Kamis, 28 April 2016

BLUSUKAN


DI LONDON PRESIDEN JOKOWI "BLUSUKAN" KE FENWICH

Oleh Zeynita Gibbons

London, 22/4 (Antara) - Dalam kunjungan kerja di Kerajaan Inggris, kebiasaan Presiden Joko Widodo "blusukan" ke pasar tidak dilewati, hanya saja kali ini Presiden Jowoki "blusukan" ke pasar swalayan milik keluarga Fenwick yang didirikan tahun 1882 oleh John James Fenwick berada di New Bond Street, London.

"Departemen store" atau pasar swalayan yang berada di daerah pertokoan barang bermerek di Inggris -- busana karya lima perancang Indonesia, dengan nama Peggy Hartanto, Major Minor, Sean and Sheila, Toton dan ByVelvet -- tidak saja ditampilkan tetapi juga dijual di Fenwick, demikian Svida Alisjahbana dari Jakarta Fashion Weeks kepada Antara London, Jumat.

Departemen store kelas atas di Inggris itu menampilkan "Indonesia Fashion Foward" bertemakan "Eastern Fashion comes to the West" itu menampilkan karya dari lima perancang busana Indonesia hasil dari kerja sama dengan Angela Quaintrell dari Centre for Fashion Enterprise London (CFE), Jakarta Fashion Week, dan British Council.

Salah seorang disainer Toton Januar HN, "co-founder" dari label TOTON kepada Antara London, mengakui kesempatan untuk dapat melakukan "Pop-Up shop" di Fenwick adalah sesuatu yang sangat dibanggakan bagi para desainer Indonesia.

"Seneng sih, tadinya berharap bisa ngobrol lebih banyak dengan bapak Presiden Jokowi," ujar Tonton mengakui Presiden Jokowi sosok yang sangat sederhana dan mengerti aspirasi rakyat.

Menurut Tonton, yang mewakili desainer Indonesia, Presiden Jokowi sangat perhatian terhadap industri kreatif dan berharap dapat mengangkat nama Indonesia.
"Kata bapak memang tidak mudah dan harus mulai dari skala kecil," ujar Tonton, menambahkan 

Presiden Jokowi juga bercerita mengenai kompleksitas dari industri.
Dengan kehadiran Presiden Jokowi dan Triawan Munaf dari Bekraf, diharapkannya akan membuka jalan agar pemerintah dapat ikut mendukung program Indonesia Fashion Forward tidak hanya dalam memberdayakan (Capacity building) dengan melibatkan berbagai bidang seperti pengrajin, "supply chain".

Tetapi juga akan dapat meningkatkan "value" atau nilai dari ekonomi kreatif Indonesia khususnya bidang "fashion", tapi juga membawa nama Indonesia di dunia lewat bidang fashion, tutur Tonton.

Svida Alisjahbana mengatakan Indonesia Fashion Forward (IFF) ini merupakan kolaborasi antara Badan Ekonomi Kreatif (BE-KRAF), Jakarta Fashion Week (JFW), The British Council (BC) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ibu Kota Jakarta.

Program kuratif dan intensif utamanya membangun kapasitas serta yang memiliki visi memperkuat desainer yang terpilih dikenal di kawasan Asia, bahkan sampai ke pelaku fesyen internasional, dilengkapi dengan pelajaran tentang bisnis fesyen yang tepat dan strategi "branding" yang jitu.

Bagi Kepala Badan Kreatif Ekonomi Triawan Munaf, Program IFF bertujuan untuk mengembangkan kapasitas industri kreatif Indonesia melalui fesyen dan membangun Indonesia berada di panggung fesyen kota-kota besar dunia pada 2025.
"Kreativitas dan desain merupakan mata uang baru Indonesia."

Sementara itu pengamat mode di Inggris Caya Fairrie, yang sudah puluhan tahun menetap di London memberikan apresiasinya koleksi desainer Indonesia di Fenwick Bond Street ini sangat 'fresh' dan 'crisp' gaya tampilannya.

Misalnya, koleksi Peggy Hartanto, kualitas dan 'craftsmanship'-nya sangat tinggi dan dalam kriteria yang sama tersebut di atas menunjukkan daya saing yang ampuh dengan desainer-desainer lain di Inggris, seperti disainer Amanda Wakely.

Sedangkan karya MajorMinor, kolaborasi Eko Nugroho dan Ari Seputra, setiap potong dari kreasi mereka adalah karya seni atau art work yang sangat berakar, seni yang dalam dan penuh arti.

"Karakteristik ini terlihat jelas di karya selendang sutra mereka," demikian Caya Fairren yang setiap tahun ikut mengamati mode pada acara pacuan kuda Royal Ascot yang terkenal, di mana wanita Inggris tampil dalam balutan rancangan busana terkini lengkap dengan topi nya itu.

Blusukan di departemen store Fenwich juga memberikan kesan mendalam bagi Presiden Jokowi yang rendah hati ini, seperti yang disebutnya dalam laman Facebook resmi Presiden Joko Widodo.

"Ada kebanggaan saat melihat karya anak muda Indonesia dipamerkan di salah satu departemen store tertua di London. Selama sebulan desainer muda Indonesia akan pameran di sana."


"Industri kreatif Indonesia harus mendunia sehingga dapat dikenal di mancanegara. Kita memilki potensi industri kreatif yang luar biasa. Tidak hanya bidang desain, kita juga punya 'handicraft' (kerajinan tangan) seni pertunjukkan serta tari," imbuhnya. ***3*** (T.ZG) (T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 22-04-2016 17:39:49

Tidak ada komentar: