Senin, 05 Juli 2010

KBRI Madrid

KBRI Madrid Gelar Bazar Amal Benefico

Senin, 5 Juli 2010 05:40 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 444 kali
London (ANTARA News) - KBRI Madrid mengelar Bazar Benefico 2010, bazar amal yang berlangsung selama dua hari, dengan mendapat sambutan lebih dari 1000 masyarakat Indonesia dan Spanyol di Madrid.

Bazar ini merupakan event utama memperkenalkan budaya, pariwisata, dan kuliner Indonesia kepada masyarakat Spanyol dan masyarakat internasional yang tinggal di Spanyol, ujar Sekretaris III/ Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Madrid, Krisnawati Desi Purnawestri kepada koresponden ANTARA Senin.

Penampilan berbagai kesenian Indonesia, mulai dari tari-tarian berbagai daerah di Nusantara: tari Bali, tari Saman, Yapong, Merak, dan lainnya serta musik gamelan, serta penampilan wayang kulit, yang berhasil memukau lebihd ari 1.000 pengunjung yang dating setiap harinya.

Selain untuk mempromosikan Indonesia, bazar ini juga bertujuan untuk amal, sehingga melalui penjualan berbagai makanan dan kerajinan tangan, rifa, serta pelelangan, hasilnya akan disalurkan untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia yang kurang mampu.

Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, ibu Adiyatwidi Adiwoso menyampaikan bahwa bazar ini akan menampilkan keberhasilan pertukaran budaya Indonesia-Spanyol.

Hal ini terlihat dengan ditampilkan gamelan Jawa yang dimainkan warga Spanyol, serta pertunjukan wayang kulit yang dimainkan dalang seorang warga Spanyol. Selain itu pertunjukan tarian khas Spanyol flamenco, yang ditarikan oleh warga Indonesia.

Tidak hanya pertunjukan kesenian yang memukau masyarakat, sajian berbagai makanan Indonesia mulai dari sate, gado-gado, bakso, nasi uduk, dan berbagai makanan kecil lainnya juga sangat diminati masyarakat yang mengunjungi bazar tersebut.

Di akhir bazar akan dilakukan pengundian rifa yang berupa berbagai hadiah hasil sumbangan sponsor dan hadiah utama berupa tiket penerbangan ke Bali menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia, serta paket menginap di Bali untuk dua orang. (ZG/K004)

Siswa/i LabSchool

Siswa/i LabSchool Jakarta Manggung di Univ Leeds Inggris

Senin, 5 Juli 2010 05:36 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 889 kali
Siswa/i LabSchool Jakarta Manggung di Univ Leeds Inggris
Ilustrasi Pagelaran Tari (ANTARA/ Wahyu Putro A)
London (ANTARA News) - Pagelaran seni tari dan musik ditampilkan rombongan kesenian yang dibawakan oleh siswa-siswi LabSchool Jakarta berhasil memukau sekitar 150 pengunjung yang memenuhi gedung pertunjukan stage@leeds, Universitas Leeds di kota Leeds Inggris.

Counsellor Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat kepada koresponden Antara London, Senin mengatakan pagelaran budaya Indonesia tersebut merupakan bagian dari Acara Malam Apresiasi Indonesia untuk Konsorsium 13 Universitas Inggris.

Menurut Herry Sudradjat, ke 13 Konsorsium Universitas di Inggris itu memberikan beasiswa kepada pengajar universitas di Aceh yang disebut dengan Aceh Scholarship Scheme berlangsung sejak tahun 2005.

Dikatakannya para siswa-siswi LabSchool Jakarta menampilkan Tari Lenggang Nyai dari Jakarta yang dibawakan enam penari puteri yang melenggang-lenggok dengan pakaian tari yang berwarna cerah dan iringan musik gambang kromong Jakarta .

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian Indang dan Piring dari Sumatra Barat, tari Giring Giring dari Kalimantan oleh para penari putri serta penampilan musik perkusi oleh para siswa sekolah tersebut dan ditutup dengan tarian Aceh yang sangat dinamis dengan kostum tradisional Aceh berwarna warni.

Kelompok kesenian siswa dan siswi Labschool Jakarta tersebut mengadakan kunjungan ke Inggris selain tampil di acara malam apresiasi di Universitas Leeds tersebut juga tampil di pada resepsi pembukaan pameran Arsitektur Indonesia di London serta pagelaran kesenian di salah satu sekolah di Inggris.

Dikatakannya kunjungan siswa dari Labschool ke Inggris juga dimanfaatkan untuk berkunjung ke Universitas terkemuka lainnya di Inggris seperti Universitas Cambridge dan Oxford .

Acara kunjungan siswa dan siswi LabSchool Jakarta ke Inggris tersebut merupakan bagian dari program pertukaran promosi budaya bangsa oleh siswa siswi Indonesia yang digagas oleh KBRI London. Sebelum kembali ke Indonesia para siswa-siswi LabSchool tersebut diterima Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Yuri Thamrin, di kediaman resmi Wisma Nusantara yang terletak di Hamstead, London . (ZG/K004)

Sabtu, 03 Juli 2010

ALL NATS FEST

KBRI Berlin Ikut Meriahkan All Nations Festival

Sabtu, 3 Juli 2010 05:34 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 532 kali
London (ANTARA News) - KBRI Berlin kembali ikut memeriahkan "Open House" dalam rangka acara "All Nations Festival" 2010 ini diikuti 28 perwakilan asing di Berlin yang merupakan jumlah peserta terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Keikutsertaan KBRI Berlin dalam acara tersebut merupakan yang ke-tujuh kalinya secara berturut-turut yang diharapkan dapat mencatat mencatat record pengunjung lebih 1.000 orang dalam pagelaran berlangsung selama tujuh jam dari 11.00 hingga pukul enam sore pada tanggal 10 Juli mendatang.

Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono kepada koresponden Antara London, sabtu mengatakan berbagai acara telah dipersiapkan untuk menarik pengunjung dalam acara open house tersebut diantaranya pertunjukkan musik angklung, gamelan, pencak silat, tarian-tarian, band DM-Besi, fashion show batik dan lurik.

KBRI Berlin juga menyiapkan Spa Indonesia, untuk para pengunjung yang ingin merasakan nikmatnya Spa Indonesia dapat mencobanya dalam rangka acara tersebut.

Disamping itu, pengunjung mempunyai kesempatan mendapatkan tombola, termasuk tiket pesawat ke Indonesia PP bagi mereka yang memenangkan quiz pertanyaan yang diajukan panitia.

Sesuai dengan tema yang ditetapkan penyelenggara kali ini yakni ?Geburtstag? (atau hari lahir), KBRI Berlin mempresentasikan tumpengan ulang tahun ?nasi kuning? dan memperkenalkan Astrologi Jawa.

Warung Indonesia yang dikelola Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin, menyiapkan berbagai hidangan masakan Indonesia antara lain sate, rendang, bakso, siomay, dan lainnya yang dapat dinikmati para pengunjung.

Disamping itu, berbagai produk dan kerajinan Indonesia juga akan dipamerkan dalam rangka acara tahunan di Berlin tersebut. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian, termasuk pelayanan visa satu jam. (ZG/K004)

COPYRIGHT © 2010

KBRI HUNGARIA

Pemuda RI Dan Hungaria Gelar Tari Tarian di Sarmellek

Sabtu, 3 Juli 2010 05:37 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 564 kali
London (ANTARA News) - Pertunjukkan tari dan musik tradisional Indonesia disambut meriah oleh masyarakat kota Sarmellek di dekat danau Balaton Hungaria yang terkenal saat digelar pertunjukan yang dilakukan Sungear Foundation dan Tim Sanggar KBRI Budapest.

Acara digelar di aula Erdei Iskola Sarmellek yang dikelola Pusat Perkemahan Sarmellek merupakan kerja sama keempat kalinya KBRI Budapest dengan Sungear Foundation yang mendapat dukungan Pemerintah daerah Hungaria, ujar Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Budapest, Annie P.Rosita Yunus kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Dikatakannya Yayasan Sungear Foundation Hungaria itu bertujuan memajukan kelompok masyarakat "Roma" atau Gypsy, khususnya kaum mudanya.

Selama ini Pemerintah Hungaria memberikan perhatian kepada kelompok minoritas Gypsy Hungaria terlebih lagi setelah Uni Eropa memprogramkan pengintegrasian kelompok-kelompok ?Roma? di seluruh kawasan ke dalam masyarakat setempat sehingga mereka dapat mencapai tingkat kehidupan setara dengan warga lainnya.

Ketua Sungear Foundation, Imre Bogdan, dalam sambutannya, selain menyatakan terima kasih kepada KBRI, juga mengindikasikan rencana tur budaya Gypsy yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Hal tersebut mendapat sambutan Dubes RI untuk Hungaria, Mangasi Sihombing yang menyampaikan wejangan bagi para pemuda dalam menyikapi perkembangan masyarakat dunia dewasa ini. Dubes juga mengemukakan promosi wisata Indonesia.

Pada malam kesenian tersebut pemuda ?Roma? menampilkan tari-tarian Gypsy yang sangat dinamis dan mendapat sambutan dari hadirin. Ikut hadir menyaksikan pertunjukan adalah para pejabat pemerintah kota Sarmellek dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara tiga tarian daerah dibawakan Tim Sanggar KBRI yang terdiri dari Pratiwi Ananda Putri, Renata Suparmadi, Ukdah, Nemeth Andi, Alexander Riyanto, Kharisma Milad dan Neo Akbar.

Sedangkan musik tradisional dari Sumatra Utara dibawakan Agus Rohman, Jarot Rahardjo, Gabor Nemeth dan Yudhi Gunawan.

Tari-tarian Gypsy dibawakan secara bersama dan perorangan oleh Balazs Bogdan, Anna Bogdan, Katalin Papai, Mihaly Papai dan Josef Orsos.

Balazs Papai adalah penari top yang telah berlanglang buana ke manca negara termasuk Amerika Serikat, Kanada dan negara-negara Eropa.

Anna Bogdan, disamping sebagai penari adalah juga seorang intelektual dan berpredikat Ph.D dan aktif dalam Sungear Foundation, demikian Annie P.Rosita Yunus. (ZG/K004)

COPYRIGHT © 2010

DUBES MAROKO

Indonesia Dukung Proses Negosiasi Damai Palestina-Israel


Jumat, 2 Juli 2010 07:29 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika | Dibaca 639 kali
Indonesia Dukung Proses Negosiasi Damai Palestina-Israel
Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja. (ANTARA)
London (ANTARA News) - Indonesia mendukung proses negosiasi damai Palestina-Israel ke arah two-state solutiondan siap bekerja sama dengan seluruh anggota masyarakat internasional dalam mencapai tujuan tersebut.

Keterangan yang disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja, kepada koresponden ANTARA News London, Jumat, menyebutkan, pernyataannya itu disampaikan pada pidato sebagai kepala delegasi Indonesia di United Nations African Meeting on the Question of Palestine yang berlangsung di Rabat, Maroko, selama dua hari pada 1 dan 2 Juli 2010.

Tosari mengatakan, yang penting penyelesaian menyeluruh bukan hanya politik, tetapi juga masalah lainnya seperti perbatasan, air bersih, pemulangan pengungsi ke Tanah Air-nya.

Pada pertemuan yang dihadiri wakil dari PBB, organisasi internasional, dan negara-negara Afrika, Timur Tengah, negara Islam dan sejumlah negara lainnya, seperti Yunani, Prancis, Tosari Widjaja mengatakan, Indonesia tetap akan berpartisipasi dalam setiap upaya penyelesaian menyuluh perdamaian konflik Israel dan Arab.

"Israel jangan hanya menjadi penonton tetapi juga harus bersedia untuk melibatkan dalam perundingan penuju damai," ujar mantan anggota Komisi I DPR RI dan wakil Ketua Badan Pekerja MPR RI itu.

Untuk penyelesaian konflik intern di Palestina, Indonesia mendukung di bawah pimpinan Mesir, sedang di eksternal Israel harus berada di dalamnya, dan di kelompok ini Indonesia menyerahkan agar AS tampil sebagai pimpinan.

Menurut Dubes Tosari, Indonesia tetap akan ikut berpartisipasi pada setiap upaya penyelesaian menyeluruh perdamaian atas konlik Israel dan Arab. "Jangan lupa penyelesaian menyeluruh itu termasuk Jerussalem dan pengaturan keamanan," ujar salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia dan di dunia.

Dalam pernyataannya, Dubes Tosari Widjaja mengatakan, sebagai ketua delegasi Indonesia, ia memandang bahwa pertemuan ini terjadi di saat kritis di jalan menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, yang juga merupakan impian Indonesia dan masyarakat internasional.

Dubes menyampaikan apresiasinya dari seluruh masyarakat Indonesia untuk Komite Palestina yang mengadakan pertemuan.

"Kami percaya tema pertemuan ini, `Penguatan dukungan Afrika Amerika untuk solusi yang adil dan abadi untuk Yerusalem`, sangat tepat karena kejadian yang berlangsung di Yerusalem sangat penting setiap upaya menyelesaikan konflik tersebut," ujarnya.

Indonesia berkeyakinan bahwa hanya dengan cermat bangunan, dan kemudian memelihara kepercayaan timbal balik untuk menegosiasikan isu-isu inti yang terlibat dalam konflik ini dapat itu pernah diselesaikan.

Sebagai bangsa yang mempertahankan komitmen berubah ke visi solusi dua-negara, kami selalu menjadi perhatian kedua belah pihak untuk pentingnya langkah-langkah pembangunan kepercayaan.

Sayangnya, Israel sering tampaknya lebih menyukai pendekatan agresif dan kekuatannya. Keputusan Israel baru-baru ini untuk terus menghancurkan rumah-rumah Palestina di lingkungan Yerusalem Timur, termasuk dalam kategori itu.

Demikian pula, keputusan Israel bulan lalu untuk mengusir empat anggota parlemen Hammas dari Yerusalem termasuk dalam kategori itu.

"Kami mengutuk dalam istilah terkuat Israel penyelesaian kebijakan dan praktek-praktek yang dirancang untuk mengubah sifat fisik, komposisi demografis dan status Wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur," ujarnya.

Dubes juga menyinggung adanya intersepsi militer Israel terhadap kapal Mavi Marmara menuju ke Gaza dengan pasokan bantuan kemanusiaan, dan di mana sembilan orang tewas.

"Kami sangat mengutuk perilaku yang sama sekali tidak membantu dalam mencari resolusi konflik, dan yang sama sekali tidak menunjukkan sensitivitas setiap manusia," kata Tosari.

Ia menambahkan, adalah kepercayaan Indonesia bahwa pertanyaan permukiman tetap menjadi hambatan terbesar di jalan menuju resolusi. Oleh karena itu, semua pembangunan pemukiman ilegal harus dicabut dan semua pos-pos didirikan sejak Maret 2001 dibongkar.

Indonesia berpendapat bahwa penyebab dari konflik yang berkelanjutan di wilayah ini adalah kolonisasi. Israel adalah penjajah dan menempati kekuatan seperti yang dikenal di Indonesia dan Afrika-kolonialisme adalah situasi sementara.

Indonesia, katanya, ingin menegaskan kembali keyakinannya pada solusi dua-negara, dan kesiapan untuk bergabung dengan anggota lain dari komunitas internasional bekerja untuk mencapai tujuan tersebut.

Untuk pencapaian tujuan tersebut, kata Dubes Tosari Widjaja, Indonesia ingin menyatakan dukungan kuat bagi inisiatif kedekatan perundingan ditengahi oleh Amerika Serikat, mengarah kepada negosiasi langsung. "Indonesia juga mendukung upaya pada rekonsiliasi internal antara Palestina oleh Mesir," katanya.(H-ZG/A041)

COPYRIGHT © 2010

Kamis, 01 Juli 2010

MENKES

MENKES AJAK NEGARA BEKERJA SAMA URUS KESEHATAN

London, 1/7 (ANTARA) - Menteri Kesehatan dr Endang Rahayu Sedyaningsih mengajak seluruh negara khususnya anggota yang tergabung dalam G20 bekerja sama dengan dilandasi rasa solidaritas guna mengurus kesehatan rakyatnya sendiri.

"Merupakan hal penting bagi suatu negara untuk menjaga kesehatan masyarakatnya," ujar Menkes kepada koresponden Antara London, Rabu malam sebelum kembali ke tanah air.

Kehadiran Menkes di Kerajaan Inggris adalah dalam rangka memenuhi undangan Chatham House, London sebagai pembicara dalam pertemuan internasional The Royal Institute of International Affairs 2010 Chatham House, London , organisasi nirlaba Chatham House sebagai pusat pengkajian atau "think tank" di Inggris.

Konferensi yang digelar The Royal Institute of International Affairs 2010 Chatham House, London membahas kesehatan secara global yang bertemakan "Global Health 2010, What's next for the G20? Investing in health and development".

Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan sebagai pembicara pertama dalam pertemuan yang diikuti berbagai pihak yang berhubungan dengan kesehatan, Menkes menyampaikan berbagai kebijaksaan kesehatan.

Menurut Menkes, kesehatan suatu negara bisa mempengaruhi negara lain sekecil apa pun bentuknya. Hal ini disebabkan penyebaran yang terlalu cepat di era global.

Juga dibahas peluang, prioritas dan pertanyaan kunci untuk kepemimpinan G20 di pemerintahan global dan kesehatan dan pengembangan, ujarnya.

Sementara itu Kepala Pusat Kesehatan Keamanan Global Chatham House, David Heymann menyampaikan ucapan selamat datang bagi seluruh peserta yang disebutkannya sudah berikhtiar untuk hadir.

Wakil Ketua Forum Ekonomi Dunia, Malloch-Brown tampil sebagai pembicara bersama Deputi Sekretaris Eksekutif UNITAID, Dr Philippe Duneton dan Direktur Eksekutif Aliansi Malaria, Afrika , Joy Phumaphi dengan pembahasan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, Fabrizio Pagani .

Dalam sesi kedua, dibahas mengenai kesehatan dan pembangunan dengan pembicara Andrew Jack, coresponden Farmasi Financial Times dengan panelis Penasehat Senior, Kesehatan Komisi Perencanaan, Pemerintah India, Profesor Neeraj Kumar Sethi.

Selain itu, menjadi pembicara Duta Besar Brazil untuk Burkina Faso, Santiago Fernandez Luis Bento Alcazar, serta Wakil Ketua Institut Studi Internasional China, Profesor Liu Youfa .

Konferensi mengkaji perspektif negara-negara terkemuka G20, keanggotaan dan prioritas, dan lebih khusus lagi kepentingan kelompok dalam perkembangan global dan kesehatan.

Dalam konperensi, dibahas peran dan warisan G8 dalam apa yang cepat menjadi "dunia G20". Apa mandat saat G20 dan prioritas? Apa kepentingan negara anggota dalam kesehatan global dan pengembangan Apa warisan dari G8 pada kesehatan dan apa janji tetap tak terpenuhi? Bagaimana peran G20 pada isu-isu ini dikembangkan lebih lanjut?.

***4***
(U-ZG) /C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 01-07-2010 07:51:21

MANUSKRIP

DIGITALISASI MANUSKRIP ACEH DAN JAWA DI JERMAN

London, 1/7 (ANTARA) - Benda bersejarah dari berbagai suku di Indonesia seperti manuskrip dari Aceh dan Jawa, tersimpan rapih dan menjadi koleksi Grassi Museum, salah satu museum kebanggaan kota Leipzig, Jerman.
"Counsellor" Sosbud - KBRI Berlin, Agus Priono kepada koresponden ANTARA London, Kamis mengatakan koleksi berbagai suku bangsa itu menjadi perhatian Dubes RI untuk Federasi Jerman Eddy Pratomo bersama Ny. Atiek Pratomo.

Dalam kunjungan kerjanyanya ke kota Leipzig, Dubes berkesempatan menandatangani Buku Emas Kota Leipzig yang disaksikan Wali Kota Leipzig, Burkhard Jung bertempat di Rathaus, Kota Leipzig.

Menurut Agus Priono, setelah penandantanganan tersebut, kedua pihak melakukan pertemuan untuk membahas berbagai hal dalam upaya meningkatkan kerja sama.

Dubes Eddy Pratomo pada kesempatan tersebut menjelaskan perkembangan dan situasi ekonomi dan politik Indonesia, peran Indonesia di kawasan dan dunia internasional, serta status dan perkembangan kerja sama RI-Jerman.

Sementara itu, Jung menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama ini dan menjanjikan untuk mengupayakan supaya tidak hanya Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata kuliah dalam pengajaran di Universitas Leipzig, tetapi juga studi mengenai Indonesia seperti halnya studi masalah China dan Korea.

Kunjungan Dubes RI Berlin dan staf ke Leipzig, dalam rangka peresmian pendirian sosiasi Indonesia Jerman (DIG) di Leipzig yang bertujuan menjembatani peningkatan kerja sama kedua pihak.

Presiden DIG Leipzig, Gerd Rohde mengemukakan disadari bahwa selama ini kerja sama sudah berjalan dengan baik, dan masih terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dioptimalkan dan pihaknya akan menjembataninya.

Dubes dalam kata sambutannya antara lain menyambut baik pendirian Asosiasi tersebut, dan menyatakan kesiapan perwakilan RI dalam memfasilitasi peningkatan kerja sama
Pembukaan asosiasi yang dihadiri sekitar 150 orang dilakukan di Grassi Museum, salah satu museum kebanggaan kota Leipzig dimana di tempat tersebut dikoleksi benda-benda sejarah peninggalan budaya dari berbagai suku di dunia.

Benda bersejarah dari suku-suku di Indonesia seperti Jawa, Batak, Dayak, Bali, terlihat cukup lengkap dikoleksi di Museum tersebut, bahkan paling lengkap di banding koleksi dari negara lain.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan kesenian Indonesia berupa gamelan oleh grup gamelan KBRI Berlin, Puspa Kencana dan tari-tarian serta makanan khas Indonesia.

Hubungan kerja sama Indonesia dan Leipzig cukup erat. Selain kerja sama konservasi dan digitalisasi manuskrip Aceh dan Jawa, juga promosi investasi, pariwisata dan budaya Indonesia juga dilakukan pihak-pihak terkait di Leipzig bekerja sama dengan KBRI Berlin, demikian Agus Priono. ***4***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 01-07-2010 08:38:04