Sabtu, 25 Juni 2016

MEKSIKO

IMAM MASJID NEW YORK BERBUKA BERSAMA WNI
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 23/6 (Antara) - Imam Mesjid Jamaica - New York Shamsi Ali yang juga Ketua Mesjid Al-Hikmah Queens - New York yang mengunjungi Mexico City, menyempatkan bersilaturahmi, sekaligus berebuka puasa bersama masyarakat muslim Indonesia yang ada di Meksiko.
         Lebih dari 80 orang, termasuk diaspora Indonesia yang bermukim di Mexico City dan sekitarnya hadir dalam kegiatan bedrbuka puasa bersama yang diadakan di KBRI setempat, demikian Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, Kamis.
         Duta Besar RI untuk Mexico City, Yusra Khan, dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Imam Shamsi Ali diharapkan dapat memperluas pemahaman bersama akan keagungan Islam.
         Siraman ilmu yang disampaikan Imam Shamsi Ali sambil menunggu waktu berbuka puasa semakin memperkuat semangat ukhuwah serta persatuan warga dan sesama umat beragama dan antarumat beragama,  ujar Dubes Yusra.
         Di hadapan masyarakat dan diaspora Indonesia, Imam Shamsi Ali mengajak seluruh masyarakat dan diaspora Indonesia saling mengenal dan membangun kesepahaman antarumat beragama. "Saling memahami adalah kunci untuk saling mencintai hingga dapat hidup bersama berdampingan dan bekerja sama secara damai," ujar Imam Shami.
         Ia juga menyampaikan umat Islam harus bekerja sama secara konstruktif dan terbuka dengan seluruh umat manusia, apapun agama dan keyakinannya, untuk membangun "way of life" berdasarkan nilai-nilai universal dan mendasar yang sama dalam setiap agama dan keyakinan, yakni perdamaian, kemanusiaan dan kebersamaan.
         Imam Shamsi mengajak masyarakat untuk menunjukkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Umat muslim perlu untuk memahami agama Islam dengan utuh agar dapat mengubah pandangan dunia Barat terhadap Islam dengan menunjukkan Islam yang ramah dan bersahabat.
         Dikatakannya salah satu cara terbaik menunjukkan Islam adalah bersahabat yaitu dengan bersilaturahmi antara sesama umat muslim dan umat beragama dan membalut silaturahmi tersebut dengan akhlak yang baik (akhlakul karimah).
         Saat adzan Maghrib, masyarakat dan diáspora Indonesia, serta beberapa orang Malaysia dan Meksiko, membaur dan menikmati sajian berbuka puasa yang disiapkan KBRI Meksiko City, dan warga Indonesia setempat serta restoran Indonesia "Warung Makan".
         Usai shalat Maghrib, soto ayam, siomay dan berbagai masakan khas Indonesia lainnya disuguhkan untuk berbuka puasa. Kehangatan suasana silaturahmi mewarnai suasana berbuka puasa yang ditutup dengan doa bersama usai shalat tarawih dipimpin Imam Said Louahabi, Ketua Pusat Studi dan Komunitas Islam di Meksiko.
         Masyarakat Muslim di Meksiko tahun ini menjalani ibadah puasa pada musim panas ini selama kurang lebih 15 jam, mulai dari waktu imsyak pukul 05.30 hingga waktu berbuka pukul 20.30. Waktu puasa yang cukup lama ini tidak menyurutkan umat muslim di Meksiko yang berjumlah sekitar 3.760 orang di seluruh negara bagian Meksiko, dan sekitar 150 umat muslim Indonesia yang menetap di seluruh Meksiko tetap menjalankan ibadah puasa. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 23-06-2016 05:58:59

BERLIN

KEMENPAR-KBRI PROMOSIKAN PESONA INDONESIA DI BERLIN
     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 21/6 (Antara) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bekerja sama dengan KBRI di Berlin dan Pusat Promosi dan Perdagangan Indonesia (ITPC) mempromosikan Pesona Indonesia di Mall of Berlin Jerman. 
   Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Berlin, Fattah Hardiwinangun kepada Antara, Selasa, mengatakan promosi terpadu itu bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat Berlin untuk menikmati hiburan kesenian Indonesia.
        Kegiatan itu juga bertujuan agar masyarakat Berlin dapat secara bersama-sama belajar mengenai Indonesia, termasuk pariwisata, produk-produk unggulan dan berbagai informasi lainnya. 
   Kegiatan itu berlangsung akhir pekan ketiga Juni 2016 di Mall of Berlin yang terletak di pusat Potsdamer Platz, pusat keramaian di ibukota Jerman.

        Acara itu menampilkan berbagai macam musik dari berbagai pelosok Nusantara selama dua hari dan dihadiri ribuan masyarakat Berlin yang ikut menikmati dan bahkan bergoyang atau menari.      
   Gamelan Bali dari grup Gita Puspa Pertiwi mengiringi tarian Belibis dan Janger dari sanggar Lenggang Pertiwi mengundang kekaguman penonton.

        Begitu juga penampilan grup musik kulintang dari Christ Parengkuan sebagai juara nasional festival kulintang dan kelompok kulintang Minaesa Berlin memainkan berbagai lagu tradisional dan  hits internasional, seperti Cherry Pink  Sipatokaan, El Bimbo, Seemann dan Pepito.        
   Sementara itu penampilan musik angklung dari Angklung Hamburg Orchestra memainkan lagu-lagu New York, New York dan Santorini bak philaharmonic orchestra mengingatkan penonton bahwa angklung menjadi bagian dari warisan budaya dunia menurut UNESCO.

        Keceriaan dan keramaian lagu-lagu tradisional Sumatera Utara seperti Alusi Au dan hits nusantara termasuk medley dangdut terajana- ku Rindu dimainkan khas ala Trio Batak oleh Lopez Sitanggang dan Trio Morados-nya, membuat pengunjung bergoyang dan berdansa seperti pesta 17 Agustus-an.
        Juga hadir keceriaan khas Indonesia melalui goyang poco-poco yang dimainkan  home band Abdi Dalem dari pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Berlin.
        Selain musik, pengunjung mal juga dimanjakan dengan pertunjukan kesenian Indonesia, seperti Reog Ponorogo dan tari asal Jawa Timur, tari Saman, pencak silat, dan pembacaan karya-karya sastra penulis Indonesia. 
   Mengingat nature dari Mal of Berlin yang integral dengan shopping, maka Rumah Indonesia memberikan pemaparan yang luas mengenai produk ekspor unggulan Indonesia termasuk sosialisasi mengenai kegiatan Trade Expo Indonesia 2016.

        Beberapa perusahaan meramaikan Rumah Indonesia dengan berbagai produk khas Indonesia, seperti produk kerajinan tangan, home decoration, teh dan kopi Indonesia, serta produk makanan dan minuman, hingga informasi mengenai berbisnis di Indonesia. (ZG)***1***
(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 21-06-2016 13:14:49

PERANCIS

PULUHAN BUS WONDERFUL INDONESIA SEBULAN SUSURI PARIS
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 21/6 (Antara) - Sebanyak 20 bus dari perusahaan OpenTour yang digunakan promosi Wonderful Indonesia dengan aneka gambar pemandangan objek wisata khas Tanah Air selama hampir sebulan diprogramkan mengangkut wisatawan berkeliling Kota Paris, Prancis.
         Aneka gambar pemandangan wisata Indonesia tersebut seperti Candi Borobudur, Pura Ulun Danu Bali, Festival Barong Banyuwangi Jawa Timur, penari Bali, dan Komodo (Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur, red), demikian kepala Kantor Pariwisata (Visit Indonesia Tourism Officer-VITO), Eka Moncarre kepada Antara London, Selasa.
         Kegiatan promosi ini dimulai pada 21 Juni hingga 18 Juli 2016, diibaratkan sebagai ajakan kepada warga Prancis dan turis yang sedang berwisata ke negara itu untuk datang ke Indonesia, ujar Eka.
         Dikatakannya layanan Wi-Fi gratis dan sajian video apik dapat dinikmati oleh penumpang bus Open Tour yang berhiaskan program promosi Wonderful Indonesia.
         Eka menjelaskan, kegiatan promosi ini bertujuan memberikan gambaran tradisi dan budaya Indonesia yang beraneka ragam, penduduk yang ramah, kekayaan fauna dan flora, serta keindahan alam.
         Prancis adalah pasar yang penting bagi Indonesia. Selain menggiatkan promosi di Paris untuk mendorong wisatawan di Prancis berkunjung ke Indonesia. Agar semakin banyak orang Prancis yang tertarik untuk berlibur ke Indonesia. Sejak tahun lalu, warga negara Prancis tidak lagi memerlukan visa untuk datang ke Indonesia.
         Bebas Visa Kunjungan berlaku untuk maksimal 30 hari. Berdasarkan statistik, jumlah wisatawan Prancis yang datang ke Indonesia bulan April 2016 mengalami peningkatan sebanyak 24,67 persen dibandingkan bulan April 2015. Target untuk Prancis tahun ini adalah mendatangkan 250.000 wisatawan ke Indonesia. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 21-06-2016 05:37:53


PPI BELANDA

PPI BELANDA: "GIANT SEA WALL" IDE USANG
     Oleh Zeynita Gibbons    

        London, 21/6 (Antara) - Diskusi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Den Haag menyimpulkan rencana Pemprov DKI Jakarta mereklamasi pulau dan membangun "giant sea wall" sebagai pertahanan pesisir sebagai ide usang yang telah ditinggalkan negara maju, bahkan oleh Belanda. 
        Sekretaris Jenderal PPI Belanda, Ali Abdillah kepada Antara London, Selasa menjelaskan simpulan itu diperoleh dari diskusi seusai pelajar dari berbagai latar belakang keilmuan menonton film dokumentar tentang reklamasi Teluk Jakarta bertajuk "Rayuan Pulau Palsu."
       Diskusi "Reklamasi Teluk Jakarta" diadakan PPI Belanda bekerja sama dengan PPI Kota Den Haag dan Forum Diskusi Teluk Jakarta di Kampus International Institute of Social Studies, Den Haag, akhir pekan lalu.
            Mahasiswa Program Doktoral dari University of Twente, Hero Marhaento memaparkan ironi proyek reklamasi Teluk Jakarta dan "giant sea wall" yang dibantu perusahaan dan konsultan asal Belanda.
          Pasalnya, di Belanda, kata kandidat doktor bidang 'water engineering" ini, pendekatan "hard-infrastructure" seperti reklamasi pulau dan pembuatan tanggul besar semacam itu sudah lama ditinggalkan.
            Pada saat pembangunan di Belanda mulai meninggalkan konsep konvensional berupa "hard-infrastructure" seperti pembuatan tanggul raksasa atau reklamasi pulau, pakar dan konsultan Belanda malah menyarankan pembuatan "giant sea wall" bagi masalah banjir Jakarta, jelasnya.
            Dikatakannya, saat ini pertahanan pesisir di Belanda dilakukan dengan cara "sand nourishment" yaitu pembuatan jebakan pasir di wilayah rawan abarasi, bukan dengan membuat tanggul raksasa di tengah laut.
           Selain itu, upaya mitigasi banjir di Belanda justru dilakukan dengan merobohkan tanggul sungai yang sudah ada dan menggantinya dengan konsep "Room for the River".
          Dua metode tersebut terbukti jauh lebih murah, lebih efektif dan ramah lingkungan dibandingkan dengan upaya "hard-infrastructure" seperti reklamasi pulau dan pembuatan tanggul raksasa.
          Hero menjelaskan, negara maju mulai sadar bahwa pertahanan pesisir itu tak bisa dibebankan kepada tangan manusia dengan "hard- infrastructure". Upaya pertahanan pesisir dengan membangun tembok raksasa dan reklamasi pulau justru akan memunculkan masalah baru di masa mendatang.
           Edwin Sutanudjaja, post-doctoral di bidang hidrologi dari Utrecht University juga berpendapat senada.
           Ia membantah argumentasi proyek reklamasi dan pembuatan "giant sea wall" dapat menjawab persoalan banjir dan penurunan permukaan tanah di Jakarta.
           Dikatakannya, penurunan muka tanah Jakarta justru disebabkan pembangunan yang tidak terkendali. Pembangunan mal dan properti dilakukan di mana-mana, jadi solusinya bukan dengan reklamasi melainkan pengendalian pembangunan.
           Menurut Edwin akar masalahnya adalah sentralisasi Jakarta dan urbanisasi.
          Selain itu,  Edwin mengkhawatirkan Teluk Jakarta justru akan menjadi "septic tank" raksasa. Membuat tanggul raksasa artinya membendung air dari 13 anak sungai di Jakarta yang bermuara ke perairan mati.
         Senada dengan Edwin, Hero menutup diskusi dengan mengatakan reklamasi bukanlah solusi bagi Jakarta. "Untuk memperbaiki lingkungan diperlukan rehabilitasi, bukan reklamasi," ujarnya.
   
   Rayuan Pulau Palsu
   Sebelum diskusi diputar film "Rayuan Pulau Palsu," produksi WatchDoc, yang disutradarai Randi Hernando, mengisahkan  nelayan di Muara Angke harus berhadapan dengan kekuatan pemodal yang melakukan ekspansi properti lewat reklamasi di Teluk Jakarta.

        Sekretaris Jenderal PPI Belanda, Ali Abdillah mengatakan berdasarkan informasi dari WatchDoc, ini adalah ketiga kali pemutaran film "Rayuan Pulau Palsu" di luar negeri setelah di Melbourne dan London.
             Dikatakannya pemutaran film ini  untuk memberikan gambaran kepada pelajar Indonesia di Belanda bahwa ada yang salah dengan pembangunan di Jakarta.
          "Bukan kita menolak pembangunan, bukan kita tidak mau Jakarta dan Indonesia yang lebih baik, tapi kita ingin pembangunan yang memperhatikan aspek kemanusiaan dan berpihak kepada masyarakat kecil, demikian Ali Abdillah. (ZG)****
(T.H-ZG/B/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie) 21-06-2016 04:15:21

WINA

PROMOSI INDONESIA MELALUI KARYA PELUKIS DI WINA
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 22/6 (Antara) - Pameran Lukisan karya empat Pelukis Indonesia secara resmi dibuka  Duta Besar RI untuk Austria, Rachmat Budiman, yang  diselenggarakan di Suppan Galerie Contemporary, Palais Coburg, Wina  berlangsung dari tanggal 20 Juni hingga 2 Juli  mendatang.

        Pameran lukisan yang diselenggarakan dalam rangkaian program Wonderful Indonesia for the World tersebut bertemakan ¿DIVERSE ¿ 4 Indonesian Positions¿, demikian Minister Counsellor Korfung Pensosbud Protkons KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Rabu.
        Sekitar 40 lukisan hasil karya pelukis yang dikenal  pecinta dan pemerhati seni lukis di tanah air yakni Popo Iskandar (Alm.), Nasirun, Tisna Sanjaya dan pelukis muda Zico Albaiquni dipamerkan dalam berbagai media dan ukuran mulai dari 75 cm x 93 cm hingga 200 cm x 150 cm.
        Indonesia memiliki kekayaan seni budaya dari masyarakatnya yang terdiri dari lebih 300 kelompok etnis dan memiliki lebih dari 700 bahasa. Ekspresi seni dan budaya merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.
        Hal ini merupakan potensi besar untuk dipromosikan kepada publik di kawasan Eropa, khususnya di Austria, mengingat masyarakat Austria memiliki karakter yang hampir sama dengan masyarakat Indonesia.
        Pameran lukisan  merupakan salah satu peluang strategis untuk mempromosikan estetika, budaya dan filosofi seni budaya Indonesia kepada publik di Austria, sekaligus merupakan salah satu bidang yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam konteks ekonomi kreatif.
        Hadir pada acara pembukaan sekitar 150 tamu undangan yang terdiri dari komunitas seniman dan pecinta serta kolektorseni lukis di Austria, pejabat Pemerintah Austria dan Kota Wina, Duta Besar dari negara-negara sahabat, akademisi, media, Indonesianis dan publik lainnya.
        Dalam sambutan pembukaannya Dubes RI untuk Austria, Rachmat Budiman menyampaikan Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman seni budaya dan kreativitas, di mana ekspresi artistik tidak terbatas pada bentuk seni tradisional, namun juga dalam bentuk seni kontemporer yang hidup secara kuat di tengah-tengah masyarakat.
        Ragam nilai dan filosofi inilah yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat internasional, khususnya masyarakat pecinta seni di Austria.
        Di samping untuk memperkenalkan seni budaya kontemporer Indonesia, pameran ini juga bertujuan mempromosikan pariwisata sekaligus potensi ekonomi kreatif yang dimiliki oleh Indonesia.
        Lebih lanjut disampaikan pameran ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hubungan antar-masyarakat (people to people contact), termasuk hubungan dan kerjasama antar seniman dari kedua negara.
        Martin Suppan, pemilik Suppan Contemporary Galerie, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa kualitas seni rupa Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lainnya.
        Dalam pengamatannya beberapa tahun belakangan seni rupa Indonesia, khususnya seni lukis, mengalami perkembangan yang sangat pesat dan diyakini memiliki potensi besar di masa mendatang.
        Kondisi ini perlu terus didukung dengan berbagai promosi di tingkat internasional, di antaranya melalui pameran seni rupa.
        Para undangan tampak menikmati karya-karya lukisan yang dipamerkan W. Schulze, mantan dosen salah satu universitas ternama di Austria dan peminat seni budaya Indonesia menyatakan kekagumannya atas karya-karya pelukis Indonesia yang menampilkan permainan warna yang indah, baik dalam lukisan yang bersifat abstrak maupun realis.
        Nuansa yang ditampilkan mengandung suasana "keindonesiaan" yang kental, namun tetap memberikan ruang untuk dapat dinikmati masyarakat Eropa.

    ***3*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 22-06-2016 10:09:19

ABU DABI

RI JAJAKI KERJA SAMA PENDIDIKAN DENGAN UEA 
     Oleh Zeynita Zibbons

   London, 22/6 (Antara) - Indonesia menjajaki kerja sama bidang pendidikan dengan  Persatuan Emirat Arab (PEA) dengan disampaikannya  inisiatif  "Memorandum of Understanding" (MoU) di bidang pendidikan tinggi antara Indonesia dengan negara itu.
        Hal itu terungkap saat Dubes RI untuk Abu Dhabi
Husin Bagis bertemu Menteri Pendidikan Tinggi Dr Ahmad Belhoul di Abu Dhabi, demikian Sekretaris Tiga Penaosbud KBRI Abu Dhabi Derry P.I.

        Husin Bagis menyebutkan, hubungan antara Indonesia dan PEA sangat baik, diharapkan hubungan yang sangat baik ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat kedua negara. MoU di bidang pendidikan tinggi merupakan langka awal untuk merealisasikan hal tersebut.
        Sementara itu, Ahmad Belhoul menyambut baik rencana tersebut dan terbuka untuk pembahasan lebih lanjut. "Apabila Indonesia dan PEA menandatangani MoU di bidang pendidikan tinggi, maka kedua negara dapat semakin mempererat hubungan melalui kerja sama antaruniversitas, bertukar keahlian di berbagai bidang dan meningkatkan 'people to people contact' melalui pemberian beasiswa," ujar Ahmad Belhoul yang baru saja ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan Tinggi UAE  Februari lalu.
       Pada Pertemuan tersebut, Husin Bagis berharap kedepannya dapat terjalin kerja sama antaruniversitas kedua negara untuk mengembangkan riset dan teknologi. Selain  itu, Dubes RI juga meminta kepada Menteri Pendidikan Tinggi PEA untuk dapat menambah jumlah beasiswa bagi para pelajar Indonesia yang berminat untuk melanjutkan pendidikan di PEA.  ***4***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 22-06-2016 13:24:26

Minggu, 19 Juni 2016

PRAHA

KBRI PRAHA PROMOSI INDONESIA FESTIVAL EKSPORT CEKO
     Zeynita Gibbons
   
   London, 19/6 (Antara) - Duta Besar RI di Praha, Aulia Aman Rachman mengatakan berbisnis dan berinvestasi di Indonesia menjadi semakin mudah, setelah Pemerintah meluncurkan 12 paket kebijakan ekonomi dalam satu tahun terakhir.
        Hal itu disampaikan Dubes Aulia Aman Rachman pada rangkaian pembukaan Festival Ekspor Ceko (Czech Export Festival) di Praha, demikian Fungsi Pensosbud KBRI Praha, Fitriyani Riduan kepada Antara London, Minggu.
        Dubes Aulia mengatakan iklim investasi Indonesia saat ini semakin baik, terbukti dengan diperolehnya rating "BBB+" oleh Standard & Poor's baru-baru ini. Kebijakan perdagangan Indonesia diarahkan untuk meningkatkan ekspor ke luar negeri.
        Festival Ekspor Ceko kegiatan promosi perdagangan, pariwisata dan investasi secara resmi dibuka Presiden Ceko, Milo Zeman yang dalam sambutannya menyebutkan ekspor menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi Ceko.
         Oleh karena itu, pihaknya selalu mendukung setiap aktivitas  mendorong aktivitas ekspor, termasuk melalui peningkatan jejaring melalui Festival Ekspor Ceko.
        Sementara itu Menteri Industri dan Perdagangan Ceko, Jan Mládek menegaskan pembukaan pasar nontradisional menjadi salah satu prioritas pemerintah Ceko. Eksplorasi dilakukan melalui pengiriman misi bisnis ke negara-negara potensial.
        Dikatakannya misi bisnis dipimpin Presiden, Perdana Menteri atau Menteri. Seperti Menteri Luar Negeri Ceko, Lubomir Zaorálek, memimpin misi bisnis ke Indonesia pada Februari lalu.
        Partisipasi KBRI pada Festival Ekspor Ceko sejalan dengan prioritas diplomasi ekonomi saat ini, yang gencar promosi perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia di Ceko.
        Pada Festival Ekspor Ceko, KBRI Praha menampilkan berbagai contoh produk unggulan Indonesia, seperti makanan olahan, minyak sawit, kopi, teh, tekstil dan batik, kerajinan tangan, hiasan berbasis kayu, suku cadang kendaraan bermotor, serta kekayaan tujuan wisata Indonesia.
        Untuk mendukung diplomasi kuliner, di Festival Ekspor KBRI Praha menyajikan rendang daging sapi yang dipadukan dengan ketupat. Tidak kurang dari 10 kg rendang yang didatangkan langsung dari Indonesia diminati pengunjung Festival.
        Meskipun cukup pedas, respon yang diterima dari pengunjung terhadap rendang adalah positif. Mereka menyukai rasa rendang yang dipandang unik dan khas. Sajian yang juga mendapat tanggapan positif adalah kopi asal Indonesia.
        KBRI Praha menyajikan kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak kurang dari lima kilogram biji kopi yang disangrai secara khusus untuk promosi habis tersaji pada kegiatan Festival.
        Sementara itu untuk semakin memperkenalkan potensi produk tekstil, terutama batik, di samping memajang contoh kain batik, KBRI Praha juga menggandeng mantan peserta program Dharmasiswa untuk memperagakan pembuatan batik.
        Dari hasil Festival Ekspor terdapat beberapa permintaan informasi dan penjajagan lebih lanjut untuk berbisnis di Indonesia, seperti bisnis furniture dan kopi.
        Festival Ekspor Ceko adalah kegiatan pameran bidang perdagangan yang diselenggarakan CzechInno, lembaga nir-laba asal Ceko bertujuan untuk mendorong dan mendukung semangat kewirausahaan di Ceko, dan juga mendorong untuk peningkatan hubungan bisnis antara Ceko dengan negara lain.
        CzechInno berada di bawah naungan Kementerian Industri dan Perdagangan Ceko. Tahun 2016 adalah penyelenggaraan ke-empat, Presiden Ceko selalu hadir membuka secara resmi kegiatan pameran yang diselenggarakan setiap tahun.
    ***3*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 19-06-2016 09:25:02