Jumat, 26 November 2010

SELATAN SELATAN

INDONESIA PERLU MANFAATKAN PELUANG KERJA SAMA SELATAN SELATAN

London, 27/11 (ANTARA) - Wakil Menteri Negara PPN/Wakil Ketua Bappenas Dr Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, Indonesia perlu lebih memanfaatkan peluang ekonomi dari kerja sama Selatan-Selatan.

Hal itu disampaikan saat memimpin Delegasi RI menghadiri High Level Meeting on South-South and Triangular Cooperation (HLM SSCTC) di Jenewa, ujar Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Kurniadi Koba kepada ANTARA di London, Sabtu.

HLM SSCTC merupakan salah satu event dari rangkaian kegiatan 3rd Global South-South Development (GSSD) yang diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP), bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan International Labour Organisation (ILO).

Dalam pertemuan yang juga ajang pertukaran best practices di antara negara-negara Selatan dalam pencapaian tujuan MDGs sejumlah negara Selatan seperti China, Singapura, Turki, Brazil, Tunisia dan Kolombia berhasil memperluas akses pasar mereka melalui peningkatan kerja sama Selatan-Selatan (KSS).

Sebagai emerging donors, mereka mampu secara jeli melakukan matching supply and demand dalam pemberian bantuan kepada negara Selatan lainnya dengan kepentingan dalam negeri mereka.

Hal ini pada gilirannya membuka akses pasar di negara penerima donor, demikian disampaikan Wamen PPN.

Lebih lanjut disampaikannya Indonesia perlu menyiapkan kebijakan dan sistem yang terintegrasi dan terpadu seperti yang dilakukan oleh negara-negara tersebut.

"Kebijakan semacam itu terbukti telah menghasilkan gema internasional yang lebih besar dan pada gilirannya menghasilkan pencitraan internasional yang positif atas peran mereka dalam kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)," katanya.

Sementara itu, Wakil Tetap RI di PBB, Duta Besar Dian Triansyah Djani, menyatakan pengalaman pemberian bantuan finansial dan teknis yang dilakukan negara tersebut secara umum dilakukan Pemerintah Indonesia, seperti pemberian pelatihan, beasiswa, peralatan, dan pengiriman tenaga ahli baik melalui pendanaan bilateral, multilateral maupun triangular.

"Sudah saatnya bagi Indonesia memulai mengarahkan agar berbagai investasi politis tersebut (pemberian bantuan) untuk dicairkan dan menghasilkan economic benefit bagi Indonesia," kata Dubes Djani.

Sebelumnya Dubes Djani telah memaparkan kemajuan penanganan HIV/AIDS di Indonesia serta upaya yang telah dilakukan dalam mendorong Kerja sama Selatan-Selatan untuk penanggulangan penyakit HIV/AIDS antara negara berkembang yang telah diapresiasi para peserta 3rd Global South-South Development.

Pertemuan 3rd Global South-South Development untuk membahas sejumlah permasalahan bagi peningkatan kerja sama diantara negara berkembang dengan negara/organisasi donor.

Petermuan tersebut dihadiri sejumlah partner countries (negara penerima bantuan), emerging donors (middle income countries seperti Indonesia), traditional donors (negara dan lembaga donor internasional), kalangan parlemen, akademisi, sektor swasta dan NGO. ***3***
(T. H-ZG/
(T.H-ZG/B/S019/S019) 27-11-2010 03:42:36

Tidak ada komentar: