Jumat, 31 Oktober 2014

ITALIA


PENGUSANA ITALIA MINAT TANAM MODAL DI INDONESIA

         London, 30/10 (Antara) -  Pengusaha Italia menyatakan minatnya  menanamkan modal di Indonesia yang disampaikan seusai seminar "Pengembangan Potensi Ekonomi dan Peluang Bisnis di Indonesia" yang diadakan BKPM dengan dukungan KBRI Roma di Ruang Senat Italia, Roma.

        Minister Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Roma,  Nindarsari Utomo kepada Antara London, Kamis menyebutkan dalam seminar tampil sebagai pembicara dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Eximbank dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menjanjikan kemudahan bagi investor Italia ke Indonesia.

        Seminar dibuka  Ketua Umum Assosiasi Persahabatan Italia-Indonesia, Senator Italia Aldo Di Biagio dihadiri  Dubes RI August Parengkuan dan para pengusaha yang  bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur.

        Aldo Di Biagio menjelaskan mengenai peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia serta menggambarkan besarnya peluang kerjasama ekonomi yang dapat ditingkatkan oleh kedua negara.

        Sementara itu, Dubes  August Parengkuan menjelaskan mengenai kondisi perekonomian Indonesia terkini seperti meningkatknya GDP Indonesia selama satu dekade terakhir menjadi 1.2 triliun dolar AS  dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen
   Dikatakannya meningkatnya kalangan menengah di Indonesia berimbas pada meningkatnya konsumsi dalam negeri,  pendapatan perkapita menjadi  5000 dolar AS serta kemampuan pemerintah mengurangi hutang publik sebesar 24 persen.

        Dubes  menyampaikan tiga faktor utama dalam mendukung keberhasilan ekonomi Indonesia yaitu politik yang stabil, dinamika ekonomi Indonesia yang berhasil memadukan antara sumber daya alam, tenaga kerja yang terampil, teknologi.

        Selain  ditunjang  besarnya jumlah penduduk Indonesia menjadi pasar dinamis selain  peraturan dan perundang-undangan yang jelas membuat iklim investasi di Indonesia lebih kompetitif terutama dengan  pemerintah baru, yang anggota kabinetnya bersih dari korupsi.

        Sementara itu CEO-Indonesia Eximbank, Ngalim Sawega menjelaskan  gambaran perekonomian Indonesia terkini yang terus berkembang ditunjang  meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan sebesar 60,9 persen dari total populasi serta kuatnya fondasi ekonomi Indonesia secara makro.

        Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) ,  Ir. Tamba Parulian Hutapea, menjelaskan berbagai peluang proyek infrastruktur di Indonesia yang terbuka bagi pengusaha asing.

        Hal ini didukung  peraturan baru di Indonesia yang memberikan beberapa kemudahan kepada pengusaha asing untuk berinvestasi di Indonesia terutama yang bergerak di bidang infrastruktur.

        Beberapa proyek yang akan dilaksanakan di antaranya  pembangunan Jalur Kereta Api dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma, pengembangan Pelabuhan Cimalaya, Kuala Tanjung dan Makassar serta pengolahan sampah di wilayah Jawa Barat.

        Ketua Aktivitas Internasional, Perusahaan Konstruksi Piacentini dari Italia, Oscar Piacentini yang berhasil mengembangkan investasinya di Indonesia berbagi pengalaman mengenai  cara mengembangkan investasi di hadapan pengusaha di Italia.

        Penyelenggaraan seminar mendapat tanggapan yang sangat positif dari kalangan pengusaha di Italia yang tercermin dari penuhnya ruang senat Italia yang digunakan serta aktifnya para pengusaha  menggali informasi lebih dalam pada saat sesi ramah tamah dengan para nara sumber. ***2***
(ZG)
(T.H-ZG/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 30-10-2014 17:53:16

PEWARNA

PEWARNA ALAM WUJUDKAN BATIK RAMAH LINGKUNGAN

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 29/10 (Antara) -  Peneliti lingkungan dari UI mengungkapkan pengunaan pewarna alami dalam industri batik yang merupakan mahakarya Indonesia dengan nilai budaya yang tinggi akan dapat mewujudkan batik ramah lingkungan yang berdampak positif pada lingkungan dan ekonomi.

         "Mengikuti Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2014 merupakan pengalaman yang sangat berharga dan juga pengalaman pertama dalam menulis hasil penelitihan serta mempresentasikan di Inggris," kata Peneliti dari Teknik Lingkungan UI Elzavira Felaza kepada Antara di London, Rabu.

         Ia menjelaskan pandangannya itu telah dikemukakan dalam hajatan tahunan PPI UK yang menggelar pertemuan ilmiah ISIC yang membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan Asean Economic Community (AEC)  di Oxford, Inggris, akhir pekan.

         Pada pertemuan ilmiah pelajar Indonesia  yang dibuka Dubes  RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb, Elzavira Felaza menyampaikan hasil penelitihannya yang berjudul "Konservasi Alam Indonesia dan Budaya melalui Pemberdayaan Teknologi Adat di UKM Industri Kreatif".

         "Alam dan budaya merupakan potensi unik yang dapat dioptimalkan oleh Indonesia  untuk menghadapi tantangan pasar global. Berdasarkan data dari BPS di tahun 2013, UKM berkontribusi 56 persen dari Gross Domestic Product (GDP) Indonesia," katanya.

         Menurut Elzavira Felaza, salah satu jenis dari UKM yang memiliki pengaruh besar di Indonesia adalah UKM industri kreatif batik. Penggunaan pewarna alami dalam industri batik membawa dampak positif, baik dari segi ekonomi maupun dari segi lingkungan.

         UKM batik ramah lingkungan yang menggunakan bahan dari pewarna alami merupakan salah satu cara untuk menjaga alam dan juga budaya. Apalagi, Indonesia dari segi keanekaragaman hayati berpeluang untuk itu, karena saat ini terdapat 150 jenis flora di Indonesia yang memiliki potensi  menjadi sumber zat pewarna alami.

         "Untuk memahami proses tradisional batik dan juga pewarna alami yang digunakan, penelitian telah dilakukan dengan studi kasus di salah satu UKM batik di Yogyakarta," ujarnya.

         Batik dengan proses pembuatan tradisional dan penggunaan pewarna alam akan menghasilkan keuntungan, yaitu nilai jual yang lebih tinggi karena keunikan budaya dan bahan yang ramah lingkungan akan lebih menarik bagi pasar global yang saat ini juga menaruh fokus pada industri ramah lingkungan.

         Untuk optimalisasi usaha ini diperlukan kolaborasi dari berbagai sektor, seperti perdagangan, pertanian serta pendidikan dan budaya. Dari sektor perdagangan dapat membuat regulasi terkait dengan pemberian label pada batik tradisional dengan pewarna alami sehingga pasar akan lebih memahaminya.

         Sektor pertanian dapat membantu penanaman dari sumber zat pewarna alami tersebut, karena usaha ini bukan tentang menghabiskan sumber daya alami Indonesia, namun mengoptimalkan penggunaannya dengan tujuan budidaya.

         Sektor pendidikan dan budaya dapat membantu dengan memberikan lebih banyak edukasi terkait dengan nilai budaya dari batik kepada masyarakat Indonesia dan juga global, sehingga masyarakat akan lebih memahami dan menghargai nilai budaya batik tersebut.

         "Dengan usaha ini maka diharapkan Indonesia dapat menjaga alam, budaya dan juga dapat bersaing dengan baik di pasar bebas ASEAN dan AEC," katanya.

         Elzavira Felaza mengakui mengikuti Indonesian Scholars International Convention 2014 merupakan pengalaman yang sangat berharga baginya.

         "Sejujurnya, ini merupakan pengalaman pertama saya dalam menulis paper, apalagi mempresentasikan paper dengan Bahasa Inggris," ujar Elzavira Felaza.

         Pada saat penelitian narasumber memberikan banyak inspirasi  dan diharapankannya hasil penelitihannya akan  terwujud dan  bisa membawa ide unik dan ramah lingkungan dari usaha yang telah dilakukan untuk dipresentasikan dalam konferensi.

         Menurut Elzavira Felaza, seluruh presenter dan juga speakers dalam conference ini  memberikan banyak inspirasi  dan diharap  output dari konferensi ini benar-benar dapat digunakan untuk membantu Indonesia menghadapi pasar global.

         "I feel honoured to be presenting my paper in Oxford and to win the best presenter, well... I didn't see it coming and I didn't even think I had it in me," ujar Elzavira Felaza yang menyampaikan kesan kesan dalam mengikuti ISIC 2014. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/C/E.M. Yacub) 29-10-2014 09:10:07

ISIC



"BANGUN PEMUDA PEMUDI" BANGKITKAN SEMANGAT PELAJAR INDONESIA

          Oxford, 28/10 (Antara) - Lagu "Bangun Pemuda Pemudi Indonesia"  diiringi musik angklung dari Kelompok Angklung Sheffield berhasil membangkitkan semangat pelajar Indonesia menyambut hari Kebangkitan Nasional 28 Oktober di Inggris.

          Peringatan yang dikemas dalam acara "Gala Culture Night" yang diadakan dalam rangkaian temu ilmiah pelajar Indonesia yang dikenal dengan "Indonesian Scholars International Convention" (ISIC) di Gedung St Hilda's College, Oxford, Inggris, akhir pekan.

          Penampilan kesenian Indonesia berupa tari tarian dan musik angklung yang dimainkan pelajar Indonesia di Inggris menghibur sekitar 200 penonton termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb, Kepala perwakilan Bank Indonesia Rizal A Djaafara dan Perwakilan Garuda di Inggris Jubi Prasetyo dan peserta kompetisi debat yang sebagian besar pelajar Inggris.

          Penanggung jawab acara malam budaya Kristina Dewi Paramita kepada Antara London mengatakan seluruh pengisi acara malam budaya adalah pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Kerajaan Inggris dengan menampilkan tari Pendet yang dibawakan  Diana Farisah Rahman, pelajar Universitas Birmingham dan  tari tradisional dari Jogjakarta Sari Sumekar yang dibawakan  Dila Maghrifani dari Universitas Sheffield.

          Selain itu, juga tampil menghibur peserta temu ilmiah pelajar Indonesia di Inggris yang digelar untuk ke 14 kalinya Grup Musik Musarc yang terdiri dari Trio berbagai bangsa yang terdiri dari Maude Pinet dari Perancis, Jeremy dari Irlandia dan Rebekka dari Jerman yang melantunkan lagu Indonesia kontemporer, seperti Bengawan Solo, Tantang Tirani dan lagu Berjalan Lebih Jauh dari musisi duo dari Bandung, yaitu Banda Neira yang mendapat sambutan meriah.

          Sementara  kelompok musik Angklung Indonesia Society of Sheffield yang dipimpin Dita Sardjono selain melantunkan lagu Bangun Pemuda Pemudi Indonesia membangkitkan semangat pelajar Indonesia di Inggris juga musik dari thema Film Star War, Mission Impossible dan We are the Champion dari grup musik Inggris Queen.

         Sebelum nya dua mahasiswa master Maulana Akbar dan Ayesha Chairannisa Ichsan dengan permainan biola nya  penampilkan lagu tradisional dari Jawa Barat.

         Puncak malam budaya Indonesia tampil penyanyi Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Universitas Oxford, Maudy Ayunda yang melantunkan lagu yang ditulisnya sendiri yang tengah galau hidup di Inggris, yang berjudul "Conversations".

           Maudy Ayunda yang belajar ilmu filosofi, politik dan ekonomi di Universitas Oxford yang bermain dalam film Sang Pemimpi dan Perahu Kertas juga aktif dalam Komunitas pemuda di Indonesia.

           Maudy mengakui, ia senang dan bangga bisa ikut meramaikan acara malam budaya Indonesia dalam rangkaian pertemuan ilmiah pelajar Indonesia yang  didukung Organisasi Ikatan Ilmiah Indonesian I-4 juga dihadiri Ketua Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia-I4- Dr Dessy Irawati melantunkan lagu Perahu Kertas dan lagu penyanyi Inggris Sam Smith yang berjudul Stay with Me. 
     "Saya senang bisa tampil di dalam acara yang diadakan para pelajar Indonesia yang ada di Inggris," ujar Maudy Ayunda  menambahkan bahwa senang tampil di lingkungan kampusnya St Hilda's Collage. Maudy yang juga menampilkan lagu dari penyanyi favoritnya Sam Smith yang berjudul Stay with Me,  berencana ingin  menyaksikan pertunjukkan Sam Smith di London.

           Dalam acara Gala Culture Night juga diumumkan lomba fotogarfi yang bertema "Indonesia in Prospectives", dalam tiga katagori yaitu 'Indonesian Here and There", "Indonesian People Then and Now" dan "Red and White" yang diikuti oleh 967 karya foto dari seluruh Indonesia dengan juri dari Royal Photographic Society (RPS). ***3***
(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 28-10-2014 06:53:06
         Oxford, 28/10 (Antara) - Sebanyak 25 karya tulis dari 357 hasil  pemikiran pelajar Indonesia dari berbagai negara yang dihimpun  Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) yang berhubungan dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC), akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

        Hal itu diungkapkan Ketua PPI UK Faldo  Maldini kepada Antara London, Selasa, sehubungan dengan  hajatan tahunan  Indonesian Scholar International Convention (ISIC) yang membahas kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan Asean Economic Community (AEC) yang digelar di Oxford, Inggris selama dua hari pada 25 dan 26 Oktober.

        Faldo Maldini mengakui seluruh karya ilmiah hasil pemikiran pelajar Indonesia itu akan disampaikan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo sebagai bahan rekomendasi bahwa Indonesia siap menghadapi  Asean Economic Community khususnya  dalam upaya memaksimalkan potensi partisipasi Indonesia dalam ASEAN Free Trade Area ( AFTA ).

        Pertemuan ilmiah pelajar Indonesia bertemakan "Menemukan kembali Potensi di Indonesia: Menghadapi Tantangan AEC (Asean Economic Community)" dibuka  Dubes  RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb yang menyampaikan penghargaan kepada  pelajar Indonesia yang ada di Inggris berhasil mengelar pertemuan ilmiah secara reguler dan berkesinambungan setiap tahun dengan menampilkan berbagai  topik yang sangat relevan.

        Dikatakan dia, tema yang diangkat "Menemukan kembali Potensi di Indonesia: Menghadapi Tantangan AEC (Asean Economic Community)" sangat tepat khususnya  penerapan AEC yang akan diterapkan pada akhir tahun 2015 yang sudah menghadang di hadapan kita. Untuk itu Dubes mengajak para pelajar yang ada di Inggris  mengeksplorasi secara kreatif berbagai potensi yang ada  dan merebut kesempatan yang ada serta mencari keuntungan dengan diterapkannya AEC.

        Dalam  konferensi tahunan yang telah berlangsung selama 14 tahun  yang  digelar    pelajar Indonesia di Inggris  yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK)  didukung KBRI London, Ikatan Ilmuwan  Indonesia Internasional (I-4)  juga hadir Lord Mayor of Oxford, Counsillor Mohammed Abbasi yang menyampaikan penghargaannya  digelar ISIC di kota Oxford.

        Abbasi mengakui Indonesia sebagai negara yang demokrasi  akan menjadi Negara besar dimasa datang , hal ini diakui karena asisten Abbasi yang baru kembali dari Indonesia menyaksikan jalannya pemilihan presiden di Jakarta yang berjalan dengan sukses. Ia juga menghargai inisiatif dari para pelajar Indonesia mengelar pertemuan ilmiah di kota Oxford yang sekaligus mempromosikan Indonesia di kota pelajar Oxford. Hal ini akan dapat mendekatkan budaya indonesia dan Inggris.

        Sementara itu  Ketua Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia (I-4) Dr Dessy Irawati FeRSA menyampaikan   ASEAN Emerging Knowledge economic from 1.0 to 2.0 yang menyebutkan  negara di ASEAN harus bergerak maju dari post-Fordist economy yang berdasarkan foreign direct investment menjadi kawasan yang lebih inovatif dan kreatif di sisi produksi dan servis.

        ASEAN diharapkan juga bisa belajar dari pengalaman Uni Eropa yang merupakan persatuan ekonomi dan politik negara-negara di Eropa. Bagaimana menciptakan kesatuan kawasan regional yang harmoni di sisi ekonomi, politik, sosbud dan juga pemerintahan, merupakan tantangan yang besar bagi ASEAN.

        Dalam kesempatan  itu  Honorary Research Fellow at University of Exeter, Dr Intan Syah Ichsan membahas masalah AEC The Game Changer for Indonesia Fund Market menyampaikan ASE yang dituju oleh anggota ASEAN adalah salah satu inisiatif mewujudkan collective investments scheme (CIS) yang akan memberikan keleluasaan dalam fund.

        Dikatakannya meskipun banyak melihat adanya CIS ini memberikan peluang yang besar untuk dapat menjual fund Indonesia di negara lain, namun pada kenyataannya requirement yang harus dipenuhi sangat detail.

        Ketua ISIC Arie Wibowo mengatakan ISIC yang merupakan acara tahunan para pelajar di Inggris merupakan  ajang bagi para pelajar Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan berkontribusi terhadap masa depan Indonesia.

        Dalam acara ISIC juga digelar pameran foto pemenang lomba fotografi yang diikuti  para pelajar Indonesia di seluruh dunia,  pameran tekstil tradisional Indonesia koleksi Suzanne, mahasiswa dari serta wayang workshop dan kompetisi debat yang diikuti oleh para pelajar Inggris.***1***
(T.H-ZG/B/Yuniardi/Yuniardi) 28-10-2014 23:47:36

KIBAR


MUSLIM INDONESIA DI UK RAYAKAN 1 MUHARRAM

          Glasgow, 27/10 (Antara) - Keluarga Islam Britania Raya (KIBAR) UK bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Glasgow menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram) dengan menggelar acara "Kibar Autumn Gathering (KAG)" 2014, akhir pekan.

          Bertempat di St. Francis Community Centre, Glasgow, Skotlandia, acara digelar dengan mengusung Tema "Kibar Homecoming: Merajut Persaudaraan, Memetik Hikmah, Menebar Ceria",demikian Tim Publikasi KAG Glasgow 2014,  Yangie Dwi Marga Pinanga, kepada Antara London, Senin.

          Dalam gelaran acara KAG 2014 ini, hadir lebih dari 200 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari berbagai kota di Inggris Raya, seperti Nottingham, Manchester, Sheffield, New Castle, Leicester, London, Aberdeen, Bristol, Leeds, Stirling, dan kota-kota lainnya.

         Acara yang dibuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Britania Raya dan Irlandia, yang diwakili  Eko Suripto selaku Protocol and Consular Affairs tampil sebagai pembicara  ustad Hakeem Yusuf dari University of Strahclyde, Glasgow  yang mengajak  peserta untuk belajar dan mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

          Dikatakannya kepindahan Rasulullah SAW ke Madinah menjadi awal kebangkitan dakwah Islam dari hanya kelompok kecil menjadi dakwah yang universal, serta menjadi titik awal diterapkannya nilai-nilai islam disemua sisi kehidupan. "Transisi ini dilalui dengan sangat berat, karena hijrah adalah tentang sebuah pengorbanan," ujarnya.

         Pembahasan lebih lanjut berkenaan dengan hijrah disampaikan  Syeikh Ahmed Al-Magrabi, Imam Masjid Aberdeen, yang menyebutkan hijrah adalah sarana yang tepat bagi umat muslim untuk berkontemplasi.

         "Hijrah bukan sekedar perpindahan posisi fisik, namun perubahan kekondisi diri yang lebih baik atau membawa perubahan untuk lingkungan sekitar kearah kebaikan, khususnya dimulai dari keluarga kecil kita," ujar Syeikh Ahmed.

         Sementara itu, Amar Shakoor, selaku anggota Scottish Police Muslim Association (SPMA)  berbagi pengalaman menjadi muslim di Skotlandia, UK dalam acara Kibar Gathering.

         Dalam acara Kibar Gathering juga digelar program edukatif bagi anak-anak dan remaja  berdasarkan kategori usia anak, mulai dari edukasi balita, kelas Bahasa Arab, eksplorasi ide dengan topik Sosialisasi Komunitas Muslim ke Masyarakat UK, serta perlombaan merajut untuk remaja.

         Rangkaian acara Kibar Gathering di hari kedua yang difokuskan untuk mengenalkan serta meningkatkan kerja sama antarpeserta sambil menikmati landmark Kota Glasgow melalui tantangan permainan Glasgow Amazing Race ditutup dengan bazar berbagai masakan khas Indonesia untuk mengobati rindu akan Tanah ir.

          Kegiatan gathering yang merupakan agenda rutin Keluarga Islam Britania Raya untuk menyambung silaturahim antaranggotanya. Kibar Gathering dilaksanakan setahun dua kali yakni pada musim gugur dan musim semi. Tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda namun tetap berkesinambungan, begitu pula dengan kota pelaksanaannya.

          Ketua Pelaksana KAG 2014 sekaligus Ketua Kibar lokaliti Glasgow periode 2013-2014,  Nor Basid Adiwibawa Prasetya, mengatakan tema homecoming diangkat dengan harapan agar warga muslim Indonesia di UK dapat berkumpul dan merasa pulang ke rumah.

          Jadwal pelaksanaan juga dipilih bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1436 Hijriah. Hal tersebut dapat menjadi momentum bersama untuk hijrah ke arah yang lebih baik, demikian  Nor Basid Adiwibawa Prasetya. ***3***

(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 27-10-2014 07:14:25

WTM LONDON

KEMENPAREKRAF: WISATAWAN INGGRIS PALING BANYAK KE INDONESIA

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 23/10 (Antara) - Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Esthy Reko Astuty, mengatakan wisatawan Inggris berada pada posisi paling banyak dalam jumlah capaian kedatangan wisatawannya ke Indonesia dibandingkan dengan negara Eropa lainnya.

         "Esthy Reko Astuty mengemukakan hal itu sehubungan dengan partisipasi Indonesia pada kegiatan pameran pariwisata terbesar kedua di dunia, World Travel Market (WTM)," kata Deputy Director of Int'l Promotion for Europe, Agustini Rahayu, kepada Antara London, Kamis
    Menurut Esthy Reko Astuty, jumlah wisatawan  dari Britania Raya ke Indonesia pada Agustus lalu mencapai 153.351 orang atau meningkat 8,37 persen dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.

         Hal ini makin meyakinkan bahwa eksistensi Indonesia dalam ajang promosi pariwisata dunia sangat penting untuk terus dilakukan untuk mengejar pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan sampai dengan total 20 juta pada akhir tahun 2019 sesuai program kerja pemerintah baru Indonesia.

         Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam situasi pemerintahan baru dengan pimpinan Presiden Jokowi pada pameran pariwisata terbesar kedua di dunia, kembali hadir di World Travel Market (WTM) yang akan dilaksanakan di gedung pameran Excel, London, dari tanggal 3 hingga 6 November mendatang.

         Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyewa lahan seluas 305 m2 yang lebih strategis dari lahan tahun lalu.

         Lahan paviliun Indonesia dalam ajang WTM London 2014 kali ini menempati lahan nomor AS600  tepat di depan pintu masuk S9 dan S10 south hall Excel London, berbeda dengan tahun lalu yang letaknya di bagian belakang dan agak sulit terlihat.

         Paviliun Indonesia diapit booth Malaysia & China menyediakan fasilitasi 45 meja bisnis untuk masing-masing peserta/co-exhibitors yang akan digunakan untuk B2B meeting.

         Agustini Rahayu mengatakan ragam program kegiatan yang akan dilaksanakan Indonesia pada event pariwisata Internasional tersebut meliputi Pameran/Exhibition Pariwisata, Business Dialogue, Media Interview, Awareness Campaign dan Indonesian Cultural Performance.

         "WTM London tahun ini merayakan 35 tahun usia pameran kedua terbesar di dunia ini, dan akan diperingati secara khusus, pihak Reed Exhibitions sebagai Organizing Committee WTM London memperpanjang waktu buka pameran sampai  pukul 20.00 dari biasanya 18.00 dan mempersilakan atraksi kesenian dari berbagai negara peserta," katanya.

         Indonesia akan ambil bagian dengan menampilkan seni budaya  berupa seni topeng, seni pembuatan patung dan tari-tarian tradisional Indonesia.

         Paviliun Indonesia juga mempromosikan budaya kopi Indonesia dengan penyajian unik khas kopi Gayo serta promosi Spa tradisional Indonesia yang mengedepankan Pengenalan tentang sembilan Spa Tradisional Indonesia dari berbagai daerah melalui essential oil dan herbal.

         Menurut Agustini Rahayu, Kemenparekraf  mengangkat tema Wonderful people dengan filosofi  masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi budaya dan melestarikannya dalam kehidupan sehari-hari sampai dengan saat ini.

         Visualisasi fisik dari tema paviliun Indonesia di WTM London 2014 menyelaraskan dengan tema fisik paviliun WTM London 2013 untuk menjaga konsistensi branding melalui tampilan paviliun Indonesia yang mengangkat living culture pembuatan kapal phinisi di Bulukumba Sulawesi dan merupakan budaya nenek moyang yang masih dilestarikan hingga saat ini.

         Di paviliun Indonesia terdapat mini stage yang akan diisi  berbagai tampilan seni budaya antara lain kesenian Papua Barat, tari Sekar Jagat/Pendet , Bajidor Kahot/Jaipongan (Jabar), Ngarojeng (Betawi), dan Tari Cendrawasih (Bali) diperkuat dengan tampilan seniman topeng klasik Surakarta yang  akan menarikan tari topeng panji serta tampilan pematung keramik dari Malang.

         Industri pariwisata yang telah terdaftar sebanyak 47 perusahaan, yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Papua Barat, serta pemerintah daerah dari Kab. Karangasem, Kab. Mamasa, Kota Manado dan Jawa Tengah, demikian Agustini Rahayu. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 23-10-2014 05:37:04

MADRID


PENCAK SILAT - KBRI MADRID PROMOSIKAN PENCAK SILAT DI SPANYOL

          London, 21/10 (Antara) - Dubes RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, mengharapkan dibukanya sasana pencak silat di KBRI Madrid, Spanyol, bisa mempromosikan seni bela diri asal Indonesia itu di Eropa.

         Hal itu diungkapkan Dubes Yuli Mumpuni Widarso sehubungan dengan kembali dibukanya sasana pencak silat di KBRI Madrid setelah terhenti selama beberapa tahun sejak pertama kali dibuka tahun 1986, demikian Sekretaris Tiga KBRI Madrid, Nona Siska Noviyanti kepada Antara di London, Selasa.

         Dubes mengatakan, pembukaan sasana pencak silat  i KBRI Madrid yang dihadiri Ketua Federasi Pencak Silat Spanyol, Juan Barrenechea,  sejalan dengan program Pemerintah Indonesia khususnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk mendapatkan pengakuan UNESCO.

         Selain itu, pencak silat yang merupakan warisan budaya tak benda Indonesia dan dilindungi UNESCO, sebagai cabang olahraga  pencak silat dapat dipertandingkan di ajang Olimpiade.

         Dubes mengharapan sasana pencak silat dapat menjadi tempat bagi warga Indonesia dan Spanyol di Madrid  menyalurkan hobi bela diri dan energi positif sekaligus mempromosikan warisan budaya Indonesia di Spanyol.

         Acara pembukaan sasana Pencak Silat tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Pendekar Juan Barrenechea yang  menjadi pelatih sasana Pencak Silat KBRI Madrid.

         Juan Barrenechea dan Federasi Pencak Silat Spanyol telah berhasil mengumpulkan 100 medali di kejuaraan Pencak Silat di Eropa dan dunia serta membina 25.000 murid di 24 negara termasuk Spanyol.

         Juan Barrenechea telah berjasa mempromosikan Pencak Silat di Spanyol selama 35 tahun, setelah mendirikan Federasi Pencak Silat Spanyol  tahun 1984, atas peran dan kontribusi Juan Barrenechea dalam mempromosikan Pencak Silat, Menpora menganugerahkan medali Adimanggalya Krida bersamaan dengan kunjungan kerja Menpora RI ke Spanyol.

         Pembukaan sasana Pencak Silat merupakan langkah awal dalam merealisasikan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama Olahraga RI-Spanyol yang ditandatangani Menpora RI dan Sekretaris Negara Bidang Olahraga, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga merangkap Ketua Dewan Tinggi Olahraga Spanyol, Dr. Miguel Cardenal Carro, di Madrid, pada tanggal 1 Oktober lalu.

         Dalam acara peresmian sasana Pencak Silat di KBRI Madrid digelar latihan perdana yang diikuti warga Spanyol. Sebelumnya Juan Barrenechea menjelaskan mengenai filosofi Pencak Silat. Warga Spanyol peserta latihan perdana sasana Pencak Silat KBRI Madrid menyatakan  tertarik mengikuti latihan Pencak Silat karena ingin belajar ilmu beladiri Indonesia dan ingin aktif kembali mempraktekkan Pencak Silat yang pernah dipelajari dan ada yang menyatakan untuk kesehatan dan kebugarannya.(ZG)
(T.H-ZG/C/J. Suswanto/J. Suswanto) 21-10-2014 23:40:31

Rabu, 22 Oktober 2014

IKON

BENGAWAN SOLO HIPNOTIS PENONTON INDONESIA KONTEMPORER

          London 19/10 (Antara) - lagu Bengawan Solo dengan komposer Gesang yang dibawakan  "duo operatic", Paretta Anggrek dan Luke Green, berhasil menghipnotis  sekitar 500 penonton yang memadati Brunei Gallery Lecture Theater, SOAS University of London, Sabtu siang.

         Paretta Anggrek asal Indonesia dan  Luke Green dari Inggris yang menampilkan lagu Bengawan Solo, Sepasang Mata Bola, dan Kroncong Moresko mendapat sambutan pengunjung  Indonesia kontemporer (Ikon) yang digelar ARTi UK dengan dukungan KBRI London,  Centre of South East Asian Studies (SOAS) University of London, PPI London dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

         "Saya senang dan bangga bisa memperkenalkan lagu Indonesia khususnya lagu keroncong dikalangan masyarakat Inggris di London," ujar Paretta Anggrek kepada Antara London usai menunjukkan kebolehannya melantunkan lagu keroncong yang dinilainya tidak beda dengan lagu opera.

        Menurut Paretta Anggrek yang sehari hari bekerja sebagai pengacara di London, nada lagu keroncong  berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan  para pelaut dan budak kapal niaga  sejak abad ke-16 ke Nusantara,  tidak beda dengan lagu opera yang  popular di Inggris
   Penampilan Paretta dan Luke Green merupakan kolaborasi  Indonesia Inggris  dalam Indonesia kontemporer,  juga ditampilkan   Anna Ingleby dan suami Haviel Perdana dari Indigo Moon Theatre yang mempertunjukkan  wayang kontemporer yang menampilkan  The Worm that Squirmed,  menghibur  penonton di Khalili Lecture Theatre SOAS.

        Anna Ingleby  sejak beberapa tahun terakhir memperkenalkan wayang golek yang dipelajarinya dari Asep Sunandar Sunarya - kepada masyarakat Inggris dengan bantuan sang suami Haviel Perdana,  musisi asal Indonesia - menampilkan wayang golek interaktif  tidak saja menghibur mahasiswa tetapi juga anak anak karena   pertunjukkan Anna memang khusus ditujukan untuk anak-anak.
    Penyelengaraan Indonesia Kontemporer berhasil mempromosikan  Indonesia dikalangan masyarakat Inggris khususnya kalangan akademika, ujar  Dr Roger Montgomery  Visiting Senior Fellow pada London School of Economi ( LSE)  Asia Research Centre kepada Antara London, Sabtu.

         Dr Roger Montgomery  bersama sang Istri  Barbara Bisco , penulis buku novel A Taste for Green Tangerines, yang bercerita tentang Antropolog Inggris dengan latar belakang  Yogjakarta, serta novel Tiger with a Human Soul  mengambil seting di Mataram mengakui Indonesia merupakan Negara yang menarik dan penuh dinamika.

         Sementara itu Candidate  wakil dubes Inggris untuk Indonesia Juliet Maric kepada Antara London mengatakan acara Indonesia Kontemporer berhasil menyatukan masyarakat Inggris terutama kalangan akademika dengan masyarakat Indonesia yang ada di London.

         Kaborasi pertunjukan seni budaya Indonesia terutama gamelan dari kelompok Jagat Gamelan yang sebagian besar pemain asal Inggris  mengiringi penari dari kelompok Lila Cita dari Indonesia serta penyanyi Gita Gutawa yang tengah menuntut ilmu di LSE  menunjukkan keberhasilan penyelengara dalam menyatukan seniman Indonesia di Inggris, Seniman  Inggris Margaret Coldiron PhD dengan diiringi  Jagat Gamelan menampilkan Tari topeng.

         Juliet yang tertarik dengan perkembangan di Indonesia akhir akhir ini terutama dengan terpilihnya Jakowi sebagai presiden Indonesia  mengharapkan hubungan Indonesia Inggris akan semakin erat. "Indonesia Negara yang sangat menarik," ujar Juliet yang sudah tidak sabar untuk bertugas di Indonesia dengan belajar Bahasa Indonesia dan mencoba berbagai kuliner Indomesia.

        Minister Counsellor KBRI London Dino Kusnadi kepada Antara mengakui penyelengaraan ikon berhasil mengedepankan seni kontemporer Indonesia secara   luas dan lebih mendalam dengan digelarnya berbagai seni budaya seperti gamelan Bali yang  diikuti dengan workshop, juga batik yang ditampilkan disainer muda Indonesia Tiana Hannaford yang diperagakan oleh mahasiswa asing.

         Tiana Hannaford dengan bantuan sang Bunda Tia Darik berupaya memperkenalkan batik dikalangan anak muda di Inggris dengan rancangan yang menarik dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan seperti yang ditampilkan  mahasiswa rekan Tiana Hannaford  yang rancangan penuh ceriah.

        Penyanyi Gita Gautawa yang tengah menuntut ilmu di LSE mengakui penyelenggaraan Ikon yang digagas oleh Felicia Nayoan Siregar, berhasil menarik perhatian kalangan muda di Inggris yang ingin mengetahui lebih jauh tentang berbagai budaya Indonesia tidak saja kesenian tetapi juga kuliner.

        Diluar kampus gedung  Brunei Gallery Lecture Theater, SOAS terdapat beberapa stand yang menjual kuliner Indonesia diantaranya Warung Windsor milik Aqaya Leatemia Davenport yang dikenal dengan sate ayam serta tong seng kambing.

         Aqaya Leatemia Davenport bersama suami dan dibantu anak-anak serta para sahabatnya tidak bosan bosan nya mempromosikan kuliner Indonesia khususnya Sate ayam ke berbagai acara dan festival di Inggris.

         "Saya ingin kuliner Indonesia bisa makin dikenal di Inggris, apalagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Industri kreatif telah menetapkan 30 ikon kuliner Indonesia yang perlu dipromosikan," ujar Agaya.

        Agaya tidak bosan-bosan nya mengikuti bazaar atau festival makanan yang digelar di berbagai daerah di Inggris dalam upaya mempromosikan dan memperkenalkan kuliner Indonesia berupa sate ayam dan tongseng.

        Tidak saja sate ayam yang banyak diminati pengunjung Ikon tetapi juga mpek mpek dari Dapoer Palembang, Somai dan batagor yang dijajahkan Mbak Yuyun, serta nasi Padang plus ayam bakar dari Dapur teh Ina serta Bahan makanan dan tempe Dari IDF
   Pendiri ARTiUK, Felicia Nayoan Siregar  mengatakan Festival sehari seni dan budaya Indonesia kembali di digelar di London,  menyusul  keberhasilan penyelenggaraan tahun tahun sebelumnya .

       Dikatakanya penyelenggaraan Ikon mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari KBRI London, para Pelajar yang tergabung dalam PPI London, sampai pada maskapai penerbangan Garuda yang kembali terbang ke London sejak September lalu.

        Key Account Manager Garuda Indonesia, Justin Fitzgerald mengatakan sejak membuka jalur penerbangan Garuda ke Inggris pada September lalu, banyak masyarakat Inggris yang tertarik yang melakukan wisata ke Indonesia dengan mengunakan Garuda, namun demikian ia tidak bosan bosannya berpromosi.

         Acara  Indonesia Kontemporer ditutup dengan penampilan Gita Gutawa dan penampilan musik dangdut oleh Teguh Santoso dan rekan-rekan yang menghangatkan cuaca musim gugur di Inggris. (ZG)

(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 19-10-2014 15:13:12