Jumat, 27 Februari 2015

SLOVENIA

KEKAYAAN SENI BUDAYA NUSANTARA DAYANTARIK WARGA SLOVENIA

         Jakarta,14/2 (Antara) - Kekayaan seni budaya Nusantara yang beraneka ragam menjadi salah satu daya tarik utama warga Slovenia untuk berkunjung ke Indonesia.

        Seni budaya Jawa seperti wayang orang dan juga wayang kulit cukup dikenal  masyarakat Slovenia dan mendapat perhatian yang cukup besar. Penampilan seni budaya selalu mendapat apresiasi yang tinggi ditandai dengan penuhnya ruang teater pertunjukan,  demikian Counsellor KBRT/PTRI Wina,  Dody Kusumonegoro kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

         Berbagai kegiatan pementasan seni budaya  dilakukan tidak saja di ibukota Ljubjana tetapi juga di kota-kota lain seperti Maribor, Bled berjasama dengan berbagai pihak baik swasta maupun instansi pemerintah.

        Dikatakannya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta  menyumbangkan  Rumah Joglo kepada Arboretum Park di Slovenia  yang pertama didirikan di Eropa menambah daya tarik publik untuk mengunjungi taman yang setiap tahunnya dikunjungi lebih dari 150.000 pengunjung.

         Acara peresmian Rumah Joglo pada bulan April tahun lalu dimeriahkan dengan pagelaran seni tari Jawa Klasik yang dibawakan  para penari Keraton Yogyakarta diliput secara luas oleh media setempat.

        Dari data jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia pada tahun 2014 sebesar rata-rata 7,19 persen. Slovenia yang merupakan negara pecahan Yugoslavia dan telah menjadi anggota Uni Eropa mencapai jumlah kenaikan yang sangat signifikan.

         Berdasarkan kebangsaan jumlah warganegara Slovenia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun lalu mengalami kenaikan 25 persen yaitu sebanyak 3.151 orang dibandingkan tahun 2013 sebesar 2.522 wisatawan. Dari jumlah tersebut 56 persen masuk melalui Jakarta, 37 persen melalui Bali dan selebihnya melalui Surabaya, Medan, Bintan dan Batam.

         Prosentase jumlah kenaikan yang signifikan tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Prosentase kenaikan pada tahun lalu juga merupakan salah satu yang tertinggi diantara negara-negara anggota Uni Eropa.  Hal ini menunjukkan minat untuk mengunjungi Indonesia terus meningkat meskipun negara yang berpenduduk sekitar 2 juta jiwa tersebut mengalami krisis ekonomi sejak tahun 2011.

         Selain promosi untuk masyarakat umum, promosi dengan target market tertentu sangat penting mengingat pada masa krisis ekonomi promosi dilakukan dengan melihat niche market tertentu atau kalangan masyarakat tertentu yang berpotensi tinggi untuk tetap melakukan perjalanan wisata.

         Diantaranya bekerjasama dengan Lion¿s Club Slovenia dalam menggelar acara Gala Dinner dengan menampilkan berbagai seni tari dan musik tradisional Indonesia dan kulinari nusantara dihadiri  tokoh ternama dan socialite negara tersebut untuk penggalangan dana sosial.

        Setiap tahunnya jumlah peminat program beasiswa budaya atau Darmasiswa terus meningkat , para penerima beasiswa tersebut mempelajari berbagai bidang seni budaya termasuk bahasa Indonesia.

        Para alumni dari program ini terus menyebarkan berbagai informasi mengenai potensi Indonesia di berbagai bidang baik melalui presentasi di universitas tempat mereka bekerja maupun melanjutkan studinya maupun penampilan mereka di berbagai acara seni budaya di negeri tersebut.

          Diharapkan jumlah wisatawan dari Slovenia ke Indonesia akan terus meningkat, dengan digelar promosi potensi Indonesia yang dimiliki oleh berbagai propinsi di bebagai bidang termasuk pariwisata bekerjasama dengan berbagai pihak di Indonesia. ***4***
(ZG/o001) (T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 14-02-2015 12:33:45

Tidak ada komentar: