LONCAT INDAH - TIMNAS IKUTI FINA DIVING GRAND PRIX SPANYOL
London, 23/7 (ANTARA) - Sebanyak lima atlet Indonesia dari cabang olah raga loncat indah mengikuti kejuaraan "The 16th FINA Diving Grand Prix 2010" di Madrid, Spanyol, yang sekaligus dijadikan sebagai ajang persiapan tim nasional Indonesia menghadapi Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina, November mendatang.
Dalam perlombaan tersebut atlet Indonesia berhasil meraih prestasi dengan menempatkan diri di posisi kelima dalam final dengan kategori Synchro (Duet) putera 10 meter diraih oleh Muhammad Nasrullah dan Husaini Noor, dan posisi kesembilan final kategori Synchro (Duet) puteri tiga meter diraih oleh Sari Ambarwati dan Maria Natali Dinda, sementara posisi keenam semifinal B kategori puteri 10 meter diperoleh Della Dinarsari.
Sekretaris Tiga KBRI Madrid, Krisnawati Desi Purnawestri, mengatakan Jumat dalam keterangannya bahwa kedelapan atlet serta pelatih telah diterima Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso di Gedung KBRI Madrid.
Dalam pertemuan tersebut pimpinan rombongan yang sekaligus pelatih senior Tim Nasional Loncat Indah Indonesia Mochtar Yassin melaporkan kepada Dubes Adityawidi mengenai prestasi yang berhasil diraih oleh para atlet dalam kejuaraan tersebut.
Menurut pelatih loncat indah Harly Ramayani, raihan ini merupakan prestasi yang membanggakan, mengingat para atlet belum pernah mengikuti ajang internasional sebesar ini dimana lawan-lawan yang mereka hadapi berasal dari berbagai negara seperti Spanyol, Kuba, Cina, dan Australia, adalah lawan yang sangat tangguh.
Namun demikian diakuinya, prestasi ini masih harus lebih ditingkatkan lagi, sesuai dengan tantangan di bidang olahraga yang semakin meningkat pula.
Oleh karena itu, Harly juga menyampaikan bahwa salah satu strategi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah mengundang pelatih dari Cina,Zhang Yu Kun, yang ikut ke Spanyol.
Sementara itu, Dubes Adiyatwidi Adiwoso menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil dicapai atlet nasional, dan mengharapkan prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan demikian mereka akan dapat meraih medali dalam Asian Games mendatang.
Dia juga mengatakan atlet adalah duta bangsa dan akan senantiasa membawa nama harum bangsa Indonesia melalui prestasi yang diraihnya.
Kesempatan mengikuti perlombaan serta pertandingan internasional selama ini diakui masih sangat sedikit. Hal ini patut disayangkan karena melalui ajang tersebut prestasi para atlet nasional dapat teruji, dan pengalaman mereka pun akan bertambah.
KBRI Madrid sangat mendukung setiap kegiatan olah raga dalam rangka meningkatkan kapasitas para atlet Indonesia yang dilaksanakan di atau bekerja sama dengan Spanyol, untuk lebih mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui prestasi olahraga para atlet Indonesia.
***4***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A016/C/A016) 23-07-2010 06:57:20
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Jumat, 23 Juli 2010
Rabu, 21 Juli 2010
ILLEGAL LOGGING DAPAT PUJIAN
KEBERHASILAN INDONESIA ATASI ILLEGAL LOGGING DAPAT PUJIAN
Oleh Zeynita Gibbons
Wajah Duta besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya, Yuri Thamrin terlihat cerah saat keluar dari gedung tua The Royal Society, Chatham House, tidak jauh dari Istana Buckingham London.
Chatham House adalah organisasi "Independent Thinking on International Affairs", semacam kelompok lembaga pemikir di Inggris yang dikenal sangat gencar menyoroti masalah lingkungan, khususnya pembalakan liar (illegal logging) di Indonesia.
Biasanya lembaga itu sangat galak terhadap aktivitas penebangan kayu secara liar di hutan-hutan Indonesia, namun hari itu Chatham House memberi kabar baik kepada Yuri Thamrin.
Chatham House menyebutkan penebangan kayu secara liar di hutan-hutan Indonesia dilaporkan turun 75 persen dalam 10 tahun terakhir.
Hasil penelitian yang dikeluarkan lembaga pengkajian yang berpusat di London itu menyebutkan penurunan tajam pembalakan liar terutama disebabkan pembuatan peraturan dan undang-undang penebangan hutan yang lebih tegas penerapannya.
Menurut laporan itu sampai beberapa tahun yang lalu, lebih dari separuh kayu yang diproduksi di Indonesia didapat secara ilegal.
Penebangan hutan secara liar mengancam kelangsungan hidup satwa liar di hutan dan merugikan masyarakat yang hidup di hutan maupun hidup dari hutan.
Situasi sekarang tampaknya telah berubah. Namun ketua tim peneliti Chatham House, Sam Lawson, mengatakan ini bukan berarti perjuangan melawan pembalakan liar sudah selesai.
"Saya tahu penurunan 75 persen terdengar besar, tetapi harus diingat bahwa penebangan kayu liar sebelumnya merupakan masalah yang sangat besar di negara-negara itu. Jadi walaupun jumlahnya sudah berkurang secara signifikan, ini tetap merupakan masalah besar."
Menurut Lawson di Indonesia misalnya, 40 persen produk kayu masih dihasilkan dari pembalakan liar.
Penurunan tajam ini dibenarkan juru kampanye hutan Greenpeace untuk Asia Tenggara, Joko Arief yang menjelaskan, penurunan ini terutama didorong upaya pemerintah untuk memerangi penebangan liar.
"Sejak tahun 2005 sebenarnya, ketika Presiden SBY membentuk Satgas untuk menerapkan peraturan perundang-undangan dalam hal illegal logging. Satu hal yang pasti adalah karena penegakkan hukum," ujarnya.
Penebangan kayu secara liar bukan merupakan satu-satunya masalah yang dihadapi dalam memerangi penebangan hutan secara ilegal. Menurut dia, Greenpeace mencatat penyebab utama deforestasi di Indonesia dan pembalakan liar adalah penyebab terbesar keempat.
Menurut data Kemetrian Kehutanan, saat ini total kecepatan deforestasi sekitar 1,1 juta hektar per tahun pada tahun 2010 hingga bulan Maret.
Keberhasilan Indonesia menurunkan pembalakan liar sampai dengan 75 persen dalam dekade terakhir merupakan bukti dari komitmen pemerintahan Presiden Yudhoyono.
Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu, Rachmat Nadi Witoelar Kartaadipoetra, mengatakan pemerintah Indonesia dinilai juga punya komitmen untuk ikut mengatasi tantangan perubahan iklim.
"Selain mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan Indonesia juga gencar memerangi pembalakan liar dan perdagangan kayu dari sumber ilegal," ujarnya.
Ir Rachmad Witoelar, saat mengikuti seminar "Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global" di Inggris, menyatakan total produksi global kayu ilegal telah menurun 22 persen sejak 2002.
Seminar yang dibuka Anggota Parlemen Wakil Sekretaris Negara (DFID), Stephen O'Brien MP itu, juga menghadirkan Yuri Thamrin sebagai salah satu pembicara.
Yuri mengatakan sangat menghargai laporan "Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global", yang ditulis Sam Lawson dan Larry MacFaul, dua spesialis terkenal dalam meneliti dan menyelidiki isu-isu lingkungan yang didanai DFID.
"Saya yakin laporan tersebut merupakan kontribusi yang akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang dampak buruk dari pembalakan liar dan perdagangan produk kayu dari sumber illegal," ujarnya.
Pada 2007 lalu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB, menghasilkan Bali Roadmap dan Bali Action Plan yang menjadi bahan penting pada Konferensi Perubahan Iklim PBB.
Inistiatif Indonesia
Di antara inisiatif utama yang diambil Indonesia baru-baru ini adalah selama KTT G20 di Pittsburgh September 2009, Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang membuat komitmen yang jelas dalam bidang lingkungan.
Pada Konferensi Iklim dan Hutan baru-baru ini di Oslo, Presiden Yudhoyono juga mengumumkan Indonesia akan memberlakukan moratorium dua tahun sejak 2011 untuk menghentikan konversi lahan gambut dan hutan. Langkah ini akan berdampak signifikan untuk menangani deforestasi dan untuk membantu mengatasi perubahan iklim.
Dalam mencegah deforestasi terutama untuk kebaikan Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang berdampak pada perubahan iklim.
Yuri merasa senang dengan adanya "tren positif", seperti yang dinyatakan dalam laporan Chatham.
Dubes juga menegaskan Indonesia siap untuk memainkan peran yang konstruktif dalam diplomasi lingkungan dan menjadi "bagian dari solusi".
"Identitas ini yang sedang dipromosikan oleh pemerintah Indonesia," katanya.
Masukan berharga
Bagi Indonesia, laporan yang dikeluarkan oleh Chatham House itu dinilai sebagai masukan berharga yang perlu dipertimbangkan dengan serius.
"Indonesia harus terus berusaha untuk meningkatkan program nasional demi perlindungan lingkungan dan konservasi," kata Sam Lawson.
Chatham House Fellow Associate itu juga mengatakan satu miliar orang termiskin di dunia bergantung pada hutan, dan pengurangan dalam pembalakan liar yang membantu melindungi mata pencaharian mereka.
Laporan itu menyatakan penebangan liar telah menurun dengan 50 persen di Kamerun, 50-75 persen di Amazon Brasil, dan 75 persen di Indonesia dalam dekade terakhir.
Degredasi hutan yang bisa dicegah di tiga dari lima produsen kayu tropis, luasnya mencapai 17 juta hektar, wilayah yang lebih besar dari gabungan Inggris dan Wales.
Laporan baru itu mencakup seluruh aspek perdagangan kayu, di lima hutan "produser" di Brazil, Indonesia, Kamerun, Malaysia dan Ghana.
Sejauh ini kayu-kayu dari negara "produser" mengalir ke pasar negara-negara konsumen utama, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Belanda, melalui pelabuhan dan pabrik dari dua negara "pengolahan" kayu, yakni Cina dan Vietnam.
Masalah besar
Meskipun penurunan dramatis, laporan ini mengatakan bahwa illegal logging masih menjadi masalah besar. Lisensi untuk hutan yang jelas untuk perkebunan pertanian juga sering dikeluarkan secara ilegal.
Pada 2008, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Belanda membeli 17 juta meter kubik kayu ilegal dan produk kayu bernilai sekitar 8,4 miliar dolar AS. Sebagian besar kayu itu masuk dalam bentuk produk olahan seperti kayu lapis dan perabotan, terutama dari China.
Pada 2009, kayu ilegal yang dipanen di negara-negara penghasil kayu mencapai 100 juta meter kubik. "Kalau diletakkan ujung ke ujung, kayu ilegal itu dapat mengelilingi dunia lebih dari sepuluh kali," ujar Larry MacFaul, penulis pembantu pada laporan itu.
Selanjutnya, pada tahun 2008, AS menjadi negara pertama yang memperkenalkan legislasi untuk menangani kayu ilegal.
Laporan itu juga menyebutkan Jepang telah memotong impor kayu ilegal yang hampir setengah, tetapi tetap menjadi tujuan utama untuk kayu curian.
Pada tanggal 7 Juli tahun ini, parlemen Uni Eropa telah menyetujui untuk menutup pasar bagi kayu ilegal.
Upaya global untuk menanggulangi illegal logging pada awalnya didorong oleh komitmen yang dibuat oleh para pemimpin G8 pada pertemuan di Inggris pada tahun 1998.
Para pemimpin G8 mengulangi kembali komitmen dalam komunike yang dikeluarkan setelah pertemuan di Kanada.
***3***
(T.H-ZG/B/T010/T010) 22-07-2010 00:02:28
Oleh Zeynita Gibbons
Wajah Duta besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya, Yuri Thamrin terlihat cerah saat keluar dari gedung tua The Royal Society, Chatham House, tidak jauh dari Istana Buckingham London.
Chatham House adalah organisasi "Independent Thinking on International Affairs", semacam kelompok lembaga pemikir di Inggris yang dikenal sangat gencar menyoroti masalah lingkungan, khususnya pembalakan liar (illegal logging) di Indonesia.
Biasanya lembaga itu sangat galak terhadap aktivitas penebangan kayu secara liar di hutan-hutan Indonesia, namun hari itu Chatham House memberi kabar baik kepada Yuri Thamrin.
Chatham House menyebutkan penebangan kayu secara liar di hutan-hutan Indonesia dilaporkan turun 75 persen dalam 10 tahun terakhir.
Hasil penelitian yang dikeluarkan lembaga pengkajian yang berpusat di London itu menyebutkan penurunan tajam pembalakan liar terutama disebabkan pembuatan peraturan dan undang-undang penebangan hutan yang lebih tegas penerapannya.
Menurut laporan itu sampai beberapa tahun yang lalu, lebih dari separuh kayu yang diproduksi di Indonesia didapat secara ilegal.
Penebangan hutan secara liar mengancam kelangsungan hidup satwa liar di hutan dan merugikan masyarakat yang hidup di hutan maupun hidup dari hutan.
Situasi sekarang tampaknya telah berubah. Namun ketua tim peneliti Chatham House, Sam Lawson, mengatakan ini bukan berarti perjuangan melawan pembalakan liar sudah selesai.
"Saya tahu penurunan 75 persen terdengar besar, tetapi harus diingat bahwa penebangan kayu liar sebelumnya merupakan masalah yang sangat besar di negara-negara itu. Jadi walaupun jumlahnya sudah berkurang secara signifikan, ini tetap merupakan masalah besar."
Menurut Lawson di Indonesia misalnya, 40 persen produk kayu masih dihasilkan dari pembalakan liar.
Penurunan tajam ini dibenarkan juru kampanye hutan Greenpeace untuk Asia Tenggara, Joko Arief yang menjelaskan, penurunan ini terutama didorong upaya pemerintah untuk memerangi penebangan liar.
"Sejak tahun 2005 sebenarnya, ketika Presiden SBY membentuk Satgas untuk menerapkan peraturan perundang-undangan dalam hal illegal logging. Satu hal yang pasti adalah karena penegakkan hukum," ujarnya.
Penebangan kayu secara liar bukan merupakan satu-satunya masalah yang dihadapi dalam memerangi penebangan hutan secara ilegal. Menurut dia, Greenpeace mencatat penyebab utama deforestasi di Indonesia dan pembalakan liar adalah penyebab terbesar keempat.
Menurut data Kemetrian Kehutanan, saat ini total kecepatan deforestasi sekitar 1,1 juta hektar per tahun pada tahun 2010 hingga bulan Maret.
Keberhasilan Indonesia menurunkan pembalakan liar sampai dengan 75 persen dalam dekade terakhir merupakan bukti dari komitmen pemerintahan Presiden Yudhoyono.
Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu, Rachmat Nadi Witoelar Kartaadipoetra, mengatakan pemerintah Indonesia dinilai juga punya komitmen untuk ikut mengatasi tantangan perubahan iklim.
"Selain mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan Indonesia juga gencar memerangi pembalakan liar dan perdagangan kayu dari sumber ilegal," ujarnya.
Ir Rachmad Witoelar, saat mengikuti seminar "Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global" di Inggris, menyatakan total produksi global kayu ilegal telah menurun 22 persen sejak 2002.
Seminar yang dibuka Anggota Parlemen Wakil Sekretaris Negara (DFID), Stephen O'Brien MP itu, juga menghadirkan Yuri Thamrin sebagai salah satu pembicara.
Yuri mengatakan sangat menghargai laporan "Illegal Logging dan Perdagangan Terkait: Indikator Respon Global", yang ditulis Sam Lawson dan Larry MacFaul, dua spesialis terkenal dalam meneliti dan menyelidiki isu-isu lingkungan yang didanai DFID.
"Saya yakin laporan tersebut merupakan kontribusi yang akan memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang dampak buruk dari pembalakan liar dan perdagangan produk kayu dari sumber illegal," ujarnya.
Pada 2007 lalu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB, menghasilkan Bali Roadmap dan Bali Action Plan yang menjadi bahan penting pada Konferensi Perubahan Iklim PBB.
Inistiatif Indonesia
Di antara inisiatif utama yang diambil Indonesia baru-baru ini adalah selama KTT G20 di Pittsburgh September 2009, Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang membuat komitmen yang jelas dalam bidang lingkungan.
Pada Konferensi Iklim dan Hutan baru-baru ini di Oslo, Presiden Yudhoyono juga mengumumkan Indonesia akan memberlakukan moratorium dua tahun sejak 2011 untuk menghentikan konversi lahan gambut dan hutan. Langkah ini akan berdampak signifikan untuk menangani deforestasi dan untuk membantu mengatasi perubahan iklim.
Dalam mencegah deforestasi terutama untuk kebaikan Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang berdampak pada perubahan iklim.
Yuri merasa senang dengan adanya "tren positif", seperti yang dinyatakan dalam laporan Chatham.
Dubes juga menegaskan Indonesia siap untuk memainkan peran yang konstruktif dalam diplomasi lingkungan dan menjadi "bagian dari solusi".
"Identitas ini yang sedang dipromosikan oleh pemerintah Indonesia," katanya.
Masukan berharga
Bagi Indonesia, laporan yang dikeluarkan oleh Chatham House itu dinilai sebagai masukan berharga yang perlu dipertimbangkan dengan serius.
"Indonesia harus terus berusaha untuk meningkatkan program nasional demi perlindungan lingkungan dan konservasi," kata Sam Lawson.
Chatham House Fellow Associate itu juga mengatakan satu miliar orang termiskin di dunia bergantung pada hutan, dan pengurangan dalam pembalakan liar yang membantu melindungi mata pencaharian mereka.
Laporan itu menyatakan penebangan liar telah menurun dengan 50 persen di Kamerun, 50-75 persen di Amazon Brasil, dan 75 persen di Indonesia dalam dekade terakhir.
Degredasi hutan yang bisa dicegah di tiga dari lima produsen kayu tropis, luasnya mencapai 17 juta hektar, wilayah yang lebih besar dari gabungan Inggris dan Wales.
Laporan baru itu mencakup seluruh aspek perdagangan kayu, di lima hutan "produser" di Brazil, Indonesia, Kamerun, Malaysia dan Ghana.
Sejauh ini kayu-kayu dari negara "produser" mengalir ke pasar negara-negara konsumen utama, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Belanda, melalui pelabuhan dan pabrik dari dua negara "pengolahan" kayu, yakni Cina dan Vietnam.
Masalah besar
Meskipun penurunan dramatis, laporan ini mengatakan bahwa illegal logging masih menjadi masalah besar. Lisensi untuk hutan yang jelas untuk perkebunan pertanian juga sering dikeluarkan secara ilegal.
Pada 2008, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Belanda membeli 17 juta meter kubik kayu ilegal dan produk kayu bernilai sekitar 8,4 miliar dolar AS. Sebagian besar kayu itu masuk dalam bentuk produk olahan seperti kayu lapis dan perabotan, terutama dari China.
Pada 2009, kayu ilegal yang dipanen di negara-negara penghasil kayu mencapai 100 juta meter kubik. "Kalau diletakkan ujung ke ujung, kayu ilegal itu dapat mengelilingi dunia lebih dari sepuluh kali," ujar Larry MacFaul, penulis pembantu pada laporan itu.
Selanjutnya, pada tahun 2008, AS menjadi negara pertama yang memperkenalkan legislasi untuk menangani kayu ilegal.
Laporan itu juga menyebutkan Jepang telah memotong impor kayu ilegal yang hampir setengah, tetapi tetap menjadi tujuan utama untuk kayu curian.
Pada tanggal 7 Juli tahun ini, parlemen Uni Eropa telah menyetujui untuk menutup pasar bagi kayu ilegal.
Upaya global untuk menanggulangi illegal logging pada awalnya didorong oleh komitmen yang dibuat oleh para pemimpin G8 pada pertemuan di Inggris pada tahun 1998.
Para pemimpin G8 mengulangi kembali komitmen dalam komunike yang dikeluarkan setelah pertemuan di Kanada.
***3***
(T.H-ZG/B/T010/T010) 22-07-2010 00:02:28
KETUA DPR RI
KETUA DPR RI BERBAGI PENGALAMAN DEMOKRATISASI DI INDONESIA
London, 21/7 (ANTARA) - Ketua DPR RI Marzuki Alie berbagi pengalaman tentang demokratisasi di Indonesia dalam Konferensi Internasional Ketua Parlemen ke-3 yang dihadiri 151 Ketua Parlemen dari 155 negara anggota Organisasi Antarparlemen Dunia di Jenewa, Swiss.
Keterangan pers yang disampaikan Minister Counsellor Perwakilan Tetap RI Jenewa Dicky Komar, Rabu, menyebutkan, sidang ketiga Konferensi Internasional Ketua Parlemen (WCRC) telah dibuka Presiden Organisasi Antarparlemen Dunia (IPU) Theo-Ben Gurirab dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Marzuki Alie menyampaikan bahwa proses demokrasi di Indonesia bersifat partisipatif, inklusif, dialogis serta saling berbagi, dan menjamin manfaat demokrasi bagi rakyat Indonesia.
"Sistem demokrasi harus dapat menjamin "political dividends" di mana demokrasi menjamin manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan bangsa," ujarnya.
Menurut Marzuki Alie, Indonesia mendukung rancangan deklarasi berjudul "Securing Global Democratic for the Common Good" dalam upaya memperkuat peran dan pengaruh positif Parlemen dalam menanggapi berbagai perubahan global di bidang politik, ekonomi dan sosial.
Marzuki Alie mengggarisbawahi dukungan penuh DPR RI terhadap prakarsa untuk membahas peran parlemen dalam menjamin akuntabilitas demokrasi secara global, serta mendorong pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs).
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden IPU menyampaikan target pencapaian MDGs pada tahun 2015 sedang mengalami hambatan karena berbagai tantangan global, antara lain ancaman terorisme, krisis keuangan, bencana alam, kejahatan terorganisir, dan lainnya.
Tantangan ini bukan hanya berdampak pada negara berkembang tetapi juga berdampak pada komitmen pihak donor terhadap pendorongan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam kaitan ini, diperlukan penguatan komitmen dan kerjasama parlemen seluruh dunia untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pidatonya menekankan PBB membutuhkan kerjasama dengan Parlemen dalam empat aspek yaitu ratifikasi perjanjian dan komitmen pendanaan, memperkuat komitmen di bidang perubahan iklim, non-proliferasi nuklir, dan pembangunan ekonomi.
IPU juga diharapkan dapat mengingatkan pemerintah masing-masing atas komitmen internasional yang telah disepakati.
Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, menekankan dalam konteks tatanan dunia internasional, IPU perlu turut membantu merevitalisasi struktur PBB, khususnya Majelis Umum PBB dan reformasi Dewan Keamanan PBB agar badan dunia tersebut lebih demokratis.
Hal ini menurutnya dapat dilakukan melalui pengkajian ulang hak atas veto, memperbaiki metoda kerja dan memperluas keanggotaan Dewan Keamanan PBB atas dasar prinsip representasi sehingga dapat lebih mencerminkan tatanan geo-politis saat ini.
Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, yang mendampingi Delegasi Indonesia menyatakan Parlemen Indonesia telah berperan sentral dalam pembahasan isu politik, ekonomi, dan sosial budaya global dalam forum IPU.
Dalam kaitan ini terdapat sinergi yang kuat antara berbagai badan legislatif untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan global, regional dan nasional, ujarnya.
Delegasi Indonesia dipimpin Ketua DPR RI Marzuki Alie dan didampingi lima anggota BKSAP yakni Hidayat Nur Wahid, Dodi Reza Alex Noerdin, Nurhayati Ali Assegaf Evita Nursanty dan Ahmad Mumtaz Rais.
Di sela-sela persidangan WCSP, Ketua DPR didampingi lima anggota Biro Kerja Sama Antarparlemen/BKSAP DPR RI melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Belanda, Timor-Leste, Iran, Turki, Uni Emirat Arab, Kuba dan Suriah.
Delegasi Indonesia secara khusus mengadakan pertemuan dengan Delegasi Iran dan Turki untuk menindaklanjuti Damascus Declaration on Lifting the Unjust Blockade of Gaza yang telah disepakati dalam Sidang Parliamentary Union of Islamic Countries di Damaskus, Suriah pada awal bulan Juli .
Delegasi RI juga telah melakukan dialog dalam acara tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya bertempat di Kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, juga hadir Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo.
Pertemuan tersebut merupakan kesempatan baik bagi Delegasi Indonesia mendengarkan aspirasi dan persepsi masyarakat Indonesia di Swiss seputar perkembangan, capaian dan tantangan yang dihadapi badan legislatif di Indonesia.
Peran aktif Delegasi Indonesia telah ditunjukkan tidak hanya selama persidangan namun juga dalam kapasitasnya sebagai anggota "Preparatory Committee" yang memiliki tugas dan mandat untuk membahas persiapan penyelenggaraan sidang baik dari aspek substansi dan teknis.
Delegasi Indonesia juga aktif dalam dua diskusi panel yang diselenggarakan dengan tema "Countdown to 2015: Keeping our collective promise on the MDGs" dan "Strenthening trust between parliament and the people". ***1***
(U.H-ZG/B/A041)
London, 21/7 (ANTARA) - Ketua DPR RI Marzuki Alie berbagi pengalaman tentang demokratisasi di Indonesia dalam Konferensi Internasional Ketua Parlemen ke-3 yang dihadiri 151 Ketua Parlemen dari 155 negara anggota Organisasi Antarparlemen Dunia di Jenewa, Swiss.
Keterangan pers yang disampaikan Minister Counsellor Perwakilan Tetap RI Jenewa Dicky Komar, Rabu, menyebutkan, sidang ketiga Konferensi Internasional Ketua Parlemen (WCRC) telah dibuka Presiden Organisasi Antarparlemen Dunia (IPU) Theo-Ben Gurirab dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Marzuki Alie menyampaikan bahwa proses demokrasi di Indonesia bersifat partisipatif, inklusif, dialogis serta saling berbagi, dan menjamin manfaat demokrasi bagi rakyat Indonesia.
"Sistem demokrasi harus dapat menjamin "political dividends" di mana demokrasi menjamin manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan bangsa," ujarnya.
Menurut Marzuki Alie, Indonesia mendukung rancangan deklarasi berjudul "Securing Global Democratic for the Common Good" dalam upaya memperkuat peran dan pengaruh positif Parlemen dalam menanggapi berbagai perubahan global di bidang politik, ekonomi dan sosial.
Marzuki Alie mengggarisbawahi dukungan penuh DPR RI terhadap prakarsa untuk membahas peran parlemen dalam menjamin akuntabilitas demokrasi secara global, serta mendorong pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs).
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden IPU menyampaikan target pencapaian MDGs pada tahun 2015 sedang mengalami hambatan karena berbagai tantangan global, antara lain ancaman terorisme, krisis keuangan, bencana alam, kejahatan terorganisir, dan lainnya.
Tantangan ini bukan hanya berdampak pada negara berkembang tetapi juga berdampak pada komitmen pihak donor terhadap pendorongan kemitraan global untuk pembangunan. Dalam kaitan ini, diperlukan penguatan komitmen dan kerjasama parlemen seluruh dunia untuk mengatasi tantangan tersebut.
Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam pidatonya menekankan PBB membutuhkan kerjasama dengan Parlemen dalam empat aspek yaitu ratifikasi perjanjian dan komitmen pendanaan, memperkuat komitmen di bidang perubahan iklim, non-proliferasi nuklir, dan pembangunan ekonomi.
IPU juga diharapkan dapat mengingatkan pemerintah masing-masing atas komitmen internasional yang telah disepakati.
Ketua DPR-RI, Marzuki Alie, menekankan dalam konteks tatanan dunia internasional, IPU perlu turut membantu merevitalisasi struktur PBB, khususnya Majelis Umum PBB dan reformasi Dewan Keamanan PBB agar badan dunia tersebut lebih demokratis.
Hal ini menurutnya dapat dilakukan melalui pengkajian ulang hak atas veto, memperbaiki metoda kerja dan memperluas keanggotaan Dewan Keamanan PBB atas dasar prinsip representasi sehingga dapat lebih mencerminkan tatanan geo-politis saat ini.
Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, yang mendampingi Delegasi Indonesia menyatakan Parlemen Indonesia telah berperan sentral dalam pembahasan isu politik, ekonomi, dan sosial budaya global dalam forum IPU.
Dalam kaitan ini terdapat sinergi yang kuat antara berbagai badan legislatif untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan global, regional dan nasional, ujarnya.
Delegasi Indonesia dipimpin Ketua DPR RI Marzuki Alie dan didampingi lima anggota BKSAP yakni Hidayat Nur Wahid, Dodi Reza Alex Noerdin, Nurhayati Ali Assegaf Evita Nursanty dan Ahmad Mumtaz Rais.
Di sela-sela persidangan WCSP, Ketua DPR didampingi lima anggota Biro Kerja Sama Antarparlemen/BKSAP DPR RI melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Belanda, Timor-Leste, Iran, Turki, Uni Emirat Arab, Kuba dan Suriah.
Delegasi Indonesia secara khusus mengadakan pertemuan dengan Delegasi Iran dan Turki untuk menindaklanjuti Damascus Declaration on Lifting the Unjust Blockade of Gaza yang telah disepakati dalam Sidang Parliamentary Union of Islamic Countries di Damaskus, Suriah pada awal bulan Juli .
Delegasi RI juga telah melakukan dialog dalam acara tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Jenewa dan sekitarnya bertempat di Kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, juga hadir Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo.
Pertemuan tersebut merupakan kesempatan baik bagi Delegasi Indonesia mendengarkan aspirasi dan persepsi masyarakat Indonesia di Swiss seputar perkembangan, capaian dan tantangan yang dihadapi badan legislatif di Indonesia.
Peran aktif Delegasi Indonesia telah ditunjukkan tidak hanya selama persidangan namun juga dalam kapasitasnya sebagai anggota "Preparatory Committee" yang memiliki tugas dan mandat untuk membahas persiapan penyelenggaraan sidang baik dari aspek substansi dan teknis.
Delegasi Indonesia juga aktif dalam dua diskusi panel yang diselenggarakan dengan tema "Countdown to 2015: Keeping our collective promise on the MDGs" dan "Strenthening trust between parliament and the people". ***1***
(U.H-ZG/B/A041)
BISNIS DI CEKO
INDONESIA PROMOSI KERJA SAMA BISNIS DI CEKO
London, 21/7 (ANTARA) - Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Praha Azis Nurwahyudi memaparkan perkembangan ekonomi dan politik Indonesia dalam pertemuan dengan Gubernur Wilayah Pardubice, Ceko, pekan ini.
Azis Nurwahyudi juga menyampaikan keinginan pengusaha Indonesia yang tengah mencari peluang kerja sama bidang pembangunan energi listrik, geo-thermal, pabrik gula, dan ekspor kelapa sawit, serta rencana pembelian berbagai mesin industri di Ceko.
Pertemuan KUAI KBRI Praha dengan Gubernur Pardubice, Radko Martinek, itu turut dihadiri sejumlah pejabat tingkat propinsi dan kota di Ceko, demikian keterangan pers KBRI Praha, Rabu.
Pada pertemuan itu, Azis Nurwahyudi memaparkan situasi dan kondisi terkini politik, keamanan, dan perekonomian Indonesia, serta peluang kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.
KUAI KBRI Praha itu juga menjelaskan tentang peraturan Pemerintah RI yang mendukung investasi asing di Indonesia.
Indonesia selama ini menjadi salah satu negara tujuan investor Ceko. Di antara bentuk investasi Ceko di Indonesia adalah rencana pembangunan Pabrik Gula di Mojokerto Jawa Timur oleh PT Invelt dan PT Rosan Kencana Perkasa senilai 100 juta dolar AS.
Korsorsium 16 perusahaan Ceko juga mendukung rencana pembangunan Bandar Udara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta, senilai 600 juta dolar AS.
Sementara itu, Gubernur Radko Martinek memaparkan kondisi wilayahnya dimana Pardubice merupakan propinsi yang membawahi 32 kota dengan total jumlah penduduk sekitar 90.000 orang.
Ia juga memaparkan potensi kerja sama yang bisa dilakukan dengan Indonesia karena di propinsinya itu terdapat perguruan tinggi dan berbagai industri.
Provinsi Pardubice memiliki Universitas Pardubice yang telah mempunyai jaringan kerja sama internasional dengan beberapa negara serta 139 industri, katanya.
Di antara ke-139 industri tersebut ada industri strategis seperti pembuatan radar, bahan peledak, karoseri bus terbesar di Ceko, serta suku cadang kendaraan bermotor.
KUAI KBRI Praha dan Gubernur Radko Martinek sepakat menindaklanjuti pertemuan mereka itu dengan pertemuan antarpengusaha kedua negara beberapa bulan mendatang.
Di akhir pertemuan, KUAI KBRI Praha memberi Gubernur Radko Martinek buku tentang Indonesia dan cendera mata batik sutra.
***4***
U-ZG
(R013/ )
London, 21/7 (ANTARA) - Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Praha Azis Nurwahyudi memaparkan perkembangan ekonomi dan politik Indonesia dalam pertemuan dengan Gubernur Wilayah Pardubice, Ceko, pekan ini.
Azis Nurwahyudi juga menyampaikan keinginan pengusaha Indonesia yang tengah mencari peluang kerja sama bidang pembangunan energi listrik, geo-thermal, pabrik gula, dan ekspor kelapa sawit, serta rencana pembelian berbagai mesin industri di Ceko.
Pertemuan KUAI KBRI Praha dengan Gubernur Pardubice, Radko Martinek, itu turut dihadiri sejumlah pejabat tingkat propinsi dan kota di Ceko, demikian keterangan pers KBRI Praha, Rabu.
Pada pertemuan itu, Azis Nurwahyudi memaparkan situasi dan kondisi terkini politik, keamanan, dan perekonomian Indonesia, serta peluang kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.
KUAI KBRI Praha itu juga menjelaskan tentang peraturan Pemerintah RI yang mendukung investasi asing di Indonesia.
Indonesia selama ini menjadi salah satu negara tujuan investor Ceko. Di antara bentuk investasi Ceko di Indonesia adalah rencana pembangunan Pabrik Gula di Mojokerto Jawa Timur oleh PT Invelt dan PT Rosan Kencana Perkasa senilai 100 juta dolar AS.
Korsorsium 16 perusahaan Ceko juga mendukung rencana pembangunan Bandar Udara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta, senilai 600 juta dolar AS.
Sementara itu, Gubernur Radko Martinek memaparkan kondisi wilayahnya dimana Pardubice merupakan propinsi yang membawahi 32 kota dengan total jumlah penduduk sekitar 90.000 orang.
Ia juga memaparkan potensi kerja sama yang bisa dilakukan dengan Indonesia karena di propinsinya itu terdapat perguruan tinggi dan berbagai industri.
Provinsi Pardubice memiliki Universitas Pardubice yang telah mempunyai jaringan kerja sama internasional dengan beberapa negara serta 139 industri, katanya.
Di antara ke-139 industri tersebut ada industri strategis seperti pembuatan radar, bahan peledak, karoseri bus terbesar di Ceko, serta suku cadang kendaraan bermotor.
KUAI KBRI Praha dan Gubernur Radko Martinek sepakat menindaklanjuti pertemuan mereka itu dengan pertemuan antarpengusaha kedua negara beberapa bulan mendatang.
Di akhir pertemuan, KUAI KBRI Praha memberi Gubernur Radko Martinek buku tentang Indonesia dan cendera mata batik sutra.
***4***
U-ZG
(R013/ )
MEMUKAU DI TUNISIA
LIGA TARI UI TAMPIL MEMUKAU DI TUNISIA
London, 21/7 (ANTARA) - Kelompok Liga Tari Krida Budaya Universitas Indonesia yang membawakan Tari Indang tampil memukau dalam acara defile menandai dibukanya Festival Ulysse musim panas di Pantai Pulau Jerba, Tunisia.
Keterangan pers KBRI Tunisia yang diterima ANTARA London, Rabu, menyebutkan, dalam acara defile itu, peserta festival berkesempatan tampil sekitar lima menit di depan panggung utama itu.
Kelompok Liga Tari Krida Budaya UI pimpinan Ninik Niniek El Karim mendapatkan sambutan meriah dan tepukan gemuruh dari publik.
Sesaat matahari tenggelam di pantai Pulau Jerba, dengan latar belakang ufuk yang memerah di atas laut Mediterrania, kelompok kesenian Liga Tari Krida Budaya UI melakukan pementasan pertama.
Kehadiran kelomok kesenian itu ke Tunisia atas undangan Kementerian Kebudayaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah Tunisia, dan dijadwalkan akan ambil bagian dalam enam festival musim panas di berbagai kota di Tunisia dengan pementasan tari-tari tradisional Indonesia.
Di setiap panggung peserta festival penampilan rombongan dari berbagai negara dan sanggar, sebelum defile dan penampilan bersama di Panggung utama di Ampliteater, Kota Houmt Souk, di pusat Pulau Jerba.
Tetabuhan gendang dan talempong sesekali di sela teriakan melengking para pemusik mengawali pementasan di panggung kecil itu. Selanjutnya menampil Topeng Ubruk dan Tari Makosu yang mengundang tepuk meriah penonton memadati lokasi kawasan Korniche senja itu.
Setelah penampilannya di panggung kecil, rombongan Liga Tari Krida Budaya UI bersama-sama dengan rombongan yang terdiri atas beberapa orang ibu dan putra-putri staf KBRI serta mahasiswa Indonesia mengadakan defile menuju panggung utama Ampliteater Razi Mustafa sekitar 500 meter dari panggung kecil tersebut.
Festival Ulysse berlangsung selama 12 hari, rombongan misi kesenian dari Indonesia itu menyuguhkan nomor perkenalannya dan mengharapkan lebih banyak untuk bisa berinteraksi dengan publik secara lebih leluasa.
Penampilan Liga Tari Krida Budaya, memberikan kesan yang mendalam kepada publik Pulau Jerba, karena ini adalah acara terakhir mereka di pulau yang oleh orang Tunisia disebut Pulau Impian.
Tim kesenian Liga Tari Krida Budaya meneruskan perjalanan ke kota Gafsa untuk kembali mencoba memukau publik Tunisia di kota tersebut dalam rangka lebih mendekatkan Indonesia ke hati masyarakat Tunisia. ***4***
(U.H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 21-07-2010 13:21:47
London, 21/7 (ANTARA) - Kelompok Liga Tari Krida Budaya Universitas Indonesia yang membawakan Tari Indang tampil memukau dalam acara defile menandai dibukanya Festival Ulysse musim panas di Pantai Pulau Jerba, Tunisia.
Keterangan pers KBRI Tunisia yang diterima ANTARA London, Rabu, menyebutkan, dalam acara defile itu, peserta festival berkesempatan tampil sekitar lima menit di depan panggung utama itu.
Kelompok Liga Tari Krida Budaya UI pimpinan Ninik Niniek El Karim mendapatkan sambutan meriah dan tepukan gemuruh dari publik.
Sesaat matahari tenggelam di pantai Pulau Jerba, dengan latar belakang ufuk yang memerah di atas laut Mediterrania, kelompok kesenian Liga Tari Krida Budaya UI melakukan pementasan pertama.
Kehadiran kelomok kesenian itu ke Tunisia atas undangan Kementerian Kebudayaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah Tunisia, dan dijadwalkan akan ambil bagian dalam enam festival musim panas di berbagai kota di Tunisia dengan pementasan tari-tari tradisional Indonesia.
Di setiap panggung peserta festival penampilan rombongan dari berbagai negara dan sanggar, sebelum defile dan penampilan bersama di Panggung utama di Ampliteater, Kota Houmt Souk, di pusat Pulau Jerba.
Tetabuhan gendang dan talempong sesekali di sela teriakan melengking para pemusik mengawali pementasan di panggung kecil itu. Selanjutnya menampil Topeng Ubruk dan Tari Makosu yang mengundang tepuk meriah penonton memadati lokasi kawasan Korniche senja itu.
Setelah penampilannya di panggung kecil, rombongan Liga Tari Krida Budaya UI bersama-sama dengan rombongan yang terdiri atas beberapa orang ibu dan putra-putri staf KBRI serta mahasiswa Indonesia mengadakan defile menuju panggung utama Ampliteater Razi Mustafa sekitar 500 meter dari panggung kecil tersebut.
Festival Ulysse berlangsung selama 12 hari, rombongan misi kesenian dari Indonesia itu menyuguhkan nomor perkenalannya dan mengharapkan lebih banyak untuk bisa berinteraksi dengan publik secara lebih leluasa.
Penampilan Liga Tari Krida Budaya, memberikan kesan yang mendalam kepada publik Pulau Jerba, karena ini adalah acara terakhir mereka di pulau yang oleh orang Tunisia disebut Pulau Impian.
Tim kesenian Liga Tari Krida Budaya meneruskan perjalanan ke kota Gafsa untuk kembali mencoba memukau publik Tunisia di kota tersebut dalam rangka lebih mendekatkan Indonesia ke hati masyarakat Tunisia. ***4***
(U.H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 21-07-2010 13:21:47
REKTOR UI GELAR "HC"
REKTOR UI TERIMA GELAR "HC" DARI LOUGHBOROUGH
London, 21/7 (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia Profesor der Soz Gumilar Rusliwa Somantri menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang sains dari Loughborough University, Inggris.
Prof Gumelar ketika dihubungi koresponden ANTARA London melalui telepon, Selasa sore waktu London, mengatakan, penghargaan tersebut pada dasarnya merupakan penghargaan kepada semua pihak atas apa yang dicapai UI dan juga dunia pendidikan di Tanah Air.
"Kami sekeluarga dan beserta warga UI menghaturkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membimbing dan membantu kami," ujar Prof Gumelar.
Pemberian gelar tersebut sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa dalam memajukan pendidikan khususnya Perguruan Tinggi di Indonesia.
Gelar Doctor of Science (Hon DSC) itu diberikan dalam satu upacara yang diadakan di Universitas Loughborough, Inggris, dua jam dari London, yang dihadiri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Yuri Thamrin.
Ia mengatakan bahwa UI merupakan University of the Year UK 2009 versi Times dan dikenal mempunyai pusat riset "biological engineering" yang maju.
Dalam pidato pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa (H.C) itu, Prof Gumelar mengupas tentang pentingnya pembangunan tradisi keilmuan yang maju di Indonesia.
Dikatakannya, dengan tradisi yang kuat , para ilmuwan akan mampu memberikan kontribusi pada upaya pembangunan masa datang. peradaban dan kemanusiaan yang lebih baik.
Menurut Prof Gumelar, dalam upaya membangun hal tersebut kolaborasi ditingkat nasional dan global penting dilakukan baik dengan pemerintah, masyarakat maupun industri.
"Namun hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah untuk selalu menyertakan kebijaksanaan umat manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga benar benar berguna bagi kemanusiaan, ujarnya.
Gumilar mengatakan, penilaian berupa penghargaan yang diberikan University Loughborough selain adanya jalinan kerja sama internasionalisasi pendidikan tinggi antara UI dan Loughborough, UI dinilai berhasil menjawab terobosan di bidang riset sains dan teknologi.
Selain Prof Gumelar pada saat yang bersamaan Sir Christopher Frayling, Mantan Ketua Dewan Seni, Inggris, juga mendapat kehormatan Doctor of Letters (DLitt Hon) sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa kepada pendidikan seni dan desain
"Award fo Leadership Excellence"
Selain menerima gelar Doktor Honoris Causa (H.C) Prof Dr des Soz Gumilar Rusliwa Somantri juga menerima penghargaan dari CMO Asia yang berpusat di India.
Penghargaan berupa Award for Leadership Excellence dari itu akan dilakukan di Singapura tanggal 23 Juli mendatang. Patron dari CMO Asia adalah para global marketing leaders.
"CMO Asia participating countries" adalah 52 negara di Asia termasuk Turki, Jepang Israel, China, Irak, Korsel, Kuwait, Jordan Cyprus, Arab Saudi, Rusia.
Alumni atau penerima penghargaan ialah para CEO dari perusahaan2 marketing dan iklan nomor satu di dunia seperti Bennett Coleman, Madison World, Ogilvy& Mater, Nokia dan Coca Cola dan lainnya.
Menurut Prof Dumelar, penghargaan diberikan terkait dengan leadership dalam upaya membangun "Good University Governance", pengembangan riset unggulan untuk memecahkan permasalahan di abad ke 21, pembangunan kultur akademi klas dunia yang berakar pada semangat ke Indonesiaan serta perhatian besar pada Green Campus.
Diakuinya CMO Asia memperhatikan kemajuan UI tiga tahun terakhir baik dibidang akademik seperti jumlah publikasi yang meningkat luar biasa terutama jurnal internasional, kualitas lulusan mulai dilirik dan diserap pasar kerja global maupun non akademik (audit eksternal clean opinion, penataan SDM beroroentasi pada merit system .
UI telah membukukan prestasi masuk The Best 5 di Asia Tenggara , dan The Best 34 di Asia, dan The Best 201 di dunia diantara 6000 universitas terkemuka di dunia. ***4***
(T.H-ZG/C/F002/F002) 21-07-2010 13:22:12
London, 21/7 (ANTARA) - Rektor Universitas Indonesia Profesor der Soz Gumilar Rusliwa Somantri menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang sains dari Loughborough University, Inggris.
Prof Gumelar ketika dihubungi koresponden ANTARA London melalui telepon, Selasa sore waktu London, mengatakan, penghargaan tersebut pada dasarnya merupakan penghargaan kepada semua pihak atas apa yang dicapai UI dan juga dunia pendidikan di Tanah Air.
"Kami sekeluarga dan beserta warga UI menghaturkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah membimbing dan membantu kami," ujar Prof Gumelar.
Pemberian gelar tersebut sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa dalam memajukan pendidikan khususnya Perguruan Tinggi di Indonesia.
Gelar Doctor of Science (Hon DSC) itu diberikan dalam satu upacara yang diadakan di Universitas Loughborough, Inggris, dua jam dari London, yang dihadiri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Yuri Thamrin.
Ia mengatakan bahwa UI merupakan University of the Year UK 2009 versi Times dan dikenal mempunyai pusat riset "biological engineering" yang maju.
Dalam pidato pengukuhan gelar Doktor Honoris Causa (H.C) itu, Prof Gumelar mengupas tentang pentingnya pembangunan tradisi keilmuan yang maju di Indonesia.
Dikatakannya, dengan tradisi yang kuat , para ilmuwan akan mampu memberikan kontribusi pada upaya pembangunan masa datang. peradaban dan kemanusiaan yang lebih baik.
Menurut Prof Gumelar, dalam upaya membangun hal tersebut kolaborasi ditingkat nasional dan global penting dilakukan baik dengan pemerintah, masyarakat maupun industri.
"Namun hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah untuk selalu menyertakan kebijaksanaan umat manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga benar benar berguna bagi kemanusiaan, ujarnya.
Gumilar mengatakan, penilaian berupa penghargaan yang diberikan University Loughborough selain adanya jalinan kerja sama internasionalisasi pendidikan tinggi antara UI dan Loughborough, UI dinilai berhasil menjawab terobosan di bidang riset sains dan teknologi.
Selain Prof Gumelar pada saat yang bersamaan Sir Christopher Frayling, Mantan Ketua Dewan Seni, Inggris, juga mendapat kehormatan Doctor of Letters (DLitt Hon) sebagai pengakuan atas kontribusi luar biasa kepada pendidikan seni dan desain
"Award fo Leadership Excellence"
Selain menerima gelar Doktor Honoris Causa (H.C) Prof Dr des Soz Gumilar Rusliwa Somantri juga menerima penghargaan dari CMO Asia yang berpusat di India.
Penghargaan berupa Award for Leadership Excellence dari itu akan dilakukan di Singapura tanggal 23 Juli mendatang. Patron dari CMO Asia adalah para global marketing leaders.
"CMO Asia participating countries" adalah 52 negara di Asia termasuk Turki, Jepang Israel, China, Irak, Korsel, Kuwait, Jordan Cyprus, Arab Saudi, Rusia.
Alumni atau penerima penghargaan ialah para CEO dari perusahaan2 marketing dan iklan nomor satu di dunia seperti Bennett Coleman, Madison World, Ogilvy& Mater, Nokia dan Coca Cola dan lainnya.
Menurut Prof Dumelar, penghargaan diberikan terkait dengan leadership dalam upaya membangun "Good University Governance", pengembangan riset unggulan untuk memecahkan permasalahan di abad ke 21, pembangunan kultur akademi klas dunia yang berakar pada semangat ke Indonesiaan serta perhatian besar pada Green Campus.
Diakuinya CMO Asia memperhatikan kemajuan UI tiga tahun terakhir baik dibidang akademik seperti jumlah publikasi yang meningkat luar biasa terutama jurnal internasional, kualitas lulusan mulai dilirik dan diserap pasar kerja global maupun non akademik (audit eksternal clean opinion, penataan SDM beroroentasi pada merit system .
UI telah membukukan prestasi masuk The Best 5 di Asia Tenggara , dan The Best 34 di Asia, dan The Best 201 di dunia diantara 6000 universitas terkemuka di dunia. ***4***
(T.H-ZG/C/F002/F002) 21-07-2010 13:22:12
PASAR IRAK
PENGUSAHA INDONESIA DITAWARI GARAP PASAR IRAK
London, 21/7 (ANTARA) - Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam "Indonesian Business Council" (IdBC) Dubai mendapat tawaran dari pebisnis Irak untuk berpartner dengan SBK Holdings dalam menggarap pasar Irak.
Disebutkan di dalam keterangan pers dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai yang diterima ANTARA, Rabu, Konsul Jenderal Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, pun sangat berharap adanya kontak bisnis langsung dan mengajak pengusaha Indonesia datang ke Irak.
Tawaran dan ajakan itu, kata Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran, akan diteruskan kepada IdBC serta pengusaha dan pihak-pihak terkait di Indonesia untuk melihat berbagai tawaran dan peluang kerja sama bisnis di Irak.
Konjen Mansyur Pangeran menyambut baik tawaran kalangan pengusaha di negara tersebut yang mengajak pengusaha Indonesia untuk berpartner dengan SBK Holdings.
Sebagaimana yang diutarakan oleh pengusaha Abdulla Fayez Al Gabour, perusahaan itu bergerak di berbagai bisnis, seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, baja, bahan makanan, pusat perbelanjaan.
Pengusaha Irak yang berada di Dubai itu juga menyebutkan bahwa SBK Holdings juga bergerak di bidang usaha perhotelan yang tidak hanya beroperasi di PEA, tetapi juga di negara Timur Tengah, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Lebih lanjut Konjen Mansyur mengemukakan berbagai peluang potensi bisnis dan investasi yang sangat besar di Indonesia, kemudian pihaknya juga mengundang SBK Holdings untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.
Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa KJRI Dubai memanfaatkan kedekatan hubungan baik dengan Konjen Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, untuk memfasilitasi pengusaha Indonesia di Dubai guna menembus pasar Irak yang menantang dan menjanjikan itu.
Untuk itu, KJRI Dubai melakukan serangkaian pertemuan dengan Konjen Irak di Dubai, di Konsulat Jenderal Irak di Dubai, dan di KJRI Dubai, serta di Fairmont Hotel, Dubai.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia dipimpin Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran didampingi Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai, Nashiruddin Mawardi dari IKPT Overseas FZE, Jogindal (Yogi) B.M. dari Indowear Trading.
Selain itu, juga hadir Gunawan dari Samudra Indonesia, Agung Udiyanto profesional Indonesia bekerja di SMOO Holdings, perusahaan milik keluarga penguasa Dubai Al Maktoum, M.N. Khan dari NAD Furniture (importir produk Olympic Indonesia), dan Ridwan Supriyadi dari KPB PTPN.
Dari kalangan pengusaha dipimpin Abdulla Fayez Al Gabour dan Dr. Ramzi Halasa, Direktur dan Development Manager Kantor Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (anak penguasa UAE), Director General Zahrat Al Neel General Trading, Nyonya Ronak M. Kidhir, dan Al Olama Properties, Mark Boardman, perusahaan keluarga penguasa Dubai dan Konjen Irak Dubai Hussein Sadiq Khalifa.
Abdulla Fayez Al Gabour mengatakan perusahaannya SBK Holdings dimiliki Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan bekerja sama dengan Nyonya Ronak M. Kidhir sebagai partner berbisnis di Irak, khususnya Irak Utara (Kurdishtan).
"Situasi di Irak Utara relatif aman, kondusif bagi kegiatan bisnis. Namun sayangnya, belum banyak pesaing bisnis," katanya.
Padahal, lanjut dia, pemerintah Irak memberikan fasilitas khusus bagi pengusaha asing, seperti bebas pajak selama 3-5 tahun dan 100 persen keuntungan boleh dikirim ke luar Irak.
Oleh karena itu, Abdulla Fayez mengajak para pengusaha Indonesia untuk bersama-sama dengan pihaknya menjadi partner bisnis di Irak, khususnya Irak Utara.
Abdulla Al Gabour menanggapi dengan positif untuk melihat potensi bisnis di Indonesia, dan pihaknya akan melakukan pertemuan terpisah dengan KJRI Dubai guna membahas peluang bisnis dan investasi di Indonesia. ***2***
(Rw.ZG*D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 21-07-2010 13:32:25
RAKYAT IRAK MENYUKAI PRODUK INDONESIA
London, 21/7 (ANTARA) - Irak akan mengundang pengusaha Indonesia untuk membangun pabrik "furniture" di Erbil, Irak Utara, karena rakyat "Negeri Kisah 1001 Malam" ini menyukai produk dari negara kepulauan terbesar di dunia itu.
Konsul Jenderal Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, juga memberi peluang importir asal Indonesia untuk mengimpor pakaian dan teh, demikian siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai yang diterima ANTARA, Rabu.
"Rakyat Irak menyukai berbagai produk Indonesia yang selama ini diimpor dari pihak ketiga," katanya dalam pertemuan antara Konsulat Jenderal Irak dan KJRI Dubai di Fairmont Hotel, kota setempat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia dipimpin Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran didampingi Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai, Nashiruddin Mawardi dari IKPT Overseas FZE, Jogindal (Yogi) B.M. dari Indowear Trading.
Selain itu, Gunawan dari Samudra Indonesia tampak hadir bersama Agung Udiyanto profesional Indonesia bekerja di SMOO Holdings, perusahaan milik keluarga penguasa Dubai Al Maktoum, M.N. Khan dari NAD Furniture (importir produk Olympic Indonesia), dan Ridwan Supriyadi dari KPB PTPN.
Dari kalangan pengusaha dipimpin Abdulla Fayez Al Gabour dan Dr. Ramzi Halasa, Direktur dan Development Manager Kantor Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (anak penguasa UAE), Director General Zahrat Al Neel General Trading, Nyonya Ronak M. Kidhir, dan Al Olama Properties, Mark Boardman, perusahaan keluarga penguasa Dubai, dan Konjen Irak Dubai Hussein Sadiq Khalifa.
Konjen Hussein Sadiq Khalifa mengatakan bahwa Irak saat ini sedang mengalami masa transisi karena belum tercapainya konsensus politik dan belum terbentuknya pemerintah koalisi yang kokoh.
Di tengah situasi transisi tersebut, kata dia, Irak terus berupaya untuk memulihkan ekonomi dan mewujudkan stabilitas politik serta keamanan.
Dijelaskan upaya pemulihan ekonomi Irak tersebut ditopang oleh produksi minyak sebesar 2,5 juta barel per hari, dan diperkirakan tujuh tahun ke depan Irak menghasilkan 12 juta barel minyak/hari.
Adapun peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia, antara lain perluasan Bandara Internasional Baghdad yang akan dibangun tiga terminal baru, "business park" (kawasan bisnis), "cargo village" (perkampungan kargo), dan "free zone" (zona bebas) dengan biaya enam miliar dolar AS.
Konjen Irak menyebutkan pembangunan bandara baru di Karbala senilai satu miliar dolar AS dan perluasan Bandara Irbil senilai 250 juta dolar AS. Irak juga akan membenahi pelabuhan laut di Irak, yaitu Pelabuhan Faw di selatan Basra.
Di bidang pembangunan infrastuktur listrik, kata dia, saat ini Irak hanya mampu memproduksi listrik sebesar 7.000 megawatt, sementara itu kebutuhan listrik mencapai 13.000 MW.
Pembangunan stadion sepak bola di Basra yang berkapasitas 65.000 kursi dengan biaya 550 juta dolar AS, sedangkan "Basra Sport City" yang pembangunannya dimulai tahun lalu dengan biaya 450 juta dolar AS.
Dikemukakan pula, Irak juga akan membangun sedikitnya 3,5 juta rumah dalam jangka waktu 10 tahun, di samping pembangunan sektor industri Irak senilai 10 miliar dolar AS yang membutuhkan semen dan baja.
Konsorsium perusahaan Prancis dan Inggris sedang membangun pabrik semen di Karbala dengan kapasitas dua juta ton/tahun, dan pabrik semen berkapasitas 2,7 juta ton/tahun di Irak Utara.
Perusahaan baja Arcelor Mittal merencanakan untuk merenovasi pabrik baja di Basra dan bekerja sama dengan perusahaan Turki membangun pabrik baja di Sulaymaniyah, Irak Utara.
Pembangunan sektor pariwisata di Irak, khususnya kawasan pegunungan di Irak Utara dan pusat Shiah di Najef dan Karbala.
Perusahaan Inggris bekerja sama dengan perusahaan Abu Dhabi membangun hotel 650 kamar dengan biaya 110 juta dolar AS di Karbala. Sepanjang Sungai Tikirt dibangun kawasan pariwisata yang menarik minat perusahaan dari AS, Australia, Italia, Spanyol, dan Swedia.
Konjen RI di Dubai, Mansyur Pangeran mengimbau pengusaha Indonesia memanfaatkan Dubai sebagai pusat kegiatan berbisnis di Irak, mengingat ratusan pengusaha Irak tinggal di Dubai, adanya penerbangan langsung Dubai-Baghdad, dan dekatnya jarak Pelabuhan Jebel Ali, Dubai (PEA)-Basrah, Irak.
Irak Utara mendapatkan status otonomi khusus serupa Hong Kong dan proteksi dari Amerika Serikat dan sekutunya sejak era pemerintah Saddam Hussein sampai sekarang.
Di Irak Utara telah dibuka beberapa Konsulat Jenderal dari beberapa negara, seperti Turki, Iran, Amerika Serikat, Polandia, dan Inggris.
(Rw.ZG*D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 21-07-2010 12:45:29
London, 21/7 (ANTARA) - Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam "Indonesian Business Council" (IdBC) Dubai mendapat tawaran dari pebisnis Irak untuk berpartner dengan SBK Holdings dalam menggarap pasar Irak.
Disebutkan di dalam keterangan pers dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai yang diterima ANTARA, Rabu, Konsul Jenderal Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, pun sangat berharap adanya kontak bisnis langsung dan mengajak pengusaha Indonesia datang ke Irak.
Tawaran dan ajakan itu, kata Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran, akan diteruskan kepada IdBC serta pengusaha dan pihak-pihak terkait di Indonesia untuk melihat berbagai tawaran dan peluang kerja sama bisnis di Irak.
Konjen Mansyur Pangeran menyambut baik tawaran kalangan pengusaha di negara tersebut yang mengajak pengusaha Indonesia untuk berpartner dengan SBK Holdings.
Sebagaimana yang diutarakan oleh pengusaha Abdulla Fayez Al Gabour, perusahaan itu bergerak di berbagai bisnis, seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, baja, bahan makanan, pusat perbelanjaan.
Pengusaha Irak yang berada di Dubai itu juga menyebutkan bahwa SBK Holdings juga bergerak di bidang usaha perhotelan yang tidak hanya beroperasi di PEA, tetapi juga di negara Timur Tengah, Afrika, Amerika, dan Eropa.
Lebih lanjut Konjen Mansyur mengemukakan berbagai peluang potensi bisnis dan investasi yang sangat besar di Indonesia, kemudian pihaknya juga mengundang SBK Holdings untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.
Dalam siaran pers itu juga disebutkan bahwa KJRI Dubai memanfaatkan kedekatan hubungan baik dengan Konjen Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, untuk memfasilitasi pengusaha Indonesia di Dubai guna menembus pasar Irak yang menantang dan menjanjikan itu.
Untuk itu, KJRI Dubai melakukan serangkaian pertemuan dengan Konjen Irak di Dubai, di Konsulat Jenderal Irak di Dubai, dan di KJRI Dubai, serta di Fairmont Hotel, Dubai.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia dipimpin Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran didampingi Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai, Nashiruddin Mawardi dari IKPT Overseas FZE, Jogindal (Yogi) B.M. dari Indowear Trading.
Selain itu, juga hadir Gunawan dari Samudra Indonesia, Agung Udiyanto profesional Indonesia bekerja di SMOO Holdings, perusahaan milik keluarga penguasa Dubai Al Maktoum, M.N. Khan dari NAD Furniture (importir produk Olympic Indonesia), dan Ridwan Supriyadi dari KPB PTPN.
Dari kalangan pengusaha dipimpin Abdulla Fayez Al Gabour dan Dr. Ramzi Halasa, Direktur dan Development Manager Kantor Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (anak penguasa UAE), Director General Zahrat Al Neel General Trading, Nyonya Ronak M. Kidhir, dan Al Olama Properties, Mark Boardman, perusahaan keluarga penguasa Dubai dan Konjen Irak Dubai Hussein Sadiq Khalifa.
Abdulla Fayez Al Gabour mengatakan perusahaannya SBK Holdings dimiliki Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan bekerja sama dengan Nyonya Ronak M. Kidhir sebagai partner berbisnis di Irak, khususnya Irak Utara (Kurdishtan).
"Situasi di Irak Utara relatif aman, kondusif bagi kegiatan bisnis. Namun sayangnya, belum banyak pesaing bisnis," katanya.
Padahal, lanjut dia, pemerintah Irak memberikan fasilitas khusus bagi pengusaha asing, seperti bebas pajak selama 3-5 tahun dan 100 persen keuntungan boleh dikirim ke luar Irak.
Oleh karena itu, Abdulla Fayez mengajak para pengusaha Indonesia untuk bersama-sama dengan pihaknya menjadi partner bisnis di Irak, khususnya Irak Utara.
Abdulla Al Gabour menanggapi dengan positif untuk melihat potensi bisnis di Indonesia, dan pihaknya akan melakukan pertemuan terpisah dengan KJRI Dubai guna membahas peluang bisnis dan investasi di Indonesia. ***2***
(Rw.ZG*D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 21-07-2010 13:32:25
RAKYAT IRAK MENYUKAI PRODUK INDONESIA
London, 21/7 (ANTARA) - Irak akan mengundang pengusaha Indonesia untuk membangun pabrik "furniture" di Erbil, Irak Utara, karena rakyat "Negeri Kisah 1001 Malam" ini menyukai produk dari negara kepulauan terbesar di dunia itu.
Konsul Jenderal Irak di Dubai, Hussein Sadiq Khalifa, juga memberi peluang importir asal Indonesia untuk mengimpor pakaian dan teh, demikian siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai yang diterima ANTARA, Rabu.
"Rakyat Irak menyukai berbagai produk Indonesia yang selama ini diimpor dari pihak ketiga," katanya dalam pertemuan antara Konsulat Jenderal Irak dan KJRI Dubai di Fairmont Hotel, kota setempat.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia dipimpin Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran didampingi Counsellor Ekonomi Dede Ahmad Rifai, Nashiruddin Mawardi dari IKPT Overseas FZE, Jogindal (Yogi) B.M. dari Indowear Trading.
Selain itu, Gunawan dari Samudra Indonesia tampak hadir bersama Agung Udiyanto profesional Indonesia bekerja di SMOO Holdings, perusahaan milik keluarga penguasa Dubai Al Maktoum, M.N. Khan dari NAD Furniture (importir produk Olympic Indonesia), dan Ridwan Supriyadi dari KPB PTPN.
Dari kalangan pengusaha dipimpin Abdulla Fayez Al Gabour dan Dr. Ramzi Halasa, Direktur dan Development Manager Kantor Dr. Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (anak penguasa UAE), Director General Zahrat Al Neel General Trading, Nyonya Ronak M. Kidhir, dan Al Olama Properties, Mark Boardman, perusahaan keluarga penguasa Dubai, dan Konjen Irak Dubai Hussein Sadiq Khalifa.
Konjen Hussein Sadiq Khalifa mengatakan bahwa Irak saat ini sedang mengalami masa transisi karena belum tercapainya konsensus politik dan belum terbentuknya pemerintah koalisi yang kokoh.
Di tengah situasi transisi tersebut, kata dia, Irak terus berupaya untuk memulihkan ekonomi dan mewujudkan stabilitas politik serta keamanan.
Dijelaskan upaya pemulihan ekonomi Irak tersebut ditopang oleh produksi minyak sebesar 2,5 juta barel per hari, dan diperkirakan tujuh tahun ke depan Irak menghasilkan 12 juta barel minyak/hari.
Adapun peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia, antara lain perluasan Bandara Internasional Baghdad yang akan dibangun tiga terminal baru, "business park" (kawasan bisnis), "cargo village" (perkampungan kargo), dan "free zone" (zona bebas) dengan biaya enam miliar dolar AS.
Konjen Irak menyebutkan pembangunan bandara baru di Karbala senilai satu miliar dolar AS dan perluasan Bandara Irbil senilai 250 juta dolar AS. Irak juga akan membenahi pelabuhan laut di Irak, yaitu Pelabuhan Faw di selatan Basra.
Di bidang pembangunan infrastuktur listrik, kata dia, saat ini Irak hanya mampu memproduksi listrik sebesar 7.000 megawatt, sementara itu kebutuhan listrik mencapai 13.000 MW.
Pembangunan stadion sepak bola di Basra yang berkapasitas 65.000 kursi dengan biaya 550 juta dolar AS, sedangkan "Basra Sport City" yang pembangunannya dimulai tahun lalu dengan biaya 450 juta dolar AS.
Dikemukakan pula, Irak juga akan membangun sedikitnya 3,5 juta rumah dalam jangka waktu 10 tahun, di samping pembangunan sektor industri Irak senilai 10 miliar dolar AS yang membutuhkan semen dan baja.
Konsorsium perusahaan Prancis dan Inggris sedang membangun pabrik semen di Karbala dengan kapasitas dua juta ton/tahun, dan pabrik semen berkapasitas 2,7 juta ton/tahun di Irak Utara.
Perusahaan baja Arcelor Mittal merencanakan untuk merenovasi pabrik baja di Basra dan bekerja sama dengan perusahaan Turki membangun pabrik baja di Sulaymaniyah, Irak Utara.
Pembangunan sektor pariwisata di Irak, khususnya kawasan pegunungan di Irak Utara dan pusat Shiah di Najef dan Karbala.
Perusahaan Inggris bekerja sama dengan perusahaan Abu Dhabi membangun hotel 650 kamar dengan biaya 110 juta dolar AS di Karbala. Sepanjang Sungai Tikirt dibangun kawasan pariwisata yang menarik minat perusahaan dari AS, Australia, Italia, Spanyol, dan Swedia.
Konjen RI di Dubai, Mansyur Pangeran mengimbau pengusaha Indonesia memanfaatkan Dubai sebagai pusat kegiatan berbisnis di Irak, mengingat ratusan pengusaha Irak tinggal di Dubai, adanya penerbangan langsung Dubai-Baghdad, dan dekatnya jarak Pelabuhan Jebel Ali, Dubai (PEA)-Basrah, Irak.
Irak Utara mendapatkan status otonomi khusus serupa Hong Kong dan proteksi dari Amerika Serikat dan sekutunya sejak era pemerintah Saddam Hussein sampai sekarang.
Di Irak Utara telah dibuka beberapa Konsulat Jenderal dari beberapa negara, seperti Turki, Iran, Amerika Serikat, Polandia, dan Inggris.
(Rw.ZG*D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 21-07-2010 12:45:29
Langganan:
Postingan (Atom)