Kamis, 25 Agustus 2011

EVAKUASI WNI

KBRI TUNIS UPAYAKAN EVAKUASI WNI DARI TRIPOLI

London, 25/8 (ANTARA) - Tim Evakuasi KBRI Tunis , Tunisia yang bertugas memantau perkembangan keadaan di Libya dan membantu evakuasi WNI berhasil menghubungi beberapa TKW yang berada di Libya, setelah beberapa waktu sebelumnya kontak dengan TKW terputus.

Sambungan telpon Tunis-Tripoli sempat terputus antara tanggal 16-22 Agustus, dan mengalami gangguan kembali 23 Agustus, sampai 24 Agustus pagi, dan jumlah WNI yang terpantau ada 19 orang, demikian keterangan pers KBRI Tunis yang diterima Antara London, Kamis.

Angka tersebut dapat saja terus bertambah, jika ada WNI yang belum terdeteksi yang melaporkan diri kepada KBRI Tunis, terutama jika kondisi sambungan telepon kembali normal seperti semula.

Mengingat rawannya kondisi keamanan di Tripoli, maka KBRI Tunis meminta TKW untuk tidak keluar rumah, dan tetap berada di tempat yang aman, sambil menunggu instruksi dari Tim Evakuasi KBRI Tunis guna persiapan evakuasi dari Tripoli ke Tunis .

Para TKW diminta untuk menyampaikan informasi jika mengetahui keberadaan WNI di Libya dan menyampaikan tentang rencana evakuasi WNI Libya ke Tunisia.

Berdasarkan penuturan beberapa TKW yang berhasil dihubungi hari Rabu( 24/8) , kondisi keamanan di Tripoli sangat mencekam akibat perang kota yang terjadi, diperburuk dengan terganggunya aliran listrik dan langkanya air.

Suara tembakan mortir dan dentuman bom terus terdengar siang dan malam dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah pasukan oposisi memasuki kota Tripoli, ibu kota Libya.

Perang kota terus terjadi meskipun pasukan oposisi mengklaim telah dapat merebut basis pertahanan pasukan pro Gaddafi di Bab al-Aziziyah dan membebaskan para wartawan asing yang sejak beberapa hari lalu ditawan di Hotel Rixos.


Pegawai KBRI Libya
KBRI Tunis juga berhasil mengadakan kontak kembali dengan Muhammad Abdelhafiz, warga Libya pegawai setempat KBRI Tripoli. Abdelhafiz diminta dapat terus berkoordinasi dengan Tim Evakuasi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Mengingat masih sangat rawannya kondisi keamanan di Tripoli, maka KBRI Tunis meminta TKW untuk tidak keluar rumah, dan terus bersiap-siap sembari menunggu informasi dari Tim Evakuasi KBRI Tunis mengenai langkah-langkah persiapan evakuasi dari Tripoli ke Tunisia. Para TKW diminta untuk menyebarkan informasi tentang rencana evakuasi ini jika mengetahui keberadaan WNI lainnya di Libya.

Sementara itu, dalam rangka mengantisipasi dampak konflik politik di Libya, militer Tunisia menutup perbatasan antara kedua negara dan memperbanyak pos pemeriksaan di sepanjang jalan menuju dua pintu perbatasan di daerah Ras Jedir dan Dehiba.

Menurut pemantauan Tim Evakuasi KBRI Tunis yang berada di perbatasan Tunisia-Libya, pintu perbatasan yang menghubungkan Tunisia dengan Libya di Ras Jedir dan Dehiba ditutup sejak Senin lalu hingga jangka waktu yang akan ditentukan kemudian. Aparat keamanan Tunisia hanya mengijinkan warga yang terluka untuk memasuki wilayah Tunisia.

WNI yang ada di Libya yang dipantau Tim Evakuasi KBRI Tunis antara lain Suahemi bt Paiman alias Emi,Meliasari bt Dudun Sapja alias Melly Garut, Herry, Noura, Eliyawati, Fatimah, Rohartini, Nafiko, Artiyah, Kholifah, Muna, Anah, Ani, Asiah, Dian, Parjiah, Nini, Maryati dan Daryati. ***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 25-08-2011 09:44:16


Tidak ada komentar: