Senin, 23 November 2009

DUBES RI BRUSSEL TERIMA PENGHARGAAN "KESATRIA" BELGIA

DUBES RI BRUSSEL TERIMA PENGHARGAAN "KESATRIA" BELGIA

London, 23/11 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema (55) menerima penghargaan berupa gelar kehormatan "Chevalier d'honor" (kesatria) dari "Haute Noble Confrerie Royal du Corcieli" kota Oostende di ruang Delvaux, Kursaal, Oostende-Belgia.
Dubes Nadjib Riphat Kesoema adalah warga negara RI pertama menerima penghargaan tersebut sepanjang dibukanya 60 tahun hubungan diplomatik RI-Belgia, ujar "Minister Councellor" Pensosbud/Diplomasi Publik, P.L.E.Priatna, kepada koresponden ANTARA London, Senin.

Presiden Confrerie Royal Corcieli Ratmorte-Ostende, Quaghebeur menyematkan stola berupa selempang warna biru emas sebagai penghargaan kepada Dubes Nadjib Riphat Kesoema atas jasanya, mempererat dan memajukan kerja sama dari kedua pihak, melalui kegiatan budaya, sosial-kemasyarakatan dan pariwisata.

Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengatakan, penghargaan ini tidak saja pengakuan dan apresiasi terhadap kinerja diplomasi publik yang dilakukan KBRI Brussel, tetapi juga terhadap kiprah Indonesia, khususnya di satu wilayah Barat Belgia ini.
Didampingi Ny. Nino Riphat, Dubes RI Brussel bersama tujuh penerima tanda kehormatan bergengsi dari Oostende ini yaitu Rudy Benthein, Glenn Cazaux, Henri Cody, Gerdi de Corte, Paul Herve de Moor, Michel Verhulst, Dubes menerima ucapan selamat.

Sebelas Dewan Juri anggota Komite Confrerie de Royal Corcielli du RatMorte kota Oostende menetapkan delapan menerima tanda penghargaan tertinggi dari komunitas budayawan Ostende untuk tahun 2009, di antaranya pengusaha ternama, kalangan profesional (dokter), pemilik biro perjalanan/hotel, wartawan hingga duta besar.

Menurut P.L.E.Priatna, penghargaan itu diberikan karena Dubes Nadjib Riphat Kesoema, banyak melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan promosi budaya, pariwisata dan diplomasi publik.

Sepanjang hampir tiga tahun masa tugasnya, Dubes Nadjib Riphat Kesoema menerima empat tanda penghargaan yaitu gelar "Chevalier d'honor Blanc Moussi-Stavelot" (2008), "Haute Order de Mannekin Pis" (2008). Selain itu Penghargaan dari Pemda Bali (2008), dan "Chevalier d'honor Oostende" (2009).

Kegiatan budaya, sosial-kemasyarakatan dan promosi turisme yang menembus segala lapisan, yang dilakukan di bawah kepemimpinan Duta Besar RI ini, telah mempererat "people to people contact" yang mendapat sambutan luas di Belgia ini.

Presiden Confrerie Quaghebeur mengemukakan, latar belakang pemberian penghargaan kepada Dubes Nadjib Riphat Kesoema. "Untuk itu, ke-11 anggota komite Dewan Juri Confrerie Corciele pun sepakat dan tidak ragu, untuk memberikan apresiasi yang tinggi atas upayanya selama ini," ujarnya.

Sepajang tahun 2009 hingga akhir November ini, fungsi Pensosbud KBRI Brussel melakukan kegiatan promosi budaya, pariwisata dan kegiatan terkait sebanyak 58 "events".

Hampir setiap minggu kegiatan besar dan kecil, dari "workshop" (lokakarya), pagelaran, pemutaran film Indonesia dan pameran wisata digelar KBRI Brusel di jantung Uni Eropa ini ke berbagai pelosok di Belgia dan Luksemburg, demikian PLE Priatna.***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 23-11-2009 07:13:14

Tidak ada komentar: