Rabu, 20 Juni 2018

PANiNJAUAN

PULANG BASAMO WARGA PANINJAUAN DI RANTAU
Zeynita Gibbons

     Solok, 14/6 (Antara) - Tiga bus yang membawa sekitar 200 warga Paninjauan yang ada di Jabotabek sekitar nya juga dari Tasikmalaya pada dini hari Rabu tiba di Terminal Bareh Solok dimana para penyambut sudah berdatangan sejak pukul delapan malam termasuk Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok Eva Nasri yang mewakili Bupati Solok.
         Usai istirahat setelah perjalanan sejak Senin pagi Pulang Basamo warga Paninjauan yang difasilitasi Kementerian Perhubungan dengan menyediakan tiga bus sejak berangkat dari Gunung Medan dikawal oleh Voraider yang membuat perjalanan lebih cepat.
          "Kayak pejabat aja kita di kawal polisi,"ujar seorang ibu warga Paninjauan yang duduk disamping saya dan ia pun mengaku bahwa seumur hidup dikawal polisi .
           "Baru pertama kali polisi mengawal bus kami dari Damasraya ke Solok, " ujar Farida salah satu perantau yang ikut dalam bus no Dua yang disediakan Kementerian Perhubungan program pemerintah Mudik Gratis.
         Meskipun perantau tiba dini hari di tanah kelahiran nya tidak menyurutkan masyarakat kota Paninjauan dan Solok menyambut orang rantau termasuk Walinagari Paninjauan Dasrel dan para Datuk.
        Tari pasambahan yang berarti menyambut tamu dengan suka cita dilakukan grup kesenian dan juga tari piring serta pengalungan bunga kekapa rombongan dan Ketua Ikatan Keluarga Paninjauan Saiyo (IKPS) oleh anak daro kota Solok.
          Usai acara penyambutan di tengah malam itu, dilanjutkan dengan sambutan dan tidak lupa pantun pun berhamburan dari pejabat kota Paninjauan salah satunya "Kabupaten Solok dengan lima danau - banyak orang datang kemari- selamat datang orang parantau - bersama kita membangun nagari."    
      Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Pak Eva Nasri mengajak para perantau untuk ikut membangun nagari Paninjauan yang kebetulan ia sendiri berasal dari Paninjauan.
           Acara pulang Basamo warga perantau Paninjauan mengakui bahwa acara pulang basamo kali ini sangat berkesan, apalagi adanya fasilitas dari pemerintah bus gratis.
          "Kesan saya dalam pulang basamo IKPS tahun 2018 ini, terangkul dlm satu kata 'fantastico,' ujar Masril kepada Antara. Dikatakannya bila dibandingkan  pelaksanaan pulang basamo empat tahun lalu.
        Koordinasi cukup bagus, dan Alhamdulillah perjalanan semenjak Start di Monas sampai ke tujuan di Paninjawan Solok X Koto Diatas, tak henti-hentinya saya melafazkan kalimat syukur ke hadirat Illahi Rabbi; alhamdulillahi rabbil 'alamiiiiin, demikian Masril.
         Sementara itu pasangan Syafri asal Paninjauan dan sang istri Sri dari Jawa ini mengaku sangat senang bisa ikut dalam acara pulang basamo, ¿Saya bisa bertemu dengan teman-teman saya,¿ ujar Safri yang sehari-hari bekerja menjadi supir pribadi.
          Panitia Ikatan Keluargq Paninjauan Saiyo (IKPS) Hadi Mulya kepada Antara,  mengatakan acara Pulang Basamo warga Paninjauan di perantauan khususnya di wilayah Jabotabek berlangsung setiap empat tahun sekali.¿Alhamdullilah tahun ini kami mendapat fasilitasi dari Kementerian Perhubungan dengan menyediakan tiga bus lengkap dengan supirnya,¿ ujarnya.
         Perjalanan Jakarta Padang ditempu selama dua malam  dua hari tentunya dengan berhenti pada saat waktu berbuka puasa dan saur serta waktu sholat.
          Dikatakannya untuk acara pulang basamo perantau Paninjauan tahun ini tercatat yang ikut naik bus ada sekitar 120 orang dari wilayah  Jabodetabek, sementara yang mengunakan mobil pribadi ada sekitar 60 mobil, dan ada juga yang pulang naik pesawat diperkirakan 80 orang.
         Selama di kampung halaman warga Paninjauan mengadakan serangkaian acara selain bersilaturahmi dengan sanak keluarga yang ada di kampung juga kegiatan sosial lainnya dan olahraga.
        "Kami sudah merancang beberapa acara nanti pas tiba di kampung halaman, " ujar Sukwan Hanafi salah seorang panitia Pulang Basamo. Selain sholat Idul Fitri dan buka puasa bersama para perantau dari Paninjauan juga melakukan bakti sosial dan lomba untuk anak-anak, demikian Sukwan Hanafi. (ZG)****4***

(T.H-ZG/B/Y. Ali/Y. Ali) 14-06-2018 21:01:55

SENIMAN

MAKANAN INDONESIA POPULER DI TENDA RAMADAN LONDONOleh Zeynita Gibbons

    Jakarta, 11/6 (Antara) - Sejumlah makanan Indonesia, seperti rendang dan mi goreng sebagai sajian utama, menjadi hidangan populer dalam acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan London yang diselenggarakan Ramadan Tent Project, akhir pekan lalu.
         Ramadan Tent Project (RTP), adalah organisasi swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial, kata Nurmila, swalah satu warga Indonesia yang menyediakan makanan untuk para tamu itu kepada Antara di Jakarta, Senin.
         Pada acara berbuka puasa bersama tersebut, katanya, juga dihidangkan sambal goreng ketang, telur dadar gulung, telur bumbu rujak, dan ayam bumbu rendang, yang menjadi makanan populer dalam kegiatan tersebut.
         Untuk kedua kalinya selama Ramadhan tahun ini, menu makanan Indonesia disediakan bagi para tamu acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan London, yang disumbangkan oleh beberapa keluarga Indonesia di London dan organisasi amal Human Aid Initiative (HAI), organisasi amal yang bergerak di bidang bantuan dan pemberdayaan masyarakat baik di Indonesia maupun di beberapa negara lain.
    "Kami tentu senang para tamu puas dengan makanan Indonesia," ujar Nurmila, salah satu warga Indonesia.
         Pendiri Ramadan Tent Project (RTP) Omar Salha, saat memberikan sambutan kepada sekitar 250 tamu yang memenuhi tenda putih di dekat kampus School of Oriental and African Studies (SOAS) di Malet Street Gardens, London mengatakan, pada acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan itu merayakan keberagaman budaya. "Kami menyediakan biryani, makanan Turki, Nigeria, dan malam ini makanan Indonesia," kata Omar Salha.
         Salah seorang yang ikut berbuka puasa di Tenda Ramadan, Ashar, warga Cambridge, mengatakan tidak menyangka mendapat hidangan rendang dan mi goreng. "Ini kejutan yang menyenangkan. Tadinya saya mengira menu berbuka puasa yang disediakan nasi kambing. Rendangnya terasa otentik," kata Ashar yang datang bersama sang istri.
         Ramadan Tent Project (RTP) menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama sejak 2013. Ide Tenda Ramadan datang karena di London ketika itu tidak ada tempat yang dipakai warga Muslim untuk bersama-sama berbuka puasa. Acara ini sangat populer yang membuat RTP menggelar acara yang sama di beberapa kota di Inggris seperti Bradford, Birmingham, Manchester dan kota-kota di negara lain seperti di Portland (Amerika Serikat) dan Istanbul (Turki). Yang membedakan, acara di London digelar sebulan penuh, sementara acara di kota-kota lain hanya digelar beberapa kali dalam sebulan.
          Berbuka puasa di Tenda Ramadan terbuka bagi semua kalangan baik Muslim maupun non-Muslim, bahkan tak jarang dalam satu malam persentase tamu non-Muslim bisa mencapai sekitar 30 persen. Mereka duduk lesehan mulai sekitar satu jam sebelum Maghrib hingga satu setengah jam sesudah berbuka puasa. Pengaturan lesehan memungkinkan tamu untuk berbincang akrab sepanjang acara.
         Dari pengalaman sejauh ini, tamu non-Muslim banyak bertanya soal apa itu Islam dan mengapa Muslim berpuasa. Soal puasa, yang paling ditanyatakan adalah apakah selama puasa boleh minum dan bagaimana bisa tahan tidak makan dan tidak minum selama 18 hingga 19 jam. Acara berbuka puasa ini dipuji banyak kalangan karena dinilai tidak hanya sebagai perekat komunitas di London yang sangat beragam tapi juga sebagai medium dakwah Islam. Omar Salha mengatakan hingga 2018 ini Tenda Ramadan telah melayani hampir 9.000 tamu dan menyediakan 60.000 kotak kardus berisi makanan. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 11-06-2018 22:45:01Oleh Zeynita Gibbons

   Jakarta, 11/6 (Antara) - Seniman Sunda Iman Jimbot dan kawan-kawan bakal memeriahkan perayaan Hari Raya Idul Fitri di London.
        Pensosbud KBRI London, Okky Diane Palma kepada Antara di Jakarta, Senin menyebutkan, kehadiran Jimbot di London tidak lepas dari keterkesanan Dubes Indonesia untuk Inggris Raya dan Irlandia Rizal Sukma mengenai penampilan Jimbot dua tahun lalu dalam acara "Indonesia Weekend" di Potters Field, pinggiran Sungai Thames, yang tidak jauh dari komplek kantor wali kota Inggris.
        Rizal Sukma ingin menghadirkan kembali Jimbot kepada masyarakat Indonesia dan juga warga lokal saat silaturahim Idul Fitri di Wisma Nusantara, kediaman Dubes RI di London Utara.
        Rizal Sukma mengatakan kehadiran grup musik Iman Jimbot dalam silaturahim Idul Fitri ini dimaksudkan untuk menyajikan warna musik yang sesuai dengan suasana Idul Fitri dengan rasa kombinasi kultural tradisional Indonesia dan Inggris.
        "Iman Jimbot banyak menggarap musik-musik eksperimental berbasis Sunda yang digabungkan dengan alat-alat musik moderen. Ini sangat sesuai dengan cita rasa masyarakat setempat," ujar Rizal.
        Selain itu, pihaknya ingin juga ingin memperkenalkan ragam musik lain kepada masyarakat Inggris yang sejauh ini sudah dikenal sangat menggandrungi musik gamelan. Dengan demikian, bukan hanya gamelan yang bisa  diterima oleh masyarakat lokal Inggris, tapi juga jenis musik lain yang tidak kalah menariknya dan layak untuk dinikmati.
        Dalam hal ini kecapi suling dan tembang-tembang dari Sunda. Meskipun berasal dari Aceh, selama kuliah di Bandung di dekade 1980-an Dubes sangat menggandrungi kesenian Sunda.
        Upaya membawa Iman Jimbot yang  cukup populer dan merambah blantika musik di Tanah Air dan internasional dalam acara populernya seperti "Jimbot goes to Mall", "Jimbot goes to Pesantren" atau "Torotot Jimbot ti Sunda ka Jomantara".
        Atdikbud KBRI London E Aminudin Aziz menyebutkan pemilihan Iman Jimbot untuk mengisi silaturahim Idul Fitri di kediaman Dubes RI di London sangat tepat mengingat latar belakang Iman Jimbot sebagai orang pesantren.
        Jimbot merupakan bagian dari Pesantren Suryalaya asuhan Abah Anom (alm) di Tasikmalaya dan sampai sekarang masih banyak terlibat dalam acara-acara yang digelar oleh pesantren tersebut.
        Selain itu, musik yang ditawarkan Jimbot juga sejalan dengan selera musik masyarakat Inggris yang pada dasarnya penuh dengan kelembutan.
        Aminudin  yakin musik yang dibawakan Iman Jimbot akan bisa diterima dan dinikmati masyarakat Indonesia di London dan juga masyarakat lokal Inggris. "Ada senyawa antara musik tradisional Indonesia dengan musik yang digandrungi masyarakat Inggris," ujar Aminudin.
        Aminudin menjelaskan selama berada di Inggris, selain mengisi acara di KBRI, tim musisi Iman Jimbot dkk juga akan mengisi berbagai pertunjukan dan "workshop" bersama musisi lokal. Iman Jimbot banyak dikenal sebagai musisi eksprimental berbasis alat musik Sunda.
        Selain sering manggung di mancanegara dengan membawakan lagu-lagu Sunda yang diolah kembali dalam racikan baru, Jimbot juga banyak berkolaborasi dengan musisi dan penyanyi mancanegara. Selama ini, Jimbot juga pernah tampil di Australia, Jepang, Belanda, Spanyol dan Inggris.

        Iman Jimbot berencana tampil di St Mary's Music Hall, Havering London Timur, di School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London, di sekolah musik Brentwood dan di University of Birmingham. ***4***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 11-06-2018 17:39:55

RAMADAN

MAKANAN INDONESIA POPULER DI TENDA RAMADAN LONDONOleh Zeynita Gibbons

    Jakarta, 11/6 (Antara) - Sejumlah makanan Indonesia, seperti rendang dan mi goreng sebagai sajian utama, menjadi hidangan populer dalam acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan London yang diselenggarakan Ramadan Tent Project, akhir pekan lalu.
         Ramadan Tent Project (RTP), adalah organisasi swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial, kata Nurmila, swalah satu warga Indonesia yang menyediakan makanan untuk para tamu itu kepada Antara di Jakarta, Senin.
         Pada acara berbuka puasa bersama tersebut, katanya, juga dihidangkan sambal goreng ketang, telur dadar gulung, telur bumbu rujak, dan ayam bumbu rendang, yang menjadi makanan populer dalam kegiatan tersebut.
         Untuk kedua kalinya selama Ramadhan tahun ini, menu makanan Indonesia disediakan bagi para tamu acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan London, yang disumbangkan oleh beberapa keluarga Indonesia di London dan organisasi amal Human Aid Initiative (HAI), organisasi amal yang bergerak di bidang bantuan dan pemberdayaan masyarakat baik di Indonesia maupun di beberapa negara lain.
    "Kami tentu senang para tamu puas dengan makanan Indonesia," ujar Nurmila, salah satu warga Indonesia.
         Pendiri Ramadan Tent Project (RTP) Omar Salha, saat memberikan sambutan kepada sekitar 250 tamu yang memenuhi tenda putih di dekat kampus School of Oriental and African Studies (SOAS) di Malet Street Gardens, London mengatakan, pada acara berbuka puasa bersama di Tenda Ramadan itu merayakan keberagaman budaya. "Kami menyediakan biryani, makanan Turki, Nigeria, dan malam ini makanan Indonesia," kata Omar Salha.
         Salah seorang yang ikut berbuka puasa di Tenda Ramadan, Ashar, warga Cambridge, mengatakan tidak menyangka mendapat hidangan rendang dan mi goreng. "Ini kejutan yang menyenangkan. Tadinya saya mengira menu berbuka puasa yang disediakan nasi kambing. Rendangnya terasa otentik," kata Ashar yang datang bersama sang istri.
         Ramadan Tent Project (RTP) menyelenggarakan acara berbuka puasa bersama sejak 2013. Ide Tenda Ramadan datang karena di London ketika itu tidak ada tempat yang dipakai warga Muslim untuk bersama-sama berbuka puasa. Acara ini sangat populer yang membuat RTP menggelar acara yang sama di beberapa kota di Inggris seperti Bradford, Birmingham, Manchester dan kota-kota di negara lain seperti di Portland (Amerika Serikat) dan Istanbul (Turki). Yang membedakan, acara di London digelar sebulan penuh, sementara acara di kota-kota lain hanya digelar beberapa kali dalam sebulan.
          Berbuka puasa di Tenda Ramadan terbuka bagi semua kalangan baik Muslim maupun non-Muslim, bahkan tak jarang dalam satu malam persentase tamu non-Muslim bisa mencapai sekitar 30 persen. Mereka duduk lesehan mulai sekitar satu jam sebelum Maghrib hingga satu setengah jam sesudah berbuka puasa. Pengaturan lesehan memungkinkan tamu untuk berbincang akrab sepanjang acara.

         Dari pengalaman sejauh ini, tamu non-Muslim banyak bertanya soal apa itu Islam dan mengapa Muslim berpuasa. Soal puasa, yang paling ditanyatakan adalah apakah selama puasa boleh minum dan bagaimana bisa tahan tidak makan dan tidak minum selama 18 hingga 19 jam. Acara berbuka puasa ini dipuji banyak kalangan karena dinilai tidak hanya sebagai perekat komunitas di London yang sangat beragam tapi juga sebagai medium dakwah Islam. Omar Salha mengatakan hingga 2018 ini Tenda Ramadan telah melayani hampir 9.000 tamu dan menyediakan 60.000 kotak kardus berisi makanan. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 11-06-2018 22:45:01

BASAMO

ARUS MUDIK - KEMENHUB FASILITASI "PULANG BASAMO" WARGA PANINJAUAN SE-JABOTABEKOleh Zeynita Gibbons

    Jakarta, 12/6 (Antara) - Kementerian Perhubungan RI memfasilitasi sekitar 200 warga Paninjauan, Sumatera Barat yang tinggal di wilayah Jabotabek untuk mudik Lebaran yang disebut sebagai "pulang basamo" dengan tiga bus.
         Pimpinan panitia Ikatan Keluarga Paninjauan Saiyo (IKPS) Hadi Mulya di Jakarta, Selasa, mengatakan acara "pulang basamo" warga Paninjauan di perantauan, khususnya di Jabotabek, berlangsung setiap empat tahun sekali.
         "Alhamdullilah tahun ini kami mendapat fasilitasi dari Kementerian Perhubungan dengan menyediakan tiga bus lengkap dengan sopirnya," ujarnya.
         Selain menyiapkan tiga bus untuk "pulang basamo", Kemenhub juga menyediakan sembilan sopir untuk bergantian mengopeasikan armada tersebut. Mereka adalah para sopir yang telah menguasai berbagai jalan di Sumatera Barat.
         Perjalanan Jakarta-Padang dengan bus ditempuh selama dua malam dua hari dengan berhenti saat waktu berbuka puasa dan sahur, serta waktu shalat. Mereka berangkat dari Monas Jakarta pada Senin (11/6) menuju kampung halaman di Sumatera Barat.
          Dia mengatakan acara "pulang basamo" perantau Paninjauan pada tahun ini tercatat diikuti sekitar 120 orang dari wilayah  Jabodetabek. Mereka yang mengunakan mobil pribadi sekitar 60 orang dan pesawat terbang diperkirakan 80 orang.
          Dia mengatakan tentang akan adanya kejutan bagi para penumpang "pulang basamo", yaitu saat bus tiba di sekitar Gunung Medan, panitia akan mengadakan undian berhadiah berupa satu telepon seluler untuk setiap bus.
         Selama di kampung halaman, warga Paninjauan mengadakan serangkaian acara selain silaturahim dengan sanak keluarga, yakni  kegiatan sosial dan olahraga.
         "Kami sudah merancang beberapa acara nanti pas tiba di kampung halaman," ujar Sukwan Hanafi, salah seorang panitia acara "pulang basamo".
         Ia mengatakan mereka juga akan disambut oleh bupati setempat. ***4***

(ZG)

(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 12-06-2018 06:02:47

KUNINGAN

WNI BALI RAYAKAN KUNINGAN "KRAMA BALI" DI KOPENHAGENZeynita Gibbons
    Jakarta,10/6 (Antara) - Komunitas Masyarakat Bali di Denmark dan Diaspora Indonesia termasuk masyarakat Denmark merayakan Hari Raya Kuningan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Gedung Pancasila KBRI Kopenhagen, Sabtu.
         Perayaan ini langsung mengundang antusias sejumlah masyarakat dan Diaspora Indonesia termasuk masyarakat Denmark sendiri untuk menyaksikan prosesi Hari Raya tersebut, demikian Pensosbud KBRI Copenhagen, Ismail N.Pulungan kepada Antara di Jakarta, Minggu.
         Selain sebagai acara budaya yang tergolong istimewa kesempatan ini juga bersamaan dengan dibentuknya kelompok komunitas "Krama Bali" yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama masyarakat Bali di Denmark.
         Dalam sambutannya Dubes RI Kopenhagen Muhammad Ibnu Said menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang telah dilakukan komunitas masyarakat Bali di Denmark.
         Dubes RI juga menambahkan kegiatan ini sebagai bagian dari cerminan diplomasi budaya yang harus dipertahankan utamanya Indonesia yang kaya dengan keberagaman suku dan budaya yang dimiliki sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda namun tetap satu kesatuan Indonesia.
         Dubes RI juga menegaskan agar seluruh komponen masyarakat Indonesia di Denmark untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan dengan dukungan penuh dari KBRI.
    Mewakili Komunitas Krama Bali Denmark, Gede Widana menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan KBRI Kopenhagen, sehingga acara istimewa ini untuk perdananya dapat terlaksana di KBRI Kopenhagen.
    Sejumlah tarian Bali turut ditampilkan seperti tari rejang renteng sebagai pembuka ritual Trisandya, tari penyambutan Panyembrame, dan beberapa tarian lainnya.    
    Untuk melengkapi khitmadnya acara ini tampak backdrop gapura Candi sebagai latar belakang main stage, karya tersebut dibuat dari kayu lapis dengan masa produksi hanya dua bulan. 
    Kegiatan berlangsung khitmad dan meriah ini dihadiri sekitar 70 orang yang terdiri dari komunitas masyarakat Bali di Denmark, Masyarakat dan Diaspora Indonesia Denmark dan keluarga besar KBRI Kopenhagen.

    (ZG)***4***
(T.H-ZG/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 10-06-2018 22:23:08

SWISS

POLITEKNIK INDONESIA IKUTI PELATIHAN VOCATION DI SWISSZeynita Gibbons

      Jakarta, 8/6 (Antara) - Perwakilan mahasiswa dari  Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, ATMI Cikarang, dan Asosiasi Politeknik dan Industri Indonesia (APII), serta dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Perindustrian RI,  mengikuti program pelatihan dual vocational education and training (dVET) visiting program yang diadakan Swisscontact dan Bern University of Applied Sciences  di Kota Biel, Swiss, tanggal 4-10 Juni 2018.
          Pensosbud KBRI Bern, Sasanti Nordewati kepada Antara di Jakarta, Jumat, mengatakan Swiss dikenal memiliki sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (dual vocational education and training/dVET) terbaik di dunia, bidang vokasi  menjadi fokus utama kerja sama bilateral Indonesia-Swiss adalah pada bidang vokasi.
          Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) Bern-Swiss siap mendorong untuk merealisasikan kerja sama vokasi RI-Swiss.
          "Hubungan bilateral RI-Swiss sudah sangat baik, tinggal bagaimana menghasilkan `telur-telur' yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Salah satunya adalah kerja sama bidang vokasi yang turut mendorong penciptaan lapangan pekerjaan oleh industri dan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia," ujarnya.
            Dual vocational education and training (dVET) visiting program yang diadakan selama seminggu  diikuti peserta, dari perwakilan Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, ATMI Cikarang, dan Asosiasi Politeknik dan Industri Indonesia (APII), serta perwakilan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Perindustrian RI, Swisscontact (agen penyalur bantuan kerja sama teknik), dan Bern University of Applied Sciences.
           Program yang diadakan Association for Swiss International Technical Connection (SITECO) membahas penerapan kerja sama vokasi untuk politeknik di Indonesia, berupa kunjungan ke perusahaan dan politeknik terkemuka di Swiss, antara lain ABB Technikerschule, Katz (Kunststoff Ausbildungs und Technologie Zentrum), hftm Biel (Höhere Fachschule Technik Mittelland), Bombardier Transportation Switzerland Ltd, GBS (Gewerbliches Berufs und Weiterbildungszentrum St.Gallen), MSW (Mechatronik Schule Winterthur), ZHAW School of Engineering.
          Selain itu, peserta juga mengikuti workshop dengan Swisscontact dan 3rd International Congress on Vocational and Professional Education and Training di Kota Winterthur, Swiss.
           Menurut Dubes Muliaman, Swiss identik dengan bisnis keuangan, padahal keunggulan sekaligus tulang punggung ekonomi Swiss terletak pada UKM yang ditopang oleh pendidikan vokasi. Pada bidang ini, Indonesia-Swiss memiliki kemiripan, yaitu menjadikan UKM sebagai tulang punggung perekonomian nasionalnya. Di Indonesia, terdapat lebih dari 60 juta UKM dalam berbagai skala. Sementara di Swiss, kekuatan UKM di Swiss ditopang oleh tradisi panjang pendidikan vokasi. Kedua potensi ini dapat dipertemukan dalam bentuk kerja sama bilateral yang saling menguntungkan antara RI-Swiss.
          Hal tersebut diperkuat oleh Vice Presiden SITECO, Urs Keller, yang menyebutkan sekitar 70 persen pelajar di Swiss menempuh pendidikan vokasi dan sisanya bersekolah di sekolah menengah umum. Kesuksesan pendidikan vokasi di Swiss terletak pada hubungan pendidikan dan industri yang terintegrasi.
         "Para pelajar di sekolah vokasi hanya 1-2 hari berada di sekolah, selebihnya belajar praktik langsung di industri," ujar mantan Dekan ABB Technikerschule ini.
          Wahyo Nursanto, salah satu peserta program yang juga Direktur ATMI Surakarta, menyampaikan program  dual vocational education and training (dVET) sangat  bermanfaat bagi pengembangan kurikulum dan jaringan internasional bagi politeknik di Indonesia.     
    ¿Setelah program ini, kita juga menjajaki bagaimana agar para pengajar politeknik di Indonesia bisa training di industri terkemuka di Swiss ini,¿ ujarnya.

          Program kunjungan dual vocational education and training (dVET) ini merupakan implementasi perjanjian kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi RI-Swiss ¿Skill for Competitiveness¿ (S4C) diluncurkan  Menteri Perindustrian, Menteri Ristekdikti, dan Dubes Swiss untuk RI di Jakarta, Maret  lalu.(ZG)***2***
(T.H-ZG/B/Sambas/Sambas) 08-06-2018 11:47:49

BUKU

DUBES RI LUNCURKAN TERJEMAHAN BUKU ANAK HONGARIAOleh Zeynita Gibbons

    Jakarta, 8/6 (Antara) - Duta Besar RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo meluncurkan buku terjemahan cerita anak Hungaria, "Hoppla Mesei, Kirándulás Pécs Városába", karangan penulis kesohor Erika Bartos ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul "Kisah Lonci, Petualangan ke Kota Pécs".
         "Buku komik berwarna setebal 250 halaman ini disunting langsung oleh Dubes Wening di sela-sela kepadatan kegiatan," demikian Pensosbud KBRI Budapest dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.
          Acara peluncuran buku berlangsung meriah, dihadiri kalangan pejabat pemerintahan Hongaria, seperti dari Kementerian Urusan Keluarga dan Pemuda, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, para dubes negara sahabat, Wakil Wali Kota Pécs, kalangan media, dan sang pengarang buku, Erika Bartos.
         "Anak-anak adalah masa depan dan saya sangat menikmati menyunting buku ini" ujar Dubes Wening di sela-sela peluncuran.
         Ia menyebut ilustrasi buku tersebut sebagai sangat indah dan detil.
         "Biasanya pendongeng tidak bisa menggambar, Erika lain, ia pendongeng sekaligus piawai menggambar. Karena buku ini saya terdorong untuk menjelajahi Kota Pécs, yang menjadi latar belakang cerita dalam buku ini dan menyaksikan sendiri kekayaan sejarah dan keindahan arsitektur Hongaria," ujarnya.
          Kisah Lonci pada dasarnya tentang sekawanan sahabat yang bersama-sama pergi mengunjungi Kota Pecs, meninggalkan pondok mereka untuk  menghadiri undangan pernikahan sahabat mereka yang tinggal di pinggir danau di pinggir Kota Pecs.
         Semenjak keberangkatan mereka, mulailah petualangan kawanan tersebut menjelajah kekayaan situs-situs indah bersejarah yang terletak di Kota Pecs.
         Para tamu menyampaikan keheranan sekaligus kagum atas minat Dubes RI terhadap buku anak dan menekuninya hingga mengantarkannya sebagai penyunting buku yang diterjemahkan oleh Andras Terfy, seorang warga negara Hongaria yang juga alumnus Program Darmasiswa.
         Sementara, Mr. Szécsi Máté, Wakil Wali Kota Pécs menyampaikan kekaguman dan penghargaan yang tinggi kepada Dubes RI yang secara tidak langsung memperkenalkan Kota Pécs kepada anak-anak Indonesia.
         Saat ditanya mengapa Dubes RI sendiri merasa tergerak untuk terjun langsung menyunting buku "Kisah Lonci", ia  menjelaskan bahwa kecintaannya kepada Hongaria yang dinilai indah dan bersahabat membuat ia ingin melakukan sesuatu agar lebih banyak orang Indonesia mengenal Hongaria.
         Buku terjemahan tersebut tidak saja akan memperkaya khasanah cerita anak, namun juga bertujuan mendidik dan membangkitkan rasa solidaritas, persahabatan, dan menghargai perbedaan sekaligus membuka wawasan serta menambah pengetahuan anak-anak di Indonesia.

          Acara peluncuran juga diwarnai dengan pembacaan penggalan cerita dari "Kisah Lonci" oleh anak Indonesia, baik dalam versi Bahasa Indonesia maupun Bahasa Hongaria, yang membuat Erika Bartos terharu, sedangkan hadirin lainnya terutama kalangan media berdecak kagum dan mengapresiasi kreativitas Dubes RI yang tidak hanya aktif mempromosikan Indonesia di Hongaria, namun juga aktif menunjukkan rasa cintanya kepada Hongaria secara lain dari biasa. ***4***

(T.H-ZG/C/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 08-06-2018 13:51:48