Minggu, 29 Desember 2013

HARI IBU

DWP KJRI DUBAI RAYAKAN HARI IBU DI PENJARA DUBAI

London, 24/12 (ANTARA) - Dharma Wanita Persatuan KJRI Dubai dan ibu-ibu masyarakat Indonesia di Dubai merayakan Hari Ibu dan HUT DWP dengan menyumbangkan tiket pesawat terbang kembali ke tanah air untuk tujuh orang TKW Indonesia yang saat ini berada di penjara Al Aweer-Dubai.

Sumbangan tiket diberikan dalam rangkaian menyambut Hari Ibu, ke-85 serta HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-14 tahun 2013, disampaikan secara simbolis oleh Ketua DWP KJRI Dubai, Ibu Retno Savitri Santoso kepada Konsul Jenderal RI Dubai, Imam Santoso, untuk diteruskan kepada pihak penjara Al Aweer, demikian Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada ANTARA London, Selasa.

Ketua DWP KJRI Dubai menyampaikan pemberian bantuan tiket ini merupakan salah satu bentuk kepedulian para ibu masyarakat Indonesia di Dubai.

Sementara itu, Konjen RI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas bantuan tiket yang diberikan DWP KJRI Dubai dan para ibu warga masyarakat Indonesia.

Hal ini merupakan dukungan moril dan materiil yang sangat berarti bagi beberapa TKW Indonesia yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di penjara Al Aweer.

WNI Ditahan
Saat ini sebanyak 47 wanita dan seorang pria WNI menjadi tahanan di penjara Al Aweer., terlibat beragam kasus kriminal ringan dan menengah, seperti kasus keimigrasian, pencurian, perkelahian, narkoba dan perzinahan dengan masa hukuman sekitar dua tahun. Selain itu terdapat 17 anak yang mengikuti ibu kandungnya.

Penjara Al Aweer terletak membentang seluas satu kilometer persegi di tengah gurun pasir Al Aweer. Penjara ini memiliki pusat medis, supermarket, pusat pendidikan, dan workshop kerajinan.

Penjara Al Aweer terdiri dari empat bangunan utama, dimana setiap bangunan memiliki empat sayap. Pada setiap sayap terdapat 10 kamar yang berukuran lima meter persegi. Terdapat pula ruang rekreasi di setiap sayap yang dilengkapi dengan televisi dan telepon.

Para tahanan mendapat tugas berbagai aktivitas harian, tergantung kepada program rehabilitasi yang mereka jalani. Kegiatan rehabilitasi dapat berupa kelas kejuruan maupun pendidikan tertentu. (ZG)
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 24-12-2013 19:19:14

Tidak ada komentar: