Kamis, 17 Mei 2012

BAKN DPR


BAKN DPR BELAJAR PUBLIC ACCOUNT INGGRIS

            London, 17/5 (ANTARA) - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, (BAKN) DPR Indonesia belajar dari keberhasilan Public Account Committee (PAC) di Inggris dalam melakukan pengawasan.

   
      Hal itu disampaikan Ketua BAKN Dr Sumarjati Arjoso  dalam acara sosialisai BAKN - DPR RI yang dihadiri Dubes RI untuk Kerajaan Inggris M Hamzah Thayeb, DCM KBRI London Harry R.J Kandou,  serta  pelajar tergabung dalam PPI UK di ruang Crutacala, KBRI London, Rabu malam.

   
      Dalam acara sosialisasi BAKN dengan moderator Syahrul Hidayat anggota BAKN DPR RI, Yahya Sacawirya menjelaskan tentang badan yang baru dibentuk tahun 2009 itu.

   
      Yahya Sacawirya  menjelaskan mengenai program kerja BAKN dalam melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR RI.

   
      Selain itu BAKN juga bertugas untuk menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK atas permintaan komisi .

   
      Dikatakannya BAKN bertugas membantu mencegah kerugian keuangan negara sayangnya wewenangnya masih terbatas. Efektifitas sumber daya manusia (SDM) dan kewenangan dalam menghadapi temuan besar serta komplek dan bernuansa politik belum optimal, ujarnya.

   
      Diakuinya anggota BAKN terdiri dari wakil dari tiap fraksi yang berdasarkan komitmen professional.  Sementara PAC di negara maju seperti di Inggris dengan negara persemakmurannya yang mempunyai kekuatan dan wewenang yang sangat besar  dalam melakukan investigasi, ujar Yahya Sacawirya . 

      Kunjungan  kerja anggota BAKN di Inggris  dipimpin Ketua BAKN Dr Sumarjati Arjoso dari Gerindra diikuti empat  anggota Yahya Sacawirya (PD), Kamarudin Syam (PG), Eva K Sundari (PDIP), dan Nur Yasin (PKB) itu juga turut serta
Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, Eddy RS Tenaga Ahli, Eko Riswanto Sekretariat BAKN serta  Heru anggota AJI.

   
      Selama enam  hari kerja kunjungan ke Inggris dan Belanda , delegasi BAKN bertemu dan berdiskusi dengan anggota parlemen yang tergabung di Public Account Committee, Komisi Keuangan dan pejabat-pejabat BPK seperti Tom Josephs, Head of Staff, Office for Budget Responsibility.

   
      Selain itu juga bertemu dengan David Goldsworthy, National Audit Office (Technical Co-operation Manager responsible for International project management, support to INTOSAI capacity building committee). Menurut rencana delegasi BAKN akan menghadiri  sidang plenary House of Commons, Komisi The work of the Public Accounts Commission dan juga  bertemu dengan All Party Parliamentary Group on Indonesia (APPGI) di House of Commons. BAKN juga berharap agar kunjungan akan dapat membuka peluang bagi kerjasama BAKN dgn PAC kedua negara.

   
        Sementara itu Eva K Sundari, anggota BAKN mengatakan di akhir kunjungan, tenaga ahli dan staf akan membuat beberapa laporan yang akan  diskusi, tulisan khusus tentang model pengawasan DPR di bidang keuangan yang transparant, akuntabel dan efektif. Seluruh aktivitas kunjungan akan ditulis dalam laporan yang diharapkan akan menghasilkan beberapa tulisan yang dipublikasikan di media, ujarnya.

   
      Pada kesempatan itu Sumaryati Aryoso mengatakan bahwa pembiayaan kunjungan tersebut ditanggung ProRep-USAID sebagai salah satu kegiatan yang menjadi bagian program kerjasama BAKN-USAID dan bukan uang negara. (ZG)

(T.H-ZG/B/M009/M009) 17-05-2012 09:52:26

Tidak ada komentar: