Rabu, 14 Januari 2009

DOSEN UI KE RUSIA

UI AKAN KIRIM DOSEN BELAJAR DI RUSIA

London, 15/1 (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) segera mengirimkan dosen-dosennya ke Rusia dalam kerangka kerjasama antar universitas di Indonesia dan Rusia.

Penanggungjawab Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow M. Aji Surya kepada ANTARA London, mengatakan penandatanganan MoU kerjasama antara Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Politeknik St. Petersburg, Rusia, dilakukan Rabu.

Dikatakannya penandatangan yang dilakukan Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Gumilar R. Soemantri dan Wakil Rektor, Prof. Dr. Dmitry Arsnyev dari St. Petersburg menyangkut tukar menukar dosen dan mahasiswa, riset dan publikasi bersama.

Dalam kesempatan itu, Rektor UI menggaris-bawahi pentingnya diversifikasi tujuan studi para akademisi Indonesia. Tidak hanya berkiblat ke Barat tapi juga mengeksplorasi ke berbagai negara yang memiliki tradisi keilmuan yang tinggi.

"Kita memiliki dosen-dosen muda berkualitas untuk bisa mengambil jenjang master dan jenjang doktor di salah satu universitas terbaik di Rusia. Demikian juga, mereka bisa belajar di UI," ujarnya.

Kegiatan akademis akan dapat meningkatkan hubungan baik antar kedua bangsa, sekaligus mengantarkan peradaban yang berkesinambungan (sustainable civilization) serta terobosan-terobosan ilmu pengetahuan.

Berkiblat hanya pada satu model atau sistem dapat berdampak pada kebangkrutan peradaban.

Karenanya, Universitas Indonesia menyambut baik fasilitasi KBRI Moskow dalam upaya menghangatkan kembali kerja sama yang telah lama kurang tertangani dengan baik.

Selain itu, melalui skema beasiswa yang dimiliki Departemen Diknas, tenaga pengajar UI akan dikirimkan ke berbagai sumber ilmu, termasuk Rusia.

"Kami juga menghargai apabila penerima hadiah nobel dari Universitas Politeknik St. Petersburg dapat menjadi dosen tamu di UI," tambah Somantri.

Delegasi dari St. Petersburg dipimpin Wakil Rektor, Prof. Dr. Dmitry Arsnyev, mengatakan merasa senang dapat melakukan kerja sama dengan universitas terbaik di Indonesia. Hal ini akan menambah koleksi 200-an kerjasama dengan berbagai universitas di dunia.

"Ini adalah awal dari kolaborasi riil yang tidak akan kami biarkan berhenti di bawah meja," ujarnya.

Universitas Politeknik Negeri St. Peterseburg memiliki reputasi terbaik kedua di bidang teknik setelah Universitas Bauman di Moskow. Perguruan Tinggi yang didirikan tahun 1899, saat ini memiliki 28 ribu mahasiswa dengan perbandingan lima mahasiswa diawasi seorang professor.

Kepala Perwakilan RI Moskow, yang diwakili A Agus Sriyono mengatakan perubahan di Rusia saat ini harus disikapi oleh masyarakat Indonesia dengan tepat.

"Belajar di Rusia dapat menggunakan skema yang ditawarkan Ditjen Dikti maupun oleh Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta," katanya.

Menurut M. Aji Surya, Penanggungjawab Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow yang hadir saat itu, mengatakan pertemuan diakhiri dengan diskusi kelompok guna mendetailkan kerja sama antar fakultas.

Kedua belah pihak menyepakati implementasi kerja sama dalam waktu yang tidak terlalu lama, demikian M. Aji Surya.

***3***
(T.H-ZG/B/A026/B/A026) 15-01-2009 02:20:31

Tidak ada komentar: