SBY KITA SEMUA DISINI PENUMPANG
Oleh Zenita Gibon
London, 12/11 (Antara) - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa sekarang dia hanya penumpang sama seperti masyarakat Indonesia yang ada Inggris.
Dalam kunjungan ke London untuk menghadiri acara KTT ke-7 World Chinese Economic Summit (WCES) 2015, mantan Presiden SBY juga menyempatkan diri beramah tamah dengan perwakilan masyarakat Indonesia di KBRI London, Rabu malam.
SBY menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat Indonesia selama masa pemerintahannya. Dan ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pemerintah Indonesia saat ini guna mewujudkan Indonesia yang lebih makmur dan damai.
"Sekarang saya hanya penumpang, sama dengan kita semua yang ada disni," ujar SBY yang ditemani Ibu Ani dan Dubes RI di London, Hamzah Thayeb dan Lastry Thayeb dengan santai saat beramah tamah dengan masyarakat Indonesia di London.
SBY mendapatkan gelar penghargaan dari Ratu Inggris Elizabeth II, yang disebut Knight Grand Cross in the Order of the Bath, merupakan kelas tertinggi dari Order of Bath. Menurut SBY, Pak Jakowi adalah nahkodanya sekarang ini.
"Jadi, semoga mereka yang berada dalam pemerintahan saat ini, bisa membawa kita semua para penumpang ini, ke tempat yang diidam-idamkan," katanya lagi.
Sementara itu Ketua Diaspora Indonesia di Inggris yang disebut dengan Periuk, Cathy Paat kepada Antara London, Kamis mengatakan, bangga dapat bertemu dengan mantan Presiden RI keenam pak SBY beserta ibu Ani lebih dekat.
Dikatakannya, Pak SBY menjelaskan kedatangannya di London beserta ibu Ani dalam rangka menghadiri KTT World Chinese Economics kepada masyarakat Indonesia dan pelajar yang hadir.
"Kesan saya mengenai pak SBY, kagum akan kecerdasannya, seorang pemimpin yang patut dicontoh," ujar Cathy lagi.
SBY mendapat pertanyaan dari masyarakat dan pelajar setempat. Semua dicatat oleh ibu Ani dan kemudian dijawab oleh SBY, ujarnya.
Menurut Cathy, SBY mengharapkan warga Indonesia di Inggeris mendukung pemerintahan Jokowi.
Acara temu masyarakat diakhiri dengan ramah tamah dan makan malam dengan hidangan yang lezat berupa sambel goreng udang, lidah sapi, ikan bumbu acar, soup tahu, sayir kale dan sate ayam yang dimasak dari dapur Wisma Nusantara. ***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 12-11-2015 13:41:06
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Kamis, 12 November 2015
SERBIA
WAMENLU: DIALOG DAN TOLERANSI MEWARNAI KEHIDUPAN BANGSA
Oleh Zenita Gibon
London, 12/11 (Antara) - Dialog dan toleransi merupakan bagian hidup yang mewarnai bangsa Indonesia, kata Wakil Menlu RI Abdurrahman Mohammad Fachir, ketika membuka rangkaian kegiatan The Third Indonesia - Serbia Bilateral Interfaith Dialogue (ISBID III).
Pada acara tersebut hadir Menteri Kehakiman Serbia, Nicola Selakovic dan Pemimpin Tertinggi Gereja Kristen Ortodhox Serbia Patriarch Irinej.
Fachir mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila.
Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Beograd, Habadi Soewedo kepada Antara London, Kamis mengatakan, ISBID untuk yang ketiga kalinya merupakan dialog lintas agama difasilitasi pemerintah Indonesia dan Serbia diadakan di Palace of Serbia, Beograd, yang pertama dilaksanakan tahun 2011 dan kedua tahun 2013.
Dialog Lintas Agama mengangkat tema "Youth in Intercultural and Interfaith Dialogue: Perspective, Opportunities and Challenges" yang berlangsung 9 - 12 November melibatkan pemuka dan tokoh agama, perwakilan masyarakat madani, pemerintah, akademisi, dan media yang memiliki visi yang sama untuk mempromosikan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Menteri Kehakiman Serbia memandang bahwa ISBID membawa semangat toleransi, dialog dan solusi bersama untuk membangun kesatuan dan "people to people contact". Dialog antaragama dapat mengubah paradigma pertentangan menjadi persahabatan, ujarnya.
Wamenlu Mohammad Fachir menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan perdamaian sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia yang mewajibkan Indonesia untuk berkontribusi pada ketertiban dunia.
Sebelum membuka kegiatan ISBID, Wamenlu beserta seluruh delegasi diterima Menteri Kehakiman Serbia. Dalam pertemuan keduanya sepakat untuk mendorong majunya kegiatan dialog lintas agama dan meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang termasuk ekonomi dan perdagangan. ***4***
Oleh Zenita Gibon
London, 12/11 (Antara) - Dialog dan toleransi merupakan bagian hidup yang mewarnai bangsa Indonesia, kata Wakil Menlu RI Abdurrahman Mohammad Fachir, ketika membuka rangkaian kegiatan The Third Indonesia - Serbia Bilateral Interfaith Dialogue (ISBID III).
Pada acara tersebut hadir Menteri Kehakiman Serbia, Nicola Selakovic dan Pemimpin Tertinggi Gereja Kristen Ortodhox Serbia Patriarch Irinej.
Fachir mengatakan, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila.
Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Beograd, Habadi Soewedo kepada Antara London, Kamis mengatakan, ISBID untuk yang ketiga kalinya merupakan dialog lintas agama difasilitasi pemerintah Indonesia dan Serbia diadakan di Palace of Serbia, Beograd, yang pertama dilaksanakan tahun 2011 dan kedua tahun 2013.
Dialog Lintas Agama mengangkat tema "Youth in Intercultural and Interfaith Dialogue: Perspective, Opportunities and Challenges" yang berlangsung 9 - 12 November melibatkan pemuka dan tokoh agama, perwakilan masyarakat madani, pemerintah, akademisi, dan media yang memiliki visi yang sama untuk mempromosikan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Menteri Kehakiman Serbia memandang bahwa ISBID membawa semangat toleransi, dialog dan solusi bersama untuk membangun kesatuan dan "people to people contact". Dialog antaragama dapat mengubah paradigma pertentangan menjadi persahabatan, ujarnya.
Wamenlu Mohammad Fachir menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan perdamaian sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia yang mewajibkan Indonesia untuk berkontribusi pada ketertiban dunia.
Sebelum membuka kegiatan ISBID, Wamenlu beserta seluruh delegasi diterima Menteri Kehakiman Serbia. Dalam pertemuan keduanya sepakat untuk mendorong majunya kegiatan dialog lintas agama dan meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang termasuk ekonomi dan perdagangan. ***4***
ANIES
ANIES : FESTIVAL EUROPALIA TINGKATKAN HUBUNGAN RI-EROPA
London, 10/11 (Antara) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengharapkan Festival Europalia Indonesia 2017 yang menampilkan keragaman budaya Indonesia, dapat menjadi momentum meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eropa.
Harapan itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam kunjungan singkatnya ke Brussel, demikian Counsellor KBRI London Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Selasa.
Kunjungan Mendikbud RI ke Brussel merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Nota Kesepahaman Penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia (FEI) 2017 yang ditandatangi Mendikbud RI dan Chairman Europalia International Count Jacobs De Hagen di Jakarta Juli 2015 lalu.
Dalam kunjungannya Mendikbud menggelar rapat persiapan FEI 2017 dengan pimpinan dan jajaran Europalia International, bersama delegasi Indonesia terdiri dari Dirjen Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan, Dr. Makarim Wibisono,General Coordinator Indonesia untuk FEI 2017, dan KBRI Brussel.
Hadir budayawan Indonesia sekaligus narasumber, Amna Sardono Kusumo. Mendikbud berkesempatan untuk mengunjungi main exhibitions "Imagine Istanbul" dan "Anatolia" dari penyelenggaraan Festival Europalia Turki 2015 di Centre of Fine Arts Brussel, Bozar.
Festival Europalia adalah salah satu festival dua tahunan (biennalle) terbesar di Eropa yang diselenggarakan sejak tahun 1969 dengan mendedikasikan seni budaya satu negara dalam setiap festivalnya.
Hingga tahun 2015 ini, Europalia International menyelenggarakan 25 Festival, di mana pada awalnya, negara-negara yang menjadi negara tamu dari Festival Europalia adalah negara-negara anggota Uni Eropa.
Dalam perkembangannya, negara-negara lain di luar negara anggota Uni Eropa, yang menjadi mitra penting UE diundang menjadi negara tamu Festival diantaranya Jepang, Meksiko, Rusia , Tiongkok, Brazil, India dan tahun ini, Turki. Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama menjadi negara tamu Festival Europalia.
Selama ini, negara yang menjadi venue dari penyelenggaraan Festival Europalia adalah Belgia, Belanda, Perancis, Luksemburg dan Jerman. Namun dalam pelaksanaan FEI 2017, diharapkan selain di negara-negara tersebut, pertunjukan seni budaya Indonesia dapat juga digelar di Austria, Hungaria, Portugal, dan Spanyol.
Festival Europalia Indonesia 2017 direncanakan dibuka secara resmi di Brussel oleh Presiden RI dan Raja Belgia, dan dihadiri pimpinan institusi Uni Eropa (UE) seperti Presiden Dewan Eropa, Parlemen Eropa, dan Komisi Eropa.
Festival direncanakan berlangsung selama empat bulan sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018 di berbagai negara di Eropa akan ditampilkan dari eksebisi, tari, musik, teater, desain, literatur, seminar, konferensi, hingga film dari warisan budaya (heritage) hingga budaya kontemporer.
Hal lain yang terpenting dari festival ini adalah adanya pertukaran seniman Eropa dan Indonesia, serta kreasi baru yang dihasilkan bersama oleh seniman Indonesia dan Eropa.****4*****Budi Suyanto
(T.H-ZG/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 10-11-2015 05:15:45
London, 10/11 (Antara) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengharapkan Festival Europalia Indonesia 2017 yang menampilkan keragaman budaya Indonesia, dapat menjadi momentum meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eropa.
Harapan itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam kunjungan singkatnya ke Brussel, demikian Counsellor KBRI London Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Selasa.
Kunjungan Mendikbud RI ke Brussel merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Nota Kesepahaman Penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia (FEI) 2017 yang ditandatangi Mendikbud RI dan Chairman Europalia International Count Jacobs De Hagen di Jakarta Juli 2015 lalu.
Dalam kunjungannya Mendikbud menggelar rapat persiapan FEI 2017 dengan pimpinan dan jajaran Europalia International, bersama delegasi Indonesia terdiri dari Dirjen Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan, Dr. Makarim Wibisono,General Coordinator Indonesia untuk FEI 2017, dan KBRI Brussel.
Hadir budayawan Indonesia sekaligus narasumber, Amna Sardono Kusumo. Mendikbud berkesempatan untuk mengunjungi main exhibitions "Imagine Istanbul" dan "Anatolia" dari penyelenggaraan Festival Europalia Turki 2015 di Centre of Fine Arts Brussel, Bozar.
Festival Europalia adalah salah satu festival dua tahunan (biennalle) terbesar di Eropa yang diselenggarakan sejak tahun 1969 dengan mendedikasikan seni budaya satu negara dalam setiap festivalnya.
Hingga tahun 2015 ini, Europalia International menyelenggarakan 25 Festival, di mana pada awalnya, negara-negara yang menjadi negara tamu dari Festival Europalia adalah negara-negara anggota Uni Eropa.
Dalam perkembangannya, negara-negara lain di luar negara anggota Uni Eropa, yang menjadi mitra penting UE diundang menjadi negara tamu Festival diantaranya Jepang, Meksiko, Rusia , Tiongkok, Brazil, India dan tahun ini, Turki. Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama menjadi negara tamu Festival Europalia.
Selama ini, negara yang menjadi venue dari penyelenggaraan Festival Europalia adalah Belgia, Belanda, Perancis, Luksemburg dan Jerman. Namun dalam pelaksanaan FEI 2017, diharapkan selain di negara-negara tersebut, pertunjukan seni budaya Indonesia dapat juga digelar di Austria, Hungaria, Portugal, dan Spanyol.
Festival Europalia Indonesia 2017 direncanakan dibuka secara resmi di Brussel oleh Presiden RI dan Raja Belgia, dan dihadiri pimpinan institusi Uni Eropa (UE) seperti Presiden Dewan Eropa, Parlemen Eropa, dan Komisi Eropa.
Festival direncanakan berlangsung selama empat bulan sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018 di berbagai negara di Eropa akan ditampilkan dari eksebisi, tari, musik, teater, desain, literatur, seminar, konferensi, hingga film dari warisan budaya (heritage) hingga budaya kontemporer.
Hal lain yang terpenting dari festival ini adalah adanya pertukaran seniman Eropa dan Indonesia, serta kreasi baru yang dihasilkan bersama oleh seniman Indonesia dan Eropa.****4*****Budi Suyanto
(T.H-ZG/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 10-11-2015 05:15:45
ANIES
SYDNEY
KJRI SYDNEY MERIAHKAN HARMONY WALK BLACKTOWN
Oleh Zeynita Gibbons
London, 9/11 (Antara) - KJRI Sydney bersama Indonesia Diaspora Sydney berpartisipasi dengan mengisi acara seni budaya pada Harmony Walk yang digelar di Blacktown, kawasan Barat Sydney pada Minggu.
Consul KJRI Sydney Novan Ivanhoe Saleh, kepada Antara, Senin, menyebutkan Harmony Walk adalah gerakan mendorong kerukunan antaretnis, kelompok dan umat beragama di Sydney.
Gerakan ini dimotori oleh LSM dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah lokal dan komunitas di Sydney.
Dengan tema utama "multi culturalism and multi diversity" gerakan ini memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, harmoni dan rasa saling menghormati.
Bentuk acara berupa jalan bersama sepanjang satu km mengelilingi Francis Park, sebuah taman indah dan luas, tempat warga Blacktown melakukan berbagai aktifitas di akhir pekan.
Selain jalan bersama, disediakan pula panggung untuk pertunjukan yang disumbangkan oleh berbagai komunitas yang mendukung gerakan ini.
Dalam kegiatan kali ini, Indonesia berpartisipasi dengan mengisi beberapa tarian daerah dan pertunjukan gamelan yang dikombinasikan dengan angklung, binaan KJRI Sydney.
Satu hal yang menarik dari pertunjukan tim KJRI ini adalah mereka menutup pementasan dengan lagu populer Australia "Waltzing Mathilda" dengan diikuti oleh para penonton yang turut menyanyikan lagi ini.
Partisipasi ini merupakan bagian dari misi KJRI Sydney dalam mempromosikan 'people to people contact' antara Indonesia dan Australia serta sarana untuk lebih mendekatkan Indonesia ke publik Australia.
Acara yang dimulai sejak pukul 1 siang hingga 4 sore ini mendapat perhatian para pengunjung taman dan pertunjukan seni budaya Indonesia cukup memukau para pengunjung.
Tampak hadir pada acara ini, para tokoh diaspora Indonesia di Sydney dan Senator Concetta Anna Fierravanti-Wells, Assistant Minister for Multicultural Affairs.
Pada akhir acara, Senator Concetta secara khusus menghampiri tim KJRI menyampaikan apresisasinya.(ZG)
(T.H-ZG/B/J. Tarigan/J. Tarigan) 09-11-2015 10:43:04
Oleh Zeynita Gibbons
London, 9/11 (Antara) - KJRI Sydney bersama Indonesia Diaspora Sydney berpartisipasi dengan mengisi acara seni budaya pada Harmony Walk yang digelar di Blacktown, kawasan Barat Sydney pada Minggu.
Consul KJRI Sydney Novan Ivanhoe Saleh, kepada Antara, Senin, menyebutkan Harmony Walk adalah gerakan mendorong kerukunan antaretnis, kelompok dan umat beragama di Sydney.
Gerakan ini dimotori oleh LSM dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah lokal dan komunitas di Sydney.
Dengan tema utama "multi culturalism and multi diversity" gerakan ini memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, harmoni dan rasa saling menghormati.
Bentuk acara berupa jalan bersama sepanjang satu km mengelilingi Francis Park, sebuah taman indah dan luas, tempat warga Blacktown melakukan berbagai aktifitas di akhir pekan.
Selain jalan bersama, disediakan pula panggung untuk pertunjukan yang disumbangkan oleh berbagai komunitas yang mendukung gerakan ini.
Dalam kegiatan kali ini, Indonesia berpartisipasi dengan mengisi beberapa tarian daerah dan pertunjukan gamelan yang dikombinasikan dengan angklung, binaan KJRI Sydney.
Satu hal yang menarik dari pertunjukan tim KJRI ini adalah mereka menutup pementasan dengan lagu populer Australia "Waltzing Mathilda" dengan diikuti oleh para penonton yang turut menyanyikan lagi ini.
Partisipasi ini merupakan bagian dari misi KJRI Sydney dalam mempromosikan 'people to people contact' antara Indonesia dan Australia serta sarana untuk lebih mendekatkan Indonesia ke publik Australia.
Acara yang dimulai sejak pukul 1 siang hingga 4 sore ini mendapat perhatian para pengunjung taman dan pertunjukan seni budaya Indonesia cukup memukau para pengunjung.
Tampak hadir pada acara ini, para tokoh diaspora Indonesia di Sydney dan Senator Concetta Anna Fierravanti-Wells, Assistant Minister for Multicultural Affairs.
Pada akhir acara, Senator Concetta secara khusus menghampiri tim KJRI menyampaikan apresisasinya.(ZG)
(T.H-ZG/B/J. Tarigan/J. Tarigan) 09-11-2015 10:43:04
PRAHA
PADUAN SUARA SAKA UGM JUARA FESTIVAL PRAHA
Oleh Zeynita Gibbons
London, 8/11 (Antara) - Tim Sanggar Kesenian Aceh (Saka) Universitas Gajah Mada yang menampilkan tari Saman, berhasil menjadi juara umum The 18th International Festival of Folklore in Prague, yang digelar di Top Hotel Praha, pada 5-8 November.
Tim UGM juga meraih Juara Umum (Grand Prix) kategori Folklore pada festival The 22nd International Art Festival Prague Stars, di City Library, Praha, tanggal 2-5 November, demikian Sekretaris Kedua Fungsi Protokol, Konsuler dan Penerangan KBRI Praha, Fitriyani Riduan kepada Antara London, Minggu.
Dikatakannya The 18th International Festival of Folklore in Prague merupakan salah satu Folklore Festival terbesar di Ceko. Sedangkan the 22nd International Art Festival Prague Stars festival dengan tujuh kategori tingkatan umur.
Festival diikuti kelompok folklore dari 23 negara yakni Rusia, Indonesia, India, Polandia, Ukraina, Yunani, Turkey, Serbia, Bosnia, Romania, Slovenia, Montenegro, Italia, Swedia, Moldova, Armenia, Lithuania, Macedonia, Kroasia, Ceko, Slowakia, Bulgaria dan Hungaria.
Salah seorang penari di tim UGM, Ulfah Nurul Hidayati, mengemukakan rekan rekannya merasa terharu keluar sebagai juara umum pada kedua festival tersebut. Padahal persiapannya dilakukan kurang dari dua bulan.
Setelah tampil, anggota paduan suara UGM merasa deg-degan karena menyaksikan tim Folklore lain yang tampil dengan kreatif, artistik dan unik, ujar Ulfah Nurul Hidayati.
Direktur the 22nd International Art Festival Prague Stars, Julia Tomachkova, mengatakan tari Rampoe yang dibawakan tim UGM memiliki keunikan tersendiri dibanding tarian dari negara lainnya, yakni kecepatan dan koreografi yang ciamik berhasil memikat seluruh juri.
Sebelumnya, tim paduan suara mahasiswa D'Voice Institut Pertanian Bogor (IPB) menyabet medali emas pada kategori Folklore, Best Choreography dan Best Interpretation lagu wajib pada Praga Cantat Choir Competition and Festival di Praha.
Paduan suara Praga Cantat Choir Competition and Festival diikuti 20 tim peserta berasal dari 12 negara di antaranya dari Austria, Kroasia, Ceko, Denmark, Jerman, Indonesia, Irlandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Slowakia dan Slovenia.
Dubes RI Praha, Dr Aulia Aman Rachman menyatakan Indonesia memiliki keunikan budaya yang harus dipromosikan di luar negeri. KBRI Praha mendukung tim seni dan budaya untuk mengharumkan nama Indonesia, sekaligus memanfaatkannya dalam kerangka diplomasi budaya. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 08-11-2015 05:01:52
Oleh Zeynita Gibbons
London, 8/11 (Antara) - Tim Sanggar Kesenian Aceh (Saka) Universitas Gajah Mada yang menampilkan tari Saman, berhasil menjadi juara umum The 18th International Festival of Folklore in Prague, yang digelar di Top Hotel Praha, pada 5-8 November.
Tim UGM juga meraih Juara Umum (Grand Prix) kategori Folklore pada festival The 22nd International Art Festival Prague Stars, di City Library, Praha, tanggal 2-5 November, demikian Sekretaris Kedua Fungsi Protokol, Konsuler dan Penerangan KBRI Praha, Fitriyani Riduan kepada Antara London, Minggu.
Dikatakannya The 18th International Festival of Folklore in Prague merupakan salah satu Folklore Festival terbesar di Ceko. Sedangkan the 22nd International Art Festival Prague Stars festival dengan tujuh kategori tingkatan umur.
Festival diikuti kelompok folklore dari 23 negara yakni Rusia, Indonesia, India, Polandia, Ukraina, Yunani, Turkey, Serbia, Bosnia, Romania, Slovenia, Montenegro, Italia, Swedia, Moldova, Armenia, Lithuania, Macedonia, Kroasia, Ceko, Slowakia, Bulgaria dan Hungaria.
Salah seorang penari di tim UGM, Ulfah Nurul Hidayati, mengemukakan rekan rekannya merasa terharu keluar sebagai juara umum pada kedua festival tersebut. Padahal persiapannya dilakukan kurang dari dua bulan.
Setelah tampil, anggota paduan suara UGM merasa deg-degan karena menyaksikan tim Folklore lain yang tampil dengan kreatif, artistik dan unik, ujar Ulfah Nurul Hidayati.
Direktur the 22nd International Art Festival Prague Stars, Julia Tomachkova, mengatakan tari Rampoe yang dibawakan tim UGM memiliki keunikan tersendiri dibanding tarian dari negara lainnya, yakni kecepatan dan koreografi yang ciamik berhasil memikat seluruh juri.
Sebelumnya, tim paduan suara mahasiswa D'Voice Institut Pertanian Bogor (IPB) menyabet medali emas pada kategori Folklore, Best Choreography dan Best Interpretation lagu wajib pada Praga Cantat Choir Competition and Festival di Praha.
Paduan suara Praga Cantat Choir Competition and Festival diikuti 20 tim peserta berasal dari 12 negara di antaranya dari Austria, Kroasia, Ceko, Denmark, Jerman, Indonesia, Irlandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Slowakia dan Slovenia.
Dubes RI Praha, Dr Aulia Aman Rachman menyatakan Indonesia memiliki keunikan budaya yang harus dipromosikan di luar negeri. KBRI Praha mendukung tim seni dan budaya untuk mengharumkan nama Indonesia, sekaligus memanfaatkannya dalam kerangka diplomasi budaya. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 08-11-2015 05:01:52
SOFIA
HISTERIA PETRUK DI SEKOLAH VASIL LEVSKI 8 SOFIA
London,7/11 (Antara) - Sekitar 100 murid berteriak histeris ketika Prof. Andrik menggerakkan tokoh kijang dan babi hutan dengan gaya melompat-lompat, tidak saja bergerak lincah tetapi juga mengeluarkan lengkingan suara kijang dan rengekan babi hutan.
Itulah sekelumit adegan wayang di Sekolah Vasil Levski 8 Sofia, Bulgaria yang diselenggarakan oleh KBRI Sofia dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia, demikian Pensosbud KBRI Sopia Dina Martina kepada ANTARA London, Sabtu.
Para siswa kagum bercampur histeris ketika melihat wayang kulit yang terlihat hidup ketika diperagakan Ki Dalang Profesor, terutama ketika Prof. Andrik mengenalkan tokoh Petruk.
"Tokoh ini datang dari Bulgaria, lihatlah...hidungnya mancung, badannya tinggi, kurus seperti orang Bulgaria, karena makan banyak salad," mereka tertawa terbahak-bahak.
"Di Bulgaria, saya bernama Peter," kata Prof. Andrik dengan bahasa Bulgaria. Anak-anak menyambut dengan gelak tawa.
Di depan siswa Prof. Andrik mengawali presentasinya dengan memperkenalkan peta Indonesia dan peta dunia. Murid dapat membayangkan betapa jauhnya Indonesia. Dengan pesawat terbang ditempuh selama 16-30 jam.
Mereka baru pertama kali melihat teater boneka dari kulit kerbau dan tanduk kerbau. Hiasan warna-warni yang indah, ukiran yang rumit, membuat para siswa merasa kagum dan menggerakkan wayang dengan sangat mudah.
Prof. Andrik memperkenalkan cara menggerakkan wayang dan bagaimana suara setiap karakter. Kelak bila berkeinginan berkunjung ke Indonesia untuk melihat langsung rumah adat, budaya daerah, serta ingin menonton wayang semalam suntuk sebagaimana diutarakan para murid kepada Prof. Andrik.
Profesor membawakan peran lebih dari lima belas tokoh wayang, terutama untuk adegan Perang Kembang, yaitu punakawan, Arjuna, Sembadra, Buto Cakil, Raksasa dan beberapa binatang.
Ketika Profesor menawarkan kesempatan kepada murid-murid tersebut untuk memegang dan memainkan tokoh wayang tersebut, murid-murid saling berebut.
Antusiasme untuk mengenal wayang sangat tinggi, terutama bagaimana menggerakkan wayang dan memainkannya dengan dialog antar sesama murid. Hadir pula di kelas tersebut, Kepala Sekolah Emilia Todorinska didampingi beberapa guru.
Salah satu guru pendamping mengatakan murid-murid tersebut antusias karena bentuk tokoh-tokoh wayang yang lucu dan mudah dimainkan, serta tangannya sangat fleksibel seperti orang.
Wayang kulit berbeda dengan boneka Bulgaria karena harus digerakkan dengan tali dan sulit dimainkan.
Prof. Andrik, dosen program studi Hubungan Internasional, Universitas Sebelas Maret,Surakarta ditugaskan Kemdikbud mempromosikan wayang di Universitas, Sekolah dan Masyarakat Bulgaria.
Program tersebut diselenggarakan oleh KBRI Sofia untuk memperkenalkan Indonesia dan khususnya wayang kepada masyarakat Bulgaria.***4***
(H-ZG/b)(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 07-11-2015 07:17:24
London,7/11 (Antara) - Sekitar 100 murid berteriak histeris ketika Prof. Andrik menggerakkan tokoh kijang dan babi hutan dengan gaya melompat-lompat, tidak saja bergerak lincah tetapi juga mengeluarkan lengkingan suara kijang dan rengekan babi hutan.
Itulah sekelumit adegan wayang di Sekolah Vasil Levski 8 Sofia, Bulgaria yang diselenggarakan oleh KBRI Sofia dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia, demikian Pensosbud KBRI Sopia Dina Martina kepada ANTARA London, Sabtu.
Para siswa kagum bercampur histeris ketika melihat wayang kulit yang terlihat hidup ketika diperagakan Ki Dalang Profesor, terutama ketika Prof. Andrik mengenalkan tokoh Petruk.
"Tokoh ini datang dari Bulgaria, lihatlah...hidungnya mancung, badannya tinggi, kurus seperti orang Bulgaria, karena makan banyak salad," mereka tertawa terbahak-bahak.
"Di Bulgaria, saya bernama Peter," kata Prof. Andrik dengan bahasa Bulgaria. Anak-anak menyambut dengan gelak tawa.
Di depan siswa Prof. Andrik mengawali presentasinya dengan memperkenalkan peta Indonesia dan peta dunia. Murid dapat membayangkan betapa jauhnya Indonesia. Dengan pesawat terbang ditempuh selama 16-30 jam.
Mereka baru pertama kali melihat teater boneka dari kulit kerbau dan tanduk kerbau. Hiasan warna-warni yang indah, ukiran yang rumit, membuat para siswa merasa kagum dan menggerakkan wayang dengan sangat mudah.
Prof. Andrik memperkenalkan cara menggerakkan wayang dan bagaimana suara setiap karakter. Kelak bila berkeinginan berkunjung ke Indonesia untuk melihat langsung rumah adat, budaya daerah, serta ingin menonton wayang semalam suntuk sebagaimana diutarakan para murid kepada Prof. Andrik.
Profesor membawakan peran lebih dari lima belas tokoh wayang, terutama untuk adegan Perang Kembang, yaitu punakawan, Arjuna, Sembadra, Buto Cakil, Raksasa dan beberapa binatang.
Ketika Profesor menawarkan kesempatan kepada murid-murid tersebut untuk memegang dan memainkan tokoh wayang tersebut, murid-murid saling berebut.
Antusiasme untuk mengenal wayang sangat tinggi, terutama bagaimana menggerakkan wayang dan memainkannya dengan dialog antar sesama murid. Hadir pula di kelas tersebut, Kepala Sekolah Emilia Todorinska didampingi beberapa guru.
Salah satu guru pendamping mengatakan murid-murid tersebut antusias karena bentuk tokoh-tokoh wayang yang lucu dan mudah dimainkan, serta tangannya sangat fleksibel seperti orang.
Wayang kulit berbeda dengan boneka Bulgaria karena harus digerakkan dengan tali dan sulit dimainkan.
Prof. Andrik, dosen program studi Hubungan Internasional, Universitas Sebelas Maret,Surakarta ditugaskan Kemdikbud mempromosikan wayang di Universitas, Sekolah dan Masyarakat Bulgaria.
Program tersebut diselenggarakan oleh KBRI Sofia untuk memperkenalkan Indonesia dan khususnya wayang kepada masyarakat Bulgaria.***4***
(H-ZG/b)(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 07-11-2015 07:17:24
UNESCO
JAYAGIRI CENTRE TERIMA PENGHARGAAN UNESCO
London, 6/11 (Antara) - Jayagiri Centre, Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Informal (PP-PAUDNI) merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat dianugerahi UNESCO- Japan Prize tentang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) di Markas besar UNESCO di Paris.
Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, kepada Kepala PP PAUDNI Ditjen PAUD dan Dikmas Regional 1 Jayagiri, Djajeng Baskoro dalam satu upacara di Markas UNESCO dihadiri Menteri Pendidikan RI , Anies Rasyid Baswedan, demikian penjelasan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T.A Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Sabtu.
Dubes UNESCO, Fauzi Soelaiman mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Anies Rasyid Baswedan, berada di Paris untuk memimpin Delegasi RI dalam Sidang Umum ke-38 UNESCO yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO di Paris, dari tanggal 3 hingga 18 November mendatang.
Penghargaan UNESCO-Jepang Prize tentang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) juga diserahkan untuk Asociación Seres dari Guatemala dan El Salvador dan rootAbility dari Jerman.
Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengatakan, penghargaan UNESCO-Japan Prize diberikan untuk menghormati upaya luar biasa dari individu, lembaga dan organisasi yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan ini merupakan langkah baru dalam rangka Program Aksi Global Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, karena pembangunan berkelanjutan memerlukan cara baru untuk melihat dunia, cara berpikir, cara-cara baru bertindak, ujar Irina.
Jayagiri Centre merupakan pusat pengembangan dan menerapkan model pembelajaran ESD yang dilaksanakan untuk masyarakat setempat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, potensi dan tipologi masyarakat di daetah .
Program yang diinisiasi sejak tahun 2010,sebagai situs laboratorium yang disesuaikan atau digandakan oleh masyarakat di wilayah berhasil mencapai lebih dari 15.000 peserta didik.
Jayagiri Centre yang merupakan kewirausahaan Eco-Friendly Pemuda dan Dewasa adalah program kewirausahaan beradaptasi menargetkan terutama pemuda dan orang dewasa antara usia 18 dan 45 di daerah pedesaan.
Tujuannya adalah untuk membentuk wirausaha baru berdasarkan khas daerah dan daya saing dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, sambil menjaga budaya lokal dan tradisi dan lingkungan tetangga.
Metode ini menciptakan kondisi belajar kehidupan nyata. Entry point kewirausahaan melalui berbagai keterampilan kejuruan, seperti kerajinan membuat boneka kayu dan patung, budidaya ikan air tawar, tumbuh sayuran organik, tenun bambu, pembuatan kompos dan ukiran kayu - menggunakan zat kebanyakan daur ulang sebagai bahan baku.
Program ini menggunakan strategi kooperatif-kompetitif, merangsang semangat tim peserta didik sementara pada saat yang sama mendorong mereka untuk membiasakan diri dengan daya saing yang sehat dengan kelompok lain.
UNESCO menilai The Jayagiri Centre berhasil mempromosikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD), dalam rangka Program Aksi Dunia (GAP) untuk ESD dan pantas menerima penghargaan utama UNESCO-Japan Prize.(ZG)****4*****
Triono Subagyo
(T.H-ZG/B/T. Subagyo/T. Subagyo) 07-11-2015 06:01:11
London, 6/11 (Antara) - Jayagiri Centre, Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal dan Informal (PP-PAUDNI) merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di Ditjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat dianugerahi UNESCO- Japan Prize tentang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) di Markas besar UNESCO di Paris.
Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, kepada Kepala PP PAUDNI Ditjen PAUD dan Dikmas Regional 1 Jayagiri, Djajeng Baskoro dalam satu upacara di Markas UNESCO dihadiri Menteri Pendidikan RI , Anies Rasyid Baswedan, demikian penjelasan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T.A Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Sabtu.
Dubes UNESCO, Fauzi Soelaiman mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Anies Rasyid Baswedan, berada di Paris untuk memimpin Delegasi RI dalam Sidang Umum ke-38 UNESCO yang berlangsung di Kantor Pusat UNESCO di Paris, dari tanggal 3 hingga 18 November mendatang.
Penghargaan UNESCO-Jepang Prize tentang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) juga diserahkan untuk Asociación Seres dari Guatemala dan El Salvador dan rootAbility dari Jerman.
Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengatakan, penghargaan UNESCO-Japan Prize diberikan untuk menghormati upaya luar biasa dari individu, lembaga dan organisasi yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan ini merupakan langkah baru dalam rangka Program Aksi Global Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, karena pembangunan berkelanjutan memerlukan cara baru untuk melihat dunia, cara berpikir, cara-cara baru bertindak, ujar Irina.
Jayagiri Centre merupakan pusat pengembangan dan menerapkan model pembelajaran ESD yang dilaksanakan untuk masyarakat setempat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, potensi dan tipologi masyarakat di daetah .
Program yang diinisiasi sejak tahun 2010,sebagai situs laboratorium yang disesuaikan atau digandakan oleh masyarakat di wilayah berhasil mencapai lebih dari 15.000 peserta didik.
Jayagiri Centre yang merupakan kewirausahaan Eco-Friendly Pemuda dan Dewasa adalah program kewirausahaan beradaptasi menargetkan terutama pemuda dan orang dewasa antara usia 18 dan 45 di daerah pedesaan.
Tujuannya adalah untuk membentuk wirausaha baru berdasarkan khas daerah dan daya saing dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, sambil menjaga budaya lokal dan tradisi dan lingkungan tetangga.
Metode ini menciptakan kondisi belajar kehidupan nyata. Entry point kewirausahaan melalui berbagai keterampilan kejuruan, seperti kerajinan membuat boneka kayu dan patung, budidaya ikan air tawar, tumbuh sayuran organik, tenun bambu, pembuatan kompos dan ukiran kayu - menggunakan zat kebanyakan daur ulang sebagai bahan baku.
Program ini menggunakan strategi kooperatif-kompetitif, merangsang semangat tim peserta didik sementara pada saat yang sama mendorong mereka untuk membiasakan diri dengan daya saing yang sehat dengan kelompok lain.
UNESCO menilai The Jayagiri Centre berhasil mempromosikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD), dalam rangka Program Aksi Dunia (GAP) untuk ESD dan pantas menerima penghargaan utama UNESCO-Japan Prize.(ZG)****4*****
Triono Subagyo
(T.H-ZG/B/T. Subagyo/T. Subagyo) 07-11-2015 06:01:11
Langganan:
Postingan (Atom)