Selasa, 25 Juni 2013

MADAGASKAR

MADAGASKAR UNDANG PERAJIN INDONESIA

Oleh Zeynita Gibbons

London, 19/6 (Antara) - Ketua Asosiasi Perajin Ocean Indian di Mayotte, Omar Djoundiy, mengharapkan kehadiran perajin Indonesia di dalam Pameran Kerajinan Ocean Indian yang diadakan Association Regionale de Chambres de Metiers et de l -Artisanat- ARCMA di Madagaskar.

Kuasa Usaha Tetap (KUTAP) RI untuk Madagaskar Artanto S. Wargadinata kepada Antara London, Rabu, mengatakan harapan itu disampaikan Omar Djoundiy pada pembukaan Pameran Kerajinan Ocean Indian yang diadakan Asosiasi Perajin Ocean Indian di Mayote, Madagaskar.

Selain pameran juga digelar forum diskusi "Le 1 er Forum metiers et de l-Artisanat de l Ocean Indien" yang diadakan asosiasi perajin yang diikuti peserta dari Madagascar, Comoros, Mayotte dan Indonesia.

Artanto S. Wargadinata hadir pada forum dan pameran dengan menampilkan stand KBRI mendapat apresiasi dan sambutan luas masyarakat di Madagaskar.

KBRI Antananarivo berkoordinasi dengan Smesco yang menjadi pusat promosi UKM seluruh Indonesia menyatakan kesiapannya untuk kerja sama di masa mendatang khususnya dalam mempersiapkan partisipasi pada acara tersebut.

Diharapkan kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan program nyata seperti pelatihan dalam kerajinan enceng gondok, kayu, batang pisang, kayu dan kulit.

Forum diskusi dan pameran perajin digelar pertama kali bertujuan untuk mendorong perajin khususnya pengusaha kecil dan menengah di wilayah Ocean Indian, Mayotte, Comoros dan Madagaskar dan mengundang perajin Indonesia untuk mengembangan sektor kerajinan.

Stand KBRI Antananarivo, Madagaskar, diisi dengan berbagai produk-produk kerajinan milik KBRI dan Wisma yang mendapat sambutan masyarakat setempat.

Kutap Artanto S.W. menyampaikan peluang kerja sama antara pengrajin Indonesia dengan Mayote, Comoro dan Madagaskar sangat besar. Untuk itu KBRI Antananarivo berupaya mendatangkan perajin Indonesia ke Madagaskar yang dapat diikuti Mayote dan Comoros guna memberikan pengalamannya.

Sebelumnya, Kutap RI mengadakan peertemuan dengan Chief de Region Mayotte membicarakan kerjasama melalui program Capacity Building pengrajin di Indonesia.

Dikatakannya, banyak bahan-bahan baku di Mayote dan Madagaskar yang belum diketahui masyarakat setempat bermanfaat dan dapat dibuat sesuatu yang lebih bermanfaat.

Hal yang menarik dari pengamatan baik di pameran maupun di luar pameran ditemui banyak produk kerajinan tangan Indonesia seperti furniture dan kain shawl. ***4***
(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 19-06-2013 06:22:47

Tidak ada komentar: