Kamis, 21 Juli 2016

HUNGARIA

OTOMOTIF - DUBES HONGARIA SAMBUT RIO HARYANTO 
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 21/7 (Antara) - Duta Besar RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo dan masyarakat Indonesia di Hongaria menyambut kedatangan Rio Haryanto, pembalap Formula 1 pertama dari Indonesia di Bandara International Liszt Ferenc Budapest.
        FungsI Penerangan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI Budapest Yudhi Gunawan kepada Antara London, Kamis menyebutkan Rio Haryanto, pembalap jet darat asal Solo tersebut akan berlomba di Sirkuit Hongaroring.
        Arena sirkuit iyu tidak asing lagi bagi Rio karena pernah naik podium sebagai juara pertama dalam GP3 pada tahun 2011 dan berhasil menjuarai Sprint Race atau Race Kedua pada tahun 2012.
        Wening Esthyprobo berharap Rio meraih asil yang terbaik dan dapat meraih prestasi mampu melewati garis finish dengan membawa nama harum Indonesia pada seri yang ke-11 di Hongaria .
        Dalam jumpa pers di taman belakang KBRI Budapest, Rio mengucapkan terima kasih atas dukungan KBRI dan masyarakat Indonesia di Hongaria yang begitu besar. 
    Hal ini akan menjadi penyemangat bagi Rio untuk terus berprestasi dan menorehkan hasil yang terbaik di Hungaroring
     Karakter Sirkuit Hungaroring yang sesungguhnya tidak mengutamakan kecepatan melainkan lebih didominasi oleh lintasan yang pendek dan sedikit sempit dengan kesempatan overtake yang minim, merupakan keahlian Rio, sehingga kesempatan meraih poin dapat terjadi di Hongaria sangatlah besar. ***4***
(T.H-ZG/C/Santoso/Santoso) 21-07-2016 05:42:34


DUGA REGEE


DUTA REGGAE INDONESIA TOUR DI EROPA
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 21/7 (Antara) - Duta Reggae Indonesia, Ras Muhamad yang sedang melakukan serangkaian tur Eropa, seperti akhir pekan lalu di "Sunrise Reggae und Ska Fest 2016" Burtenbach, Jerman dan akhir pekan ini di "One Love Festival" Lignano, Italia menyempatkan hadir dalam jumpa pers yang diadakan di KBRI Budapest, Rabu (20/7).
         Pensosbud KBRI Budapest, Yudhi Gunawan kepada Antara London, Kamis menyebutkan dalam jumpa persnya, Ras Muhamad menjelaskan rencana turnya ke kota-kota besar di beberapa negara Eropa.
         Seperti pada tanggal 12 Agustus di Polandia dalam Ostrada Reggae Festival, kemudian dilanjutkan tanggal 14 Agustus di Budapest, Hongaria dalam "Sziget Festival", serta 27 Agustus di Bratislava, Slovakia dalam "Uprising Reggae Festival".
         Walaupun ibunda Ras Muhamad saat ini bertugas sebagai Dubes RI untuk Hongaria, akan tetapi keikutsertaannya dalam Sziget Festival tanpa campur tangan Dubes Wening Eshtyprobo, akan tetapi hasil seleksi dari pihak penyelenggara festival.
         Sziget Festival adalah festival musik international yang bergengsi di Eropa itu pada tahun lalu mendapatkan penghargaan dari Uni Eropa sebagai "Best European Line-Up at European Festival Award". Untuk tahun ini Sziget Festival juga menampilkan artis Head Liner di antaranya Rihanna dan David Guetta.
         Ras Muhamad dalam konsernya akan menampilkan lagu hitnya seperti Lion Roar, Salam, Learn to Grow, Leluhur, Aku Cinta Indonesia.
         Khusus di Sziget Festival Budapest, Ras Muhamad akan membawakan lagu Leluhur yang diiringi dengan Rindik Bali yang dibawakan Andras Terfy, warga Hongaria, mantan penerima Beasiswa Darmasiswa RI yang belajar gamelan Bali di ISI Denpasar.
         Kegiatan jumpa pers Ras Muhamad dikemas dalam bentuk "Greet and Meet" bersamaan dengan kedatangan Rio Haryanto yang akan bertanding dalam Hungarian Grand Prix Formula 1 di Hungaroring yang akan berlangsung mulai tanggal 22-24 Juli mendatang.
         Acara jumpa pers dihadiri media terkemuka di Hongaria seperti Echo TV, The Budapest Times, dan Szabadföld.
    ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 21-07-2016 15:15:46

YUNANI

TEATER TETAS TAMPILKAN "BELENGGU PROMETHEUS" DI YUNANI
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 21/7 (Antara) - Sembilan seniman dari Teater Tetas dari Jakarta mewakili Indonesia dalam festival bergengsi "Phillippi Festival" ke-59 menampilkan drama "Belenggu Prometheus" karya Werner Schulze yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia dengan iringan Gamelan Jawa.
         Werner menciptakan karya Belenggu Prometheus untuk memperkuat hubungan seni budaya Yunani dengan seni budaya Jawa, demikian Sekretaris Pertama KBRI Athena, John Admiral kepada Antara London, Kamis.
         Dalam festival drama dan musik bergengsi di Yunani, yang diadakan di Kavala, utara Yunani penampilan Teater Tetas mendapatkan sambutan yang luar biasa dari penonton.
         Dengan kekuatan ekspresi wajah, gerakan serta musik gamelan yang ditampilkan seniman Teater Tetas, penonton memahami alur cerita drama tersebut.
         Theater of Phillippi bagian dari komplek "the Philippi archaeological site" pada 15 Juli lalu dinobatkan secara aklamasi dalam daftar "UNESCO World Heritage site" dalam pertemuan ke-40 "UNESCO International Committee" di Istanbul.
         Dubes RI Benny Bahanadewa dan Wali Kota Kavala Dimitra Tsanaka bersama sekitar 300 penonton menyaksikan penampilan Teater Tetas di salah satu teater terkemuka di Yunani.
         Belenggu Prometheus mengisahkan mitologi Yunani tentang Prometheus, seorang Titan yang dikenal karena kecerdasan dan keahliannya, mencuri api raja para dewa mitologi Yunani, Zeus dan memberikannya kepada manusia.
         Prometheus menyatakan bahwa api yang dicurinya adalah untuk kebaikan peradaban manusia yaitu seni sastra, kedokteran, matematika, astronomi, arsitektur dan pertanian. Prometheus juga meramalkan kekuasaan Zeus akan segera berakhir.
         Zeus mengirim beberapa pembawa pesannya yaitu Okeanos, Io dan Hermes untuk merubah sikap Prometheus agar tunduk pada Zeus. Namun, Prometheus tidak bergeming. Sehingga Zeus marah dan kemudian menghukumnya dengan mengikatnya pada sebuah batu.
         Diakhir penampilan, Wali Kota Kavala mengadakan ramah tamah dan makan malam dengan seluruh anggota Teater Tetas, Dubes RI dan staf KBRI Athena.
         Kavala mengundang Indonesia untuk berpartisipasi kembali dalam PhillippiFestival tahun 2017. Pada tahun 2016, Teater Tetas melakukan tour Eropa didelapan kota di empat negara Eropa yaitu di Yunani, Slovenia, Austria dan Hongaria.
    ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 21-07-2016 15:15:41

BREXIT

FONDASI EKONOMI INDONESIA DAPAT HADAPI DAMPAK BREXIT 
     Zeynita Gibbons 

       London, 20/7 (Antara) - Indonesia sebagai negara dengan perekonomian GDP annual growth 5.5 persen dinilai merupakan salah satu kekuatan yang berhasil meredam shock dari pasar finansial setelah kemenangan Brexit.

          Executive Director Young Indonesian Professionals Association (YIPA) Steven Marcelino kepada Antara London, Rabu mengatakan kondisi itu menjadi bahasan yang menarik dalam diskusi mengenai hasil referendum UniEropa di Inggris, Brexit yang merupakan dampak dari keputusan Inggris Raya.
              Diskusi diadakan Komunitas professional muda asal Indonesia yang berkarir di Inggris tergabung dalam   YIPA bekerja sama dengan KBRI London,   diadakan di Crutacala Hall awal pekan ini.
              Diskusi bertemakan "Bret: What's Ahead" diawali dengan sambutan Dr.Rizal Sukma, Duta Besar Indonesia untuk Inggris raya dan Irlandia mengupas dampak kedepan apa yang akan terjadi terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris dan Uni Eropa, implikasi ke perekonomian Indonesia, serta beberapa opportunities yang bermanfaat bagi Indonesia.
           Steven Marcelino, yang juga Konsultan di Accenture Strategy, melihat bahwa terdapat rally di JCI sebanyak enam persen semenjak pengumuman referendum Uni Eropa di Inggris, sedangkan Rupiah menguat terhadap Poundsterling sebesar 17.5 persen dalam setengah tahun terakhir.
            Tiga pembicara dalam panel diskusi ini memiliki fokus ekonomi dan bisnis, diantaranya Jamie Murray (Chief Economist EMEA, Bloomberg), Madhur Jha (Senior Global Economist, Standard Chartered Bank), dan Harun Reksodiputro (Partner, Ginting & Reksodiputro).
             Chief Economist EMEA, Bloomberg, Jamie Murray menyebutkan dari segi perekonomian Inggris, dampak Brexit secara jangka pendek adalah melemahnya nilai tukar mata uang Poundsterling(GBP) , anjloknya harga saham dan ketidakpastian pasar yang berlanjut hingga ada kepastian tentang relasi baru untuk pihak Inggris Raya dan Uni Eropa, ujar Jamie Muray.
           Pria yang memimpin tim ekonomis Bloomberg di London ini mempaparkan sebuah economic model yang mengilustrasikan perlambatan perekonomian dan meningkatnya inflasi hingga akhir tahun 2017.
           Pasar dapat berekspektasi bahwa ekonomi Inggris akan pulih dari slowdown pada tahun 2018. Pria yang sering dipanggil ke Parlemen Inggris untuk melakukan evaluasi ekonomi ini menekankan bahwa resesi dikarenakan Brexit itu tidak akan terjadi.
           Panel ini dimoderatori Steven Marcelino selaku YIPA Executive Director  kemudian berlanjut ke topik terkait Uni Eropa. Beberapa model kerjasama yang memungkinkan  untuk dijadikan patokan hubungan baru Inggris raya dan Uni Eropa, yaitu Norwegia, Swiss, dan Canada.

            Senior Global Economist, Standard Chartered Bank di London, Madhur Jha berpendapat  negara-negara tersebut bukanlah anggota Uni Eropa tetapi memiliki tipe akses yang berbeda ke dalam single-market yang mungkin bisa di implimentasikan ke kerjasama anatara Inggris Raya dengan Uni Eropa.    
        Sementara itu Harun Reksodiputro, yang juga merupakan Vice Chairman BritCham Jakarta, berargumen bagi klien di bidang finansial, akses untuk `passporting¿ itu yang paling penting.

           Terlebih lagi M&A lawyer ini deal terbaik yang Inggris akan mendapatkan kondisi sekarang ini dimana Inggris dapat secara langsung mempengaruhi peraturan Uni Eropa secara signifikan.

            Direktur BKPM London, Nurul Ichwan yang juga hadir dalam diskusi ini menanyakan tentang potensi investasi global masa depan ditengah kepercayaan pasar yang cukup rendah saat ini.         
       Madhur Jha yang merupakan mantan FX derivative trader setuju ada korelasi berbalik antara kepercayan pasar dengan volatilitas pasar, terlebih lagi ada referendum yang cukup penting di Italia pada  Oktober mendatang yang akan mendikte arah kebijakan kedepan.

            Perencanaan acara YIPA kali ini dibantu  Event Director untuk YIPA Jean Renaldy, dan Marshall Yaphary yang memimpin tim spesial Brexit. Acara ditutup dengan networking event dengan harapan melalui diskusi seperti ini, YIPA akan terus berperan sebagai katalis yang dapat mengedukasi  dan mempromosikan Indonesia dalam sektorbisnis, ekonomi dan sosial di Inggris Raya.

    ****3****
(T.H-ZG/C/P.H. Prabowo/P.H. Prabowo) 20-07-2016 12:50:27

SENEGAL

PENGUSAHA SENEGAL INGIN TINGKATKAN BISNIS DENGAN INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons

   Jakarta, 17/7 (Antara) - KBRI Dakar menyelenggarakan "Business Meeting" dengan pengusaha Senegal di Hotel Teroubbi, Dakar, untuk mempromosikan berbagai produk unggulan dan industri strategis Indonesia, serta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 di Jakarta, 12-16 Oktober mendatang.

        Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, kepada Antara di Jakarta pada Minggu mengatakan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Senegal, terutama di bidang ekonomi berjalan baik sejak lama namun dari sisi perdagangan, hubungan kedua negara masih dinilai sangat rendah, yakni hanya berkisar 89,37 juta dolar AS pada tahun 2015.
        Dalam  paparannya mengenai kondisi terkini perekonomian Indonesia, Dubes juga mempromosikan berbagai produk unggulan serta industri strategis Indonesia yang telah berkembang pesat dan berorientasi pada ekspor seperti kelapa sawit, kakao, karet, cinnamon dan tekstil.
        Dari pertemuan tersebut terlihat  peserta tertarik mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia, namun mereka memerlukan informasi yang bersifat teknis, antara lain harga produk, jenis produk dan turunannya, jasa transportasi kontainer ke Senegal, mekanisme pembayaran dan situasi perbankan syariah di Indonesia.
         Selain itu, terdapat peserta yang meminta informasi lengkap mengenai perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang kelapa sawit dan turunannya seperti sabun dan komestik, serta produk kayu triplek dan alumunium.
        Pertemuan bisnis tersebut dihadiri  pengusaha Senegal yang berpotensi dan telah melakukan bisnis dengan Indonesia sebelumnya, antara lain Ndeye Seye, Sekjen Kadin Nasional Senegal, Aly Mboub, Sekjen Kadin Dakar, Washim Obalah, CEO Poultrade (distributor Indomie di Senegal), Gaelle Rispal, CEO Libellule (toko dan showroom khusus menjual produk kayu dan handicraft Indonesia).
        Selain itu, Business Meeting juga dihadiri  pengusaha Senegal di wilayah Thies yang telah berkunjung ke TEI sebelumnya.
        Bahkan, Gora Seck, CEO Senhuile (perusahaan yang bergerak di bidang industri pertanian dan pertambangan), akan melakukan perjalanan ke Indonesia dalam waktu dekat untuk menjajaki kerja sama dengan pengusaha Indonesia, khususnya di bidang mesin/peralatan perontok/pengupas padi menjadi beras dan mesin untuk pengupas kacang tanah.
        Perusahaan Poultrade berminat mengembangkan bisnisnya dengan Indonesia untuk produk bahan baku sabun dan berencana untuk mengimpor soap noodles tersebut sebanyak 300-500 ton per bulan dari Indonesia.

        Dubes Mansyur Pangeran menambahkan kebijakan bebas visa kunjungan kepada warga negara Senegal disambut secara antusias oleh para pengusaha Senegal dan besar kemungkinannya partisipasi pada TEI ke-31 mendatang bertambah banyak. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/C/M. Anthoni/M. Anthoni) 17-07-2016 00:17:43

PAPUA

PPI INGGRIS: PEMBANGUNAN JIWA KUATKAN IDENTITAS KE-PAPUA-AN
     Zeynita Gibbons

    Jakarta, 17/7 (Antara) - Pembangunan di Papua tidak boleh hanya raga tapi perlu dibarengi dengan pembangunan jiwa dalam menguatkan kebanggaan identitas ke-Papua-an sebagai bagian dari NKRI melalui legitisimasi harian.

         Hal itu merupakan salah satu rekomendasi pemikiran antara lain pentingnya membangun Papua dengan hati, dalam diskusi yang diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris (PPI UK), PPI London dan Imperial College Indonesian Society, demikian Sekretaris III Fungsi Pensosbud KBRI London, Dethi Silvidah Gani kepada Antara di Jakarta, Minggu.

         Dalam diskusi kajian kontemporer yang bertajuk "Papua dan Pembangunan Humanis Melalui Pendekatan Stakeholders" dihadiri oleh lebih dari 50 peserta mahasiswa Indonesia S1, S2 dan S3 yang tengah menuntut ilmu di Kerajaan Inggris.  
    Diskusi menghadirkan empat narasumber itu merupakan peneliti dan pemerhati Papua yang sebelumnya pernah tinggal atau melakukan penelitian di Papua ialah Willem Burung (mahasiswa DPhil St. Catherine's College, University of Oxford); Dr. Syahrul Hidayat (Honorary Research Fellow, Institute of Arab and Islamic Studies, University of Exeter); Arie Ruhyanto (mahasiswa PhD University of Birmingham) dan Erlangga Agustino Landiyanto (mahasiswa PhD University of Bristol) dengan moderator Herlina Yoka Roida (mahasiswa PhD University of Central Lancashire).

         Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi pemikiran antara lain pentingnya membangun Papua dengan hati, menguatkan kebanggaan identitas ke-Papua-an sebagai bagian dari NKRI melalui legitisimasi harian. Pembangunan di Papua  tidak boleh hanya raga tapi dibarengi pembangunan jiwa.
         Antusiasme peserta diskusi cukup tinggi yang terlihat dari hidup dan aktifnya sesi tanya jawab. Ahmad Fathoni pelajar Indonesia dari Bath University dan Joseph Juan dari Imperial College menilai diskusi seperti ini sangat bermanfaat, khususnya bagi pelajar Indonesia sebelumnya kurang memahami isu-isu terkait di Papua dan Papua Barat. Mereka berharap diskusi serupa dapat terus diadakan.
         Dubes RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma, yang hadir padan santap siang bersama dengan narasumber dan sejumlah peserta menyebutkan  Presiden Joko Widodo memberikan perhatian yang besar terhadap pembangunan sosial ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua dan Papua Barat.
         Dikatakannya kegiatan diskusi selaras dengan amanah yang disampaikan Presiden RI pada perayaan Idul Fitri 6 Juli lalu agar seluruh rakyat semangat kerja bahu-membahu membangun bangsa dan negara.

         Dubes Rizal yang juga pernah menjadi pelajar Indonesia di Inggris menilai potensi dan peran serta kontribusi pelajar Indonesia di Inggris dalam menyukseskan pembangunan di tanah air sangat besar. Oleh karena itu, dubes memastikan dukungan penuh KBRI London atas berbagai kegiatan positif yang diinisiasi pelajar Indonesia di Inggris. (ZG) ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 17-07-2016 07:42:31

BELANDA

LIMA MAHASISWA INDONESIA RAIH PRESTASI DI BELANDA
     Zeynita Gibbons

    London, 19/7 (Antara) - Lima  mahasiswa Indonesia menorehkan prestasi tertinggi dalam acara debat di forum yang disebut "The European International Model of United Nations" di Den Haag, Belanda yang diumumkan panitia pada penutupan acara, akhir pekan.
         Prestasi tertinggi diraih Anyssa Rizka, Kenneth Nicolas, Luther Lie, dan Alifa Starlika kesemuanya dari Universitas Indonesia serta Rayesha Hardono, mahasiswa Indonesia dari University of Groningen Belanda, demikian Minister Counsellor Penesosbud KBRI Den Haag, Belanda, Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Selasa.
         Sementara Arman Raafi Seiff juga dari Universitas Indonesia menerima penghargaan sebagai "honorable mention" pada kegiatan tersebut.
         "The European International Model of United Nations" (TEIMUN) merupakan ajang kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan untuk tingkat mahasiswa, merupakan salah satu "Model of United Nations" tertua yang diselenggarakan di kawasan Eropa.
         TEIMUN tahun 2016 diselenggarakan pada tanggal 11 - 17 Juli 2016 di Den Haag, berthema penyelenggaraan MUN tahun ini "Pushing Boundaries: Pursuing a new state of mind".
         Dalam forum ini diperlombakan debat dan diskusi dengan menggunakan model pembahasan pada sidang-sidang PBB, khususnya dalam menyelesaikan berbagai kasus resolusi antar bangsa, baik permasalahan bilateral maupun multilateral.
         TEIMUN 2016 diikuti 200 orang peserta dari 51 negara berasal dari lima benua. Terdapat tiga kategori juara yang dilombakan yaitu "best delegate", "most outstanding delegate", dan "honorable mention".
         Lomba tersebut terbagai ke dalam  tujuh "councils", yaitu "Historic Crisis Council", "Human Rights Council", "Security Council", "General Assembly Council", "North Atlantic Council", "European Council", dan "International Court of Justice".
         Peserta TEIMUN 2016 dari Indonesia mewakili Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada dan STAN. Terdapat juga beberapa peserta mahasiswa Indonesia yang mewakili perorangan.
         Menurut Rayesha Hardono, salah satu penerima the Best Delegate: "MUN ini berbeda dengan MUN lain yang pernah saya ikuti, karena peserta TEIMUN ini banyak mahasiswa internasional dari banyak negara, dengan program eksekursi yang menarik, serta materi debat yang menantang".
         Rayesha merasa senang mendapatkan penghargaan ini karena tidak pernah menyangka. "Tantangannya berat, materinya menantang dan 'up to date', sehingga saya harus mempersiapkannya dengan baik," ujar remaja yang akrab disapa Ray itu.
         Keseluruhan prestasi yang diraih  peserta dari Indonesia dalam TEIMUN 2016 yakni Arman Raafi Seiff dari UI meraih honorable mention untuk Historical Crisis Council, Anyssa Rizka (UI) merahi "Best delegate untuk Human Rights Council".
         Sementara Kenneth Nicolas dan Luther Lie (UI) sebagai Best delegate untuk Security Council, untuk Alifa Starlika (UI), meraih  Best Delegate untuk General Assembly Council dan Rayesha Hardono, peserta perorangan, mahasiswa Indonesia di University of Groningen, Belanda sebagai Best Delegate untuk European Council.
         Dubes RI Wasaka Puja menerima peserta TEIMUN di Wisma Duta Wassenaar, pada kesempatan tersebut dia berbagi pengalaman sebagai seorang diplomat dan menyampaikan pesan kiranya mahasiswa tersebut terus berprestasi untuk mengharumkan nama Indonesia di berbagai forum internasional.
    ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 19-07-2016 14:21:17