Rabu, 08 Mei 2013

MAROKO


MAHASISWA INDONESIA RAIH MUSYARAF JIDDAN DI MAROKO

London, 29/4 (Antara) - Mahasiswa Indonesia di Maroko H. Khoirurrijal, MA, berhasil meraih predikat Musyarraf Jiddan atau Summa cum laude dalam sidang program doctoral yang berlangsung di Gedung Azziyani, Fakultas Sastra dan Humaniora Universitas Moulay Ismail, Kota Meknes-Maroko, dan berhak menyandang gelar doktor.

Khoirurrijal ikut mengharumkan nama mahasiswa Indonesia yang berhasil menyelesaikan studinya menyusul mahasiswa yang lebih dulu berhasil meraih gelar doktor pada universitas yang sama, demikian Burhan Ali, Lc, Mahasiswa S2 Jurusan Ilmu Akidah dan Agama-agama di Gharb Islami Universitas Hassan II Casablanca dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA London, Senin.

Khoirurrijal berhasil menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Ta'lim Annahwi wa Turuq Tadrisihi li Ghairi Annatiqiinn bil 'Arabiyyah - Indonesia Namudzajan" atau "Pengajaran Nahwu dan Metodenya bagi Non-Arab - contoh di Indonesia" dengan penuh kesungguhan dan kesabaran meninggalkan keluarganya di Tanah Air.

Pada sidang yang berlangsung selama tiga jam, Khoirurrijal berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji, di antaranya Dr. Hamid El 'Azaoui sebagai ketua penguji, Dr. Belkacem Alayoubi sebagai dosen pembimbing, Dr. Mohamed Bounejma sebagai anggota, Dr. Abdel Ilah Ismaili sebagai anggota, dan Dr. Moulay Mohamed Ismaili Alaoui sebagai anggota.

Dr. Mohamed Bounejma sebagai dosen penguji mengatakan, "Disertasi yang ditulis ini merupakan hasil karya tulis yang bisa menjadi buku rujukan pada bidangnya dan bisa dikembangkan lagi hingga memberi manfaat yang lebih luas, terutama kepada masyarakat Indonesia yang bergerak pada bidang pengajaran bahasa arab".

"Meneliti kembali terhadap metode pengajaran bahasa arab merupakan hal yang penting, dan dengan metode baru yang lebih komunikatif dan interaktif membuat murid-murid lebih menyukai dan memudahkan dalam pelajaran bahasa arab. Itulah hal penting yang ada pada disertasi Khoirurrijal" imbuhnya.

Pada kesempatan ini, hadir Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, H. Tosari Widjaja, beserta sekretarisnya H. Husnul Amal Masud MA, jajaran pengurus dan anggota PPI Maroko, dosen, pegawai dan mahasiswa Universitas Moulay Ismail Kota Meknes. ***4***
(T.H-ZG/C/Farochah/Farochah) 29-04-2013 08:30:28

MADAGASKAR

PAMERAN KERAJINAN TANGAN INDONESIA DI MADAGASKAR

London, 28/4 (Antara) - Kuasa Usaha Tetap RI di KBRI Antananarivo, Artanto S Wargadinata mengatakan kerajinan tangan Madagaskar dan Indonesia mempunyai kesamaan dari sejarah yang panjang.

Hal itu disampaikan sehubungan dengan partisipasi Kedutaan Besar Republik Indonesia pada Pameran SEHO 2013 yang berlangsung di Parvis Stasiun Soarano, Antananarivo, Madagaskar selama dua hari tanggal 25 - 26 April 2013.

Artanto S Wargadinata kepada Antara London, Minggu mengatakan dalam pameran kerajinan tersebut KBRI Antananarivo antara lain menampilkan kerajinan tangan, tarian dan musik tradisional.

Pameran diadakan oleh Pusat Kerajinan Tangan Nasional Malagasy (Centre National de l'Artisanat Malagasy - CENAM) yang merupakan bagian dari Kementerian Promosi Kerajinan Tangan Madagaskar bertujuan dalam rangka kerja sama promosi dan peningkatan kualitas kerajinan tangan.

Selain itu juga akan diadakan peragaan busana, demonstrasi kerajinan dan seminar yang semuanya itu merupakan refleksi kesamaan/kedekatan khusus hubungan sejarah dan kebudayaan kedua bangsa.

Kegiatan itu juga diikuti beberapa organisasi seperti UNESCO, UNIDO dan koperasi lokal yang membantu untuk pengembangan UKM-Prosperer.

Publikasi media setempat memberitakan acara tersebut secara khusus antara lain "SEHO 2013 exposition des Savoir 'faire Malgaches et Indonesiens" (SEHO 2013 pameran keterampilan kerajinan tangan Madagaskar dan Indonesia).

Dikatakannya sebagai bentuk promosi kebudayaan Indonesia, seluruh staf KBRI akan mengenakan baju batik selama pameran berlangsung. (ZG)
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 28-04-2013 12:58:55

DUBES DJOKO

DUBES DJOKO: PROSES REFORMASI TERGANTUNG MOMENTUM

London, 28/4 (Antara) - Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo mengatakan keberhasilan suatu proses reformasi militer dan demokratisasi sangat tergantung dari pemanfaatan momentum secara optimal.

Dubes mengatakan hal itu ketika berbicara di depan peserta International Security Forum (ISF) yang bertemakan "Facing a World of Transitions" yang diadakan di Jenewa selama dua hari, demikian Councellor Fungsi Politik KBRI Bern Renata Siagian, kepada Antara London, Minggu.
Renata Siagian mengatakan panel menyoroti proses reformasi militer yang terjadi di Indonesia, Mesir, dan Myanmar. Forum itu dihadiri lebih dari 700 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, maupun masyarakat madani dari berbagai belahan dunia.

Dalam konferensi yang disponsori Departemen Luar Negeri Swiss, Dubes Djoko mengatakan momentum reformasi militer dan demokratisasi tersebut harus diikuti proses penyempurnaan sistem baru yang terbentuk serta edukasi kepada generasi penerus untuk menjamin kesinambungannya.
Hanya dengan itu proses reformasi militer tidak akan mengalami kemunduran, ujarnya di hadapan forum diskusi keamanan terbesar yang diadakan dua tahunan.

Dubes Djoko Susilo merupakan pembicara dalam panel Security Sector Reform (SSR) and Democratisation disponsori Geneva Centre for the Democratic Control of Armed Forces (DCAF) bersama dengan Dr. Omar Ashour dari University of Exeter Inggris dan Dr. Tin Maung Maung Than dari Institute of Southeast Asian Studies Singapura.

Sementara itu Dr. Ashour menyampaikan proses reformasi di Mesir termasuk persamaan dan perbedaannya dengan Indonesia, Sedangkan Dr. Than menggambarkan proses reformasi militer yang terjadi di Myanmar saat ini.

Dikatakannya para pemimpin militer di Myanmar saat ini adalah mereka yang bertumbuh dalam lingkungan masyarakat dan pemerintah sosialis, namun tidak terlibat dalam revolusi.

Hal ini merupakan perbedaan yang cukup mendasar dalam proses pengambilan keputusan, ujarnya.

Melalui ISF kali ini diharapkan para pemangku kepentingan di bidang keamanan (domestik maupun internasional) berkesempatan untuk mendiskusikan berbagai masalah dan isu keamanan penting dalam lingkungan dan suasana yang terbuka yang pada akhirnya diharapkan dapat mengarah pada tercapainya pendekatan bersama untuk menciptakan proses transisi yang lebih aman dan memberikan kepastian di berbagai belahan dunia saat ini.

Keterlibatan pembicara Indonesia dalam forum keamanan bergengsi di Swiss ini dimungkinkan karena kerja sama erat KBRI dengan berbagai think tank yang juga menjadi penyelenggara forum - antara lain DCAF dan CSS, demikian Renata Siagian. (ZG)
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 28-04-2013 12:32:21

PPI UK


DIREKTUR PBB INGATKAN PPI BERSIHKAN PEMERINTAHAN KOTOR

London, 28/4 (Antara) - Direktur PBB mengingatkan agar para pelajar Indonesia di Inggris dan PPI lainnya bersiap mengambil peran membersihkan pemerintahan yang kotor dan merajalelanya korupsi, paling tidak dalam 20 tahun ke depan.

Hal itu terungkap dalam latihan dasar kepemimpinan (LDK) bagi mahasiswa dan pelajar yang diselenggaraan PPI UK di KBRI London, Sabtu waktu setempat, sebagaimana disampaikan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia UK, Haikal Bekti Anggoro kepada Antara London, Minggu.

Latihan dasar kepemimpinan disampaikan Direktur PBB di bidang Principles of Responsible Investment, James Gifford, dibuka Deputy Chief of Mission KBRI London, Harry Kandou, dalam upaya membekali para mahasiswa dan pelajar sebagai generasi penerus.

Dalam sambutannya Harry Kandou menyampaikan kegiatan LDK sangat penting untuk para pelajar yang tergabung dalam PPI UK dalam upaya menyamakan langkah mereka bersama para pengurus dalam berbagi program kerja agar dapat tercapai.

Acara diisi oleh Ersa Tri Wahyuni, pakar organisasi yang sedang menyelesaikan S3 di Manchester University, yang menyampaikan mengenai berbagai elemen berorganisasi untuk para peserta.

Hal itu akan dapat menjadi bekal bagi para peserta yang mungkin kelak akan bergabung di berbagai organisasi besar maupun di pemerintahan, ujarnya.

Haikal mengatakan acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) digelar PPI UK untuk mengembangkan potensi para calon pemimpin bangsa di berbagai bidang. Para peserta merupakan ketua dan pengurus PPI Cabang dan juga pengurus PPI Pusat, ujarnya.

Sementara itu James Gifford menyebut para peserta akan menjadi pemimpin Indonesia pada 20 tahun mendatang. Ada dua pilihan, menerima situasi atau mengambil tanggungjawab untuk mengubahnya (-red). "In 20 years, PPI members around the world will be the elite in Indonesia. There are two primary choices in our life, to accept the situation or to take responsibility to change them".

James Gifford, Direktur dari UNPRI yang menangani sekitar 34 triliun dollar AS di bidang Responsible Investment, mengajak pelajar untuk tidak menerima saja kondisi Indonesia yang saat ini berisikan korupsi dan tata olah pemerintahan yang buruk.

Dia menyebut generasi pada saat ini harus menjadi "stand up", siap mengambil peran menangani permasalahan negara.

Ia merefleksikan untuk mengubah negara Indonesia sangatlah mungkin berdasarkan pengalaman negara-negara barat. Ia menyampaikan bahwa korupsi dan pemerintahan kotor merajalela di dunia barat pada satu-dua generasi yang lalu.

"The west was rotten 1-2 years ago", ujarnya. Dan karena adanya generasi yang berani melakukan perubahan, maka negara-negara barat tersebut kini memiliki pemerintahan yang baik.

Ia berpendapat bahwa sudah saatnya generasi pada saat ini untuk berdiri dan melakukan perubahan. "Enough is enough, we have to change this," ujar pendiri Centre for Sustainable Leadership ini.

Dia percaya bahwa para peserta yang hadir, beserta anggota PPI di seluruh dunia, ketika nanti berusia 40-50 tahun, sudah berhasil memajukan Indonesia menjadi negara yang bersih, memiliki integritas.

"Government with integrity, bureaucracy with integrity," ujar James Gifford, yang memulai kariernya di Australia sebagai seorang aktivis penentang perusakan alam hanya semata-mata untuk mengeruk kekayaan.

Dia juga memberikan masukan-masukan untuk menjadi pemimpin di masa depan. Dua di antara masukan-masukannya adalah, "Leave your ego behind, empower people" (tinggalkan sikap ego, bangun masyarakat-red) dan "Know your strengths and weaknesses; we all can't be good in everything" (kenali kekuatan dan kelemahan, kita semua tidak selalu baik dalam segala hal-red).

Sementara itu Atase Pendidikan KBRI London, TA Fauzi Soelaiman, menyampaikan demokrasi adalah bentuk yang paling pas dalam memimpin organisasi pelajar seperti PPI.

Pemimipin harus mengerti apa yang dibutuhkan serta mengayomi para anggotanya. Ia harus bisa merangkul semua level anggota dan mengajak yang tidak aktif bisa turut berperan.

Hal yang paling penting, pemimpin haruslah menjadi pemberi contoh yang baik, demikian Fauzi Soelaiman, yang pernah menjadi Ketua PPI (Permias) di Minnesota, Amerika Serikat. (ZG)
rewrite
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 28-04-2013 12:48:22

SISWA INDONESIA DI MOSKOW

SISWA INDONESIA UNJUK GIGI DI MOSKOW

Oleh Zeynita Gibbons

London, 28/4 (Antara) - Dua siswa Indonesia--Gilang Al Ghifari Lukman dari MAN Insan Cendekia Serpong Tanggerang dan Raeni dari Sekolah Indonesia Moskow--menunjukkan prestasi bersama ratusan pelajar lain di Moscow dalam acara International Model United Nations 2013.

Dalam acara yang diadakan Institut Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) itu Gilang Al Ghifari Lukman--akrab dipanggil Gilang--berhasil menyabet penghargaan sebagai peserta terbaik di 2nd Committee General Assembly, demikian Sekretaris III KBRI Moskow Pratomo Adi Nugroho kepada Antara London, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa seminar merupakan ajang pertemuan yang sangat bergengsi bagi pelajar seluruh dunia berlangsung sejak 1997 itu diikuti sekitar 606 pelajar dari 65 negara. Indonesia, diwakili oleh dua peserta, dari Serpong dan Moskow.

Gilang sedang menempuh pendidikan di kelas 10 (1 SMA) di MAN Insan Cendekia, Serpong, Tanggerang yang hadir bersama guru pendampingnya, Ahmad Imam dari MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang.

Sementara itu, Lestari Noorikawati Anggraeni siswa kelas 11 (2 SMA) jurusan IPA, Sekolah Indonesia Moskow ambil bagian dalam simulasi sidang Internasional layaknya yang dilakukan anggota PBB. Raeni, panggilan akrabnya merupakan wakil Indonesia yang mengikuti seleksi dalam bahasa Rusia.

Dalam pertemuan tersebut Gilang mengikuti seminar di 2nd Committee General Assembly, sedangkan Raeni berada di divisi General Assembly yang merupakan divisi tertinggi di PBB.

Dubes RI Moskow Djauhari Oratmangun menyambut baik keikutsertaan Gilang dan Raeni dalam ajang bergengsi tersebut.

Selain itu, sebelum Moscow International Model United Nations (MIMUN) 2013 dimulai, Dubes meminta seorang diplomat di KBRI Moskow memberikan pelatihan tata cara mengikuti sidang PBB.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai hubungan internasional dan peranan PBB melalui simulasi sidang-sidang multilateral yang diikuti," kata Dubes Djauhari Oratmangun yang memiliki pengalaman bekerja relatif cukup lama di perwakilan Indonesia di PBB.

Walaupun berada dalam divisi yang berbeda, mereka berdua tetap membuat nama Indonesia berkibar di seminar yang menjadi impian pelajar-pelajar dari berbagai belahan dunia itu.

Gilang menyampaikan keinginan kuatnya untuk mejadi seorang diplomat yang dapat membuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain menjadi lebih maju. Berangkat dari latar belakang tersebut, dia memutuskan untuk mengikuti MIMUN 2013.

Menurut Gilang, awalnya dirinya mencari informasi mengenai kegiatan internasional, dan menemukan MIMUN 2013, lantas dirinya pun langsung mendaftarkan diri.

Gilang usai mengikuti kegiatan MIMUN 2013 menyempatkan diri mengunjungi Kota Saint Petersburg.

"Saya mengikuti seleksi untuk dapat masuk ke divisi Dewan Keamanan PBB, namun gagal. dan mencoba lagi mengikuti seleksi, dan akhirnya di terima di divisi Ekonomi dan Finansial PBB," ujarnya.

Lain halnya dengan Raeni, yang fasih berbahasa Rusia, yang membuat esai tentang Penyelesaian Konflik secara Damai Tanpa Sengketa, dengan mengambil isu Korea Utara dan Korea Selatan.

Gilang menyampaikan dengan mengikuti kegiatan itu, membuat visinya menjadi lebih kuat untuk meraih cita-citanya, serta sepulangnya ke Tanah Air akan mempromosikan MIMUN ini kepada pihak sekolah.

"Kompetisi tidak hanya merupakan kegiatan untuk mendapatkan piala, tetapi merupakan salah satu contoh untuk berpartisipasi dalam ajang internasional, selain dapat memperkenalkan budaya Indonesia, dengan menampilkan tarian estetis Nusantara dan Saman Kontemporer," ujarnya.

***4***
D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 28-04-2013 06:43:21

KANG JJ


KISAH PENJELAJAH JEFFREY POLNAJA KEJUTKAN BIKERS KANADA

London, 28/4 (Antara) - Kisah perjalanan Jeffrey Polnaja, yang seorang diri menjelajah dunia menggunakan sepeda motor dan telah mengarungi 77 negara, mengejutkan ratusan bikers dalam acara bertajuk "The Horizons Unlimited Adventure Evening" di Kanada.

Dalam surat elektronik yang diterima Antara di London, Minggu, petualang yang akrab disapa Kang JJ itu menceritakan pahit-getir perjalanan panjang dengan berbagai rintangan, namun dia bisa tetap "survive" mengatasi keadaan.

"Kisah-kisah dramatis, termasuk saat seorang diri berhasil selamat dari ancaman terkaman beruang hutan, mengejutkan ratusan bikers penjelajah dunia yang hadir," uangkap Jeffrey.

Ia menyampaikan presentasi kisah perjalanan "Ride for Peace" (RFP) yang tengah dijalaninya itu di Holeshot Motorsport di British Columbia, Langley, Kanada.

"Saya menjadi satu-satunya petualang motor dari Asia yang pernah tampil di acara tersebut. 'It's good to have an end to journey toward, but it is the journey that matters in the end,'" kata Kang JJ.

Menurut dia, sekitar 100 penjelajah motor besar Kanada yang memenuhi ruangan Holeshot Motorsport dengan antusias mendengarkan presentasi Ride For Peace yang singgah di Vancouver setelah menjelajah Eropa dan sebagian Asia sejak bulan lalu.

Jeffry akan melanjutkan perjalanan menuju Amerika Serikat dan menembus Amerika Selatan. Namun cuaca di Kanada masih belum menentu, dan salju tebal menutup sebagian besar rute yang akan dilalui.

Dia menjadi pusat perhatian dan bintang pada acara yang dimulai sore hingga malam hari itu. Kang JJ mengungkapkan kisah penjelajahan RFP seorang diri menggunakan sepeda motor dan telah mengunjungi 77 negara.

Kisah penjelajahan yang dramatis itu mampu memukau dan memikat perhatian hadirin, karena hampir seluruhnya pernah merasakan pengalaman menjelajah negeri orang dengan sepeda motor.

Mereka terpaku di tempat duduknya sepanjang presentasi dan tanya jawab yang dilakukan dengan bantuan visual/photo dan film pendek. "Emosi para bikers penjelajah seolah terbawa, mereka seakan merasakan pahit getir perjalanan yang saya alami tersebut," ujar Kang JJ.

Ada kalanya mereka terperangah, ketika mendengar cerita menjelajahi medan off road di Siberia sejauh 1.450 kilometer dalam sehari dan upaya untuk 'survivel' di berbagai kesulitan.

Saat Jeffrey menceritakan pengalaman beberapa tahun silam ketika dirinya terancam oleh seekor beruang hutan di Bhutan, ada yang tertawa lucu, walau banyak juga yang terheran-heran karena sang petualang bisa selamat.

Namun para bikers juga merasa sedih manakala Jeffrey harus kehilangan sepeda motor BMW R-1150-GS Adventure ketika diparkir di depan hotel di dekat kantor polisi di Amsterdam, Belanda, Mei 2012.

Sepeda motor tesebut sangat besar artinya dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi dirinya, namun Jeffrey tak bisa terus menyesali kehilangan BMW tersebut pada misi keliling dunia keduanya ini.

Ketika mendengar cerita motor dicuri di Amsterdam, semua sedih. Mereka juga terperanjat ketika mengetahui musibah saat ditabrak mobil di tengah gurun Baluchistan, hingga motor tersebut rusak dan terseok-seok jalannya. Musibah saat diserempet truk tronton di Kazakhstan melengkapi suka-duka perjalanan panjangnya.

Kehadiran Kang JJ dalam acara tersebut memenuhi undangan dari Grant dan Susan Johnson, pendiri organisasi jelajah dunia "Horizons Unlimited". Organisasi bagi para penjelajah dunia ini beranggotakan ratusan ribu petualang bermotor dari berbagai penjuru dunia.

Dalam sambutannya, Grant Johnson mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran Kang JJ. Bagi keduanya, pertemuan itu merupakan yang pertama setelah selama tujuh tahun berkomunikasi melalui surat elektronik.

Horizons Unlimited yang dibentuk sejak tahun 1997 bertujuan untuk menginspirasi, memberi informasi dan memperkuat koneksi antarpenjelajah bermotor di seluruh dunia. Setiap tahun mereka mengadakan beberapa pertemuan rutin di berbagai negara.

Grant Johnson juga menyatakan sangat ingin menjelajah Indonesia dengan sepeda motor. Dia mengaku pernah mengunjungi Indonesia, namun dalam kesempatan liburan dan aktivitas menyelam di Bunaken dan Bali.

Selain bercerita pengalaman, Jeffrey juga sempat memberikan kejutan kepada para bikers dengan menyuguhkan sajian makanan khas Indonesia, lemper. Penganan dari ketan berisi daging itu merupakan sumbangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Vancouver.

"Ini lucu. Mungkin karena senang dengan rasanya, ada bikers yang diam-diam mengantongi lima lemper sekaligus. Malah ada yang mengira lemper dimakan berikut daun pisang pembungkusnya," ujar Jeffrey diselingi tawa. "Untung Grant Johnson memberi pengarahan agar daun pisang (pembungkus) tidak ikut dimakan."
Bagi Jeffrey berbicara di tengah publik seperti di kesempatan tersebut memiliki arti tersendiri bagi Indonesia. Melalui kesempatan itu dia bisa ikut memperkenalkan pariwisata Indonesia di mancanegara.

Ketika diperlihatkan peta Indonesia, mereka jadi ingin tahu banyaknya pulau di tanah air kita, dan ingin lebih mengetahui segala keindahan alam yang tidak bisa ditemukan di negerinya, demikian Kang JJ. (ZG)
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 28-04-2013 10:52:28

PENARI SERBIA

PENARI SERBIA TAMPILKAN TARI TRADISIONAL BALI

Oleh Zeynita Gibbons

London, 26/4 (Antara) - Grup Tari KBRI Beograd yang sebagian besar anggotanya warga Serbia menampilkan Tari Tradisional Bali dan Jawa dalam acara "Indonesian Day" yang digelar KBRI Beograd bekerja sama dengan College of Tourism, Beograd.

"Para penari Serbia itu mendapat sambutan meriah dari para penonton yang kagum dengan keunikan dan ragam budaya Indonesia itu," kata Sekretaris Tiga KBRI Serbia , Ariana Yulianti, kepada ANTARA London, Jumat.

Dalam acara "Sehari Bersama Indonesia" itu juga ditampilkan lagu-lagu tradisional Jawa Tengah dan lagu Serbia dan Indonesia yang ditampilkan Tim Gamelan dan Tim Angklung KBRI Beograd.

Selain itu, ada pula pembacaan puisi "Sumatera" karya sastrawan Serbia, Milos Crnjanski, yang dilakukan oleh salah satu penulis di Serbia, Viktor Lazic.

Tidak hanya itu, alumni program beasiswa Darmasiswa, Jelena Savkovic, menyampaikan presentasi mengenai Indonesia terkait pengalaman selama di Indonesia.

Presentasi yang disampaikan Jelena Savkovic tersebut mendapat sambutan dari penonton yang hadir dan banyak di antara mereka yang menyatakan ketertarikan untuk dapat mengenal Indonesia lebih jauh dan menempuh studi di Indonesia melalui program beasiswa.

Menurut Ariana Yulianti, keragaman dan keindahan budaya yang terdapat di Indonesia senantiasa menarik perhatian dan mengundang rasa ingin tahu dari masyarakat Internasional, khususnya masyarakat di Serbia.

"Pengenalan budaya Indonesia dan kerja sama-kerja sama, khususnya di bidang pendidikan antara Indonesia dan Serbia, senantiasa mendapatkan perhatian khusus dari kalangan masyarakat maupun Pemerintahan Serbia," katanya. ***4*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 26-04-2013 20:43:42