Senin, 31 Maret 2014

SPANYOL


PRODUK MAKANAN INDONESIA MEMASUKI PASAR SPANYOL

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 31/3 (Antara) - Berbagai produk dari tujuh perusahaan makanan dan minuman di Indonesia menembus pasar Spanyol dengan keikutsertaan produsen tersebut pada Pameran Internasional Alimentaria 2014 di Barcelona, tanggal 31 Maret - 3 April 2014.

         Pada pameran yang dibuka Putera Mahkota Kerajaan Spanyol, Pangeran Felipe de Borb√≥n, stan Indonesia menempati lahan seluas 75 meter persegi di Paviliun Internasional bersama 50 negara lainnya, demikian Minister Counsellor KBRI Madrid Theodorus Satrio Nugroho  kepada Antara London, Senin.

         Dikatakannya secara keseluruhan pameran diikuti lebih dari 3.800 peserta, terdiri dari 2.800 perusahaan Spanyol dan 1.000 perusahaan internasional. Pameran tersebut merupakan ajang mempertemukan produsen, distributor, eksportir dan importir produk makanan dan minuman dari seluruh dunia.

         Menurut keterangan panitia, pameran dikunjungi oleh lebih dari 140.000 dengan pembeli berasal dari 140 negara.

         Pameran Internasional Alimentaria 2014 dibagi dalam 14 sektor spesifik, yaitu 12 sektor untuk produk anggur, daging, susu, ikan, minyak, restoran, minuman, permen, produk organik, pengawetan produk, makanan beku, dan produk kemasan.

         Selaim itu dua paviliun untuk produk makanan dan minuman yang diproduksi oleh berbagai wilayah di Spanyol dan yang diproduksi oleh kurang lebih 50 negara peserta.

         Khusus untuk pasar Spanyol, Indonesia melihat masih terbuka peluang yang sangat besar bagi produk makanan Indonesia untuk masuk ke Spanyol.

         Hal ini mengingat posisi strategis Spanyol dan khususnya Pelabuhan Barcelona yang terletak di antara benua Eropa dan Afrika. Produk Indonesia yang masuk ke Barcelona diharapkan akan didistribusikan ke negara anggota Uni Eropa maupun ke negara-negara Afrika Utara.

         Disandingkan dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya, Spanyol menempati urutan keempat dalam menyerap produk ekspor Indonesia, setelah Belanda, Jerman dan Prancis.

         Produk makanan dan minuman Indonesia yang telah masuk ke pasar Spanyol berdasarkan kategori dari Kementerian Ekonomi dan Daya Saing Spanyol  antara lain, ikan sebesar 49,96 juta dolar AS buah-buahan dan sayuran 24,01 juta dolar AS, gula, kopi dan cokelat 22,51 juta dolar AS, makanan olahan 696 ribu dolar AS, minuman 1.918 dolar AS serta lemak dan minyak 520,76 juta dolar AS.

         Total ekspor produk makanan dan minuman dari Indonesia yang masuk ke pasar Spanyol pada tahun 2013 mencapai 617,95 juta dolar AS, mengalami kenaikan 22,31 persen dibanding total ekspor tahun 2012 tercatat 426,73 juta dolar AS.

         Dikatakannya partisipasi pada pameran internasional ini secara umum membuka peluang pasar produk Indonesia ke seluruh dunia. Nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Spanyol diharapkan akan terus meningkat.

         Ketujuh perusahaan Indonesia yang masuk pasar Spanyol adalah Indofood CBP, PT. Dua Kelinci, PT. Mayora Indah, PT. Dolphin SICM, PT. Anggada Putra Rekso Mulia, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, dan PT. Medan Tropical Canning & Frozen Industries.

         Indofood CBP memamerkan produk mie instan yang telah diekspor ke banyak negara. PT. Anggada Putra Rekso Mulia yang memproduksi antara lain Teh Botol Sosro akan memamerkan produk teh unggulannya.

         PT. Medan Tropical Canning & Frozen Industries akan memamerkan produk makanan laut kalengan dan beku. Sementara itu, PT. Mayora Indah, PT. Dua Kelinci, PT. Dolphin SCIM, dan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food akan memamerkan produk makanan ringan (snack), seperti biskuit, wafer, dan permen. ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 31-03-2014 23:24:44

MOTHER DAY


MOTHER DAY" UNGKAPAN KASIH ANAK KEPADA BUNDA 

Oleh Zeynita Gibbons
              Bagi Vanessa dan Vivian Beale, putri pasangan Ary Beale dan Paul Andrew Beale, yang belum genap setahun menetap di kampung  Haye de laye, Colchester, Inggris , peringatan Mother Day (Hari Ibu) menjadi istimewa.

            Kedua gadis remaja yang belum lama menetap di Colchester sudah mulai mengadopsi budaya Inggris dengan memberikan bunga Anggrek kepada ibundanya dalam memperingati Mother Day.

             "Bunga  Anggrek ini pemberian Vanessa dan Vivian dalam rangka Mother Day," ungkap Ary Beale perempuan asal Indonesia yang harus berpisah dengan dua gadis kecilnya yang baru merasakan pendidikan di tanah kelahiran sang ayah.

             Masyarakat di Inggris menyambut Hari Ibu yang tahun ini jatuh pada tanggal 30 Maret yang juga disebut dengan Mothering Sunday dengan berbagai cara.

            Peringatan  Mother Day dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

             Kalau Ayah mempunyai slogan yaitu Surganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu.

             Mothering Sunday di Inggris mirip dengan Mother,s Day di Amerika Serikat yang telah terpengaruh oleh komersialisasi. Namun, semangat untuk menghormati sosok ibu pada hari tersebut masih selalu ada.

            Semangat dan konsep Mothering Sunday pada dasarnya sama dengan Hari Ibu di negara-negara lain, dimana pada hari itu, anak-anak Inggris akan memberikan penghormatan kepada ibu mereka masing-masing. Sering kali mereka memberikan hadiah dan kartu ucapan.

            Peneliti masalah sosial di Inggris, Nani Clansey, kepada Antara London mengatakan biasanya kalo hari ibu di Inggris  yaitu para ibu tida  ada yang kerja melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan ibu sehari hari.

             "Anak-anak dan ayah membuat sarapan pagi dan mengantarkan  ke kamar tidur sang bunda," ujar Nani yang bekerja di bidang penerbitan jurnal kesehatan.

             Menurut dia bunga sudah disiapkan semalam sebelumnya. Hadiah juga sudah disiapkan . Pagi-pagi sewaktu ibu masih di tempat tidur, makanan pagi langsung disiapkan dikamar sekaligus dengan  bunga dan hadiah.

           Biasanya hadiah yang selalu diberikan untuk sang bunda diantaranya berupa perhiasan, jewellery, kosmetik, minyak wangi , tas , buku  and shopping voucher dan spa vouchers dimana sang ibu bisa menikmati spa.

            Menurut Nani Clansey yang lama menetap di London,  Hari ibu tidak selalu jatuh pada tanggal  30 di bulan Maret tapi yang pasti  jatuhnya pada hari Minggu di bulan terakhir Maret.

           Kisah Hari Ibu di Inggris memang beda dengan Hari Ibu yang dirayakan masyarakat Indonesia pada bulan Desember yang terinspirasi dari perjuangan  kaum perempuan Indonesia .

    
                                        Dari Religi Ke Iomersial 
       Mother Day di Inggris sekarang lebih bersifat komersial, dulu tahun 1900 an disebut dengan Mothering Sunday  memiliki dimensi religius karena gereja juga merayakannya.

             Pihak gereja biasanya memberikan seikat bunga kepada anak-anak yang tergabung dalam jemaatnya. Anak-anak itu selanjutnya akan memberikan bunga tersebut kepada ibu mereka sebagai tanda ucapan terima kasih atas perhatian dan kasih sayang ibu.

           Tapi sekarang untuk promosi jualan diubah jadi Mother's day, ujar Nani .

            Menurut Nani  semua orang Inggris sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban mereka untuk merayakan Mother's day tanpa kecuali. Disaat Mother's day inilah semua keluarga kumpul dan menikmati kebersamaan mereka. Namun segi komersialnya dewasa ini semakin besar.

             Banyak supermarket atau pusat perbelanjaan  yang mendekorasi dengan pernak pernik Mother Day, mulai dari kartu ucapan Hari Ibu dengan berbagai gambar dan kata-kata sampai dengan rangkaian berbagai jenis bunga .

              Departemen store  Mark and Spencer yang sangat akab dengan masyarakat Inggris melakukan promosi besar-besaran Perayaan Mother Day, dengan menyediakan pojok khusus yang menjual berbagai cokelat, biskuit dan juga bunga dengan lebel Mother Day.

              Begitupun Supermarket Tesco yang buka 24 jam guna melayani pengunjung yang ingin membeli bunga dan juga kartu serta cokelat, perhiasan dengan thema  Mother Day, "There is no Mum like your mum," serta benda lainnya seperti buku dan alat berkebun.

             Sementara di Indonesia peringatan Hari Ibu di Indonesia diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

            Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

            Penetapan Hari Ibu juga diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

            Ada satu kesamaan Hari Ibu di Indonesia dan juga di Inggris maupun di negara diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia.

    (ZG)
(T.H-ZG/B/Z. Meirina/Z. Meirina) 30-03-2014 23:13:57

HARI IBU


HARI IBU UNGKAPAN KASIH ANAK KEPADA BUNDA 

Oleh ZEYNITA GIBBONS
          Bagi Vanessa dan Vivian Beale, putri pasangan Ary Beale dan Paul Andrew Beale, yang belum genap setahun menetap di kampung  Haye de laye, Colchester, Inggris, peringatan Hari Ibu (Mother Day) merupakan momentum yang istimewa.

         Kedua gadis remaja yang belum lama menetap di Colchester  sudah mulai mengadopsi budaya Inggris dengan memberikan bunga Anggrek kepada sang ibu mereka dalam memperingati Hari Ibu.

         "Bunga  Anggrek ini pemberian Vanessa dan Vivian dalam rangka Mother Day," ungkap Ary Beale kepada Antara London, Minggu.

         Ia tengah risau harus berpisah dengan dua gadis kecilnya yang baru merasakan pendidikan di tanah kelahiran sang ayah.   
    Kerisauan Ary karena izin tinggalnya sebagai turis di Inggris akan berakhir, sementara dua buah hati perkawinannya dengan Paul Andrew pada bulan Juli 1998 harus melanjutkan sekolahnya di Inggris.

         "Saya ngak tahu lagi harus bagaimana," ujar Ary yang terbentur dengan peraturan keimingrasian Pemerintah Inggris yang baru dikeluarkan dua tahun lalu itu karena visa turis nya akan habis bulan Juni mendatang.

         Tidak mungkin Ary harus meninggalkan kedua putrinya sendiri di sini, meskipun Vivian sudah masuk sekolah boarding School, sementara Vanessa masih duduk di bangku SD.   
    Ary pun telah mengajukan banding dengan bantuan pengacara yang di Inggris dikenal dengan cilisitor, namun budaya Hari Ibu, bagi kedua putrinya mempunyai makna yang mendalam.

         Hari Ibu, yang tahun ini jatuh pada Ahad 30 Maret, masyarakat di Inggris menyebutnya "Mothering Sunday" dengan berbagai cara.    
    Peringatan Hari Ibu dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.    
    Kalau ayah mempunyai slogan yaitu Surganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu.    
    Mothering Sunday di Inggris mirip dengan Mother's Day di AS, yang telah terpengaruh oleh komersialisasi. Namun, semangat untuk menghormati sosok ibu pada hari tersebut masih selalu ada.  
    Semangat dan konsep Mothering Sunday pada dasarnya sama dengan Hari Ibu di negara-negara lain, dimana pada hari itu, anak-anak Inggris akan memberikan penghormatan kepada ibu mereka masing-masing. Sering kali mereka memberikan hadiah dan kartu ucapan.    
     Peneliti masalah sosial di Inggris, Nani Clansey, kepada Antara London, Minggu mengatakan biasanya kalau Hari Ibu di Inggris  yaitu para ibu tidak  ada yang kerja melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan ibu sehari hari.    
    "Anak-anak dan ayah membuat sarapan pagi dan mengantarkan  ke kamar tidur sang bunda," ujar Nani yang bekerja di bidang penerbitan jurnal kesehatan.  
    Menurut istri Jason Clansey, bunga sudah disiapkan semalam sebelumnya. Hadiah juga sudah disiapkan. Pagi-pagi sewaktu ibu masih di tempat tidur, makanan pagi langsung disiapkan dikamar sekaligus dengan  bunga dan hadiah.    
    Biasanya hadiah yang selalu diberikan untuk sang bunda di antaranya berupa perhiasan, kosmetik, minyak wangi, tas, buku,  belanja dengan fasilitas voucher, dan menikmati spa (terapi atau perawatan tubuh).    
     Menurut Nani Clansey yang lama menetap di London,  Hari ibu tidak selalu jatuh pada tanggal  30 di bulan Maret tapi yang pasti  jatuhnya pada hari Minggu di bulan terakhir Maret.    
    Kisah Hari Ibu di Inggris memang beda dengan Hari Ibu yang dirayakan masyarakat Indonesia pada bulan Desember yang terinspirasi dari perjuangan  kaum perempuan Indonesia.

       
               Dari religi ke komersial 
   Hari Ibu di Inggris sekarang lebih bersifat komersial, dulu tahun 1900-an disebut dengan Mothering Sunday  memiliki dimensi religius karena gereja juga merayakannya.    
   Pihak gereja biasanya memberikan seikat bunga kepada anak-anak yang tergabung dalam jemaatnya. Anak-anak itu selanjutnya akan memberikan bunga tersebut kepada ibu mereka sebagai tanda ucapan terima kasih atas perhatian dan kasih sayang ibu. Tapi sekarang untuk promosi jualan diubah jadi Mother's day, ujar Nani.    
    Menurut Nani,   semua orang Inggris sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban mereka untuk merayakan Hari Ibu tanpa kecuali. Di saat Hari Ibu inilah semua keluarga kumpul dan menikmati kebersamaan mereka. Namun segi komersialnya dewasa ini semakin besar.    
    Banyak toko serba ada yang mendekorasi dengan pernak pernik Hari Ibu mulai dari kartu ucapan Hari Ibu dengan berbagai gambar dan kata-kata sampai dengan rangkaian berbagai jenis bunga.    
    Toko serba ada Mark and Spencer yang sangat akab dengan menyediakan pojok khusus yang menjual berbagai cokelat, biskuit dan juga bunga dengan lebel Hari Ibu.    
    Begitupun toko serba ada Tesco yang buka 24 jam guna melayani pengunjung yang ingin membeli bunga dan juga kartu serta cokelat, perhiasan dengan thema Hari Ibu, "There is no Mom like your mom" (Tidak ada ibu seperti ibumu) serta benda lainnya seperti buku dan alat berkebun.    
    Peringatan Hari Ibu di Indonesia diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.    
    Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Bahkan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember ini sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

         Penetapan Hari Ibu juga diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya' Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.   
    Ada satu kesamaan Hari Ibu di Indonesia dan juga di Inggris maupun di negara diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu yang telah melahirkan kita ke dunia. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 30-03-2014 16:49:01

BRUSEL


PERTAMA OGOH-OGOH SUSURI JALAN KOTA BRUSSELS

     Oleh Zeynita Gibbons
    London 31/3  (Antara) - Parade ogoh-ogoh yang merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi bertepatan Tahun Baru Caka 1936, untuk pertamakalinya digelar KBRI Brussels, Belgia, menyusuri jalanan kota itu bertepatan dengan festival "Welcome to Brussels".

         "Kegiatan tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya diselenggarakan parade ogoh-ogoh di jalan raya, dan disepakati sebagai bagian dari program tahunan Welcome to Brussels," kata Sekretaris Dua KBRI Brusel, Devdy Risa kepada Antara London, Senin.

         Dikatakannya sebelumnya jalan di Kota Brussel ditutup untuk pengamanan kehadiran Presiden Obama dan kembali ditutup untuk parade atau festival ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi layaknya di Pulau Bali.

         Parade itu diikuti ratusan warga Indonesia di Belgia, serta masyarakat Hindu Bali yang datang dari Belanda, Prancis, Jerman, Swiss dan Rumania. Prosesi Ogoh-Ogoh dipimpin oleh Ketua Masyarakat Hindu Bali di Belgia.

         Prosesi ini juga bertepatan dengan festival Welcome to Brussels, sehingga penutupan jalan di kota itu dilakukan atas dukungan kepolisian setempat.

         Ratusan masyarakat Brussel menyambut antusias kehadiran parade empat ogoh-ogoh berukuran raksasa yang menjulang hingga setinggi lima meter. Ogoh-ogoh itu menggambarkan raksasa Detya Niwatakawaca, Arjuna menunggang kuda, Dewi Saraswati dan Hanoman.

         Kemeriahan parade juga diwarnai sorak sorai peserta, gemerlap puluhan penari serta hentakan gamelan mengiringi laju barisan yang diikuti Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno dan Burgemeister (Wali kota) Benoit Cerexhe.

         Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno menyampaikan bahwa perayaan yang dihadiri tidak saja oleh masyarakat Hindu Bali namun dari berbagai unsur lainnya, menunjukkan nilai-nilai toleransi yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia masih tetap terjaga di luar negeri.

         Dikatakannya bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang merayakan seluruh hari besar keagamaan, dan untuk itu, perayaan Nyepi di Brussel dinilai penting untuk senantiasa diselenggarakan.

         Selain itu, anak-anak dari kelompok Taman Anak-anak Masyarakat Indonesia (Tamasya) juga membawa dua ogoh-ogoh mini yang diarak oleh 15 anak.

         Parade ogoh-ogoh yang mungkin merupakan yang terbesar di luar Indonesia ini, diadakan untuk yang ke-empat kalinya di Belgia. Pada tahun 2011 dan 2012 dilaksanakan di Parc Pairi Daiza di Kota Brugelette, sedangkan tahun 2013 dan 2014 di Kota Brussel.

         Kegiatan diawali dengan peribadatan pada pagi hingga sore hari, kemudian dilanjutkan dengan acara resmi yang dibuka dengan gamelan dimainkan masyarakat Hindu Bali yang berdomisili di Belanda.

         Dalam sambutan pembukaan, Ketua Banjar Shanti Dharma, I Made Wardana, menekankan pentingnya perayaan Nyepi bagi umat Hindu Bali, sebagai ajang introspeksi.

         Acara diisi dengan berbagai tarian yang diiringi oleh Gamelan Saling Asah yang dimainkan masyarakat Bali di Belgia. Tariannya antara lain Tari Cendrawasih, Tari Pendet dan Tari Nelayan. ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 31-03-2014 05:53:35


SOFIA


BAHASA INDONESIA MAKIN DIMINATI DI SOFIA

          London, 30/3 (Antara) -  Dekan Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia, Prof. Szvetan Theophanov mengharapkan Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia akan berkembang  menjadi  Studi Indonesia, karena Bahasa Indonesia makin diminati masyarakat di Bulgaria.

         Hal itu diungkapkan Szvetan Theophanov pada peresmian Indonesian Corner,  yang terletak  di gedung Universitas Sofia,  demikian Sekretaris Dua KBRI Sofia, Dina Martina kepada Antara London, Minggu.

         "Indonesian Corner" diresmikan  Dubes RI Bunyan Saptomo terinspirasi dari nama "warung pojok" yang ada di kota kecil yang letaknya strategis di pojok jalan selain untuk tempat belanja pengetahuan mengenai  juga tempat membina persahabatan Indonesia di Sofia.

    
    Peresmian "Indonesian Corner," yang letaknya strategis (dekat Lobby) di gedung Universitas Sofia itu  dihadiri  Dekan Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia, Prof. Szvetan Theophanov, Wakil Dekan, Galia Sokolova dan Direktur Pusat Bahasa dan Budaya Timur, Prof. Habil A. Fedotoff.

    
   Keinginan Prof. Theophanov, adanyan Studi Indonesia di Universitas Sofia, karena Bahasa Indonesia makin diminati masyarakat di Bulgaria dan juga adanya  Indonesian Corner.  Sayangnya sampai saat ini belum ada dosen tetap yang dapat mendukung Studi Indonesia ini, ujar Prof. Theophanov.

    
   Terkait dengan kelas Bahasa Indonesia yang tengah berlangsung di Universitas Sofia, Prof. Theophanov menyampaikan  Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa penting karena digunakan oleh banyak penutur.

    
   Indonesia adalah salah satu negara yang berpengaruh di kawasan, negara muslim terbesar di dunia, dan salah satu negara dengan  populasi terbesar di dunia, ujarnya.

    
   Pada kesempatan itu Prof. Theophanov, menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih atas usaha  Dubes  Saptomo dalam mewujudkan "Indonesian Corner" ini.  Dikatakannya  Indonesian Corner tidak mungkin terwujud, tanpa bantuan KBRI Sofia.

    

   Beberapa mahasiswa Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia yang hadir menyampaikan kegembiraannya dengan diresmikannya Indonesian Corner , karena  sangat membantu mereka dalam mempelajari Indonesia lebih dalam, termasuk flora dan fauna unik Indonesia.

         Setelah peresmian, Dubes RI didampingi Ny Lia B. Saptomo beserta para tamu diajak melihat pameran lukisan batik hasil karya para peserta Lomba Batik dari Klub Batik Targovishte dan Burgas  yang diadakan KBRI Sofia. ***3*** Kaswir (ZG) 
(T.H-ZG/B/Kaswir/Kaswir) 31-03-2014 01:55:36

BULGARIA


ANAK-ANAK BULGARIA IKUTI KOMPETISI MELUKIS BATIK 

 Oleh Zeynita Gibbons 

 London, 29/3 (Antara) - Anak-anak Bulgaria mengikuti kompetisi melukis batik yang diselenggaran Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sofia, kata Sekretaris II KBRI Sofia, Dina Martina kepada Antara London, Sabtu. "

Kami mengharapkan melalui batik, maka pengetahuan dan wawasan pelajar Bulgaria mengenai Indonesia menjadi lebih luas dan persahabatan kedua bangsa menjadi lebih erat," kata Dubes RI di Sofia, Bunyan Saptomo, sebagaimana dikutip Dina Martina. 

 Hal itu disampaikan Dubes Bunyan Saptomo saat memberikan penghargaan kepada para pemenang kompetisi Melukis Batik yang diadakan KBRI Sofia dengan 45 peserta yang terdiri dari dua kategori kelompok umur yaitu di bawah 12 tahun dan 13-16 tahun.

 Pemenang untuk kategori di bawah 12 tahun adalah Oktai Ahmed Ibryam (I), Rosica Marinova (II), Dimityr Dimitrov (III), Toni Todorova (Juara Harapan), yang kesemuanya anggota Klub Batik di Kota Targovishte. Untuk kategori 13-16 tahun, pemenang adalah Miroslava Hristova (I), Iliana Anachkova (II & Juara Harapan) dan Pamela Vilk (III). 

 Untuk kategori ini hanya Pamela Vilk yang berasal dari Klub Batik di kota Burgas. Dubes menyatakan KBRI akan terus mendukung klub batik yang ada di Bulgaria dalam upaya promosi seni batik yang merupakan salah satu "foot print" Indonesia di Bulgaria. 

 Sementara guru Klub Batik di Targovishte, Slavka Georgieva, yang hadir pada kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi pada kompetisi Batik ini. "

Dengan banyaknya peserta dari Targovishte yang berhasil meraih kejuaraan pada kompetisi ini, Targovishte mengalami demam batik, sehingga semakin banyak yang berminat untuk belajar seni batik," katanya. 

 Bulan Mei yang akan datang, klub batik Targovishte akan mengadakan lomba dan pameran batik. Untuk itu, Georgieva meminta Dubes RI untuk hadir memberikan dukungan pada acara tersebut Anak-anak/pelajar pemenang lomba juga menyatakan kegembiraannya dapat berpartisipasi pada Lomba Melukis Batik ini. 

 Salah satu pemenang, Rosica Marinova, berusia 8 tahun, menyatakan sangat menyukai pakaian tradisional Indonesia karena berwarna-warni dan kaya akan corak. Marinova menambahkan jika ia sangat menyukai menggambar pakaian tradisional Indonesia. Anak-anak/pelajar tersebut juga menyatakan sangat menyukai makanan Indonesia yang disajikan oleh KBRI, khususnya dadar gulung. 

 KBRI telah pula memamerkan hasil karya lukisan batik para peserta kompetisi Batik di Pusat Bahasa-bahasa Timur Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia, setelah peresmian Indonesian Corner di hari yang sama. ***3*** (ZG) (T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 29-03-2014 07:47:28

I-4


ILMUWAN INDONESIA BENTUK KLASTER KOMUNIKASI

          London, 28/3 (Antara) -  Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) membentuk klaster kominikasi dalam upaya menjembatani tongkat estafet kepemimpinan bangsa karena banyak  permasalahan dihadapi diantaranya tidak ada komunikasi pemimpin yang satu ke berikutnya.

         Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Dr.Surprawito,M.Si  pada acara pengukuhan Yuliandre Darwis, Ph.D selaku ketua ISKI periode 2013-2017, kata Ketua Divisi Media Cetak dan Elektronik I-4, Mokhammad Misdianto, Jumat .

         Dikatakan banyak  permasalahan, yang dihadapi bangsa Indonesia  salah satu disebabkan   tiadanya komunikasi dari pemimpin yang satu ke pemimpin berikutnya. Hal ini menyebabkan   hilanglah tongkat estafet kepemimpinan, ujarnya.

         Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Dr.Surprawito, M.Si (ketua umum periode 2008-2013) menyoroti masalah tersebut untuk itu I-4 menyunjuk dan  pengukuhan Yuliandre Darwis, Ph.D selaku ketua ISKI yang baru periode 2013 - 2017 yanh turut aktif membidani pembentukan klaster baru di I-4, yaitu Klaster Komunikasi
    Andrew, sapaan akrab dari Yuliandre Darwis, turut aktif membidani pembentukan klaster baru di I-4, yaitu Klaster Komunikasi  sebagai kumpulan, kelompok, himpunan yang memberikan perhatian pada komunikasi.

         Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) merupakan wadah mengakomodasi dan mengorganisasikan seluruh potensi ilmuwan Indonesia di seluruh dunia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia demi kemajuan Indonesia.

         Mokhammad Misdianto mengatakan I - 4 terbentuk dikarenakan tingginya fenomena brain drain dan kebutuhan komunikasi sebagai jembatan antar ilmuwan Indonesia di luar negeri  serta  sebagai jembatan ilmuwan dengan pihak pemerintah telah memiliki beberapa klaster.

         Dikatakannya  klaster kominikasi  digawangi  Ade Kadarisman,  yang saat ini sedang menempuh program Doctorate di Universite Paris Sorbonne, Paris, Perancis diarapkan   dengan kepengurusan yang baru ini, bisa membantu pemimpin Indonesia berikutnya sehingga bisa membawa negeri ini menuju kejayaannya, 
    Diharapkan  klaster kominikasi I-4 ini  secara  aktif turut serta dalam menyelesaikan permasalah bangsa dari sisi ilmu komunikasi dan segera bisa membawa bangsa ini keluar dari permasalahannya.

    ***3***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 28-03-2014 06:41:42