Minggu, 06 Agustus 2017

OXFORD

PPI GELAR OXFORD EDUCATION DAY
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 5/8 (Antara) - Para pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Oxford bekerja sama dengan PPI Cambridge, PPI UK, Oxford University Indonesia Society (Oxonis), dan Indonesian Society at Oxford Brookes (ISOB) mengadakan  Oxford Education Day.
        Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran dan menyediakan "peta" bagi pelajar Indonesia menuju universitas top di kedua kota tersebut, kata Presiden PPI Oxford Sandoko Kosen kepada Antara London, Sabtu.
        Dalam Oxford Education Day, panitia mengundang empat mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Oxford dan Cambridge. Mereka ialah Muhammad Najib (DPhil Computer Science, Oxford), Tracey Harjatanaya (DPhil Education, Oxford), Sabrina Anjara (PhD Public Health, Cambridge), dan Gede Maha Putra (PhD Urban Design, Oxford Brookes).    
   Keempat narasumber tersebut berbagi pengalaman dan kiat tentang proses penerimaan mahasiswa (S1, S2, S3), penyusunan "personal statement" dan proposal riset, informasi beasiswa yang tersedia, dan serba-serbi kehidupan akademis dan sosial di kota Oxford dan Cambridge.
        Selain itu, panitia juga mengundang pembicara  lainnya seperti Gunawan dan Harmein Ferdinal yang memberikan informasi kepada pelajar-pelajar SMA dan sederajat tentang program summer school, International Baccalaureate (IB), pre-university, dan program kepemimpinan di Oxford.
        Acara itu disiarkan langsung melalui live streaming di saluran YouTube resmi PPI Oxford. Selain itu, bergabung rekan-rekan mahasiswa Universitas Pertamina melalui telekonferensi dari Jakarta. Sekitar  100 peserta dengan antusias menyimak sekaligus bertanya jawab dengan pembicara tentang seluk-beluk persiapan dan perkuliahan di Oxford dan Cambridge.
        Para pembicara menyarankan kepada pelajar di Indonesia untuk  pro aktif mencari informasi tentang sekolah melalui situs resmi universitas yang ada. Dengan banyak beasiswanya yang spesifik ke UK seperti beasiswa pemerintah, LPDP dan Chevening, dan beasiswa lainnya seperti Clarendon, Jardine dan Gates Scholarship, pelajar Indonesia sudah tidak ada hambatan secara finansial membiayai uang sekolah maupun biaya hidup di Inggris.
        Karena keberagaman budaya di kota Oxford dan juga kota-kota lain di Inggris, kebebasan beragama juga sangatlah dihargai di kota-kota pelajar seperti Oxford dan Cambridge.         
   Oxford dan Cambridge adalah dua kota di Inggris yang terkenal sebagai kota pelajar melalui dua universitasnya yakni University of Oxford dan University of Cambridge.
        Dua universitas tersebut adalah perguruan tinggi tertua di dunia Barat yang masih beroperasi dari awal berdirinya (Oxford tahun 1096, Cambridge tahun 1209) hingga saat ini. Dengan umur yang hampir satu milenia, Oxbridge mampu membangun reputasinya sebagai universitas elit di dunia.
        Lebih dari 140 penerima Nobel, 11 penerima Fields Medal, 3 Abel prize, dan puluhan pemimpin dunia pernah berkuliah atau berafiliasi dengan dua universitas ini.
       Selain dua universitas "tradisional", kota Oxford juga menjadi rumah universitas besar lainnya Oxford Brookes University. Salah satu bidang unggulan di Oxford Brookes adalah arsitektur. Oxford School of Architecture di Oxford Brookes adalah institusi pendidikan arsitektur terbesar di Britania Raya. ***4***
T.ZG

(T.H-ZG/B/M. Anthoni/M. Anthoni) 06-08-2017 06:09:30


pobtrans.gif

LONDON

KBRI LONDON GELAR FORUM DISKUSI SDG
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 5/8 (Antara) - KBRI London bekerja sama dengan "the International Institute for Strategic Studies" (IISS) mengadakan forum diskusi "the Sustainable Development Goals (SDGs)" di Arundel House, London, Inggris, Sabtu.
         Dr. Yanuar Nugroho, Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas, Kepala Staf Kepresidenan, bertindak sebagai pembicara utama dalam forum itu.
         Forum Diskusi terkait Komitmen SDGs dan inisiatif "Open Government Partnership" di Indonesia dihadiri  berbagai elemen yang terdiri dari pejabat KBRI London, peneliti senior IISS, pemerintah Inggris, akademisi, pengusaha dan mahasiswa, demikian Pensosbud KBRI London Dethi Silvidah Gani kepada Antara London, Sabtu.
         Dalam paparannya, Dr Yanuar Nugroho yang juga anggota Delegasi RI dalam perumusan Agenda Pembangunan Pasca 2015 di PBB, menyampaikan perkembangan pelaksanaan komitmen masyarakat internasional terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan inisiatif Open Government Partnership, dengan secara khusus mengangkat studi kasus di Indonesia.
         Diakui implementasi 17 tujuan SDGs oleh negara di dunia, sebagai agenda pembangunan global yang baru untuk periode 2016-2030 (Agenda Pembangunan Berkelanjutan Pasca-2015), masih mengalami tantangan, karena kompleksitas terkait proses kebijakan dan komitmen politik.     
    Dalam kasus Indonesia, guna menerjemahkan agenda global SDGs di tingkat nasional (dari pusat hingga daerah), Pemerintah Indonesia mencoba memetakan kaitan dan kompatibilitas antara sembilan cita dalam Nawacita dengan tujuh belas tujuan dalam SDGs.
         Didampingi Koordinator Fungsi Politik KBRI London, Andalusia Tribuana Tungga Dewi, Dr Yanuar Nugroho memaparkan contoh keberhasilan Indonesia, dalam hal ini Kabupaten Bojonegoro, dalam menjalankan prinsip utama OGP yaitu bagaimana pemerintah melalui keterbukaannya, bisa melayani publik.***2***

(T.H-ZG/C/M. Anthoni/M. Anthoni) 05-08-2017 22:25:24


BELANDA

WARGA BELANDA SERAHKAN LUKISAN SULTAN HAMID II  
     Zeynita Gibbons

     London, 5/8 (Antara) - Rosemarie Donkersloot, warga Belanda kelahiran Indonesia menyerahkan lukisan Sultan Hamid II kepada  putra sang perancang lambang Garuda Pancasila, Syarif Max Yusuf Alkadrie dengan disaksikan Dubes RI Untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja. 
     Acara serah terima berlangsung di Aula Nusantara KBRI Den Haag dengan dihadiri keluarga besar Sultan Hamid II dan keluarga besar Rosemarie Donkersloot, media lokal dan nasional, PPI Belanda serta tamu undangan, demikian Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Den Haag, Noira Solani kepada Antara London, Sabtu.
         Donkersloot mewariskan lukisan dari ibunya yang menyimpan  sejak tahun 1900 itu merupakan teman studi Sultan Hamid II dan mendapatkan lukisan  dari pelukis Peter Odijk dari Delf, yang melukis Sultan Hamid II sewaktu melakukan studinya di Royal Military School di Breda, Belanda.
          Sultan Hamid II adalah Sultan Pontianak VIII yang memerintah Kalimantan Barat pada tahun 1946 hingga 1950. Saat menghadiri Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Sultan Hamid membawa istri dan anaknya, Max Alkadrie ke Belanda.
           Banyak generasi muda sekarang yang tidak mengetahui bahwa Sultan Hamid II merupakan salah satu perancang lambang negara, Garuda Pancasila.
          Dalam sambutannya saat menerima lukisan Sultan Hamid II, Max Alkadrie menggambarkan betapa ayahnya adalah orang yang sangat mencintai Indonesia. Max juga menyampaikan akan memberikan tempat yang terhormat bagi lukisan diri Sultan Hamid II yang tidak hanya dinikmati oleh keluarga Sultan Hamid II, tetapi juga khalayak umum, khususnya seluruh warga negara Indonesia.
          Selain penyerahan lukisan diri Sultan Hamid II, pada acara serah terima Rosmarie Donkersloot  juga menghadiahkan lukisan Pemandangan Tangkuban Perahu yang bergaya mooi Indie kepada Dubes Puja.
          Lukisan yang berumur 120 tahun  merupakan kenangan ibunda Donkersloot akan kampung halaman di Bandung tempat ia pernah tinggal dan menetap.
           Dalam acara serah terima ini, Dubes Puja  mengucapkan terima kasih karena sudah penghibahan lukisan Sultan Hamid II kepada ahli warisnya dan lukisan Pemandangan Tangkuban Perahu kepada KBRI Den Haag. Dubes menilai gestur baik dari Donkersloot sebagai upaya yang positif dalam meningkatkan "people to people contact" antara komunitas Indonesia dan Belanda, serta Diaspora Indonesia di Belanda.

          Dalam acara itu juga dihidangkan sajian makam malam khas Indonesia untuk tamu undangan sambil beramah tamah dan bersilahturahmi.(ZG)***4***
(T.H-ZG/B/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie) 05-08-2017 01:42:25

SWEDIA

RENDANG TOURNEDOS WARNAI GALA DINNER DI SWEDIA
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 3/8 (Antara) - KBRI di Stockholm mengadakan acara Gala Dinner  jamuan makan malam dengan sajian  nasi kuning dilengkapi dengan rendang Tournedous sebagai main course dan hiburan musik.
         Gala Dinner sajian masakan Indonesia itu  dihadiri  pengusaha, tokoh masyarakat dan kritikus kebudayaan berlangsung  di Wisma Duta, di Lidingö, Stockholm, Selasa(1/8) malam waktu Swedia.
         Mengawali acara jamuan makan malam, Dubes Bagas Hapsoro menyampaikan sambutan selamat datang kepada undangan sahabat Indonesia, demikian keterangan KBRI Stockholm yang diterima Antara London, Kamis
    Dubes mengatakan salah satu cara  merealisasikan kerjasama antar bangsa adalah menampilkan kombinasi antara kesenian, makanan dan pertunjukan serta pameran. Diharapkan hadirin tidak saja datang sebagai turis tetapi juga investor  menanamkan usahanya di Indonesia.
         Masih banyak potensi bisnis dan kebudayaan yang perlu digarap lebih lanjut. Untuk itu Kedubes RI di Stockholm siap membantu, ujarnya.
         Sementara itu Kepala Protokol Kemlu Swedia, Dubes Klas Molin menyampaikan dukungannya atas inisiatif KBRI di Stockholm  menggalakkan awareness tentang Indonesia ini. Dikatakan Mei lalu Raja Swedia Carl Gustaf XVI dan isterinya Ratu Silvia mengunjungi Wisma ini kemudian tiga minggu berikutnya ke Indonesia.
         Kunjungan kenegaraan Raja Carl XVI Gustaf ke Indonesia merupakan momentum untuk meningkatkan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, pendidikan dan riset, energi, lingkungan, dan pertahanan.
         Pakar Kuliner William Wongso memberikan penjelasan mengenai menu masakan yang disiapkannya. Beberapa masakan tradisional Indonesia yang kaya akan rasa dibantu  asisten (sous-chef), yaitu Herman Ade dan Shanti Serat.
         William Wongso menyajikan tiga macam hidangan.Sebagai minuman selamat datang berupa Kunyit Asam dengan Vodka atau Tequila (Rim pakai garam cabai kering).
         Kemudian sajian makanan kecil (canape)  yang terdiri dari Bakwan Jagung Cumi dan Sumpia Udang, untuk hidangan pembuka (apatizer) disajikan aneka Ratna Mutu Manikam, yang terdiri dari Lawa, selada Banka, Sate Lilit Bali. Sebagai main course dihidangkan nasi kuning Tournedous.
         Para undangan dengan antusias mencoba dan memberikan pujian atas cita rasa yang tinggi dari hasil masakan William Wongso yang menyatakan variasi masakan Indonesia juga diperkaya oleh cita rasa masakan  negara lainSelain itu, disajikan pula makanan ringan seperti lapis legit saus kopi alpukat dan jongkong. Teh dan kopi yang disajikan merupakan kopi dan teh asli Indonesia.
         Pada kesempatan itu Saung Mang Udjo juga mempertunjukan kebolehannya dengan memainkan beberapa lagu, yaitu antara lain: Chiquitita, Kokoro notomo, Besame Mucho, Imagine dan Love.
         Bersamaan dengan kegiatan Wonderful Indonesia pada acara Putte I Parken yang diadakan tiga hari sebelumnya, kegiatan terpadu ini promosi kuliner, musik, dan  wisata mampu membuka wawasan masyarakat Swedia, lebih dalam seni budaya, kuliner dan beragam fashion dari Indonesia
    Sementara itu Ebbie Vebrie Adrian dalam menyampaikan pandangan tentang foto-yang didokumentasikan  mengenai Indonesia sebagai negara yang besar, kaya akan budaya dan keindahan alam serta memiliki arti yang penting bagi Swedia.  Selain sumber daya alam mempunyai nilai tinggi, keragaman masyarakat menarik dipelajari.

    ***1***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 03-08-2017 06:00:54

ITALIA

RI-WFP SEPAKAT PERERAT KERJA SAMA KETAHANAN PANGAN 
     Oleh Zeynita Gibbons

    London,3/8 (Antara) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI berkedudukan di Roma, Italia, Esti Andayani menyatakan kesepakatan dengan World Food Program (WFP) untuk penguatan kerja sama dalam ketahanan pangan.
         Esti Andayani menyampaikan hal itu saat menyerahkan Surat Penunjukan sebagai Wakil Tetap Pemerintah Indonesia untuk World Food Program (WFP), organisasi humaniter terdepan di dunia dalam mengatasi bahaya kelaparan/kelangkaan pangan dan memerangi kekurangan gizi pada anak-anak.
            Dalam acara yang dilaksanakan di Markas Besar WFP, Roma, Dubes Esti Andayani didampingi pejabat Fungsi Multilateral KBRI Roma menyampaikan surat penunjukannya  kepada Direktur Eksekutif WFP, David Muldrow Beasley, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles F. Hutapea kepada Antara London, Kamis.
            Pada kesempatan itu, Dubes Esti Andayani menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kerja sama antara Indonesia dan WFP selama ini.
            Hal ini  ditandai antara lain dengan berbagai aktivitas pengembangan kapasitas teknis dalam hal peningkatan ketahanan pangan, promosi perbaikan kesehatan gizi anak, serta peningkatan kesiap-siagaan dan tanggap darurat dalam menghadapi bencana.
          Dubes Esti Andayani mengharapkan kerja sama dengan WFP  semakin solid dan berdampak riil bagi ketahanan pangan dan peningkatan nutrisi anak-anak di Indonesia  Meski Indonesia telah mencapai swasembada pangan, namun masih dihadapkan pada tantangan lainnya  dibidang pangan dan nutrisi, ujar Dubes Esti Andayani.
          Pemerintah Indonesia juga mengharapkan agar WFP lebih banyak merekrut dan melibatkan ahli di Indonesia khususnya dalam bidang pangan, nutrisi dan penanganan bencana dalam program WFP.
          Sementaga itu Direktur Eksekutif David Beasley sebagai negara besar di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia memiliki arti penting bagi WFP antara lain dalam program global WFP pemberian makanan dan peningkatan nutrisi anak sekolah di seluruh dunia.    
     Direktur Eksekutif David Beasley dan Dubes Esti Andayani sepakat dalam menghadapi tantangan peningkatan gizi anak  kerja sama Indonesia dan WFP sangat besar artinya.
          Hal itu antara lain ditandai dengan dukungan WFP bagi program peningkatan gizi anak sekolah di Indonesia baik melalui Program Gizi Anak Sekolah di Indonesia tahun 2017 (ProGas) di tingkat nasional, ataupun di tingkat provinsi melalui program dukungan nutrisi anak-anak dan pemberdayaan petani lokal di Serang, Jawa Barat.
        World Food Programme (WFP) merupakan lembaga bantuan kemanusiaan PBB terbesar di dunia, dalam hal bantuan pangan dan nutrisi, dibentuk 1961 berkantor pusat di Roma, Italia.
        Sejak April tahun 2017, David Muldrow Beasley dari AS ditunjuk bersama  Sekjen PBB dan Dirjen FAO sebagai Executive Director (ED) WFP masa tugas lima tahun, menggantikan Ms. Ertharin Cousin juga dari AS.

    ****2****


(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 03-08-2017 06:25:21

BI LONDON

DEPUTI GUBERNUR BI LANTIK KEPALA KANTOR LONDON    
       Zeynita Gibbons¿  

     London, 1/8 (Antara) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melantik Kepala Kantor Perwakilan BI London,Inggris  Donny Hutabarat mengantikan Endy Dwi Tjahyono yang akan bertugas sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat.
       Pelantikan itu dilaksanakan dalam acara yang diadakan secara sederhana di KBRI London, Senin.
           Acara serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia London disaksikan Dubes RI  untuk Inggris Raya dan Irlandia, Rizal Sukma serta kepala kantor perwakilan perbankan Indonesia di London seperti Kepala Kantor BNI London Teddy Erdius, Bank Mandiri, I Nyoman Gede Suaria, station manager Garuda, Leonard Paul Hanoch.
       Selain itu juga hadir Kepala BKPM London Nurul Ichwan, dan Atase Perhubungan KBRI London Simson Sinaga, Ketua Young Indonesia Professionals Association (YIPA) Steven Marcelino serta Dharma Wanita.
          Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sambutannya mengatakan Dewan Gubernur BI menyampaikan  penghargaan kepada Dubes, Rizal Sukma beserta Ibu Hana A Satriyo yang membantu terselenggaranya acara serah terima jabatan di KBRI London.
           Hal ini menunjukkan dukungan yang kuat KBRI London atas keberadaan kantor Perwakilan Bank Indonesia  senantiasa menjalin kerja sama sebagai duta bangsa dan negara di wilayah Eropa dan sekitarnya.
          Dikatakannya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses pengembangan pegawai sekaligus bentuk penyegaran kepemimpinan di kantor perwakilan luar negeri.
        Peningkatan kinerja kantor perwakilan di luar negeri semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia, baik dari sisi global maupun domestik.
          Pada kesempatan itu, Deputi Gubernur BI,Perry Warjiyo menyampaikan pesan kepada Donny Hutabarat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia London yang baru untuk mempertahankan dan meningkatkan performana dari fungsi pengkajian dan riset ekonomi global, memantau perkembangan perekonomian di Eropa, dan meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan mitra strategis seperti European Central Bank, Bank of England, Bank for International Settlements (BIS) untuk memperoleh first hand information.
         Tingkatkan kerja sama dan koordinasi dengan Kedutaan Besar serta perwakilan pemerintah di Eropa dan Afrika. Saudara harus dapat berperan sebagai sumber informasi utama yang kredibel atas perkembangan dan isu-isu perekonomian Indonesia di kancah internasional bagi KBRI, perwakilan pemerintah dan pihak terkait lainnya..
       "Tingkatkan sinergi dengan investor dan mitra strategis dalam rangka memelihara persepsi positif dari para investor baik portofolio investment maupun direct investment. Salah satu kunci keberhasilan Integrated  Investor Relations Unit (IRU) ¿berada di tangan Saudara," ujarnya.

         Sebelum menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia London,Donny Hutabarat adalah kepala group operasi moneter departemen pengelolaan moneter Bank Indonesia. Memulai karir di Bank Indonesia ditahun 1993 dengan berbagai posisi diantaranya sebagai koordinator dealer kantor perwakilan BI London, Kepala dealer departemen pengelolaan devisa dan departemen pengelolaan moneter.***3****

zg/b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 01-08-2017 06:54:05

MOSKOW

KBRI MOSKOW GELAR FESTIVAL INDONESIA
     Zeynita Gibbons

    London, 1/8 (Antara) - KBRI Moskow kembali akan menyelenggarakan Festival Indonesia ke-2, sebagai tindak lanjut dari keberhasilan Festival tahun tahun lalu yang dihadiri lebih dari 68 ribu orang yang digelar di Hermitage Garden dari tanggal 4 hingga 6 Agustus mendatang.
         Festival di salah satu taman terkenal seluas 6 ha di pusat kota Moskow kali ini mengambil tema "Visit Indonesia: Enjoy its Diversity" bertujuan untuk memperkenalkan obyek wisata daerah lain di Indonesia, demikian keterangan Pensosbud KBRI Moskow yang diterima Antara London, Selasa.
         Berbeda dengan tahun lalu, Festival kali ini diawali dengan "Business Forum" pada tanggal 4 Agustus bertempat di Hotel Interncontinental Moskow rencananya dihadiri sekitar 300 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia.
         Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dijadwalkan  menyampaikan pembicara kunci, dan pada sore harinya Mendag secara resmi membuka Festival Indonesia ke-2 di panggung utama, Hermitage Garden.
         FestivaI Indonesia juga akan dihadiri lima Gubernur, delapan Bupati/Wali Kota serta sekitar 600 orang, yang terdiri dari kalangan bisnis/pejabat pemerintah dan seniman dari berbagai Provinsi di Indonesia.
         Duta Besar Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, mengatakan pada festival tahun lalu memberikan hasil yang nyata dilihat dari nilai perdagangan yang meningkat sekitar 33,4 persen atau sebesar 2,6 miliar dolar AS.
         Ekspor naik 45 persen dan Indonesia mengalami surplus 1,8 miliar dolar AS. Jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada kuartal pertama juga meningkat sebesar 77 persen menjadi sekitar 37 ribu orang atau tertinggi dibanding negara-negara lain, ujarnya.
         Dikatakannya untuk pertama kalinya Indonesia memiliki "Permanent Product Display" seluas 200 M2 di Food City, yang "soft launching"-nya  dilakukan Mantan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel bulan April  lalu.
         Pada tanggal 5 Agustus, Mendag RI direncanakan meninjau Permanent Product Display Indonesia di Food City, yang diikuti Kepala Daerah dan pengusaha Indonesia.
         Diharapkan produk makanan Indonesia yang saat ini sudah mulai dikenal di Rusia dapat mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Uni Eropa senilai 13,5 miliar dolar AS, akibat tindak balasan Rusia terkait sanksi yang diterapkan AS dan negara Barat.
         Festival mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan diisi dengan 70 gerai (booth) yang akan memajang produk Indonesia, terutama UKM, kopi, tekstil, pakaian, kerajinan tangan, souvenir, dan lainnya merupakan peningkatan lebih dari 100 persen dibandingkan tahun lalu, yang hanya 30 gerai.
         Mengakomodasi kepentingangan bisnis, panitia menyediakan tempat "business matching" bagi pengusaha Indonesia dan Rusia untuk dapat melakukan "one-on-one meeting" selama berlangsungnya tiga hari Festival Indonesia.
         Festival juga akan diramaikan dengan pertunjukkan kesenian dan budaya dari berbagai daerah. Selain itu, grup Jazz Legendaris Indonesia "Krakatau" akan tampil di panggung utama pada tanggal 6 Agustus mendatang.
         Pertunjukkan wayang Kulit dengan Dalang Dr Eddy Pursubaryanto dari UGM akan tampil dalam bentuk lokakarya dan di panggung utama di akhir acara dengan penabuh gamelan, yang sekitar 50 persen Warga Rusia.
         Sehari sebelum pembukaan festival di Hermitage Gardem, juga diadakan "Indonesia-Russia Business Forum ke-2" dihadiri Mendag RI. Ekspor kelapa sawit Indonesia merupakan ekspor kedua terbesar di Rusia setelah peralatan mesin dan laboratorium.
         Seminar dimaksud untuk membuka wawasan masyarakat Rusia bahwa minyak kelapa sawit aman dikonsumsi, sebagaimana minyak nabati lainnya.

    ***3*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 01-08-2017 11:08:41