Senin, 30 Juni 2014

SOFIA


BAHASA INDONESIA MAKIN DIMINATI DI SOFIA

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 10/6 (Antara) - Pelajaran Bahasa Indonesia makin diminati oleh mahasiswa di Universitas Sofia, apalagi alumni penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) Bulgaria, Kaloyan Petrov dan Polina Cherneva, juga ikut membantu KBRI mempromosikan Indonesia di Bulgaria.

         "Kecintaan terhadap Indonesia telah mendorong keduanya berinisiatif menjadi tamu pada Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia di Universitas Sofia untuk berbagi pengalaman dengan para mahasiswa," kata Sekretaris II KBRI Sofia, Dina Martina, kepada Antara London, Selasa.

         Di depan kelas, Poly dan Kaloyan menampilkan tari Puspa Wresti yang dipelajari ketika mengikuti program BSBI dan mereka juga diajarkan musik tradisional Bali.

         Dalam mempromosikan Indonesia, Kaloyan dan Poli dibantu  Cindytami, peserta AIESEC program dari  ITB Indonesia yang sedang menjalankan programnya di beberapa Sekolah di Sofia.

         Kehadiran ketiga mahasiswa di Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia, telah memberikan nuansa baru pada kelas yang menambah ke-antusias-an mahasiswa untuk mempelajari Indonesia lebih dalam.  
    Hal Ini terlihat dari respons positif mahasiswa dan banyaknya pertanyaan yang diajukan antara lain cara mendapatkan besasiswa BSBI, apa yang dilakukan selama di Indonesia dan juga tentang kehidupan serta tradisi dan budaya Indonesia .

         Kaloyan dan Poli menyampaikan keramahan masyarakat Indonesia, helpful, serta makanannya enak. Mereka sangat terkesan dengan Bali karena masyarakatnya yang masih menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya.

         Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga diajak mengikuti gerakan tari Bali. Para mahasiswa pun tertarik  mengikuti apa yang  dilakukan Poly dan Kaloyan, bahkan mereka berharap dapat mempelajari budaya Indonesia baik tari maupun musik tradisional melalui beasiswa BSBI ataupun Darmasiswa.

         Bagi KBRI Sofia, program BSBI maupun Darmasiswa sangat bermanfaat, mengingat alumni dari kedua program tersebut dapat membantu KBRI dalam mempromosikan Indonesia di wilayah Akreditasi KBRI.  
    KBRI menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kemdikbud yang meningkatkan jatah Darmasiswa tahun 2014/2015 menjadi empat orang dan berharap alokasi bagi program BSBI untuk tahun-tahun mendatang juga bertambah.

         Dina Martina mengatakan melibatkan alumni BSBI dan peserta AISEC program yang seusia dengan mahasiswa  sangat efektif menumbuhkan minat mahasiswa untuk mengenal Indonesia.

         Hal ini dapat dilihat dari kesan yang disampaikan mahasiswa umumnya bahwa konsep pengajaran seperti di atas membuat aktifitas kelas menjadi sangat menyenangkan dan tidak membosankan.

         Mereka juga menyampaikan keinginan untuk memperdalam pengetahuan Indonesia baik budaya dan Bahasanya dan minta pada Semester berikutnya mereka dapat mengikuti pelajaran Kelas Indonesia dengan level yang lebih tinggi.

         Kelas Indonesia saat ini memiliki 28 mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa dari Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia, sementara sisanya professional muda pecinta Indonesia dari luar Universitas Sofia. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 10-06-2014 11:24:45


INDOFEST


DAPOER WONG KITO DAN PECEL LELE DI KOTA ROBIN HOOD 

Zeynita Gibbons
     Oleh Zeynita Gibbons
  Nottingham, 8/6 (Antara)  -    Dapoer Wong Kito yang menyediakan  empek empek Palembang serta hidangan  pecel lele yang sangat terkenal di Tanah Air berhasil melepas rasa rindu warga Indonesia pada acara pesta rakyat  Indofest di kota Robin Hood, Nottingham, Sabtu.

        Indofest yang juga menjadi ajang promosi dan kuliner Indonesia secara resmi dibuka Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb di lapangan University of Nottingham berhasil menarik perhatian masyarakat kota Nottingham.

        Ketua panitia Indofest Erny Willya Alidin,  mengatakan Indofest yang awalnya acara kumpul- kumpul yang digelar  setiap tahun oleh pelajar yang menuntut ilmu di Universitas Nottingham telah berlangsung selama 11 kali.

       Indofest menjadi agenda tahunan pesta rakyat diisi dengan berbagai pertandingan, bazar makanan, stand batik dan busana tradisional kebaya dari R Leny Mc Donell, dan demo membatik pameran foto serta  permainan rakyat di Tanah Air seperti tarik tambang, makan kerupuk, lari dengan bakiak, memasukan pensil ke dalam botol dan balap karung.

      Dubes Hamzah Thayeb menghargai acara yang digelar oleh para pelajar yang diakuinya justru mahasiswa Indonesia yang ada di Nottingham adalah duta bangsa yang langsung mempromosikan Indonesia dikalangan universitas tempat mereka menuntut ilmu.

       "Sudah lama nggak makan pecel lele," ujar Atu Rosalina Sagita yang datang ke acara Indofest bersama sang suami dan putri mereka yang baru berusia setahun Mutiara yang menetap di kota Lougborogh.

        Rasa rindu Atu Rosalina Sagita, pemain bulutangkis Indonesia yang bergabung dengan klub di Perancis itu pun terobati dan juga kegemarannya akan mpek empek yang dijual di warung Dapoer Wong Kita juga terpenuhi.

        Meskipun diawali acara hujan mengguyur kota Nottingham tidak menyuruti keinginan masyarakat Indonesia dan  Inggris untuk meramakan ramainya acara  menghadiri acara pesta rakyat yang menjual berbagai kuliner Indonesia.

       Acara Indofest selalu ditunggu tunggu masyarakat Indonesia bahkan mereka yang tinggal di London dan harus menempuh perjalanan dengan kereta api selama dua jam tidak menyuruti Ika Whitehead yang datang bersama Ansyelina Monika untuk memburu kuliner Indonesia di Indofest.

       Selain itu rombongan dari para pelajar dan masyarakat Indonesia yang datang dengan bus dari Skotlandia, Aberden, Edinburg, Birmingham, Newcastle, Southampton,Exeter, London dan York yang bertujuan untuk mengikuti pesta rakyat.

       Dalam acara Indofest yang mendapat dukungan dari Atase Pendidikan KBRI London itu juga digelar pertandingan sepak bola, futsal, basket dan bulu tangkis memperebutkan piala Bhineka bagi juara umum.

       Atase Pendidikan KBRI London Fauzi Soelaiman dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaannya dan juga selamat kepada panitia Indofest dan kepada para  pendukung acara, penari dan penyanyi serta pemain musik dan peserta bazar sekaligus pamitan karena akan kembali ke Tanah Air tugas sebagai Atdikbud akan berakhir awal Juli.

       Acara Indofest juga dimanfaatkan bagian Konsulat KBRI London mengelar warung konsuler  yang memberikan pelayanan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memperpanjang paspor dan lapor diri yang dilayani langsung oleh protokol consular Minister Consular KBRI London, Eka A Suripto. ***3***
(ZG/b/a011)
arnaz
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 08-06-2014 08:11:13

KIBAR


DUBES MINTA MUSLIM TAMPILKAN CITRA ISLAM SESUNGGUHNYA
     Oleh Zeynita Gibbons
  Markfield, 8/6 (Antara) - Duta besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb minta umat muslim Indonesia disana menunjukkan citra Islam yang sesungguhnya karena selama ini Islam sering disamakan dengan  kekerasan, kemiskinan dan kebodohan.

        Hal itu disampaikan Dubes dalam acara membuka silaturahim akbar Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya( KIBAR) Summer Gathering yang diadakan di kompleks pendidikan Islam Markfield, Lecestershire, Sabtu yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 6-8 Juni .

        KIBAR Summer gathering diikuti lebih dari  200 peserta yang datang dari berbagai daerah di Inggris bertemakan "Membentuk pribadi -pribadi Muslim berprestasi ," menampilkan pembicara utama ustad M Fauzil Adhim, staf pengajar Fakultas Paikologi Universitas Islam Indonesia dari Yogjakarta.

         Lebih lanjut Dubes mengatakan umat Muslim Indonesia dapat mewakili Islam yang sebenarnya.

          "Ada anggapan bahwa Islam sama dengan kekerasan, kemiskinan, dan kebodohan. Kita ingin Muslim Indonesia adalah Muslim yang berprestasi, Muslim yang berhasil," ujar Dubes Hamzah Thayeb.

         Dubes  memuji penyelenggaraan Kibar Summer Gathering yang bertujuan untuk menjalin sulaturahim diantara umat Muslim di Inggris dengan tema Membentuk pribadi-pribadi Muslim berprestasi. Dikatakannya  tema ini bisa membantu menangkal citra atau kesan Islam yang sering diasosiasikan dengan kekerasan, kemiskinan, dan kebodohan.

        Selain menyampaikan sambutan dan membuka silaturahmi akbar KIBAR, Dubes juga membuka dialog dengan warga KIBAR yang datang dari seluruh daerah di Inggris.

        Sementara itu Ketua KIBAR Rahmat Sifaurahman  mengatakan acara KIBAR Summer Gathering merupakan pertemuan umat muslim yang datang dari berbagai daerah seperti Manchester, Birmingham, London,  Milton Kaynes dan Bristol, Glasgow, dan Newcastle.

        Dalam KIBAR Summer Gathering, tampil pembicara utama ustad Fauzil Adhim yang membahas pentingnya membentuk pribadi Muslim Berprestasi dan juga bagaimana membentuk pribadi muslim berprestasi serta misi keluarga muslim.

        Salah satu peserta Kibar summer gathering, Nani Lee dari Milton Kaynes mengakui baru pertama ikut dalam acara KIBAR gathering yang dikatakannya sangat bermanfaat dan dapat menjadi ajang silaturahim dengan temen temen dari berbagai kota karena kadang sulit bertemu 
   Selain menambah  ilmu, Nani yang bersuamikan  Gilbert Lee, mengharapkan dengan ikut dalam Kibar summer gathering dapat  menimba ilmu dan diharapkan bisa memberikan  contoh yang baik.

       "Apalagi propaganda di media massa yang buruk mengenai Islam dan saya harap bisa memberi contoh bahwa Islam itu  indahnya," ujar Nani.

       Dalam acara KIBAR Summer Gathering juga diadakan acara khusus untuk anak-anak seperti teknik berpidato dan  pelatihan menjadi Sakinah Finance untuk remaja yang disampaikan Murniati  Murniati dari Glasgow .

        Selain itu juga diadakan warung konsuler dari KBRI London yang melayani pelayanan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memperpanjang paspor dan lapor diri yang dilayani langsung oleh protokol consular Minister Consular Eka A Suripto.    ***3***
(ZG/b/a011)
arnaz
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 08-06-2014 07:57:03

DOKTER


30 DOKTER ORTOPEDI INDONESIA IKUT KONFERENSI LONDON

          London, 5/6 (Antara) - Sebanyak 30 dokter ortopedi Indonesia, di antaranya dari Surabaya, Solo, Bandung, Jakarta, Banjarmasin, Palembang  mengikuti Konferensi Ortopedi Internasional di London, 4 hingga 6 Juni, kata Direktur Medik Rumah Sakit Al Islam Bandung Dr Dadang Rukanta.

         Ortopedi di Indonesia masih didominasi kasus trauma, sementara di negara maju seperti di Inggris telah bergeser ke kasus degeneratif yaitu kasus karena usia, kata Dr Dadang Rukanta SpOT MKes kepada Antara London, Kamis.

         Menurut Dr Dadang Rukanta,  secara teknologi di kota besar di Tanah Air sudah ada pelayanan modern untuk  kasus sulit dan penyakit degeneratif.

         Dikatakannya,  bagi dokter kegiatan meningkatkan atau update keilmuan menjadi hal yang wajib yang sering disebut dengan  continuos Medical Education  (CME)  atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan yang diperlukan untuk memperbaharui izin praktik.

         Diakuinya, banyak hal baru tentang  pengalaman operasi dan penanganan penyakit  dan diharapkan akan banyak hal  yang  bisa dilakukan di Tanah Air dengan  modifikasi karena  yang  penting tujuannya sama.

         Hal yang penting bagi dokter bedah ortopedi yaitu bisa mengaplikasikan kemajuan penanganan kasus Bedah Ortopedi dengan tailor made sesuai kemampuan dan kondisi pelayanan di Indonesia.

         Menurut dosen di Fakultas kedokteran Universitas Islam Bandung itu, "Banyak kemajuan yang dicapai di dunia internasional, hanya saja kalau diikuti sesuai cara dan teknologi mereka kita belum mampu."
    Kongres yang dilaksanakan setiap tahun merupakan update keilmuan dan pengalaman para ahli Bedah Ortopedi seluruh Dunia, meskipun organisasi ini didirikan di Eropa tapi anggotanya tersebar di seluruh Dunia.

         Dikatakannya dalam konferensi yang juga diikuti dengan seminar dan berbagi informasi tentang  pengalaman, penelitian dan kajian keilmuan tentang Bedah Ortopedi di samping juga untuk saling kenal dan menambah wawasan.

         Menurut Dr Dadang Rukanta, dari Indonesia yang hadir tidak saja dari kalangan dokter universitas juga praktisi Bedah Ortopedi Rumah sakit swasta seperti RS Al Islam Bandung yang berangkat atas dasar personal dengan izin/rekomendasi organisasi Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI/IOA).

         Saat ini hadir Ketua PABOI  Dr Rizal Pohan SpOT yang secara tidak langsung sebagai Ketua delegasi Indonesia dalam konferensi yang diikuti lebih dari lima ribu peserta dari seluruh dunia.

         Bagi kami kegiatan seperti ini bisa manyerap kemajuan keilmuan dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas dan ide kreatif dalam pelayanan  di tanah air, selain itu juga karena bedah Ortopedi terkait dengan teknologi.  
    Selain itu mencari atau menemukan peralatan medis yang sesuai untuk praktik dan pelayanan pada pasien, demikian Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat masjid Salman. ***3***      (ZG)T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 06-06-2014 00:03:46

BERLIN


DUBES BOWO: AKUI DUNIA PENDIDIKAN JADI PERHATIAN UTAMA

          London, 5/6 (Antara) - Duta Besar RI untuk Jerman Dr. Ing. H. Fauzi Bowo menyampaikan bahwa kemampuan untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan sektor profesional telah menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia sejak lama.

         Hal itu disampaikan dalam Dubes Fauzi Bowo dalam acara Inspirational Dialogue II: "Successful Study towards Prospective Job" yang diadakan KBRI Berlin, kata Sekretaris Kedua Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, KBRI Berlin, Fattah Hardiwinangun, kepada Antara London, Kamis.

         Dialog diikuti   pelajar Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Jerman dengan menghadirkan narasumber Presiden Direktur/CEO PT. Siemens Indonesia Josef Winter, Chairman Swiss German University (SGU) Westphalia Stiftung e.V. Prof. Jürgen Grüneberg, dan Senior Expert Airbus Deutschland Agus Pramono.

         Lebih lanjut Dubes Fauzi Bowo menyampaikan harapannya kepada pelaja dan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk dapat memanfaatkan keahlian dan pengetahuan yang mereka dapatkan bagi usaha pembangunan nasional, dan  menjadi duta persahabatan antara Indonesia dengan Jerman.

         Diakuinya menghadapi perkonomian dunia yang semakin kompetitif, keterkaitan antara dunia pendidikan dengan industri/pasar lapangan kerja menjadi sangat signifikan.

         Para pelajar dan mahasiswa sebagai calon pencari kerja mengharapkan adanya lapangan kerja yang menjanjikan, sedangkan industri mengharapkan adanya calon pencari kerja yang kompeten, capable dan berdedikasi untuk menjadi tulang punggung produktivitas industri, ujarnya.

         Untuk mempertemukan dua sisi kepentingan ini, KBRI Berlin mengelar  Inspirational Dialogue II: ¿Successful Study towards Prospective Job¿ yang  merupakan upaya link and match  dalam memfasilitasi terjalinnya networking awal antara pelajar dan mahasiswa Indonesia dengan perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

         Forum ini diharapkan dapat memotivasi para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan tepat waktu dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam menuntut ilmu di Jerman dengan prospek lapangan pekerjaan pasca dunia pendidikan.

         Di sisi lain forum ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada dunia industri Jerman, terutama yang berinvestasi dan mengekspansi usahanya di Indonesia, mengenai potensi pelajar/mahasiswa Indonesia sebagai prospective employee yang professional dan kompeten.

         Dalam kesempatan ini, Duta Besar RI menyampaikan pula pengalaman pribadi dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan dalam mengemban studi di Jerman.

         CEO PT. Siemens Indonesia memberikan paparan antara lain mengenai tantangan yang dihadapi dunia saat ini, serta solusi-solusi teknologi yang ditawarkan oleh Siemens.

         Josef Winter memandang Indonesia memiliki kesempatan dan lingkungan yang sangat baik bagi pertumbuhan, dan mendorong para pelajar Indonesia di Jerman untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia seperti infrastruktur dan energi.

         Sedangkan Chairman SGU Prof. Jürgen Grüneberg memotivasi para pelajar Indonesia untuk mendalami budaya dan etos kerja Jerman demi kesuksesan karir mereka, baik untuk bekerja di Jerman maupun perusahaan Jerman di Indonesia.

         Senior Expert Airbus Agus Pramono membagi pengalaman dalam pengembangan karirnya sebagai expatriat Indonesia di Jerman dan menghimbau pencari kerja memiliki hal-hal seperti expertise di bidang yang ditekuni, kemampuan bahasa Inggris yang baik, keterampilan IT, dan keterampilan berkomunikasi.

         Acara ditutup dengan peluncuran buku Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin berjudul Indonesia Kita Tahun 2030 yang berisi kumpulan esai pelajar Indonesia di Jerman tentang potensi perubahan Indonesia dan bentuk kontribusi pemikiran positif PPI Berlin bagi pembangunan Indonesia.

         Jerman sebagai negara dengan tingkat penguasaan teknologi yang tinggi, industri yang sangat kompetitif di tingkat dunia, menjadi negara tujuan belajar di kalangan pelajar, akademisi dan orang tua di Indonesia. Saat ini terdapat 3.425 WNI yang sedang menempuh pendidikan di Jerman dan jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya. ***3***(ZG)
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 05-06-2014 05:14:51

CORETA


CORETA INDONESIA MERAMBAH LONDON

     Oleh Zeynita Gibbons 

      London, 3/6 (Antara) - Coreta Indonesia, tas kulit yang dipadu dengan kain batik 
berkualitas tinggi mulai merambah Inggris dengan dipromosikannya karya disain mantan penyiar TVRI, Coreta Kapoyos dalam acara Hello Indonesia di Trafalgar Square London, akhir pekan.

             "Saya senang akhirnya bisa memperkenalkan tas batik yang berkualitas tinggi untuk kalangan atas di Inggris," ujar Coreta Kapoyos kepada Antara London saat menjumpai istri dari  Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Putut Eko Bayu Seno itu di London,  Selasa.

            Coreta merupakan alumnus dari Universitas Sam Ratulangi, Manado yang mengawali dunia broadcasting pada tahun 1988,  salah satu presenter dan penyiar senior di stasiun TVRI Nasional yang banting stir menjpengusaha Fashion khususnya tas batik.

             "Saya juga masih mengajar polisi wanita untuk menjadi penyiar yang andal, ujar komisaris utama dari PT Viseta Global Utama,sebuah rumah produksi acara TV di Jakarta dan salah satu tenaga pengajar di sekolah kepribadian John Robert Powers.

              Bercerita awalnya menggeluti dunia fashion, Coreta mengatakan bahwa dalam pergaulan dengan kalangan militer di tempat suaminya mengabdi,  dirinya sering memberikan suvenir kepada para istri  tamu asing berupa tas batik rancangannya. "Mereka sering bertanya dimana bisa dibeli," ujar wanita kelahiran 13 Desember.

            Akhirnya sejak dua tahun lalu, Coreta pun menekuni bisnis membuat tas tangan dengan kualitas tinggi. "Tas yang saya buat memang khusus untuk kalangan asing," ujar Coreta yang juga melakukan promosi di Amerika dan di Paris serta akan ke Italia.

             Selain membuat produk fashion seperti tas dengan namanya Coreta Indonesia yang diilhami dari  disainer terkenal dunia yang mengunakan nama sebagai brand produk seperti sepatu Jimmy Cho dari Malaysia dan juga Michael Kors dan nama lainnya, Coreta juga meluncurkan produk tas dengan namanya.

             Coreta pun menambahkan bran produk tasnya dengan tulisan Indonesia. "Saya ingin meyakinkan bahwa tas Coreta itu buatan anak bangsa Indonesia," ujarnya.

              Banyaknya permintaan akan produk tas batiknya, akhirnya Coreta pun meluncurkan produk lain dengan mengunakan  bahan lainnya seperti  bahan tikar yang juga banyak diminati.

              "Saya harap tahun depan bisa digelar lagi dengan peserta yang lebih banyak dan juga bisa diikuti oleh para pengusaha di Indonesia dan juga dari berbagai kementerian serta propinsi di seluruh Indonesia," demikian Coreta.

    ***2***
(T.H-ZG/B/Z. Meirina/Z. Meirina) 03-06-2014 21:52:06

MARITIM


BUDAYA MARITIM RAMAIKAN PROMOSI INDONESIA DI LONDON

     Oleh Zeynita G
   London, 2/6 (Antara) - Atase Perhubungan KBRI London menghadirkan Budaya Maritim dalam promosi budaya dan wisata Indonesia bernama Hello Indonesia yang berlangsung di alun-alun Kota London pada akhir Mei 2014.

        Atase Perhubungan KBRI London, Capt Sahatua P Simatupang kepada Antara London, Senin mengatakan, pihaknya mewakili Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ikut meramaikan acara Hello Indonesia yang pertama kali digelar itu.

        Dalam acara tersebut, stan Atase Perhubungan KBRI London dihiasi dengan jangkar dan peta besar Indonesia yang menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan.

        Sahatua mengatakan tema budaya maritim dipilih dalam acara Hello Indonesia yang digelar oleh KBRI London bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) antara lain karena Indonesia mempunyai sejarah maritim panjang dan berpengaruh di dunia.

        "Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dimana dua pertiga wilayahnya adalah lautan sehingga "maritime culture" di Indonesia menjadi sebuah bagian yang sangat penting dari perkembangan transportasi di Indonesia," ujarnya.

        Dalam pelaksanaan promosi itu, atase perhubungan melibatkan para pelajar penerima beasiswa dari Kementerian Perhubungan yang saat ini sedang belajar di Inggris.

        Sebanyak lima  pelajar Indonesia dari University of Leeds dan University of Cranfield dan dari University of Birmingham bertugas memberikan informasi mengenai transportasi di Indonesia terutama transportasi laut kepada pengunjung.  
   Meskipun tidak satupun dari kelima pelajar tersebut berasal dari Deritektorat Perhubungan Laut dan memiliki latar belakang maritim, tetapi para pelajar berusaha menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya dengan cara mempersiapkan diri semaksimal mungkin sebelum pameran berlangsung.

        "Saya pribadi senang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam acara internasional yang baru pertama kali diadakan di London ini, terutama melihat antusiasme yang cukup besar dari warga UK," ujar  mahasiswa University of Birmingham, Melia Damayanti.

        Ayu Kharisza, mahasiswa University of Leeds yang juga turut terlibat dalam pameran tersebut menyebutkan bahwa memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang wisata dan transportasi Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri baginya.

        Pendapat senada diungkapkan Ayu Aprilischa dari University of Cranfield yang menyebutkan banyak sisi menarik yang didapatkan dari keikutsertaan dalam kegaitan itu.

        "Kebanggaan sebagai warga Indonesia, pengetahuan tentang transportasi laut di Indonesia adalah nilai tambah yang sangat berharga," katanya.

        Sepanjang pameran atau promosi itu lebih dari 20.000 pengunjung tertarik mengetahui informasi yang lebih detail mengenai maritim di Indonesia.

        Stan Atase Perhubungan menyediakan peta geografi dunia yang menggambarkan tentang luas areal Indonesia termasuk wilayah lautan yang dimiliki.

        Melia Damayanti menyebutkan rata-rata pengunjung ternyata belum mengetahui secara jelas dimana letak Indonesia, sebesar apa wilayahnya, dan bagaimana pengaruh letak geografis Indonesia bagi dunia.

        "Mereka merasa takjub setelah mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang luas dengan letak geografis yang strategis," katanya.

        Untuk itu, lanjut dia, informasi mengenai transportasi sangat penting untuk meyakinkan pengunjung bahwa Indonesia telah menyediakan transportasi laut yang cukup handal dan akan dikembangkan terus- menerus untuk mendukung berbagai sector yaitu pariwisata, ekonomi dan lainnya.***2***(ZG)

(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 02-06-2014 12:48:09