Kamis, 28 September 2017

PARIS

WONDERFUL INDONESIA" MERIAHKAN PAMERAN GASTRONOMI DI PARIS
     Oleh Zeynita Gibbons

     Paris, 22/9 (Antara) -Indonesia untuk pertama kalinya, berpartisipasi dalam gelaran pameran gastronomi "Prancis Village International de la Gastronomie" di Paris, Prancis  pada 22-24 September .
           "Acara diadakan assosiasi di bawah dukungan Pemerintah Prancis dengan 50 negara lainnya, VITO France bersama dengan mitranya di Prancis mempersembahkan beberapa aktivitas dalam rangka mempromosikan Wonderful Indonesia, kuliner, spa, dan kebudayaan Indonesia ke publik Prancis," demikian Kepala kantor pariwisata Indonesia di Paris  VITO Prancis, Eka Moncarre kepada koresponden Antara London, Senin.
          Pameran Village International de la Gastronomie merupakan edisi ke tujuh dari acara Fête de la Gastronomie dan merupakan salah satu project dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis.
          Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika (ETTAA) Nia Niscaya mengatakan, Indonesia akan mempresentasikan video Wonderful Indonesia di acara tersebut. Tidak lupa Kementerian akan menyebarkan bahan promosi informasi wisata tentang Indonesia.
         "Kita juga akan menampilkan tarian traditional Indonesia selama 3 hari dipersembahkan oleh group sanggar tari di Paris," kata Nia Niscaya
    Selain itu ditampilkan tarian traditional Indonesia dipersembahkan group sanggar tari di Paris. Demo Massage Bali, demonstrasi Pencak Silat oleh group Pencak Silat Indonésia di Prancis dan kompetitsi Facebook Photo VITO Franc, ujar Nia Niscaya.
         Promosi kuliner Indonesia siap disajikan oleh partner local Chef Vito Perancis seperti Rendang, Sate Ayam, Nasi Goreng, Bakmi Goreng, Nasi Kuning, dan jajanan pasar
    Dikatakannya  Prancis merupakan pasar sangat potensial untuk Indonesia. Dengan penduduk 66 juta orang, Indonesia merupakan salah satu negara favorit bagi orang Perancis.
    "Pada 2017, Indonesia menjadi negara TOP 5 favorit pilihan orang Prancis. Apalagi sekarang, tidak diperlukan visa untuk berkunjung ke Indonesia selama maksimum 30 hari," ungkapnya.
         Kegiatan promosi tersebut akan membuat kuliner Indonesia juga lebih cepat dikenal dunia. Salah satu program percepatan khusus di bidang kuliner.
         Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya mengklaim pihaknya serius menggarap wisatawan asal Prancis.
         Kunjungan turis dari Perancis ke Indonesia naik sekitar 20 persen atau 250.921 orang pada tahun 2016 lalu.
         ¿Prancis ditargetkan tahun ini bisa mendatangkan 330 000 visitors ke Indonesia dan semoga dengan Village International de la Gastronomie ini, target yang ditetapkan tercapai,¿ ujar Arief Yahya.
          Untuk datang ke "Village International de la Gastronomie" pengunjung  harus membayar 4 euro atau 1 euro untuk anak-anak dan ditargetkan dihadiri sekitar 50.000 orang.
    Event serupa tahun lalu berhasil mendatangkan 30.000 pengunjung.
    ***3***
(T.H-ZG/C/R. Utami/R. Utami) 22-09-2017 06:17:42


pobtrans.gif

HAMBURG

KONJEN SYLVIA ARIFIN TERIMA PENGHARGAAN PEMERINTAH HAMBURG
     Zeynita Gibbons

     London, 20/9 (Antara) - Pemerintah Negara Bagian Hamburg, Jerman menganugerahkan penghargaan "Ritzebüttel-Portugaleser" kepada Konsul Jenderal RI Hamburg, Sylvia Arifin melalui Walikota Kedua yang juga Senator urusan Iptek Katharina Fegebank  di Balaikota Hamburg.
            Penghargaan tersebut sebagai bentuk pujian atas jasa Sylvia Arifin sebagai Kepala Perwakilan di Hamburg dalam memperkuat  hubungan kerja sama Indonesia dengan Hamburg selama tugas di wilayah tersebut, demikian Fungsi Ekonomi KJRI Hamburg dalam keterangan yang diterima Antara London, Rabu.
         Penghargaan dari Pemerintah Negara Bagian Hamburg disampaikan pada saat Konjen Sylvia Arifin melakukan pertemuan perpisahan  sehubungan dengan selesai masa tugasnya di Hamburg.
       Pada kesempatan ramah tamah, Konjen Sylvia Arifin menyampaikan  hubungan Indonesia dengan Hamburg dalam tiga tahun terakhir semakin kuat dan mendalam.
         Hal ini ditandai dengan adanya berbagai kegiatan dan prakarsa yang berhasil dilakukan KJRI Hamburg dengan berbagai pemangku kepentingan dari kedua belah pihak di bidang ekonomi, sosial dan budaya.
           Di sektor perdagangan, sepanjang semester I tahun 2017 volume perdagangan antara kedua pihak mengalami peningkatan sebesar 26,12 persen secara year-on-year atau meningkat dari EUR 375,79 juta sepanjang periode Januari-Juni tahun 2016 menjadi EUR 473,69 juta pada periode  sama tahun 2017.
        Dalam kurun waktu 2014 hingga 2016, Indonesia juga mencatatkan peningkatan surplus neraca perdagangan cukup signifikan dengan Hamburg, yakni mencapai EUR 183,49 juta pada tahun 2014 hingga mencapai EUR 508,58 juta tahun 2016.
           Dari sisi pariwisata, Indonesia senantiasa melakukan berbagai kegiatan promosi terpadu yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terkait destinasi wisata unggulan dan kebudayaan Indonesia kepada berbagai kalangan di Hamburg.

          Pada akhir pertemuan, Walikota Kedua Hamburg menyampaikan penghargaannya atas kerja sama yang erat yang telah terjalin. Pemerintah Negara Bagian Hamburg menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif KJRI Hamburg dalam berbagai kegiatan promosi dan pameran yang berlangsung di kota Hamburg. ***4****
(T.H-ZG/C/A.F. Firman/A.F. Firman) 20-09-2017 18:45:30

QUITO

WONDERFUL INDONESIA WARNAI RESEPSI DIPLOMATIK KBRI QUITO
          London,20/9 (Antara) - Nuansa Wonderful Indonesia mewarnai Resepsi Diplomatik yang diadakan KBRI Quito dalam rangkaian peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI yang dimeriahkan tari-tarian dan lagu serta hidangan khas Tanah Air di Hotel Hilton Colon Quito, Ekuador.
         Pensosbud KBRI Quito dalam keterangan yang diterima Antara London, Rabu menyebutkan, Resepsi Diplomatik yang diadakan KBRI Quito, akhir pekan lalu itu merupakan yang pertama kalinya setelah tujuh tahun resmi dibuka pada 2010.
         Resepsi diawali pemukulan gong diikuti prosesi kehadiran/masuknya Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono dan suami diiringi tari Pendet. Prosesi itu menarik perhatian para tamu, termasuk Menteri Telekomunikasi Ekuador dan beberapa Wakil Menteri serta pejabat tinggi setempat, kalangan diplomatik dan  pebisnis sahabat Indonesia.
         Usai pidato, Dubes melanjutkan prosesi pembukaan dengan tradisi khas Indonesia pemotongan tumpeng. Dalam kesempatan itu, Dubes Diennaryati menyampaikan makna tumpeng tradisi Indonesia dalam memperingati hari-hari penting sebagai upaya untuk selalu mengingat Tuhan Yang Maha Kuasa", ujarnya. Selain menyampaikan makna tumpeng, Dubes menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Menteri Telekomunikasi Ekuador, Ing Guillermo Leon.
         Tamu disuguhi tari-tarian Indonesia yang dibawakan tiga penari dari Sanggar Rekadaya Palasara didukung Kementerian Pariwisata RI. Penari profesional itu tampil membawakan tari Lenggang Nyai dari Betawi, Trunajaya dari Bali dan Bajidor Kahot dari tanah Pasundan dan penampilan pemusik Yuyun George dengan saksofon dan flute yang membawakan lagu Indonesia seperti Bengawan Solo dan lagu pop Barat.
         Resepsi yang penuh nuansa Wonderful Indonesia itu semakin hangat dengan kehadiran sate ayam, lontong, gule kambing, salad solo, nasi goreng komplit, onde-onde dan risoles yang habis diserbu para undangan, dan diakhiri dengan poco-poco dan gemofamiri.

         Menurut tamu yang hadir, Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan KBRI Quito berbeda dari penyelenggaraan resepsi serupa. "Resepsi ini memberikan nuansa yang sangat khusus dan menarik, penuh kehangatan khas Indonesia", ujar Duta Besar Lourdes Puma, Dirjen Asia, Afrika dan Oceania, yang  pernah menjadi Dubes Ekuador untuk Malaysia dan sering berkunjung ke Indonesia. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 20-09-2017 05:30:02

NAMIBIA

TENUN INDONESIA TARIK PERHATIAN PUBLIK DI NAMIBIA 
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 18/9 (Antara) - Busana berbahan tenun dari sejumlah daerah di Indonesia menarik perhatian publik dalam acara Charity Gala Dinner ADS yang diselenggarakan di Namibia.
         Pejabat Penerangan Sosial Budaya KBRI Windhoek, Miranto Suwandi, kepada Antara London, Senin, mengatakan KBRI Windhoek ikut memeriahkan Charity Gala Dinner yang diadakan Asosiasi Istri Diplomat di Namibia (Association of Diplomatic Spouses/ADS) bertempat di Safari Hotel Convention Center-Windhoek.
         "Dengan menampilkan peragaan busana tenun," katanya.
         Karya busana yang diperagakan dalam acara itu berbahan kain tenun Ikat dari Pulau Timor bagian barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kain tenung Songket dari Palembang, Sumatera Selatan, kain tenun Rangrang dari Nusa Penida, Bali.
         Ia menjelaskan dalam peragaan busana tersebut ditampilkan tiga jenis kain tenun koleksi Kumala S. Basuki, isteri Dubes RI untuk Namibia merangkap Anggoa, Eddy Basuki,
    Sejumlah peragawati amatir memeragakan busana tersebut, antara lain P.F. Protkons, Paulina Gupta Wijaya, Riri Beslip, dan Lia Herawan, Kumala S. Basuki, dan beberapa anggota ADS dari Indonesia.
         Mereka, katanya, memanfaatkan acara itu untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, terutama menyangkut kain tradisional.
         Ia menyebut khalayak di Namibia tertarik dengan karya busana Indonesia berbahan tenun tradisional tersebut.
         Selain penampilan kain tenun Indonesia, dalam Charity Gala Dinner juga dimeriahkan dengan peragaan busana dari negara lain, yaitu India, Ghana, Kenya, Malaysia, Jepang, Nigeria, dan Angola, serta penampilan penyanyi kenamaan Namibia, Bongani.

         Charity Gala Dinner ADS dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk
Ms. Kiki Gbeho (Residen Koordinator Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Namibia) sebagai tamu kehormatan, pengurus ADS, kalangan korps diplomatik, media massa, dan masyaraka Namibia.    
    Kali ini hasil penggalangan dana ADS akan difokuskan kepada kesejahteraan anak melalui pemberian bantuan dana pembangunan gedung kepada Mammadu Trust yang merupakan pusat peduli anak di Otjomuise, Windhoek. ***4***

(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 18-09-2017 23:47:18

LISABON

KBRI LISABON MERIAHKAN FESTIVAL" DE SETEMBRO" DI PORTUGAL
            Oleh Zeynita Gibbons


     London, 18/9 (Antara) KBRI Lisabon berpartisipasi dalam  Festival de Setembro 2017 yang diadakan oleh Câmara Municipal de Ourém di Vila Medieval de Ourém, kompleks bangunan kastil bersejarah di kota Ourém, akhir pekan lalu.
          Indonesia diundang sebagai guest country di acara multikultural  yang diikuti negara  Malaysia, Timor Leste dan India, demikian Pensosbud dari KBRI Lisabon, Andre Nurvily  kepada Antara London, Selasa.
         Partisipasi KBRI Lisabon dalam kegiatan yang diadakan  pemerintah kota Ourém  merupakan bagian dari hubungan kerjasama terjalin dengan pemerintah daerah Larantuka, Flores Timur.
         Bupati Yosep Lagadoni Herin dan Walikota Ourém Portugal, Paulo Fonseca sepakat menandatangani MoU Sister City antara Larantuka dan Fatima.
         KBRI Lisabon mendapatkan lokasi di area Kastil Ourém di Praça Dragao (alun-alun) yanng ditata sebagai pusat promosi kebudayaan dan pariwisata Indonesia .  Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan dimeriahkan dengan pertunjukan tari dihadiri sekitar seribu pengunjung selama tiga hari.
         Penonton  sebagian besar masyarakat Portugal menikmati kuliner tradisional Indonesia dan pertunjukan tari Serampang 12, menikmati alunan musik dan gerakan tari yang  mirip dengan musik dan tari tradisional Portugal dari daerah Ribatejo, yaitu dansa fandango.
         Tari Serampang 12 yang berkembang di kerajaan Deli Serdang Medan mendapat pengaruh dari bangsa Eropa, terlihat dari alat musik yang dimainkan yaitu akordion dan biola dikombinasikan dengan alat musik lokal Gendang Bebano, sehingga menghasilkan tari bertempo cepat.
        KBRI Lisabon juga mengelar lokakarya tari Dindin Badindin dan Randai, tari Dindin Badindin diperuntukan kepada anak-anak, serta tari Randai diperuntukan untuk remaja. Antusias pengunjung yang terdiri dari masyarakat lokal terlihat banyaknya jumlah peserta yang hadir. Workshop membatik dipandu alumni  beasiswa Darmasiswa Indonesia, Guida Carvalho, yang mempelajari batik dan karawitan di Universitas Negeri Semarang.

             Pada acara puncak dimeriahkan dengan konser musik fado oleh penyanyi fado asal Ourém Ana Lains, Dubes  KBRI Lisabon Mulya Wirana menyampaikan sambutan yang berisi tentang hubungan sosio-kultural antara Indonesia-Portugal, serta beberapa pengaruh kebudayaan Portugal yang berkembang di Indonesia. ***4***

(T.H-ZG/C/R. Utami/R. Utami) 19-09-2017 06:36:30

NAMIBIA

TENUN INDONESIA TARIK PERHATIAN PUBLIK DI NAMIBIA 
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 18/9 (Antara) - Busana berbahan tenun dari sejumlah daerah di Indonesia menarik perhatian publik dalam acara Charity Gala Dinner ADS yang diselenggarakan di Namibia.
         Pejabat Penerangan Sosial Budaya KBRI Windhoek, Miranto Suwandi, kepada Antara London, Senin, mengatakan KBRI Windhoek ikut memeriahkan Charity Gala Dinner yang diadakan Asosiasi Istri Diplomat di Namibia (Association of Diplomatic Spouses/ADS) bertempat di Safari Hotel Convention Center-Windhoek.
         "Dengan menampilkan peragaan busana tenun," katanya.
         Karya busana yang diperagakan dalam acara itu berbahan kain tenun Ikat dari Pulau Timor bagian barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kain tenung Songket dari Palembang, Sumatera Selatan, kain tenun Rangrang dari Nusa Penida, Bali.
         Ia menjelaskan dalam peragaan busana tersebut ditampilkan tiga jenis kain tenun koleksi Kumala S. Basuki, isteri Dubes RI untuk Namibia merangkap Anggoa, Eddy Basuki,
    Sejumlah peragawati amatir memeragakan busana tersebut, antara lain P.F. Protkons, Paulina Gupta Wijaya, Riri Beslip, dan Lia Herawan, Kumala S. Basuki, dan beberapa anggota ADS dari Indonesia.
         Mereka, katanya, memanfaatkan acara itu untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, terutama menyangkut kain tradisional.
         Ia menyebut khalayak di Namibia tertarik dengan karya busana Indonesia berbahan tenun tradisional tersebut.
         Selain penampilan kain tenun Indonesia, dalam Charity Gala Dinner juga dimeriahkan dengan peragaan busana dari negara lain, yaitu India, Ghana, Kenya, Malaysia, Jepang, Nigeria, dan Angola, serta penampilan penyanyi kenamaan Namibia, Bongani.

         Charity Gala Dinner ADS dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk
Ms. Kiki Gbeho (Residen Koordinator Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Namibia) sebagai tamu kehormatan, pengurus ADS, kalangan korps diplomatik, media massa, dan masyaraka Namibia.    
    Kali ini hasil penggalangan dana ADS akan difokuskan kepada kesejahteraan anak melalui pemberian bantuan dana pembangunan gedung kepada Mammadu Trust yang merupakan pusat peduli anak di Otjomuise, Windhoek. ***4***

(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 18-09-2017 23:47:18

LASABON

KBRI LISABON MERIAHKAN FESTIVAL" DE SETEMBRO" DI PORTUGAL
            Oleh Zeynita Gibbons


     London, 18/9 (Antara) KBRI Lisabon berpartisipasi dalam  Festival de Setembro 2017 yang diadakan oleh Câmara Municipal de Ourém di Vila Medieval de Ourém, kompleks bangunan kastil bersejarah di kota Ourém, akhir pekan lalu.
          Indonesia diundang sebagai guest country di acara multikultural  yang diikuti negara  Malaysia, Timor Leste dan India, demikian Pensosbud dari KBRI Lisabon, Andre Nurvily  kepada Antara London, Selasa.
         Partisipasi KBRI Lisabon dalam kegiatan yang diadakan  pemerintah kota Ourém  merupakan bagian dari hubungan kerjasama terjalin dengan pemerintah daerah Larantuka, Flores Timur.
         Bupati Yosep Lagadoni Herin dan Walikota Ourém Portugal, Paulo Fonseca sepakat menandatangani MoU Sister City antara Larantuka dan Fatima.
         KBRI Lisabon mendapatkan lokasi di area Kastil Ourém di Praça Dragao (alun-alun) yanng ditata sebagai pusat promosi kebudayaan dan pariwisata Indonesia .  Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan dimeriahkan dengan pertunjukan tari dihadiri sekitar seribu pengunjung selama tiga hari.
         Penonton  sebagian besar masyarakat Portugal menikmati kuliner tradisional Indonesia dan pertunjukan tari Serampang 12, menikmati alunan musik dan gerakan tari yang  mirip dengan musik dan tari tradisional Portugal dari daerah Ribatejo, yaitu dansa fandango.
         Tari Serampang 12 yang berkembang di kerajaan Deli Serdang Medan mendapat pengaruh dari bangsa Eropa, terlihat dari alat musik yang dimainkan yaitu akordion dan biola dikombinasikan dengan alat musik lokal Gendang Bebano, sehingga menghasilkan tari bertempo cepat.
        KBRI Lisabon juga mengelar lokakarya tari Dindin Badindin dan Randai, tari Dindin Badindin diperuntukan kepada anak-anak, serta tari Randai diperuntukan untuk remaja. Antusias pengunjung yang terdiri dari masyarakat lokal terlihat banyaknya jumlah peserta yang hadir. Workshop membatik dipandu alumni  beasiswa Darmasiswa Indonesia, Guida Carvalho, yang mempelajari batik dan karawitan di Universitas Negeri Semarang.

             Pada acara puncak dimeriahkan dengan konser musik fado oleh penyanyi fado asal Ourém Ana Lains, Dubes  KBRI Lisabon Mulya Wirana menyampaikan sambutan yang berisi tentang hubungan sosio-kultural antara Indonesia-Portugal, serta beberapa pengaruh kebudayaan Portugal yang berkembang di Indonesia. ***4***

(T.H-ZG/C/R. Utami/R. Utami) 19-09-2017 06:36:30