Sabtu, 14 September 2013

LONDON

INDONESIA PROMOSIKAN SUSTAINABLE PALM OIL DI LONDON

London, 10/9 (ANTARA) ¿ Indonesia berupaya mempromosikan dan menyebarkan informasi tentang Indonesia Sustainable Palm Oil ( ISPO ) dalam diskusi yang akan digelar di Hotel Le Méridien Piccaddilly, London, Selasa.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian , Departemen Pertanian Republik Indonesia, Dr Haryono secara resmi akan membuka Diskusi Roundtable on Sustainable Palm Oil, demikian Minister Counsellor KBRI London, Masriati Lita Saadia Pratama kepada ANTARA London, Selasa.

Dikatakannya diskusi ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mendiskusikan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pejabat pemerintah, akademisi, pengusaha kelapa sawit dan aktivis organisasi non -pemerintah.

Dalam kunjungan resminya di London Inggris dari tanggal 9 sampai 11 September, Dirjen Dr Haryono akan membahas upaya kolaboratif dalam memperkuat implementasi ISPO melalui kerjasama teknis dan mencari dukungan Inggris untuk pengakuan internasional untuk ISPO .

Potensi kerjasama bilateral di bidang pertanian, perubahan iklim dan pembangunan juga akan dibahas .

Roundtable Discussion akan menyoroti isu-isu seperti tantangan dan prospek yang dihadapi industri kelapa sawit Indonesia , manfaat kelapa sawit , masa depan ISPO Sistem , dan aspek lingkungan dari industri kelapa sawit .

Selama kunjungannya tiga hari , Dr Haryono didampingi delegasi antardepartemen dan sekelompok ilmuwan dan perwakilan sektor swasta , termasuk Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI ) dan Asosiasi Produser Biofuels Indonesia ( APROBI ) .

Selanjutnya Dirjen dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Den Haag, Belanda pada tanggal 11 September mendatang juga berkaitan dengan Palm Oil.***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/Setiyono/Setiyono) 10-09-2013 06:28:14

SERBIA

PERPUSTAKAAN NASIONAL INDONESIA-SERBIA JALIN KERJA SAMA

Oleh Zeynita Gibbons

London, 12/9 (Antara) - Perpustakaan Nasional RI (PNRI) dan Perpustakaan Nasional Serbia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam kerangka kerja sama bilateral antara Indonesia dan Serbia, khususnya di sektor pendidikan.

Penandatanganan kerja sama itu bertempat di Gedung Perpustakaan Nasional Serbia di Kota Beograd, demikian Sekretaris Tiga KBRI Serbia Ariana Yulianti kepada Antara London, Kamis.

Dijelaskan bahwa Delegasi PNRI dipimpin Kepala PNRI Ibu Sri Sularsih sepakat untuk mengadakan kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Serbia yang dipimpin Dejan Ristic untuk melakukan kerja sama dan bertukar publikasi.

Selain pertukaran publikasi yang diterbitkan di Indonesia dan Serbia, juga kerja sama bidang bibliografi serta melaksanakan pertukaran ilmu dan tenaga ahli, penyelenggaraan seminar dan proyek pelestarian berbagai hasil karya sastra baik di Indonesia dan Serbia.

Di sela-sela kunjungan Delegasi PNRI di Serbia, Ibu Sri Sularsih dan delegasi mengadakan pertemuan dengan Advisory Board Perpustakaan Nasional Serbia, Kepala Perpustakaan Universitas Beograd, Kepala Perpustakaan kota Beograd dan Kepala Perpustakaan kota Smederevo.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran dan tinjauan yang menyeluruh terhadap situasi dan kondisi nyata dari pengelolaan masing-masing perpustakaan dan tingkat minat baca masyarakat Serbia, sebagai referensi tambahan bagi peningkatan mutu pelayanan PNRI serta upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca dari masyarakat Indonesia.

Kunjungan Delegasi PNRI tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pihak Perpustakaan Nasional Serbia dan berbagai mitra yang ditemui selama masa kunjungan.

Perpustakaan Nasional Serbia juga menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama dan kunjungan tersebut telah menegaskan kembali komitmen nyata dari Indonesia untuk selalu memberikan dukungan dan kerja sama yang baik dengan Serbia sebagai teman lama semenjak Era Yugoslavia.

Melalui penandatanganan kerja sama dimaksud, diharapkan kedua belah pihak akan dapat bekerja sama dalam meningkatkan publikasi-publikasi dan literature serta pelestarian berbagai karya sastra dari kedua negara, jelas Ariana Yulianti. ***4***





(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 12-09-2013 05:50:07

BRUSEL

DUBES RI DI BRUSEL MENARI DI ISTANA RAJA BELGIA

London, 12/9 (Antara) - Tarian topeng Keras khas Bali yang dibawakan Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno berhasil memukau keluarga kerajaan di Istana Raja Belgia di Brussel.

Dalam acara resepsi pembukaan pameran alat-alat musik Asia berjudul "Heavy Metal: Traditional Sounds from Asia," juga hadir pejabat pemerintah Belgia, korps diplomatik, dan pecinta dan penggiat seni dan budaya.

Dubes Arif Havas Oegroseno kepada Antara London, Kamis mengatakan upaya promosi Indonesia perlu dilakukan secara kreatif dan tidak setengah-setengah. Oleh karena itu, ia tidak segan-segan untuk terjun langsung dalam kegiatan promosi tersebut.

Pujian atas keterlibatan langsung Dubes RI Arif Havas Oegroseno dalam pementasan kesenian tersebut juga disampaikan 'Secretary of State for Social Affairs, Families, Handicapped and Science Policy', Philippe Courard dalam sambutannya dihadapan para tamu.
Tepuk tangan lebih dari 200 orang tamu menggemuruh ketika sang penari Topeng Keras menyelesaikan tariannya diiringi tabuhan gamelan kelompok gamelan Saling Asah pada acara resepsi Selasa lalu.
Tepuk tangan kembali bergema ketika sang penari membuka topeng yang menutupi wajahnya dan pembaca acara memperkenalkan sang penari yaitu Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno kepada para tamu undangan tersebut.

Selain tarian Topeng Keras yang ditampilkan Dubes Oegroseno, juga ditampilkan Tari Pendet dan Tari Legong Keraton, dengan iringan kelompok gamelan Saling Asah yang anggotanya selain orang Indonesia juga Belgia pecinta seni Indonesia.

Dubes mengatakan Indonesia satu-satunya negara yang mendapat kehormatan menampilkan keseniannya. Penampilan kelompok gamelan Saling Asah di istana raja Belgia adalah penampilan yang pertama kalinya bagi kelompok seni tradisional Indonesia di dalam istana raja Belgia.

Hal ini menjadi penghormatan tersendiri bagi kelompok gamelan Saling Asah dengan pelatih I Made Wardana, seniman Bali yang menetap di Belgia sejak 17 tahun yang lalu. Selain alat musik dari Indonesia yaitu gamelan Jawa dan drum dari Alor, pameran ini juga menampilkan alat-alat musik dari negara Asia lainnya.

Alat-alat musik Asia tersebut adalah koleksi Musical Instrument Museum (MIM) Belgia dan pameran ini menjadi bagian dari peringatan 20 tahun bertahtanya Raja Albert II sebagai raja di Belgia. Raja Albert II digantikan putranya, Raja Philippe pada tanggal 22 Juli 2013.

MIM adalah salah satu museum alat musik terkemuka di Eropa yang sejak Januari 1992 menjadi bagian dari Royal Museums of Art and History walau sejarah pembentukannya dimulai Februari 1877, yakni sebagai bagian dari Brussels Royal Music Conservatory.

Pameran alat-alat musik Asia berjudul "Heavy Metal: Traditional Sounds from Asia" berlangsung sejak 1 Agustus hingga 8 September 2013 diselenggarakan di Throne Room (ruang singgasana), Marble Room, dan Long Gallery di istana raja Belgia di Brussel dan menghadirkan empat tema, yakni drum perunggu, gamelan Jawa, gong, dan lonceng.

Sejak 1984, istana dibuka untuk umum pada awal Agustus September dan dikunjungi kurang lebih 150.000 orang setiap tahunnya. ***4***
(ZG)

(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 12-09-2013 08:49:46

Senin, 09 September 2013

LONDON

WAKIL INDONESIA SATU PERINGKAT DI ATAS INGGRIS DI WEMBLEY

London, 9/9 (ANTARA) ¿ Sekolah Sepak Bola (SBB) Tugu Muda yang mewakili Indonesia di kompetisi tahunan Danone Nations Cup mengakhiri perjuangannya tahun ini satu peringkat di atas tuan rumah Inggris, Setelah berkompetisi selama tiga hari di Wembley Stadium, London.

Ketua PPI UK, Haikal Bekti Anggoro kepada ANTARA London, Minggu mengatakan tim Indonesia dalam pertandingan terakhir menentukan posisinya di klasemen di markas Timnas Inggris mendapat dukungan dari para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam PPI UK serta masyarakat Indonesia di Inggris.

Setelah berkompetisi selama tiga hari dari tanggal 5 sampai 7 September, Indonesia berhasil bertengger di posisi delapan, sayangnya, di pertandingan terakhirnya, Indonesia kalah dalam adu penalti dengan tim U12 asal Amerika Serikat, ujar Haikal Bekti Anggoro.

Menurut Haikal, semangat pantang menyerah dari para pemain Indonesia sangat patut di contoh. Dan dalam segi teknik, para pemain memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi pemain timnas yang sangat baik di masa yang akan datang.

Pada pertandingan sebelumnya di Surrey, London, Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Belgia dan Irlandia di fase grup. Indonesia lalu dikalahkan Jerman di pertandingan terakhir di grupnya, namun hasil tersebut tidak mempengaruhi posisi Indonesia sebagai juara grup.

Indonesia lalu mengalahkan Arab Saudi di babak perdelapan final sebelum akhirnya dihentikan Jepang di babak perempat final.

Keluar sebagai juara ketiga di Danone Nations Cup tahun ini adalah tim dari Jepang yang juga menyabet gelar pemain terbaik dan fairplay award.

Pertandingan Sabtu, 7 September di Stadion Wembley merupakan World Final Danone Nations Cup yang menentukan peringkat dari setiap negara dan juga menentukan sang juara, yang akhirnya disabet oleh Perancis setelah mengalahkan Brasil.

World Final kali ini dihadiri oleh legenda sepak bola dunia asal Perancis yang berdarah Aljazair yaitu Zinedine Zidane yang juga merupakan ambassador dari Danone Nations Cup.

Pada pertandingan melawan Amerika Serikat, Indonesia sempat unggul terlebih dahulu pemain bernomor punggung 12. Gol ini disambut dengan meriah oleh lebih dari 50 supporter dari Indonesia yang terus menerus menyanyikan lagu-lagu supporter Indonesia.

Pertandingan berlangsung sangat menarik karena kedua tim saling menyerang. Indonesia berkali-kali berhasil menusuk jantung pertahanan lawan, namun sering dipatahkan pada tendangan terakhir, baik oleh bek maupun kiper Amerika Serikat.

Saat Indonesia asik menyerang, sebuah serangan balik Amerika Serikat hampir saja membobol gawang Indonesia. Untungnya, kiper Indonesia dengan sigap menepis sambil menjatuhkan diri untuk mencegah bola masuk ke sudut gawang.

Namun malang memang tidak bisa ditolak. Dua menit sebelum pertandingan berakhir, kontak badan ringan terjadi di kotak penalti Indonesia dan seorang pemain Amerika Serikat terjatuh.

Wasit pun menunjuk titik putih walaupun para pemain Indonesia memprotesnya dan mengundang teriakan-teriakan dari supporter Indonesia.

Pemain Amerika Serikat sukses mengkonversi penalti menjadi gol dan membawa pertandingan ke adu penalti. Pada pertandingan adu penalti, hanya diberikan dua kali kesempatan untuk setiap tim.

Penendang pertama AS berhasil memasukkan bola. Penendang Indonesia pertama gagal memasukkan bola setelah secara gemilang ditepis kiper Amerika Serikat.

Pada tendangan penentuan, kiper Indonesia secara gemilang menepis tendangan dari pemain AS. Namun sepertinya memang kurang beruntung, wasit meminta penalti diulang karena sesuatu hal. Dan pemain AS berhasil menjebol gawang Indonesia dan memenangi pertandingan.

Para pemain nampak sangat terpukul dengan kekalahan ini, namun supporter Indonesia tanpa henti memberikan apresiasi atas kerja keras pemain Indonesia.

Walaupun kalah dipertandingan terakhirnya, Indonesia tetap finish dengan posisi yang cukup membanggakan satu tingkat di atas negara asal sepakbola, Inggris, demikian Haikal Bekti Anggoro yang mengajak para pelajar menyaksikan pertandingan di Stadium Wembley, London. (ZG)
(T.H-ZG/B/M. Taufik/M. Taufik) 09-09-2013 05:42:55

RUSIA

BUKU SENI MEMIMPIN ALA SBY BERBAHASA RUSIA "EFEK LIDERA" DILUNCURKAN

London, 9/9 (Antara) - Buku "Harus Bisa", Seni Memimpin ala SBY yang ditulis Dino Patti Djalal, Dubes RI untuk Amerika Serikat, dalam kesempatan mendampingi Presiden RI menghadiri KTT G20 di St. Petersburg, Rusia baru baru ini, menyempatkan diri meluncurkan bukunya versi bahasa Rusia "Efek Lidera".

Kepala Penerangan Sosial dan Budaya di KBRI Moskwa Ella Isbandi kepada Antara London, Senin menyebutkan acara peluncuran Buku "Harus Bisa" dilangsungkan di KBRI Moskow.

Buku yang merupakan kompilasi catatan harian dari Dubes Dino Patti Djalal ketika menjabat sebagai staf khusus Presiden Hubungan Internasional dan jubir Presiden RI selama periode 2004-2010 tersebut berisi 41 'leadership lesson stories' yang diamati secara langsung selama bekerja membantu Presiden SBY.

Buku ini menyediakan 'insight stories' aktual mengenai penanganan bencana alam tsunami, penyelesaian konflik Aceh, krisis finansial, gerakan antikorupsi, reformasi birokrasi, partisipasi Indonesia dalam sidang G20, isu perubahan iklim dan sebagainya.

Dubes Dino Patti Djalal mengungkapkan ketertarikan menyusun buku tentang kepemimpinan salah satunya terdorong dari rasa kepeduliannya terhadap masih kurangnya pelajaran mengenai kepemimpinan bagi para generasi muda di Indonesia.

"Pelajaran mengenai kepemimpinan bagi generasi muda di Indonesia belumlah popular dan belum diajarkan secara sistematis, hal tersebut berbeda dengan negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat dan Inggris yang leadership studies-nya sangat kuat," ungkap Dubes Dino.

Dubes Dino berharap dengan terbitnya buku "Harus Bisa" ini membuat pengetahuan tentang kepemimpinan menjadi sesuatu yang trendy dan digemari para generasi muda.

Dubes Dino Patti Djalal memandang perubahan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia terletak dari sosok seorang pemimpin. Masa depan suatu bangsa tidak hanya ditentukan dari one great man, namun sejumlah barisan pemimpin yang progresif dan reformis yang maju bersama.

Buku "Harus Bisa" atau "Efek Lidera" selain diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Mandarin dan Perancis. Buku yang meraih popularitas tinggi ini bahkan berhasil menjadi national best seller dan telah terjual sebanyak lebih dari 2 (dua) juta eksemplar.

Acara peluncuran berlangsung meriah dan penuh keakraban dengan dihadiri Indonesianis, WNI, mahasiswa Rusia yang belajar bahasa Indonesia dan Mahasiswa Indonesia serta peserta diaspora Indonesia di Rusia.***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 09-09-2013 09:14:34

YUNANI

INDONESIA CULTURAL NIGHT "HIPNOTIS" PUBLIK YUNANI

Oleh Zeynita Gibons

London, 5/9 (Antara) - "Indonesian Cultural Night, A journey to Witness Indonesia Rich and Diverse Culture", pertunjukan yang diselenggarakan KBRI Athena yang merupakan bagian perayaan HUT ke-68 Kemerdekaan RI berhasil, berhasil "menghipnotis" masyarakat Yunani.

Teater terbuka Dora Stratou yang setiap malamnya menjadi tempat pertunjukan tarian tradisional Yunani, berubah menjadi panggung pementasan tarian dan musik tradisional Indonesia yang dibawakan oelh sebuah tim tari dari "London School Public Relations" (LSPR) Jakarta, demikian sekretaris pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada Antara London, Kamis.

Pementasan tujuh tarian tradisional Indonesia dibuka dengan penampilan Tari Neng Centhil dan selanjutkan dengan Tari Pakarena dengan beragam gerakan dengan kipas yang menawan, mendapat tepuk tangan meriah dari 700 penonton yang hadir. Sementara tarian muda mudi Japin Marindu Kasih menutup segmen pertama pertunjukan.

Selain itu, pada acara yang sama, Grup Angklung KBRI Athena yang terdiri dari staf KBRI dan masyarakat Indonesia juga tampil membawakan lagu Burung Kaka Tua dan Ta Pedia Tou Pirea, ujar Jani Mediawati Sasanti.

Menurut Jani Mediawati Sasanti, begitu menyadari bahwa lagu kedua adalah lagu khas Yunani, penonton yang hadir langsung bertepuk tangan dan tanpa dikomando menyanyikan bersama lirik lagu tersebut sampai selesai.

Tim angklung yang terbentuk awal tahun 2013 berhasil menghibur penonton, sehingga ketika pembawa acara mengadakan kuis dengan hadiah instrumen angklung, para penonton sangat bersemangat mengacungkan tangan untuk menjawab dan mendapatkan hadiah. "Pertanyaan-pertanyaan umum sekitar Indonesia berhasil dijawab dengan baik dan benar oleh penonton masyarakat Yunani," katanya.

Sesi kedua diawali dengan penampilan tari pergaulan Maluku, Gaba-gaba yang menggunakan bambu sebagai properti tarian. Kekompakan para penari Gaba-gaba disusul dengan gemulainya gerakan para penari Putri Enggang.

Diiringi secara lansung petikan alat musik khas Kalimantan, Sampek, para penari kembali membuat penonton terpana dengan keragaman budaya Indonesia.

Tarian Piring Cupak dan instrumentalia lagu-lagu Indonesia berupa Manuk Dadali, Ondel-ondel dan Indonesia Pusaka merupakan rangkaian selanjutnya dari penampilan apik 28 penari dan pemusik LSPR.
Sebagai puncak dan penutup acara ditampilkan tari Saman yang berhasil menghipnotis penonton. Setiap akhir rangkaian gerakan tari Saman mendapat tepuk tangan yang hangat dan pujian "bravo" dari para penonton yang tak beranjak sama sekali selama satu setengah jam pertunjukan.

Para penonton yang menyaksikan pementasan Budaya Indonesia mengagumi keragaman tarian yang ditampilkan, sudah kembali menanyakan jadwal kegiatan budaya yang akan dipentaskan selanjutnya.

Dari tahun ke tahun KBRI mencatat kecenderungan peningkatan antusiasme masyarakat Yunani untuk menghadiri acara budaya yang diadakan Indonesia.

Kantor Wali Kota Agia Varvara yang terletak di barat Kota Athena harus menyewa bus untuk membawa 75 warganya yang sangat antusias ingin menyaksikan pementasan tari dan musik Indonesia.

Selain warga Yunani, para wisatawan yang sedang berlibur musim panas di Athenajuga menyaksikan pentas tersebut, mengingat lokasi teater yang terletak di kaki bukit Philopappou, berseberangan dengan Acropolis, lokasi pariwisata yang paling terkenal dan banyak dikunjungi.
Penampilan Grup LSPR merupakan penampilan terakhir di Yunani dalam rangkaian lawatan dua minggu.

Sebelumnya grup ini mengikuti "51st Lefkas International Folklore Festival" di pulau Lefkada dan berhasil mendapatkan juara umum ketiga. Grup LSPR juga berpartisipasi pada "3rd Earthdancers Festival" yang diadakan di Athena pada 26 Agustus sampai 2 September 2013.

Keikutsertaan grup LSPR ke Yunani mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan "The International Organization of Folk Art (IOV) Youth Section Indonesia". ***4***
(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 05-09-2013 06:34:23

BULGARIA



DOSEN AIRLANGGA RAIH PHD DI BULAGIA

London, 5/9 (ANTARA) - Andi Zaidan (30 tahun) dari Universitas Airlangga meraih gelar Doktor (Phd) bidang nano technology di University of Chemical Technology and Metallurgy Sofia Bulgaria, setelah mempertahankan disertasinya pada Doctoral Defense di Sofia, Rabu.

Doctoral defense dengan judul disertasi "Thin Chalcogenide Film for Optoelectronics" berlangsung sekitar dua jam di hadapan lima Professor dari berbagai universitas terkemuka di Bulgaria. Mereka secara aklamasi dan suara bulat menyetujui promosi Doktor Sdr. Andi Zaidan, demikian Sekretaris Dua KBRI Sofia, Dina Martina kepada Antara London, Kamis.

Penelitian yang dilakukan Andi Zaidan untuk disertasinya sangat menarik, yaitu terkait media penyimpanan seperti flash drive yang memiliki fitur jauh lebih canggih dengan kecepatan tulis/baca data 100 kali lebih cepat, bisa menyimpan lebih banyak data dan yang paling menarik terbuat dari glass.

Menurut Andi Zaidan, aplikasi menarik lain dari material ini adalah dapat digunakan sebagai photonic chips yang merupakan embrio dari internet generasi baru. Dengan photonic chips, internet yang digunakan di rumah, secara teori bisa ratusan kali lebih cepat.
"Dapat dibayangkan apa yang dapat kita lakukan jika memiliki internet murah berkecepatan 100 Mb/second," demikian kata Andi zaidan.
Penelitian dilakukan Andi Zaidan selama tiga tahun di bawah program beasiswa Erasmus Mundus di University of Chemical Technology and Metallurgy Sofia. Riset yang dilakukan juga untuk menemukan material baru yang dapat diaplikasikan di bidang optoelektronika.

Menurut Zaidan, material ini dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi di bidang militer, industri, otomotif, medis, lingkungan dan telekomunikasi.

Pada 2006 hingga 2010, Zaidan yang merupakan pengajar di Departemen Fisika Universitas Airlangga, pernah melakukan penelitian di laboratorium photon bersama Febdian Rusydi yang saat ini tengah menempuh gelar doktor di universitas Osaka Jepang.

Di laboratorium photon tersebut Zaidan bersama timnya aktif melakukan riset di bidang teknologi nano untuk aplikasi medis yang bertujuan membuat pengobatan murah untuk kanker.

Zaidan bersama tim ketika itu mengembangkan partikel nano yang memiliki sensor pintar untuk melacak sel kanker dan kemudian "membakarnya". Biaya pembuatan partikel nano ini sangat murah, sehingga diharapkan akan menjadi salah satu alternatif pengobatan baru kanker yang murah dan efektif di kemudian hari.

Zaidan merupakan orang Indonesia pertama yang meraih gelar Phd di bidang teknologi nano di Bulgaria. Bulgaria terkenal kuat di bidang matematik dan science dan merupakan salah satu tempat belajar yang cukup bagus bagi mahasiswa Indonesia yang berminat melanjutkan studinya.

Selain biaya sekolah dan biaya sehari-hari di Bulgaria cukup murah dibandingkan di negara-negara Eropa lainnya, universitas-universitas di Bulgaria telah diakui oleh Uni Eropa.***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 05-09-2013 11:19:37