Senin, 11 Februari 2019

NTT


OYAN SAFARI PROMOSI PULAU KOMODO-LABUANBAJO KE EROPA 

Oleh Zeynita Gibbons
London, 8/2 (Antara) - Cuaca ekstrem dingin hingga minus 20 derajat Celsius, bahkan salju menerjang, tidak menghambat Oyan Kristian melakukan safari promosi objek wisata Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Komodo dan Labuanbajo, ke berbagai negara di Eropa.

Pulau Komodo dan Labuanbajo kian populer di kalangan wisatawan mancanegara, khususnya Eropa, sebagai salah satu tujuan berwisata.

"Saya datang ke Eropa memang khusus mempromosikan destinasi NTT," ujarnya kepada Antara London, Jumat.

Sebagai Manager NTT Destination Management Company (DMC) Flores Komodo Tours, Oyan Kristian, yang meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta itu, sejak tahun lalu melakukan safari ke berbagai negara di Eropa.

Ia mempromosikan objek wisata tidak saja NTT, akan tetapi juga destinasi lainnya di Indonesia.

Ia mendirikan perusahaan NTT DCM Flores Komodo Tour dengan inspirasi yang kuat untuk menjadi pemain langsung dan sebagai orang asli Flores yang berspesialisasi menjelajahi Pulau Flores dan Taman Nasional Komodo serta Sumba.

"Saya pribadi seorang pengembara di waktu senggang mengunjungi banyak tujuan wisata di Indonesia dan dunia, merasakan kebutuhan untuk mengakomodasi keinginan wisatawan lain menghabiskan waktu luang di Pulau Flores, Taman Nasional Komodo, dan Pulau Sumba," katanya.

Untuk itu, ia mendirikan biro pariwisata yang dijalankan oleh orang asli Flores dan Sumba, yang melayani dengan standar pariwisata sangat baik.

"Saya tidak lagi bekerja di perusahaan tambang dan sekarang waktu saya total untuk pariwisata," ujarnya.

Sebelum pameran pariwisata WTM di London, November tahun lalu dilanjutkan pameran Vakantiebeurs digelar awal Januari di Uthrect Belanda, pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair di Helsinki-Finlandia, dan Fitur Madrid-Spanyol sampai Riga, Latvia, pameran pariwisata Baltic Tour, Riga awal Februari, Oyan tidak henti-hentinya mempromosikan objek wisata tanah kelahirannya.

Insinyur tambang bawah tanah yang pernah bekerja di PT Freeport Indonesia itu, usai pameran di Riga Latvia ikut mempromosikan objek wisata NTT di Brusel Holiday Fair yang tengah berlangsung di Belgia sejak 7 hingga 10 Februari. Hal itu, kemudian dilanjutkan promosi BIT Milano, Milan-Italia, dan di Herning Kopenhagen, Denmark.

Safari dilakukan hampir selama lima bulan ia berada di Eropa, untuk mempromosikan Pulau Komodo, Flores, dan Sumba meskipun sempat kembali ke Tanah Air untuk merayakan Natal.

"Berkesan, ada banyak yang suka dan berminat tentang destinasi ditawarkan," ujar Oyan.

Pengalaman menarik saat musim dingin, khususnya saat salju menerjang Eropa pada pameran pariwisata di Riga, Latvia, membuat dia merasa kangen makanan Indonesia dan suasana panas di Tanah Air.

Menurut Oyan, pengalamannya di pameran pariwisata Baltic Tour, Riga prospeknya sangat bagus. Banyak yang sudah pernah ke Bali dan mereka ingin kembali ke Bali serta mendatangi destinasi lainnya, selain Bali.

Selain wisatawan mancanegara liburan ke Bali, kata dia, objek wisata Komodo di Pulau Flores juga berhasil menarik perhatian masyarakat Eropa.

Oyan Kristian mengaku banyak mendapat pertanyaan mengenai berbagai objek yang ditawarkannya.

Diakuinya bahwa dalam menjual berbagai objek wisata di NTT, Pulau Komodo, serta Labuanbajo ke berbagai negara di Eropa seperti di Fitur Spanyol, dibutuhkan "seller" yang fasih berbahasa Spanyol dan sekaligus pemandu wisata yang bisa menjelaskan dengan baik tentang objek wisata yang ditawarkan.

Begitu pun di negara Eropa lainnya yang bukan berbahasa Inggris, seperti di Kopenhagen dan di Brusel, serta di ITB Berlin yang berbahasa Jerman.

Dalam berbagai kesempatan, Oyan Kristian juga melakukan penjajakan dengan pihak universitas guna menawarkan mahasiswa magang perusahaan dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada calon wisatawan dari berbagai negara.

Diakuinya bahwa tidak mudah menawarkan objek wisata di NTT. Untuk itu, ia memadukan dengan Bali sebagai objek turistik.

"Banyak yang sudah tahu Komodo dan juga suka serta ingin langsung bisa melihat binatang langka yang hanya ada di Indonesia, khususnya di Pulau Komodo," ujar Oyan.

Namun, ada hal yang mengganjal dalam hatinya dengan adanya berita yang mengatakan bahwa pemerintah akan menutup total Komodo National Park serta akan dinaikkannya harga tiket.

Ia berharap dengan promosinya ke berbagai pameran di Eropa itu, membuat pemerintah tidak menutup total Taman Nasional Pulau Komodo sehingga tamu tetap bisa datang ke destinasi yang ditawarkan.

Ia juga berharap, tiket masuk tidak dinaikkan secara drastis.

Oyan pun mengakui bahwa promosi yang mulai dilakukannya di berbagai negara di Eropa itu tidak sia-sia.


Prioritas
Berbagai pameran pariwiata di berbagai negara di Eropa, sudah menjadi prioritas Kementerian Pariwisata bersama Perwakilan Indonesia di Eropa untuk mengikutinya.

Hal itu diakui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya kepada Antara London, baru-baru ini, bahwa masyarakat di berbagai negara di Eropa mencari informasi untuk liburan pada musim panas mendatang.

Hal itu bisa dimaklumi karena masyarakat Eropa keranjingan berwisata. Mereka biasanya sudah merencanakan sejak jauh hari.

Oleh karena itu, Kemenpar pada awal tahun mengikuti pameran pariwisata yang diadakan berbagai negara di Eropa.

Selain ikut dalam Fitur, katanya, Indonesia juga hadir untuk berpromosi di Belanda, Luksemburg, Austria, Finlandia, dan Jerman.

Pada Maret mendatang, Kemenpar mengikuti pameran pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin, yang biasanya sebelumnya dilakukan "sales mission", seperti di Munich dan negara lainnya.

"Saya berharap bisa ikut dalam 'sales mission' dan juga ITB Berlin, Jerman," ujar Oyan yang juga anggota Perhimpunan Pemandu Tur Indonesia dan Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia itu.

Dalam setiap perjalanan promosi, Oyon mengaku harus merogoh kocek untuk biaya tiket dan akomodasi. Bahkan, ia pun harus mencetak brosur sendiri.

"Diharapkan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah NTT," ucapnya.

Ia mengatakan biasanya Kemenpar memfasilitasi "venue" yang artinya mereka mendaftarkan dirinya ke berbagai pameran pariwisata.

Kesempatan itu memberi peluang untuk melakukan pembangunan jejaring.

Banyaknya calon wisatawan yang bertanya dan ingin mendapatkan brosur, membuat dirinya cukup kewalahan melayani mereka.

"Jadinya saya catat manual email dan nomor Whatsapp mereka di notebook saya untuk nanti bisa saya 'follow up' lebih lanjut," ucapnya.

Animo masyarakat Eropa untuk berlibur ke Indonesia, disebutnya, sebagai sangat besar akan tetapi informasi yang mereka peroleh relatif terbatas.

Selama mengikuti pameran, Oyan bertemu dengan para pengurus asosiasi operator wisata untuk membicarakan peluang menjual pariwisata Indonesia.

"Ada beberapa 'travel agency' yang sudah pernah datang ke Flores dan mereka ingin datang lagi," ujarnya.

Sebenarnya, banyak yang sudah tahu tentang Indonesia, tetapi belum berani melalukan perjalanan ke Indonesia karena umumnya masyarakat di Eropa, khususnya Latvia atau di wilayah Nordic, bukanlah tipe turis yang jalan tanpa rencana.

"Mereka maunya semua sudah di-'arrange' dan umumnya lama tinggal cukup panjang," demikian Oyan Kristian.

Cukup tingginya minat wisman dari Eropa berkunjung ke berbagai objek wisata menarik di Indonesia sudah pasti menjadi peluang berharga untuk direspons dengan serius, terutama pemerintah dan para pelaku pariwisata di Tanah Air.

Target kunjungan wisman tahun ini yang dipatok pemerintah berjumlah 20 juta orang, sebagai tantangan menarik dalam merealiasikannya. Hal itu, demi kemajuan pariwisata Indonesia dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor itu. ***1*** (ZG).
(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 08-02-2019 15:55:43



MARSEILLE



KJRI MARSEILLE JAJAKI PASAR KOPI INDONESIA DI PERANCIS
Zeynita Gibbons

London, 8/2 (Antara) - KJRI Marseille menjajaki bisnis kopi dengan perusahaan "coffee roasting house" Groupe Henry Blanc yang merupakan perusahaan importir kopi terbesar di wilayah itu dan kemungkinan bekerja sama untuk memasarkan kopi Indonesia di Prancis.

Untuk itu, menurut Konsul Ekonomi KJRI Marseille, Yonatri Rilmania kepada Antara London, Jumat, Konjen Marseille, Asianto Sinambela difasilitasi kantor Walikota Marseille yang diwakili oleh Wakil Walikota bidang kerjasama ekonomi ekonomi, Mr Didier Parakian, melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan Prancis itu.

Groupe Henry Blanc berdiri sejak tahun 1980. Henry Blanc mengimpor biji kopi (green bean) dari 50 negara, termasuk dari Indonesia (kopi Bali, Java Jampit dan kopi Papua), dengan bea masuk yang cukup rendah.

Kemudian biji kopi mentah tersebut dipanggang di Marseille, untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sekitar 90 persen penduduk Prancis mengkonsumsi kopi, dengan konsumsi rata-rata 5,8 kilogram/kepala/tahun atau 300.000 ton/ tahun, terutama kopi Arabica .

Kebutuhan Prancis akan produk kopi menduduki peringkat ke-8 di dunia.

Selain kopi, Groupe Henry Blanc juga memproduksi teh kemasan, coklat olahan, biskuit dan selai. Perusahaan keluarga diturunkan ke anaknya, Jean-Luc Blanc, generasi keempat.

KJRI juga menjajaki kerja sama untuk mendirikan "coffee roasting" di Marseille dan sekitarnya melalui skema investasi atau "joint venture".****1****
(T.H-ZG/C/R. Fardaniah/C/R. Fardaniah) 08-02-2019 08:32:11




Sent from Yahoo Mail for iPhone

SWISS

INDONESIA DAN SWISS TANDATANGANI PERJANJIAN MUTUAL LEGAL ASSISTANCE 
 
Zeynita Gibbons

London, 5/2 (Antara) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Hamonangan Laoly, menandatangani Perjanjian "Mutual Legal Assistance" (MLA) dengan Menteri Kehakiman Swiss, Karin Keller-Sutter setelah melalui dua kali putaran perundingan, di Bali dan di Bern, Swiss, yang diadakan di Bernerhof Bern pada Senin (4/2).

Pensosbud KBRI Bern kepada Antara London, Senin mengatakan perjanjian yang terdiri dari 39 pasal ini antara lain mengatur bantuan hukum mengenai pelacakan, pembekuan, penyitaan hingga perampasan aset hasil tindak kejahatan.

Ruang lingkup bantuan timbal balik pidana yang luas ini merupakan salah satu bagian penting dalam rangka mendukung proses hukum pidana di negara peminta.

Menteri Yasonna menyatakan perjanjian MLA ini dapat digunakan untuk memerangi kejahatan di bidang perpajakan (tax fraud).

"Perjanjian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan warga negara atau badan hukum Indonesia mematuhi peraturan perpajakan Indonesia dan tidak melakukan kejahatan penggelapan pajak atau kejahatan perpajakan lainnya," ujar Menkumham.

Atas usulan Indonesia, perjanjian yang ditandatangani tersebut menganut prinsip retroaktif. Prinsip tersebut memungkinkan untuk menjangkau tindak pidana yang telah dilakukan sebelum berlakunya perjanjian sepanjang putusan pengadilannya belum dilaksanakan.

Hal ini sangat penting guna menjangkau kejahatan yang dilakukan sebelum perjanjian ini.

Dubes Indonesia di Bern Muliaman D. Hadad mendampingi Menkumham pada upacara penandatanganan tersebut menyatakan, perjanjian MLA RI-Swiss merupakan capaian kerja sama bantuan timbal balik pidana yang luar biasa.

Dikatakannya penandatanganan MLA menggenapi keberhasilan kerja sama bilateral RI-Swiss di bidang ekonomi, sosial dan budaya, yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Penandatanganan Perjanjian MLA ini sejalan dengan program nawacita, dan arahan Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, di antaranya pada peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia tahun 2018.

Di mana Presiden menekankan pentingnya perjanjian ini sebagai platform kerja sama hukum, khususnya dalam upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi (asset recovery).

Perjanjian MLA RI-Swiss merupakan perjanjian MLA yang ke 10 yang ditandatangani Pemerintah RI (ASEAN, Australia, Hong Kong, RRC, Korsel, India, Vietnam, UEA, dan Iran), dan bagi Swiss adalah perjanjian MLA yang ke 14 dengan negara non-Eropa.

***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 05-02-2019 16:15:14


OMAN




KBRI DAN DIASPORA GELAR KETERAMPILAN BURUH MIGRAN DI OMAN

Zeynita Gibbons

London,6/2 (Antara) - KBRI Muscat bekerjasama dengan Diaspora Indonesia di Oman bertekad untuk meningkatkan keterampilan para buruh migran Indonesia, khususnya PLRT yang berada di Kesultanan Oman antara lain, kursus bahasa Inggris, pelatihan merias, kuliner, kewirausahaan dan pembuatan aplikasi pada smartphone.

Counsellor Plt. Fungsi Pensosbud KBRI Oman, Intiar Dekrit kepada Antara London, Rabu, mengatakan untuk merealisasikan program tersebut, bertempat di KBRI Muscat diadakan pelajaran bahasa Inggris untuk pekerja migran dengan pengajar Ibu Devi Seto.

Para buruh migran menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Salah satu peserta kursus mengapresiasi diadakannya kursus bahasa Inggris. "kami sangat membutuhkan bahasa Inggris sebagai bekal apabila kembali ke Indonesia," ujarnya.

Ketua IDN-chapter Oman, Haposan Situmorang menyampaikan inisiatif ini datang dari Dubes RI untuk Kesultanan Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, yang mendorong agar pekerja terampil Indonesia di Oman dapat membantu meningkatkan keterampilan para PLRT sehingga mereka dapat membuka usaha mandiri dan tidak kembali lagi menjadi PLRT.

"Kami beserta kawan-kawan siap membantu meningkatkan keterampilan saudara-saudara kita di Oman dan kami telah membentuk Task Force khusus untuk meningkatkan para PLRT," ujarnya.

Dubes menyampaikan bahwa dunia usaha di masa yang akan datang akan didominasi oleh keterampilan individu. Perkantoran akan berkurang, pola marketing berubah dan semua transaksi akan dilakukan melalui gadget atau online.

"Meningkatkan ketrampilan merupakan suatu keniscayaan apabila kita akan menang dalam persaingan usaha di masa yang akan datang," tambahnya. 
Dubes menghimbau mereka yang hadir untuk menginformasikan kepada teman lainnya untuk hadir pada acara pelatihan tata rias dan pembuatan aplikasi pada smartphone yang akan diadakan pada minggu depan.

Diharapkan pengetahuan mengenai sistem pemasaran melalui internet dapat membantu mempromosikan keterampilan dimiliki buruh migran. ***3*** (ZG)

(T.H-ZG/B/H. Agusta/H. Agusta) 06-02-2019 19:09:21





Sent from Yahoo Mail for iPhone

ROMA

REMAJA INDONESIA UKIR PRESTASI DI "MISTER TOURISM WORLD" DI ROMA 
 
Zeynita Gibbons

London, 5/2 (Antara) - Eric Novianto Setiawan, Remaja dari Indonesia berhasil mengukir prestasi di ajang "Mister Tourism" World dalam acara malam final pemilihan Mister Tourism World 2018 yang diikuti 24 kontestan dari berbagai belahan dunia di Roma, Italia, akhir pekan.

Wakil Indonesia, Eric Novianto Setiawan berhasil mengukir sejumlah prestasi terpilih sebagai 4th Runner Up dan mendapat penghargaan kostum nasional terbaik (Best National Costume) dalam kontes pria diadakan untuk ketiga kalinya, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles F. Hutapea kepada Antara London, Selasa.

Selama proses pemilihan kurang lebih satu minggu, Eric mendapat penilaian yang sangat baik dari para juri yang dipimpin Liberato Mirenna. Para kandidat dinilai dari penampilan fisik maupun pengetahuan mengenai pariwisata di masing-masing negara dan saling bertukar pikiran mengenai cara mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

Kyle Vosper, Mister Tourism World dari Inggris akhirnya terpilih sebagai pemenang utama dari kontes ini.

Pada malam final tersebut, para kontestan tampil dengan berbagai kostum, termasuk kostum nasional yang unik dan menarik. Kostum Eric Novanto bertema "the Prince of Mercu Suar" atau Pangeran Mercu Suar, hasil karya Raden Nudien merupakan interpretasi atas ikon wisata mercu suar di Pulau Lengkuas di Bangka Belitung.

Sebagai satu-satunya wakil Asia yang masuk lima terbaik dalam kontes ini, Eric, pemuda yang mewakili daerah Bangka Belitung menyatakan kebanggaannya dan ungkapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia maupun KBRI Roma atas dukungan yang diberikan kepadanya.

Dubes Indonesia untuk Italia, Esti Andayani yang ikut menghadiri malam puncak pemilihan bersama staf KBRI Roma lainnya menyampaikan apresiasi atas raihan Eric.

Dubes Esti Andayani juga mengharapkan prestasi ini dapat mendorong generasi muda Indonesia lainnya untuk terus mengenal dan mencintai pariwisata dan menjaga dan merawat serta mempromosikannya hingga ke luar negeri.(ZG) ***3***
Ridwan Chaidir
(T.H-ZG/B/R. Chaidir/R. Chaidir) 05-02-2019 13:08:23



Sent from Yahoo Mail for iPhone

Senin, 04 Februari 2019

SEOUL


KBRI SEOUL GELAR PEMERIKSAAN KESEHATAN PEKERJA MIGRAN
Oleh Zeynita Gibbons

Jakarta,4/2 (Antara) - KBRI Seoul menggelar pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah atau tensi dan konsultasi kesehatan bagi  pekerja migran Indonesia yang ada di Korea oleh dr. Dita Anggara Putra yang diadakan di KBRI Seoul, Minggu(3/2).

Pensosbud KBRI Seoul dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Senin menyebutkan kegiatan pemeriksaan gratis ini menarik minat pekerja migran Indonesia di Korsel. Tak kurang dari 40 WNI yang mayoritas pekerja migran mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Menurut dokter Dita Anggara Putra yang sedang mengambil Spesialisasi Orthologi dan Traumatologi itu, ada kecenderungan pekerja migran di Korea saat pulang kerja tidak langsung beristirahat atau tidur, umumnya masih melakukan aktivitas lain dan main handpone.

"Jika terus berlanjut, akan berdampak pada kesehatan dan badan tidak fit saat bekerja," ujarnya.

Selain kurang tidur, ditemukan pula sekitar 30 persen pekerja migran memiliki tensi darah tinggi, berpotensi membahayakan apabila dibiarkan.

Untuk itu dokter Dita berpesan agar para pekerja migran menjalani hidup sehat.

"Saya ingatkan agar semua pekerja migran untuk tidak meninggalkan sarapan, mengatur waktu istirahat dan berolahraga yang cukup," ucap dr Dita.

Perhatikan kesehatan dan keselamatan kerja. Disarankan juga agar pekerja migran memanfaatkan pemeriksaan kesehatan yang disediakan perusahaan.

Mukidi, salah satu pekerja migran yang mengikuti program pemeriksaan kesehatan berharap kegiatan ini lebih sering dilakukan KBRI Seoul.

Pekerja migran yang mengaku selain bekerja juga sibuk mengisi waktu luang dengan main band, juga menghimbau agar teman-teman di Korea bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan gratis yang disediakan KBRI Seoul.

Keinginan Mukidi ini disambut positif Sekretaris I KBRI Seoul, Mulyadi. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

KBRI akan bekerja sama dengan dokter yang saat ini tengah melakukan tugas di Korea Selatan, termasuk yang sedang magang di Chonnam National University Bitgoeul Hospital, Gwangju, Korea Selatan.

Selain itu diupayakan untuk memanggil dokter dari Pusat, jika memungkinkan, ujarnya.

KBRI memprogramkan kegiatan pelatihan keuangan, pengenalan investasi dan pelatihan teknis lainnya.

Menurut data KBRI Seoul, hingga Desember 2018, jumlah WNI yang tinggal menetap di Korsel 38.886 orang. Dari jumlah tersebut TKI/PMI yang dikirim 29.360 orang, dan Anak Buah Kapal yang dikirim swasta 5.320 orang yang tersebar di 86 kota di Korea Selatan. 
Selama tahun 2018 terdapat 39 WNI meninggal di Korea Selatan, sebagian besar PMI dan penyebabnya karena sakit, selain kecelakaan kerja. Pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan ini adalah bagian perlindungan yang dilakukan KBRI Seoul kepada WNI di Korea Selatan.

Selain kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, KBRI juga mengadakan klinik konsultasi ketenagakerjaan dan masalah umum lain yang dihadapi WNI di Korea Selatan.

Kedua kegiatan ini dirangkaikan dengan layanan kekonsuleran dan keimigrasian seperti perpanjang paspor, pembuatan SPLP, legalisasi Surat Kuasa, dan lain-lain, khusus WNI di Korea Selatan. Layanan ini dilakukan sebulan sekali pada hari Minggu.
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 04-02-2019 05:44:20



LATVIA


INDONESIA JADI PILIHAN WARGA LATVIA UNTUK BERLIBUR 
Oleh Zeynita Gibbons

London,3/2 (Antara) - Semakin banyak masyarakat Latvia menjadikan Indonesia sebagai pilihan untuk tujuan berlibur dan melakukan wisata.

Dubes Indonesia untuk Swedia merangkap Latvia Bagas Hapsoro kepada Antara London, Minggu mengatakan hal itu terlihat dalam pemeran pariwisata Balt Tour yangdigelar di ibukota Latvia selama 1-3 Februari 2019.

"Kegemaran warga Latvia berlibur ke Indonesia terlihat dari data kenaikan tingkat kunjungan wisatawan Latvia ke Indonesia yang terus meningkat cukup tinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini," katanya. 
Dubes Bagas Hapsoro, mengatakan wisatawan dari Latvia naik dari 1.896 pada tahun 2015 menjadi 2.428 orang di tahun 2016 atau naik sekitar 28,06 persen. Sementara itu 2017 wisatawan Latvia yang mengunjungi Indonesia meningkat menjadi 3.343 jiwa atau sebanyak 37,69 persen dari tahun sebelumnya.

"Mengunjungi Indonesia adalah melihat landscape yang indah, kebudayaan yang beraneka ragam dan masyarakat yang murah senyum, kata Madara Skrinda mahasiswa biologi, yang mengunjungi pameran pariwisata itu.

Andros Ivamovich, pengusaha bisnis starts up yang fasih berbahasa Indonesia mengungkapkan pernah selama 13 bulan tinggal di Bali.

Ia mengimbau warga kawasan Baltik untuk melihat keharmonisan Nusantara. Menurutnya gambaran penuh mengenai Indonesia terletak pada keragaman. "Masing-masing propinsi memiliki keindahan tersendiri," katanya.

Anete Kevisa, warga lainnya beralih profesi dari perawat rumah sakit menjadi travel operator, agar lebih sering ketemu keindahan Indonesia.

Menurut dia, yang menjadi daftar utama liburan ke Indonesia bagi orang Latvia adalah Bali.

Menurut catatan KBRI Stockholm, kombinasi antara pendapatan yang tinggi, jumlah hari libur yang cukup lama, mendorong masyarakat Latvia untuk berlibur ke negara-negara yang jauh letaknya, termasuk ke Indonesia.

Konsul kehormatan Indonesia untuk Latvia, Valdis Tilgalis mengatakan guna mengantisipasi peningkatan wisman, kiranya Indonesia perlu meningkatkan kegiatan promosi baik melalui partisipasi pada travel market, penyelenggaraan pertemuan bisnis antar pelaku industri pariwisata Indonesia dengan Latvia, mengadakan Fam trip bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan.

Turkish Airlines menyatakan, mulai musim panas ini akan mengadakan penerbangan langsung dari Istanbul ke Denpasar sehingga akan mendorong tingkat kapasistas dan juga menarik masyarakat Latvia untuk berlibur ke Indonesia. (ZG)***1***
(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 03-02-2019 19:07:32