui UNESCO sebagai budaya tak benda warisan manusia.

        "Untuk itu Indonesia berkewajiban melestarikan dan mempromosikan kepada dunia," katanya.***1***


(ZG)
(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 04-06-2015 02:43:07

PARIS

DUBES HOTMANGARAJA SAMPAIKAN KEKUATAN DIASPORA DI PRANCIS

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 1/6 (Antara) - Dubes  RI untuk Prancis, Monaco, dan Kepangeranan Andora, Letjen (Purn) Hotmangaraja Pandjaitan mengatakan, kekuatan Indonesia Diaspora Network di Prancis adalah memperkuat hubungan antarwarga kedua negara.

        Hal itu diungkapkan Dubes Hotmangajara saat bertemu dengan Tim Diaspora Indonesia-Prancis yang baru terbentuk, dengan Ketua IDN-France terpilih Yetty Aritonang, di Wisma Duta, seperti disampaikan anggota diaspora Indonesia di Prancis, Ade Kadarisman kepada Antara London, Senin.

        Dalam pertemuan dengan para diaspora Indonesia di Prancis itu, Dubes Hotmangaraja Pandjaitan mengatakan akan berusaha membantu dan menjembatani antara diaspora yang ada di Prancis.

        Dia menyampaikan banyak orang Indonesia yang telah lama berkiprah di Prancis, begitupun sebaliknya orang Prancis banyak yang menjalin kerja sama dengan Indonesia, sehingga potensi ini harus dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bersama.

        Dubes Hotmangaraja mendukung kiprah Indonesia Diaspora Network (IDN), dan mengungkapkan penting dapat menghadirkan Indonesia dalam berbagai bidang kerja (task forces), seperti di bidang pariwisata, akademik, seni budaya, industri kreatif, gastronomi, olahraga, fesyen, bisnis dan investasi, maupun imigrasi dan kewarganegaraan.

        Ia berharap kerja sama Indonesia-Prancis akan semakin meningkat dan lebih baik ke depannya.

        Menurutnya, sebagai inisiasi awal meski baru berdiri, diaspora di Prancis dapat memberikan warna terhadap kerja sama Indonesia-Prancis di masa mendatang.

        Ade Kadarisman, staf Pengajar Fikom Unpad Bandung yang tengah menuntut ilmu di Paris, mengatakan IDN France yang resmi berdiri merupakan ikatan dan jaringan di antara warga negara Indonesia yang tinggal di Prancis dari berbagai latar belakang aktivitas dan profesi, termasuk warga negara Prancis yang mencintai Indonesia.

        Ketua IDN-France terpilih Yetty Aritonang mengatakan, sudah saatnya diaspora Indonesia di Prancis meningkatkan semangat kolaborasi sesuai bidang dan kapasitas masing-masing.

        Menurut Yetty, saat ini terdapat sekitar 5.000 warga Indonesia di Prancis, sedangkan jumlah pelajar/mahasiwa sekitar 550 orang.

        Selain itu, banyak warga negara Prancis yang mencintai Indonesia dan aktif menjalin kerja sama dalam berbagai bidang.

        Salah satu diaspora Eka Moncarre, seorang pengusaha pariwisata mengatakan, sangat antusias untuk aktif terlibat dalam IDN Prancis.    
   "Ini merupakan mimpi saya dari dulu, sudah 20 tahun saya di Prancis, saya berharap bisa meningkatkan kontribusi untuk Indonesia sesuai bidang yang selama ini saya tekuni," ujarnya.

        Hal senada juga diungkapkan rekan Eka, Dewan Penasehat IDN France Yuyu Hagenbucher yang juga pengajar Bahasa Indonesia di Kota Le Havre yang mengungkapkan kebahagiaannya telah lahir IDN France.

        Dia mengatakan, WNI di Prancis selalu rindu akan tanah airnya, sehingga dimana pun berada mereka selalu terpanggil untuk  mengharumkan nama Indonesia.

        "Diaspora di sini harus bisa sinergi dalam berbagai karya dan aktivitas," ujarnya lagi.

        Hadir dalam acara ini, Wakil Dubes/DCM Asharyadi, Wakil Tetap RI untuk UNESCO Prof Fauzi Soelaiman, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof Surya Rosa Putra, Henry Kaitjily, Koord. Pensosbud Atase Perdagangan Moga Simatupang, dan jajaran staf KBRI lainnya.***2***

Budisantoso Budiman
(ZG)
(T.H-ZG/B/B. Budiman/B. Budiman) 01-06-2015 06:32:11

KBRI DENHAAG

HUBUNGAN RI-BELANDA PERLU TERUS DIKEMBANGKAN

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 1/6 (Antara) - Hubungan antara Indonesia dengan Belanda penting karena kedua belah pihak telah mengembangkan sejumlah kerjasama di berbagai bidang yang saling menguntungkan.

        Minister Counsellor Pensosbud KBRI Den Haag, Belanda, Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Senin, mengatakan hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo kepada  mahasiswa Belanda  berasal dari Vreij University, University of Amsterdam dan Erasmus School of Business, Rotterdam  tergabung dalam Dutch United Nations Student Association (DUNSA), yang bertamu ke KBRI Den Haag .

        Ibnu Wahyutomo didampingi pejabat fungsi Politik dan Penerangan Sosial Budaya, Indonesia juga punya arti penting bagi Belanda karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda.

        Sekretaris Kedua Politik, Monica Nilasari, dalam pertemuan itu memberikan paparan yang komprehensif mengenai perkembangan Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

        Konsep Nawa Cita dipaparkan Monica disertai dengan prioritas pembangunan antara lain bidang infrastruktur dan sumberdaya manusia. Monica juga memaparkan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial dan budaya serta pendidikan.

         Seusai paparan, dilakukan sesi diskusi yang dipimpin  Ibnu Wahyutomo. Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa menyampaikan berbagai pertanyaan kritis diantaranya Rick Otten menanyakan arti Belanda bagi Indonesia, terutama jika dibandingkan dengan negara anggota Uni Eropa lainnya.

         Terkait dengan hubungan generasi muda kedua bangsa, Dimple Sokartara  menanyakan peran yang bisa dilakukan mendekatkan hubungan kedua bangsa. Dijelaskan kepada mereka salah satunya adalah pemberian beasiswa bagi para pemuda yang ingin belajar seni dan budaya.

        Minister Counsellor Pensosbud Azis Nurwahyudi  menjelaskan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia dari Kementerian Luar Negeri yang setiap tahun diberikan kepada 70 pemuda dari 50 negara, salah satunya adalah dari Belanda.  Mereka berkesempatan belajar tari, musik, pencak silat dan Bahasa Indonesia di enam kota selama tiga bulan dengan biaya Kemlu RI.

        Sedangkan Maik van Oudenaarden menanyakan kontribusi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia.

        Peran Indonesia di kawasan juga menjadi topik menarik bagi Patrick Derring yang menanyakan tentang ASEAN dan peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik regional.

        Sementara topik yang menarik bagi Benjamin Pechler, yang mempunyai orang tua dari Probolinggo, adalah bagaimana dia bisa bekerja di Indonesia dan masalah dwi kewarganegaraan.

        Kasus hukuman mati bagi warga Belanda karena kasus narkoba juga menarik bagi mereka. Ibnu menjelaskan mengenai proses hukum yang berlangsung dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia serta meyakinkan  bahwa hubungan yang telah berjalan baik tidak akan terganggu dengan masalah tersebut.

        Diskusi dengan mahasiswa ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan KBRI Den Haag. Selain dilakukan di KBRI, kegiatan yang sama juga diadakan di beberapa universitas. Sebelumnya KUAI KBRI Den Haag juga  mengisi sesi tentang topik yang sama di Universitas Groningen, demikian Azis Nurwahyudi.

    ***2***
(T.H-ZG/C/P.H. Prabowo/P.H. Prabowo) 01-06-2015 10:12:52

Minggu, 31 Mei 2015

TITIEK PUSPA

TITIEK PUSPA BAWA MISI BUDAYA DI LONDON

          London, 31/5 (Antara) - Penyanyi kawakan Titiek Puspa membawa Misi Kebudayaan Indonesia di Kerajaan Inggris dengan tampil dalam acara Hello Indonesia 2015 yang digelar untuk ke dua kalinya di alun alun kota London, Trafalgar Square, London, 7 Juni mendatang.

         Managing Director Titiek Puspa Managemen untuk Hello Indonesia  Petty Tanjung Sari kepada Antara London, minggu, mengatakan kehadiran Titiek Puspa di Kerajaan Inggris adalah dalam rangka promosi Indonesia yang digagas Usya Soeharjono.

         Ia mengatakan penyelenggara Hello Indonesia 2015 yang diadakan di Trafalgar Square , London, mengundang rombongan Misi Kebudayaan Indonesia pimpinan Titiek Puspa, untuk mengisi acara.

         "Trafalgar Square merupakan icon dunia, oleh sebab itu momentum ini digunakan secara maksimal oleh Titiek Puspa dalam mengangkat seni budaya Indonesia, di mata dunia," ujar Petty Tanjung Sari.

         Ia mengakui keberangkatan misi Kebudayaan Indonesia ke Hello Indonesia 2015 ini  terlaksana adanya  dukungan dari Bank Mandiri, Singapore Airlines, Sahabat Kartini, Perusahaan Gas Negara, Ibu Hartarti Murdaya, Ibu Fitri Hay, Bapak Mukmin, Musica Studio, Belagio Mall.

         Rombongan misi kebudayaan Indonesia pimpinan Titiek Puspa ini, juga akan membawa serta Dwiki Darmawan, musikus dan komposer yang terinspirasi dan berkolaborasi dengan musik etnik.

         Group remaja Duta Cinta asuhan Titiek Puspa yang akan menyanyikan lagu anak anak Indonesia ciptaan Titiek Puspa.

         Sementara Denny Wirawan yang akan membawakan 20 rancangan busana bergaya pop etnik Nusantara.

         Menurut Petty Tanjung Sari, semangat "Bela Merah Putih" di mata dunia ini sama sekali tidak menyurutkan langkah Titiek Puspa walaupun usia sudah mencapai 77 tahun. Ditambah lagi adalah misi khusus untuk memperkenalkan lagu anak anak Indonesia ciptaan Titiek Puspa yang dinyanyikan Duta Cinta.

         Duta Cinta , sebuah group gerak dan lagu yang dibentuk Titiek Puspa sejak 2013. Melalui audisi, terpilih 10 anak-anak remaja berbakat dari lintas ras, lintas budaya dan lintas agama yang mewakili keberagaman Nusantara.
    Sebanyak delapan lagu anak Indonesia diciptakan Titiek Puspa, Bram dan Ismail Marzuki untuk Duta Cinta, yang aransemen di aransir  Adi MS, Andi Rianto, Tohpati, Untung, Bram dkk, Irvan, melengkapi semangat Titiek Puspa mengangkat lagu anak-anak Indonesia yang diharapkan sanggup memberikan kebanggaan anak-anak Indonesia, yang tinggal di London, ujarnya.

         Diharapkan 25.000 pengunjung datang ke Trafalgar Square, karena memang spot ini terkenal di mata turis yang merupakan favorit penduduk London untuk berkumpul dan mengadakan acara kesenian.

         Petty Tanjung Sari mengakui tidak mudah menyewa Trafalgare. Usya Soeharjono pengusaha kuliner Indonesia yang 24 tahun bermukim di London sejak tahun lalu mendapatkan izin menggelar acara "Hello Indonesia 2014" yang didukung 'Mayor of London', yang meminta Usya kembali mengadakan "Hello Indonesia 2015", demikian Petty Tanjung Sari. (ZG)
Ridwan Ch

(T.H-ZG/B/R. Chaidir/R. Chaidir) 31-05-2015 16:45:43

Sabtu, 30 Mei 2015

MILAN

MANTAN KAPTEN INTER MILAN KUNJUNGI PAVILIUN INDONESIA

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 30/5 (Antara) - Mantan kapten klub sepak bola Serie A Italia, Internazionale Milan, atau biasa disebut Inter Milan, Javier Zanetti, mengunjungi Paviliun Indonesia di World Expo Milan, Italia Jumat (29/5).

         Kedatangan Zanetti disambut Duta Besar RI August Parengkuan didampingi Direktur Paviliun, Budiman Muhammad, Kepala Indonesian Trade Promotion Centre, Agung Pramudya serta Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen PEN, Kemendag, Pradnyawati.

         Javier Zanetti yang kini menjabat sebagai Vice President Inter Milan menyampaikan cendera mata berupa kaos klub bernomor punggung 4, kepada Dubes August Parengkuan, demikian Minister Counsellor KBRI Roma Nindarsari Utomo kepada Antara London, Sabtu.

         Dubes dalam kesempatan itu menyerahkan Buku tentang Batik dari Dirjen PEN, Kementerian Perdagangan. Direktur Paviliun menjelaskan tentang isi Paviliun Indonesia dan memperlihatkan rempah-rempah unggulan Indonesia. Sedangkan Susan dari Paviliun Indonesia menyerahkan cendera mata Kereta Kencana Perak kepada Javier Zanetti.

         Dalam kesempatan mencicipi aneka makanan yang disediakan chef unggulan, Javier Zanetti mengangkat jempol atas makanan rendang, nasi goreng, satai ayam, dan jajan pasar.

         Zanetti juga sempat memasuki Ruang Oculus, salah satu daya tarik utama paviliun Indonesia, dan menikmati pemandangan indah yang bisa dirasakan ketika memakai kaca mata virtual reality Oculus.

         Ia terus melempar senyuman dan memberikan tanda tangan di atas kaos klub Internazionale Milan, bola kaki, buku, dan alas apapun yang disodorkan penggemar yang mengerumuninya.

         Dalam wawancara media, ia mengatakan kekaguman akan Indonesia, memuji makanan khas dari Tanah Air yang lezat dan juga orang-orang dari negeri ini yang dinilai ramah.

         Pada kesempatan itu Zanetti membuat surprise dengan mengajak Dubes dan seisi Paviliun Indonesia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Erick Thohir, Presiden Internazionale Milan.

         Dalam kunjungan selama satu jam Zanetti juga sempat berfoto dengan patung Badak Bercula Satu yang menjadi ikon Paviliun Indonesia di World Expo Milan. ***1***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 30-05-2015 06:51:23

TONG2 FAIR

WONDERFUL INDONESIA DIUSUNG DI TONG-TONG FAIR

          London, 30/5 (Antara) -  Kementerian pariwisata mengusung Wonderful Indonesia  dalam melakukan promosi di Tong Tong Fair,  pasar utama, Belanda,  untuk mencapai target 20 juta kedatangan di lapangan Malieveld, Denhaag,
    Direktur Internasional Pariwisata Kementerian Promosi Pariwisata, Indonesia, Nia Niscaya kepada Antara London, Sabtu mengatakan  Indonesia berupaya memikat lebih banyak pengunjung di Tong-tong fair yang sebelumnya dikenal Pasar Malam Besar atau  Pasar Malam, Tong Tong Fair pertama kali didirikan pada tahun 1959.

          Dikatakan acara promosi ini merupakan merangsang campuran sensorik dari festival budaya, yang pameran dan festival makanan di menjadi satu, yang diselenggarakan di Belanda .

          Pasar Malam yang berperganti nama menjadi Tong Tong Fair di 2009, diakui sebagai acara tahunan dengan jumlah tertinggi membayar pengunjung di Den Haag, berhasil menarik lebih dari 100.000 pengunjung setiap kali sejak tahun 1993.

          "Industri pariwisata Indonesia lebih dari bersemangat untuk melakukan promosi di pasar utama, terutama di Belanda, untuk mencapai target 20 juta kedatangan pada 2019," ujar Nia Niscaya.

          Nia Niscaya mengatakan  Indonesia membawa pengunjung Tong Tong Fair sebuah pesan dari kesempatan besar untuk agen perjalanan outbound dan klien mereka bahwa Indonesia memiliki semuanya yang sisebut dengan  'Wonderful Indonesia,".

         Pada Festival Tong Tong 2015, Wonderful Indonesia berharap untuk terlibat secara aktif  dengan Industri perjalanan yang jumlahnya i7 peserta dari agen perjalanan dan pemerintah daerah yang menempati 80 meter persegi Paviliun Indonesia .

         Indonesia menawarkan segala sesuatu termasuk menyoroti seperti pantai liburan ajaib di Bali; menikmati keragaman dan warisan keajaiban budaya termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Jawa.

         Melakukan olahraga beragam di Raja Ampat yang masih alami, wisata belanja  di Jakarta dan Bandung, bermain golf dengan nilai harga di program kelas internasional, spa  dengan perawatan kesehatan dan kecantikan tradisional,  secara keseluruhan, lingkungan berorientasi keluarga yang aman di negara kepulauan yang mempesona lebih dari 13.000 pulau untuk mengeksplorasi.

         "Kami optimis bahwa sektor pariwisata terus mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi di masa mendatang sehingga menjadi driver ekonomi semakin penting bagi Indonesia," ujarnya.

         Selama tiga tahun terakhir kedatangan wisatawan  meningkat secara signifikan. Semakin pentingnya ekonomi kreatif mencerminkan dinamis kolam besar di Indonesia dari orang-orang kreatif untuk menghasilkan nilai tambah. Kedua sektor ini tangguh dan kontribusi ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan devisa, ujar Niscaya.

         Sementara itu, jumlah wisatawan asing Januari - Desember 2014 tercatat jumlah dari 9.435.411 atau naik 5,10 persen dari periode sebelumnya Dari Januari sampai Maret 2015, pengunjung dari Belanda ke Indonesia  mencapai jumlah 32.934 pengunjung, atau sedikit menurun 1,41 persen dari periode yang sama tahun lalu.

           Departemen merasa perlu untuk melakukan upaya promosi yang lebih intensif untuk menarik lebih banyak pengunjung Belanda berkunjung ke Indonesia.

         Kementerian  mengidentifikasi 16 tujuan prioritas untuk dikembangkan di tahun-tahun mendatang , ke 16 daerah tujuan adalah Danau  Toba , Kota Tua di Jakarta, Candi Borobudur pada pertengahan Yogyakarta dan Jawa Tengah Mt. Bromo , Tengger , dan Semeru di Jawa Timur, Danau Batur di Kintamani.

         Tujuan wisata lainnya yaitu Pulau Menjangan dan candi bawah laut yang terletak di Pemuteran Sea , Bali, Kuta , Sanur , dan Nusa Dua daerah di Bali Gunung Rinjani , Nusa Tenggara Barat Taman Nasional Komodo , Nusa Tenggara Timur, Danau Kelimutu , Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Seribu , Jakarta.

         Obyek wisata lainnya yaitu Toraja , Sulawesi Selatan, Bunaken , Sulawesi Utara Wakatobi Diving , Sulawesi Selatan. Raja Ampat , Papua Barat, Taman Nasional Tanjung Puting , Kalimantan Tengah.

          Kementerian Pariwisata Indonesia bertanggung jawab untuk pengembangan pariwisata dan industri kreatif nasional dengan fokus pada promosi citra negara Indonesia sebagai negara yang aman , ramah dan menarik untuk dikunjungi . Hal ini juga memfasilitasi industri pariwisata untuk mempromosikan tujuan dan produk pariwisata untuk pasar internasional. ***1***
(ZG/O001)

(T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 30-05-2015 09:12:43