Kamis, 22 Januari 2009

KULIAH UMUM DIPLOMAT

KBRI PRAHA LUNCURKAN PROGRAM KULIAH UMUM DIPLOMAT

London, 23/1 (ANTARA)- KBRI Praha meluncurkan program baru "Diplomatic Lecture Series" (DLS), yaitu penyelenggaraan kuliah umum untuk para diplomat dengan mengundang pembicara para pakar di Ceko, mengenai isu yang berkembang di dunia.

Rangkaian ceramah menghadirkan Pavel Kavina, dari Kementerian Industri dan Perdagangan Republik Ceko yang mengambil tema "Actual Issues of the Czech Raw Materials and Energy Sectors" bertempat di Aula KBRI Praha, demikian Sekretaris I Pensosbud KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada koresponden ANTARA London, Jumat.

Ceramah Pavel Kavina itu, ditujukan untuk mempelajari serta memahami situasi, kebutuhan, tantangan dan perkembangan sektor energi Ceko, sehubungan dengan pertikaian gas antara Rusia dan Ukraina yang berakibat pada terganggunya pasokan gas di sejumlah negara anggota Uni Eropa.

Dalam ceramahnya, Pavina menyatakan, Ceko mengimpor 96 persen kebutuhan minyak mentah dan 99 persen kebutuhan gas dari luar negeri, terutama Rusia.

Dengan demikian, setiap krisis minyak mentah dan gas bumi dengan Rusia pasti akan berimbas terhadap ketahanan energi Ceko, walaupun Ceko masih memiliki alternatif jalur pasokan dari Azerbaijan, Kazakhstan, Lybia dan Norwegia.

Selain itu, Ceko juga berusaha mengembangkan diversifikasi pasokan/impor dari negara-negara lain, termasuk dengan negara-negara Asia Tenggara.

Dalam pertemuan DLS kedua, KBRI Praha mengundang Prof. Dr. Jiri Pehe dari The New York University di Praha sebagai pembicara yang membahas "Czech Government and EU Presidency" itu, hadir Duta Besar Korea Selatan dan diplomat dari berbagai negara sahabat.

Mengawali ceramahnya, Prof. Pehe menjelaskan, situasi kabinet Ceko dibawah pemerintahan PM Mirek Topolanek sangat rentan dan menghadapi banyak masalah dalam negeri, sementara pada saat yang sama Ceko harus memimpin Uni Eropa.

Pehe menyatakan bahwa banyak yang meragukan kemampuan Ceko untuk berhasil memimpin Uni Eropa. Hal ini lebih dikarenakan kondisi pemerintahan di Ceko yang belum mampu menunjukkan kepemimpinanya di wilayah ini.

Pehe juga menyoroti pandangan euroskeptis yang muncul tidak saja di kalangan elit politik pemerintah Ceko, tetapi juga di masyarakat umum. Sikap euroskeptis ini muncul karena karakter, budaya politik dan sejarah.

Kondisi ini, juga diperparah dengan situasi perekonomian dunia yang tidak mendukung, ditambah kenyataan bahwa Ceko belum merupakan negara pengguna mata uang Euro.

Seusai ceramah, KBRI Praha sekaligus memperkenalkan diplomasi kuliner dengan menghidangkan aneka makanan kecil khas Indonesia, demikian Azis Nurwahyudi. ***5*** (H-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 23-01-2009 06:34:04

Tidak ada komentar: