| SATE AYAM DISERBU DI VANCOUVER |
Zeynita Gibbons
Selama tiga hari penyelenggaraan EHF, yang diikuti Edmonton Indonesian Community Association (EICA) mampu menjual 4500 tusuk sate, kata Konsul KJRI Vancouver, Yudhono Irawan kepada Antara London, Jumat.London, 5/8 (Antara)- Kuliner Indonesia seperti sate ayam, rendang, mie goreng dan es buah diserbu pengunjung Paviliun Indonesia pada festival budaya Edmonton Heritage Festival (EHF) dikenal dengan Servus Heritage Festival di kota Edmonton, ibu kota Provinsi Alberta, Kanada. Yudhono Irawan mengatakan masyarakat Vancouver juga menyambut dengan antusias dan ikut bergoyang bersama menarikan Gemu Famire, Poco-Poco dan Sajojo yang cukup populer di paviliun Indonesia. Festival budaya terbesar di Kanada, Edmonton Heritage Festival (EHF) diadakan di William Hawrelak Park, taman seluas 68 hektare di kota Edmonton yang diikuti 85 peserta merepresentasikan 67 negara, komunitas serta entitas dan First Nations berlangsung meriah terlepas dari kondisi cuaca yang tidak menentu, pada akhir pekan. "Seni budaya dan kuliner Indonesia menjadi primadona pada Festival Multikultur Terbesar di Kanada yang melibatkan berbagai stakeholders pemerintah kota Edmonton," ujarnya. Pengunjung festival menjelajahi puluhan paviliun budaya, mencicipi kuliner khas dan turut dalam kemeriahan panggung hiburan dari berbagai negara. Media lokal melaporkan sebanyak 300.000 pengunjung memenuhi William Hawrelak Park selama tiga hari festival. Paviliun Indonesia yang didukung KJRI Vancouver bersama masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Edmonton Indonesian Community Association (EICA) dan KBRI Ottawa menjadi tempat favorit pengunjung EHF yang datang untuk belanja produk khas dari berbagai daerah serta menikmati kuliner otentik Indonesia. Sementara di panggung Indonesia menghadirkan berbagai tarian tradisional yang dibawakan warga Indonesia di Edmonton serta staf lokal KBRI Ottawa dan KJRI Vancouver yang membawakan Tari Rantak, Tari Srineka, Tari Bajidor Kahot, Tari Kembang Girang, Tari Saman, Tari Piring, Tari Punjari serta tarian interaktif Gemu Famire, Poco-Poco, Sajojo yang disambut antusias penonton ikut menari bersama. Paviliun kuliner menjajakan menu khas Indonesia yang digemari masyarakat Edmonton seperti sate ayam, rendang, mie goreng dan es buah. Selama tiga hari penyelenggaraan EHF, EICA mampu menjual 4500 tusuk sate. Pada paviliun budaya dijual berbagai produk garmen seperti busana dan aksesoris dari batik dan lurik serta produk kerajinan dari sejumlah daerah di Indonesia yang sangat diminati pengunjung. KJRI Vancouver juga menyediakan berbagai bahan promosi pariwisata Indonesia. Tidak hanya sebagai perayaan keragaman budaya dan daya tarik wisata Provinsi Alberta, EHF juga membawa misi sosial yaitu Edmonton Food Bank yang berhasil mengumpulkan sekitar 25.000 kg makanan kemasan sumbangan dari pengunjung dan peserta EHF. Program amal pengumpulan makanan yang telah berlangsung beberapa tahun ini ikut membantu korban kebakaran di Fort McMurray bulan Mei lalu.(***3*** b/a011 (T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 05-08-2016 06:45:15 |
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Rabu, 10 Agustus 2016
VANCOUVER
SKOTLANDIA
| INDONESIA BERKUMANDANG DI SKOTLANDIA |
Zeynita Gibbons
London, 5/8 (Antara) - Lagu Indonesia Raya berkumandang pada konser pembukaan acara festival "Aberdeen International Youth Festival" (AIYF) di saat lagu kebangsaan negara peserta lain dinyanyikan oleh official choir.
Pihak festival meminta tim kesenian Indonesia untuk menyanyikan sendiri lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan iringan musik angklung yang digelar di kota Aberdeen Skotlandia, kata ketua rombongan tim muhibah angklung 40 Days in Europe, Maulana M Syuhada kepada Antara London, Jumat.
"Tangis pun pecah, terutama sang konduktor Irma Noerhaty tidak mampu membendung air matanya ketika bendera merah putih yang dibawa oleh Bobi Aulia Syafiq memasuki ruangan," demikian Maulana M Syuhada.
Menurut dia, Irma yang memimpin lagu Indonesia Raya pun sambil berlinang air mata memimpin tim kesenian melantumkan lagu kebangsaan Indonesia yang mendapat applause dari penonton yang membuat gedung tempat acara The Beach Ballroom, di pusat kota Aberdeen pun bergemuruh.
Tim Angklung Indonesia yang beranggotakan 40 remaja putra dan putri dari berbagai daerah itu juga tampil di World Music Night yang diadakan di Queen's Cross Sanctuary, Aberdeen.
Maulana mengatakan Tim 40 Days mendapat kesempatan untuk join concert dengan North Shore Celtic Ensemble dari Canada.
Pada Sesi pertama mereka menampilkan lagu tradisional seperti Lalayaran Hariring Haleuang Tembang dari Sunda, Bengawan Solo dari Jateng, Jali Jali dari Jakarta, Medley Batak, Angin Mamiri dari Sulsel dan Tari Indang/Badindin dari Sumatera Barat yang membuat penonton menjadi impressed karena baru pertama kali meliat alat Musik angklung yang berasal dari Jawa Barat.
Pada Sesi kedua tim anglung menampilkan lagu New York New York, Mamma Mia dari ABBA, Pompeii (Bastille), Li Biamo Ne Lieti Calici dari Opera La Traviatta (Verdi), Santorini (Yanni) serta Also Sprach Zarathustra (Richard Strauss), Blue Danube (Johann Strauss), yang membuat penonton semakin terpana, karena tidak menyangka angklung bisa menampilkan lagu pop, bahkan opera. Penonton pun standing applause, ujar Maulana.
Pada akhir acara, kedua kelompok musik dari dua budaya itu berkolaborasi memainkan lagu Oblada - Obladi dari The Beatles. Getaran bambu angklung bersinergi dengan gesekan Biola Celtic dari Canada, a rare occasion, ujar Maulana.
Padahal kami melakukan latian hanya 30 menit sebelum tampil satu setengah jam sebelum konser dimulai, jadilah angklung dikawinkan dengan biola."Suatu kehormatan besar bisa bermain musik di sini dan berkolaborasi dengan musisi-musisi dari negara lain," ujar Maul demikian Maulana yang menuntut ilmu di Lancaster University biasa disapa rekan-rekannya.
Aberdeen International Youth Festival (AIYF) yang diadakan di Union street Aberdeen Skotlandia merupakan penampilan perdana tim muhibah angklung 40 Days in Europe, selanjutnya akan mengisi acara di Wisma Nusantara London, dalam acara Temu Masyarakat dalam rangkaian HUT RI ke 71 pada hari Minggu 7 Agustus dan selanjutnya melanjutkan lawatan ke lima negara di Eropa mengikuti festival.
Maulana yang pernah menuntut ilmu di Technical University of Hamburg mengatakan dari London, tim anglung melanjutkan perjalanan ke Paris, Brussels, Westerlo, Hamburg, Praha, dan kemudian mengikuti international folklore festival di selatan Ceko, di kota Cerveny Kostelec dan ditutup di International Festival of highland folklore di kota Zakopane Polandia. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 05-08-2016 06:00:40
|
MEKSIKO
| KBRI MEKSIKO GELAR DISKUSI ANAK ANTI KEKERASAN |
Oleh Zeynita Gibbons
Diskusi yang diadakan di KBRI Meksiko dan diikuti diikuti 22 anak Indonesia tersebut dibuka Dubes RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan, demikian Pensoabud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, JumatLondon, 5/8 (Antara) - KBRI Meksiko bersama Indonesian Diaspora Network (IDN) Mexico menggelar Diskusi Keluarga bertema "Aku Anak Indonesia Anti Kekerasan dan Senang Jaga Kesehatan", sejalan dengan tema utama Hari Anak Nasional 2016, "Akhiri Kekerasan Terhadap Anak". Dubes Yusra Khan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa anak merupakan amanah dan karunia Tuhan yang keberadaannya senatiasa harus diasuh, dijaga serta dilindungi dari perlakuan salah, kekerasan dan diskriminasi. Menurut Febby Fahrani, nara sumber diskusi keluarga tersebut yaitu diáspora Indonesia yang mendalami bidang kesehatan, Dr. Adita Rahma Amalia yang menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan anak, khususnya dalam memilih makanan dan jajanan yang menyehatkan. Sementara psikolog Fitri Khadriyati Handayani menyampaikan mengajak anak untuk pentingnya menjaga diri dari kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Secara interaktif kedua nara sumber menjelaskan sambil mengajak bermain anak-anak yang hadir sehingga anak-anak tidak merasa bosan. Ketua IDN Mexico, Evi Siregar, usai Diskusi Keluarga mengatakan Anak Indonesia di Meksiko memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjaga diri dari kekerasan. "Anak-anak dapat memberikan jawaban yang tepat mengenai hal-hal yang harus mereka lakukan untuk menjaga diri dari kekerasan dan menjaga kesehatan diri," ujarnya. Kegiatan itu diakhiri dengan rangkaian perlombaan permainan anak seperti susun bendera dan pindah balon yang ditujukan untuk membangun semangat kerja tim dan kebersamaan anak Indonesia. Penyelenggaraan lomba permainan ditujukan untuk memberikan kesempatan bagi anak Indonesia untuk bermain. Selain melakukan Diskusi Keluarga, KBRI juga mengadakan kegiatan Bermain dan Belajar Kenal Peran dan Pekerjaan bagi anak Indonesia di Meksiko. Kegiatan ini didukung Dharma Wanita Persatuan KBRI Mexico City dan Panitia HUT RI ke-71 KBRI Mexico City. Kegiatan Bermain dan Belajar Kenal Peran dan Pekerjaan bagi anak Indonesia ini akan dilaksanakan di tempat permainan Kidzania tanggal 9 Agustus mendatang. Dengan fasilitasi tiket masuk gratis dari Perusahaan Kidzania, anak-anak diharapkan dapat bermain dan belajar mengenal aneka pekerjaan sehingga memperoleh gambaran mengenai peran yang dijalankannya dalam kehidupan masa depannya. Kegiatan ini direncanakan diikuti 18 anak Indonesia yang diharapkan akan bermanfaat bagi anak untuk bermain dan berekreasi sambil belajar. Penyelenggaraan kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional 2016 di Meksiko dirangkaikan dengan kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak Indonesia yang tinggal di perantauan. Khusus Peringatan Hari Anak Nasional 2016 diharapkan akan menumbuhkan kesadaran akan hak, kewajiban, dan tanggung jawab anak Indonesia kepada dirinya, kepada orang tua, masyarakat, dan bangsa dan negara. (ZG) ***4*** (T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 05-08-2016 05:26:24 |
VANCOUVER
| WNI DI VANCOUVER ANTUSIAS SAMBUT HUT RI KE-71 |
Zeynita Gibbons
Perayan kemerdekaan itu juga menjadi ajang memperkuat solidaritas antarsesama warga masyarakat Indonesia.London,4/8 (Antara)- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI selalu menjadi kesempatan istimewa dan dinantikan seluruh warga Indonesia di luar negeri sebagai saat yang khidmat memperingati perayaan kemerdekaan dimeriahkan dengan berbagai lomba. KJRI Vancouver,Kanada bersama masyarakat Indonesia dan diaspora yang berdomisili di Vancouver dan sekitarnya memperingati HUT RI ke-71 tahun dengan berbagai acara, demikian Konsul KJRI Vancouver, Yudhono Irawan kepada Antara London, Kamis. Dikatakannya serangkaian kegiatan pertandingan dan lomba, antara lain tenis meja, badminton serta berbagai lomba anak, yang disambut dengan antusias oleh masyarakat dan diaspora Indonesia. Lomba anak-anak yang diadakan di KJRI Vancouver, antara lain lomba memasukkan bendera ke dalam botol, lomba mengambil kacang dengan sumpit, lomba memasukkan pensil kedalam botol, lomba makan donat. Kemudian, lomba joget balon serta lomba lari kelereng, lomba anak-anak juga diselenggarakan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2016. Pertandingan tenis meja diikuti sekitar 16 peserta, berlangsung di KJRI Vancouver, dilanjutkan dengan pertandingan badminton yang mempertandingan dua kategori ganda putra serta campuran menarik perhatian masyarakat serta diaspora Indonesia dan diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai lapisan baik pelajar maupun pekerja. Masyarakat serta diaspora Indonesia menyambut baik penyelenggaraan lomba dan pertandingan dalam rangka peringatan HUT RI ke-71. Kegiatan tersebut, selain menambah keakraban dan mempererat persaudaraan antar masyarakat Indonesia di Vancouver, juga menjadi momen nostalgia dan melepas rindu akan suasana di Tanah Air menjelang 17 Agustus.****4**** (T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 04-08-2016 05:54:23 |
DAKAR
| CABO VERDE HARAP PENINGKATAN KERJASAMA DENGAN INDONESIA |
Zeynita Gibbons
Presiden Jorge FonsecaLondon, 1/8 (Antara) - Presiden Republik Cabo Verde, negara di kepulauan vulkanik utara Samudera Atlantik, Jorge Fonseca terkesan dengan pembangunan di Indonesia dan berharap hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai dapat ditingkatkan. Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Dakar - SenegalDimas Prihadi kepada Antara London, Senin mengatakan Presiden Cabo Verde saat menerima surat kepercayaan dari Dubes Mansyur Pangeran di Istana Presiden Cabo Verde mengatakan kerjasama antara kedua negara dapat ditingkatkan. menekankan tiga prioritas kerjasama yang perlu ditingkatkan kedua negara yaitu bidang ekonomi dan bisnis, manajemen penanggulangan bencana alam dan kerja sama pelatihan. Dubes Mansyur Pangeran ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Dubes untuk Republik Senegal merangkap Republik Islam Gambia, Republik Guinea, Republik Guinea-Bissau, Republik Mali, Republik Pantai Gading, Republik Sierra Leone dan Republik Cabo Verde. Dalam upacara penyerahan Surat Kepercayaan tersebut, Dubes didampingi Isteri, Pelaksana Fungsi Politik dan Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Dakar. Dalam kesempatan pembicaraan empat mata dengan Presiden Cabo Verde, Dubes antara lain menyampaikan secara langsung salam hangat Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia, disertai dengan komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan Cabo Verde. Dubes juga mengucapkan selamat atas peringatan Hari UlangTahun Kemerdekaan Cabo Verde 5 Juli dan menginformasikan saat ini Cabo Verde menjadi negara rangkapan KBRI Dakar, yang sebelumnya dirangkap KBRI Abuja, Nigeria. Dalam pertemuan tête a tête tersebut Presiden Cabo Verde didampingi Menteri Luar Negeri, Luis Filipe Tavares, dan Penasehat Diplomatik, Arnaldo Delgado. Dubes menyampaikan hubungan bilateral kedua negara berjalan dengan baik, namun kedua negara masih perlu meningkatkan kerjasama diberbagai bidang termasuk people-to-people contact. Kerja sama di bidang perdagangan juga perlu ditingkatkan mengingat total perdagangan kedua negara tahun 2015 masih terbilang cukup rendah yakni kurang dari lima juta dollar. Dubes menyampaikan kedua negara memiliki kesamaan sebagai negara archipelago yang terdiri dari pulau, sehingga sektor perikanan dan maritim serta pariwisata menjadi prioritas utama Pemerintah Cabo Verde. Dalam kesempatan itu Dubes juga mempromosikan industri strategis yang dikembangkan seperti Kapal Fery buatan PT PAL, Pesawat CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia dan Perlengkapan militer buatan PT PINDAD sebagai alat transportasi laut dan udara serta keperluan militer. Presiden menyampaikan ucapan selamat kepada Dubes yang ditunjuk Pemerintah Indonesia sebagai Dubes di Cabo Verde. Ia berharap dengan jarak yang lebih dekat antara Dakar dengan Praia dibandingkan Abuja dengan Praia, hubungan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang akan semakin meningkat serta dapat direalisasikan. Presiden Cabo Verde menyampaikan sebelum menjadi Presiden, Ia pernah berkunjung ke Indonesia bergabung dalam tim PBB di Timor Leste tahun 2002 dan sempat berlibur di Indonesia tahun 1992 Selain itu, Presiden Cabo Verde minta kepada Dubes menyampaikan undangan kepada pihak di Cabo Verde untuk menghadiri dan berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia Oktober mendatang. Presiden mengharapkan pengusaha Indonesia berkunjung ke Cabo Verde melakukan temu bisnis dengan pengusaha Cabo Verde. Menanggapi Presiden, Dubes mengatakan Pemerintah Indonesia siap bekerjasama melakukan pelatihan di bidang pertanian, seperti yang dilakukan Pemerintah Indonesia di Gambia. Cabo Verde lebih dikenal dengan "Cape Verde" negara kepulauan yang terletak di kepulauan vulkanik sebelah utara Samudera Atlantik, lepas pantai barat laut Afrika, dikenal dengan budaya Creole Portugis-Afrika memiliki wilayah lebih kurang 4000 Km persegi dengan penduduk 513.900 dan mayoritas 80 persen beragama Katolik. Cabo Verde merupakan kepulauan yang tidak berpenghuni ditemukan dan diduduki bangsa Portugis pada abad ke-15, dan mendapatkan kemerdekaan dari Portugal di tahun 1975. Pada tahun 2013 Pemerintah Cabo Verde menetapkan "Cabo Verde" nama resmi negara untuk kepentingan resmi. ****2**** H-ZG/C/P.H. Prabowo/P.H. Prabowo) 01-08-2016 13:23:19 |
QATAR
| REMITAN TKI 100 JUTA DOLAR BENTUK IQH |
Oleh Zeynita Gibbons
Dalam acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemotongan nasi tumpeng oleh Duta Besar RI untuk Qatar, Muhamad Basri Sidehabi untuk diserahkan kepada Ketua terpilih IQH, Reno Saputra, demikian Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, kepada Antara London, Rabu.London, 3/8 (Antara) - Sekitar 300 tenaga kerja Indonesia (TKI) profesional bidang jasa dan pelayanan seperti hotel, spa, restauran, dan maskapai penerbangan yang menghasilkan remitan sekitar 110 juta dolar AS membentuk organisasi kemasyarakatan Indonesia-Qatar Hospitality (IQH) di hotel Doubletree Hilton, Doha, Qatar. Reno mengharapkan IQH dapat menjadi wadah bagi TKI profesional di bidang jasa dan pelayanan untuk bersatu dan bekerja sama guna meningkatkan peluang tenaga kerja serta meraih posisi jabatan yang lebih baik pada perusahaannya. "Perlunya upaya yang sinergi dengan KBRI agar dapat memaksimalkan peluang tenaga kerja di Qatar," ujar Reno yang bekerja pada jasa ekspedisi Aramex. Sementara itu Wakil Ketua IQH, Santi Julia yang bekerja sebagai event organizer Fischer Appelt mengharapkan IQH menjadi wadah bagi TKI untuk silaturahmi dan sekaligus berbagai informasi terkait tenaga kerja serta tempat untuk menghilangkan kejenuhan dalam bekerja. Pembentukan IQH tersebut menjadi ormas Indonesia ke-51 di Qatar yang bernaung pada Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar Permiqa membawahi 43 ribu WNI yang dipimpin Edwin Kurniawan. Acara yang difasilitasi KBRI Doha berlangsung hangat, bersahabat dan meriah. Dubes Sidehabi mengapresiasi pembentukan organisasi itu karena diharapkan dapat mendukung misi KBRI Doha untuk meningkatkan peluang tenaga kerja terampil dan semi terampil serta sekalgus mendukung kebijakan moratorium pengiriman TKI informal ke Timur Tengah yang diberlakukan sejak Mei 2015. Dubes mengharapkan IQH dapat mendukung misi diplomasi ekonomi guna memperbanyak TKI di Qatar khususnya dalam rangka Peringatan ke-40 hubungan diplomatik RI-Qatar sejak tahun 1976. Dikatakannya kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Hanif Dakhiri dengan Menteri Tenaga Kerja, Sosial dan Admintrasi Qatar, Dr. Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi, Mei lalu yang memberi tambahan kuota 24 ribu TKI. Selain itu, Qatar juga akan melakukan investasi pengembangan bidang vokasi dan ketrampilan guna mempersiapkan ketrampilan TKI di Qatar. Keberadaan KBRI adalah memberikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI di Qatar yang berdasarkan International Organisation of Migration (IOM) jumlah TKI di Qatar sekitar 43 ribu, seperempat diantaranya adalah tenaga kerja trampil dan sisanya sekitar 30 ribu tenaga kerja infomal. KBRI dan Wisma Duta adalah rumah Bangsa Indonesia tempat berlindung bagi para WNI. "TKI adalah duta bangsa di luar negeri sehingga perlu kiranya mematuhi hukum dan menjaga rasa persatuan, kekompakan dan saling membantu sesama TKI agar dapat meningkatkan citra Indonesia di Qatar," ujarnya. Menurut mantan pilot F-16 pertama Indonesia ini, TKI umumnya dipuji karena memiliki kinerja yang baik, sabar dan bersahabat namun ada kelemahan TKI terkait dengan mentalitas yang kerap merasa homesick dan lemah berbahasa Inggris. Untuk itu, mantan anggota DPR ini memaparkan jumlah remitan dari buruh migran di Qatar yang tercatat melalui perbankan mencapai 10,4 miliar dolar AS pada 2015. Negara-negara dari Asia Selatan sebagai penerima terbesar 70 persen. Buruh migran India yang berjumlah sekitar 600 ribu menerima remitan 3,99 miliar dolar AS, Nepal 2,02 miliar dolar AS, Mesir 1,05 miliar dolar AS, Bangladesh 525 juta dolar AS, Sri Lanka 511 Juta dolar AS, dan Pakistan 427 juta dolar AS. Sedangkan remitan buruh migran Indonesia tercatat sekitar USD 110 juta. Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, menyebutkan Qatar saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja asing untuk pembangunan dan operator berbagai proyek berskala besar dan persiapan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022. Diperkirakan sekitar USD 200 Milyar dikucurkan untuk pembangunan stadion, hotel, pusat perdagangan, infrastrukur jalan, sarana kereta api dan reklamasi untuk pembangunan kota-kota baru guna menunjang kegiatan akbar empat tahunan tersebut. (ZG) ***4*** (T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 03-08-2016 03:13:52 |
FOLKLORE
| RAIH PENGHARGAAN AJANG FOLKLORE PALING BERGENGSI |
Zeynita Gibbons
Pada ajang kompetisi folklore paling bergengsi di dunia akhir pekan lalu, Gantari Gita Khatulistiwa juga meraih The Best Music Arrangement Award, demikian Chief of Operational and External RelationLondon, (1/8) - Indonesia yang diwakili Sanggar Seni Budaya Gantari Gita Khatulistiwa (GGK) menorehkan prestasi membanggakan meraih penghargaan Cultural Minister Award pada The 11th Sabah International Folklore Festival (SIFF) di Sabah Cultural Center, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Gantari Gita Khatulistiwa, Gilang Lestari kepada Antara, Senin. Hadir pada malam puncak kompetisi folklore tersebut, Raja Negara Bagian Sabah Tun Datuk Seri Panglima Dr. Haji Juhar Nim Datuk Haji Mahiruddin dan Menteri Pariwisata, Budaya dan Lingkungan Hidup Sabah, Datuk Seri Panglima Masidi Manjun serta Chairman Sabah Cultural Board Tan Sri Datuk Seri Panglima Wences Angang yang menyerahkan hadiah berupa trophy, plakat dan sertifikat kepada pemenang utama, serta perwakilan dari Konjen RI di Kota Kinabalu. Festival diadakan untuk ke 11 kalinya ini diikuti grup terbaik dari 11 negara, yaitu Korea Selatan, Sri Lanka, Rusia, Malaysia, Australia, India, Filipina, Estonia, Thailand, Irlandia dan Indonesia. Pada kompetisi ini, GGK mengirimkan dua grup tari 15 dan tujuh penari yang menampilkan dua tari garapan koreografer Donny Yoshinda dan Cheelvy, yang berhasil memukau dewan juri utama berjumlah tiga orang dan dewan juri perwakilan negara peserta 11 orang. Karya garapan yang dipentaskan GGK tersebut yaitu Tari Baine Toraya dari Toraja, Sulawesi Selatan dan Tari Tua¿Basamo dari Minang, Sumatera Barat dengan music directors Mehdy Marsidiast, Dede Supriatna dan Abdul Aziz. Pada kompetisi Gantari Gita Khatulistiwa juga meraih The Best Music Arrangement Award. Irlandia yang diwakili The Gaelic Girl Irish Dancing Troupe tahun ini meraih Prime Award (juara pertama), sedangkan Chief Minister Award, juara kedua diraih Grup Sam Le Yaw Filipina. Penghargaan lain yang diberikan adalah Jury Award yang diraih Grup Anak Seni Asia Malaysia, Best Performance Award diraih D'Ukeebil Sakha Yakutia Rusia dan Highest Online Presence Award yang diraih Grup Sam Le Yaw Filipina. Selaku anggota dewan juri perwakilan Negara peserta dari Indonesia adalah Kismawan, S.Pd., koreografer dan juga guru tari. Sementara itu Koordinator Tim Gantari Gita Khatulistiwa untuk SIFF 2016, Cantika Reviera menyampaikan seluruh tim mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi selama tiga bulan sejak April lalu. "Kerja keras kami semua Alhamdulillah terbayar dengan meraih prestasi ini berkat dukungan yang diperoleh dari tim pelatih, artistik, orang tua dan keluarga, pihak sponsor dan berbagai pihak yang memberikan support kepada kami," ujar Cantika. Leo Mokodompit selaku Chairperson Gantari Gita Khatulistiwa mengatakan dari pengalaman mengikuti festival folklore internasional di berbagai Negara, SIFF adalah salah satu festival yang sangat bergengsi, serta diikuti grup terbaik di negaranya masing-masing. "Kami mengucap syukur atas pencapaian ini, semoga GGK bisa terus menampilkan seni tari dan musik tradisi Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, dan menyebarkan virus cinta budaya Indonesia di kalangan generasi muda untuk dilestarikan. Kami juga menghaturkan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Konjen RI Akhmad DH. Irfan, dan keluarga besar KJRI Kota Kinabalu serta masyarakat Indonesia di Kota Kinabalu yang memberikan dukungan," ujar Leo Mokodompit. (ZG) ***4*** (T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 01-08-2016 06:05:14 |
Langganan:
Postingan (Atom)