Rabu, 28 Mei 2014

BALINALE


BALINALE PROMOSI DI FESTIVAL FILM CANNES

        Cannes, 25/5 (Antara)  -  Balinale International Film Festival ikut menyemarakan dan mempromosikan festival film yang akan digelar di Bali kepada peserta Festival Film Cannes di Perancis 14-25 Mei 2014.

       "Kami berupaya mempromosikan penyelenggaraan Balinale yang diadakan sejak 2007  kepada insan film dunia di Cannes," ujar panitia penyelenggara Balinale Ari Syarif kepada Antara London, Minggu.

       Dia mengatakan, kehadirannya itu untuk pertama kalinya dalam mempromosikan penyelenggaraan  Balinale di festival film Cannes  yang tahun ini difokuskan pada "Women in Film".

       Balinale Internasional Film Festival berpartner dengan American Film Showcase & Sundance Institute's Film Forward screenings and workshops in Indonesia yang dipersembahkan oleh Kedutaan Amerika  di Jakarta.

        Selama penyelenggaraan Balinale festival Film yang digelar pada bulan Oktober mendatang  juga diadakan  forum industri film, seminar, program khusus untuk anak, serangkaian seminar, dan peluncuran kompetisi film .

       Menurut Ari Syarif, sudah banyak produser film dan distributor yang ingin mengikuti Balinale Internasional Film Festival.

        Namun demikian, dia mengakui bahwa kali ini Balinale akan memfokuskan kepada peserta dari negara-negara di Asia Tenggara, meskipun tidak menutup kemungkinan film dari Eropa dan Amerika juga bisa ikut dalam  festival film yang salah satu pendirinya  bintang film  Christine Hakim.

         Deborah Gabinetti salah satu pendiri Bali Taksu Indonesia Foundation, juga akan menjadi penyelenggara Balinale.

      Christine Hakim yang pernah menjadi juri di Festival Film Cannes juga hadir di kota wisata Cannes dalam upaya mempromosikan Balinale internasional film festival kepada para sahabatnya yang ada di Cannes.

        Ari Syarif, yang juga kepala divisi film di Next Academy mengatakan  Balinale beraliansi dengan Motion Picture Association, Asia Pacific Screen Awards (Brisbane, Australia), ASEAN International Film Festival & Awards (Kuching, Malaysia).

       Selain itu juga dengan Asian Film Commissions Network (20 member countries) and in 2014 is supporting American Film Showcase and Sundance Institute's Film Forward.***3*** (ZG)

(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 25-05-2014 04:54:50

BALINALE


BALINALE PROMOSI DI FESTIVAL FILM CANNES

        Cannes, 25/5 (Antara)  -  Balinale International Film Festival ikut menyemarakan dan mempromosikan festival film yang akan digelar di Bali kepada peserta Festival Film Cannes di Perancis 14-25 Mei 2014.

       "Kami berupaya mempromosikan penyelenggaraan Balinale yang diadakan sejak 2007  kepada insan film dunia di Cannes," ujar panitia penyelenggara Balinale Ari Syarif kepada Antara London, Minggu.

       Dia mengatakan, kehadirannya itu untuk pertama kalinya dalam mempromosikan penyelenggaraan  Balinale di festival film Cannes  yang tahun ini difokuskan pada "Women in Film".

       Balinale Internasional Film Festival berpartner dengan American Film Showcase & Sundance Institute's Film Forward screenings and workshops in Indonesia yang dipersembahkan oleh Kedutaan Amerika  di Jakarta.

        Selama penyelenggaraan Balinale festival Film yang digelar pada bulan Oktober mendatang  juga diadakan  forum industri film, seminar, program khusus untuk anak, serangkaian seminar, dan peluncuran kompetisi film .

       Menurut Ari Syarif, sudah banyak produser film dan distributor yang ingin mengikuti Balinale Internasional Film Festival.

        Namun demikian, dia mengakui bahwa kali ini Balinale akan memfokuskan kepada peserta dari negara-negara di Asia Tenggara, meskipun tidak menutup kemungkinan film dari Eropa dan Amerika juga bisa ikut dalam  festival film yang salah satu pendirinya  bintang film  Christine Hakim.

         Deborah Gabinetti salah satu pendiri Bali Taksu Indonesia Foundation, juga akan menjadi penyelenggara Balinale.

      Christine Hakim yang pernah menjadi juri di Festival Film Cannes juga hadir di kota wisata Cannes dalam upaya mempromosikan Balinale internasional film festival kepada para sahabatnya yang ada di Cannes.

        Ari Syarif, yang juga kepala divisi film di Next Academy mengatakan  Balinale beraliansi dengan Motion Picture Association, Asia Pacific Screen Awards (Brisbane, Australia), ASEAN International Film Festival & Awards (Kuching, Malaysia).

       Selain itu juga dengan Asian Film Commissions Network (20 member countries) and in 2014 is supporting American Film Showcase and Sundance Institute's Film Forward.***3*** (ZG)

(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 25-05-2014 04:54:50

ROMA


WALI KOTA ROMA TAWARKAN BUKA RESTAURAN INDONESIA

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 23/5 (Antara) - Wali Kota Roma Ingnazio Marino menawarkan diri untuk membantu pengusaha Indonesia yang berminat membuka restoran khas Nusantara di ibu kota Italia tersebut.

         Tawaran itu disampaikan Wali Kota Ingnazio Marino ketika menerima kunjungan kehormatan Dubes RI untuk Italia, August Parengkuan di ruang kerja Wali Kota Roma, demikian Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Kamis.

         "Kami akan membantu pengurusan perizinan dalam kaitan menerobos birokrasi bagi pengusaha Indonesia yang berminat membuka restoran khas di Roma," ucap Ignazio Marino.

         Di Kota Roma, hingga kini belum ada restoran yang menjual makanan Indonesia. Roma setiap tahun dipadati arus wisata yang cukup, mencapai 50 juta orang. Sementara kunjungan wisatawan Indonesia ke Roma sekitar 200.000 orang setiap tahunnya.

         Restoran dengan makanan China, Thailand dan Jepang, juga tidak terlalu banyak, padahal di Roma terdapat lembaga-lembaga PBB yang karyawan dan diplomatnya mencapai ratusan orang. Selain itu delegasi berdatangan dari lima benua, Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia.

         Ignazio Marino yang sudah setahun menjadi Wali Kota Roma, menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama dengan Indonesia sebagai negara dengan multietnis.

         "Untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat people to people contact saya mempersilakan Indonesia memanfaatkan berbagai tempat strategis bagi promosi seni budaya Indonesia," ujar Ignazio Marino.

         Menurut Ignazio Marino, hal ini penting agar warga Roma mengenal lebih jauh akan budaya Indonesia sebagai negara Asia yang namanya mulai diperhitungkan, ujar Ignazio Marino, yang sebelum menjadi Wali Kota Roma dikenal di AS dan Eropa sebagai dokter ahli transplantasi lever. Ia dikenal sebagai wali kota yang sangat merakyat. ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 23-05-2014 00:48:08

CANNES


KRITIKUS PRANCIS: FILM INDONESIA BERSAING DI CANNES

     Oleh Zeynita Gibbons
    Cannes, 22/5 (Antara) - Kritikus film ternama Prancis, Pierre Rissient (78) menyatakan banyak film Indonesia yang sebenarnya mampu bersaing dengan karya-karya dari negara lain dan layak diputar di Cannes Film Festival yang berlangsung tanggal 14--25 Mei 2014.

         Film Indonesia banyak yang bagus seperti Tjut Nyak Dien yang  dibintangi Christine Hakim dan mendapat penghargaan "Best International Film" pada festival Cannes tahun 1989, ujar Pierre Rissient kepada Antara London di tempatnya menginap di Hotel Cristal, Rabu.

         Kritikus senior itulah yang memperkenalkan sinema Indonesia di Cannes. Hal itu membawanya akrab dengan bintang film Christine Hakim yang dijumpainya pertama kali tahun 1983 di Hongkong Film Festival.

         "She is Great Ambassador for Indonesia Cinema," ujar Pierre Rissient seraya menambahkan, Christine yang pernah meraih piala Citra dan ikut membintangi film "Eat Pray Love" bersama Julia Robert,  merupakan aset yang sangat besar bagi film Indonesia.

         Dalam bincang-bincang santai, pria kelahiran Paris 4 Agustus 1926 yang telah malang melintang di dunia film itu mengaku sudah lama tidak mengetahui perkembangan film Indonesia karena kondisi kesehatannya yang tidak mendukung.

         "Saya sudah tidak banyak traveling dan terakhir ke Indonesia tahun 2006," ujar Pierre.

         Namun demikian sebagai pengamat film Indonesia dan juga film dari negara Asia lainnya, Pierre mengaku tetap memantau secara sepintas dan menyarankan pemerintah Indonesia untuk mendukung bila ingin dunia perfilman berkembang serta maju.

         "Cinema tidak akan berkembang tanpa dukungan dari pemerintah. Tetapi dukungan saja tidak cukup tanpa kebijakan pemerintah untuk mengembangkan perfilman di dalam negeri," ujarnya.

         Diakuinya film Indonesia bisa masuk festival film Cannes dan itu sudah terbukti. Tetapi seharusnya lebih banyak lagi film Indonesia yang diputar di Cannes asalkan mempunyai standar internasional.

         "Saya yakin film Indonesia akan maju bila digarap dengan sungguh-sunggu baik dari segi skrip, acting para pemainnya dan juga musik yang tidak terlalu keras," ujar Pierre seraya menambahkan bahwa film bagus bisa dicapai dengan kreativitas yang tinggi.

         Diakuinya tidak ada rahasia untuk membuat film yang bagus dan layak masuk dalam festival film Cannes yang sudah berlangsung sejak tahun 1967 asalkan dibuat dengan standar internasional.

         Setahu Pierre ada tiga film Indonesia yang pernah masuk festival film Cannes. Selain film Tjut Nyak Dien juga pernah masuk dalam seksi Un Certain Regard (Sorotan Khusus) Film Serambi yang diperuntukkan bagi film-film diajukan untuk ikut dalam seksi kompetisi utama namun dianggap belum memenuhi persyaratan oleh panitia seleksi. Selain film "Lewat Djam Malam" ini, diputar di Cannes Classic, Festival Film Cannes 2012.

         Menurut Pierre, banyak sutradara Indonesia yang bagus seperti Usmar Ismail, Sjuman Djaya, Teguh Karya, Slamet Rahardjo, Garin Nugroho dan juga Azrul Sani serta Wim Umboh yang merupakan salah satu sutradara favorit bersama Usmar Ismail.

         Mengenai film sebagai industri, Pierre mengakui bahwa sebagai karya seni, film juga menjadi produk industri kreatif. Untuk itu sebagai suatu Industri film juga harus mendapat dukungan pemerintah seperti industri lainnya dengan berbagai peraturan yang harus mendapat kemudahan dan juga perlu promosi.

         Seperti dengan keikutsertaan Indonesia khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kemparekraf RI di Marche du Film yang merupakan pasar film terbesar di dunia yang menjadi bagian dari program Cannes Film Festival. ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 22-05-2014 09:40:14

HALLO


KEMENPAREKRAF DUKUNG PROMOSI BUDAYA DI LONDON


          London, 22/5 (Antara) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berpartisipasi dalam kegiatan "Promosi Wonderful Indonesia"  di alun alun kota London, Trafalgar Square, yang akan digelar 31 Mei mendatang.

         Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square London merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di lokasi paling strategis yang  dipadati wisatawan, demikian  Wakil Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri khusus wilayah Eropa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu kepada Antara London, Kamis.

         Dirjen Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuty akan memimpin delegasi dan bersama dengan Dubes RI di London akan membuka acara Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London.

         Dikatakannya, kegiatan  dikemas dalam bentuk  pameran dan festival dengan menyajikan pertunjukan khas Indonesia dan informasi destinasi pariwisata dalam rangka menjaga eksistensi Indonesia di pasar utama yang memberikan masukan terbesar kunjungan wisata masyarakat Eropa ke Indonesia.

         Kemenparekraf menyewa dan akan melakukan dekorasi untuk dua stan seluas 18 meter persegi dari keseluruhan 20 stan yang disediakan untuk memamerkan bahan promosi, kerajinan tangan dan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI)
    Kemenparekraf  mengundang pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait yang sebagian di antaranya  menyatakan keikutsertaannya seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Museum Keramik, Garuda Indonesia, UKM yang mengisi keseluruhan jumlah stan.

         KBRI London dan wakil masyarakat London yang berperan sebagai koordinator acara dan disepakati kegiatan Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London  dilaksanakan  31 Mei dari pukul 10.30 hingga 18.30 waktu setempat dengan mengangkat tema "Hello London, This is Wonderful Indonesia".

         Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London meliputi  Diseminasi informasi dan distribusi bahan promosi pariwisata Indonesia.

         Promosi kuliner Nusantara melalui 30 IKTI,  Pertunjukan kesenian kolaborasi angklung Ikreasindo, violinist dari Putri Batik dan musik Sasando oleh Djitron Pah,  
    Permainan angklung interaktif dengan para pengunjung sekaligus angklung tersebut dibagikan sebagai souvenir dan  Awareness Campaign, pemasangan poster dan digital display banner di beberapa stasiun tube London dan pemasangan iklan di media cetak business review dan Garuda Indonesia inflight magazine juga soft selling advertising di sosial media;
    "Untuk memberikan daya tarik acara tersebut di lokasi kegiatan yang dikunjungi 50.000 orang per harinya dan puncak keramaian biasanya adalah hari Sabtu tiap akhir pekan ini, kami memanfaatkan panggung terbuka berukuran total 10 x 15m yang akan diisi dengan pertunjukan sejak pukul 11.00 - 18.30 waktu setempat," katanya.

         Pertunjukan  menampilkan  angklung interaktif, biola solo dan peragaan batik, musik sasando musik, Gamelan Jawa yang dipentaskan oleh kelompok institusi seni dari Southbank Centre London serta penari seni tradisional-modern Indonesia lainnya.

         Total delegasi 94 orang selain tim kesenian didukung dengan art director yang ditunjuk untuk membantu mengemas kolaborasi penampilan  yang dibawa dari Indonesia. ***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 22-05-2014 00:49:16

HALLO


KEMENPAREKRAF DUKUNG PROMOSI BUDAYA DI LONDON


          London, 22/5 (Antara) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berpartisipasi dalam kegiatan "Promosi Wonderful Indonesia"  di alun alun kota London, Trafalgar Square, yang akan digelar 31 Mei mendatang.

         Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square London merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di lokasi paling strategis yang  dipadati wisatawan, demikian  Wakil Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri khusus wilayah Eropa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu kepada Antara London, Kamis.

         Dirjen Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuty akan memimpin delegasi dan bersama dengan Dubes RI di London akan membuka acara Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London.

         Dikatakannya, kegiatan  dikemas dalam bentuk  pameran dan festival dengan menyajikan pertunjukan khas Indonesia dan informasi destinasi pariwisata dalam rangka menjaga eksistensi Indonesia di pasar utama yang memberikan masukan terbesar kunjungan wisata masyarakat Eropa ke Indonesia.

         Kemenparekraf menyewa dan akan melakukan dekorasi untuk dua stan seluas 18 meter persegi dari keseluruhan 20 stan yang disediakan untuk memamerkan bahan promosi, kerajinan tangan dan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI)
    Kemenparekraf  mengundang pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait yang sebagian di antaranya  menyatakan keikutsertaannya seperti Bank Mandiri, Bank BNI, Museum Keramik, Garuda Indonesia, UKM yang mengisi keseluruhan jumlah stan.

         KBRI London dan wakil masyarakat London yang berperan sebagai koordinator acara dan disepakati kegiatan Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London  dilaksanakan  31 Mei dari pukul 10.30 hingga 18.30 waktu setempat dengan mengangkat tema "Hello London, This is Wonderful Indonesia".

         Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London meliputi  Diseminasi informasi dan distribusi bahan promosi pariwisata Indonesia.

         Promosi kuliner Nusantara melalui 30 IKTI,  Pertunjukan kesenian kolaborasi angklung Ikreasindo, violinist dari Putri Batik dan musik Sasando oleh Djitron Pah,  
    Permainan angklung interaktif dengan para pengunjung sekaligus angklung tersebut dibagikan sebagai souvenir dan  Awareness Campaign, pemasangan poster dan digital display banner di beberapa stasiun tube London dan pemasangan iklan di media cetak business review dan Garuda Indonesia inflight magazine juga soft selling advertising di sosial media;
    "Untuk memberikan daya tarik acara tersebut di lokasi kegiatan yang dikunjungi 50.000 orang per harinya dan puncak keramaian biasanya adalah hari Sabtu tiap akhir pekan ini, kami memanfaatkan panggung terbuka berukuran total 10 x 15m yang akan diisi dengan pertunjukan sejak pukul 11.00 - 18.30 waktu setempat," katanya.

         Pertunjukan  menampilkan  angklung interaktif, biola solo dan peragaan batik, musik sasando musik, Gamelan Jawa yang dipentaskan oleh kelompok institusi seni dari Southbank Centre London serta penari seni tradisional-modern Indonesia lainnya.

         Total delegasi 94 orang selain tim kesenian didukung dengan art director yang ditunjuk untuk membantu mengemas kolaborasi penampilan  yang dibawa dari Indonesia. ***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 22-05-2014 00:49:16

DUBES


DUBES H THAYEB TERPILIH SEBAGAI HONOUREE GRASSROOT DIPLOMAT


          London, 21/5 (Antara) - Duta Besar T.M. Hamzah Thayeb diakui sebagai salah satu Honouree pada 2nd Annual Grassroot Diplomat Initiative Awards dari lembaga Grassroot Diplomat.

         Acara tahunan yang dipandu  psikolog ternama Dr Linda Papadopoulos ini dihadiri  lebih dari 85 orang korps diplomatik dari berbagai negara serta anggota parlemen dari berbagai daerah di Inggris bertempat di The May Fair Hotel London, demikian Sekretaris Tiga KBRI London  Yudho Priambudi Asruchin, kepada Antara London, Rabu.

    
    Dikatakannya Dubes Hamzah Thayeb ditetapkan oleh juri sebagai Honouree berdasarkan pemilihan yang dilakukan dari 42 calon terpilih yang telah dianggap berhasil dalam menghasilkan perubahan kebijakan yang positif bagi masyarakat lokal maupun internasional

    Selain aktif dalam bekerja sama dengan organisasi-organisasi non-pemerintah untuk mendorong pelaksanaan proyek-proyek sosial, serta dalam mendukung para pelaku usaha kecil dan menengah.

     
    Dalam sambutannya, Ms. Talyn Rahman-Figueroa, pendiri Grassroot Diplomat, menyampaikan agar masyarakat kita dapat berfungsi, sangatlah penting bagi para pembuat kebijakan untuk terus mewakili kepentingan masyarakat sipil, untuk menjadi ambassadors of this cause serta meletakkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik dan nasional.

    
    Disampaikan bahwa kita harus fokus dalam memberikan contoh positif yang lebih banyak kepada masyarakat dan mengurangi berita-berita negatif - itu adalah cara grassroot diplomacy.

     
    Selain Dubes Hamzah Thayeb, terdapat lima Honouree lain pada malam penghargaan tersebut, yaitu David Ward MP (Member of Parliament dari Bradford East), Cllr. Abdul Quadir (Anggota Dewan Kota Camden), Stephen Lloyd MP (Member of Parliament dari Eastbourne) dan Aino Lepik von Wiren (Duta Besar Estonia untuk Inggris), serta asosiasi Young Diplomats in London.

     
    Penghargaan tersebut semakin meningkatkan profil Indonesia, tidak hanya di kalangan komunitas diplomatik, namun juga di kalangan politisi lokal Inggris. Ini bukanlah penghargaan bergengsi pertama yang  diberikan kepada Dubes T.M. Hamzah Thayeb selama yang bersangkutan bertugas di London.

    
    Sebelumnya, pada bulan April 2013, Dubes Hamzah Thayeb telah menerima penghargaan Diplomat of the Year from Asia, demikian Yudho Priambudi Asruchin.(ZG)
(T.H-ZG/B/M. Taufik/M. Taufik) 21-05-2014 16:49:42