Selasa, 23 Desember 2014

STUNAMI

TELEVISI SPANYOL PAMERKAN FOTO PERINGATI TSUNAMI ACEH
Oleh Zeynita G
London, 20/12 (Antara) - Televisi Spanyol (Television Espanola/TVE) menggelar pameran foto karya fotografer senior stasiun televisi itu, Francisco Magallon di Museum Nasional Antropologi Madrid mulai 17 Desember 2014 hingga 8 Maret 2015 untuk memperingati 10 tahun tsunami Aceh.

Sekretaris Tiga KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti kepada Antara London, Sabtu, mengatakan pameran foto itu terselenggara atas kerja sama TVE dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga Spanyol, Palang Merah Spanyol dan KBRI Madrid.

Pameran foto berjudul "La Ola Negra: El Tsunami 10 Anos Despues. Indonesia: Zona Cero" (Ombak Hitam: Setelah 10 Tahun Tsunami. Indonesia: Titik Nol) tersebut dibuka oleh Dirjen Seni, Aset Budaya, Arsip dan Perpustakaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Spanyol, Miguel Ángle Recio.

Hadir dalam acara pembukaan pameran itu Wakil Ketua Palang Merah Spanyol, Manuela Cabero Moran, Direktur Museo Nacional de Antropología, Fernando Saez Lara dan Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso serta undangan dari berbagai kalangan di Madrid, termasuk staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Madrid.

Fotografer Francisco Magallon menyatakan bahwa dirinya menjadi relawan di Aceh pada tahun 2005 dan terlibat langsung dalam kegiatan tanggap darurat di Aceh.

Kenangan mengenai Aceh sangat membekas di benaknya. Hatinya sangat dekat dengan Aceh. Setelah meninggalkan Aceh pada tahun 2006, dia selalu mengikuti berita tentang perkembangan Aceh.

Sebagai fotografer, dia selalu mencari kesempatan untuk dapat kembali ke Aceh dan pada Juni 2014 dia mendapat tugas jurnalistik ke Aceh, membuat film dokumenter 10 tahun perkembangan Aceh.

Mendokumentasikan Aceh sejak terjadinya musibah tsunami 26 Desember 2004 hingga 26 Desember 2014 yang akan ditayangkan di TVE pada 26 Desember 2014 dan pameran foto tersebut. Foto-foto keadaan Aceh pada awal 2005 hingga akhir 2006 dan 2014 merupakan hasil karyanya yang diambil langsung di Aceh, terakhir pada November 2014.
TVE ingin seluruh masyarakat dunia, khususnya para sahabat dan relawan yang dulu berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan di Aceh, yang belum berkesempatan kembali ke Aceh, dapat mengetahui mengenai perkembangan di Aceh setelah 10 tahun tsunami. Menurut dia, perkembangan di Aceh sangat mengagumkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Palang Merah Spanyol (Cruz Roja Espanol), Manuela Cabero Moran menyatakan bahwa dirinya masih ingat betul saat-saat menegangkan ketika Palang Merah Spanyol menerima berita tentang terjadinya bencana dahsyat tsunami di Aceh yang disebabkan oleh gempa bumi di tengah laut yang membawa korban ribuan penduduk dan harta benda.

Palang Merah Spanyol segera membentuk tim tanggap darurat dan mengajak berbagai instansi di Spanyol, baik pemerintah maupun swasta, untuk membantu warga Aceh.

Palang Merah Spanyol sangat berterima kasih kepada kalangan media Spanyol yang telah memberitakan tentang terjadinya bencana alam di Aceh dan rencana operasi tanggap darurat Palang Merah Spanyol bagi Aceh, sehingga dalam waktu singkat dapat terkumpul bantuan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para relawan dan tenaga medis.

Palang Merah Spanyol dan mungkin Palang Merah di negara lain, belum pernah menghadapi bencana alam seberat dan sebesar Tsunami di Aceh. Namun berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk dari otoritas Indonesia, khususnya Palang Merah Indonesia, maka operasi kemanusiaan pada tahap tanggap darurat yang kondisinya sangat sulit, dapat dilaksanakan.

Setelah tahap tanggap darurat, Palang Merah Spanyol tetap menempatkan tenaga medis dan relawan di Aceh. Menyaksikan perkembangan di Aceh setelah 10 tahun bencana tsunami, Palang Merah Spanyol sangat gembira dengan hasil upaya pemulihan di Aceh.
Menyambut kedua pernyataan tersebut, Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia sangat berterima kasih kepada semua pihak di Spanyol yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tanggap darurat dan rekonstruksi di Aceh, sejak awal 2005 hingga 2014.

Saat itu Pemerintah Spanyol telah mengirimkan Kapal Galicia yang mengangkut bantuan kemanusiaan, obat-obatan, Tentara AL Kerajaan Spanyol, tim medis dan relawan yang jumlahnya lebih dari 500 orang untuk membantu Indonesia pada masa sulit.

Bahkan Ratu Sofia telah berkunjung ke Aceh dan Sumatera Utara pada 2007 untuk melihat secara langsung kemajuan kegiatan rekonstruksi yang didanai oleh Pemerintah dan masyarakat Spanyol.
Mengenai perkembangan di Aceh, Duta Besar Yuli Mumpuni menyampaikan bahwa setelah 10 tahun kegiatan rekonstruksi, keadaan di Aceh saat ini sangat baik.

Pemerintah Daerah Aceh telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan masyarakat Aceh sudah dapat kembali menjalani kehidupan normal. Sektor pariwisata juga dibangun dan pada tahun 2013 Pemerintah menyatakan Aceh sebagai daerah kunjungan wisata.

Hal itu menunjukan bahwa saat ini Aceh benar-benar telah siap untuk menerima kunjungan wisatawan. Aceh menunggu kembalinya para sahabat, para relawan, untuk menikmati keindahan pantainya yang berpasir putih, kulinernya yang sangat khas dan kopinya yang sangat terkenal.

"Para relawan harus mengunjungi Museum Tsunami yang dibangun di Banda Aceh, agar kita selalu mengenang semangat solidaritas sesama warga masyarakat internasional yang harus saling membantu dalam menghadapi bencana," kata Yuli Mumpuni.

Menurut dia, jika para relawan ke Aceh, tidak perlu mengkhawatirkan soal akomodasi karena di Banda Aceh telah berdiri beberapa hotel berbintang.

Untuk melepas rindu pada kopi Aceh, lanjutnya, di sudut-sudut kota juga telah banyak bermunculan kafe yang menyajikan kopi Aceh yang terkenal dengan aroma yang menyengat.
Sementara itu Dirjen Miguel Ángle Recio yang membuka secara resmi pameran foto tersebut menyatakan bahwa penyelenggaraan pameran foto itu merupakan wujud solidaritas kemanusiaan Spanyol terhadap masyarakat Aceh yang terus berlanjut, setelah Spanyol berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan tanggap darurat Tsunami Aceh hingga saat ini.

Menurutnya, setelah 10 tahun tsunami, terjadi perubahan yang sangat menggembirakan di Aceh. Spanyol bangga dengan partisipasinya dalam seluruh proses pemulihan di Aceh.
Dirjen Recio juga ingin suatu saat dapat berkunjung ke Aceh dan mengajak para relawan Spanyol untuk kembali ke Aceh, menikmati aroma kopi Aceh dan keindahan alamnya.
Foto-foto yang ditampilkan dalam pameran itu dibagi dalam tiga segmen yakni kondisi Aceh yang hancur karena Tsunami, kemudian perkembangan pada saat proses rekonstruksi dan kemajuan setelah 10 tahun rekonstruksi.

Selain foto, ditampilkan pula video dokumenter koleksi Palang Merah Spanyol dan TVE tentang kondisi Aceh pada saat Tsunami dan pada periode tanggap darurat.


TVE akan menayangkan film dokumenter berjudul sama dengan tema Pameran Foto, "La Ola Negra: El Tsunami 10 Anos Despues. Indonesia: Zona Cero" pada 26 Desember 2014, tepat 10 tahun setelah Tsunami di Aceh. ***3***(ZG) (T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 20-12-2014 23:22:58

DESRA

DUBES DESRA PERCAYA DAPAT DOKTOR UNIVERSITAS BIRMINGHAM

Oleh Zeynita Gibbons
London, 19/12 (Antara) - Kepala Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Perserikatan Bangsa Bangsa New York, Desra Percaya, mendapat gelar doktor Honoris Causa dari Universitas Birmingham sebagai pengakuan atas kontribusinya di bidang diplomasi.

"Saya terharu mendapat kehormatan dari almamater," ujar Duta Besar Desra Percaya yang sebelumnya meraih gelar master di Birmingham University, kepada Antara London usai sholat Jumat (19,12).

Upacara pemberian gelar doktor kehormatan (HC) itu dilakukan di tempat bersejarah Great Hall di Birmingham, disaksikan ratusan wisudawan lainnya dan keluarga.

Desra Percaya yang sangat konsen dengan pendidikan dalam pidato pengkuhannya dalam suatu sidang yang digelar Kamis (18/12), mengakui bahwa ia teringat akan pesan sang bunda yang mengatakan, "jika kamu ingin maju, harus melalui pendidikan".

Diplomat karier kelahiran Malang, Jawa Timur, itu pun mengutip ucapan Nelson Mandela yang pernah berkata "Pendidikan adalah senjata paling ampuh di mana Anda dapat mengubah dunia".

Diakuinya melalui pendidikan, ketidaktahuan bisa dikalahkan. Perdamaian, kemajuan dan transformasi dapat dicapai. "Itulah sebabnya kita tidak boleh berhenti belajar serta berbagi pengetahuan," ucap Desra.

"Tidak peduli apa bidang anda, pendidikan memungkinkan anda untuk mempertajam analisis dan mengembangkan solusi dengan keyakinan tak tertandingi," demikian Desra Percaya yang menjabat Dubes RI untuk PBB sejak Februari 2012.

Sebelumnya Desra menjabat Deputi Dubes RI untuk PBB di Jenewa, Swiss, sekaligus menjabat sebagai perwakilan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan organisasi international lainnya yang berpusat di Jenewa.

Di awal sambutan pengkukuhannya Dubes Desra mengakui bahwa ia sangat tersanjung dan terhormat menerima doktor kehormatan ini. "Saya berterima kasih kepada Prof Dr David Dunn sebagai mentor yang mencalonkannya".

Ayah tiga anak, Asetya, Aditya dan Maudy dari hasil perkawinannya dengan Sari itu juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Wakil Rektor Universitas Birmingham Prof Sir David Eastwood, dan mengakui sangat beruntung diajar oleh profesor yang sangat kompeten dan inspirasi, seperti Prof Dr David Dunn dan Prof Dr David Armstrong.

Menurut mantan Jubir Kemlu tahun 2006 - 2008 itu, studinya di Universitas Brimingham dan berinteraksi di Departemen Politik serta di luar dengan fakultas lain terbukti sangat berdampak dalam membentuk jalur kariernya sebagai diplomat.

Lembaga yang indah ini yang membuka pintu untuk karier dan mengarah ke posisinya saat ini, sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB di New York, ujar Desra yang meraih gelar Sarjana Sosial dan Politik dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Dalam pidato pengukuhannya Desra Percaya mengatakan 20 tahun sejak pertama kali meletakkan kaki di West Midlands. Birmingham membawa kenangan tersendiri antara lain band abadi - Duran Duran dan tim sepak bola - Aston Villa serta Birmingham City dan kemegahan kota.

Pertama kali mengijakkan kaki di Central Station Birmingham Agustus 1994, Desra berkeyakinan ia berbicara bahasa Inggris. "Tapi segera kepercayaan diri menguap," ujarnya disambut gelak gemuruh karena lanjutnya setiap orang yang dihampirnya tidak mengerti apa yang diucapkan. "Rupanya, orang di Birmingham tidak berbicara bahasa Inggris. Mereka berbicara Brummese, terutama di Bullring Market.

Desra mengakui gelar kehormatan doktor yang diberikan berkaitan dengan pekerjaannya dalam diplomasi. Melihat seluruh dunia saat ini, ada begitu banyak perkembangan mengecewakan, ujarnya.

Konflik, kebencian, radikalisasi, terorisme dan pertumpahan darah berlanjut terjadi di banyak tempat. Secara ekonomi, meskipun keuntungan dalam perdagangan global dan kekayaan, masih banyak masalah yang signifikan, tidak sedikit kesenjangan, kemiskinan, pemanasan global dan penyakit seperti Ebola.

Sementara sejumlah negara yang telah berkembang, penolakan demokrasi dan HAM serta hukum internasional. Hal ini berdampak suram. Beberapa pakar memprediksi kembalinya perang dingin dengan pemotongan multilateralisme dan kemanjuran PBB.

Desra menyimpulkan bahwa kita ditetapkan untuk hidup dalam ketidakharmonisan yang sempurna dan hal ini tentu menjadi tantangan.

Diplomasi adalah seni kemungkinan dan non-penggunaan kekuatan.

Ini adalah tentang menarik yang menjadi harapan dan kebaikan pada semua orang, dan berkeyakinkan memiliki kepentingan dalam dialog saling menghormati. Tidak ada satu negara yang dapat mengatasi tantangan internasional saat ini.

Kompleksitas dan antar-ketergantungan memaksa diplomasi multilateral yang kuat untuk itu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi secara signifikan dalam menanggulanginya, demikian Desra yang bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI 1986 silam.

Desra yang terlibat dalam banyak agenda penting luar negeri mulai dari diplomasi hak asasi manusia, perlucutan senjata hingga ekonomi pembangunan. Ia juga terlibat dalam penyelesaian berbagai isu seperti ikut mengatasi perompak Somalia, suaka politik 43 warga Papua ke Australia hingga karikatur Nabi Muhammad di Denmark. ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 20-12-2014 06:29:12


NATAL

WNI MERAYAKAN GALUNGAN KUNINGAN DAN NATAL BERSAMA
Oleh Zeynita Gibbons

London, 19/12 (Antara) - WNI yang terdiri atas komunitas Hindu Bali dan Kristiani di Ceko untuk pertama kalinya menggelar perayaan bersama Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Natal di aula KBRI Praha.

Perayaan menggabungkan unsur-unsur budaya pada Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Natal, seperti tarian Bali, nyanyian Dharma, lagu-lagu Natal serta pohon Natal, Gebogan, batu Paras dan Baan dekorasi dari daun lontar, ujar Sekretaris Ketiga dan Juru Bicara KBRI Praha Fitriyani Riduan kepada Antara London, Jumat.

Dalam acara ini tidak ketinggalan Santa Kluas yang berpakaian Bali, berjenggot dan memakai udeng-udeng, membagikan goodie bag kepada anak-anak kecil yang hadir.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha A Guntur Setyawan mengatakan, perayaan ini mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia dimanapun berada, mengakui adanya keberagaman dan perbedaan, namun pada saat yang bersamaan adalah satu bangsa, yang saling menghormati, hidup rukun dan damai serta bergotong-royong.

Nilai-nilai tersebut merupakan pengejawatahan budaya tinggi yang telah diajarkan para leluhur, ujarnya.
Tokoh masyarakat Hindu Bali dan Kristiani di Ceko, Tjokorda Agung dan Pierre Kansil hadir memberikan sambutan.

Sejumlah elemen masyarakat hadir dan mendukung acara seperti warga Muslim, diaspora Indonesia dan Friends of Indonesia yang ada di Ceko.

Tari Panyembrana dan Legong masing-masing dibawakan Desak Nyoman Sukerti dan Uchita Nadia Reza Danaatmadja, penari yang juga bekerja sebagai terapis spa.

Dalam alunan Angklung Arumba, Dharma Wanita dan staf KBRI Praha mempersembahkan lagu Jingle Bells, We Wish You A Merry Christmas, Janger serta persembahan tari Kecak oleh staf KBRI Praha dan masyarakat.

Pada Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu Bali melaksanakan ritual persembahyangan pada pagi harinya, sementara umat Kristiani melaksanakan ritual Kebaktian/Misa Natal.

Komunitas Hindu Bali merupakan salah satu komunitas terbesar WNI di Ceko, sebagian diantaranya bekerja sebagai terapis spa yang tersebar di pusat-pusat spa berbagai kota di Ceko.

Bagi publik Ceko, eksotisme Pulau Bali adalah bagian yang paling dikenal dari Indonesia dan merupakan tujuan wisata utama. Ceko merupakan salah satu negara Uni Eropa (EU) yang tidak memiliki laut atau landlocked country. ***3*** (ZG)



(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 19-12-2014 21:36:24


MADAGASKAS

DHARMA WANITA GELAR DONOR DARAH DI MADAGASKAR
Oleh Zeynita Gibbons

London, 18/12 (Antara) - Dharma wanita Persatuan KBRI di Madagaskar mengelar kegiatan donor darah yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Palang Merah Madagaskar dan Pusat Transfusi Darah Rumah Sakit HJRA.
Kegiatan donor darah yang diadakan di KBRI Antananarivo diadakan sekaligus merupakan kegiatan menyongsong 40 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Madagaskar, demikian Staf Pensosbud KBRI Antananarivo, Rakotondrina Barnabe kepada Antara London, Kamis.
Kegiatan yang diselenggarakan kali ini memiliki makna yang lebih khusus lagi karena juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang ke-15 serta Hari Ibu pada 22 Desember mendatang.

Donor darah diikuti sekitar 41 orang yang selain berasal dari Keluarga Besar KBRI Antananarivo, masyarakat Indonesia yang sedang bekerja atau menunaikan tugas kedinasan di Madagaskar serta kehadiran tamu-tamu antara lain Tenaga Ahli Kementan RI (TAKRI) Kerjasama Kedelai, Dosen-Dosen Universitas Trisakti yang mengajar di Universitas Antananarivo, Konsultasi Migas Geo-Tech.

Peserta donor darah ini lebih bervariasi dari mitra KBRI di berbagai kalangan Madagaskar beserta jajarannya, yakni Kementerian Luar Negeri (Direktur Asia dan Negara Berkembang), Kementerian Perdagangan (Sekjen), Kementerian Pariwisata (Sekjen), Ikatan Alumni Inonesia (IAI) dan AMIF (Asosiasi Persahabatan Wanita Indonesia dan Madagaskar).
Kegiatan donor darah di KBRI Antananarivo merupakan kegiatan rutin setiap empat bulan yang dikaitkan dengan program Humanitarian Social Mission Responsibility (HMSR) sejalan dengan visi serta Pendekatan perwakilan, yakni Persaudaraan Abadi dan Tali Kasih yang dalam bahasa Madagaskar disebut Fatoram-pifankatoavana.
Beberapa calon pendonor yang belum berkesempatan ikut pada kesempatan tersebut, akan mengikuti kegiatan donor darah pada minggu kedua Desember. ***3*** (ZG)

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 18-12-2014 23:52:36


WAYANG

WAYANG KULIT "MUNYUK KOBONG" PUKAU PENONTON LONDON

Oleh Zeynita Gibbons

London, 15/12 (Antara) - Wayang kulit dengan lakon "Munyuk Kobong" atau "Hanoman Terbakar", dengan diiringi gamelan Southbank London memukau ratusan penonton sebagian besar masyarakat Inggris di Southbank Hall Festival London, akhir pekan.

"Keren bisa nonton wayang di London," ujar Al Hanif, mahasiswa Indonesia yang tengah belajar Human Right di Oriental and African Studies University of London kepada Antara London, Minggu.

Pagelaran Wayang Kulit dan Tarian Jawa yang digagas oleh Kelompok Gamelan di Southbank Centre tersebut, berhasil menarik perhatian ratusan orang yang datang, tidak hanya orang tua melainkan juga remaja dan anak-anak.

Acara yang dimulai sejak jam 1 siang sampai jam 7 malam waktu London itu, juga menampilkan Tarian Jawa yang dibawakan penari yang tergabung dalam Lila Bhawa, dengan penari Ni Made Pujawati bersama lima anggota Lila Bhawa di antaranya penari-penari bule yang berkolaborasi dengan warga negara Indonesia yang berdomisili di London.

Meskipun gerakan mereka tidak seluwes penari profesional, namun ratusan penonton yang hadir sangat antusias menikmati tarian yang dipadu dengan alunan musik gamelan.
Setelah pagelaran tari selesai dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit dengan lakon Hanoman Terbakar, dengan dalang Sujarwo serta musisi dari ISI Surakarta yang ikut membantu penampilan gamelan Southbank.

Menurut Al Hanif, uniknya jika biasanya pertunjukan wayang kulit dilakukan semalam suntuk, kali ini cuma dilakukan selama dua jam mulai pukul lima sampai tujuh malam.

Selain itu, dialog juga disampaikan dalam dua bahasa, yakni bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Sesekali penonton tertawa karena dalang membuat lelucon dalam bahasa Inggris.

"Sayangnya, tidak ada narasi dari pembawa acara mengenai lakon Hanoman Terbakar," ujar Al Hanif yang juga dosen di Universitas Jember .

Selain itu, juga tidak ada naskah maupun selebaran tertulis yang menarasikan alur cerita kepahlawanan Si Kera Putih dalam membumihanguskan Alengka yang menjadi Kerajaan Rahwana, ujarnya.

Menurut Hanif, penonton sebenarnya lebih menikmati alunan gamelan daripada melihat keahlian dalang dalam memainkan wayangnya.

Bahkan, dua mahasiswi dari Universitas Brighton yang duduk di bagian kursi paling depan sangat antusias mengikuti pertujukan wayang itu, namun sempat bertanya kepada Hanif dari mana musik gamelan yang menurut mereka sangat unik.

Hanif pun menjelaskan bahwa gamelan adalah musik tradisional dari Indonesia.

Lalu Pafa, salah satu mahasiswi tersebut berkata, "Aku sangat ingin pergi ke sana secepatnya untuk belajar bermain alat musik itu. I really want to visit this country so badly after listening to this music (gamelan)," ujarnya.

Hanif yang juga mengelola Wisma Merdeka bagi pelajar Indonesia yang menginap di London, menerangkan tentang peluang untuk belajar gamelan di Indonesia yang ditawarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui skema Beasiswa Darmasiswa.
Pafa menyatakan sangat antusias untuk mendaftar, agar bisa mewujudkan impiannya belajar Gamelan dan melihat keindahan ragam budaya Indonesia.***3***

Budisantoso Budiman

(T.ZG)(T.H-ZG/B/B. Budiman/B. Budiman) 15-12-2014 05:55:23

FAO

RI-FAO TINGKATKAN KEMITRAAN BIDANG PANGAN

London, 14/12 (Antara) - Indonesia dan Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (UN Food and Agriculture Organization/FAO) menandatangani Letter of Intent (LoI) menandai peningkatan kemitraan di bidang pangan dan pertanian, dilakukan di markas FAO di Roma.

Penandatangani Letter of Intent (LoI) tersebut dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono sebagai wakil Pemerintah Indonesia dan Deputi Direktur Jenderal FAO bidang Operasional, Daniel Gustafson sebagai wakil FAO, demikian Minister Counsellor KBRI Roma Nindarsari Utomo kepada ANTARA London, Minggu.

Penandatanganan ini merupakan tonggak awal dalam membangun kemitraan RI-FAO di bidang yang menjadi kepentingan Indonesia, antara lain pembangunan pertanian dan pedesaan, perikanan, kehutanan, serta ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat.

LoI ini akan ditindaklanjuti melalui pembentukan perjanjian kemitraan (partnership agreement), menggantikan Host Country Agreement tahun 1978 yang merupakan satu-satunya payung hukum hubungan RI-FAO sampai saat ini.

Kemitraan ini akan mendorong peningkatan hubungan RI-FAO yang tidak lagi menempatkan hubungan keduanya sebagai pemberi dan penerima bantuan namun menjadikan FAO sebagai mitra yang saling menguntungkan dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional di bidang pangan dan pertanian.

Kemitraan FAO-RI juga ditujukan untuk memperkuat kerjasama selatan-selatan dan triangular cooperation yang selama ini sudah diberikan Indonesia kepada negara-negara berkembang sejak pertengahan tahun 1980-an.

Kerjasama Selatan-Selatan yang dikembangkan FAO selama ini diantaranya terinspirasi oleh Kerjasama Teknik Antar-Negara Berkembang (KTNB) yang mulai ditawarkan Indonesia kepada Negara-negara berkembang di kawasan Afrika pada tahun 1986 dalam rangka mendorong kemitraan Asia-Afrika.

Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priyono mengatakan ruang lingkup Kerjasama Kemitraan RI-FAO didasarkan pada prioritas Pembangunan Nasional Indonesia dan RPJMN 2015-2019 di bidang pangan dan pertanian.

Diharapkan akan dapat mendorong peningkatan peran Indonesia dalam berbagi pengalaman dan keahlian dengan sesama negara berkembang melalui kerjasama Selatan-Selatan.

Sementara itu Deputi Dirjektur Jenderal FAO bidang Operasional, Daniel Gustafson, menggarisbawahi bahwa LoI ini merefleksikan semakin pentingnya kontribusi dan peran aktif Indonesia dalam kerjasama internasional di bidang pangan dan pertanian. Hal ini mengingat Indonesia sebagai Negara dengan potensi pertanian yang besar dan pengalaman Indonesia yang sangat luas di Kerjasama Selatan-Selatan.

Selanjutnya Hari Priyono menyampaikan setelah penandatangan LoI ini Pemerintah Indonesia akan segera melakukan koordinasi dengan melibatkan semua kementerian terkait untuk menyusun program prioritas kemudian akan disusun suatu concept paper yang menjadi rujukan dasar pembahasan naskah Perjanjian Kemitraan RI-FAO. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 14-12-2014 16:58:00


PONTIANAK

PROMOSI KULINER KHAS PONTIANAK DI LONDON

London, 17/12 (Antara) - Tim pengerak PKK Kabupaten Mempawah mengelar promosi Kuliner khas dari Pontianak khususnya Kabupaten Mempawah berupa nasi jagung Sinjeli bakar, tongkol pindang sepur dan sayur Lawar Pauh Sejagat di KBRI London.

Tim Pengerak PKK Kabupaten Mempawah merupakan pemenang lomba masakan Nusantara yang diadakan Kementerian Perdagangan RI tahun 2013, ujar Atase Perdagangan KBRI London, Rita Rosiana kepada Antara London, Selasa.

Dikatakannya lomba Memasak Makanan dan Minuman Khas Daerah merupakan salah satu kegiatan tahunan bergengsi dalam Pameran Pangan Nusa yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan RI setiap tahun.

Menurut Rita Rosiana, lomba ini bertujuan mengembangkan potensi daerah, khususnya keanekaragaman cita rasa nusantara, serta mendorong pengembangan produk kuliner nasional.

Promosi kuliner khas dari Pontianak di London dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mempawah Hj Erlina Ria Norsan, selain menyajikan makanan utama, juga dipromosikan kue dan minuman seperti kue Bingka Berendam dan minuman jeker bingka yang mengundang selera para undangan yang datang.

Makanannya yang disajikan oleh tim pengerak PKK Kabupaten Mempawah sangat nikmat dan beda dengan makanan biasanya, meskipun bahan yang digunakan sederhana dan cara masaknya pun sangat simple, ujar Lusi T Hermono, salah satu pengunjung yang ikut mencicipi promo kuliner dari Pontianak.

Lomba masak tingkat nasional ini merupakan puncak dari rangkaian lomba masak tingkat regional yang diikuti peserta dari Sumatera, Kalimantan dan NTB yang digelar di Kalimantan Barat yang juga diikuti 14 kabupaten yang dimenangkan Tim Pengerak PKK Kabupaten Mempawah.

"Saya senang bisa mempromosikan kuliner dari Kabupaten Mempawah di London," ujar Hj Erlina Ria Norsan, menambahkan meskipun perjuangan ke London cukup berat.

Menurut Ny Erlina , sedianya mereka akan mempromosikan kuliner dari Mempawah ini ke Amerika sebagai hadiah bagi pemenang lomba, namun karena berbagai hal akhirnya dipilih Inggris.

Untuk itu Ny Erlina menyampaikan penghargaannya kepada Dutabesar RI di Kerajaan Inggris Hamzah Thayeb beserta jajaran serta Bupati Mempawah yang mendanai sepenuhnya perjalanan promosi kuliner dan Gubernur Kalimantan Barat yang ikut mensuport.***3***
(ZG)

(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 17-12-2014 05:21:39