Minggu, 10 Juni 2012

KOLEKSI BATIK


KOLEKSI BATIK HARTINI SOEKARNO DIPAMERKAN DI HAMBURG

          London, 9/6 (ANTARA) -  Kolekasi batik milik istri Presiden Pertama RI, Hartini Soekarno, serta koleksi karya maestro batik Indonesia, Iwan Tirta, dipamerkan di Museum für Völkerkunde, Hamburg, hingga 10 Juni.

         "Pameran bertema Keindahan Batik atau 'Die Schönheit der Batik' itu diadakan KJRI Hamburg bekerja sama dengan Museum Etnologi (Museum für Völkerkunde) Hamburg dan anggota Perhimpunan Pencinta Kain Adat Indonesia (Wastaprema)," demikian keterangan KJRI Hamburg yang diterima ANTARA London, Sabtu.

         Lebih dari 200 tamu undangan memadati Ruang Auditorium Museum für Völkerkunde - Hamburg, di antaranya pejabat pemerintah Hamburg, Consular Corps, Friends of Indonesia (DIG), pengusaha, akademisi dan media massa.   
    Konsul Jenderal RI Hamburg, M. Estella Anwar Bey, mengatakan pameran batik ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang diadakan KJRI Hamburg dalam rangka merayakan hubungan diplomatik RI - RFJ yang pada tahun ini genap berusia 60 tahun.

         "Hubungan yang tidak singkat itu telah melahirkan kerja sama yang baik antara kedua negara di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan sosial budaya," ujarnya.

         Namun, diyakini bahwa di bidang kebudayaan tidak semua orang Indonesia mengenal budaya Jerman dan sebaliknya tidak semua orang Jerman mengenal budaya Indonesia.

         Menurut dia, KJRI ingin memperkenalkan salah satu warisan budaya Indonesia produk tekstil tradisional Indonesia yang memiliki nilai sangat tinggi berupa Batik.

         "Dalam setiap motif dan warnanya memiliki makna dan filosofi yang berbeda," ujar Konjen RI.

         Senada dengan itu, Direktur Kerja Sama Internasional - Senat Hamburg, Uwe Ram, mengatakan hubungan bilateral Jerman - Indonesia selama ini berlangsung dengan baik.

         "Indonesia sendiri telah mengalami banyak perubahan dibanding ketika saya berkunjung pada 15 tahun silam," katanya.

         Selama dua tahun terakhir ini data ekonomi makro Indonesia menunjukkan perkembangan positif dan sangat prospektif, selain itu sebagai salah satu anggota G-20, peran Indonesia di kancah internasional semakin penting, ujarnya.

         Terkait dengan penyelenggaraan pameran batik, Uwe Ram menyambutnya dengan baik dan mengharapkan  melalui kegiatan ini, pengetahuan dan kecintaan masyarakat Jerman terhadap budaya Indonesia semakin meningkat.

         Harapan senada disampaikan Direktur Museum für Völkerkunde - Hamburg,  Prof. Dr. Wulf Köpke. Ia  menyebutkan kerja sama antara Museum für Völkerkunde dan KJRI Hamburg berlangsung sejak lama.

         Kedua institusi kerapkali bekerja sama dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan promosi seni dan budaya, salah satunya adalah kegiatan pameran batik itu.

         Presentasi mengenai batik disampaikan Brigitte Willach, seniman lukis dari Hannover yang sejak tahun 1985 mendalami seni batik Indonesia dan aktif menjadi pembicara dalam berbagai acara mengenai batik diseluruh dunia, termasuk World Batik Summit 2011 di Jakarta. 
    Willach menjelaskan sejarah batik, pusat pembuatan batik di Indonesia, jenis dan makna corak batik, serta proses pembuatan batik dengan teknik wax-resist-dyeing dan teknik pembuatan corak batik menggunakan canting dan aplikasi "malam" (wax) sebagai bahan perintang warna.

         Di akhir presentasi diperagakan cara pemakaian kain tradisional batik serta peragaan busana oleh 18 model anak-anak dan remaja mengenakan beragam jenis kain batik mendapatkan sambutan dari undangan membuat suasana malam makin semarak.

         Setelah menyaksikan peragaan busana, para tamu undangan dipersilakan meninjau ruang pameran batik di Paviliun Indonesia sambil menikmati jajanan pasar tradisional Indonesia.

         Dalam penyelenggaraan pameran batik itu, tampak hadir tiga pakar batik Indonesia asal Jerman, yaitu R. Smend di Köln, Annegret Haake  dari Frankfurt dan Brigitte Willach di Hannover serta seorang pakar batik Indonesia dari Australia, Dr. Maria Wronska Friend.

         Pameran yang berlangsung hingga 10 Juni itu juga menampilkan koleksi kain batik dari berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Cirebon, Banyumas, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Garut, Lasem dan Palembang. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E011/E011) 09-06-2012 08:27:15


               

Tidak ada komentar: