PESTA KEMBANG API RAYAKAN PENGANTIAN TAHUN DI LONDON INGGRIS
London, 1/1 (ANTARA) - Pesta kembang api di London Eyes, kincir raksasa bersinar kerlap kerlip menerangi sepanjang pinggir sungai Thames, dipenuhi 250.000 orang memadati kedua sisi tepian Sungai Thames untuk menyaksikan kembang api tepat pukul 00.00 selama delapan menit dengan diiringi musik menandai pergantian tahun.
Sejak Jumat siang, para penonton berdatangan dari berbagai daerah untuk menyaksikan kembang api yang berasal dari London Eye, kincir raksasa, di seberang Gedung Parlemen Inggris dan Big Ben, ikon kota London tampak diantaranya keluarga Tongki Hermono, lokal staf KBRI London dan istri Lusi Ana yang menjaga Wisma Caraka London serta putri remaja mereka.
Sementara itu KBRI London, , Jumat malam juga mengelar acara perayaan pergantian tahun dengan acara renungan akhir 20.00 diselingi dengan karaoke bersama dan santap malam.
Sekretaris satu Pensosbud KBRI London, Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden Antara London, Sabtu dinihari mengatakan Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Yuri Thamrin bersama Ny Sandra Thamrin mengikuti acara pergantian tahun bersama masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai wilayah.
Dimas Darsono, lokal staf KBRI London mengatakan bahwa acara pergantian tahun dirayakan di KBRI London baru sejak tiga terakhir.
"Biasanya sambil menanti detik-detik pergantian tahun diisi dengan acara karaoke," ujarnya.
Dikatakannya kali ini merupakan acara yang ke empat kalinya sebelumnya pada zaman Dubes TM H Hadi Thayeb juga pernah diadakan sekitar tahun 1992, ujar Dimas Darsono yang menetap di Inggris selama 20 tahun.
Perayaan pergantian tahun di kota London, Inggris dipusatkan di sekitar komedi putar raksasa London Eye yang berada di tepi Sungai Thames serta di Trafalgar Squere yang sejak sore hari mulai dipadati lautan manusia.
Sepanjang Regent Street menuju ke Trafargar Square, masyarakat yang datang dari berbagai kota untuk menyaksikan pesta kembang api termasuk masyarakat Indonesia yang tinggal di London untuk menyaksikan pesta kembang api.
Cuaca udara kota London dengan suhu sekitar nol derajat Celsius tidak menyurutkan masyarakat termasuk dari warga Indonesia untuk memeriahkan pergantian tahun dengan pesta kembang api yang berlangsung hanya beberapa menit.
Menurut BBC London, pertunjukan kembang api menarik lebih banyak ketimbang tahun lalu yang hanya sekitar 200.000 orang yang berjajar di tepi Sungai Thames yang bernilai seharga 300 ribu pound dengan diiringi musik diantaranya music dari Queen "We will rock you," dan lagu We got the love.
Sebanyak 300 polisi disiapkan mengamankan pesta kembang api yang memberikan pandangan yang indah dengan percikan kembang api menghiasi langit kota London yang cerah serta bulan bersinar terang.
Superintendent Julia Pendry dari The Metropolitan Police mengatakan bahwa sejak sore mereka sudah sibuk mengurus dan mengatur masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun.
"Banyak warga masyarakat yang akan merasa kecewa kalau tidak datang lebih awal," kata polisi tersebut.
"Kami ingin masyarakat London dan seluruh pengunjung yang datang ke London dapat menikmati pesta kembang api dan merayakan pergantian tahun dengan aman dan jauh dari kriminalitas," katanya.
Panitia perayaan pesta kembang api James Donald mengatakan bahwa kembang api yang digunakan untuk perayaan pergantian tahun merupapan kembang api dengan mengunakan teknologi energi yang tinggi yang dilakukan di The London Eye, yang diresmikan tahun 2000.
Jurubicara Metropolitan Police mengatakan bahwa kerumunan manusia di sepanjang sungai Thames lebih besar dibandingkan tahun lalu dan sampai saat ini hanya lima orang yang ditangkap melakukan keonaran.
London Transport memastikan kereta api bawah tanah yang disebut Tube dan DLR serta bus tetap akan beroperasi dan memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat yang akan kembali ke rumah masing masing sampai pukul 04.30 waktu Inggris.
Koresonden BBC Daniel Boettcher melaporkan dari pinggir sungai Thames bahwa sekitar seperampat juta manusia memenuhi kedua pinggir sungai Thames yang menyaksikan pergantian tahun dengan pesta kembang api.
Pengantian tahun di Paris
Sementara itu, pejabat fungsi Pensosbud KBRI Paris , Gita Loka Murti mengatakan bahwa ia baru kembali dari menara Eiffel, Paris dengan harapan dapat melihat sedikit kemeriahan pergantian tahun di ibukota Perancis itu.
Pada pergantian tahun lalu, di Eiffel terdapat atraksi lampu-lampu warna-warni dengan teknologi tinggi dan sedikit kembang api, ujar Gita yang merasa kecewa karena hampir tidak ada apa-apa di tempat tersebut.
Di sekitar Eiffel, terutama di Trocadero terdapat banyak sekali orang, lautan manusia, yang sebagian besar terdiri dari turis asing.
"Kami berdesak-desakan di Trocadero," ujarnya dan menyebutkan sebagian berteriak-teriak .
Namun ketika jam menunjukkan pukul 00.00 tepat, seperti biasa, lampu-lampu di Menara Eiffel langsung berkerlap-kerlip seperti setiap jarum jam menunjukkan pukul berapa tepat. Kerlap-kerlip itu berlangsung selama lima menit, seperti biasa.
Setelah itu, kerlap-kerlipnya mati dan Eiffel hanya memancarkan cahaya kuning konstan seperti sebelumnya. Beberapa orang melemparkan petasan sendiri secara sporadis dan beberapa juga memainkan kembang api sendiri sambil berteriak-teriak.
Setelah itu, satu per satu mulai meninggalkan tempat dan membuat acara masing-masing di tempat lain. Beberapa restoran, kafe, teater, klub malam dan diskotik memang buka dan mempunyai acara khusus untuk memperingati pergantian tahun.
Selain di Eiffel, pusat perayaan pergantian tahun di Paris terletak di jalan terkenal, Champs-Elyssee.
Setiap musim dingin, jalan itu dihias dengan lampu-lampu cantik. Namun tidak ada perayaan yang spesifik. Orang-orang hanya menghidupkan kembang api sendiri-sendiri, minum-minum dan melemparkan botol-botol minuman sembarangan dan mencium siapa saja yang kebetulan berada di dekat mereka.
Menurut Gita, tempat tersebut sangat tidak disarankan untuk keluarga dengan anak-anak karena kurang aman dan nyaman pada waktu seperti ini yang menyebutkan bahwa KBRI Paris biasanya mengadakan acara perayaan tahun baru di KBRI.
Namun tahun ini KBRI Paris tidak menyelenggarakannya mengingat banyaknya bencana alam yang terjadi di tanah air.
" Sepertinya kurang pas apabila kami berpesta-pesta sementara banyak saudara kami di tanah air yang sedang kesusahan dan tertimpa kemalangan," ujar Gita.
Dikatakannya hal ini merupakan salah satu bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di tanah air selain Menyumbangkan sejumlah uang yang dikumpulkan dari masyarakat Indonesia di Perancis melalui berbagai lembaga kemanusiaan di masing-masing daerah yang tertimpa bencana tersebut.
(ZG)/C/A011
(T.H-ZG/B/A011/A011) 01-01-2011 08:23:52
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Jumat, 31 Desember 2010
FUJAIRAH DUBAI
FUJAIRAH HARAPKAN HUBUNGAN DENGAN RI DAPAT DITINGKATKAN
London, 31/12 (ANTARA) - Putra Mahkota Fujairah, Sheikh Mohamed bin Hamad Al Sharqi mengharapkan hubungan ekonomi, investasi dan perdagangan antara Indonesia dengan Fujairah dapat lebih ditingkatkan di masa datang.
Harapan Putera Mahkota Sheikh Mohamed disampaikannya ketika menerima Konjen RI Dubai Mansyur Pangeran bertempat di Istana Emir Fujairah, ujar Sekretaris Pertama Plt. Fungsi Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Jumat.
Fujairah merupakan salah satu Emirat (Propinsi) di Persatuan Emirat Arab (PEA) yang berjarak sekitar 180 km dari Dubai, memiliki pelabuhan laut satu-satunya di PEA yang terletak di Laut Arab dan menjadi pintu keluar ekspor minyak dari Abu Dhabi, tanpa harus melewati Selat Hormuz yang berbatasan dengan Iran, sehingga lebih murah dan lebih cepat dibandingkan melalui pelabuhan lain di PEA.
Dalam pertemuan itu, Putera Mahkota Sheikh Mohamed yang didampingi pejabat Protokol Istana, Marwan Khameis Al Sheik, juga menyatakan keinginannya untuk mengunjungi wisata bahari Raja Ampat dan Bunaken dimasa mendatang.
Sheikh Muhamed menjelaskan mengenai karakteristik sektor ekonomi dan industri di wilayahnya. Perekonomian Fujairah bersumber dari subsidi dan grant pemerintah Federal PEA yang diberikan oleh Pemerintah Abu Dhabi.
Industri utama Fujairah meliputi pabrik semen, pemecah batu (stone crushing) dan pertambangan. Fujairah juga memiliki kawasan perdagangan bebas.
Pada pertemuan itu, Konjen RI didampingi Counsellor Ekonomi Dede Achmad Rifai, Sekretaris I Pensosbud Yana Rudiyana, Sekretaris I Ekonomi Adiguna Wijaya dan Attache Rendy Hadi, Konjen Mansyur Pangran menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Konjen Mansyur menyampaikan hubungan bilateral, terutama bidang ekonomi, investasi dan perdagangan Indonesia dengan PEA serta informasi mengenai produk ekspor unggulan Indonesia.
Ia juga menyampaikan perkembangan mengenai kerja sama ekonomi dan rencana kerja sama antara Indonesia dengan Fujairah, dan adanya keinginan Fujairah Cement Industry mengekspor semen dan mengimpor batu bara dari Indonesia bagi keperluan pembangkit tenaga listrik dan pabrik semen.
Selain itu juga disampaikan tawaran berinvestasi di perkebunan dan pabrik pengolahan jagung di Indonesia dan keinginan perusahaan Fujairah mengimpor jagung dan coconut oil, serta pembelian mesin dan perlengkapan penghancur batu oleh perusahaan Fujairah Rock and Aggregate Co.
Putra Mahkota Sheikh Mohamed menaruh minat dengan informasi yang disampaikan dan terkesima karena baru mengetahui mobil Toyota Innova yang merupakan salah satu mobil cukup laris di PEA dibuat di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Konjen Mansyur juga memberikan gambaran mengenai potensi wisata bahari
Indonesia, dan berbagai tempat tujuan diving di Indonesia yang merupakan favorit penyelam internasional, diantaranya Raja Ampat dan Bunaken.
Sheikh Mohamed yang gemar olahraga diving menunjukkan minat yang serius atas gambaran yang disampaikan dan menyatakan keinginannya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai wisata bahari di Indonesia, khususnya daerah tujuan diving, serta berniat untuk mengunjunginya.
Walaupun program pembangunan Fujairah tidak seagresif Dubai maupun Abu Dhabi, akan tetapi kemajuan pembangunan dan ekonomi Fujairah berlangsung secara berkesinambungan dan terus meningkat.
Pemerintah Fujairah sampai saat ini tidak memiliki hutang dan tidak terganggu adanya krisis ekonomi keuangan sebagaimana terjadi yang terjadi di Dubai.
Konjen RI menginformasikan mengenai keberadaan ratusan WNI yang bekerja dan tinggal di wilayah Fujairah yang sebagian besar bekerja sebagai pelaksana rumah tangga dan hanya sebagian kecil yang bekerja di rumah sakit, restoran, hotel, kapal dan perusahaan.
Dalam akhir pertemuan, baik Konjen RI maupun Putra Mahkota Fujairah menyampaikan harapan yang sama, kiranya hubungan ekonomi, investasi, dan perdagangan antara Indonesia dengan Fujairah dapat lebih ditingkatkan, serta berbagai rencana kerja sama dapat terealisasikan.
Selain itu, Putera Mahkota Sheikh Mohamed menyatakan kembali keinginannya untuk mengunjungi wisata bahari Raja Ampat dan Bunaken di masa mendatang, demikian Adiguna Wijaya.
(ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 31-12-2010 17:49:11
London, 31/12 (ANTARA) - Putra Mahkota Fujairah, Sheikh Mohamed bin Hamad Al Sharqi mengharapkan hubungan ekonomi, investasi dan perdagangan antara Indonesia dengan Fujairah dapat lebih ditingkatkan di masa datang.
Harapan Putera Mahkota Sheikh Mohamed disampaikannya ketika menerima Konjen RI Dubai Mansyur Pangeran bertempat di Istana Emir Fujairah, ujar Sekretaris Pertama Plt. Fungsi Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Jumat.
Fujairah merupakan salah satu Emirat (Propinsi) di Persatuan Emirat Arab (PEA) yang berjarak sekitar 180 km dari Dubai, memiliki pelabuhan laut satu-satunya di PEA yang terletak di Laut Arab dan menjadi pintu keluar ekspor minyak dari Abu Dhabi, tanpa harus melewati Selat Hormuz yang berbatasan dengan Iran, sehingga lebih murah dan lebih cepat dibandingkan melalui pelabuhan lain di PEA.
Dalam pertemuan itu, Putera Mahkota Sheikh Mohamed yang didampingi pejabat Protokol Istana, Marwan Khameis Al Sheik, juga menyatakan keinginannya untuk mengunjungi wisata bahari Raja Ampat dan Bunaken dimasa mendatang.
Sheikh Muhamed menjelaskan mengenai karakteristik sektor ekonomi dan industri di wilayahnya. Perekonomian Fujairah bersumber dari subsidi dan grant pemerintah Federal PEA yang diberikan oleh Pemerintah Abu Dhabi.
Industri utama Fujairah meliputi pabrik semen, pemecah batu (stone crushing) dan pertambangan. Fujairah juga memiliki kawasan perdagangan bebas.
Pada pertemuan itu, Konjen RI didampingi Counsellor Ekonomi Dede Achmad Rifai, Sekretaris I Pensosbud Yana Rudiyana, Sekretaris I Ekonomi Adiguna Wijaya dan Attache Rendy Hadi, Konjen Mansyur Pangran menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Konjen Mansyur menyampaikan hubungan bilateral, terutama bidang ekonomi, investasi dan perdagangan Indonesia dengan PEA serta informasi mengenai produk ekspor unggulan Indonesia.
Ia juga menyampaikan perkembangan mengenai kerja sama ekonomi dan rencana kerja sama antara Indonesia dengan Fujairah, dan adanya keinginan Fujairah Cement Industry mengekspor semen dan mengimpor batu bara dari Indonesia bagi keperluan pembangkit tenaga listrik dan pabrik semen.
Selain itu juga disampaikan tawaran berinvestasi di perkebunan dan pabrik pengolahan jagung di Indonesia dan keinginan perusahaan Fujairah mengimpor jagung dan coconut oil, serta pembelian mesin dan perlengkapan penghancur batu oleh perusahaan Fujairah Rock and Aggregate Co.
Putra Mahkota Sheikh Mohamed menaruh minat dengan informasi yang disampaikan dan terkesima karena baru mengetahui mobil Toyota Innova yang merupakan salah satu mobil cukup laris di PEA dibuat di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Konjen Mansyur juga memberikan gambaran mengenai potensi wisata bahari
Indonesia, dan berbagai tempat tujuan diving di Indonesia yang merupakan favorit penyelam internasional, diantaranya Raja Ampat dan Bunaken.
Sheikh Mohamed yang gemar olahraga diving menunjukkan minat yang serius atas gambaran yang disampaikan dan menyatakan keinginannya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai wisata bahari di Indonesia, khususnya daerah tujuan diving, serta berniat untuk mengunjunginya.
Walaupun program pembangunan Fujairah tidak seagresif Dubai maupun Abu Dhabi, akan tetapi kemajuan pembangunan dan ekonomi Fujairah berlangsung secara berkesinambungan dan terus meningkat.
Pemerintah Fujairah sampai saat ini tidak memiliki hutang dan tidak terganggu adanya krisis ekonomi keuangan sebagaimana terjadi yang terjadi di Dubai.
Konjen RI menginformasikan mengenai keberadaan ratusan WNI yang bekerja dan tinggal di wilayah Fujairah yang sebagian besar bekerja sebagai pelaksana rumah tangga dan hanya sebagian kecil yang bekerja di rumah sakit, restoran, hotel, kapal dan perusahaan.
Dalam akhir pertemuan, baik Konjen RI maupun Putra Mahkota Fujairah menyampaikan harapan yang sama, kiranya hubungan ekonomi, investasi, dan perdagangan antara Indonesia dengan Fujairah dapat lebih ditingkatkan, serta berbagai rencana kerja sama dapat terealisasikan.
Selain itu, Putera Mahkota Sheikh Mohamed menyatakan kembali keinginannya untuk mengunjungi wisata bahari Raja Ampat dan Bunaken di masa mendatang, demikian Adiguna Wijaya.
(ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 31-12-2010 17:49:11
Kamis, 30 Desember 2010
INDONESIA TERBAIK
"GLOBAL EXHIBITION CORPORATION" NILAI INDONESIA TERBAIK 2010
London, 31/12 (ANTARA) - Global Exhibition Corporation (GECO), perusahaan penyelenggara pameran-pameran internasional di Tunisia memberikan penghargaan terbaik kepada represantator Indonesia dalam berbagai pameran internasional di Tunisia selama 2010.
Penghargaan itu diberikan atas keseriusan Indonesia mengikuti berbagai kegiatan dan pameran internasional baik yang diselenggarakan KBRI Tunis maupun bekerja sama dengan mitra dari Tanah Air selama 2010, demikian keterangan pers KBRI Tunisia yang diterima Antara London, Jumat.
Penghargaan tersebut disampaikan Direktur GECO Besma Hmaidi kepada Sekretaris I Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, di Kantor GECO Tunisa, Kamis (30/12).
Dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Hmaidi menjelaskan, penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap pihak Indonesia yang selama tahun 2010 ini telah dengan sungguh-sungguh berupaya memperkenalkan produk-produk Indonesia pada berbagai pameran internasional di Tunisia.
Hmaidi mengutarakan harapannya agar KBRI Tunis terus aktif berpartisipasi pada berbagai pameran internasional di Tunisia sehingga hubungan ekonomi dan perdagangan RI-Tunisia semakin meningkat di masa mendatang.
Selama tahun 2010, KBRI Tunis berpartisipasi dalam empat pameran internasional yaitu Pameran ke-2 Internasional Food Processing Industry and Services (SIIAS 2010) di Hammamet pada bulan September 2010.
Selain pameran Internasional ke-8 untuk produk pertanian Salon Mediterraneen de l?Agriculture et des Industries Alimentaires (SMEA MED Food) di Sfax, pada bulan Mei , Pameran Pasar Pariwisata Internasional Mediterania atau Marche mediterraneen international du tourisme (M.I.T) ke-16 di Charguia, Tunis pada bulan yang sama.
Indonesia juga berpartisipasi dalam Pameran Usaha dan Budaya di Tunis pada bulan April yang diadakan oleh Junior Chamber Internasional (JCI) Tunisia.
Selain itu, KBRI berpartisipasi dalam dua Bazar Internasional yaitu Bazar Diplomatique pada bulan Desember di Gedung Pameran Internasional Le Kram Exhibition Hall dan Grand Bazar yang diadakan oleh Asosiasi Penyandang Cacat Tunisia (AMT) pada bulan Mei di Roman Theatre of Carthage, Tunis.
Madam Hmaidi mengungkapkan bahwa dalam berbagai pameran yang diikutinya tersebut, pihak KBRI Tunis selalu memperhatikan keindahan dekorasi stand sehingga tampak unik dan menarik para pengunjung.
Stand Indonesia selalu menjadi yang paling ramai dikunjungi dalam berbagai pameran tersebut, termasuk oleh para pejabat tinggi Tunisia seperti Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata dan lainnya.
Kunjungan para pejabat tinggi ini menjadikan stand Indonesia kerap mendapat liputan luas dari berbagai media nasional dan daerah. Bahkan pada Pameran ke-2 SIIAS 2010 yang diadakan di Hammamet bulan September, KBRI Tunis hadir sebagai partisipan atas undangan dan pendanaan dari Panitia SIIAS.
Hal ini karena stand Indonesia kerap menjadi ikon pameran dan dianggap mampu menjadi magnet yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Selain itu, panitia juga menyediakan akomodasi suite room gratis di hotel bintang lima Diar el Medina sebagai apresiasi atas partisipasi KBRI Tunis.
Boy Dharmawan yang kelahiran Jambi mengungkapkan partisipasi KBRI Tunis di berbagai pameran internasional ini adalah implementasi misi Dubes Ibnu Said. Keikutsertaan ini bertujuan memperkenalkan produk Indonesia di Tunisia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekspor.
Pameran-pameran tersbut juga selalu dimanfaatkan untuk mengupayakan keterlibatan pengusaha kedua negara secara langsung untuk saling bertukar informasi praktis mengenai mengetahui potensi ekonomi dan perdagangan masing-masing negara.
Dharmawan megatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan kado terbaik bagi KBRI Tunis di akhir tahun 2010 ini yang ikut mewarnai momentum peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tunisia (Tahun 1960-2010). ***4***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 31-12-2010 07:57:09
London, 31/12 (ANTARA) - Global Exhibition Corporation (GECO), perusahaan penyelenggara pameran-pameran internasional di Tunisia memberikan penghargaan terbaik kepada represantator Indonesia dalam berbagai pameran internasional di Tunisia selama 2010.
Penghargaan itu diberikan atas keseriusan Indonesia mengikuti berbagai kegiatan dan pameran internasional baik yang diselenggarakan KBRI Tunis maupun bekerja sama dengan mitra dari Tanah Air selama 2010, demikian keterangan pers KBRI Tunisia yang diterima Antara London, Jumat.
Penghargaan tersebut disampaikan Direktur GECO Besma Hmaidi kepada Sekretaris I Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, di Kantor GECO Tunisa, Kamis (30/12).
Dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Hmaidi menjelaskan, penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi terhadap pihak Indonesia yang selama tahun 2010 ini telah dengan sungguh-sungguh berupaya memperkenalkan produk-produk Indonesia pada berbagai pameran internasional di Tunisia.
Hmaidi mengutarakan harapannya agar KBRI Tunis terus aktif berpartisipasi pada berbagai pameran internasional di Tunisia sehingga hubungan ekonomi dan perdagangan RI-Tunisia semakin meningkat di masa mendatang.
Selama tahun 2010, KBRI Tunis berpartisipasi dalam empat pameran internasional yaitu Pameran ke-2 Internasional Food Processing Industry and Services (SIIAS 2010) di Hammamet pada bulan September 2010.
Selain pameran Internasional ke-8 untuk produk pertanian Salon Mediterraneen de l?Agriculture et des Industries Alimentaires (SMEA MED Food) di Sfax, pada bulan Mei , Pameran Pasar Pariwisata Internasional Mediterania atau Marche mediterraneen international du tourisme (M.I.T) ke-16 di Charguia, Tunis pada bulan yang sama.
Indonesia juga berpartisipasi dalam Pameran Usaha dan Budaya di Tunis pada bulan April yang diadakan oleh Junior Chamber Internasional (JCI) Tunisia.
Selain itu, KBRI berpartisipasi dalam dua Bazar Internasional yaitu Bazar Diplomatique pada bulan Desember di Gedung Pameran Internasional Le Kram Exhibition Hall dan Grand Bazar yang diadakan oleh Asosiasi Penyandang Cacat Tunisia (AMT) pada bulan Mei di Roman Theatre of Carthage, Tunis.
Madam Hmaidi mengungkapkan bahwa dalam berbagai pameran yang diikutinya tersebut, pihak KBRI Tunis selalu memperhatikan keindahan dekorasi stand sehingga tampak unik dan menarik para pengunjung.
Stand Indonesia selalu menjadi yang paling ramai dikunjungi dalam berbagai pameran tersebut, termasuk oleh para pejabat tinggi Tunisia seperti Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata dan lainnya.
Kunjungan para pejabat tinggi ini menjadikan stand Indonesia kerap mendapat liputan luas dari berbagai media nasional dan daerah. Bahkan pada Pameran ke-2 SIIAS 2010 yang diadakan di Hammamet bulan September, KBRI Tunis hadir sebagai partisipan atas undangan dan pendanaan dari Panitia SIIAS.
Hal ini karena stand Indonesia kerap menjadi ikon pameran dan dianggap mampu menjadi magnet yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Selain itu, panitia juga menyediakan akomodasi suite room gratis di hotel bintang lima Diar el Medina sebagai apresiasi atas partisipasi KBRI Tunis.
Boy Dharmawan yang kelahiran Jambi mengungkapkan partisipasi KBRI Tunis di berbagai pameran internasional ini adalah implementasi misi Dubes Ibnu Said. Keikutsertaan ini bertujuan memperkenalkan produk Indonesia di Tunisia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekspor.
Pameran-pameran tersbut juga selalu dimanfaatkan untuk mengupayakan keterlibatan pengusaha kedua negara secara langsung untuk saling bertukar informasi praktis mengenai mengetahui potensi ekonomi dan perdagangan masing-masing negara.
Dharmawan megatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan kado terbaik bagi KBRI Tunis di akhir tahun 2010 ini yang ikut mewarnai momentum peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Tunisia (Tahun 1960-2010). ***4***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 31-12-2010 07:57:09
Rabu, 29 Desember 2010
RI-MAROKO
RI-MAROKO KERJA SAMA PENELITIAN PERTANIAN
London, 25/12 (ANTARA) - Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian mengadakan kunjungan ke INRA (Intitute National de la Recherce Agronomique) Maroko sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia ke Maroko belum lama ini.
Kunjungan Tim Badan Litbang Pertanian terdiri dari Kepala Bagian Umum, Sekretariat Badan Lirtbang Pertanian Dr. Marhendro, Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika Dr. Hardiyanto dan Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. Muharram Saefulah.
Sekretaris III / Pelaksana Fungsi Pensosbud, Rahmat Azhari dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Sabtu, menyebutkan kehadiran Tim Badan Litbang Pertanian ke Maroko dalam rangka mengidentifikasi bidang penelitian pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk kerja sama antar institusi RI-Maroko.
Selama di Maroko Tim Badan Litbang Pertanian mengadakan pertemuan dengan Dirjen INRA Maroko, Prof. Mohamed Badraoui yang menjelaskan program yang dilaksanakan INRA berupa riset dan pengembangan pertanian guna mengurangi kesenjangan produksi dengan cara meningkatkan produktivitas.
Penelitian pertanian tersebut difokuskan antara lain meningkatkan ketahanan pangan, water management, berupa efisiensi penggunaan air, pengembangan varietas tanaman gandum, yang difokuskan pada peningkatan ketahanan tanaman gandum terhadap kekeringan.
Selain pengembangan tanaman kurma, pengembangan varietas tanaman jeruk, INRA telah berhasil mengembangkan lima varietas jeruk baru dan tanaman zaitun serta rekayasa genetika ternak untuk pengembangan hewan ternak.
Selama di Maroko Tim mengadakan kunjungan ke Pusat Penelitian Bioteknologi, Pakan Ternak dan Sumberdaya Lahan berada dalam pengelolaan Regional Center of Agronomics of Rabat, Bank Gen Maroko, ke Pusat Penelitian Pertanian Regional di Kenitra dan Pusat Penellitian Regional di Settat serta Pusat Penelitian Regional di Meknes yang merupakan salah satu dari 10 pusat penelitian regional dari INRA.
Dalam kunjungan ke Maroko Tim Pertukaran Ilmiah berkunjung ke Institut Agronomique et Veterinaire Hassan II yang merupakan lembaga pendidikan sekaligus penelitian di bidang kedokteran hewan.
Institut tersebut juga menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk short course yang difokuskan terutama pada pendidikan tenaga ahli dari Afrika, termasuk dalam bidang water management. Meskipun Institut ini bukan di bawah manajemen INRA Morocco, namun koordinasi penelitian dilakukan sangat baik.
Beberapa hal yang dikembangkan pusat penelitian pertanian regional di Maroko itu antara lain penelitian bioteknologi untuk memperoleh varietas gandum tahan kekeringan, penelitian pakan ternak dari tumbuhan local, pengembangan jeruk, padi dan jagung, penelitian biopestisida dari tanaman local serta penelitian tanaman subtropis seperti zaitun, walnut, almond dan anggur.
Dalam kunjungan ke Maroko, Tim didampingi Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja yang didampingi PF Ekonomi, Dicky Ahmad Rizaldy dan staf bidang politik, Fauzan Adim, mendiskusikan secara singkat hasil kunjungan Tim dengan Dirjen INRA untuk merumuskan kemungkinan langkah kerjasama penelitian pertanian antar kedua negara.
Diharapkan nota kesepakatan antara Indonesia-Maroko dapat ditandatangani pada Sidang Kerja Bersama (SKB) II di Jakarta pada 2011 mendatang.
(T.H-ZG/B/A026/A026) 25-12-2010 06:30:28
London, 25/12 (ANTARA) - Tim Pertukaran Ilmiah Badan Litbang Pertanian mengadakan kunjungan ke INRA (Intitute National de la Recherce Agronomique) Maroko sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia ke Maroko belum lama ini.
Kunjungan Tim Badan Litbang Pertanian terdiri dari Kepala Bagian Umum, Sekretariat Badan Lirtbang Pertanian Dr. Marhendro, Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika Dr. Hardiyanto dan Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner Dr. Muharram Saefulah.
Sekretaris III / Pelaksana Fungsi Pensosbud, Rahmat Azhari dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Sabtu, menyebutkan kehadiran Tim Badan Litbang Pertanian ke Maroko dalam rangka mengidentifikasi bidang penelitian pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bentuk kerja sama antar institusi RI-Maroko.
Selama di Maroko Tim Badan Litbang Pertanian mengadakan pertemuan dengan Dirjen INRA Maroko, Prof. Mohamed Badraoui yang menjelaskan program yang dilaksanakan INRA berupa riset dan pengembangan pertanian guna mengurangi kesenjangan produksi dengan cara meningkatkan produktivitas.
Penelitian pertanian tersebut difokuskan antara lain meningkatkan ketahanan pangan, water management, berupa efisiensi penggunaan air, pengembangan varietas tanaman gandum, yang difokuskan pada peningkatan ketahanan tanaman gandum terhadap kekeringan.
Selain pengembangan tanaman kurma, pengembangan varietas tanaman jeruk, INRA telah berhasil mengembangkan lima varietas jeruk baru dan tanaman zaitun serta rekayasa genetika ternak untuk pengembangan hewan ternak.
Selama di Maroko Tim mengadakan kunjungan ke Pusat Penelitian Bioteknologi, Pakan Ternak dan Sumberdaya Lahan berada dalam pengelolaan Regional Center of Agronomics of Rabat, Bank Gen Maroko, ke Pusat Penelitian Pertanian Regional di Kenitra dan Pusat Penellitian Regional di Settat serta Pusat Penelitian Regional di Meknes yang merupakan salah satu dari 10 pusat penelitian regional dari INRA.
Dalam kunjungan ke Maroko Tim Pertukaran Ilmiah berkunjung ke Institut Agronomique et Veterinaire Hassan II yang merupakan lembaga pendidikan sekaligus penelitian di bidang kedokteran hewan.
Institut tersebut juga menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk short course yang difokuskan terutama pada pendidikan tenaga ahli dari Afrika, termasuk dalam bidang water management. Meskipun Institut ini bukan di bawah manajemen INRA Morocco, namun koordinasi penelitian dilakukan sangat baik.
Beberapa hal yang dikembangkan pusat penelitian pertanian regional di Maroko itu antara lain penelitian bioteknologi untuk memperoleh varietas gandum tahan kekeringan, penelitian pakan ternak dari tumbuhan local, pengembangan jeruk, padi dan jagung, penelitian biopestisida dari tanaman local serta penelitian tanaman subtropis seperti zaitun, walnut, almond dan anggur.
Dalam kunjungan ke Maroko, Tim didampingi Dubes RI untuk Maroko, Tosari Widjaja yang didampingi PF Ekonomi, Dicky Ahmad Rizaldy dan staf bidang politik, Fauzan Adim, mendiskusikan secara singkat hasil kunjungan Tim dengan Dirjen INRA untuk merumuskan kemungkinan langkah kerjasama penelitian pertanian antar kedua negara.
Diharapkan nota kesepakatan antara Indonesia-Maroko dapat ditandatangani pada Sidang Kerja Bersama (SKB) II di Jakarta pada 2011 mendatang.
(T.H-ZG/B/A026/A026) 25-12-2010 06:30:28
PAKAR RUSIA
PAKAR RUSIA SEPAKAT KERJA SAMA DENGAN KBRI
London, 29/12 (ANTARA) - Para tokoh dan pakar Rusia sepakat untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan KBRI Moskow dan menyebutkan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki hampir seluruh unsur pendukung kuat hubungan bilateral.
Kedua negara memiliki banyak kemiripan antara lain sebagai bangsa yang multi-etnis, kaya akan sumber daya alam, dan sama-sama menuju modernisasi, demikian kesimpulan dari hasil diskusi yang diadakan KBRI Moskow, Selasa.
Pelaksana Fungsi Politik KBRI Moskow, Dodo Sudradjat dalam keterangan kepada koresponden Antara London, Rabu menyebutkan sejumlah tokoh dan pakar Rusia yang memiliki ikatan sejarah dan intelektual dengan Indonesia menjadi mitra diskusi akhir tahun dengan KBRI Moskow.
Sebanyak enam pakar/tokoh senior dan muda Rusia yang memiliki ikatan sejarah dan intelektual dengan Indonesia menyampaikan penghargaannya atas upaya KBRI Moskow menggiatkan kembali kerja sama kedua negara dan menyatakan kesiapannya untuk membantu.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow, Dian Wirengjurit menyatakan pentingnya KBRI melakukan dialog dengan berbagai lapisan masyarakat di Rusia guna memperoleh masukan dan meningkatkan kerjasama.
"Diskusi ini merupakan salah satu cara efektif untuk menajamkan pemahaman atas peluang dan hambatan dalam hubungan bilateral RI-Rusia, serta untuk meningkatkan kemitraan KBRI dengan berbagai tingkatan di Rusia," kata Dian Wirengjurit.
Diskusi juga membahas peluang dan hambatan yang selama ini dihadapi dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Rusia di segala bidang.
Untuk itu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendorong hubungan bilateral kedua negara terutama melalui peningkatan intensitas hubungan pada tingkat pimpinan dan sektor swasta.
Kedua negara masih belum memanfaatkan secara maksimal peluang kerjasama ekonomi dan perdagangan.
Ketua Bersama Indonesia-Russia Business Council, Mikhail Kuritsyn, menyatakan kedua negara harus meningkatkan peran loby pada tingkat tinggi.
Untuk memperluas pasar bagi produk Indonesia di Rusia, dikatakannya Indonesia perlu menajamkan pengenalan Indonesian branding di pasar Rusia.
Sementara itu pakar mengenai Indonesia dari Institut Ketimuran Moskow, Aleksey Drugov, dan Evgeny Kanaev, pakar Asia Tenggara dari Institut Ekonomi dan Manajemen Moskow, dan pakar lainnya sepakat Indonesia dan Rusia harus terus mendorong "people-to-people contact" yang mulai menggeliat dalam dalam dua tahun terakhir.
Diskusi tersebut merupakan upaya KBRI untuk memperoleh masukan dari pihak-pihak yang berkompeten guna meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Rusia.
Dalam pertemuan itu disimpulkan pula bahwa dalam dua tahun terakhir terlihat kecenderungan kebangkitan kembali hubungan bilateral RI-Rusia untuk paling tidak mencapai kejayaan hubungan bilateral kedua negara yang dicapai pada era tahun 1960-an. (ZG)
(T.H-ZG/B/Y006/Y006) 30-12-2010 00:06:47
London, 29/12 (ANTARA) - Para tokoh dan pakar Rusia sepakat untuk menjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan KBRI Moskow dan menyebutkan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki hampir seluruh unsur pendukung kuat hubungan bilateral.
Kedua negara memiliki banyak kemiripan antara lain sebagai bangsa yang multi-etnis, kaya akan sumber daya alam, dan sama-sama menuju modernisasi, demikian kesimpulan dari hasil diskusi yang diadakan KBRI Moskow, Selasa.
Pelaksana Fungsi Politik KBRI Moskow, Dodo Sudradjat dalam keterangan kepada koresponden Antara London, Rabu menyebutkan sejumlah tokoh dan pakar Rusia yang memiliki ikatan sejarah dan intelektual dengan Indonesia menjadi mitra diskusi akhir tahun dengan KBRI Moskow.
Sebanyak enam pakar/tokoh senior dan muda Rusia yang memiliki ikatan sejarah dan intelektual dengan Indonesia menyampaikan penghargaannya atas upaya KBRI Moskow menggiatkan kembali kerja sama kedua negara dan menyatakan kesiapannya untuk membantu.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow, Dian Wirengjurit menyatakan pentingnya KBRI melakukan dialog dengan berbagai lapisan masyarakat di Rusia guna memperoleh masukan dan meningkatkan kerjasama.
"Diskusi ini merupakan salah satu cara efektif untuk menajamkan pemahaman atas peluang dan hambatan dalam hubungan bilateral RI-Rusia, serta untuk meningkatkan kemitraan KBRI dengan berbagai tingkatan di Rusia," kata Dian Wirengjurit.
Diskusi juga membahas peluang dan hambatan yang selama ini dihadapi dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Rusia di segala bidang.
Untuk itu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendorong hubungan bilateral kedua negara terutama melalui peningkatan intensitas hubungan pada tingkat pimpinan dan sektor swasta.
Kedua negara masih belum memanfaatkan secara maksimal peluang kerjasama ekonomi dan perdagangan.
Ketua Bersama Indonesia-Russia Business Council, Mikhail Kuritsyn, menyatakan kedua negara harus meningkatkan peran loby pada tingkat tinggi.
Untuk memperluas pasar bagi produk Indonesia di Rusia, dikatakannya Indonesia perlu menajamkan pengenalan Indonesian branding di pasar Rusia.
Sementara itu pakar mengenai Indonesia dari Institut Ketimuran Moskow, Aleksey Drugov, dan Evgeny Kanaev, pakar Asia Tenggara dari Institut Ekonomi dan Manajemen Moskow, dan pakar lainnya sepakat Indonesia dan Rusia harus terus mendorong "people-to-people contact" yang mulai menggeliat dalam dalam dua tahun terakhir.
Diskusi tersebut merupakan upaya KBRI untuk memperoleh masukan dari pihak-pihak yang berkompeten guna meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Rusia.
Dalam pertemuan itu disimpulkan pula bahwa dalam dua tahun terakhir terlihat kecenderungan kebangkitan kembali hubungan bilateral RI-Rusia untuk paling tidak mencapai kejayaan hubungan bilateral kedua negara yang dicapai pada era tahun 1960-an. (ZG)
(T.H-ZG/B/Y006/Y006) 30-12-2010 00:06:47
KJRI DUBAI
KJRI DUBAI PULANGKAN DELAPAN TKW BERMASALAH
London 29/12 (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Dubai setelah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi puluhan tenaga kerja wanita Indonesia (nakerwan), kini ikut membantu memulangkan delapan TKW bermasalah tersebut ke tanah air.
Nakerwan bermasalah yang dipulangkan tersebut merupakan delapan dari 52 nakerwan yang telah direpatriasi KJRI Dubai selama periode Oktober hingga Desember, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Rabu.
Yana Rudiyana menjelaskan permasalahan yang dihadapi para TKW tersebut berbeda-beda dan bervariasi, mulai dari gaji ditahan, menderita sakit hingga pekerjaan yang dianggap terlalu berat.
Namun, persamaan yang dimiliki mereka adalah masa kerja mereka di Dubai yang tergolong cukup singkat, hanya rata-rata dibawah enam bulan dari perjanjian kerja selama dua tahun, ujarnya.
Komala binti Caspani misalnya, Nakerwan asal Cirebon ini mengaku pada saat diberangkatkan ke Dubai tiga bulan yang lalu sebenarnya masih dalam kondisi sakit akibat telapak kakinya yang patah dan masih dalam tahap pengobatan.
Sementara itu, Anita binti Wanda, yang berasal dari Indramayu ini bahkan hanya sanggup bekerja selama sebulan 15 hari untuk kemudian dipulangkan oleh majikan karena ia tidak sanggup akan beban pekerjaan yang diluar bayangannya sebelum berangkat ke Dubai.
Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, menjelaskan sebaiknya mereka yang ingin bekerja di luar negeri hendaknya memiliki kondisi kesehatan yang prima.
Selain itu harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan serta memahami budaya dan kondisi negara tujuan.
"Dan yang paling penting, mereka harus paham akan hak dan kewajiban mereka selama bekerja di negara orang, " ujar Mansyur Pangeran.
Sementara itu , Minister Counsellor Konsuler KJRI Dubai, Dedy Darussalam, menyelaskan dalam penyelesaian permasalahan TKW maka pemulangannya dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan .
Sebelum dipulangkan para nakerwan bermasalah yang menghuni penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (Kantor Imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal dan majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai, ujarnya.
"Wilayah kerja KJRI Dubai meliputi enam emirat, otomatis ada enam kantor otoritas setempat yang harus dijangkau staf KJRI Dubai setiap harinya, " ujarnya.
Dikatakannya terlepas dari segala keterbatasan yang dihadapi, KJRI Dubai berupaya meningkatkan Sistem Pelayanan Warga (Citizen badan hukum Indonesia yang bermasalah secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Perwakilan RI di luar negeri maupun di dalam negeri.
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 29-12-2010 09:44:49
London 29/12 (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Dubai setelah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi puluhan tenaga kerja wanita Indonesia (nakerwan), kini ikut membantu memulangkan delapan TKW bermasalah tersebut ke tanah air.
Nakerwan bermasalah yang dipulangkan tersebut merupakan delapan dari 52 nakerwan yang telah direpatriasi KJRI Dubai selama periode Oktober hingga Desember, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Rabu.
Yana Rudiyana menjelaskan permasalahan yang dihadapi para TKW tersebut berbeda-beda dan bervariasi, mulai dari gaji ditahan, menderita sakit hingga pekerjaan yang dianggap terlalu berat.
Namun, persamaan yang dimiliki mereka adalah masa kerja mereka di Dubai yang tergolong cukup singkat, hanya rata-rata dibawah enam bulan dari perjanjian kerja selama dua tahun, ujarnya.
Komala binti Caspani misalnya, Nakerwan asal Cirebon ini mengaku pada saat diberangkatkan ke Dubai tiga bulan yang lalu sebenarnya masih dalam kondisi sakit akibat telapak kakinya yang patah dan masih dalam tahap pengobatan.
Sementara itu, Anita binti Wanda, yang berasal dari Indramayu ini bahkan hanya sanggup bekerja selama sebulan 15 hari untuk kemudian dipulangkan oleh majikan karena ia tidak sanggup akan beban pekerjaan yang diluar bayangannya sebelum berangkat ke Dubai.
Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, menjelaskan sebaiknya mereka yang ingin bekerja di luar negeri hendaknya memiliki kondisi kesehatan yang prima.
Selain itu harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan serta memahami budaya dan kondisi negara tujuan.
"Dan yang paling penting, mereka harus paham akan hak dan kewajiban mereka selama bekerja di negara orang, " ujar Mansyur Pangeran.
Sementara itu , Minister Counsellor Konsuler KJRI Dubai, Dedy Darussalam, menyelaskan dalam penyelesaian permasalahan TKW maka pemulangannya dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan .
Sebelum dipulangkan para nakerwan bermasalah yang menghuni penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (Kantor Imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal dan majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai, ujarnya.
"Wilayah kerja KJRI Dubai meliputi enam emirat, otomatis ada enam kantor otoritas setempat yang harus dijangkau staf KJRI Dubai setiap harinya, " ujarnya.
Dikatakannya terlepas dari segala keterbatasan yang dihadapi, KJRI Dubai berupaya meningkatkan Sistem Pelayanan Warga (Citizen badan hukum Indonesia yang bermasalah secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Perwakilan RI di luar negeri maupun di dalam negeri.
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 29-12-2010 09:44:49
GENERASI MUDA RUSIA
GENERASI MUDA RUSIA GANDRUNGI INDONESIA
London, 26/12 (ANTARA)- Tidak sedikit generasi muda Rusia mengaku sangat mengandrungi Indonesia, baik mengenai budayanya maupun kondisi dan peluang bisnis yang tersedia.
Sehubungan dengan itu, beberapa kalangan pemuda di Rusia kini tengah berupaya mencari peluang untuk menjalin bisnis dengan pengusaha di Indonesia, kata Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Minggu.
Dikatakannya, keakraban hubungan antarkedua negara terlihat dalam acara pertemuan generasi muda Rusia dan Indonesia yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Jumat lalu.
Lebih dari 120 generasi muda Rusia berbagai kalangan memenuhi ruang serbaguna KBRI Moskow. Mereka terdiri atas mahasiswa, eksekutif muda, akademisi, aktivis organisasi kepemudaan dan wartawan, serta generasi muda Indonesia yang sebagian besar merupakan mahasiswa di Rusia
Menurut Enjay Diana, pada tahun 2010 hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia genap berusia 60 tahun. Akan tetapi, lanjut dia, hubungan kedua bangsa sudah terjalin jauh sebelum revolusi Oktober di Rusia tahun 1917.
Hubungan dari generasi ke generasi tidak surut di tengah pasang surutnya hubungan kedua negara. Memasuki abad ke-21, generasi baru yang mengisi hubungan kedua bangsa bermunculan
"Saya sangat senang ikut serta dalam pertemuan seperti ini, sehingga dapat lebih mempererat hubungan antara generasi muda kita," kata Natalia Vladimirovna, koordinator organisasi Youth for Human Rights International.
Sementara itu, Pavel Malyshev, seorang eksekutif muda Rusia menyampaikan, banyak peluang yang dapat diisi oleh generasi muda untuk turut serta dalam mengembangkan hubungan kedua bangsa.
"Indonesia adalah negara yang sangat menarik dan saya menyukainya. Saat ini saya sedang merintis bisnis di Indonesia dan sudah membuka kantor di Jakarta," ujar business development manager dari perusahaan Alpari NZ Limited yang juga lulusan Universitas Indonesia itu.
"Kehangatan" Indonesia terasa sekali di tengah musim dingin di Moskow saat ini. Semoga hubungan kedua bangsa selalu hangat dan mesra
, ungkap Svet Zakharov, selaku wakil generasi terdahulu yang menggeluti Indonesia sejak tahun 1950.
Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow Dian Wirenjurit mengatakan pentingnya terus menjalin hubungan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan.
"Selain mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Rusia, kegiatan-kegiatan seperti ini untuk lebih mendekatkan hubungan pada tingkat masyarakat atau 'people to people contact'," ujar Dian Wirengjurit.
Pertemuan diisi berbagai acara seperti pertunjukan seni dan budaya Indonesia berupa tari dan lagu daerah, serta lagu-lagu Indonesia dan Rusia kontemporer, dan acara interaksi aktif tentang Indonesia dalam pandangan generasi muda Rusia, menambah hangatnya suasana di tengah musim dingin dan hujan salju yang mengguyur kota Moskow. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 26-12-2010 06:46:50
London, 26/12 (ANTARA)- Tidak sedikit generasi muda Rusia mengaku sangat mengandrungi Indonesia, baik mengenai budayanya maupun kondisi dan peluang bisnis yang tersedia.
Sehubungan dengan itu, beberapa kalangan pemuda di Rusia kini tengah berupaya mencari peluang untuk menjalin bisnis dengan pengusaha di Indonesia, kata Sekretaris Ketiga Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Minggu.
Dikatakannya, keakraban hubungan antarkedua negara terlihat dalam acara pertemuan generasi muda Rusia dan Indonesia yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Jumat lalu.
Lebih dari 120 generasi muda Rusia berbagai kalangan memenuhi ruang serbaguna KBRI Moskow. Mereka terdiri atas mahasiswa, eksekutif muda, akademisi, aktivis organisasi kepemudaan dan wartawan, serta generasi muda Indonesia yang sebagian besar merupakan mahasiswa di Rusia
Menurut Enjay Diana, pada tahun 2010 hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia genap berusia 60 tahun. Akan tetapi, lanjut dia, hubungan kedua bangsa sudah terjalin jauh sebelum revolusi Oktober di Rusia tahun 1917.
Hubungan dari generasi ke generasi tidak surut di tengah pasang surutnya hubungan kedua negara. Memasuki abad ke-21, generasi baru yang mengisi hubungan kedua bangsa bermunculan
"Saya sangat senang ikut serta dalam pertemuan seperti ini, sehingga dapat lebih mempererat hubungan antara generasi muda kita," kata Natalia Vladimirovna, koordinator organisasi Youth for Human Rights International.
Sementara itu, Pavel Malyshev, seorang eksekutif muda Rusia menyampaikan, banyak peluang yang dapat diisi oleh generasi muda untuk turut serta dalam mengembangkan hubungan kedua bangsa.
"Indonesia adalah negara yang sangat menarik dan saya menyukainya. Saat ini saya sedang merintis bisnis di Indonesia dan sudah membuka kantor di Jakarta," ujar business development manager dari perusahaan Alpari NZ Limited yang juga lulusan Universitas Indonesia itu.
"Kehangatan" Indonesia terasa sekali di tengah musim dingin di Moskow saat ini. Semoga hubungan kedua bangsa selalu hangat dan mesra
, ungkap Svet Zakharov, selaku wakil generasi terdahulu yang menggeluti Indonesia sejak tahun 1950.
Sementara itu Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Moskow Dian Wirenjurit mengatakan pentingnya terus menjalin hubungan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan.
"Selain mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Rusia, kegiatan-kegiatan seperti ini untuk lebih mendekatkan hubungan pada tingkat masyarakat atau 'people to people contact'," ujar Dian Wirengjurit.
Pertemuan diisi berbagai acara seperti pertunjukan seni dan budaya Indonesia berupa tari dan lagu daerah, serta lagu-lagu Indonesia dan Rusia kontemporer, dan acara interaksi aktif tentang Indonesia dalam pandangan generasi muda Rusia, menambah hangatnya suasana di tengah musim dingin dan hujan salju yang mengguyur kota Moskow. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 26-12-2010 06:46:50
Langganan:
Postingan (Atom)