Selasa, 03 Juli 2012

KETUA MK


                KETUA MK LETAKKAN KUNJUNGI MAKAM RAJA MAROKO

         London, 3/7 (ANTARA) -  Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD  mengawali kunjungan kerjanya di Maroko dengan mengunjungi sekaligus meletakkan karangan bunga di Makam Raja Maroko.

        Sekretaris III sekaligus Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Rabat, Suparman Hasibuan, kepada ANTARA London, Selasa, mengatakan pada upacara  peletakan karangan bunga itu, Mahfud didampingi Dubes RI untuk  Maroko, Tosari Widjaja serta pejabat dari Kementerian Luar Negeri Maroko.

        Diktakan, Mahfud MD tiba di Maroko Minggu sore dengan agenda utama  menghadiri Konferensi Internasional yang diadakan Mahkamah Konstitusi Maroko di kota Marrakesh pada tanggal 3 dan 4 Juli mendatang.

        Selama di Maroko, menurutnya, Mahfud MD juga akan  tampil dalam seminar yang dihadiri korps diplomatik, pejabat pemerintah Maroko, anggota parlemen, akademisi dan masyarakat Maroko.

        Tema seminar, ialah, "Pengalaman Demokrasi Indonesia-Maroko: Peranan Mahkamah Konstitusi", yang diadakan KBRI Rabat bekerjasama dengan Asosiasi Persaudaraan Maroko-Indonesia.   
   Dubes RI untuk Maroko Tosari Widjaja mengadakan sambutan dengan acara makam malam untuk Mahfud MD yang dihadiri mitra kerja KBRI Rabat, antara lain Anggota Parlemen Maroko, akademisi, Asosiasi Persaudaraan Maroko-Indonesia, pengusaha Maroko, Paguyuban Pencak Silat Indonesia Maroko, PPI Maroko serta staf KBRI Rabat.

        Bagi Pemerintah Maroko, kunjungan para pejabat tinggi dari negara sahabat ke Mesoleum tersebut mempunyai arti penting, sebagai simbol hubungan persahabatan kedua negara.

        Di kompleks Makam Raja di kota Rabat yang lebih dikenal dengan sebutan Mesoleum  tersebut, terdapat dua kuburan utama.

        Yakni, Makam Raja Mohamed V yang memerintah Maroko dari tahun 1957 sampai 1961, dan Makam Raja Hassan II (memerintah Maroko sejak  1961 hingga 1999.

        Dalam catatan sejarah hubungan diplomatik Indonesia-Maroko, Raja Mohamed V pernah menerima kunjungan Presiden Soekarno pada tanggal 2 Mei 1960.

        Pihak Maroko melukiskan kunjungan Presiden Soekarno memiliki arti sangat penting dan dicatat sebagai muhibah kepresidenan pertama  untuk Kerajaan Maroko setelah kemerdekaannya pada tahun 1956. 

***1***
(ZG/
(T.H-ZG/B/M036/M036) 03-07-2012 03:16:02

           

Tidak ada komentar: