Senin, 13 Maret 2017

ROMA

TARI SAMAN DAPAT PERHATIAN WISATAWAN DI ROMA
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 5/3 (Antara) - Tari Saman dari Aceh yang dibawakan anak-anak Indonesia berusia antara 8-12 tahun asuhan Sanggar Kinnari Jakarta mendapat perhatian wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ikon kota Roma, Colosseum Roma.
         Kehadiran rombongan Sanggar Kinnari pimpinan Ida Riyanti di  Roma sebelum melanjutkan perjalanan menuju Agrigento, Sicilia, untuk mengikuti Festival Budaya Anak-anak Internasional "I Bambini Del Mondo" ke-17, demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Roma, Aisyah Allamanda kepada Antara London, Minggu.
         Tari Saman ditampilkan di depan Colosseum Kamis sore waktu Roma dikemas dalam bentuk "street performance" ini berhasil menarik perhatian wisatawan yang tengah mengunjungi objek wisata terfavorit di Italia tersebut.
         Berbagai komentar tanda kagum terhadap kedinamisan gerak tari disampaikan turis yang menyaksikan. Keunikan dan warna-warni kostum yang dikenakan menjadikan kelompok tari beranggotakan sembilan anak Indonesia tersebut menjadi sasaran foto bersama dari wisatawan sekitar.
         Pasangan wisatawan dari Brazil, Anderson dan Mariana, menyatakan, pujiannya atas upaya mempromosikan keragaman seni budaya Indonesia melalui cara-cara non konvensional seperti ini. Sementara itu, salah seorang penari, Amaya (8) menyatakan kegembiraannya karena berkesempatan menari di ikon khas kota Roma.
         Festival Budaya Anak-anak Internasional "I Bambini Del Mondo" ke-17 yang akan berlangsung dari  4 hingga 9 Maret mendatang. Anak-anak dari berbagai belahan dunia akan menampilkan pertunjukan seni budaya di berbagai lokasi, termasuk menghibur pasien anak-anak di rumah sakit serta para lansia di panti jompo.
         Rombongan misi seni budaya dari Indonesia membawakan Tari Saman, Tari Zapin dan Tari Topeng Tiga.
         Ida Riyanti mengatakan, partisipasi anak-anak dalam festival budaya di Agrigento akan menjadi pengalaman untuk dapat berbagi keceriaan dengan sekitarnya melalui ekspresi budaya. Pandangan perempuan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini didasarkan atas pengalamannya  yang pernah menari dalam festival  tahun 1987.
         Keberadaan penari cilik penuh talenta di Roma tersebut merupakan momentum yang  dimanfaatkan KBRI Roma mempromosikan keindahan budaya Indonesia.
         Penampilan tari di lokasi bangunan bersejarah berusia ribuan tahun lalu ini merupakan hal yang istimewa mengingat perizinan yang diperlukan tidaklah mudah.
         Keamanan serta kenyamanan tempat wisata dan objek-objek vital di Italia dijaga sangat ketat oleh Pemerintah dan aparat keamanan setempat, terlebih di tengah meningkatnya ancaman terorisme di berbagai negara Eropa. ***4***
(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 05-03-2017 22:15:

Tidak ada komentar: