Kamis, 18 Agustus 2011

SATYALANCANA

SATYALANCANA DHARMA NUSA UNTUK WARGA JERMAN

London, 19/8 (ANTARA) - Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Dr Eddy Pratomo menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Nusa kepada tujuh warga Jerman, menambah khidmad dan semarak upacara Hari Kemerdekaan RI ke-66 di Berlin, Jerman
Ketujuh dari sembilan warga Jerman yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Dharma Nusa dari Pemerintah Republik Indonesia tersebut adalah Erwin Theileis, Ralf Conradi, Thomas Oye, Dr. Arnold Weckbecker, Lutz Gabriel, Michael Ickes dan Gunnar Eichholz, kata Sekretaris III Penerangan, Sosial, Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo, kepada Antara London, Kamis.

Purno Widodo menyebutkan penyematan dilakukan setelah Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 yang diadakan di Wisma Indonesia di Dahlem, Berlin .

Sekitar 450 anggota masyarakat Indonesia, friends of Indonesia, dan Staf KBRI Berlin beserta keluarga mengikuti upacara ditengah tengah cuaca mendung yang sejak pagi hari menutupi udara kota Berlin yang tidak menghalangi semangat dan antusiasme anggota masyarakat Indonesia di Berlin dan sekitarnya hadir dalam peringatan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penaikan bendera dilanjutkan dengan pemberian penghargaan, dan aubade dan sore hari dilakukan upacara penurunan bendera.

Dubes Dr Eddy Pratomo yang bertindak selaku Inspektur Upacara dalam sambutannya mengajak para peserta untuk mensyukuri berbagai kemajuan yang diraih Indonesia baik di bidang ekonomi, politik, tatanan sosial, hukum dan keamanan dalam beberapa tahun terakhir ini, disamping capaian di tingkat regional dan internasional lainnya.

Lebih lanjut dubes mengemukakan berbagai capaian KBRI Berlin selama setahun terakhir, diantaranya dibidang pariwisata, perdagangan dan investasi, politik, serta pengembangan Sumber Daya Manusia.
"Kita menyambut baik kesepakatan Indonesia dan Jerman dalam pengembangan SDM dengan akan ditandatanganinya MoU pada bulan Oktober 2011 di Jakarta oleh Menteri Pendidikan kedua negara, yang akan mengalihkan hutang Indonesia menjadi pemberian 5000 beasiswa program doktor untuk mahasiswa Indonesia studi di Jerman," ujarnya.

Dalam amanatnya Dubes Pratomo berpesan agar masyarakat Indonesia yang bermukim di Jerman untuk segera memberikan informasi sekiranya ada kejadian kekerasan atau permasalahan hukum lainnya yang menimpa WNI.

"Perlindungan WNI, khususnya bagi saudara kita yang bekerja sebagai TKI adalah prioritas utama bagi Pemerintah," ujar Dubes Pratomo.

Guna semakin mendukung berbagai keberpihakan Pemerintah terhadap perlindungan WNI dan terutama TKI, KBRI Berlin tengah mengembangkan pendaftaran diri online bagi WNI di Jerman guna memudahkan pelayanan dan perlindungan saat dibutuhkan.

Dalam akhir amanatnya, Dubes juga menyampaikan tekad Perwakilan RI untuk mendorong peran aktif dari individu maupun organisasi kemasyarakatan dan organisasi pelajar seperti PPI Jerman untuk bisa mengambil manfaat dari berbagai kelebihan Jerman melalui jalur dan bidang masing-masing. Disamping itu, peran para sahabat Indonesia di Jerman juga akan semakin ditingkatkan.

"Sementara itu kepada penerima tanda kehormatan Satyalancana, Dubes menyampaikan ucapkan selamat sekaligus terima kasih atas jasanya berperan aktif dalam proses perdamaian di Aceh baik pra-Memorandum Saling Pengertian, Perundingan Damai di Helsinski dan implementasinya," demikian Purno Widodo.


Merah Putih
Peringatan detik detik Proklamasi yang digelar KJRI Frankfurt dipenuhi warna merah putih, baik dari bendera maupun umbul-umbul, serta spanduk peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66.

Peringatan berthema "Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup Dalam ke-Bihinneka-an untuk Memperkokoh Persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kekokohan Solidaritas ASEAN".

Matahari yang bersinar terang pada pagi hari menambah semangat nasionalisme para peserta upacara pengibaran bendera yang diikuti sekitar 200 orang yang terdiri dari para staf KJRI Frankfurt, Dharma Wanita Persatuan, mahasiswa dan masyarakat Indonesia serta Konsul Kehormatan RI di Baden-Baden dan Friends of Indonesia.

Sekretaris Pertama, Ernest Hadinoto kepada Antara London menyebutkan walaupun Peringatan HUT RI ke-66 jatuh pada hari kerja, namun tidak menyurutkan semangat mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk tetap hadir mengikuti rangkaian peringatan.

Mahasiswa dan masyarakat Indonesia berdatangan dari kota Frankfurt, Darmstadt, Wiesbaden, Mannheim, Bonn, Koln, Kaiserslautern, Stuttgart, Mainz, Heidelberg, Dortmund, Aachen, Marburg, Saarbrucken, Nurnberg, Kassel, Giessen, Koblenz, Baden-Baden dan Munchen.

Upacara Detik-detik Proklamasi dimulai dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih dilakukan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Konjen RI Frankfurt, Damos Dumoli Agusman mengajak para hadirin untuk mengheningkan cipta mengenang para pahlawan kemerdekaan, pahlawan pembangunan dan pahlawan demokrasi. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Usai upacara pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama, yang diikuti dengan pertunjukan kesenian, diantaranya Tari Ranum dari Aceh yang dibawakan anak-anak warga negara Jerman yang berasal dari Heidelberg.

Konjen RI Frankfurt beserta istri membawa lagu Desaku. Selanjutnya masyarakat Indonesia secara spontan mengisi acara panggung gembira dengan menampilkan berbagai bentuk kesenian Indonesia serta turut serta dalam acara perlombaan. Pada sore hari diputar film nasional berjudul "Merah Putih" karya Yadi Sugandi.

Dalam pesan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Konjen RI Frankfurt menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia pada masa kini benar-benar dapat merasakan kemerdekaannya. Hal ini terutama dapat dibuktikan bahwa setiap warga Indonesia pada masa sekarang dapat mengemukakan pendapatnya, terutama dalam menyampaikan kritiknya terhadap perkembangan di tanah air.

Hal yang tidak dapat dirasakan pada masa lalu. Adapun tugas kita sebagai warga Indonesia di luar negeri adalah memberikan dan menyampaikan hal-hal positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia dan terutama kemajuan Indonesia sebagai negara demokrasi yang sedang tumbuh dengan pesat.

(T.H-ZG/B/Y008/C/Y008) 19-08-2011 05:37:09


Tidak ada komentar: