Rabu, 22 Oktober 2014

IKON

BENGAWAN SOLO HIPNOTIS PENONTON INDONESIA KONTEMPORER

          London 19/10 (Antara) - lagu Bengawan Solo dengan komposer Gesang yang dibawakan  "duo operatic", Paretta Anggrek dan Luke Green, berhasil menghipnotis  sekitar 500 penonton yang memadati Brunei Gallery Lecture Theater, SOAS University of London, Sabtu siang.

         Paretta Anggrek asal Indonesia dan  Luke Green dari Inggris yang menampilkan lagu Bengawan Solo, Sepasang Mata Bola, dan Kroncong Moresko mendapat sambutan pengunjung  Indonesia kontemporer (Ikon) yang digelar ARTi UK dengan dukungan KBRI London,  Centre of South East Asian Studies (SOAS) University of London, PPI London dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

         "Saya senang dan bangga bisa memperkenalkan lagu Indonesia khususnya lagu keroncong dikalangan masyarakat Inggris di London," ujar Paretta Anggrek kepada Antara London usai menunjukkan kebolehannya melantunkan lagu keroncong yang dinilainya tidak beda dengan lagu opera.

        Menurut Paretta Anggrek yang sehari hari bekerja sebagai pengacara di London, nada lagu keroncong  berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan  para pelaut dan budak kapal niaga  sejak abad ke-16 ke Nusantara,  tidak beda dengan lagu opera yang  popular di Inggris
   Penampilan Paretta dan Luke Green merupakan kolaborasi  Indonesia Inggris  dalam Indonesia kontemporer,  juga ditampilkan   Anna Ingleby dan suami Haviel Perdana dari Indigo Moon Theatre yang mempertunjukkan  wayang kontemporer yang menampilkan  The Worm that Squirmed,  menghibur  penonton di Khalili Lecture Theatre SOAS.

        Anna Ingleby  sejak beberapa tahun terakhir memperkenalkan wayang golek yang dipelajarinya dari Asep Sunandar Sunarya - kepada masyarakat Inggris dengan bantuan sang suami Haviel Perdana,  musisi asal Indonesia - menampilkan wayang golek interaktif  tidak saja menghibur mahasiswa tetapi juga anak anak karena   pertunjukkan Anna memang khusus ditujukan untuk anak-anak.
    Penyelengaraan Indonesia Kontemporer berhasil mempromosikan  Indonesia dikalangan masyarakat Inggris khususnya kalangan akademika, ujar  Dr Roger Montgomery  Visiting Senior Fellow pada London School of Economi ( LSE)  Asia Research Centre kepada Antara London, Sabtu.

         Dr Roger Montgomery  bersama sang Istri  Barbara Bisco , penulis buku novel A Taste for Green Tangerines, yang bercerita tentang Antropolog Inggris dengan latar belakang  Yogjakarta, serta novel Tiger with a Human Soul  mengambil seting di Mataram mengakui Indonesia merupakan Negara yang menarik dan penuh dinamika.

         Sementara itu Candidate  wakil dubes Inggris untuk Indonesia Juliet Maric kepada Antara London mengatakan acara Indonesia Kontemporer berhasil menyatukan masyarakat Inggris terutama kalangan akademika dengan masyarakat Indonesia yang ada di London.

         Kaborasi pertunjukan seni budaya Indonesia terutama gamelan dari kelompok Jagat Gamelan yang sebagian besar pemain asal Inggris  mengiringi penari dari kelompok Lila Cita dari Indonesia serta penyanyi Gita Gutawa yang tengah menuntut ilmu di LSE  menunjukkan keberhasilan penyelengara dalam menyatukan seniman Indonesia di Inggris, Seniman  Inggris Margaret Coldiron PhD dengan diiringi  Jagat Gamelan menampilkan Tari topeng.

         Juliet yang tertarik dengan perkembangan di Indonesia akhir akhir ini terutama dengan terpilihnya Jakowi sebagai presiden Indonesia  mengharapkan hubungan Indonesia Inggris akan semakin erat. "Indonesia Negara yang sangat menarik," ujar Juliet yang sudah tidak sabar untuk bertugas di Indonesia dengan belajar Bahasa Indonesia dan mencoba berbagai kuliner Indomesia.

        Minister Counsellor KBRI London Dino Kusnadi kepada Antara mengakui penyelengaraan ikon berhasil mengedepankan seni kontemporer Indonesia secara   luas dan lebih mendalam dengan digelarnya berbagai seni budaya seperti gamelan Bali yang  diikuti dengan workshop, juga batik yang ditampilkan disainer muda Indonesia Tiana Hannaford yang diperagakan oleh mahasiswa asing.

         Tiana Hannaford dengan bantuan sang Bunda Tia Darik berupaya memperkenalkan batik dikalangan anak muda di Inggris dengan rancangan yang menarik dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan seperti yang ditampilkan  mahasiswa rekan Tiana Hannaford  yang rancangan penuh ceriah.

        Penyanyi Gita Gautawa yang tengah menuntut ilmu di LSE mengakui penyelenggaraan Ikon yang digagas oleh Felicia Nayoan Siregar, berhasil menarik perhatian kalangan muda di Inggris yang ingin mengetahui lebih jauh tentang berbagai budaya Indonesia tidak saja kesenian tetapi juga kuliner.

        Diluar kampus gedung  Brunei Gallery Lecture Theater, SOAS terdapat beberapa stand yang menjual kuliner Indonesia diantaranya Warung Windsor milik Aqaya Leatemia Davenport yang dikenal dengan sate ayam serta tong seng kambing.

         Aqaya Leatemia Davenport bersama suami dan dibantu anak-anak serta para sahabatnya tidak bosan bosan nya mempromosikan kuliner Indonesia khususnya Sate ayam ke berbagai acara dan festival di Inggris.

         "Saya ingin kuliner Indonesia bisa makin dikenal di Inggris, apalagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Industri kreatif telah menetapkan 30 ikon kuliner Indonesia yang perlu dipromosikan," ujar Agaya.

        Agaya tidak bosan-bosan nya mengikuti bazaar atau festival makanan yang digelar di berbagai daerah di Inggris dalam upaya mempromosikan dan memperkenalkan kuliner Indonesia berupa sate ayam dan tongseng.

        Tidak saja sate ayam yang banyak diminati pengunjung Ikon tetapi juga mpek mpek dari Dapoer Palembang, Somai dan batagor yang dijajahkan Mbak Yuyun, serta nasi Padang plus ayam bakar dari Dapur teh Ina serta Bahan makanan dan tempe Dari IDF
   Pendiri ARTiUK, Felicia Nayoan Siregar  mengatakan Festival sehari seni dan budaya Indonesia kembali di digelar di London,  menyusul  keberhasilan penyelenggaraan tahun tahun sebelumnya .

       Dikatakanya penyelenggaraan Ikon mendapat dukungan dari berbagai pihak mulai dari KBRI London, para Pelajar yang tergabung dalam PPI London, sampai pada maskapai penerbangan Garuda yang kembali terbang ke London sejak September lalu.

        Key Account Manager Garuda Indonesia, Justin Fitzgerald mengatakan sejak membuka jalur penerbangan Garuda ke Inggris pada September lalu, banyak masyarakat Inggris yang tertarik yang melakukan wisata ke Indonesia dengan mengunakan Garuda, namun demikian ia tidak bosan bosannya berpromosi.

         Acara  Indonesia Kontemporer ditutup dengan penampilan Gita Gutawa dan penampilan musik dangdut oleh Teguh Santoso dan rekan-rekan yang menghangatkan cuaca musim gugur di Inggris. (ZG)

(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 19-10-2014 15:13:12

BOWLING

INDONESIA JUARA UMUM TURNAMEN BOWLING ANTAR KEDUBES ASEAN

         London, 19/10 (Antara) - Tim Indonesia yang terdiri dari Keluarga Besar KBRI Praha, berhasil memenangkan seluruh kategori pada Turnamen Bowling antar Kedubes Negara ASEAN yang berlangsung di Praha, Rep. Ceko akhir pekan.

        Ery Hantyono memenangkan kategori Best Male Bowler, Effi Guntur merebut gelar Best Female Bowler, dan untuk kategori tim dimenangkan oleh Ery Hantyono, Guntur Setyawan, Wahono Yulianto, dan Zainul Arifin,  Sekretaris III Penerangan dan Juru Bicara KBRI Praha Fitriyani Riduan mengatakan kepada Antara London, Minggu.

          Duta Besar RI di Praha, Emeria W.A. Siregar, mengucapkan selamat kepada Tim Indonesia dan menyampaikan  kegiatan Turnamen Bowling antar Kedubes Negara ASEAN yang merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan ASEAN Community 2015, dan bertujuan meningkatkan solidaritas antar negara-negara ASEAN di Rep. Ceko.

         Kemenangan Tim Indonesia merupakan kali kedua  setelah sebelumnya juara pada tahun 2012. Turnamen ini digelar sejak 2010 dan dilaksanakan atas kerja sama lima Kedubes negara ASEAN di Praha yang tergabung dalam ASEAN Committee in Prague (ACP).

        Hasil Turnamen Bowling antar Kedubes Negara ASEAN: Tim Indonesia (Juara Umum), Tim Thailand (Runner-Up), Tim Malaysia (Runner-Up Pertama).(ZG)

(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 19-10-2014 08:11:09

ASEM

INDONESIA NILAI KONEKTIFITAS ASIA-EROPA PENTING

         London, 19/10 (Antara) -  Indonesia  menekankan pentingnya konektifitas Asia-Eropa pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europa ke-10 (KTT ASEM10) yang tahun ini mengangkat tema "Responsible Partnership for Sustainable Growth and Security".

         KTT diikuti oleh 41 Kepala Negara Asia dan Eropa yang berlangsung di Milan, Italia, Minister Counsellor KBRI London, Nindarsari Utomo mengatakan dalam pernyataan tertulis kepada Antara London, Minggu.

         Presiden Dewan Eropa Herman van Rompuy memimpin KTT ASEM10 yang  juga dihadiri oleh Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, sebagai tuan rumah KTT ASEM10, dan oleh mitra ASEM yang baru yaitu Kazakhstan dan Kroasia.
   Herman mengatakan saat ini Asia dan Eropa perlu memperkuat dialog dan kerja sama, khususnya terkait konflik di Ukraina, Afrika dan Timur Tengah yang dampaknya mulai dirasakan oleh dunia internasional.

        Dikatakannya Eropa sendiri masih menghadapi banyak tantangan setelah diterpa krisis keuangan. Eropa terus berjuang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi pengangguran.

        KTT ASEM10  yang berlangsung selama dua hari (16-17 Oktober) menghasilkan "Chair's Statement" yang berisi hasil pembahasan Kepala Negara/Pemerintahan antara lain mengenai upaya peningkatan kerja sama untuk memperkuat konektivitas Asia dan Eropa, peningkatan kemitraan Asia-Eropa dalam menghadapi berbagai tantangan global, peningkatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan,pendidikan, serta sosial dan budaya.

        Para Kepala Negara dan Pemerintahan mitra ASEM membahas upaya kerja sama dalam mengatasi ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional,   menanggulangi penyebaran penyakit menular Ebola, dan membahas  perkembangan di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

         Duta Besar Dian Triansyah Djani, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, selaku Ketua Delegasi RI, menekankan pentingnya kemitraan antara Asia dan Eropa dalam menghadapi tantangan dunia dewasa ini termasuk tantangan pembangunan dan pencapaian kemakmuran bersama.

        Disampaikan perlunya bekerja sama untuk, antara lain, agenda pembangunan paska 2015 yang perlu memberikan perhatian pada upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan manusia selain   menindaklanjuti hasil paket Bali pada Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-9 di Bali.

        Selain itu perlindungan terhadap pekerja migran perlunya komitmen dalam pengurangan emisi gas rumah kaca,  kerja sama dalam pencegahan penyakit menular, khususnya Ebola, menangani krisis di Timur Tengah, dan memajukan kerja sama bi-regional ASEM untuk meningkatkan konektivitas Asia dan Eropa.

          ASEM merupakan forum dialog dan kerja sama antara Asia dan Eropa yang dibentuk pada tahun 1996 saat ini ASEM terdiri dari 53 mitra dari kawasan Asia dan Eropa, termasuk dua institusi regional yaitu Sekretariat ASEAN dan Uni Eropa.

         Kedua kawasan ini mewakili sekitar 50 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia, 60 persen  populasi dunia, dan 60 persen perdagangan internasional.

         Pertemuan berikutnya KTT ASEM ke-11 akan diselenggarakan di Mongolia pada tahun 2016, demikian Nindarsari Utomo. ***1***
(ZG/b)
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 19-10-2014 08:11:07

TOSARI

DUBES TOSARI WIDJAJA TERIMA PENGHARGAAN RAJA MAROKO

         London, 18/10 (Antara) - Dutabesar RI untuk Kerajaan Maroko Tosari Widjaja mendapat bintang jasa Grand Cordon merupakan bintang jasa tertinggi (exceptional rank) dalan kelas Order of Alawite Wissam yang diberikan oleh Raja Maroko kepada masyarakat sipil.

        Penghargaan Raja Maroko itu diserahkan saat Dubes Tosari Widjaja saat melakukan kunjungan perpisahan (farewell call) kepada Raja Maroko Mohamed VI di Istana Kerajaan di Casablanca, Jumat, demikian Pensosbud KBRI Maroko Muhammad Hartantyo kepada Antara London, Sabtu.

        Dikatakannya dalam kesempatan itu Raja Maroko menganugerahi bintang jasa Alawite Grand Cordon Wissam kepada Tosari Widjaja, bintang jasa Grand Cordon merupakan bintang jasa tertinggi (exceptional rank) dalan kelas Order of Alawite Wissam yang diberikan oleh Raja Maroko kepada masyarakat sipil.

        Pemberian bintang jasa tersebut melambangkan apresiasi yang tinggi dari pemerintah Maroko atas jasa jasa Dubes Tosari Widjaja yang berhasil memajukan hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia dan Maroko selama bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko.

         Tosari Widjaja mulai bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko sejak penyerahan surat kepercayaan Letter of credentials kepada raja Mohamed VI pada tanggal 5 Maret 2010.

         Dubes Tosari Widjaja direncanakan akan kembali ke tanah air pada tanggal 16 November 2014 sebagai pengantinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melantik Endang Dwi Syarif Syamsuri sebagai Dubes RI untuk Kerajaan Maroko danRepublik Islam Mauritania pada tanggal 15 Oktober 2014 di Jakarta.***1***
(ZG)

(T.H-ZG/C/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 18-10-2014 23:12:22

IKON

LONDON KEMBALI GELAR FESTIVAL BUDAYA INDONESIA KONTEMPORER
 
         London, 16/10 (Antara) - ARTiUK bekerja sama dengan Pusat Studi Asia Tenggara (CSEAS) SOAS University of London dan KBRI London- kembali akan menggelar Indonesia Kontemporer (IKON) 2014 di Kampus SOAS, Russel Square di pusat kota London, Sabtu.

        Pendiri ARTiUK, Felicia Nayoan Siregar kepada Antara London, Kamis  mengatakan festival sehari seni dan budaya Indonesia digelar di London,  menyusul  keberhasilan penyelenggaraan festival serupa pada tahun tahun sebelumnya.

        Festival sehari penuh yang menampilkan beragam kegiatan ini merupakan kesempatan bagi pengunjung  menikmati makanan Indonesia serta menyaksikan seni dan budaya Indonesia sebagai inspirasi panggung global.

        Felicia Nayoan Siregar mengatakan Indonesia Kontemporer tahun ini bertema  wayang.
   Pasangan suami istri campuran Inggris-Indonesia,  Anna Ingleby and Haviel Perdana -  di bawah naungan Teater Indigo Moon- menampilkan wayang golek berjudul The Worm that Squirmed.

        Saat tampil di IKON 2012 lalu, banyak pengunjung tidak dapat menonton karena ruangan penuh dan  tahun ini akan ada dua pertunjukan wayang yang diikuti dengan workshop membuat wayang.

        Sementara itu, murid-murid Sekolah Internasional ISL Surrey akan memajang karya seni mereka terinspirasi oleh wayang Indonesia.
   Kerja sama ARTiUK dengan Anglo Indonesian Society menghadirkan diskusi tentang wayang dengan pembicara Prof Matthew Isaac Cohen dari Royal Holloway University dan Dr Alessandra Lopez y Royo dari SOAS University.

       Dikatakannya tidak ada wayang tanpa gamelan. Untuk itu IKON 2014 akan diramaikan  beberapa kelompok gamelan London seperti Lila Cita yang memainkan Semar Pegulingan dan Segara Madu yang memainkan Gender Wayang.
  Kelompok gamelan kontemporer menampilkan pemain campuran warga Inggris dan Indonesia dari beragam usia termasuk Jagat Gamelan yang berkolaborasi dengan Margaret Coldiron, penari topeng yang pernah tinggal di Bali- serta penyanyi Gita Gutawa yang sedang belajar di Inggris Raya.
   Paket wayang di IKON 2014  diperkaya dengan pemutaran film Unmasked, karya sutradara muda Mayang Irsan.

        Kekayaan budaya Indonesia juga akan tercerminkan dengan kehadiran PPI London melalui Tarian Saman yang ditetapkan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage- serta kelompok penari Papua yang akan menemani Gita Gutawa menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya.

        Duet Luke Green dan Peretta Anggerek  akan mentransformasi lagu-lagu Indonesia menjadi kemasan musik klasik.

        Mantan wartawan Reuters yang kini menjadi penulis buku,  Elizabeth Pisani, akan berbagi cerita tentang pengalaman yang menginspirasi bukunya  Indonesia etc.

        Seperti tertulis dalam salah satu resensi: Dia menyantap anjing untuk makan malam, minum teh bersama orang mati dan berdebat dengan politisi tentang korupsi dan kemalasan.

        Sedangkan Barbara Bisco, novelis tamatan Harvard University dan Cornell University, juga akan memperkenalkan novelnya yang berlatar belakang Yogyakarta, Tiger With Human Soul.

        Dalam acara IKON juga digelar festival film mini diantaranya akan diputar film  Tales of Waria, tentang komunitas transgender di Indonesia dan film Untuk Rena, yang bercerita tentang anak-anak di rumah yatim.

        Festval Indonesia juga akan menyajikan bazar kuliner dengan warung makanan dari berbagai wilayah Indonesia disamping batik dan aneka kerajinan tangan dan buku yang dijajahkan di ruang pameran Brunei Gallery Suite.

        Disainer muda Tiana Hannaford akan mengelar peragaan busana Batik. Keindahan Indonesia dibuktikan dalam pameran foto antara lain karya Nina Flynn, dengan tema Island Hopping.

        IKON 2014 akan ditutup dengan pagelaran music dangdut dimana  pengunjung boleh naik panggung untuk ikut berjoget.

        Festival gratis tersebut antara lain disponsori Garuda Indonesia, yang membuka kembali rute penerbangan Jakarta-London pada awal September tahun ini.

        Indonesia Kontemporer bukan hanya memperkenalkan seni dan budaya Indonesia ke khalayak yang lebih luas di Inggris, tapi juga merayakan keikutsertaan dunia internasional dalam pengayaan seni dan budaya Indonesia, demikian Felicia Nayoan Siregar.(ZG)
(T.H-ZG/B/Suharto/Suharto) 17-10-2014 00:36:46

OXFORD

UI TINGKATKAN KERJA SAMA DENGAN OXFORD

     Oleh Zeynita Gibbons

    London 15/10 (Antara) -  Delegasi Universitas Indonesia dibawah pimpinan Sekretaris Universitas Prof. Dr. Tommy Ilyas mengadakan kunjungan ke beberapa universitas terkemuka di Inggris untuk meningkatkan kerja sama, di antaranya dengan  University of Oxford.

         "Rombongan UI juga mengunjungi Imperial College London, London School of Economics and Political Sciences (LSE) dan University College of London (UCL)," kata Pengajar FISIP UI yang sedang tugas belajar di LSE, Vishnu Juwono, Rabu.

         Dalam kunjungan itu, Prof. Tommy juga didampingi Direktur Hubungan Alumni UI Dr Sandra Fikawati, Deputi Direktur Hubungan Alumni UI Erwin Nurdin, dan Staf Khusus Direktorat Hubungan Alumni Ahmad Syafiq PhD.

         Kunjungan Delegasi UI ke Inggris selama enam hari sejak 7 hingga  12 Oktober itu mendapat dukungan KBRI, Kuasa Usaha Ad Interim Eka A. Suripto, Koordinator Pensosbud merangkap Plt Atase Pendidikan Kebudayaan (Atdikbud) Dino Kurniadi, dan Sekretaris I/Politik Fadjar Tjahjanto, serta jajaran perwakilan Indonesia di Inggris.

         "Delegasi UI diterima langsung oleh pimpinan tertinggi University of Oxford Vice Chancellor Prof. Andrew Charlton di meeting room Wellington Square, Oxford," katanya.

         Dalam sambutannya, Prof. Andrew Charlton menyambut baik kedatangan delegasi UI dalam rangka peningkatan kerja sama antara UI dengan University Oxford dalam sinergi akademik yang lebih erat lagi.

         Prof. Tommy menjelaskan kehadiran delegasi UI di University of Oxford ingin menunjukkan bahwa UI tidak hanya menjadi nomor satu di Indonesia tetapi juga dapat bersaing di tingkat internasional.

         "Karenanya, kami ingin meningkatkan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi terbaik di Inggris seperti University of Oxford," katanya.

         Selain membahas kerja sama akademik, Ahmad Syafiq mempresentasikan "tracer study" yang dilakukan Direktorat Alumni Universitas Indonesia.

         Studi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai karakteristik dari para alumni UI yang telah bergabung dalam dunia kerja. Mereka ingin melakukan studi bagaimana University of Oxford menggunakan data dari  alumninya dan bagaimana salah satu universitas tertua di dunia tersebut membangun dan mengembangan jaringan alumninya di seluruh dunia.

         Sebelumnya, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia menjalin kerja sama dengan Center for Tropical Medicine Nufilled, Department of Medical dari University of Oxford dengan ditandatanganinya  Memorandum of Understanding (MOU) pada November 2012.

         Selain mengunjungi Oxford University, delegasi UI berkesempatan berkunjung ke Imperial College London yang dikenal dengan bidang studi keteknikan di tingkat dunia (nomor 2 di dunia berdasarkan peringkat QS University Rankings) dan berdiskusi dengan Head of International Programme Clare Turner serta Dosen Senior Dr. David McPhail dari Department of Materials.

         Pada pertemuan tersebut, delegasi UI menjajaki kesempatan berkolaborasi akademik dengan Imperial College London, terutama dalam meningkatkan kerja sama dengan fakultas teknik, apalagi terdapat beberapa mahasiswa Imperial College London juga merupakan alumni Universitas Indonesia.

         Selanjutnya, Delegasi UI mengadakan pertemuan dengan pejabat University College of London (UCL) yang mempunyai peringkat keempat universitas dunia berdasarkan ranking yang dikeluarkan QS.

         Di Imperial College London, delegasi diterima beberapa pejabat UCL yang dipimpin Nigel Percival, Director of the office of International Affairs.

         Dalam diskusi itu, delegasi UI yang dipimpin Prof. Tommy selain membahas usaha untuk memperkuat kerja sama dalam bidang riset diantara kedua universitas, serta memperkuat program pertukaran mahasiswa dan staf akademik.

         "Diharapkan, mahasiswa atau dosen UCL tertarik untuk melakukan studi di Indonesia dan dapat difasilitasi oleh UI," katanya.

         Selanjutnya, rombongan UI melakukan kunjungan ke  kota Nottingham dan berkunjung ke University of Nottingham yang disambut oleh Helen Foster, Director of International Office, University of Nottingham yang  dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai upaya  memperkuat kerja sama akademik antara University of Nottingham dengan UI.

         Sebelumnya berbagai kerja sama telah dilakukan di antaranya adalah program S2. Untuk bidang Terrorism in International Security berbasis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.

         Pada hari terakir, kunjungan kerja delegasi Universitas Indonesia berkunjung ke London School of Economics and Political Sciences (LSE) yang merupakan institusi pendidikan tinggi terkemuka di Inggris untuk bidang ilmu Sosial dan Humaniora. ***3***
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/C/E.M. Yacub) 15-10-2014 21:47:54

PAPUA

TOKOH PAPUA BARAT BAHAS KERJASAMA PEMBANGUNAN

         London,15/10 (Antara) -  Dua tokoh  penting dari Papua Barat, Indonesia, Franz Albert Joku dan Suriel Semuel Mofu mengadakan kunjungan selama dua hari di Brusel dalam rangka penjajakan kerjasama bidang pembangunan dengan Belgia dan Uni Eropa.

        Rektor Universitas Negeri Papua (UNIPA) Suriel Semuel Mofu melakukan pertemuan dengan Direktur Institute for Tropical Medicine (ITM) di kota Antwerpen, Belgia, demikian Counsellor KBRI Brusel Riaz J.P. Saehu, kepada Antara London, Rabu.

       Dikatakannya keduanya sepakat untuk menjajaki kerjasama riset dan akademis dalam waktu dekat, khususnya di bidang penanggulangan malaria dan manajemen kesehatan masyarakat di Papua Barat. Mahasiswa-mahasiswa UNIPA juga ditargetkan untuk melanjutkan studi jenjang S2 dan S3 di ITM.

        Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno mengatakan saat ini, tingkat kematian karena malaria di Papua Barat sangat tinggi. Ada kekosongan dalam hal kapasitas SDM, pendidikan, serta riset tentang malaria. Skema yang sedang dibahas UNIPA dengan ITM diharapkan dapat mengisi kekosongan ini, ujarnya .
   ITM adalah institusi riset dan pendidikan tingkat global yang memiliki infrastruktur dan resources kuat, khususnya di bidang penanggulangan penyakit malaria. Secara historis, hubungan ITM dengan Indonesia sudah terjalin sejak dulu. Beberapa ahli di bidang kedokteran di Indonesia, termasuk Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, adalah alumni ITM.

        Suriel Semuel Mofu mengatakan upaya untuk peningkatan kerjasama pembangunan di Papua Barat seyogyanya  dilihat jauh kedepan, dan peningkatan kerjasama pendidikan di ranah kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya membangun Papua Barat menjadi lebih baik.

        Para tokoh Papua Barat juga melakukan diskusi dengan Anggota Parlemen Eropa (MEP) dari kelompok politik terbesar yaitu European People¿s Party (EPP) dan kelompok politik terbesar kedua Progressive Alliance of the Socialist and Democrats (S&D) untuk berdiskusi mengenai upaya peningkatan kerjasama pembangunan, khususnya pendidikan dan kesehatan.

        Anggota Parlemen Eropa dari S&D, Ana Gomes,  dalam pertemuannya dengan Franz Albert Joku dan Suriel Semuel Mofu mengatakan dengan berlakunya Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama (PCA) antara Indonesia¿Uni Eropa  sejak 1 Mei 2014 lalu  maka kerjasama pembangunan di Papua Barat  menjadi salah satu substansi untuk mengisi PCA tersebut.

        Dr. Jan Olbrycht dari EPP melihat kehidupan yang harmonis dari berbagai suku, etnisitas, agama dan bahasa di Indonesia termasuk juga masyarakat Papua sebagai salah satu kekuatan Indonesia.¿Ini merupakan hal yang perlu dipelajari dan dipahami lebih jauh oleh masyarakat Uni Eropa¿ demikian  Dr. Olbryhct dalam pertemuan dengan  Franz Albert Joku dan Suriel Semuel Mofu.

        Sementara itu, Dubes RI Arif Havas Oegroseno menyampaikan  dengan diberlakukannya PCA, Uni Eropa dan 28 negara anggotanya telah memiliki kewajiban hukum untuk mendukung dan menghormati keutuhan wilayah Indonesia dan integritas teritorial Indonesia.

        "Oleh karena itu, upaya peningkatan kerjasama dengan Indonesia termasuk salah satunya pembangunan di Papua Barat dengan Uni Eropa akan selalu dilandasi dengan kebijakan dan pemahaman tersebut" ujar Dubes Havas.

        Franz Albert Joku  menekankan  situasi di Papua  jauh lebih baik dibandingkan masa orde baru. ¿Saya tidak ingin Papua dan rakyat Papua dijadikan tempat dan alat bagi LSM asing khususnya di Uni Eropa yang membawa isu HAM di Papua hanya demi program mereka semata, tanpa membawa manfaat bagi rakyat Papua,¿ demikian ditegaskan oleh Franz Albert Joku.

        Lebih lanjut disampaikan oleh Franz Albert Joku bahwa saat ini sudah saatnya kita bekerjasama untuk membangun Papua.

        Selama di Brussel, para tokoh Papua Barat juga bertemu dengan para penasehat Anggota Parlemen Eropa pada Directorate General of External Policies (DG EXPO) untuk membahas perlunya peningkatan kerjasama pembangunan RI ¿ Uni Eropa khususnya di daerah Papua Barat.(ZG)


(T.H-ZG/B/A. Budiman/A. Budiman) 16-10-2014 00:35:17