Senin, 18 Mei 2009

PPLN LONDON GELAR DISKUSI

Pemilu - PPLN LONDON GELAR DISKUSI BERSAMA IKRAR BHAKTI

London, 19/5 (ANTARA) - PPLN London mengelar diskusi Pilpres 2009 bersama pembicara Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti dari Pusat Studi Politik Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (P2P-LIPI) di gedung KBRI London pada 22 Mei.

"Diskusi diikuti berbagai elemen masyarakat Indonesia yang berada di Kerajaan Inggris seperti wakil dari PPI UK, Keluarga Besar Islam Britania Raya (KIBAR), ICMI UK, PCI NU, PCI Muhammadiyah UK, ICF, dan masyarakat," kata Ketua PPLN London, Saharman Gea, kepada Koresponden ANTARA London, Selasa.

Ia mengatakan diskusi yang diadakan panitia Pemilu 2009 menampilkan ahli peneliti utama (APU) dalam upaya mencari masukan tentang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) mendatang.

"Kami berharap diskusi tersebut akan bermanfaat untuk mendorong masyarakat atau calon pemilih di Inggris Raya dalam menggunakan hak pilih pada pilpres pada tanggal 8 Juli," katanya.

Dengan demikian, katanya, akan ada peningkatan partisipasi memilih dari hanya 22,5 persen dari jumlah seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Inggris pada pemilu pada 9 April lalu.

"Panitia juga berharap agar partai pengusung pasangan capres-cawapres untuk aktif mendekatkan kandidatnya kepada para calon pemilih," katanya.

Mengenai pembicara Profesor Dr Ikrar Nusa Bhakti yang memperoleh PhD dalam bidang Sejarah Politik dari Griffith University, Australia, dan sarjana Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, ia mengatakan pakar politik itu akan menjadi pembicara utama dengan didampingi Syahrul Hidayat, kandidat Doktor Ilmu Politik dari Universitas Exeter UK.

"Untuk moderator dalam diskusi yang menampilkan Prof Ikrar yang banyak menulis berbagai buku mengenai Indonesia dalam bidang militer, politik, dan sejarah itu adalah M. Hadianto Wirajuda, kandidat Doktor International Relations dari London School of Economics UK," katanya.

Prof Ikrar yang merupakan sebagai salah satu ilmuwan terkemuka dalam bidang hubungan luar negeri di Indonesia, sehingga dia diharapkan akan dapat memberikan pandangan mengenai politik Indonesia, khusus kaitannya dengan diplomasi luar negeri.(U-ZG) ***1***
(T.H-ZG/C/E011/E011) 19-05-2009 05:30:02

Tidak ada komentar: