Senin, 30 Juni 2014

ZURICH


MUSEUM ZURICH KAJI TRADISI MINUM TUAK NIRA

     Oleh Zeynita Gibbons
   
    London, 21/6 (Antara) - Museum Etnografi, Zurich melakukan kajian ilmiah tradisi minum minuman tertentu di suatu negara yang merupakan suatu jenis kebudayaan dan patut dilestarikan, seperti tuak nira dari Indonesia.

         "Cerita proses ekstraksi dan konsumsi tuak nira menjadi bahan kajian ilmiah di Museum Etnografi, Zurich," kata kurator Museum Etnografi Zurich, Andreas Isler, di sela-sela pembukaan pameran kebudayaan minum "Trinkkultur", sebagaimana dikutip Pensosbud KBRI Bern, Oktavia Maludin, kepada Antara London, Sabtu.

         Oktavia Maludin mengatakan "Trinkkultur" merupakan pameran berbagai minuman tradisional, seperti tuak nira dari Indonesia, susu Alpen Swiss, bir beras dari Cina, kawa dari Vanuatu, bir singkong dari Amazona, serta teh hijau dari Jepang.

         "Pameran yang diadakan dari tanggal 19 Juni sampai 19 Oktober mendatang itu sekaligus menjadi perayaan hari jadi ke-125 Museum Etnografi Zurich yang dibuka kembali itu," katanya.

         Pada pembukaan pameran yang dihadiri sekitar 200 undangan itu diperdengarkan alunan musik dari Indonesia yang merupakan alunan musik yang digunakan pada saat proses ekstrasi tuak nira.

         Proses ekstrasi dan budaya minum tuak nira ini juga dijadikan bahan kuliah umum di Museum Etnografi, Universitas Zurich. Produksi tuak nira dari berbagai jenis pohon palem telah dikenal di Indonesia sejak 1000 tahun lalu.

         Pada kuliah umum oleh Prof. Kozok dari Universitas Hawaii ini, selain dipaparkan proses ekstraksi, penyimpanan, dan konsumsi tuak nira, juga diceritakan peranan pohom palem bagi kehidupan masyarakat. Prof Kozok juga memperkenalkan dimensi mitologis dari ekstraksi tuak.

         Museum Etnografi Zurich memamerkan alat yang digunakan pada proses ekstrasi dan penyimpanan tuak nira yang menarik perhatian pengunjung. Alat-alat tersebut berasal dari tahun 1875-1880 yang merupakan koleksi Museum Etnografi Zurich.

         Museum ini juga menyimpan dokumentasi foto dari tahun 1921-1927, yang merupakan warisan ahli geologi Swiss, Wolfgang Leupold, yang pernah tinggal di Indonesia pada saat itu.

         Sebelumnya, Museum Etnografi Zurich juga pernah mengadakan pameran bertajuk "Aufschlussreiches Borneo" (mengungkapkan Borneo), yang memajang koleksi foto Wolfgang Leupold.

         Pameran ini mempertunjukkan artefak dan dokumentasi foto dari berbagai kelompok etnik di Kalimantan Timur. Pameran serupa juga diadakan di Universitas Indonesia pada tahun 2013 dan tahun 2014 di Erasmus Huis, Jakarta.

         Foto dan dokumentasi tersebut ditransfer ke Indonesia melalui proyek kerja sama antara antropolog dari Universitas Indonesia dan Paola von Wyss-Giacosa serta Andreas Isler yang merupakan kurator Museum Etnografi Zurich.

         Direktur Museum Etnografi Zurich Prof. Dr. Mareile Flitsch, berharap warisan sejarah pengetahuan ini dapat menjadi kontribusi dalam upaya melestarikan sejarah budaya Indonesia.

         KBRI berharap kerja sama antara museum dan antropolog Indonesia dan Swiss dapat berkembang dan terus ditingkatkan, mengingat tingg inya minat masyarakat Swiss terhadap warisan budaya Indonesia. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 21-06-2014 15:13:33

SERBIA


GUNADARMA-UNIVERSITAS DI SERBIA JALIN KERJA SAMA

     Oleh Zeynita Gibbons

     London, 20/6 (Antara) - Tim Universitas Gunadarma dipimpin Rektor Prof. Dr. Eko Sri Margianti melakuakan kunjungan ke Republik Serbia (16-19 Juni) guna membangun kerja sama di bidang pendidikan dengan beberapa universitas di negeri itu.

          Dalam kunjungan tersebut Rektor Universitas Gunadarma dididampingi oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (KOPERTIS) untuk Wilayah II (Sumatera Selatan), Wilayah III (Jakarta) dan wilayah IX (Sulawesi), kata Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Serbia Khotijahtus Sadiyah kepada Antara London, Kamis.

          Universitas Gunadarma, sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki akreditasi institusi A menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi terbaik di Republik Serbia, yakni Universitas Beograd dan Universitas Novi Sad, yang masing-masing menduduki peringkat satu dan dua di Serbia.

          Khotijahtus Sadiyah menyebutkan sebagai payung dasar membangun kerja sama tersebut ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Gunadarma dan Universitas Beograd dan dengan Universitas Novi Sad oleh rektor masing-masing universitas.

          Menurut Rektor Universitas Gunadarma, penandatanganan MoU ini bukanlah tujuan akhir, namun  titik awal dari kerja sama konkret yang akan dilakukan dalam waktu dekat di tahun ini.

          Oleh karena itu, setelah melakukan pertemuan dengan rektor dan dekan dari berbagai fakultas di kedua universitas di Serbia, untuk bertukar pikiran mengenai bentuk kerjasama yang dimungkinkan, tercatat beberapa program.

          Kerja sama yang akan segera direalisasikan yaitu pendirian Indonesian Center di Universitas Beograd, pertukaran mahasiswa dan  dosen, pendirian research center, melakukan "Joint Publication" dan "Joint Conference", serta kemungkinkan pelaksanaan "Joint Degree-Dual Degree", baik di tingkat master maupun doktoral.

         Pada kunjungannya, Universitas Gunadarma berkesempatan melakukan pertemuan dengan ComTrade, perusahaan Teknologi Informasi Serbia, yang juga memiliki sekolah tinggi di bidang teknologi informasi dan sekolah kejuruan setingkat SMA di bidang yang sama.

         Sebagai universitas yang sejak awal berfokus pada pengembangan beragam sistem dan produk teknologi informasi, Universitas Gunadarma melakukan diskusi - bertukar pengalaman pengembangan sistem sejenis dengan pihak ComTrade, terutama untuk menghasilkan pengusaha di bidang ICT melalui "Incubator Bussiness".

          Sementara itu, Duta Besar RI di Beograd Semuel Samson, mengatakan  komitmen Universitas Gunadarma untuk melakukan kerja sama di bidang pendidikan dengan Serbia tahun ini, berlangsung pada momentum yang tepat, bertepatan dengan peringatan 60 tahun hubungan bilateral RI-Serbia.

          Dikatakannya, kedua Negara berkepentingan untuk meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama antar warga masyarakat atau "People-to-People Contact", dengan basis kepada generasi muda, lewat kerja sama pendidikan dan pengembangan profesi.

          Untuk segera merealisasikannya, dalam kunjungan kerja kali ini, Universitas Gunadarma  menawarkan beasiswa kepada mahasiswa Serbia untuk melanjutkan studi di Universitas Gunadarma. Tawaran beasiswa kali ini terutama difokuskan untuk  mahasiswa Serbia yang terkena musibah banjir bandang belum lama berselang. ***3***
(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 20-06-2014 06:17:24

BIRMINGHAM


KEPEDULIAN MAHASISWA INDONESIA DI BIRMINGHAM
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 18/6 (Antara) - Pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Inggris khususnya di Birmingham menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan melalui program "Volunteering for Indonesia".

        Hal itu disampaikan Divisi Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Inggris, Krisna Puji Rahmayanti kepada Antara London, Rabu mengatakan kegiatan ini merupakan kampanye sosial yang bertujuan  meningkatkan kepedulian mahasiswa dan masyarakat Indonesia di negara itu.

       Mereka  membuat alat peraga pemberantasan buta huruf, video testimoni dan program "1 Pound 1 Postcard".

       Selain meningkatkan kepedulian  mahasiswa asing terhadap peran kegiatan relawan di dalam pembangunan khususnya di bidang pendidikan di Indonesia.

       Kolaborasi berbagai gerakan sosial hadir menyemarakkan acara  pembuatan alat peraga pemberantasan buta huruf, video testimoni dan "1 Pound 1 Postcard". Selain  itu juga digelar penampilan budaya tari nandak dan kecak  meramaikan  acara.

       Acara tersebut dihadiri Atase Pendidikan KBRI London, Prof Fauzi Soelaiman, Presiden PPI UK, Faldo Maldini dan Ketua PPI MIB, Gilang Kembara serta Brian Lucas, manajer GSDRC yang memberi materi tentang peran dan peluang kegiatan relawan dan kemanusiaan di dalam pembangunan bagi generasi muda.

        Kegiatan social (voluntary activities) yang terdiri atas pembuatan alat peraga pemberantasan buta huruf. Alat peraga pemberantasan buta huruf ini akan dikirimkan ke Papua dengan bekerja sama dengan KKN UGM.

       Video testimoni, yaitu video singkat tentang proses mencapai cita-cita yang akan dibuat dalam bentuk film pendek dan disebarluaskan secara gratis kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu peserta yang hadir mendapat kesempatan untuk berfoto dengan menggunakan busana adat Indonesia.

       Program "1 Pound 1 Postcard"  gerakan sosial menulis pesan positif di kartu pos untuk anak-anak Sekolah Dasar di Indonesia dengan tujuan untuk menginspirasi generasi muda dalam mencapai cita-cita. Selain dalam kegiatan ini, kartu pos juga dikumpulkan melalui pos dan email.

       Kartu pos yang terkumpul akan dikirimkan ke anak-anak Indonesia melalui mitra Partnership yang telah mengirimkan permohonan kepada Divisi Pengabdian Masyarakat PPI UK.

       Saat ini mitra yang telah tersambung antara lain KKN UGM wilayah Papua, Sekolah Alam Bali dan mitra individu untuk disebarkan di wilayah Paser, Lampung dan Gorontalo.   ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 18-06-2014 07:59:39

DUBAI


PENGHARGAAN UNTUK GURU SEKOLAH TKW KJRI DUBAI
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 17/6 (Antara) - Sepuluh  guru yang menjadi tenaga pengajar suka rela di Sekolah TKW KJRI Dubai tahun ajaran 2014 menerima piagam penghargaan dari KJRI Dubai.

       Penghargaan disampaikan  Konsul Jenderal RI Dubai Imam Santoso dan disaksikan  Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai, kata Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Selasa.

        Para guru tersebut adalah  warga masyarakat Indonesia yang menetap di wilayah kerja KJRI Dubai, sebagian pengurus DWP KJRI Dubai dan staf KJRI Dubai.

        Penyerahan piagam penghargaan disampaikan dalam kesempatan penutupan tahun ajaran 2014 yang berlangsung di ruang kelas Sekolah TKW KJRI Dubai yang dihadir  pejabat terkait Fungsi Pensosbud serta Fungsi Konsuler dan KJRI Dubai, pengurus DWP KJRI Dubai dan disaksikan sekitar 45  TKW yang menjadi murid sekolah ini.

        Konjen RI Dubai menyatakan  pemberian piagam penghargaan ini merupakan wujud apresiasi dan rasa terima kasih Pemerintah Indonesia, melalui KJRI Dubai, kepada guru Sekolah TKW KJRI Dubai yang  memberikan dukungan dan kontribusi nyata  turut menyukseskan program kerja KJRI Dubai dalam proses pembelajaran dan pembekalan keterampilan TKW yang ditampung sementara di penampungan KJRI Dubai.

        Konjen  menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kerja sama DWP KJRI Dubai dalam pelaksanaan sekolah ini.

        Sekolah ini merupakan program andalan KJRI Dubai untuk memberdayakan dan membekali ketrampilan TKW di penampungan sementara KJRI Dubai.

        Pada tahun ini, Sekolah TKW  memasuki tahun ke-4 pelaksanaannya sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2011. Sekolah ini merupakan kesempatan langka bagi para TKW karena dapat memperoleh tambahan pengetahuan serta ketrampilan secara gratis dari guru yang berpengalaman di bidangnya.

        Konjen RI menyampaikan harapan agar  pelaksanaan sekolah ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi para TKW yang mengikutinya, serta menambah pengalaman berharga bagi para guru pengajar.

        Para guru menyampaikan rasa suka cita dan terima kasih  atas Piagam Penghargaan yang diterima serta sangat mengapresiasi diberikannya kesempatan kepada  dalam berbagi pengetahuan melalui sekolah dan  berharap  pengetahuan yang  disampaikan dapat memberikan manfaat positif dalam meningkatkan ketrampilan para TKW.

        Sekolah TKW KJRI Dubai tahun ini terdiri dari tujuh kelas, yaitu bahasa Inggris, ketrampilan aksesoris, perawatan tubuh, tata meja dan hidang, pengembangan pribadi, pendidikan jasmani serta membaca yang  dalam pelaksanaannya, program pembelajaran setiap kelas dilaksanakan selama dua jam di hari kerja dari Minggu hingga Kamis  sore hari dan akhir pekan Jumat pagi. ***3*** (ZG)
    ¿                   
(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 17-06-2014 18:20:4

AMNESTY


AMNESTI INTERNASIONAL PRIHATIN PRT DI INDONESIA

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 17/6 (Antara) - Amnesti International prihatin terhadap pekerja rumah tangga di Indonesia karena mayoritas  adalah perempuan dan anak perempuan yang tidak dilindungi undang-undang.

        Undang-undang UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan mendiskriminasikan para pembantu rumah tangga (PRT) karena tidak menyediakan  perlindungan yang sama dengan para pekerja lainnya, kata Campaigner-Indonesia & Timor-Leste Amnesty International Secretariat, Josef Roy Benedict kepada Antara London, Rabu.

        Untuk itu, Amnesti Internasional minta agar Indonesia khususnya  DPR  mempercepat pengesahan rancangan undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga.

        Dia mengaatakan, pada  saat orang di penjuru dunia memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional pada 16 Juni, jutaan PRT di Indonesia masih rentan terhadap eksploitasi ekonomi dan kekerasan karena kegagalan DPR RI mengesahkan RUU Perlindungan PRT selama hampir satu dasawarsa.

        Tanpa adanya perlindungan hukum yang memadai,  PRT seringkali dieksploitasi secara ekonomi dan tidak diakui hak-hak mereka atas kondisi kerja layak, kesehatan, pendidikan, standar penghidupan layak dan kebebasan bergerak.

       Sebagai hasilnya banyak dari PRT  bekerja dan tinggal dalam kondisi yang sengsara tanpa perlindungan dan banyak dari mereka berisiko menghadapi kekerasan fisik, psikis dan seksual.

        Sebuah RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga telah menjadi agenda legislasi sejak 2004, tetapi menghadapi penundaan terus-menerus karena minimnya kemauan politik para anggota DPR RI untuk memastikan pengesahannya.

       Amnesti Internasional prihatin tentang ketentuan-ketentuan dalam RUU tersebut yang tidak sesuai dengan standar dan hukum internasional.

       Kegagalan  mengesahkan RUU ini  diangkat terus-menerus oleh Badan-Badan Pengawas PBB atas instrumen HAM internasional setelah menilai rekam jejak HAM Indonesia.  
   Amnesti International mendesak DPR RI segera membahas dan mengesahkan Undang-Undang PRT sebagai urusan yang mendesak, sesuai dengan standar dan hukum internasional, sebelum masa tugasnya berakhir di September 2014.

       Amnesti Internastional juga prihatin akan penundaan di Indonesia untuk meratifikasi Konvensi Pekerja Rumah Tangga ILO (Organisasi Buruh Internasional) No. 189, sebuah traktat tonggak peletak  standar internasional bagi perlindungan hak-hak PRT. Konvensi ini diadopsi pada 16 Juni 2011 lalu dan berlaku pada September 2013.

       Tiga tahun lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato pada saat traktat ini  diadopsi dalam Konferensi Buruh Internasional di Jenewa, membuat komitmen publik mendukung instrumen ini dan mendesak delegasi-delegasi lainnya di konferensi itu untuk melakukan hal yang sama.

       Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar tahun ini juga telah menyatakan komitmennya untuk meratifikasi instrumen tersebut.

       Amnesti International menyerukan kepada Presiden Yudhoyono untuk berdiri di atas komitmennya tersebut dan memastikan Konvensi ILO tentang PRT ini diratifikasi sebelum mengakhiri jabatannya.

       Amnesti Internasional percaya langkah-langkah ini akan mengirimkan pesan yang kuat bagi PRT di Indonesia bahwa pemerintah berkomitmen terhadap perlindungan hak-hak mereka. Ini juga akan memperkuat upaya  pemerintah Indonesia untuk memastikan perlindungan hukum bagi para PRT Indonesia di luar negeri. ***1*** (ZG) (T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 17-06-2014 18:28:05

MAROKO


IAIN IMAM BONJOL JALIN KERJASAMA PENDIDIKAN DI MAROKO

          London, 15/6 (Antara) - Delegasi IAIN Imam Bonjol-Padang yang dipimpin  Rektor Prof. Dr. H. Makmur Syarif, SH, M.Ag, didampingi Wakil Rektor II, Wakil Rektor III serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, mengembangkan kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas di Maroko.

         Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Rabat, Suparman Hasibuan kepada Antara London, Minggu, menyebutkan dalam kunjungan delegasi dari IAIN Imam Bonjol di Maroko berhasil dilakukan Penandatanganan MoU Kerja Sama antara IAIN Imam Bonjol dengan  dua universitas terkemuka di Maroko yaitu Universitas Sidi Mohamed ben Abdellah Fes-Maroko dan Institut Darul Hadist Rabat-Maroko.  
   Di kota Fes, delegasi IAIN Imam Bonjol juga mengunjungi dan menjajaki kerja sama dengan Universitas Al-Qarawiyyin yang dikenal sebagai salah satu universitas tertua di dunia.

        Selain itu, IAIN Imam Bonjol juga mengadakan pertemuan dengan Kementerian Awkaf dan Urusan Islam Maroko.

         Hal ini penting untuk menjalin kembali hubungan komunikasi dan silaturrahim mengingat pada tahun 1996-1998 IAIN Imam Bonjol mengirim lima dosen untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3 di beberapa perguruan tinggi di Maroko atas dukungan Kementerian Awkaf dan Urusan  Islam Maroko.

       Beberapa pokok kerja sama dalam MoU antara IAIN Imam Bonjol dengan Universitas di Maroko adalah kesepakatan untuk saling melakukan kunjungan, seminar bersama, jurnal ilmiah serta pertukaran mahasiswa dan dosen untuk dapat meneruskan studinya di program S1,  S2 dan S3.

       Sebagai langkah konkret dari hubungan kerjasama ini, IAIN Imam Bonjol menyampaikan keinginannya untuk mengirimkan sejumlah mahasiswa-mahasiswi untuk dapat menempuh pendidikan di Universitas Sidi Mohamed ben Abdellah Fes.

        Dalam kaitan ini, Universitas Sidi Mohamed ben Abdellah telah menyampaikan sambutan baiknya dan kesiapannya menerima para mahasiswa-mahasiswi.

        Dubes RI untuk Maroko Tosari Widjaja mengungkapkan kegembiraannya atas hubungan kerja sama yang terjalin antara IAIN Imam Bonjol dengan Universitas Sidi Mohamed ben Abdellah-Fes.

        Hal ini akan memperkuat hubungan kerja sama antara Pemprov Sumatera Barat dengan Provinsi Fes-Boulamane yang telah terjalin sebelumnya melalui Penandatanganan Pernyataan Kehendak (LoI) Kerjasama Provinsi Bersaudara pada tanggal 26 Mei 2014 di Kota Fes.

        "Hubungan kerja sama antara IAIN Imam Bonjol dengan Universitas Sidi Mohamed ben Abdellah-Fes akan semakin memperkuat dan meningkatkan kerja sama antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Fes Boulamane-Maroko yang telah terjalin sebelumnya melalui Penandatanganan Pernyataan Kehendak (LoI) Kerjasama Provinsi Bersaudara," demikian Dubes Tosari Widjaja.***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 15-06-2014 20:11:52

MENLU


MENLU: LANGKAH NYATA HENTIKAN KEKERASAN PADA WANITA
          
    London, 14/6 (Antara) - Indonesia menegaskan perlunya langkah-langkah nyata dalam upaya global mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dalam konflik bersenjata
   Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan hal itu pada pertemuan "Global Summit to End Sexual Violence in Conflict" yang berlangsung di gedung Excel London, dan  dihadiri bintang film Amerika Angelina Jolie serta  Menteri Luar Negeri Inggris William Hague  di London, Inggris  dari tanggal 12-13 Juni.

         Dalam pertemuan tingkat menteri, Menlu  menegaskan pentingnya masyarakat internasional mengambil langkah-langkah nyata untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak dalam konflik bersenjata.

         "Indonesia mendorong adanya pendekatan bersama dalam menangani isu tersebut melalui empat langkah konkret yaitu  pencegahan, deteksi dini, perlindungan, serta tindakan hukum dan pemberian keadilan bagi korban," ujarnya.

        Keempat langkah ini penting guna mensinergikan dan mengefektifkan upaya nyata bersama negara-negara dalam mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik bersenjata
   Menlu menggarisbawahi arti penting peran misi penjaga perdamaian dalam upaya menangani kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

        Dikatakannya, sebagai yang terdepan dalam menjaga perdamaian di daerah konflik, pasukan penjaga perdamaian harus memiliki kapasitas untuk mencegah dan menangani kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

         Indonesia, sebagai salah satu negara kontributor pasukan penjaga perdamaian PBB,  mengintegrasikan nilai-nilai dan pengetahuan HAM serta hukum humaniter kepada pasukan penjaga perdamaian Indonesia,ujar Menlu.

         Dikatakannya Indonesia adalah salah satu dari 14 negara "champions" dari "Preventing Sexual Violence Initiative (PSVI)", sebuah inisiatif global untuk mencegah dan mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

         KTT global itu dihadiri oleh kurang lebih 2000 peserta dari 114 negara, yang terdiri dari dua kepala negara, 70 menteri, ratusan pakar dan sejumlah peserta lainnya.

         Sekretaris Satu Fungsi Ekonomi KBRI London Hastin Dumardi kepada Antara London, Kamis menyebutkan Global Summit  merupakan tindak lanjut dari deklarasi "Global Commitment to End Sexual Violence in Conflict" yang ditetapkan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-68 di New York, AS pada tanggal 24 September tahun lalu.

        Deklarasi diluncurkan sebagai komitmen negara-negara yang berfokus pada upaya pencegahan, dokumentasi dan investigasi, serta pemberian keadilan kepada korban tindak kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

         Sebelum pertemuan KTT Global di London ini, Indonesia telah memprakarsai pernyataan bersama dengan Filipina dan Timor Leste, mengenai kontribusi kawasan Asia Tenggara dalam upaya global pencegahan kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.***1***
(ZG/f001)
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 14-06-2014 12:47:26