Selasa, 06 Januari 2015

DUBES

DUBES HAMZAH: BASARNAS INDONESIA MENDAPAT PENGAKUAN
INTERNASIONAL

     Oleh Zeynita Gibbons

    London 1/1 (Antara) - Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb, menegaskan bahwa kinerja Tim Basarnas Indonesia dalam menemukan puing pesawat dan jasad para korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 mendapat pengakuan internasional.

         "Alhamdulillah melalui usaha pencarian yang intensif selama tiga hari, kemudian Tim SAR Indonesia berhasil menemukan puing pesawat dan jasad para korban kecelakaan tragis," kata Dubes Hamzah Thayeb dalam doa bersama Masyarakat Indonesia yang berada di Kerajaan Inggris di KBRI London, Rabu malam.

         Didampingi Wakil Dubes Harry Kandou dalam doa bersama lintas agama dari kalangan Islam, Katolik, Protestan dan Hindu, untuk korban kecelakaan pesawat Airasia QZ8501 itu, ia menjelaskan apa yang telah dilakukan Tim Barsanas bersama berbagai pihak dalam melakukan pencarian dan evakuasi para korban itu mendapat apresiasi internasional.

         "Untuk itu, KBRI London mendukung inisiatif dari masyarakat Indonesia yang ingin menyelenggarakan doa bersama bagi para korban tragedi pesawat Air Asia QZ 8501 dan korban bencana lainnya yang terjadi Indonesia. Kita memohon berkat Tuhan untuk seluruh pihak yang saat ini terus bekerja keras dalam mengevakuasi para korban," ujarnya.

         Doa bersama lintas agama sehubungan dengan musibah yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura itu dihadiri Ny Lastry Thayeb, Ny Miabella Kandou serta Kepala perwakilan Garuda London Jubi Prasetyo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Rizal Djaafara.

         Dubes Hamzah Thayeb mengatakan acara temu warga malam ini utamanya untuk mengadakan doa bersama secara lintas agama bagi korban berbagai musibah yang menimpa Indonesia.

         "Karena bertepatan dengan pergantian tahun 2014 maka malam ini juga baik sebagai malam refleksi, renungan dan harapan kita semua sebagai keluarga besar di perantauan," katanya.

         Musibah yang terjadi pada 28 Desember 2014 saat pesawat AirAsia 8501 dari Surabaya tujuan Singapura dinyatakan hilang kontak.

         Doa bersama diawali dengan doa bersama bagi pemeluk agama Hindu yang dipimpin Anak Agung Gede Agung Dharmawan, dilanjutkan bagi pemeluk agama Katholik yang dipimpin Pastor Vinsensus Mbu'i serta bagi pemeluk agama Kristen Protestan dipimpin Pendeta Frans Sahetapy serta agama Islam oleh Djamalullail.

         Doa bersama itu juga dihadiri berbagai perwakilan masyarakat yang ada di Inggris diantaranya  ketua diaspora Indonesia  yang disebut Periuk, Cathy Paat, para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Inggris yang tergabung dalam PPI London serta anggota Induk , tenaga kerja domestik yang ada di London.

         Acara doa bersama lintas agama diakhiri dengan acara makan malam bersama dengan hidangan khas Indonesia seperti soto dan sate ayam serta hidangan lain nya yang disediakan oleh Wisma Nusantara. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 01-01-2015 09:01:01

Tidak ada komentar: