Selasa, 29 November 2016

QATAR

PERAGAAN BUSANA KARYA DIAN-ANNIESA DI QATAR
     Zeynita Gibbons

    London, 30/11 (Antara) - Desainer terkemuka Indonesia Anniesa Hasibuan (30) menggelar acara fashion show untuk memeriahkan Peringatan Hari Ibu ke-88 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha dan Persatuan Wanita Indonesia di Qatar (PWIQ).
         Kunjungan Anniesa Hasibuan dan Dian Pelangi (25) ke Qatar,  dalam rangka undangan untuk tampil pada Mercedes-Benz Fashion Week Doha (MBFWD) yang berlangsung tanggal 28 November hingga 1 Desember  di Hotel Hilton Doha, demikian Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, kepada Antara London, Rabu.
         Dalam sambutan pada Peringatan Hari Ibu, Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi menyampaikan bahwa kaum ibu dan Komunitas Diaspora di Qatar sangat berperan dan berkontribusi dalam diplomasi khususnya sosial budaya.
         Dikatakannya, tampilnya desainer Indonesia pada Fashion Show Internasional di Qatar tidak hanya mengharumkan nama Indonesia tetapi juga meningkatkan citra di Qatar. "Saya berharap kedua desainer kebanggaan Indonesia ini menjadi rujukan bagi busana muslimah tidak hanya di Qatar tapi juga di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada ekspor produk Indonesia," ujarnya.
         Peringatan Hari Ibu bertambah meriah dengan diadakan promosi busana Muslimah di Qatar dengan mengundang istri Duta Besar dari perwakilan asing di Qatar.
         Menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha, Andi Una, keberhasilan Anniesa sebagai desainer pertama dalam sejarah yang menampilkan busana hijab pada catwalk New York Fashion Week pada  awal September lalu menjadi pembicaraan pada acara Fashion Show di Qatar yang  menjadikan Anniesa sebagai magnet acara MBFWD.
         Model busana yang gemerlap namun elegan yang ditampilkan kedua disainer memukau penonton yang memadati ruang fashion show," ujar istri Dubes. Dikatakannya, penampilan rancangan Anniesa dan Dian memperoleh sambutan meriah. Usai acara sejumlah warga Qatar dan ekspatriat yang mengenal kedua disainer menyerbu Anniesa dan meminta berfoto bersama serta berebut membeli busana yang ditawarkan.
         Syarifah Amwal, pemerhati mode bermukim dua puluh tahun di Qatar mengatakan, kehadiran Anniesa dan Dian memperoleh karpet merah pada acara MBFWD. Nama Dian Pelangi sudah dikenal di kalangan sosialita Qatar sejak tampil pada  Heya Arabian Fashion Exhibition Fashion Show tahun lalu. Warga Qatar dan ekspatriat manca negara mengenal rancangan Dian dan Anniesa rela antri untuk memiliki koleksi terbaru busana muslimah karya keduanya.
         Selain memperingati Hari Ibu, dan menggelar rancangan busana Anniesa menjadi pembicara serta memperagakan pakaian rancangannya. Sedangkan Dian Pelangi mengadakan Talk Show dengan para Bloggers, awak Media dan pengemar dari manca negara.
         Menurut Andi Una, keberhasilan Dian Pelangi dalam memukau warga elit Qatar menjadikannya sebagai tamu kehormatan yang setiap tahun diundang dalam Fashion Show Internasional di Qatar. Karya-karya Dian sangat diminati termasuk dari kalangan keluarga Kerajaan di Qatar.  
    Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, Dian dan Anniesa jeli menangkap peluang pasar di Qatar dengan desain busana yang memenuhi selera wanita Timur Tengah. Selain model mewah dan tentu saja harga yang "wah", beberapa busana yang dipamerkan dibandrol dengan harga selangit untuk ukuran kantong Indonesia.
         Untuk memuaskan selera konsumen. kedua disainer tersebut juga menawarkan busana muslimah berbahan kain tradisional yang siap dipakai dengan harga terjangkau. Busana ini menjadi rebutan ibu-ibu komunitas diapora Indonesia yang haus akan model busaha muslimah rancangan dua perancang dunia dari Indonesia.      
    Menurut Team Manager Anniesa, Andika Surachman, baju yang ditawarkan untuk anggota DWP dan PWIQ berkisar antara Rp 300 ribu sampai 2 juta. Namun ada juga busana yang paling mahal bisa mencapai Rp. 200 juta," ujar Manager yang juga merupakan suami Anniesa.        
    Demikian halnya dengan Dian Pelangi yang menyediakan baju dengan harga terjangkau mulai dari Rp500 ribu. "Harga busana yang paling mahal yang ditawarkan sekitar Rp. 50 juta," ujar Dian Pelangi yang nama aslinya Dian Wahyu Utami. Penggemar Dian di Qatar banyak dari di kalangan generasi muda. Hal ini terlihat dari pertemuannya dengan para bloggers dan penggunjung di sela  sela acara Fashion Show. Dian berhasil membuktikan bahwa perempuan muslim dapat tampil fashionable, bukan hanya warna hitam yang umumnya dipakai para wanita di Timur Tengah termasuk Qatar.  Selain mengadakan Talk show, Dian juga memperagakan cara berjilbab.
         Meski usia relatif muda, Dian dikagumi atas pencapaiannya dalam dunia model melesat jauh melampaui umurnya. Sebagai desainer muda, Dian jeli menangkap selera pasar. "Peluang pasar di kawasan  Timur Tengah khususnya Qatar sangat menjanjikan," ujar Wanita Pelembang dengan postur tubuh semampai 172 sentimeter ini. Disainer yang juga model ini mengatakan  penetrasi pasar Timur Tengah dilakukan sejak tahun 2009. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 30-11-2016 05:55:17
end

ALJAZAHIR

INDONESIA PESERTA TERBAIK DI PAMERAN INTERNASIONAL ALJAZAIR
     Zeynita Gibbons
   London, 30/11 (Antara) - Indonesia dinobatkan menjadi peserta terbaik pada penyelenggaraan Pameran Internasional Pekerjaan Umum ke-14 (14ème édition du Salon International des Travaux Publics "SITP 2016" di gedung pameran Safex Alger, Aljazair yang berlangsung dari tanggal  23 hingga 27 November lalu.
        Menteri Pekerjaan Umum Aljazair, Boudjama Talai, menyerahkan tanda penghargaan kepada Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, demikian Sekretaris Tiga Fungsi Pensosbud KBRI Aljazair Aryadi Ramadhan kepada Antara London, Rabu.
        Secara khusus Talai mengucapkan terima kasih atas keikutseretaan Indonesia pada pameran dinilai unik dan  berbeda dari yang lain.
        "Saya cukup senang, karena partisipasi Indonesia tahun ini sangat bersemangat dan aktif, serta Indonesia menampilkan paviliun yang bagus. Saya juga menyaksikan pavilion Indonesia begitu hidup dan atmosfernya cukup meriah. Karena itu sangat layak Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik," ujarnya.
        Dubes Safira Machrusah berharap kesuksesan pameran ini akan berlanjut dengan meningkatnya neraca perdagangan antara Indonesia dan Aljazair. Pihaknya menyatakan akan bekerja keras demi terjalinnya hubungan ekonomi yang lebih erat di antara kedua negara.
        Pameran kali ini akan menjadi titik tolak kerjasama ekonomi yang lebih erat antara RI - Aljazair. Karena para pelaku bisnis Aljazair dapat bertemu dengan calon mitra perdagangan dari Indonesia dan melihat produk-produk mereka secara langsung, ujarnya.
        Indonesia mengambil luas lahan 544 m² serta keikutsertaan 42 perusahaan dan 137 peserta pameran  merupakan jumlah terbesar kedua setelah Perancis. Partisipasi Indonesia kali ini merupakan yang terbesar sepanjang keberadaan perwakilan RI di negara Afrika Utara tersebut.
        Berdasarkan catatan pihak pengelola, secara keseluruhan pengunjung pameran tercatat sebanyak 30 ribu orang.
        Sementara total pengunjung yang mengunjungi paviliun Indonesia sekitar 15 ribu orang dengan total nilai transaksi sebesar 500 ribu USD atau sekitar 6,7 miliar Rupiah.
        Melalui pameran ini, sejumlah korporasi Indonesia mendapatkan partner bisnis dari Aljazair. PT. Indorama misalnya, mendapatkan kesepakatan bisnis dengan mitra Aljazair untuk mengirimkan dua kontainer polyester tiap bulan ke Aljazair.
    Selain diisi pengusaha yang bergerak dari berbagai sektor seperti konstruksi, tekstil, garmen, minyak dan gas, pelumas, perhiasan, kerajinan kulit, informasi dan teknologi, serta produk makanan minuman di stan Indonesia, dimeriahkan dengan kesenian berupa konser musik dan tarian tradisional. KBRI Alger mengadakan undian berhadiah berwisata ke Pulau Bali bagi empat pengunjung  beruntung.
        Wulan, salah seorang peserta dari Jawa Tengah menyatakan pameran yang diadakan di Aljazair ini menuai sukses besar. Indonesia mendapat paviliun khusus dari pemerintah Aljazair, respon pengunjung juga cukup bagus.     
   Menurutnya, ternyata banyak masyarakat Aljazair baru tahu  Indonesia memiliki berabagai produk yang cukup menarik dengan harga kompetitif. Sebaliknya ia  mengaku baru tahu Aljazair merupakan pasar terbuka yang cukup potensial bagi produk-produk tanah air.
        Di sela-sela pameran, Indonesia mendapatkan kesempatan khusus dari pemerintah Aljazair untuk mengadakan Indonesian Day. Acara Business Match-Making ini ditujukan untuk mempertemukan  usahawan Indonesia dengan pelaku pasar Aljazair (Business to Business), guna memudahkan pebisnis kedua negara untuk saling mengenal dan menjajaki potensi masing-masing.
        Dari pihak Indonesia, pertemuan ini dihadiri Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi, Direktur Timur Tengah Kemlu RI, Nurul Aulia. Sementara dari Aljazair, hadir perwakilan Kadin Nasional Aljazair, Presiden Kadin Propinsi Biskra, Presiden Kadin Propinsi Geulma, Presiden Dan Direktur Kadin Propinsi Bouiera, serta Presiden Kadin Propinsi Sidi Ben Abbes, di samping sekitar 50 operator ekonomi kelas kakap Aljazair dan pengusaha kecil menengah.
        Mohamed Khubzi, perwakilan Kadin nasional Aljazair menyatakan, ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menemukan kendala yang selama ini menghalangi hubungan bisnis kedua negara. Menurut pengusaha yang beberapa kali mengunjungi Indonesia, hasil dari pertemuan ini akan menjadi milestones bagi penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
        Dalam kesempatan pertama, mereka akan menindaklanjuti dengan datang ke Indonesia melihat langsung ke sejumlah sentra produk-produk dalam negeri. Sektor industri tanah air yang menjadi primadona diantaranya industri makanan dan minuman, furniture, dan produk pertanian.(ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/B. Situmorang/B. Situmorang) 30-11-2016 00:01:52
end

BPJS

NAUFAL: BPJS PUNYA KOMITMEN TINGKATKAN KAPASITAS ORGANISASI
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 29/11 (Antara) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan mempunyai komitmen kuat meningkatkan kapasitas organisasi, terutama "human capital" dalam upaya merespon lingkungan yang selalu berubah, kata Direktur Umum dan SDM BPJS-Tk Naufal Mahfudz.
         "Untuk itu, kami membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menjalankan aktivitas perusahaan ini," kata Naufal Mahfudz yang menjadi pimpinan delegasi BPJS Ketenagakerjaan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ISSA, Hans-Hornst Konkolewsky di Kantor Pusat  International Social Security Association (ISSA) di Geneva, Swiss, sebagaimana keterangan yang diterima Antara London, Selasa.
         Delegasi yang terdiri dari para Kepala Kanwil dan Kepala Kacab BPJS Ketenagakerjaan yang berprestasi, melakukan kunjungan kerja keGeneva itu disambut Sekjen ISSA, Hans-Hornst Konkolewsky dan mendapatkan penjelasan materi langsung dari masing-masing Direktur teknis dari ISSA Head Office.
         Menurut Naufal Mahfudz, dalam pertemuan itu delegasi Indonesia mempelajari empat modul di Center of Excellence ISSA Guidelines yaitu tentang perluasan kepesertaan, peningkatan iuran, kualitas layanan dan good governance.
         Dikatakannya beberapa tantangan yang teridentifikasi dan menuntut respon yang cepat dan cermat antara lain "coverage" kepesertaan yang masih rendah, tuntutan pelayanan publik yang makin meningkat, dan teknologi digital yang membuat lingkungan industri berubah dengan cepat.
         "Salah satu inisiatif menyiapkan respon terhadap perubahan tersebut adalah melalui studi banding dan senantiasa belajar dan dari waktu ke waktu," ujarnya.
         Menurut Naufal, empat hal tersebut sangat penting sebagai landasan menuju keberhasilan melaksanakan mandat BPJS Ketenagakerjaan ke depan. "Saya memandang empat hal tersebut jika dilaksanakan dengan baik akan membawa kemajuan yang besar bagi BPJS ketenagakerjaan," ujarnya.
         Salah satu indikator keberhasilan jaminan sosial adalah cakupan yang tinggi, layanan yang memuaskan, pengelolaan yang baik dan mendapat kepercayaan dari publik, ujar Naufal yang sebelumnya menjabat Direktur SDM dan Umum LKBN Antara. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 29-11-2016 05:26:00
end

PRAHA

KBRI PRAHA HADIRKAN 150 PEMUDA DUNIA
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 29/11 (Antara) - KBRI di Praha bersama Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kepemudaan asal Ceko, Youth Time International Movement yang berbasis di Praha menghadirkan 150 pemuda dari 29 Negara pada Youth Global Forum yang diselenggarakan di Jakarta.
         Kegiatan Youth Global Forum itu diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 23 hingga 27 November lalu, demikian Pensosbud KBRI Praha,  Fitriyani Riduan kepada Antara London, Selasa.
         Kegiatan tahunan tersebut dikoordinir oleh KBRI Praha dan tahun ini diadakan di Jakarta sebagai tuan rumah Youth Global Forum 2016, yang dihadiri sekitar 150 orang pemuda dari 29 negara, kata Fitriyani Riduan.
         Tahun ini, Youth Global Forum bertema "the Interdependence between Sustainability and Social Enterpreneurship - Creating a Sustainable Environment for Social Development Through Tech Innovation". Tema berakar dari pentingnya pembangunan berkelanjutan dengan dukungan inovasi teknologi.
         Hadiah bagi pemenang dalam Youth Global Forum 2016 diraih oleh pemuda asal Rusia, Olga Lakhnova, dengan proyek berjudul "Fight isolation of Elderly by Educating Young", yang mendapat "grant" dan beasiswa untuk melanjutkan program master di Eropa. Olga menyatakan dirinya beruntung bisa berbagi pengalaman dengan pemuda dari berbagai dunia dan belajar budaya satu-sama lain.
         Sedangkan wakil Indonesia, Irvandijas Sanjaya, memenangkan kategori People's Choice Award, dengan tema "Disability goes on Development", yang intinya memberdayakan kaum disabilitas berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dan dirinya sendiri.
         Youth Global Forum dibuka oleh Plh. Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga, Esa Sukmawijaya, yang menekankan potensi pemuda Indonesia yang siap berkembang bersama dengan teman-teman dari berbagai negara. Paparan kunci diberikan oleh Rektor IPMI International Business School Jakarta, yang menyatakan pemuda antarnegara saling tergantung karena seperti setiap bagian pesawat yang satu sama lainnya berperan di bidang masing-masing untuk pembangunan berkelanjutan.
         Wakil dari KBRI Praha, Wahono Yulianto, mewakili Dubes RI Praha, menyampaikan dukungan KBRI Praha dalam kegiatan ini lebih ditujukan untuk menggalang kerja sama yang lebih erat antara pemuda internasional dengan kalangan muda di Indonesia, di samping sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia. Terbukti sebagian peserta forum tidak langsung kembali ke negara masing-masing, namun menambah waktu tinggal dengan menikmati bagian lain dari Indonesia, seperti berwisata ke Bali.
         Youth Global Forum didukung Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Pemprov DKI Jakarta, IPMI International Business School, Zagreb School of Business, ESEI International Business School Barcelona dan LSM Kepemudaan di Indonesia, Indonesian Future Leaders (IFL) dan Youth for Climate Change Indonesia (YFCC).
         Gala Dinner di Balai Agung, Jakarta, menandai penutupan Youth Global Forum 2016 yang dihadiri Plt. Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono, yang menggarisbawahi pentingnya pemuda berwawasan global untuk menjadi motor perubahan kearah yang lebih baik. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 29-11-2016 06:00:50

NAMIBIA

WILLIAM WONGSO PADUKAN BUMBU DAGING BURUAN NAMIBIA
     Zeynita Gibbons


      London, 29/11 (Antara) - Pakar Kuliner Indonesia William Wongso memadukan bumbu Indonesia dengan racikan daging binatang buruan (Game Meats) di Namibia.
           Ia melakukan itu pada acara promosi kuliner Indonesia  balutan 'A Taste of Indonesia' dalam kunjungannya di benua Afrika dari 15 - 28 November.
           Namibia selain menghasilkan produk daging sapi, konservasi alam juga penghasil daging lain sebagai binatang buruan (game) seperti oryx, kudu, springbok, eland, hartebeest, wildebeast dan lain-lain, kata Counsellor Pensosbud KBRI Windhoek, Pramudya Sulaksono kepada Antara London, Selasa.     
      KBRI Windhoek mendatangkan pakar kuliner asal Indonesia Chef William Wongso guna memanfaatkan daging binatang buruan yang dapat diolah dan disajikan dengan bumbu ala Indonesia, sekaligus  mempromosikan aneka cita rasa exotic kuliner Indonesia, kepada masyarakat Namibia melalui 'A Taste of Indonesia'.
           Chef William Wongso memperkenalkan racikan masakan dari daging tersebut diolah dengan bumbu Indonesia, menghasilkan makanan perpaduan antara Indonesia dan Namibia seperti Rendang Padang dari Eland, Sate Marangi dari Springbok serta masakan Indonesia lainnya yang diolah dengan bumbu yang dapat ditemui di Namibia.
           Selama di Namibia, Chef William Wongso memperagakan cara memasak masakan Indonesia di Silver Spoon Hospitality Academy dengan bumbu masakan 'authentic' khas Indonesia melaui workshop di depan praktisi Industri kuliner Namibia, asosiasi chef Namibia, chef dari berbagai restoran dan hotel di Windhoek.
          Bekerja sama dengan Department Hospitality and Tourism of Namibia University of Science and Technology (NUST) Chef William Wongso mengadakan workshop di depan Mahasiswa School Hotel NUST, Friends of Indonesia dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Windhoek dalam format masterclass dengan tema "Mengolah Game Meats Namibia dengan Cara Indonesia".
           Sebagai puncak acara, KBRI Windhoek bekerjasama dengan Kokerboom Restaurant, Windhoek Country Club mengadakan 'A Taste of Indonesia'. Chef William Wongso dengan dibantu chef Restoran tersebut menyajikan lebih dari 30 jenis makanan Indonesia  antara lain Pindang Serani Ikan Ekor Kuning, Rawon dagingOryx, Soto Ayam Lamongan, Sate Marangi Springbok, Sate Ayam Madura. Sate Cumi Rica-Rica, Sate Udang Komoh. Arsik Ikan Batak, Ikan Goreng Sambal Mattah Bali, Kerang Hitam Masak Woku, Cumi Cabe Hikau, Cumi Ayam Melayu,  Rendang Padang Eland, Dendeng Batoko Sambal Blado, Semur Daging, Iga Bakar kambing dan lainnya.
        Dubes RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, Eddy Basuki menyambut baik diplomasi kuliner Indonesia. Diharapkan 
kehadiran Chef William Wongso kebiasaan masyarakat Namibia yang gemar makan daging yang diolah dengan terbatas dan sederhana 
dapat lebih memberikan variasi baru makanan masyarakat Namibia.
        Diharapkan diplomasi kuliner KBRI memperkenalkan berbagai jenis masakan Indonesia bercitra rasa exotic kepada masyarakat Namibia akan memperelat tali persaudaraan kedua bangsa, Indonesia dan Namibia.(ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 29-11-2016 04:49:42

unesco



UNESCO DAKAR PUJI PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons

     London, 29/11 (Antara) - Organisasi internasional PPB bidang  pendidikan, sains, dan kebudayaan (UNESCO) memuji peran dan dukungan pemerintah Indonesia dalam memaksimalkan peran sekolah untuk mengurangi dampak perubahan iklim (climate change), khususnya program Adiwiyata.
         Hal itu terungkap dalam pertemuan "Training of Trainers on the Whole-Institution Approach to Climate Change" di kantor UNESCO Dakar, Senegal, demikian Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Dakar - Senegal, Dimas Prihadi kepada Antara London, Senin.
         Pertemuan bertujuan untuk mencari cara bagaimana meningkatkan peran dan kontribusi sekolah dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Dalam kaitan ini, Indonesia termasuk negara unggulan bersama dengan Perancis dan Denmark.
         Delegasi RI dalam pertemuan terdiri dari Koordinator Nasional ASPnet - UNESCO (Associated Schools Project Network), Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bukit Asam, Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 27 Jakarta, dan Kepala Sekolah Islam (Amalina Islamic School).
         Dalam pertemuan  peserta melakukan diskusi mengenai bagaimana menjamin partisipasi inklusif dari sekolah serta mewujudkan rencana aksi dan pendekatan institusional dalam mengurangi dampak perubahan iklim.
         Delri memperkenalkan program "Adiwiyata" yang dikembangkan  Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak tahun 2006.
         Adiwiyata adalah program yang bertujuan menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat bertanggung jawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
         Dijelaskan oleh Delri pada awalnya program Adiwiyata dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.
         Delri menyampaikan Indonesia sudah memiliki kurikulum berbasis lingkungan sesuai amanat Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.
         Implementasi program Adiwiyata di sekolah Adiwiyata juga sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh standar pendidikan nasional.
         Selain itu, Delegasi RI menyampaikan untuk menjadi sekolah Adiwiyata, sekolah-sekolah di Indonesia harus mengajukan permohonan kepada Kementerian terkait untuk dilakukan verifikasi oleh Tim Penilai.
         Untuk menjadi sekolah Adiwiyata, sekolah di Indonesia harus memiliki empat komponen, yaitu Kebijakan Berwawasan Lingkungan, Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan, Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif dan Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan.
         Seluruh peserta pertemuan terkesan dengan kurikulum berbasis lingkungan yang  dikembangkan  Pemerintah Indonesia. Ketika sekolah-sekolah lain di Amerika dan Eropa baru mencoba  menyusun kurikulum seperti ini, Pemerintah Indonesia sudah memiliki sekolah Adiwiyata yang jumlahnya saat ini mencapai ribuan.
         Pada pertemuan Delegasi dengan Dubes RI di Wisma Duta, Dubes Mansyur Pangeran menyatakan rasa bangga dengan sistem pendidikan di Indonesia yang sudah maju dan mengglobal bahkan dapat menjadi panutan bagi negara-negara lainnya khususnya dalam bidang pendidikan lingkungan hidup yang diajarkan di sekolah sejak usia dini.
         Pertemuan dihadiri peserta dari 12 negara, yaitu dari Asia seperti Indonesia, Jepang, Oman, Libanon dan Afrika dari Senegal, Namibia, wilayah Amerika dari Brazil, Republik Dominika dan Eropa  seperti Perancis, Denmark, Jerman ,Yunani, serta staf UNESCO dari Paris dan Dakar.
    ***4** 
(ZG)
(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 29-11-2016 00:52:57

SENEGAL

WNI IKUT RAYAKAN "GRAND MAGAL TOUBA" SENEGAL
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 29/11 (Antara) - Masyarakat Indonesia serta Dubes RI di Dakar, Mansyur Pangeran dan staf bersama jutaan orang dari seluruh penjuru Senegal dan luar negeri memadati kota religius  Touba untuk merayakan peringatan "Grand Magal of Touba" 1438,  di Senegal sekitar 200 Km dari Kota Dakar.
         Perayaan keagamaan berlangsung meriah selama seminggu  dengan intensitas kepadatan pengunjung mengalami puncaknya Sabtu itu diperkirakan sekitar 1,5 juta orang memeriahkan perayaan Magal Touba tahun ini, ujar Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Dakar - Senegal, Dimas Prihadi kepada Antara London, Selasa.
         Magal Touba adalah acara keagamaan untuk memperingati Safar ke-18 (La célébration de 18 Safar), yaitu peringatan peristiwa perjalanan Serigne Cheikh Ahmadou Bamba Mbacke, pendiri persaudaraan Islam Mouridiyah, ke pengasingannya di Gabon pada 1895.
         Tidak hanya warga negara Senegal yang mengikuti perayaan keagamaan ini tetapi juga ulama-ulama besar dari negara-negara sahabat, antara lain, Turki, Irak, Mauritania, Gabon, Nigeria, dan Sudan juga hadir memeriahkan.
         Dubes Mansyur Pangeran memanfaatkan momentum Magal Touba untuk bertemu dengan Khalifa General Touba (Mouridiyah), Serigne Cheikh Sidy Moukhtar Mbacke, tokoh agama paling disegani di Senegal.
         Pertemuan itu sebagai upaya  meningkatkan "people-to-people contact" serta membina dan menggalang dukungan dari kalangan pemuka agama yang disegani oleh warga Senegal.
         Dalam pertemuannya dengan Dubes RI, Serigne Cheikh Sidy Moukhtar menyampaikan terima kasihnya kepada Dubes yang hadir dalam perayaan Magal Touba.
         Serigne Cheikh Sidy Moukhtar mengetahui Indonesia dan memandang Indonesia sebagai sahabat Senegal karena populasi muslimnya terbesar di dunia.
         Sementara itu, Dubes menyampaikan selamat atas perayaan Magal Touba yang diselenggarakan sangat meriah dan diikuti oleh jutaan pengikut Mouridiyah dan diharapkan ada hubungan yang baik antara pimpinan Mouridiyah dengan tokoh agama di Indonesia.
         Magal Touba merupakan perayaan keagamaan terpenting di Senegal yang perayaannya lebih besar dari perayaan Hari Raya Idul Fitri (Korite) dan Idul Adha (Tabasqi).
         Cara warga setempat merayakannya pun sangat unik. Warga merayakannya dengan melakukan aktivitas "bernde", yaitu saling berbuat kebaikan dan berbagi antar sesama manusia dengan menyediakan penginapan dan makan secara gratis bagi para jamaah.
         Seluruh pengikut jamaah Mouiridiyah utamanya mereka yang berdomisili di Kota Touba saling berlomba-lomba untuk berbuat "bernde".
         Aktivitas "bernde" sudah terlihat di sepanjang jalan dari Kota Diourbell ke Touba yakni warga setempat saling berebut untuk memberikan makanan dan minuman kepada para jamaah yang akan menuju Touba termasuk penginapan di rumah-rumah masyarakat karena di Touba tidak ada hotel.
         Jarak 200 Km dari Dakar ke Touba  ditempuh dengan waktu selama lebih kurang tujuh jam karena jalanan yang sudah dipadati  jamaah dari seluruh penjuru Senegal dan luar negeri.
         Perayaan Magal Touba merupakan perayaan keagamaan yang menarik untuk didalami dan diketahui masyarakat Indonesia khususnya  pemuka agama di Indonesia.
         Di Senegal terdapat empat persaudaraan muslim terbesar, yaitu: Tijâniyyah, Mouridiyah, Qadiriyya dan Layenes. Tijaniyyah dan Mouridiyah sebagai mayoritas terbesar. Sedangkan, Qadiriyya dan Layenes hampir tidak pernah terdengar aktivitasnya.
          Khalifa General Serigne Cheikh Sidy Moukhtar Mbacke yang saat ini menjadi pemimpin Mouridiyah adalah anak dari Cheikh Mouhamadou Lamine Bara Mbacke dan ayahnya ini adalah anak dari Cheikh Ahmadou Bamba yang sangat dihormati.
    (ZG)
****4****
(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 29-11-2016 05:21:56