| KBRI VATIKAN GELAR DIALOG ANTAR AGAMA | ||||
Zeynita Gibbons
Demikian salah satu poin dari hasil diskusi dengan tema "Upaya Merawat Kerukunan Antaragama di Indonesia" yang diadakan KBRI Vatikan, di Vatikan, Italia.London,22/9 (Antara) - Pancasila harus semakin kokoh dan menjadi pemersatu bangsa di tengah-tengah adanya potensi konflik antaragama di Indonesia. Diskusi dipandu Dubes RI untuk Takhta Suci Vatikan, A Agus Sriyono, dengan pembicara tokoh Mumahadiyah Prof Dr Din Syamsudin dan Sekjen PBNU Dr Marsudi Syuhud. Hadir wakil organisasi kemasyarakatan Indonesia di Roma serta staf diplomatik KBRI Roma dan KBRI Vatikan, demikian Pensosbud KBRI Vatikan Sturmius Teofanus Bate kepada Antara London, Kamis. Dalam paparannya, baik Prof Din Syamsudin maupun Dr Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa peran organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat besar. Peran aktif kedua organisasi ini dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama organisasi keagamaan yang lain seperti KWI, PGI, dan Walubi memiliki posisi sentral dalam penyelesaian setiap permasalahan yang dihadapi umat beragama di Indonesia. Tidak adanya organisasi semacam ini di negara Timur Tengah, misalnya, mengakibatkan mekanisme penyelesaian konfik antaragama menjadi sulit dilaksanakan.
|
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Selasa, 27 September 2016
VATIKAN
MADRID
| INDONESIA BERKOMITMEN PERKUAT PILAR DEMOKRASI |
Oleh Zeynita Gibbons
London, 22/9 (Antara) - Indonesia mempunyai komitmen untuk terus memperkuat pilar-pilar demokrasi dengan menyediakan Bali Democracy Forum setiap Desember sebagai wahana bagi negara di kawasan untuk membahas hal itu.
Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso mengemukakan hal itu pada acara puncak peringatan HUT Ke-71 RI di Gedung Teater Rialto, Madrid, demikian keterangan KBRI Madrid dalam keterangan kepada Antara London, Kamis.
Puncak peringatan HUT RI dihadiri sekitar 1.200 undangan, termasuk Sekjen Organisasi Turisme Dunia PBB Thaleb Rifai, dubes negara sahabat, pejabat tinggi pemerintah Spanyol, kepala staf angkatan bersenjata, anggota parlemen, pengusaha, media, agen perjalanan, akademisi, dan alumni, serta diaspora Indonesia. Acara ini dimeriahkan dengan Malam Budaya Indonesia.
Ia mengatakan bahwa hubungan RI dan Spanyol menjalin hubungan persahabatan dalam beragam bidang kerja sama, mulai dari investasi hingga olahraga lebih dari 50 tahun.
Disampaikan pula bahwa 71 tahun setelah proklamasi kemerdekaan, Indonesia menjadi negara demokrasi nomor tiga terbesar di dunia.
Dubes mengatakan bahwa di bidang investasi industri penerbangan CASA Spanyol yang mendirikan perusahaan patungan dan memproduksi CN 235 pada tahun 1976. Saat ini perusahaan tersebut menjadi Airbus Indonesia yang tidak hanya memenuhi permintaan pasar Indonesia, tetapi juga pasar Asia dan Pasifik.
Investasi CASA ini diikuti Melia Hotels International yang membangun Hotel Melia Bali pada tahun 1986. Sekarang ini memiliki delapan hotel di berbagai kota.
Pada tahun 2017 Melia Hotels International akan membuka 10 hotel baru di berbagai kota destinasi baru di Indonesia.
Sementara itu, di bidang perdagangan, Dubes mengakui neraca perdagangan bilateral RI dan Spanyol meskipun surplus untuk Indonesia, belum mencerminkan potensi kedua pihak.
Ia berharap akan lebih banyak lagi produk Indonesia yang masuk ke pasar Spanyol.
Untuk itu, Indonesia mengundang importir Spanyol dan internasional untuk meninjau Trade Expo Indonesia di Jakarta pada tanggal 12 s.d. 16 Oktober mendatang.
Di bidang pertahanan dan militer, menyusul penandatanganan MoU tentang kerja sama bilateral di bidang pertahanan oleh menteri pertahanan kedua negara di Jakarta. Kedua negara mendorong kalangan industri pertahanan kedua pihak untuk meningkatkan kerja sama.
Saat ini, beberapa perusahaan industri pertahanan terkemuka Spanyol membuka kantor di Jakarta, seperti Airbus Defense & Space, Navantia, dan Indra.
Untuk memfasilitasi kerja sama setiap tahun, pemerintah Indonesia mengadakan Indo-Defense Expo di Jakarta. Pada tahun 2016, akan dilaksanakan pada tanggal 2 s.d. 5 November mendatang.
Saat ini, kata dia, sedang dibangun kapal latih TNI AL di salah satu galangan kapal terkemuka Spanyol di kota Vigo.
Di bidang pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kementerian Luar Negeri RI setiap tahun menyediakan beasiswa bagi siswa Spanyol. KBRI Madrid akan mengadakan University Fair guna memperkenalkan program pendidikan tinggi di Indonesia pada bulan Oktober mendatang.
Sementara itu, di bidang olahraga, Dubes menyampaikan Indonesia dan Spanyol menjalin kerja sama. Disebutkan bahwa atlet bulu tangkis Spanyol Carolina Marin yang meraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Rio de Janeiro dan dua atlet Indonesia meraih medali emas untuk ganda campuran, yang bersama sama membangun prestasi di pusat pelatihan yang sama di Jakarta.
Dubes mengundang kalangan perusahaan infrasruktur Spanyol untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek pembangunan infrasrtuktur di Indonesia, seperti energi terbarukan, infrastruktur transportasi, dan pariwisata.
***2***
TZ.H-ZG
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 22-09-2016 01:19:26
|
PAPUA
| AKADEMISI: DIPERLUKAN PEMAHAMAN TATA KELOLA LOKAL PAPUA |
Oleh Zeynita Gibbons
London,22/9 (Antara) - Akademisi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr. Gabriel Lele mengatakan diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif terkait struktur tata kelola formal yang digariskan pemerintah pusat dan tata kelola lokal berbasis adat Papua.
"Semua itu sangat diperlukan agar berbagai inisiatif yang dirancang pemerintah untuk Papua bisa berjalan secara efektif," ucap Dr. Gabriel Lele dalam seminar akademis bertajuk "Development and Human Security in Papua, Indonesia", yang diadakan di University of Groningen, Belanda.
Minister Counsellor Pensosbud KBRI Den Haag, Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Kamis mengatakan seminar dihadiri akademisi dan mahasiswa doktoral dari University of Groningen dan universitas lain di Belanda, perwakilan mahasiswa Indonesia dan staf KBRI Den Haag.
Seminar juga menghadirkan pembicara mantan Menteri Luar Negeri RI Dr.N. Hassan Wirajuda dan dua kandidat doktor dari University of Groningen yakni Tri Efriandi dan Petrus Farneubun.
Dr. Gabriel Lele mengawali seminar dengan mengetengahkan pandangannya terkait permasalahan yang dihadapi di Papua secara umum.
Dalam makalah yang berjudul "Human Security in Papua: Achievements and Constraints", Dr. Lele mengatakan dalam membangun Papua, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan kemampuan dalam menjalankan pemerintahan.
Sementara itu Prof. Dr. Ronald Holzhecker dari University of Groningen menyampaikan ide seminar akademik tersebut sangat baik dan sekaligus mempromosikan Universitas Groningen yang mempunyai kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Dalam waktu dekat, Rektor dan civitas akademika akan melakukan kunjungan ke UGM. Selain itu Ronald Holzhecker menyampaikan bahwa pihaknya mendorong mahasiswanya untuk melakukan seminar akademis, termasuk membahas isu pembangunan di Papua, Indonesia.
Wakil dari KBRI Den Haag, Ourina Ritonga, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama antara Indonesia dengan Universitas Groningen dan menyambut baik ide seminar yang membahas pembangunan di Papua, Indonesia secara akademis.
Kandidat Doktor yang tengah belajar di Fakultas Spatial Science, Universitas Groningen, Tri Efriandi menyampaikan makalah yang berjudul "Decentralization and regional development: A case Study of Local Government proliferation in Papua & West Papua".
Dia mengukur pemekaran wilayah di Papua dan Papua Barat dan dampak terhadap pembangunan.
Menurutnya belum ada korelasi positif antara pemekaran wilayah dengan pembangunan di kedua propinsi diukur dari data tingkat prosentase kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia.
Dikatakannya langkah-langkah yang direkomendasikannya, antara lain perlu adanya moratorium dan evaluasi, serta perlu ada persyaratan yang lebih ketat terhadap proposal pemekaran wilayah di Indonesia.
Sementara Petrus Farneubun, dosen Universitas Cendrawasih yang tengah belajar di University of Groningen, menyampaikan makalah mengenai kesehatan di Papua, dengan judul "Health Initiatives and Behavioral Change in Papua: Encouraging Condom Use in the Fight against HIV".
Petrus menjelaskan situasi kesehatan masyarakat di Papua, terkait penyakit HIV dan upaya yang dilakukan dalam mencegah penyebaran HIV di Papua. Ia juga menyampaikan problematika dan tantangan dalam menjelaskan penggunaan kondom di masyarakat.
Pembicara yang tak kalah menariknya adalah mantan Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan Wirajuda, yang menceritakan pengalamannya saat menangani isu Papua pada saat menjadi Menteri Luar Negeri (2001-2009) termasuk latar belakang sejarah integrasi Papua dan adanya hak suara yang diamanahkan kepada Kepala Suku.
Dr. Wirajuda menjelaskan bagaimana upaya pemerintah dalam menjalankan pembangunan di wilayah timur Indonesia, tidak saja dimasa Presiden SBY tetapi juga Presiden Joko Widodo.Menurutnya, seminar yang dikemas secara akademis ini dapat memberikan pandangan lain untuk kemajuan Papua bisa seperti wilayah lain di Indonesia.
Prayoga Permana, mahasiswa doktoral pengagas seminar, menyampaikan seminar sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena memberikan informasi yang seimbang mengenai perkembangan terakhir di Papua baik dari sisi akademik maupun pemerintah.
Menurut dia, kegiatan ini sekaligus sebagai ruang diskusi terbuka untuk memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi masa depan Papua, Indonesia.
***4**
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 22-09-2016 01:57:58
|
ATHENA
| MI PIKAT PENGUNJUNG PAMERAN THESSALONIKI |
Oleh Zeynita Gibbons
Pameran dagang internasional "Thessaloniki International Fair" (TIF) pertama kali diadakan tahun 1926 berlangsung dari 10 hingga 18 September, merupakan ajang pameran dagang terbesar di Mediterania dan Balkan.London, 21/9 (Antara) - Mi instan Indonesia berhasil menarik minat pengunjung pameran dagang internasional "81st Thessaloniki International Fair" (TIF) sebanyak 3.000 "paper cup" terbagi habis selama pameran yang berlangsung di TIF Helexpo, Thessaloniki di Yunani, Paviliun Indonesia juga mengadakan demo "cooking" atau masak diikuti dengan penyajian mi goreng secara cuma-cuma di stan Indonesia yang berhasil menarik minat pengunjung selama pameran sembilan hari, demikian Sekretaris Pertama fungsi Pensosbud KBRI Athena, John Admiral kepada Antara London, Rabu. TIF dikenal sebagai lokasi pertama kali diperkenalkan minuman kopi dingin "Frappe" pada 1957. Tonggak sejarah lain adalah upaya promosi perusahaan "Life Savers" melalui pembagian permen gratis mengakibatkan para pengunjung rela mengantre. Tak dinyana pada TIF 2016, kejadian serupa terulang, dengan antrean panjang di depan "booth" Indonesia di paviliun No. 16. Pada demo masak diikuti dengan penyajian mi goreng secara cuma-cuma di stan Indonesia berhasil menarik minat pengunjung. Sebanyak 3.000 "paper cup" terbagi habis selama pameran sembilan hari tersebut.] "Satu kali antrean bisa mencapai 15-20 orang. Itu pun banyak yang tidak kebagian," tutur Regional Manager International Operations Division Indofood, William Ho. Manajer International Exhibitions and Eastern Macedonia Thrace TIF Helexpo, Lila Anastadiadou mengungkapkan Booth Indonesia menjadi "buah bibir" warga Thessaloniki selama seminggu terakhir dan pemikat TIF 2016. Selain produk makanan, stan Indonesia juga memamerkan produk Indonesia lainnya seperti furniture dan "handicraft" atau kerajinan tangan. PT Indofood Sukses Makmur, PT Mayora Indah dan PT Sayap Mas Utama (Wings Group) secara khusus digandeng KBRI Athena untuk mendorong ekspor produk Indonesia ke Yunani. Saat ini produk makanan Indonesia, khususnya mi instan, telah beredar di toko-toko di Athena maupun Thessaloniki dengan jumlah terbatas dan mengandalkan pasokan dari Belanda. Animo pengunjung terhadap sampel mi goreng turut memikat para pelaku bisnis Yunani. Tak kurang dari 10 perusahaan Yunani menjajaki kemungkinan impor mi instan dari Indonesia. Salah satunya adalah distributor utama produk makanan Asia bagi dua "retail chain" raksasa Yunani, yakni Sklavenitis dan AB Vasilopoulos. Diharapkan pada awal 2017, produk makanan instan Indonesia telah beredar di seluruh "supermarket" atau pasar swalayan di Yunani. Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Athena, Bharata mengungkapkan Yunani patut dipertimbangkan sebagai alternatif lokasi pembangunan pabrik produk mi instan Indonesia untuk pasar Eropa. ***3*** (T.ZG) (T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 21-09-2016 12:32:22 |
MADRID
| KBRI MADRID GELAR MALAM BUDAYA "FOLKLORE" INDONESIA |
Zeynita Gibbons
Malam budaya Indonesia dihadiri sekitar 1.200 undangan termasuk Sekjen Organisasi Turisme Dunia PBB Thaleb Rifai, Dubes negara sahabat, pejabat tinggi Pemerintah Spanyol, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, anggota Parlemen, pengusaha, media, agen perjalanan, akademisi dan alumi serta diaspora Indonesia, demikian keterangan KBRI Madrid kepada Antara London, Rabu.London, 21/9 (Antara) - KBRI Madrid mengelar Malam Budaya Folklore Indonesia "Espectaculo de culturals, bailes y cantos folclóricos de Indonesia" dalam rangkaian puncak peringatan HUT RI ke-71 yang diadakan di gedung Teater Rialto, Madrid. Mengawali acara, Dubes RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso menyampaikan acara tersebut merupakan puncak kegiatan perayaan HUT RI ke-71 di Madrid, untuk lebih mendekatkan Indonesia kepada para sahabat Indonesia di Madrid. Disampaikan pula pada usia Indonesia ke-71 ini, hubungan RI-Spanyol memasuki usia ke-57 tahun, di mana kedua negara menjalin lebih dari 50 tahun hubungan persahabatan dalam beragam bidang kerja sama, mulai dari investasi hingga olahraga. Panggung Malam Budaya Folklore Indonesia tersebut megah dan meriah, diawali penampilan Rampak Kendang oleh Tim Kesenian KBRI Madrid, dilanjutkan aneka tari daerah seperti Lenggang Kipas, Zapin, Marbona Taon, Naikonos dan Mitreka Bawana dari Sanggar Tari Artina Productions, dan tari Indang dan Gregek Persi. Penampilan Paduan Suara Timutiwa dengan konduktor Donny memukau hadirin, menampilkan lagu daerah seperti Janger, Sigulempong, Rambadia, Walangkekek, Burung Kakak Tua, Naik Delman. Tampil pula penyanyi solo mempersembahkan Keroncong Bandar Jakarta dan "Alusiau" serta lagu popular Spanyol "Granada". Seluruh rangkaian acara ditutup dengan menampilkan lagu popular Spanyol "Viva España" yang menggetarkan gedung karena para tamu ikut menyanyikan lagu patriotik tersebut dengan penuh semangat. Kepada para tamu juga disampaikan suvenir berisi brosur Trade Expo Indonesia 2016, Indo-Defense Expo 2016, CD Wonderful Indonesia, map turisme Indonesia dan cindera mata Indonesia. Di akhir acara, para undangan menyatakan kekaguman terhadap kemeriahan dan keindahan seluruh rangkaian pertunjukan, baik tari maupun nyanyi daerah yang dikemas dengan dinamis dan menghibur. Acara Malam Budaya didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sanggar Tari Artina Productions Jakarta pimpinan Ibu Haryati Abelam Yunanto, Tim Paduan Suara Timutiwa pimpinan Ibu Sri Kuntari Sapta Nirwandar, Bank Mandiri-Jakarta, perusahaan Spanyol Bilbao Trading dan Etxegana Hotel & Spa, hotel di Bilbao yang seluruh furnitur dan dekorasinya menggunakan ukiran tradisional, lampu dan kaca hias dari Bali, Jepara dan Cirebon.(ZG) ***4*** (T.H-ZG/B/A. Novarina/A. Novarina) 21-09-2016 22:07:50 |
VANCOUVER
| KJRI VANCOUVER GELAR PROMOSI DI ROBSON SQUARE |
Oleh Zeynita Gibbons
Tidak kurang dari 500 orang pengunjung memadati "Ice Rink" yang hari itu dihiasi berbagai ornamen khas Indonesia serta nuansa merah putih, demikian Pensosbud KJRI Vancouver Yudhono Irawan kepada Antara London, Rabu,London 21/9 (Antara) - KJRI Vancouver mengelar promosi terpadu dengan mengusung tema "Destination Indonesia-Land of Remarkable Heritage", yang berhasil menarik perhatian masyarakat Vancouver, Kanada untuk mendatangi Robson Square yang terletak di jantung kota setempat. Konsul Jenderal RI Vancouver, Sri Wiludjeng mengakui banyak orang mengenal Indonesia sebagai negara yang padat penduduknya, tapi baru sedikit yang tahu bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam, dan sebagian telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Diharapkannya masyarakat Kanada dapat lebih mengenal Indonesia, dan selanjutnya tertarik untuk datang ke Indonesia guna menyaksikan secara langsung keindahan alam dan budaya yang mengagumkan tersebut. Dalam acara promosi terpadu ditampilkan berbagai keanekaragaman budaya Indonesia seperti gamelan Jawa, angklung Jawa Barat, tari Legong dan Sri Kamelawi dari Bali, tari Sigalempong Sumatera Utara, tari Piring Sumatera Barat dan Tari Topeng Jawa Barat serta permainan piano, yang dibawakan diaspora Indonesia dan beberapa warga setempat. Selain menyaksikan pertunjukan kesenian, pengunjung antusias mendatangi berbagai "booth" yang menjajakan aneka produk batik Omnita, Eksotika Design dan Anabel Kewas, home decor Casamia, perhiasan mutiara dan produk tenun dari Sulawesi Selatan dan makanan olahan Vitic. Antrean panjang juga tampak pada booth yang menjajakan makanan oleh Bali Thai yang menyajikan rendang, ayam Bali, telur balado dan es cendol, serta kopi nusa coffee. Booth yang menawarkan paket perjalanan ke Indonesia dari Metro Travel dan Silk Holidays juga menerima banyak pertanyaan dan pemesanan dari pengunjung yang ingin berkunjung ke Indonesia. Tak kalah ramai booth yang digelar organisasi masyarakat Indonesia, Permai yang mensosialisasikan program kegiatan mereka, dan juga booth KJRI dan ITPC yang menyuguhkan berbagai bahan informasi, termasuk info mengenai TEI. Pembukaan acara promosi terpadu tersebut ditandai dengan dibunyikannya angklung oleh Konjen RI dan Guest of Honour, Richard T. Lee/MLA Burnaby North, disaksikan beberapa Konsul Jenderal/Konsul negara sahabat, dan mantan Dubes Kanada untuk Indonesia Earl Drake. Kemeriahan acara hari itu ditutup dengan tarian Poco-Poco dan Gemu Famire yang diikuti dengan penuh semangat oleh pengunjung. ***4*** (T.ZG) (T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 21-09-2016 12:32:18 |
QATAR
| DUBES PUJI PERAN WARGA ACEH DI QATAR |
Zeynita Gibbons
London,18/9 (Antara) - Dubes RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi memuji keberadaan warga Aceh yang berada di negara tersebut.
Itu dikatakan Dubes RI saat menerima pengurus organisasi kemasyarakatan Masyarakat Serambi Mekah di Qatar (Masmeqar) yang diketuai Rahmatullah di Wisma Duta, Doha, Qatar, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, B. Dharmawan, kepada Antara London, Minggu.
Potensi ekonomi dan peluang tenaga kerja Indonesia di Qatar menjadi topik pembahasan dalam pertemuan itu. Pertemuan juga dihadiri Penasehat dan tokoh senior Masyarakat Aceh di Qatar, Teuku Anwar dan Mahdi Musa,
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat, Rahmatullah menyampaikan susunan pengurus baru Masmeqar yang memiliki sekitar 300 anggota yang umumnya bekerja di berbagai sektor industri, dan perdagangan khususnya sektor minyak dan gas.
Masmeqar merupakan organisasi masyarakat Indonesia pertama yang dibentuk di Qatar dan sekarang menjelma menjadi 51 ormas yang diwadahi Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) dipimpin Edwin Kurniawan.
Dalam kesempatan itu, Dubes Basri mengapresiasi peran dan kontribusi warga Aceh. "Kontribusi dan perjuangan Masmeqar sebagai pionir TKI di Qatar sepatut diteladani," ujar mantan anggota DPR ini mengingat Masmeqar yang merupakan cikal bakal tenaga kerja ahli di Qatar.
Anggota Masmeqar umumnya adalah pindahan dari karyawan PT Arun NGL, Co, PT Pupuk ASEAN, dan Exxon Mobil yang di Aceh. Mereka dikenal dengan komunitas Diaspora Indonesia yang sudah memasuki generasi kedua yang bermukim di Qatar.
Mantan Irjen TNI menyampaikan harapannya agar organisasi masyarakat Indonesia lainnya dapat mencontoh Masmeqar yang merupakan pionir TKI di sektor migas Qatar.
"Perlu peningkatan sinergi antara KBRI Doha dan Masmeqar agar dapat meningkatkan jumlah TKI di sektor minyak dan gas serta dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi nusa dan bangsa," ujar Mantan Dan Sesko TNI ini.
Beberapa anggota Masmeqar merupakan pengusaha yang sukses di Qatar yang bergerak di bidang perdagangan khususnya retail dan kuliner. Salah satu diantaranya adalah Mahdi Musa yang memiliki swalayan Qatindo, Source of Fortune dan pemasok pada Hypermarket Careefour.
Selain merangkap sebagai pengusaha properti, Mahdi Musa juga merupakan tokoh diaspora Indonesia dan Ketua Permiqa pertama. "Perlu kesabaran, fighting spirit dan jaringan dalam berbisnis di Qatar," ungkap pengusaha yang telah bermukim lebih 20 tahun di Qatar ketika ditanya rahasia keberhasilannya dalam melakukan usaha.
Sementara itu, tokoh Diaspora, Said Malawi mengharapkan adanya peningkatan kerjasama dan koordinasi agar peluang tenaga kerja di sektor migas dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Pegawai Qatar Gas yang telah bermukim 20 tahun di Qatar menyampaikan usulannya agar kontribusi Masmeqar dapat meningkatkan jumlah TKI dari sekitar 40 ribu WNI saat ini.
Pengurus Masmeqar juga menyampaikan saran dan rekomendasinya guna mendukung misi KBRI Doha khususnya ekspansi tenaga kerja trampil Indonesia di Qatar.
Menurut Said Malawi, sebagian besar anggota Masmeqar bermukim di kompleks Al-Khor Community (AKC) dan daerah lainnya seperti di Doha, Al Dakhira, Al Wakrah, Messaid dan Dukhan. Diperkirakan sekitar 1500 jiwa WNI tinggal di perumahan AKC dan merupakan komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.
Dalam kesempatan itu, Rahmatullah juga melaporkan capaian yang dilakukan Masmeqar selama ini. ¿Kami turut berperan dalam membangun Aceh antara lain pendirian rumah Quran di Aceh dan kegiatan sosial lainnya yang bermafaat bagi masyarakat Aceh,¿ ujar Rahmatullah yang menjabat sejak awal 2016.
Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, B. Dharmawan, Masmeqar yang resmi dibentuk 7 Maret 2008 terlibat aktif mendukung diplomasi ekonomi dan budaya dalam berbagai kegiatan ekonomi dan sosial budaya tidak hanya bagi kepentingan masyarakat Indonesia tetapi juga berbagai event internasional di Qatar.(ZG)****4****
(T.H-ZG/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 18-09-2016 07:41:01
|
Langganan:
Postingan (Atom)