Jumat, 28 November 2014

BKPM

BKPM TAWARKAN PELUANG BISNIS DI LONDON

         London, 28/11 (Antara) - Investasi menjadi pengerak pembangunan ekonomi di Indonesia baik investasi dalam negeri maupun asing dalam upaya mendukung pembangunan Pemerintahan baru Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakpres Jusuf Kala yang sangat konsen dengan kesejahteraan rakyat.

        Hal itu disampaikan  Minister Counselor Urusan Ekonomi KBRI London, Masriati Lita Saadia Pratama pada pembukaan "Indonesia Investment Promotion Forum Regional Investment Potential Opportunities", yang digelar Kantor BKPM London bekerjasama dengan UK Asean Business Council, KBRI London dan UK Trade and Investment di Lancaster London Hotel, Kamis.

         Dalam forum yang dibuka Prime Minister's Trade Envoy to Indonesia, Richard Graham MP diikuti sekitar 100 pengusaha Inggris menampilkan pembicara Direktur Regional Promotion Fasilitation BKPM, Ibu Aloysia Endang Wahyuningsih dan Kepala BKPPMD Jawa Barat Dadang Mohamad serta Jay Singgih dari Bumi Laut Group serta Teddy Robinson dari PT Kawasan Berikat Nusantara.

         Masriati Lita Saadia Pratama mengatakan Inggris adalah investor utama di Indonesia. Pada 2013 realisasi investasi Inggris mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS naik lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya .

         Pada kuartal tahun ini realisasi investasi mencapai 1,4 miliar dolar AS, membuat Inggris sebagai investor ke lima terbesar di Indonesia untuk saat ini.

         Dikatakannya investasi telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik investasi dalam negeri  maupun  investasi asing yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia .

         Realisasi investasi langsung pada 2013 mencapai 42,2 miliar dolar AS atau naik 27,3 persen dari 2012 yang mencapai 31,3 miliar dolar AS. Untuk mendukung perbaikan iklim ekonomi dan investasi , pemerintah telah mengeluarkan peraturan dan memberikan insentif bagi investor untuk mengembangkan industri tertentu dan infrastruktur .

         Menurut Masriati Lita Saadia Pratama,,Indonesia  membutuhkan miliaran investasi untuk infrastruktur . Untuk mencapai hal ini , dana harus diperoleh tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari sektor swasta .

         "Di sinilah Public-Private Partnership (PPP) memainkan peranan penting  tidak hanya untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur pembiayaan, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi yang lebih besar dalam penyediaan infrastruktur dan layanan terkait."
    Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia  menganggap peran penting bahwa sektor swasta memainkan dalam pelaksanaan proyek-proyek kunci PPP l untuk itu , Pemerintah Indonesia  membentuk kerangka hukum dan peraturan yang diperlukan untuk PPP , dari proses pengadaan  jaminan pemerintah  mendukung partisipasi sektor swasta dalam skema PPP .

         Sementara itu Direktur Promosi Daerah Fasilitasi , Indonesia Badan Koordinasi Penanaman / BKPM, Aloysia Endang , Wahyuningsih kepada Antara London mengatakan BKPM terus berupaya memperbaiki pelayanan  dan juga perizinan kepada investor agar lebih cepat.

         Namun masih ada kendala karena dibutuhkan rekomendasi dari Kementrian terkait dan bahkan sering kali  tumpang tindih untuk itu BKPM sedang memetakan agar perizinan bisa dikeluarkan dengan segera karena mau tidak mau adanya investasi tentunya akan menyerap tenaga kerja, ujarnya.

         Diakuinya BKPM mengelar seminar dalam upaya menarik investasi Inggris yang mempunyai banyak kelebihan dalam teknologi khususnya  pembangunan bandara.

         Pada kesempatan itu Kepala Bidang Promosi BKPM DKI Jakarta, Jeje Nurjaman mengatakan  Provinsi DKI Jakarta menawarkan peluang investasi di berbagai infrastruktur dan layanan perkembangan seperti jalan tol , MRT , kereta api , ICT , air minum dan pengelolaan limbah.

         Dikatakannya usai seminar delegasi BKPM DKI Jakarta melakukan pertemuan dengan 50 pengusaha Inggris yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai cara berinvestasi di Jakarta dan bidang apa yang ditawarkan.***2***
(ZG
(T.H-ZG/B/S. Suryatie/S. Suryatie) 28-11-2014 06:22:57


KERETA API

KERJASAMA PERKERETAAPIAN DALAM SEMINAR "DUTCH INDONESIA RAILWAY"

          London,28/11 (Antara) - KBRI Den Haag dan Indonesia Transportation Forum (ITF) menyelenggarakan "Dutch Indonesia Railway Seminar: Connecting History to the Future" dalam upaya mendorong kerjasama perkeretaapian, yang digelar di NS Trefpunt, Utrecht, Belanda.

         Seminar tersebut didukung industri perkeretaapian utama Belanda (Nederlandse Spoorwegen/NS, Pro Rail, Strukton, VRS Railway Industry, Alstom dan Strukton) dan dihadiri pakar-pakar transportasi dan wakil-wakil dari industri perkeretaapian dari Indonesia dan Belanda, demikian Sekretaris I Pensosbud KBRI Denhaag, Danang Waskito kepada Antara London, Jumat.

         Dikatakan, pembicara dalam seminar itu dari Indonesia adalah Toni Surakusumah dari PT LEN Railway System, Prof. Danang Parikesit dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Prof. Ahmad Munawar dari UGM dan Mega Tarigan dari PT MRT Jakarta.

         Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Kepala Perwakilan KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, menyampaikan antara lain pentingnya peningkatan pembangunan transportasi untuk menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan sejalan dengan salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu pembangunan infrastruktur termasuk   di bidang transportasi.

         Ditambahkan Indonesia menargetkan pertambahan rel dari 5.500 km menjadi 16.500 km pada tahun 2019 untuk mendukung pergerakan penumpang dan barang.

         Berbagai topik terkait perkeretapian dibahas dalam seminar tersebut, seperti perkembangan perkeretaapian di Indonesia dan Belanda, pembangunan transportasi urban berbasis rel di Indonesia serta industri perkeretaapian Belanda.

         Hasil-hasil dari seminar tersebut akan dibawa ke Forum Infrastruktur III yang direncanakan akan diselenggarakan di Belanda bulan Maret tahun depan, yang merupakan ulang tahun ke-175 kereta api Belanda serta ulang tahun ke-150 dimulainya pembangunan sistem kereta api Indonesia.

         Tema "Connecting History to the Future" diambil mengingat perkeretaapian di Indonesia dan Belanda memiliki sejarah hubungan yang telah berlangsung lama.

         Diharapkan seminar dapat menjadi tonggak baru dalam mempererat hubungan tersebut dalam bentuk kerja sama yang lebih baik di masa mendatang.***2***
(ZG)
(T.H-ZG/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 28-11-2014 06:41:46

LION

LION GROUP INDONESIA BELI 40 PESAWAT BUATAN ITALIA


          London, 28/11 (Antara) - Perusahaan Lion Group Indonesia  menandatangani kontrak pembelian 40 pesawat ATR72-600s buatan Prancis dan Italia yang dilakukan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana, di Istana Chigi, Roma, Italia, Kamis.

         Penandatanganan kontrak ini disaksikan langsung Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan KUAI KBRI Roma, demikian Minister Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Jumat.

         Dengan pembelian 40 tambahan pesawat ini, maka total pesawat ATR turboprops yang dibeli  perusahaan Lion Group menjadi 100 pesawat. Hal ini semakin mengokohkan posisi Lion Air sebagai pembeli pesawat ATR terbesar berdasarkan pemesanan pesawat untuk saat ini.

         Pesawat ATR72 merupakan hasil produksi dari perusahaan patungan  yang dibentuk  Aerospatiale (sekarang Airbus Group dengan kantor pusat di Toulouse, Prancis) dan Aeritalia (sekarang Alenia Aermacchi, bagian dari kelompok Finmeccanica, dengan kantor pusat di Italia) pada 1981.

         PM Renzi mengatakan penandantanganan pembelian pesawat ATR-72 ini oleh Perusahaan Lion Group Indonesia  merupakan peristiwa luar biasa bagi Italia. Penandatanganan tersebut menandai realisasi kemitraan kerja sama jangka panjang sebagai "strategic alliance in the future".

         Melihat potensi yang ada di Indonesia, dia menyampaikan  penandatanganan kontrak pembelian ATR berikutnya tidak akan dilakukan di Prancis atau Italia tapi bisa dilakukan di Indonesia.

         CEO ATR Patrick de Castelbajac mengatakan perkembangan ATR sebagai pesawat terunggul berjenis turboprops di kelasnya pada skala global memiliki 80 persen pasar global.

         Pembelian ATR oleh Lion Group Indonesia saat ini merupakan batu loncatan yang luar biasa bagi ATR, terutama tidak hanya dikarenakan jumlah yang banyak tetapi merupakan pertama kalinya pesawat ATR dibeli sampai 100 buah oleh seorang pengusaha.

         ATR merasa terhormat atas pembelian yang dilakukan Lion Air dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Indonesia yang yang dalam lima  tahun terakhir memiliki jumlah penduduk 250 juta orang, pertumbuhan ekonomi 6,5 persen selama lima tahun terakhir dengan 17.000 pulau.

         ATR percaya kehadirannya tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tetapi juga membantu masyarakat Indonesia untuk terbang.

         Presiden Direktur Lion Group Indonesia Rusdi Kirana mengatakan potensi Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa dengan 60 persen adalah generasi muda.

         Ia juga percaya  di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo  yang akan membangun lebih banyak pelabuhan laut dan udara dengan mengundang berbagai investor asing. Oleh karena itu pembelian ATR mutlak diperlukan.

         Dijelaskan  Lion Air tidak hanya membeli pesawat jenis ATR tetapi juga  pesawat jenis Airbus dan Boeing, ia juga mengucapkan terima kasih kepada institusi keuangan di Eropa dan beberapa bank komersial dalam membantu kesuksesan pembelian pesawat .

         Dalam kesempatan terpisah Rusdi Kirana  menyatakan harapan  dalam jangka panjang Indonesia dapat memproduksi sendiri pesawat komersial yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

         Pesawat jenis ATR 72 ini tergolong ke dalam jenis pesawat hemat biaya untuk kategori pesawat dengan penerbangan jarak pendek. Desain pesawat  merupakan pesawat berjenis sayap-tinggi, memiliki turboprops ganda sehingga sangat efisien, fleksibel pengoperasiannya dan memberikan kenyamanan kepada penumpang.

         Saat ini, ATR  menjadi patokan untuk pesawat turboprops regional dengan penjualan melebihi 1.400 pesawat,  lebih dari 180 operator di 90 negara dengan total siklus sekitar  25 juta. Pesawat ATR juga menjadi penggagas transportasi regional dimana setiap dua belas detik, sebuah ATR lepas landas di suatu tempat di seluruh dunia. ***2***
(T.H-ZG/B/A. Suhendar/B/A. Suhendar) 28-11-2014 06:10:10.

UKRAINA

PELAJAR UKRAINA ANTUSIAS PADA INDONESIA

         London, 27/11 (Antara) - Sebanyak  25 pelajar Lyceum, Ukraina, didampingi tiga  guru  antusias mendengar presentasi mengenai Indonesia, mulai dari sejarah perjuangan pergerakan kemerdekaan hingga menjadi sebuah negara demokrasi terbesar ketiga dan berpenduduk muslim terbesar di dunia.

        Minat terhadap Indonesia di kalangan pemuda dan pelajar Ukraina terus meningkat. Hal ini dibuktikan oleh kunjungan "study tour" para pelajar Ukrainian Humanities Lyceum of Taras Shevchenko Kyiv National University ke Kediaman Resmi Duta Besar  RI di Kyiv, Ukraina, demikian Fungsi Pensosbud KBRI Kyiv,  Judika "Choky" Madhuri kepada Antara London, Kamis.

       Dikatakan demi mengenal Indonesia lebih dekat, suhu dingin di bawah nol derajat pun tidak menjadi halangan bagi mereka untuk tetap datang bertatap muka mengenal Indonesia secara langsung melalui presentasi tentang Indonesia yang disampaikan Dubes RI di Kyiv, Niniek Kun Naryatie.

        Para pelajar terkesima mendengar Indonesia yang memiliki ribuan pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa, agama yang berbeda-beda dan aneka ragam budaya dapat dipersatukan dalam NKRI  dengan ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

        Kate Vorozhbianova, guru Bahasa Inggris yang hadir, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima pihak Lyceum dan berharap kunjungan sejenis dapat dilakukan secara rutin untuk memperkaya pengetahuan para siswa dan meningkatkan kerja sama pendidikan dan budaya antar institusi.

        Lyceum adalah institusi pendidikan setingkat sekolah menengah tingkat pertama (SMP), yang memiliki kekhususan kejuruan. Para siswa dan guru Lyceum yang tertarik mengetahui dunia pendidikan di Indonesia mendapat penjelasan menyeluruh mengenai sistem pendidikan di Indonesia mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

        Selain bertanya mengenai pendidikan di Indonesia, para siswa aktif mengajukan pertanyaan antara lain pelajaran yang disukai di Indonesia, program pertukaran pelajar, hubungan bilateral Indonesia dan Ukraina, jenis profesi yang diminati oleh pemuda di Indonesia, dan lain-lainnya yang semuanya dijawab secara jelas dan lugas baik oleh Dubes  maupun Korfungsi Pensosbud KBRI Kyiv.

        Dalam acara  pengenalan Indonesia, para siswa mendapat kejutan yang tidak disangka. Delegasi Lyceum ikut  memainkan alat musik tradisional dari bambu, yaitu angklung, yang sebelumnya hanya dilihat dari presentasi. Permainan angklung interaktif dipandu  Agus Prasetyo, guru seni dan musik tradisional  KBRI Kyiv, dimainkan dengan apik bersama para siswa.

        Dua lagu, Burung Kakatua dan O Ina Ni Keke, berhasil dimainkan bersama dengan baik membuat suasana semakin meriah penuh keakraban. Untuk mengenang para pejuang khususnya yang sedang menegakkan kedaulatan negara di wilayah timur Ukraina, para pelajar memberikan persembahan istimewa dengan menyanyikan lagu kebangsaan Ukraina yang sekaligus menghangatkan suasana.

        Di ujung acara, kepada seluruh peserta disajikan makanan khas nasi goreng, kerupuk dan penganan khas Nusantara untuk melengkapi petang penuh kehangatan para pelajar Ukrainian Humanities Lyceum of Taras Shevchenko Kyiv National University.

        Rasa kekeluargaan dan keakraban tampak memenuhi acara ini dan sebelum meninggalkan Wisma Duta, sebagai kenangan dan apresiasi, para pelajar Lyceum dan guru pendamping mendapat souvenir khas Indonesia.   ***1*** (ZG)
(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 27-11-2014 17:42:41

Selasa, 25 November 2014

DIASPORA

UPAYA MENGGALI POTENSI DIASPORA INDONESIA

          London, 25/11 (Antara) -  Jaringan diaspora Indonesia selama dua bulan terakhir mengadakan serangkaian seminar nasional tentang ¿Diaspora Indonesia dan Dinamika Kewarganegaraan¿  di lima lembaga pendidikan tinggi di Indonesia masing-masing Universitas Sam Ratulangi Manado, Udayana Denpasar, Indonesia Jakarta, Negeri Medan sampai di Universitas Brawijaya Malang.

         Berbagai narasumber dari kalangan akademisi, praktisi hukum, dan pembuat kebijakan turut hadir dalam serangkaian seminar tersebut, demikian Koordinator Task Force Imigrasi dan Kewarganegaraan IDN-NL dan EU, Herman Syah kepada Antara London, Selasa.

          Dikatakannya Diaspora adalah orang- orang Indonesia atau keturunan Indonesia yang belajar, bekerja, tinggal bahkan sampai menjadi warganegara di luar Negeri dan keberadaannya sudah tidak dapat diabaikan lagi. Tercatat sekitar  4.6 juta Warga Negara Indonesia dan sekitar setengah juta Warga Negara Asing keturunan Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, ujarnya.

   
 
Menurut Herman Syah, selain sebagai sumber devisa negara, keberadaan diaspora Indonesia dapat dijadikan mitra kerja pemerintah untuk menjalankan misi hubungan internasional seperti menjadikan mereka sebagai duta perdagangan, bisnis, wisata, seni dan budaya. Kemitraan antara diaspora Indonesia dan pemerintah dapat membantu meningkatkan daya saing Indonesia secara global.

   
 
Dosen di Universitas Krisnadwipayana yang menjadi salah satu sumber di seminar, Dr. Iman Santoso,  menyebutkan  Diaspora Indonesia termasuk diaspora modern yang hidup di mancanegara, namun tetap mempertahankan hubungan sentimental dan ekonomi yang kuat dengan tanah air.

   
 
Mereka membawa citra tanah air dan menganggap negara asalnya ¿ Indonesia¿ menjadi sumber identitas mereka,¿ ujar Dr. Iman Santoso.

   
 
Banyak dari mereka juga merupakan kelompok profesional dan pengusaha yang mempunyai keahlian yang mumpuni dan jaringan yang luas. Keberadaan mereka juga dapat menjadi agen alih ilmu, teknologi, keahlian dan inovasi.

   
 
Diaspora adalah orang-orang yang belajar, bekerja, berusaha, dan tinggal di luar negeri. Sekalipun mereka telah menetap di luar negeri, mereka tidak lupa kampung halaman serta leluhurnya.

   
 
Dari pembahasan dalam serangkaian seminar ini menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan diaspora Indonesia, antara lain saat ini di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah dibentuk Desk Diaspora Indonesia yang ditangani beberapa staf.

   
 
Untuk efektifitas, instansi ini sebaiknya ditingkatkan menjadi sebuah Direktorat Urusan Diaspora yang memfasilitasi kemitraan antara pemerintah Indonesia dengan diasporanya.

   
 
Perwakilan Republik Indonesi baik kedutaan maupun konsulat  memberi wewenang kepada salah satu pejabatnya untuk menangani urusan diaspora, misalnya  sosialisasi berbagai ketentuan Undang-undang dan kebijakan yang perlu diketahui oleh diaspora Indonesia. Banyak negara lain yang mempunyai instansi khusus untuk urusan diasporanya, antara lain Ministry of Overseas Indian Affairs di India.

   
 
Mengidentifikasi tingkat kebutuhan dan keinginan diaspora Indonesia di berbagai negara untuk mempertahankan status Warga Negara Indonesia-nya. Hal ini berkaitan dengan wacana kebijakan Dwi Kewarganegaraan, yaitu pemikiran bahwa seorang Diaspora Indonesia tidak perlu kehilangan status kewarganegaraan Indonesia-nya meski telah memperoleh kewarganegaraan di negara mereka berdomisili.

   
 
Saat ini ada 56 negara yang tidak mencabut kewarganegaraan warganya ketika mereka mendapatkan kewarganegaraan baru di negara mereka tinggal.

   
 
Pemerintah Indonesia hendaknya memberikan Dwi Kewarganegaraan kepada eks-WNI, baik orang dewasa, anak-anak, serta anak-anak pemegang status Dwi Kewarganegaraan terbatas berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2006.

   
 
Pemerintah Indonesia hendaknya juga memberikan Dwi Kewarganegaraan kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak yang lahir di luar negeri maupun di Indonesia, dimana salah satu atau kedua orang tuanya WNI atau eks- WNI, namun akibat hukum Ius Soli atau Ius Sanguinis yang berlaku di negara mereka tinggal menyebabkan subyek Dwi Kewarganegaraan tersebut otomatis menjadi warga negara asing.

   
 
Dwi Kewarganegaraan merupakan bukti identitas dan perlindungan bagi setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dari negara dimana mereka berdomisili.

   
 
Belajar dari negara yang telah memberlakukan Dwi Kewarganegaraan, bisa di jadikan contoh pemberlakuan kebijakan ini secara selektif (Selective Implementation of Dual Citizenship). Antara lain, selektif dalam memilih negara dan selektif dalam memilih subyek yang berhak diberlakukan kebijakan ini.

   
 
Perlu upaya yang berkelanjutan untuk melakukan diseminasi dan sosialisasi masalah-masalah kewarganegaraan, termasuk perihal diaspora, migrasi, kawin campur dan masalah lainnya.

   
 
Hal ini untuk menujukan persoalan  yang muncul didalamnya bukan sekedar fenomena , tetapi sebagai realitas yang harus dihadapi. Selain itu  sinkronisasi dan harmonisasi regulasi dan kelembagaan yang terkait dengan Dwi Kewarganegaraan dan masalah lainnya terkait  kewarganegaraan juga perlu dipertimbangkan. (ZG)
(T.H-ZG/B/M. Taufik/M. Taufik) 25-11-2014 16:50:16

FINLAND

PPI FINLANDIA KENALKAN ANGKLUNG KE PELAJAR MANCANEGARA

          London, 24/11 (Antara) - Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Finlandia yang tergabung dalam PPI Finlandia memperkenalkan kebudayaan Indonesia, seperti seni musik angklung, gamelan dan Tari Saman kepada pelajar internasional di Helsinki, Finlandia.  
    Sekretaris Pertama Bidang Pensosbud KBRI Helsinki, Made P. Sentanajaya, kepada Antara London, Senin, mengatakan sesi pertunjukan yang diadakan di KBRI Helsinki dihadiri peserta workshop, Dubes Elias Ginting beserta seluruh staf KBRI dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Indonesia yang ada di Helsinki.

          Dalam acara workshop budaya yang disebut "Discover Amazing Music and Art of Indonesia" (DAMAI) 2014 dengan konsep  satu  pelajar Indonesia membawa setidaknya satu teman internasional (non-Indonesia) diikuti sekitar 50 pelajar dan mahasiswa dari 10 Negara yakni Finlandia, Tiongkok, Jepang, India, Italia, Pakistan, Polandia, Paraguay, dan Georgia, selain Indonesia.

         Workshop Angklung diberikan para seniman dan pelajar Indonesia di Finlandia yang terlatih dengan menggunakan peralatan angklung, gamelan Jawa dan perlengkapan Tari Saman yang tersedia di KBRI Helsinki.

          Workshop berlangsung secara pararel selama kurang lebih 2 x 120 menit. Di akhir acara diadakan sesi pertunjukan yang diikuti peserta workshop dengan menampilkan hasil workshop yang  diikuti  tamu undangan.

          Di akhir acara, kepiawaian peserta dalam menampilkan pertunjukan budaya Indonesia yang didapatkan dari hasil workshop yang dilaksanakan dalam waktu relatif singkat telah menimbulkan kekaguman bagi para undangan.

         Para peserta workshop angklung  mampu mempersembahkan lagu Burung Kakaktua dan My Bonnie tanpa cela, para peserta workshop Gamelan memainkan laras Kebo Giro dan peserta workshop Saman mampu menampilkan tari Saman dihadapan para undangan.
    Pelaksanaan DAMAI 2014 membawa kesan dan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Hal ini nampak pada komentar-komentar yang disampaikan peserta seusai acara workshop. Yosuke dari Jepang yang mengikuti workshop Angklung mengatakan  kegiatan DAMAI 2014  berhasil memperkenalkan keragaman budaya Indonesia yang bernilai tinggi kepada para pelajar internasional.

        Sementara itu, Janne dari Finlandia yang mengikuti Workshop Gamelan kini dapat mengetahui betapa sulitnya memainkan alat musik gamelan setelah melihat pertunjukan tersebut dari bangku penonton.

         Sementara Marie dari Paraguay, peserta Workshop Saman, memuji pelaksanaan DAMAI 2014 yang dinilai sukses memadukan unsur pengetahuan dan kesenangan dalam mempelajari kebudayaan.

          Workshop budaya melalui DAMAI pada tahun 2014 ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan oleh PPI Finlandia. Kegiatan ini diupayakan untuk terus diadakan pada tahun-tahun mendatang dengan tujuan memperkenalkan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada khalayak yang ada di Finlandia, terutama para pelajar dan mahasiswa.***3***
(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 24-11-2014 07

GALIH

EMPAT MAHASISWA INDONESIA DAPAT PENGALAMAN DI INGGRIS
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 24/11 (Antara) - Empat remaja Indonesia dari tiga perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur, mendapat berbagai pengalaman menarik usai mengikuti program Encompass di Plas Gwynant Center di Snowdonia, daerah pegunungan tertinggi di Wales, Inggris.

         "Kami mendapatkan berbagai pengalaman yang luar biasa," ujar Panggalih Seno Pamungkas (19), mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang, satu dari empat remaja Indonesia peserta program Encompass itu kepada Antara London, Minggu.

         Galih, sapaan Panggalih Seno Pamungkas, yang berasal dari Blitar, Jawa Timur, bersama tiga rekannya usai mengikuti program Encompass di Wales selama sepekan, kemudian kembali ke London, berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.

         Tiga mahasiswa Indonesia lainnya adalah Destarizky Tidoputri Pratama mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang asal Jatiroto Lumajang, Lilis Nur Hidayati asal Magetan, juga dari UM Prodi Sastra Inggris, dan Muhammad Munawwir Tipu Mass Mattaro Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang asal Makassar, Sulawesi Selatan.

         Program Encompass lahir dari peristiwa bom Bali tahun 2002, yang meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan Alex dan Mandy Braden asal Inggris, karena putra mereka, Daniel, menjadi salah satu korban tewas. Setahun sejak saat itu mereka memperkenalkan program Encompass sebagai upaya saling pengertian di antara para remaja di dunia.

         Setiap tahun berbagai remaja di dunia mengikuti program yang ditangani oleh Yayasan Encompass Trust. Tahun ini empat remaja Indonesia tersebut bergabung dengan masing-masing empat remaja dari Israel, Palestina, Amerika Serikat serta delapan orang dari Inggris. Mereka melakukan kegiatan bersama selama sepekan di Plas Gwynant Centre, di Snowdonia, daerah pegunungan yang tertinggi di Wales, Inggris.

         Puluhan peserta Encompass tersebut mengikuti program yang digagas pasangan Alex dan Mandy Braden yang ingin menggalang persahabatan dan saling pengertian di antara para remaja dari seluruh dunia.

         Menurut Galih, kegiatan Encompass yang diikutinya tidak hanya di dalam ruangan melainkan serangkaian kegiatan dilakukan di alam terbuka. "Kami belajar dari sebuah perjalanan, petualangan, saling menolong, tidak peduli agama, negara, ras ataupun warna kulitnya apa," ujar Galih mahasiswa semerter tiga Universitas Brawijaya.

         Diakuinya ikut Encompass mendapatkan banyak pengalaman yang luar biasa dan sangat berharga. "Pengalaman yang sulit didapatkan bisa bertemu rekan-rekan dari negara adikuasa, negara yang mengalami konflik," ujar Galih yang berharap apa yang didapatkannya juga bisa dilakukan di tanah air.

         Sementara Alex dan Mandy Braden berharap dengan dibentuknya Encompass, akan tercipta saling pengertian di antara para remaja yang ikut dalam program tersebut. Memahami satu sama lain, menghilangkan prasangka dan dapat menjalin persahabatan yang melampaui perbedaan politik dan agama.

         Dalam program yang disebut dengan Encompass Journey of Understanding (JOU) itu sebanyak 24 peserta berusia antara 18 sampai 25 tahun selama seminggu ditampung dalam satu centre di wilayah perbukitan di Snowdon, yang merupakan pegunungan tertinggi di Wales.

         Para remaja dari Indonesia, Palestina, Israel, Amerika Serikat dan Inggris hidup bersama, melakukan kegiatan di luar ruangan, berdiskusi dan makan bersama jauh dari keramaian dan bahkan terisolasi dari dunia luar karena tanpa fasilitas internet dan juga tidak ada signal telepon seluler.

         "Saya mendapat banyak hal dari program 'Journey of Understanding', mulai dari teman, pengetahuan, dan pemahaman tentang negara lain," ujar Lilis Nur Hidayati saat kemudian berkunjung ke KBRI London.

         Menurut Lilis dari Universitas Malang, awalnya ia berpikir biaya setelah lolos mengikuti program Encompass secara gratis itu cukup mahal, khususnya untuk mengurus paspor, visa, dan uang saku. Tetapi dengan pengalaman yang didapat, Lilis sadar bahwa pengalaman tidak bisa dibeli dengan uang.

         "Dari sini saya juga belajar bahwa suatu 'event' besar tidak harus dijalankan oleh banyak orang, melainkan sedikit tapi berkualitas dan punya totalitas yamg tinggi," ujar Lilis juga mengajar Bahasa Inggris.

         Lilis mengatakan dirinya banyak belajar tentang membuat suatu keputusan tidak seharusnya menyimpulkan sesuatu sebelum mengetahui dan mengenalnya.

         Setelah bergaul bersama remaja dari berbagai negara, Lilis menyadari bahwa tidak ada negara yang budayanya sekaya Indonesia, makanan seenak Indonesia, dan musim sebersahabat di Indonesia. "Saya cinta Indonesia, tetapi secara keseluruhan program ini sangat keren," ujar Lilis yang selama di Inggris sempat jalan-jalan ke berbagai objek wisata di London.

         Lain lagi dengan Galih yang punya pengalaman menarik bersama rekannya dari Israel dan Palestina. "Bisa lebih mengerti terkait apa yang terjadi di antara dua negara yang selalu konflik. Konflik itu ulah sebagian orang saja.

         Dikatakannya pemuda Israel dan Palestina yang ikut kegiatan ini sebenarnya tidak menginginkan peperangan itu terjadi. Salah satu partisipan dari Israel menginginkan agar Israel dan Palestina bersatu, sehingga tidak ada lagi konflik.

         Padahal sebelumnya dua remaja putra dari Palestina tidak ingin dipisah kamar, karena setiap peserta ditempatkan dalam satu kamar dengan remaja dari negara lain seperti remaja Palestina dengan  Israel dalam satu kamar.

         Sekretaris Satu Pensosbud KBRI London, Heni Hamidah mengatakan bahwa remaja Indonesia yang mengikuti program Encompass merupakan duta budaya karena mereka berintegrasi langsung dengan remaja dari berbagai negara. Apa yang didapat oleh empat remaja Indonesia selama mengikuti program Encompass itu diharapkan juga bisa diterapkan di tanah air. ***3***
re-write
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 24-11-2014 10:49