Sabtu, 24 Januari 2015

UTRECHT

PPI UTRECHT SARANKAN PRESIDEN MENGACU KASUS BIBIT-CHANDRA

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 24/1 (Antara) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht, Belanda, menyarankan Presiden Joko Widodo mengacu pada penyelesaian kasus Bibit-Chandra dalam menyikapi penetapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

        Pernyataan sikap PPPI Utrecht yang disampaikan Ketua PPI Utrecht Yudistira Pratama Wachyar kepada Antara London, Sabtu, menyebutkan, merujuk pada praktik ketatanegaraan dalam kasus serupa sebelumnya, yakni kasus Bibit-Chandra, untuk bergerak secara lebih cepat Presiden Jokowi dapat memperhatikan pendapat tim delapan yang pernah dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

        "Kasus ini dapat dihentikan oleh kepolisian dengan menggunakan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) atau oleh Kejaksaan Agung dengan menggunakan SKPP (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan). Maka, kami meminta supaya kasus Bambang Widjojanto juga disikapi dengan tindakan serupa," kata Yudistira.

        Pada tahun 2009, dua Wakil Ketua KPK yakni Bibit Samad Riyanto dan Chandra Martha Hamzah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

        Publik beraksi keras atas penersangkaan kedua pimpinan KPK itu dan menuding sebagai upaya untuk melemahkan lembaga antirasuah tersebut, yang akhirnya membuat Presiden SBY turun tangan.

        PPI Utrecht pun menilai penetapan tersangka Bambang Widjojanto pada Jumat(23/1) sebagai salah satu upaya untuk menghalangi kinerja KPK dalam mengusut kasus yang melibatkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

        Merujuk pada pasal 8 (2) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri, PPI Utrecht mendesak Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan untuk bertindak aktif dalam mengusut dugaan rekayasa kasus terhadap penetapan status tersangka pada Bambang Widjojanto oleh Polri.

        Selain itu, PP Utrecht menyatakan sepenuhnya mendukung KPK  menuntaskan kasus yang melibatkan pejabat negara, khususnya kasus yang melibatkan calon Kapolri.

    ***2***

Sigit Pinardi
(T.H-ZG/B/S. Pinardi /S. Pinardi ) 24-01-2015 23:47:50

JERMAN

WISATAWAN JERMAN MINATI WISATA BAHARI

         London,23/1 (Antara) - Wisata bahari, khususnya diving  merupakan salah satu wisata yang paling diminati masyarakat Jerman di Indonesia.

        Hal itu diungkapkan beberapa tour operator asal Jerman, yang  memasarkan tujuan wisata bahari di Indonesia pada pameran Internasional Olahraga Air "Boot Messe" di kota Düsseldorf, yang berlangsung dari tanggal 17 sampai 25 Januari mendatang.

        Untuk itu berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia dilakukan secara aktif terus melakukan berbagai upaya promosi di berbagai event dan kegiatan Internasional, demikian sekretaris tiga KJRI Frankfurt Malvino Aprialdy M kepada Antara London, Jumat.

        Boot Messe merupakan ajang promosi terbesar di dunia bagi produk dan jasa di berbagai sektor kegiatan olahraga air, antara lain diving, surfing, yacht, cruise, dan fishing yang diselenggarakan setiap tahun, ujar Malvino Aprialdy M.

        Tahun ini sebanyak lebih dari 1700 peserta pameran dari 57 negara mengikuti pameran tersebut. Pada tahun 2014, Boot Messe dikunjungi 266.000 orang.

        Dalam pameran tersebut Kementerian Pariwisata Indonesia bekerja sama dengan KJRI Frankfurt menyelenggarakan fasilitasi temu bisnis dan promosi berbagai destinasi wisata bahari Indonesia di pavilion Indonesia, yang terletak di Hall 3 Messe Duesseldorf.

        Sebanyak duapuluh delapan tour operator dari dalam dan luar negeri ikut serta mempromosikan dan menawarkan berbagai paket perjalanan ke destinasi wisata bahari di Indonesia, khususnya diving, seperti  Manado, Raja Ampat, Derawan, Pulau Weh, Lembeh, Selayar, Bangka, Palu, Kubu, Tulamben, Bunaken dan Wakatobi.

        Wisatawan Jerman  umumnya telah mencoba berbagai diving destination di berbagai penjuru dunia, namun memilih kembali berkunjung ke Indonesia karena faktor keramah-tamahan, kekayaan budaya, dan kekayaan hayati (small unique ocean creatures) bangsa Indonesia.

        Beberapa kegiatan yang diadakan di Pavilliun Indonesia, antara lain business gathering untuk memperkuat networking peserta / tour operator yang telah mempromosikan destinasi wisata di Indonesia maupun menjajaki hubungan bisnis dengan para pemain baru.

        Selain menyediakan fasilitas business lounge untuk one to one business meeting, serta market education, yang mempromosikan berbagai tujuan baru wisata diving oleh master diver dari Indonesia kepada para peserta dan pengunjung pameran yang utamanya adalah juga para divers. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 24-01-2015 15


ROMA

PERTAMINA JALIN KERJASAMA DENGAN LAMBORGHINI ITALIA

         London, 24/1 (Antara) - Perusahaan  minyak Indonesia Pertamina menjalin kerjasama dengan Automobil Lamborghini SpA, produsen mobil super-car utama Italia, yang diselenggarakan di kantor pusat Lamborghini, di SantAgata Bolognese, Bologna, Italia.

        Acara dihadiri undangan  berbagai kalangan, termasuk perwakilan Pertamina Jakarta dan Dubes RI Roma, August Parengkuan serta diliput oleh kalangan jurnalis internasional, termasuk dari beberapa media utama nasional, demikian  Minister Counsellor KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Jumat.

        Dalam sambutannya, CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyatakan kebanggaannya untuk dapat menggandeng Pertamina selaku technical partner bagi team motorsport Lamborghini.

        Sementara itu, Direktur Pemasaran Pertamina Lubricants, Rifky Hardijanto, menjelaskan pembukaaan kerjasama ini akan semakin memperkuat branding Pertamina khususnya produk minyak pelumas Fastron di dunia internasional, yang akan memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi minyak pelumas produk Pertamina.

        Kerjasama antara kedua perusahaan ini tidak hanya terfokus pada dukungan sponsorship Pertamina bagi Team Motorsport GT-3 Lamborghini "Squadra Corse" tetapi juga  mencakup  bidang  lainnya, yaitu pemakaian produk oli mesin (pelumas) Pertamina FASTRON pada dealer resmi Lamborghini di seluruh dunia. Selain itu, kerjasama juga meliputi bidang pengembangan teknologi minyak pelumas Fastron.

        Dubes August Parengkuan menyatakan Italia dikenal memiliki standardisasi yang sangat ketat dan dengan diakuinya minyak pelumas Fastron oleh pabrikan mobil super-car sekelas Lamborghini diharapkan yang akan semakin meningkatkan penetrasi produk pelumas Pertamina di pasar internasional. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 24-01-2015 15:58:42

Jumat, 23 Januari 2015

12MENIT

12 MENIT" TAMPIL DALAM FESTIVAL DI BULGARIA

     Oleh Zeynita Gibbons  

    London, 22/1 (Antara) - Film "12 Menit" karya sutradara Hanny R. Saputra yang tampil dalam Fesitval Film Menar di Bulgaria, sekaligus menandai Indonesia untuk pertama kali berpartisipasi pada festival tersebut.

         Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Sofia Dina Martina kepada Antara London, Rabu, mengatakan pemutaran perdana film "12 Menit" dilakukan Dubes RI untuk Sofia Bunyan Saptomo di Hall of Cinema Sofia Bulgaria.

         Selain "12 Menit",  film "Soegija" yang disutradarai Garin Nugroho juga terpilih pada  ajang  festival film untuk negara-negara dengan penduduk sebagian besar muslim yang diselenggarakan  Pozor Company, lembaga independen Bulgaria.

         Film "12 Menit" berdasarkan kisah nyata anggota group Marching Band Kota Bontang (Kaltim) dengan kegigihan dan perjuangan menghadapi berbagai permasalahan untuk mencapai satu tujuan, yaitu meraih kemenangan pada kejuaraan grup marching band tingkat nasional, di Jakarta.

         Pemutaran perdana "12 Menit" dihadiri Direktur Asia, Oseania, dan Australia Kementerian Luar Negeri Bulgaria Mr. Angel Orbetzov dan beberapa pejabat kementerian luar negeri, beberapa dubes negara muslim, serta dari kalangan akademisi, budayawan, jurnalis, "friends of Indonesia", termasuk pelajar Kelas Indonesia di Universitas Sofia, serta staf KBRI dan keluarga.

         Dubes Bunyan Saptomo mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas undangan untuk berpartisipasi pada festival dan memperkenalkan Cindy Sutedja, produser Film "12 Menit" kepada penonton.

         Festival ditujukan memperkenalkan masyarakat Bulgaria kepada budaya dan tradisi, termasuk  tradisi etnik grup di negara-negara tersebut melalui film.  
    Film-film lainnya yang berpartisipasi  berasal dari Iran, Irak, Yordania, Qatar, Siria, Tajikistan, Tunisia, Turki , UEA,  Libanon, Palestine, Mesir, Maroko, dan Aljazair.
    Beberapa penonton menyampaikan terkesan dengan "12 Menit" karena dikemas dengan apik dan sarat dengan pendidikan dan pesan-pesan kemanusiaan yang menyentuh.
    Para penonton juga menyampaikan akan menyaksikan film "Soegija" yang akan ditayangkan pada 22 dan 26 Januari 2015.

         Sebelumnya, Cindy  memberikan presentasi singkat dan diskusi mengenai film Indonesia dan perkembangannya saat ini di New Bulgarian University (NBU). Presentasi itu mendapatkan sambutan positif dari mahasiswa perfilman universitas tersebut.
    Head of Department of Cinema, Advertising, and Show Business Prof Lyudmil Hristov menyatakan tertarik dengan film Indonesia karena memiliki banyak sisi yang berbeda dan menarik dibandingkan dengan film-film yang diproduksi di Eropa.  
    Dia juga menyatakan keinginannya untuk melakukan kerja sama di bidang perfilman dengan perguruan tinggi di Indonesia dan pertukaran mahasiswa perfilman.

         Keikutsertaan Indonesia pada Sofia Menar Film Festival dan kehadiran produser Film "12 Menit"  merupakan langkah awal kerja sama Indonesia-Bulgaria di bidang perfilman.
    Festival film yang diadakan setiap tahun tersebut, juga merupakan salah satu kegiatan budaya  terbesar di wilayah Balkan. Sejak pertama kali diselenggarakan, festival telah menghadirkan 120 karya sutradara film berbakat dan terkenal negara-negara tersebut. ***4***

(ZG)
(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 22-01-2015 08:09:08

PIANIS

PIANIS INDONESIA MERAMAIKAN FESTIVAL MUSIK KLASIK LONDON


         London, 22/1 (Antara) - Pianis remaja Indonesia Maria Immaculata Setiadi mengawali debutnya di Inggris dengan menampilkan gubahan komposer dunia Beethoven (1770-1827) dan Claude Debussy (1862-1918) pada Konser Festival Music yang diadakan Asia House selama tiga hari pada 19-21 Januari.

        "Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan panitia Music Feature and Talent Unlimited yang mengelar Festival ini. Saya berharap musik bisa menjadi jembatan budaya," kata Maria Immaculata Setiadi kepada Antara London, Kamis.

        Dalam penampilannya itu Maria juga menyisipkan gubahan dari komposer Indonesia Trisutji Kamal  dengan karyanya  Angin Barat.

        Maria menyelesaikan program S-2 di bidang pertunjukan piano (piano performance) di Royal College of Music dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti patron dari MusicFeature and Talent Unlimited, Canan Maxton dan sang guru Nigel Clayton.

        Patron Music Feature and Talent Unlimited, Canan Maxton kepada Antara mengatakan Imma merupakan pianis yang sangat berbakat dan mereka merasa senang bisa menampilkannya di acara Music Festival di London.

        Selain Maria, Festival Musik itu juga menampilkan Award winning Indian pianist Julian Clef  dan Korean pianist Jason Bae serta Masterclass with Turkish classical pianist Ay¿edeniz Gökçin.

        Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb dan Sekretaris Satu KBRI London, Heni Hamidah ikut menikmati festival tersebut bersama dengan penikmat musik klasik di London lainnya.

        Maria yang pernah mendapatkan beasiswa unggulan dari Kementerian Pendidikan Indonesia mengaku sangat menghargai kedatangan Dubes Hamzah Thayeb dalam festival tersebut dan dalam konser lainnya.

         Sedangkan Dubes Hamzah Thayeb mengaku sangat menikmati konser tersebut dan menyatakan bangga melihat keahlian Imma (panggilan akrab Maria) sebagai pianis muda Indonesia yang dapat mengharumkan citra bangsa Indonesia di dunia musik internasional, selain musik tradisional gamelan Indonesia yang sangat dikenal di Inggris.

     
(ZG)
(T.H-ZG/C/A. Novarina/A. Novarina) 22-01-2015 17:16:36

Rabu, 21 Januari 2015

COOKING

TUMPENG ANTARKAN INA NUGROHO SEBAGAI "COOKING QUEEN"

         London, 21/1 (Antara) - Nasi tumpeng menjadi simbol untuk mengantarkan Ina Nugroho, seorang ibu rumah tangga di London dinobatkan sebagai "Cooking Queen" dalam Malam Gala Dinner yang diadakan di  The Royal Regency Manor Park London.

        "Saya bangga bisa mempromosikan kuliner Indonesia di Inggris," ujar Ina Nugroho, ibu dua anak remaja yang telah menetap di London sekitar 20 tahun usai acara penobatan Cooking Queen  yang diselenggarakan stasiun televisi NTV Eropa kepada Antara London, Rabu.

        Dalam penobatan "Cooking Queen" yang berlangsung larut malam itu juga dihadiri Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb dan Ny Lastry Thayeb serta Minister Counsellor KBRI London Dino Kusnadi  dan Ny Rini Dino Kusnadi, Ina Nugroho meraih hadiah sebesar dua ribu pounsterling plus tiket pesawat ke Indonesia.

        Ina Nugroho yang bersuami Edi Nugroho, lokal staf KBRI London itu juga menyajikan carry ala Indonesia. Dia mengakui  tidak menyangka bisa menang karena merasa kurang percaya diri dengan yang disajikannya. Namun dewan juri menilai hidangan yang disajikan Ina Nugroho sangat unik dan beda dengan yang lain.

        Dalam acara "Cooking Queen" digelar MST Training Provider CIC, dan disiarkan oleh stasiun televisi  NTV Europe selain memperkenalkan salah satu ikon kuliner Indonesia, Ina Nugrono juga menyajikan carry ala Indonesia.

        Para juri di antaranya Pasha Khandaker dan juga peserta lain merasa  kagum dengan kuliner Indonesia yang rasanya beda dengan carry lainnya khususnya dalam pengunaan santan, ujar Ina Nugroho yang menjajikam sate ayam dan selada Bangkok sebagai pembuka dan  dessert es cendol.

        CEO Ntv, Sebrina Hossain mengatakan, "Cooking Queen" berhasil menyatukan berbagai komunitas Asia di Inggris selain mempromosikan berbagai kulinernya di Inggris.

        Dubes Hamzah Thayeb merasa bangga karena Indonesia baru pertama kali ikut dalam "Cooking Queen" dan berhasil menjadi juara. Hal ini pertanda kuliner Indonesia mulai diakui dan disukai di Inggris dan bisa bersaing dengan kuliner dari negara lainnya terutama dari India, Thailand dan Bangladesh yang sudah lama dikenal di Inggris.

        Diharapkan kegiatan semacam ini akan dapat mendorong ibu ibu yang senang masak dan punya usaha katering di Inggris untuk berani tampil dalam mempromosikan ikon kuliner Imdonesia, demikian Dubes Hamzah Thayeb.  ***4*** (ZG) (T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 21-01-2015 21:33:49


AGI

AGI ITALIA INGIN KERJA SAMA DENGAN ANTARA

          London, 21/1 (Antara) - Kantor Berita Utama Italia AGI menyatakan keinginannya untuk menjalin kerjasama dengan Kantor Berita ANTARA di Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan akan berbagai informasi yang dinilai sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Italia.

         Hal itu diungkapkan Wakil dari Kantor Berita Italian Journalist Agency (AGI) dalam  acara "Meet The Press" yang diadakan KBRI Roma bertempat di Wisma Duta KBRI Roma, Selasa, demikian menurut Minister Counsellor KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Rabu.

        Acara "Meet the Press" dengan tema Indonesia Update 2015 itu juga  dihadiri oleh 32 perwakilan dari dari berbagai media utama Italia diantaranya RAI Radio Uno, SKH La Reppublica, majalah pariwisata Dove, Duta Besar Islamic Religious Community of Italy, Asosiasi Persahabatan Indonesia Italia, jurnalis fashion, Europe Journal serta para pelaku dunia usaha di bidang pariwisata.

        Dalam kesempatan tersebut Dubes Besar August Parengkuan mengucapkan terima kasih kepada dua orang Italia yang telah memberikan kontribusinya terhadap Indonesia yakni Vanni Pucioni dalam rangka rekonstruksi Nias setelah gempa tsunami serta Naima Morelli atas penulisan buku berjudul Indonesian Contemporary Art.

         Dubes juga menyampaikan visi misi dan program Presiden Joko Widodo dalam menjalankan pemerintahan lima tahun kedepan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia, dengan menggunakan prinsip Tri Sakti yaitu memiliki politik yang berdaulat, ekonomi yang independen serta kebudayaan yang berkarakter serta sembilan program (Nawacita).

        "Pemerintah akan meningkatkan peran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, memperkuat diplomasi ekonomi dan menjaga keutuhan wilayah NKRI berdasarkan saling menghormati dengan semua negara," demikian Dubes dalam sambutannya.

         August juga menjelaskan mengenai kondisi politik dan ekonomi Indonesia yang stabil serta iklim investasi yang semakin bersaing.

         Khusus di bidang investasi, Dubes  menyampaikan bahwa salah satu agenda program pemerintahan Joko Widodo adalah membuka peluang kepada investor asing untuk melakukan investasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur dan konektivitas di bidang kelautan.

         Dubes mengimbau pengusaha Italia yang sudah terkenal memiliki keahlian yang lebih dalam hal mengembangkan infrastruktur di bidang kelautan dan memiliki banyak pelabuhan yang sudah berstandar internasional untuk menangkap peluang tersebut.

        Dikatakannya saat ini pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam mempersingkat proses birokrasi investasi kepada investor asing yang ingin mananamkan modalnya di Indonesia.

        Sedangkan dalam rangka meningkatkan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Italia, berbagai program pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi di Italia dan Indonesia diadakan, begitu pula beasiswa yang ditawarkan pemerintah Indonesia kepada mahasiswa Italia maupun sebaliknya serta berbagai program sosial budaya yang dilakukan baik di negara Indonesia maupun negara Italia.

        August juga mempromosikan dunia pariwisata di Indonesia, berbagai macam kekayaan tempat berwisata Indonesia yang menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing termasuk turis dari Italia.***4***(T.H-ZG/C/A. Novarina/A. Novarina) 21-01-2015 16:25:36