Selasa, 15 Mei 2012

BUNGA DUKA


BUNGA DUKA DARI WARGA RUSIA UNTUK KORBAN SUKHOI

            London, 15/5 (ANTARA) - Bunga duka cita dari Warga Rusia untuk korban tragedi pesawat Sukhoi Superjet-100 merupakan bentuk kepedulian warga Rusia dengan menaruh bunga berwarna merah di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkantor di Novokusnetskaya 12, Moskow.

          Duka cita yang mendalam dirasakan bukan hanya di tanah air tetapi juga di negara asal Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan beberapa waktu yang lalu, ujar Ketua PPI St Petersburg/PERMIRA St Petersburg Dennis Ardianto kepada ANTARA London, Selasa.

           Menurut Dennis Ardianto,  pelajar Indonesia di St Petersburg State Pediatric Medical University jurusan Kedokteran Umum tahun ke 5, tragedi mengenaskan ini terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Rusia atas Jerman, 9 Mei (1941-1945).

           Dikatakanya sungguh naas memang kecelakaan yang tidak disangka- sangka ini, dimana di Rusia  tepat pada tanggal 9 Mei merupakan hari istimewa selain menjadi hari libur nasional, hari tersebut juga menjadi suatu hari besar negara.

           Bunga bunga ini mulai ditaruh oleh warga Rusia sejak tanggal 9 Mei malam merupakan suatu simbol belasungkawa yang biasa diberikan oleh para warga Rusia pada para pahlawannNegara ataupun ditempat biasanya terjadi kecelakaan.

         Selain itu bukti nyata kepedulian Rusia adalah dengan dilakukannya telepon Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dalam pembicaraan tersebut Presiden Rusia menyatakan akan mengirimkan balabantuan ke Indonesia.

         Dennis yang sudah enam  tahun menimba ilmu di St Petersburg State Pediatric Medical University merasa kaget ketika membuka situs yahoo.ru yang menulis berita mengenai kecelakaan pesawat ini di kawasan Gunung Salak, Bogor tersebut.

     Sebagai Ketua PPI St Petersburg (PERMIRA St Petersburg) Dennis pun berpikir apa yang bisa dilakukan mahasiswa Indonesia di St Petersburg, Rusia bagi para korban bencana. Akhirnya terbersit sebuah ide untuk menggelar doa bersama dimana ternyata PERMIRA Pusat pun sudah memikirkan hal yang sama diwakilkan mantan Ketua Permira Pusat 2011-2012, Marten Hanura.

        Alhasil pada hari Senin tepat pukul 21.30 waktu Moskow, para mahasiswa Indonesia di Rusia berkumpul melalui teleconference untuk mengadakan doa doa bagi para korban tragedi ini. Karena pelajar Indonesia di sini tersebar di berbagai kota maka jalur teleconference ini dipilih karena dianggap paling efektif.

        Doa bersama secara online ini dihadiri lima  mahasiswa dari PPI St Petersburg (PERMIRA St Petersburg) dan sisanya dari kota kota lainnya.

        "Walau hanya sebatas doa yang bisa kami berikan untuk saat ini, kami sungguh sangat prihatin atas musibah ini," ujarnya.

         Dennis berharap agar amal ibadah para korban bisa diterima disisi Tuhan YME. Para mahasiswa Doa juga berdoa bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan ekstra.  ***3***

Tidak ada komentar: