Selasa, 30 Juni 2015

BANDUNG

WALI KOTA BANDUNG MENYIMAK PAPARAN PEBISNIS INGGRIS
     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 29/6 (Antara) - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali bertemu para pebisnis Inggris terutama kalangan industri kreatif dalam rangkaian program kunjungan kerjanya ke London sejak tanggal 22 Juni lalu bertempat di perusahaan Wayra, London.

         Dalam format pertemuan rileks posisi melingkar, Wali Kota Bandung, Jawa Barat itu memilih duduk di lantai berbaur dengan kalangan pebisnis Inggris, demikian Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI London Hastin AB Dumadi kepada Antara London, Minggu (28/6).

         Dalam paparannya, Wali Kota Ridwan Kamil menekankan bahwa selain mewujudkan Bandung sebagai smart city atau kota pintar, Ia juga ingin membangun ibu kota Provinsi Jawa Barat itu sebagai "liveable and loveable city".

         Ridwan Kamil menyebutkan keinginannya untuk mentranformasi Bandung sebagai kota teknopolis.

         Untuk itu, Ia ingin mempelajari, mendengar dan melihat ide baru, inovasi dan manajemen kota di Inggris.

         Ia juga menginformasikan rencananya membangun suatu wilayah sebagai area teknopolis di daerahnya di kawasan dekat Jatinangor.

         Wali Kota Ridwan dengan tekun menyimak paparan dari enam perusahaan di Inggris yang bergerak di sektor industri kreatif yaitu Alan Greenberg, mantan Kepala Pendidikan di perusahaan Apple, perusahaan BridgeU, what3words, Voyage Control, WeFarm, dan Proversity.

         Alan Greenberg menyebutkan 'there is nothing more exciting than working in Asia' atau tidak ada yang lebih menarik dari pada bekerja di Asia.

         Greenberg menyampaikan masukan di antaranya untuk membangun smart cities diperlukan proliferasi penggunaan computer, disiplin untuk melihat maksimalisasi peluang, meminimalisasi risiko.

         Ia mendorong perusahaan-perusahaan Inggris untuk berkolaborasi dengan orang setempat, membangun inkubasi dan mengembangkan langkah-langkah akselerasi.

         Sementara Lucy Stonehill dari BridgeU menyebutkan perusahaannya mengembangkan program software yang membantu para siswa menengah atas yang tengah mempersiapakn studinya ke tingkat universitas di Inggris, AS dan Canada.

         Steven Ramage dari perusahaan what3words juga memberikan paparan mengenai program global address system yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Bandung dalam membangun smart city.
    John Swanston dari perusahaan Voyage Control memaparkan mengenai aplikasi program untuk memonitor pergerakan kendaraan termasuk kendaraan pengiriman barang.
    Di samping itu, Ridwan Kamil juga mendengarkan paparan dari WeFarm mengenai penggunaan IT untuk masyarakat di daerah terpencil yang sering mengalami kesulitan mengakses internet, sehingga perusahaan tersebut mengembangkan aplikasi sms untuk pencarian data terkini terkait berbagai hal.

         Sementara perusahaan Proversity menawarkan pengembangan universitas secara online.

         Beberapa pertanyaan yang muncul dari peserta banyak menyangkut kondisi infrastruktur di Bandung.

         Wali Kota Ridwan menyebutkan aspek infrastruktur tersebut masih menjadi tantangan Kota Bandung dalam pembangunan terutama pada subsektor transportasi, penanganan sampah dan penyediaan air bersih.

         Untuk itu, ia menyambut baik sekiranya terdapat inovasi, gagasan dan tawaran kerja sama dari perusahaan-perusahaan di Inggris terkait sektor infrastruktur.

         Ridwan Kamil juga menyebutkan, terkait pemenuhan kebutuhan energi di Bandung saat ini tengah dikembangkan penggunaan tenaga surya. ***1***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 29-06-2015 03:39:32

PPI UK

RIDWAN KAMIL AJAK PELAJAR BERI SUMBANGSIH
          London, 26/6  (Antara) - Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Inggris Raya untuk memberikan sumbangsihnya bagi pembangunan di Tanah Air.

         "Agenda besar yang saya usung adalah bisa mengirimkan para pelajar di Bandung untuk kuliah di Inggris yang menjadi pusat peradaban dunia," ujar Wali Kota Bandung dalam pertemuan dengan  pelajar dan masyarakat Indonesia di Inggris yang dipandu Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya Hamzah Thayeb di KBRI London di KBRI London, Kamis (25/6) malam.

        "Saya senang berada di London tempat yang sangat luar biasa di mana penjadi pusat peradaban dunia  dan juga tempat belajar yang  luar biasa, agenda besar saya adalah memperbanyak beasiswa  S2, dari Bandung, ujar Ridwan Kamil yang pernah terpilih menjadi pemenang karya design inovatif oleh British Council 2006.

        Menurut dia, pendidikan di UK  bagus dan sebagai wali kota kan mendorong anak-anak di Bandung untuk belajar di Inggris. apalagi di Inggris tidak terlalu lama.

         Diakuinya dulu untuk mendapatkan beasiswa S2 tidak mudah.  Ridwan Kamil mengakui  betapa susah mendapatkan beasiswa S2 , "Saya bisa membuat anggarkan untuk para mahasiswa di Bandung yang mau belajar S2," ujarnya.

         Sebelumnya Ridwan Kamil memaparkan keberhasilan yang dicapainya selama menjabat Wali Kota Bandung yang mendapat apresiasi dari pelajar mahasiswa dan juga  pejabat dari kantor perwakilan Bank Indonesia, BNI,  Diaspora serta berbagai organisasi masyarakat yang ada di Inggris termasuk ustad Nurul Huda yang sedang mengisi pengajian di Inggris selama bulan suci Ramadhan.

        Dalam paparannya Ridwan menyebutkan rencana utama menjadikan Bandung sebagai Kota inovasi. Inovasi ini tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga di bidang birokrasi.

         Ridwan menekankan kolaborasi dan distribusi yang menjadi kewenangan.

        Dikatakannya keberhasilan Bandung juga tidak lepas dari dukungan masyarakat yang  menyatakan  kesukarelaan dan mau bergotong royong  yang masih menjadi semangat yang nyata di Bandung seperti tercermin pada persiapan KTT Asia Afrika bulan April lalu.

        Ciri khas pembangunannya selalu pada aksi partisipasi publik. Saat persiapan menggelar Konfrensi Asia Afrika (KAA) yang diberi tenggat waktu hanya dua bulan, Ridwan Kamil berhasil menghimpun 15 ribu volunteers.

         Menurut Ustadz Ahmad Nurul Huda  atau yang diakrab disapa dengan Enha,  sosok Ridwan Kamil adalah kebersahajaannya yang menopang kecerdasan dan kreativitas tanpa batas. "Saya beruntung bisa bertemu, berbincang dan berbuka puasa bersama dengan Kang Emil, panggilan khas walikota Bandung ini, waktu satu jam rasanya sebentar sekali untuk presentasi yang inspiratif," ujar ustad Enha.  
. (ZG
(T.H-ZG/C/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti) 26-06-2015 21:26:17

BANDUNG

RIDWAN KAMIL AKAN TERAPKAN KEMITRAAN SEPERTI INGGRIS
     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 26/6 (Antara) - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap pihaknya dapat menerapkan sistem kemitraan publik-swasta yang merupakan layanan pemerintah atau usaha bisnis swasta didanai dan dioperasikan melalui kemitraan pemerintah dan swasta seperti di Inggris.

         "Saya menyadari kecepatan Inggris membangun karena sebagian besar 'public/private partnership-PPP' mengandalkan pendanaan pihak ketiga di kota setempat," ujar Ridwan Kamil kepada Antara usai pertemuan dengan masyarakat dan para pelajar Indonesia di KBRI London, Kamis malam.

         Kehadiran Ridwan Kamil di Inggris bersama Ridwahsyah Yusuf Achmad, Co Founder Bandung Strategic Leadership Forum sejak Senin lalu dalam rangka menghadiri pertemuan dengan Kepala Genetation Investment Management Al Gore dan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pengusaha Inggris serta peninjau sistem transportasi di London dan di Nottingham.

         Ridwan Kamil menyebutkan pembangunan yang dilakukan dengan sistem PPP di Inggris dengan mengandalkan pihak ketiga tidak saja dilakukan di berbagai infrastruktur yang ada tetapi juga sekolah, bahkan penjara dan berbagai layanan publik lainnya seperti transportasi.

         Dalam kunjungan kerja ke Inggris dari tanggal 22 hingga 28 Juni ini, Ridwan Kamil yang terpilih menjadi pemenang karya design inovatif oleh British Council tahun 2006, memberikan presentasi di depan kalangan bisnis Inggris yang diadakan UK-ASEAN Business Council, di Benoy, perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, tata kota, dan design, London.

         Sementara itu Ridwan Kamil juga meninjau sistem transportasi Docklands Light Railway Poplar, di mana pihak DLR Poplar, Company Secretary, David Keep memberikan presentasi mengenai pembangunan kawasan timur London yang menggunakan public/private partnership (PPP) dalam jangka waktu 24,5 tahun, yang pada tahap awal sepenuhnya dibiayai oleh pihak swasta.

         Selain itu Ridwan Kamil juga mengunjungi daerah pembangunan baru termasuk London City Airport dan Canary Wharf dengan menggunakan transportasi umum DLR.

         Menurut Sekretaris Tiga Economic Affairs KBRI London, Dethi Silvidah Gani, yang mendampingi Ridwal Kamil menyebutkan wali kota Bandung terkesan dengan pembangunan wilayah baru yang lebih modern di wilayah timur London, daerah Canary Wharf.

         Hal ini mengingat adanya keinginan sang Wali kota yang berencana akan membangunan Bandung Technopolis, kota modern di selatan kota Bandung, untuk mengakomodir business community dan creative people Indonesia tahun 2030 ketika diperkirakan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia.

         UK Infrastructure yaitu Unit yang menangani PPP di bawah HM Treasury, Ridwan Kamil mendapat penjelasan dari Wijanty Tijono, orang Indonesia, Commercial Specialist, mengenai sejumlah proyek pembangunan infrastruktur publik yang pendanaannya dilakukan pihak swasta dan peran/porsi pemerintah Inggris dalam kontrak kerja tersebut.

         Ridwan Kamil berharap dapat menerapkan sistem PPP Inggris di Bandung. Tahap awalnya akan memulai dengan membentuk unit khusus yang menangani PPP dan merapihkan peraturan-peraturan terkait proses tender di daerah.

         Dalam kunjungan ke ARUP Group, Ridwan Kamil diterima James Kenny, Global Affairs - Sophie Camburn, Associate Director for Masterplanning & Urban Design yang memberikan presentasi mengenai proyek-proyek pembangunan infrastruktur kota yang telah dilakukan ARUP di berbagai belahan dunia.

         ARUP Group merupakan perusahaan jasa profesional multinasional yang berkantor pusat di London, Inggris yang menyediakan rekayasa, desain, perencanaan, manajemen proyek dan jasa konsultasi yang berhasil pembangun berbagai proyek ikonik dunia seperti Sydney Opera House, Angel of the North, Marina Bay Sands Singapura, the Gherkin.

    (T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 26-06-2015 23:28:03

POLANDIA

RI-POLANDIA JAJAKI KERJASAMA KELISTRIKAN DAN TRANSPORTASI
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 24/6 (Antara) - Pemerintah Indonesia menjajaki kerja sama dengan Polandia untuk pembangunan proyek pembangkit listrik dan sistem transportasi perkotaan di Tanah Air.

         Penjajakan kerja sama ditandai dengan kunjungan delegasi Indonesia yang dipimpin Anggota DPD RI L.M. Rusman Emba bersama Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F. Gontha, Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu Dian Transyah Djani, dan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistyo, ke pabrik Alstom Power, di Kota kota Elblag, Polandia.

         "Alstom adalah perusahaan pembangkit listrik, transportasi rel, pusat produksi turbin, pengolahan besi baja, dan pusat IT kelistrikan. Pabrik yang telah berusia lebih dari 150 tahun ini merupakan salah satu industri kereta dan trem tertua di Polandia," kata Counsellor KBRI Polandia, Roos Diana Iskandar, kepada Antara, Rabu.

         Para delegasi menyempatkan kunjungannya ke pabrik Alstom Railway di kota Chorzów, produsen utama sistem transportasi perkotaan  menawarkan solusi transportasi publik kereta dan trem mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

         Delegasi antusias melihat fasilitas pabrik Alstom dan mendapatkan penjelasan mengenai berbagai hal yang kemungkinan dapat bermanfaat bagi Indonesia bila bekerja sama dengan Alstom nantinya.

         Beberapa turbin ukuran kecil dan sedang produksi Alstom dinilai  sesuai dengan karakteristik daerah di Indonesia. Alstom bahkan berminat dalam menjadikan Indonesia sebagai bagian dari global chain supportnya.

         Alstom Power tidak hanya bersedia dalam pembangunan jaringan listrik di berbagai daerah Indonesia tetapi juga memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para insinyur dan mahasiswa dari Indonesia dalam bentuk "vocational training" fasilitas Alstom Polandia.

         Director Alstom Turbin, Wojciech Peret, menjelaskan mengenai berbagai fasilitas yang terdapat pada salah satu dari lima pusat produksi Alstom di Polandia tersebut, lebih dari 320 turbin uap dan gas ukuran medium dan besar yang ada di dunia ini diproduksi di pabrik Alstom Polandia.

         Duta Besar RI untuk Polandia, Peter F. Gontha kerja sama dengan Alstom diharapkan dapat membawa manfaat mengingat Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan kelistrikan. "Reputasi baik perusahaan inipun sudah dikenal dunia," ujarnya.

         Alstom Railway sebagai produsen utama sistem transportasi perkotaan yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, menawarkan solusi transportasi publik kereta dan trem mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

         Alstom Railway  memenuhi pesanan kereta dan tram bagi kota-kota besar di Eropa antara lain Amsterdam, Istanbul, Budapest dan Warsawa.

          Presiden Alstom Polandia, Leslaw Kuzaj menyampaikan kesiapannya  membantu Indonesia tidak hanya di bidang kelistrikan tetapi juga membangun sistem transportasi perkeretaapian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas produk komponen kereta api sesuai standar internasional.

         Salah satu lini produksi Alstom yang menarik untuk diterapkan di Indonesia adalah "Axonis Light Metro System" memiliki keunggulan yaitu aman, nyaman, cepat dan mudah dibangun sekitar tiga atau 4 tahun, lebih efisien dalam pengoperasian dan pemeliharaan, tidak membutuhkan lahan yang besar dapat menarik 2-5 gerbong dengan kapasitas 10.000-45.000 orang per jam.

         Sistem Axonis dipandang sesuai untuk melayani rute bandara Sukarno Hatta ke dalam kota yang selanjutnya diintegrasikan dengan salah satu stasiun kereta yang ada di pusat kota Jakarta.

    ***3***

(ZG)
(T.H-ZG/B/R. Sinaga/R. Sinaga) 24-06-2015 19:27:24

PROFIL USTAD

PROFIL - USTAZ ENHA BELAJAR TOLERANSI DI KERAJAAN INGGRIS Oleh Zeynita Gibbons
          Bagi Ustaz Ahmad Nurul Huda--yang akrab disapa Enha--mendapat kesempatan mengisi pengajian selama bulan puasa di Kerajaan Inggris, khususnya di kalangan Muslim Indonesia, merupakan suatu karunia.

         Selain memberikan ceramah pada acara buka puasa minggu pertama bersama masyarakat Indonesia di London dan sekitarnya di Wisma Nusantara, kediaman Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia dan Ny. Lastry Thayeb, Enha juga banyak belajar tentang kehidupan umat Islam di Inggris.

         Kehadiran Ustaz Enha di Kerarajaan Inggris adalah atas undangan Pengajian Masyarakat Indonesia London dan sekitarnya yang setiap tahun mengundang ustaz dari Tanah Air untuk mengisi tauziah selama Ramadan. Acara tersebut mendapat dukungan Garuda Indonesia--salah satu dari 10 maskapai penerbangan terbaik di dunia yang sejak September lalu melayani pemerbangan Jakarta London.

         Selama sebulan Enha mengisi pengajian pada akhir pekan di KBRI London dan pengajian ibu-ibu di London Indonesia Islami Centre (IIC) serta di pengajian lokality komunitas masyarakat Indonesia di berbagai kota, seperti Oxford, Birmingham, Manchester, Sheffield, dan puncaknya menyampaikan khotbah Idulfitri 1436 Hijriah di Wisma Nusantara, Bishop Grove, London.

         "Saya harus jujur mengatakan amat senang dengan perjalanan dakwah di United Kingdom ini," ujar ustaz yang juga menjadi motivator keluarga kepada Antara London, Rabu.

         Menurut ustaz yang pernah menjadi pejabat KUA itu, ada banyak hal yang didapatkannya selama berada di Inggris, di antaranya adalah suka duka menjadi Muslim di negeri minoritas. Meskipun Islam sudah mulai merebak di negeri ini, UK tetap saja bukan negara mayoritas Islam seperti Indonesia.

         Ustaz kelahiran Jakarta, Mei 1975, mengakui banyak  belajar  soal toleransi dan bagaimana beragama dengan mengedepankan penghargaan atas kemanusiaan di Kerajaan Kanjeng Ratu Elizabeth II.

         Saat memenuhi undangan buka puasa di keluarga Dindin Wahyudin, Atase Bidang Politik KBRI, yang  tinggal di wilayah Golders Green, atau orang mengenalnya sebagai kawasan Yahudi.

         "Dalam soal kehidupan," kata dia, "masyarakat di sini sangat baik dan toleran sekali, jauh dari anggapan dan kesan zionis seperti  yang sering  didengar dari informasi dari televisi."
    Ustaz Enha mengakui ajaran Islam itu sarat dengan "value" yang universal. "Saking universalnya, saya justru banyak menemukan nilai-nilai itu tidak di negeri-negeri Islam, tetapi di Inggris," ujar Ketua Ikatan Dai Media Nusantara.

         Pertanyaannya adalah mengapa nilai-nilai itu teraplikasi dengan baik di negara sekular? Sang ustaz pendiri Pengasuh Istana Yatim Jakarta pun tampak berpikir keras. "Boleh jadi karena mereka tidak sibuk dengan fadhilah," ucapnya.

         Penulis beberapa buku, seperti Cahaya Tahuid, Berbeda tetapi Tetap Damai, dan Gusti Allah Mboten Sare, itu menegaskan, "Boleh jadi mereka menjalaninya karena memang sedemikian itu harusnya kita juga melakukan, bukan karena iming-iming ganjaran."
    Ustaz pun terkesima dengan kebaikan sikap orang Inggris. "Kalau soal penataan kota dan kebersihan serta sikap disiplin para pengguna jalan, saya rasa masyarakat Inggris menerapkan nilai-nilai keislaman yang baik," ucapnya.

         Ia pun menyaksikan keindahan kota London dan berkunjung ke objek wisata, seperti Istana Ratu, jam gadang Bigban, gedung parlemen dan Kantor Perdana Menteri Dowining Street serta central Masjid Regent Park. Hal ini seperti bertolak belakang mengingat semrawutnya beberapa kota di negeri-negeri Muslim.

         Indonesia meskipun bukan negara Islam, menurut dia, mayoritas beragama Islam, terkadang memandang sesama saudara dengan pandangan kebencian. Belum lagi, tuduhan sesat dan cacian di media, seperti bukan produk agama hanif seperti Islam.

         Menurut Pendiri Super Family Consulting pun mengingat jelas pengalaman yang nyaris sama seorang guru besar, mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Syekh Mohammad Abduh ketika berkunjung ke Paris lebih satu abad lalu (1884).

         Di sana sang guru besar menyaksikan betapa kota Paris indah dan bersih serta teratur rapi. Lagi pula, orang-orang Paris beretos kerja tinggi, berperilaku peramah dan bersahabat. Syekh Mohammad Abduh pun berucap, "Raaytu al-Islam wa lam ara Musliman (aku lihat Islam di Paris, padahal aku tidak melihat orang Muslim)."

                                              Galau
    Ustaz Enha yang sempat berkeliling kota London menyaksikan  berbagai objek wisata yang ditawarkan London kepada wisatawan yang mencapai jutaan bersama Wahyu Hansudi, pemandu wisata di Inggris, menyempatkan diri untuk Salat Zuhur di Masjid East London serta Salat Asar di Central Mosque.

         Saat istirahat di Central Mosque, dia berkesempatan menyaksikan seorang syekh yang sedang menasihati jemaahnya yang sedang galau menghadapi hidup.

         "Saya denger antara pesan yang disampaikan adalah mengenal Allah lebih dekat, perbanyak zikir dan amal, lalu khidmah atau melayani orang lain, berulang kali dia menyebutkan, dengan menyenangkan orang lain, Allah akan gembirakan kita," kata ustaz yang punya ratusan anak yatim itu.

         Ustaz Enha pun menyebutkan menyenangkan orang lain menjadi kata kuncinya seperti yang disampaikan sang nabi yang menyebutnya idkhâl as-surûr atau memasukkan rasa gembira di hati orang lain.

         Nabi Muhammad SAW ditanya, "Amal apakah yang paling dicintai Allah."
    Beliau bersabda, "Berusaha menyenangkan hati seorang Muslim."
    Mereka bertanya, "Bagaimanakah caranya menyenangkan orang Muslim?"
    Nabi SAW bersabda, "Mengenyangkan perutnya, melepaskan kesedihannya, dan mengatasi utangnya."
    Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang menyenangkan hati seorang mukmin maka sesungguhnya telah menyenangkan hatiku dan barang siapa yang menyenangkan hatiku berarti telah menyenangkan Allah."
    Menurut Ustaz Enha, masih banyak dalil lain tentang perintah menyenangkan orang lain. Sang Nabi bahkan mencontohkan langsung, bukan hanya kepada sesama Muslim, melainkan perilaku mulia beliau diakui dan dirasakan oleh semua orang. Moralitas yang luhur itu adalan inti ajaran Islam.

   
                                     Puasa pada Musim Panas
    Menjalani ibadah puasa pada musim panas, seperti di Inggris yang waktu siang relatif cukup lama bagi sebagian orang, dirasakan cukup berat ketimbang di Tanah Air.

         Pada pengajian di Indonesia Islamic Center (IIC) London, seorang peserta bertanya kepada Ustaz Enha tentang Hukum Memperpendek waktu berpuasa di London dari 19 jam menjadi 12 jam atau 14 jam.

         Pertanyaan soal memperpendek waktu puasa di London, menurut dia, sebenarnya diskusi lama dan selalu muncul pada setiap menjelang Ramadan. Di Inggris, menjadi polemik, terutama setelah cendekiawan Muslim London Sheikh Dr. Usama Hasan mengusulkan mempersingkat waktu puasa.

         "Bagi mereka yang tidak mampu puasa hingga matahari terbenam dan yakin dengan pendekatan nonliteral dari "pagi sampai sore" dari pada literasi "fajar sampai terbenam matahari", berpuasa hanya 12 jam atau 14--16 jam, mulai dari subuh, matahari terbit atau saat makan pagi (sarapan).

         Usulan Syeikh Usamah didasarkan pada etos dan spirit Ramadan yang melahirkan kesadaran akan Tuhan, kesabaran, ketekunan, rasa syukur, doa, ibadah, amal, kemurahan hati, kerendahan hati, pemurnian diri, pengembangan diri, membantu orang lain, kasih sayang, pengampunan, menurunkan tatapan, zikir, dan kasih Allah. Jadi, bukan pada soal lama atau pendeknya waktu berpuasa.

         Secara hikmah yang dirujuk dari etos Ramadan, Ustaz Enha pun memahami usulan Syekh Usamah meskipun dalam soal fikih, hikmah tidak cukup untuk menetapkan suatu perkara hukum. Harus ada landasan syar'i yang jelas sehingga ketenangan menjalani ibadah dapat dihadirkan.

         Soal jadwal puasa dan salat, akan menimbulkan perdebatan, terutama di negeri-negeri yang mengalami kondisi geografis tak beraturan, bahkan bisa sangat ekstrem seperti wilayah yang pada bulan-bulan tertentu mengalami siang selama 24 jam dalam sehari. Begitu pula, pada bulan-bulan tertentu akan mengalami sebaliknya, yaitu mengalami malam selama 24 jam dalam sehari.

         Inggris sebenarnya tidak termasuk wilayah ekstrem sehingga kesulitan menentukan awal dan akhir waktu puasa. Inggris dan negara  seperti Belanda, Jerman, Polandia, Rusia, atau bahkan yang lebih utara, seperti Finlandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark, waktu siang lebih lama pada musim panas. Jika musim dingin, waktu siang lebih singkat daripada waktu malam.

         Oleh karena itu, waktu puasa atau ibadahnya menyesuaikan waktu setempat. Pada musim panas mereka berpuasa sekitar 19 jam. Pada musim dingin mereka hanya berpuasa selama lebih kurang 7 jam.

         Menurut ustaz, berpuasa di Inggris dan beberapa negara yang sejajar hendaklah tetap menyesuaikan waktu setempat. Sesuai dengan firman Allah: "Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai malam."

D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/B/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 24-06-2015 19:49:35

INGGRIS

PENGUSAHA INGGRIS SIAP BANTU RIDWAN KAMIL

         London, 23/6 (Antara) - Para pengusaha di Inggris yang tergabung dalam UK ASEAN Business Council menyatakan kesiapan untuk membantu Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam membangun kota Bandung.

         Kesiapan  para pengusaha Inggris disampaikan dalam acara  presentasi Walikota Ridwan Kamil  di depan kalangan pebisnis Inggris yang diadakan UK-ASEAN Business Council, di Benoy , London, kata Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI London, Hastin Aristya Bakti Dumadi kepada Antara London, Selasa.

         Ridwan Kamil bersama Ridwahsyah Yusuf Achmad, Co Founder Bandung Strategic Leadership Forum mengadakan kunjungan kerja ke Inggris dari tanggal 22 - 28 Juni 2015, selain  menghadiri pertemuan dengan Kepala Generation Investment Management Al Gore juga dengan para pengusaha di Inggris.

        Ridwan Kamil kepada Antara London, Senin mengatakan kunjungannya kerja nya Inggris dalam langka menjalin kerjasama dengan berbagai pihak selain menghikuti berbagai forum bisnis. "Ada sekitar 15 agenda pertemuan yang harus saya ikuti," ujar Walikota Ridwan Kamil.

        Pertemuan diawali dengan mengikuti roundtable presentation  dengan pengusaha yang tergabung dalam UK-ASEAN Business Council, yang juga dihadiri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia , Hamzah Thayeb dan Economi Affair Minister Counsellor KBRI London Masriati Lita Saadia Pratama.

         Ridwan Kamil memberikan paparan mengenai peluang investasi yang bisa dilakukan para pengusaha Inggris di London dan secara khusus  mengundang perusahaan Inggris yang bergerak di sektor keselamatan transportasi berinvestasi di Bandung
    Dikatakannya Bandung menjadi salah satu dari 10 kota yang dipilih oleh Bloomberg untuk proyek peningkatan keselamatan transportasi, ujar ketua asosiasi walikota se-pulau Jawa. Meskipun  keterbatasan dana selalu menjadi kendala, namun  melalui peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk kalangan bisnis Inggris diharapkan dapat mendukung pembangunan Bandung.

         Sementara itu , Executive Director UKABC ,Ross Hunter  menanyakan bagaimana mengembangkan bisnis di Bandung karena adanya pandangan di kalangan bisnis di Inggris adalah "Nothing is easy, but everything is possible" (Tidak ada yang mudah tapi semuanya memungkinkan). Ridwan menyebutkan untuk Bandung semua ijin-ijin usaha dilakukan secara online.

        Ridwan Kamil mengatakan sebagai pro bisnis, Ridwan Kamil mengharapkan akan dapat mengajak para pengusaha  Inggris untuk ikut membangun kota Bandung. Diakuinya kunjungan kerjanya di Inggris cukup padat selain diundang Al Gore untuk membangun koalisi global warming untuk membuat konsep perkotaan yang akan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan.

        Delegasi  Ridwan Kamil juga akan mengadakan pertemuan dengan arsitek Jardine karena Bandung akan membangun konser Hall berskala internasional  seperti halnya di Singapura.  dan selama di London ia juga akan mengunjungi proyek proyek transportasi yang ada di Inggris karena bandung akan membangun monorail .

         Menurut Ridwan Kamil, , Bandung  merencanakan akan membangunan kereta gantung dan monorel selama  lima tahun mendatang dan juga merencanakan membangun instalasi persewaan sepeda seperti di London dan mengundang kalangan swasta untuk membangun hal ini, kesemuanya ini pada akhirnya ingin mewujudkan Bandung sebagai Smart City, kata Ridwan Kamil.

         Dalam paparan nya dihadapan para pengusaha Ridwan menyebutkan  Bandung saat ini berpenduduk 2, 7 juta dengan pertumbuhan ekonomi sembilan persen, dan 55 persen ekonominya berasal dari perusahaaan kecil dan menengah.
    Dikatakannya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandung sekitar enam juta orang/tahun. Dengan rencana pembangunan jaringan kereta api dari Jakarta - Bandung, waktu tempuh perjalanan darat yang saat ini berkisar tiga  jam dapat dikurangi menjadi 30 menit.

         Dalam paparannya Ridwan menyebutkan rencana utama menjadikan Bandung sebagai Kota inovasi. Inovasi ini tidak hanya mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga di bidang birokrasi. Ridwan menekankan kolaborasi dan distribusi yang menjadi kewenangan.

         Delegasi  Ridwan Kamil dalam kunjungan kerja di Inggris diikuti Sekretaris Dishub Kota  Bandung Enjang Mulyana, Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Kota  Bandung, Muhammad Anwar, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Ema Sumarna Soemawijaya, Anggota DPRD Kota Bandung, Andreansyah Muin Musa, serta Co Founder Bandung Strategic Leadership Forum Ridwansyah Yusuf Achmad dan Karpati Wanda Hidayat, ajudan Walikota Bandung. ***3***
(ZG(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 23-06-2015 19:15:34

POLANDIA

DUBES AKUI INDUSTRI POLANDIA SANGAT MAJU

         London, 20/6 (Antara) - Dubes RI untuk Polandia Peter F Gontha mengakui teknologi dan industri Polandia sangat maju dan Indonesia dapat belajar dari negara itu.

        Hal itu disampaikannya Peter F Gontha saat menerima tujuh wartawan  yang diundang Kedubes Polandia di Jakarta untuk mengunjungi dan  melihat berbagai tempat bersejarah, wisata dan keagamaan di Polandia di wisma Dubes di Warsawa, demikian Counsellor KBRI Warsawa, Roos Diana Iskandar kepada Antara London, Sabtu.

        Dalam pertemuan, Dubes Gontha menjelaskan mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Polandia dan menekankan mengenai kemajuan sektor industri dan teknologi yang dimiliki Polandia.

        Kemajuan inilah yang membuat Dubes Gontha berkeinginan menjajaki kemungkinan mahasiswa Indonesia  belajar dari Polandia terutama mengeLnai teknologi manajemen dan mendatangkan tenaga kerja Indonesia untuk dapat berkarya di sektor ini.

        Dubes menyesalkan para wartawan tidak mengunjungi tempat industri di Polandia yang lebih bermanfaat untuk diketahui masyarakat Indonesia, tidak melulu tempat wisata atau budaya atau kerukunan beragama di Polandia karena untuk hal-hal tersebut, Indonesia jauh lebih maju.

       Letak Polandia dianggap strategis untuk kawasan Eropa Timur dan Tengah serta Nordik. Faktor inilah yang membuat Garuda Indonesia menjajaki kemungkinan dibukanya penerbangan dari Warsawa ke Indonesia.

        Pembukaan penerbangan baru ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara, terutama dari kawasan Eropa Timur dan Nordik, untuk berkunjung ke Indonesia.

        Tujuh wartawan Indonesia dari Berita Satu TV Dian Wignyo dan Wahyu Hadi Laksmana, Primastuti Handayani (The Jakarta Post), Diah Marsidi (Kompas), Akbarani F dan Masyitha Baziad (NetTV) serta L. R. Baskoro (Tempo) berada di Polandia atas undangan Kedubes Polandia di Jakarta. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 20-06-2015 22:51:46