Sabtu, 30 April 2016

ALJAZAIR

IVERSIFIKASI EKONOMI ALJAZAIR BUKA PELUANG INDONESIA
Oleh Zeynita Gibbons

London, 29/4 (Antara) - Pemerintah dan pengusaha Aljazair 
menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam melakukan diversifikasi perekonomian, karena Indonesia dipandang sebagai negara yang berhasil dalam pengelolaan ekonomi di berbagai sektor.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Aljazair Abderrahmane Benfarhat dalam pertemuan kerja sama ekonomi dalam rangka mendorong peningkatan investasi, perdagangan dan pariwisata antara Indonesia-Aljazair, pekan lalu di Biskra, Aljazair, demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Alger, Darmia Dimu kepada Antara London, Jumat.

Abderrahmane Benfarhat mengatakan Aljazair perlu belajar dari Indonesia mengenai diversifikasi produk. Upaya ini dilakukan mengingat komposisi ekspor Aljazair sebanyak 95 persen berasal dari hidro-karbon, minyak bumi dan gas (migas), serta hanya 5 persen saja jumlah ekspor komoditas nonhidro-karbon.

"Kami sudah saatnya melakukan diversifikasi ekonomi dan salah satu caranya dengan belajar dari Indonesia. Tidak hanya karena kami lihat Indonesia berhasil mengembangkan diversifikasi perekonomian, tetapi juga pertalian historis, yang sudah kami anggap saudara sendiri," ucapnya.

Pihaknya tidak akan ragu melakukan penyempurnaan Undang-Undang yang selama ini dianggap menghambat diversifikasi ekonomi. Namun yang lebih penting ialah mengubah mentalitas untuk tidak tergantung kepada hasil migas seperti selama ini terjadi.

Dengan kondisi minyak dunia yang memprihatinkan seperti saat ini, Aljazair memang harus mengembangkan sektor lain selain migas. Tetapi kendala utamanya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya bergantung pada sektor migas.

Saat ini masyarakat Aljazair sudah mulai banyak yang merubah pikiran yang melekat selama 40 tahun, tetapi masih butuh waktu untuk pengembangan lebih jauh.

"Karena itu, kami meminta saudara kami dari Indonesia untuk bekerja sama mengembangkan diversifikasi ekonomi negara ini," ujarnya.

Harga minyak dunia yang terus jatuh hingga di kisaran 40 dolar AS per barel menjadi pukulan berat bagi perekonomian negara di Afrika Utara. Menurut data dari Bank Dunia, situasi ini berpengaruh pada pertumbuhan makroekonomi Aljazair yang melorot drastis dari 4,1 persen pada 2014 menjadi 2,9 persen di akhir 2015.

Sementara cadangan devisa yang sebelumnya tahun 2014 tercatat sebesar 206,9 miliar dolar AS, pada 31 Desember 2015 turun hanya sebesar 155,7 miliar dolar AS. Untuk itu pemerintah Aljazair berupaya mengurangi tingkat ketergantungan penerimaan negara dari sektor migas dengan menggalakkan diversifikasi ekonomi.

Sementara Dubes RI untuk Aljazair, Safira Machrusah melihat Indonesia dianggap sebagai salah satu negara yang berhasil mengembangkan perekonomian di sejumlah sektor sehingga pemasukan negara berasal dari berbagai sumber. Maka sudah saatnya Aljazair melihat Indonesia sebagai mitra strategis di segala bidang.

"Hubungan historis yang sudah lama terjalin perlu ditindaklanjuti dalam kerja sama nyata dan saling menguntungkan antarkedua negara. Dan Indonesia siap menjadi mitra kerjasama perdagangan utama bagi Aljazair di segala bidang," tandasnya.

Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Alger, Swedianto Sumardi menyampaikan secara umum kemudahan dan modalitas investasi di Indonesia sejak penggalakan intensif "one door policy" pada awal 2014 hingga sekarang ini yang memungkinkan perizinan ivestasi didapat dalam lima hari atau tiga jam (khusus bagi investasi di atas 100 miliar rupiah atau equivalent diatas 8 juta dolar AS, dapat memperkerjakan tenaga lokal Indonesia di atas 1.000 orang).

"Salah satu cara Indonesia menggalakkan perekonomian adalah melalui Kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Jokowi, mengoptimalkan 10 zona industri dan 8 zona ekonomi spesial di mana investasi (FDI) di galakkan," katanya.

Sementara Darmia Dimu, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Alger menyampaikan mengenai produk pariwisata Indonesia dan prestasi pariwisata yang telah dicapai Indonesia khususnya Lombok sebagai "World's Best Halal Tourism Destination" dan dari UNWTO pada "Innovation in Public Policy and Governance : Culture and Tourism" Banyuwangi.

Dikatakannya Aljazair dapat bekerja sama dengan Indonesia, khususnya bagaimana cara mengelola dan mengemas industri pariwisatanya sehingga bisa menarik turis untuk datang karena Aljazair mempunyai keindahan alam yang sangat potensial untuk bidang pariwisata.

Saat ini peluang kemitraan yang dapat dikembangkan oleh Indonesia-Aljazair adalah di bidang tekstil, meubel dan perlengkapan rumah. Selain itu, potensi perdagangan komoditas Indonesia dengan Aljazair yang cukup menjanjikan khususnya kopi dan minyak kelapa sawit (CPO).

Menurut Representatif dari Kementerian Perdagangan Aljazair, pemerintahnya saat ini sedang berupaya mencari pasar-pasar non tradisional selain Eropa untuk memasarkan produk pertaniannya. Aljazair mulai melirik peluang yang tinggi di pasar Asia khususnya India, Malaysia dan Indonesia.

Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pintu Aljazair untuk memasuki pasar Asia. Studi yang dilakukan oleh ALGEX menyatakan Indonesia merupakan pasar potensial untuk produk kurma Aljazair.

***3*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 29-04-2016 10:00:19

HUNGARIA


TARI JOGED BALI PUKAU PELAJAR HONGARIA
Oleh Zeynita Gibbons
London, 29/4 (Antara) - Tari Joged Bali yang ditampilkan secara energik dengan diiringi alat musik khas Bali Rindik memukau pelajar dan staf pengajar di Sekolah Kejuruan Simon Karoly di kota Pecs dalam Program Indonesia Goes to School yang diadakan KBRI Budapest.

"Selain penampilan tari Joged dari Bali, juga dipersembahkan Tari Merak dan Degung Sunda dari Jawa Barat, Gamelan Rindik dari Bali serta presentasi singkat mengenai Indonesia," kata Pensosbud KBRI Budapest, Yudhi Gunawan kepada Antara London, Jumat
Dubes RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo memimpin delegasi seni budaya KBRI Budapest dalam mempromosikan Indonesia bagi generasi muda Hongaria di Sekolah Kejuruan Simon Karoly di kota Pecs dalam program Indonesia Goes to School.

Dikatakannya pengenalan budaya Indonesia ini adalah hanya sebagian kecil dari sekitar 1.128 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau sehingga Indonesia dikenal sebagai mutu manikam dari khatulistiwa. Diharapkannya kunjungan hari ini akan memperluas dan melengkapi pengetahuan para siswa.

Selain beragam budaya, Indonesia juga sangat terkenal dengan berbagai daerah tujuan wisatanya. Semua jenis wisata dapat dijumpai baik wisata pantai, gunung maupun wisata petualang dapat dinikmati.

Untuk itu Dubes mengajak pelajar dan guru disekolah tersebut untuk merencanakan liburan musim panas tahun ini dengan berlibur di Indonesia bersama dengan orang tua dan keluarganya masing-masing.

Sementara itu Direktur Sekolah Simon Karoly, Tibor Deri 
dalam sambutannya menyatakan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan pertama kalinya dari Kedutaan Besar tersebut mempromosikan Indonesia secara menyeluruh. 
Pengenalan ini dapat memberikan wawasan serta pengetahuan tambahan tidak hanya bagi para pelajar akan tetapi bagi staf pengajarnya pula karena didapatkan dari sumbernya langsung.

Sementara itu, Direktur Komite Kesejahteraan, Pemuda dan Olahraga dari Pemda Pecs, Eva Sztojkovics menyatakan ketakjubannya atas penampilan tim seni budaya Indonesia yang sebagian besar dibawakan remaja Hongaria sendiri yang merupakan mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dikatakannya promosi yang dilakukan KBRI Budapest menyasar generasi muda merupakan langkah yang tepat karena mereka ini lah yang akan menjadi pemimpin di masa depan yang akan menjadi bridging between two nations.

Selain penampilan tari Joged dari Bali, juga dipersembahkan Tari Merak dan Degung Sunda dari Jawa Barat, Gamelan Rindik dari Bali serta presentasi singkat mengenai Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan Flahmob Tari Gemu Fa Mire dari Nusa Tenggara Timur yang diikuti oleh seluruh siswa siswi dan staf pengajar.(ZG)***4***


(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 29-04-2016 06:13:30

PPI

PPI AMEROP DORONG INDONESIA MEDIATOR LAUT TIONGKOK

Oleh Zeynita Gibbons
London, 29/4 (Antara) - Perhimpunan Pelajar Indonesia kawasan Amerika dan Eropa (PPI Amerop) mendorong Pemerintah Indonesia berperan aktif sebagai mediator atau penengah dalam isu Laut Tiongkok Selatan. 
"Ini merupakan salah satu hasil dari kesepakatan simposium PPI se-Amerika dan Eropa yang tema Memaknai Kembali Identitas Bangsa dalam Rangka Menghadapi Komunitas ASEAN yang diadakan di Rijswijk, Belanda yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24-26 April," kata Sekretaris Jenderal PPI Belanda, Ali Abdillah kepada Antara London, Jumat.

Ia menyebutkan peran pemerintah sebagai penengah ini diharapkan bisa menetralkan konflik yang mungkin muncul di Laut Tiongkok Selatan.

Sementara itu Koordinator PPI Amerop Puput Cibro mengatakan Indonesia harus meneguhkan identitas nasionalnya dalam menghadapi persoalan yang ada di dalam dan di luar negeri. Salah satu identitas nasional dalam politik luar negeri adalah politik bebas dan aktif. "Salah satu ciri dari politik yang telah menjadi identitas nasional ini adalah aktif dalam mengupayakan perdamaian dunia," ujarnya. 
Peran ini, lanjut Puput, sangat penting dimainkan oleh pemerintah Indonesia selaku salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, dua negara ASEAN seperti Filipina dan Vietnam termasuk sebagai pihak yang berkonflik dengan Tiongkok seputar permasalahan ini. "Indonesia harus bisa menunjukan dirinya sebagai pemimpin di kawasan ASEAN. Salah satunya adalah mengambil peran sebagai penengah ini," ujarnya.

Simposium yang diadakan PPI Amerop dihadiri 27 orang perwakilan PPI se-wilayah Amerika dan Eropa. Mereka berasal dari PPI Belgia, PPI Jerman, PPI Italia, PPI Polandia, PPI Rusia, PPI Estonia, PPI Perancis, PPI United Kingdom, PPI Ceko, PPI Hungaria, PPI Turki, PPI Belanda, PPI Portugal dan PPI Swedia.

Simposium PPI Amerika Eropa merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari agenda PPI Dunia. Tahun ini, PPI Belanda ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan.Selain mendorong agar pemerintah Indonesia berperan aktif sebagai penengah dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan, simposium PPI Amerop ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi lain untuk pemerintah dalam rangka menghadapi komunitas ASEAN.

Rekomendasi di antaranya mewujudkan ketahanan energi nasional, mendorong pembangunan ekonomi Indonesia dengan memanfaatkan keberagaman potensi daerah, dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikasi tenaga kerja.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja mantan Dirjen Kerja sama ASEAN Kementrian Luar Negeri memberikan key note speech sebagai pengantar Simposium PPI Amerika Eropa 2016 ini.

Dalam sambutannya, Dubes Puja menekankan dalam menghadapai pasar Asean, Indonesia tidak boleh takut karena secara demografi jumlah penduduk Indonesia lebih banyak sehingga sumber daya manusia yang kompeten pun akan lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya. "Oleh karena itu Indonesia harus bisa menjadi pemimpin dalam Komunitas ASEAN," kata I Gusti Agung Wesaka Puja. (ZG)***2***

(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 29-04-2016 06:07:54

Kamis, 28 April 2016

WHITLEY


HOTLIN DAN FARWIZA RAIH PENGHARGAAN "WHITLEY AWARD"
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 28/4 (Antara) - Putri Anne, selaku Patron Whitley Fund for Nature menyerahkan penghargaan "Gold Whitley Award 2016" kepada Hotlin Ompusunggu dan "Whitley Award 2016" kepada Farwiza Farhan.

         Penghargaan diberikan dalam suatu resepsi di Gedung The Royal Geographical Society London yang dihadiri Dubes RI untuk Inggris Dr Rizal Sukma, Rabu malam.

         Dubes Rizal Sukma menyatakan "dunia internasional kini semakin menyadari bahwa masyarakat madani Indonesia sangat aktif dalam menjaga dan melestarikan alam Indonesia, yang juga merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari komunitas internasional," demikian Sekretaris II KBRI London, Yudho P. Asruchin kepada Antara London, Kamis.

         Whitley Fund for Nature menyelenggarakan Whitley Award 2016 untuk menjaring individu-individu yang berdedikasi terhadap pelestarian lingkungan hidup. Hotlin dan Farwiza merupakan dua di antara beberapa figur dari negara lain yang berhasil meraih pengakuan dari Whitley Fund for Nature.

         Sejak 1994, yayasan Whitley Fund for Nature telah memberikan lebih dari 11 juta Poudsterling untuk tujuan konservasi dan memberikan pengakuan kepada lebih dari 170 figur-figur penggerak kegiatan pelestarian lingkungan hidup di lebih dari 70 negara.

         Hotlin, yang berprofesi sebagai dokter gigi, meraih penghargaan Whitley Gold Award, setelah sebelumnya memenangkan penghargaan Whitley Award pada tahun 2011.

         Hotlin merupakan pendiri Alam Sehat Lestari (ASRI), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan pada tahun 2007 dengan misi melindungi Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan dan pada saat bersamaan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitarnya.

         Melalui yayasan tersebut, ia berhasil melindungi habitat penting orangutan dan satwa-satwa lainnya di Kalimantan yang terancam punah.

         Sedangkan bagi Farwiza, pendiri Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), ini merupakan penghargaan Whitley Award yang pertama. Dengan keberhasilannya tahun ini, kini sudah ada sembilan warga Indonesia yang memenangkan penghargaan tersebut.

         Farwiza menerima penghargaan tersebut berkat upayanya dalam melestarikan Kawasan Ekosistem Leuser di Sumatera bagi generasi mendatang. Melalui proyeknya, ia senantiasa berupaya memberdayakan komunitas lokal memiliki suara dalam menentukan masa depan mereka dan melindungi margasatwa.

    ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 28-04-2016 14:00:41







UNI EROPA

EKSPOR HASIL LAUT KE UNI EROPA NAIK
     Oleh Zeynita Gibbons
     London, 28/4 (Antara) - Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri O. Thamrin dalam sambutan saat pembukaan Paviliun Indonesia di Seafood Expo Global (SEG), Brussel, menegaskan  Indonesia siap meningkatkan ekspor hasil laut ke Uni Eropa.

         Pameran SEG ini merupakan pertemuan industri perikanan global dengan pasar utama di Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26-28 April 2016, kata Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Brussel sebagaimana disampaikan  Sekretaris Dua KBRI Brusel,  Ade Rina Chaerony-Herdiyanto, kepada Antara London, Rabu.

         Pameran diikuti lebih dari 1700 perusahaan dari 75 negara, bertema branding seafood nasional - Indonesia Seafood Naturally Diverse: Quali-safe and Sustainable, Paviliun Indonesia berdiri megah dengan desain kapal Phinisi, di atas lahan 288 m2 yang terdiri dari stand Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) seluas 64 m2 serta 18 perusahaan perikanan dan satu Asosiasi Tuna Indonesia. 
    Dubes Yuri, mengatakan untuk meningkatkan ekspor hasil laut itu  perlu dilakukan langkah antara lain mengundang lebih banyak investor, meningkatkan daya saing produk hasil laut Indonesia, pengembangan capacity building penanganan produk hasil laut yang baik (good handling process), dan peningkatan akses pasar Indonesia ke Uni Eropa melalui penyelesaian instrumen perjanjian bilateral seperti Comprehensive Economic Partnership (CEPA) Indonesia-UE.

         Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) R Nilanto Perbowo mengatakan potensi Indonesia dalam bidang perikanan sangat besar.

         Namun, nilai total impor produk perikanan Indonesia ke Uni Eropa masih sedikit yaitu 426.000 dolar AS, Indonesia berada di posisi ke-17 importir produk perikanan ke UE.

         Jumlah ini, menurut Perbowo, belum mencerminkan potensi yang kekayaan maritim dan potensi bahari Indonesia yang menurutnya dapat mencapai 65 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 20 persennya yang telah dioptimalkan.

         Untuk itu  Indonesia memfokuskan upaya-upaya pemberantasan kegiatan perikanan illegal atau yang lebih dikenal illegal, unregulated and unreported (IUU) fishing.

          Selain terus mengkampanyekan Anti IUUF (illegal, unregulated, unreported fishing) melalui pusat informasi yang digawangi KKP, Paviliun Indonesia juga menyajikan demo masak, produk perikanan andalan baik ikan segar maupun produk kalengan, serta display tata cara perikanan Indonesia yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

         Seafood Expo Global ini juga dinilai sebagai salah satu event yang menentukan penjualan produk ikan dunia, di mana 81 persen pengunjung yang hadir merupakan pembeli aktif pasar ikan dunia. Pihak penyelenggara pameran menargetkan tahun ini pengunjung SEG akan mencapai lebih dari 27 ribu orang. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 28-04-2016 13:44:26





BUDAPEST


BAKWAN JAGUNG DIGEMARI PELAJAR HONGARIA
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 27/4 (Antara) - Bakwan jagung digemari para pelajar di Hansagi Ferenc Szakiskola,  sekolah kejuruan pariwisata dan tata boga ternama di Kota Szeged, Hongaria.

        Duta Besar RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo memimpin delegasi kuliner KBRI Budapest  pada pembukaan program "Indonesian Cooking Demo at School", demikian  Pensosbud KBRI Budapest Yudhi Gunawan kepada Antara London, Rabu.

        Wening menjelaskan bakwan jagung merupakan hidangan pembuka yang mudah dibuat. Makanan ini  digemari dan "diserbu" para pelajar sekolah dari kota Szeged ini. Pelajar kota ini mengakui makanan ini gurih dan nikmat.

        Melalui promosi kuliner Indonesia ini para murid diharapkan dapat menambah wawasan, khazanah dan keterampilan memasak  kelak ketika terjun di dunia kerja khususnya punya  keahlian memasak masakan khas Indonesia berupa sayur asem, empal gepuk ataupun bakwan jagung dan puding kopi.  
   Semua masakan yang dipraktikan tersebut bahan dasarnya dapat dibeli di toko Asia di Hongaria sehingga tidak sulit membuatnya di dapur-dapur rumah masyarakat Hongaria.

        Direktur Sekolah Kejuruan Tata Boga, Keveine Meszaros Erika mengucapkan terima kasih atas  kunjungan KBRI Budapest yang mengajarkan kepada siswanya cara memasak masakan khas Indonesia yang kaya cita rasa. 
   Hal ini akan menjadi pelajaran  berharga tidak hanya bagi pelajar akan tetapi juga staf pengajar yang dapat dijadikan sebagai salah satu  mata pelajaran.  Jika sayur asem ala Thailand (tom yam) dapat diterima lidah Hongaria, diharapkan sayur asem Indonesia  tidak akan terasa asing bagi warga Hongaria.

        Sementara itu,  Ketua Komite Kebudayaan, Pendidikan, Pariwisata dan Pemuda dari Pemda Szeged J√≥zsef Kozma, mantan anggota Parlemen Hongaria menyakini bakwan jagung, sayur asem dan empal gepuk dari Indonesia akan dikenal masyarakat Hongaria seperti pizza dari Italia, hot dog dari Amerika atau kebab dari Turki.   
   Pemda Szeged menyatakan kesiapannya untuk  melakukan kerja sama dengan KBRI Budapest dalam peningkatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang.

        KBRI Budapest memperkenalkan makanan ringan khas Indonesia seperti  kripik singkong dan kacang atom serta permen jahe dan permen kopi yang mendapatkan sambutan hangat dari para siswa dan guru sekolah tersebut.

        Dalam promosi kuliner khas Indonesia, KBRI Budapest juga menampilkan tarian tradisional dari Indonesia, yaitu tarian Satria dari Jawa Tengah dan Tari Jaipongan Banda Urang dari Jawa Barat.

        Kegiatan diliput televisi setempat  Szeged TV dan media cetak local Del Magyarorszag yang memiliki oplah  30.000 eksemplar. Diharapkan promosi kuliner Indonesia akan lebih dikenal secara luas, tidak hanya bagi pelajar  tetapi juga masyarakat Hongaria lainnya. ***4***



(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 27-04-2016 05:33:26

BARCELONA



PRODUK MAKANAN INDONESIA MASUKI PASAR INTERNASIONAL
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 27/4 (Antara) - Indonesia memperkenalkan produk makanan dan minuman pada Pameran Internasional Alimentaria 2016 yang berlangsung 25-28 April di Barcelona, Spanyol,  dengan menampilkan tujuh perusahaan produsen makanan dan minuman.        
   Pada pameran yang dibuka Menteri Pertanian dan Makanan Kerajaan Spanyol Isabel Garcia Tejerina  dan dihadiri Duta Besar RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni, stand Indonesia menempati lahan seluas 83 meter persegi, berada di Paviliun I Internasional bersama 50 negara lainnya, demikian keterangan KBRI Madrid yang diterima Antara London, Rabu.

        Di paviliun Indonesia yang terletak di Paviliun I G 715, stand Indofood CBP memamerkan produk mi instan, sedangkan PT Andalan Pesik Internasional dengan produk makanan kecil khas Indonesia seperti keripik singkong pedas dan tempe goreng kering.

        Selain itu bersama  Javaro Coffee dan PT Santama Arta Nami, menampilkan produk prima beragam kopi Indonesia .

        Sementara itu, Mensa Group memperkenalkan produk minuman energy. Perusahaan ini mencoba menembus pasar Spanyol lewat minuman energi yang terbuat dari bahan herbal, di luar produk makanan kecil yang juga ditawarkan.  
   PT Mayora Indah juga hadir dengan produk makanan ringan (snack), seperti biskuit, wafer dan permen yang cocok dengan kebutuhan pasar Spanyol.

        Total ekspor produk makanan dan minuman dari Indonesia yang masuk pasar Spanyol pada tahun 2015 mencapai 352.963.266 dolar AS. Terjadi kenaikan sebesar 12,85 persen  dibanding total ekspor tahun 2014 yang mencapai  307.615.373 dolar AS
   Atase Perdagangan KBRI Madrid bersama ITPC Barcelona berpartisipasi pada pameran internasional ini sebagai upaya aktif  membuka peluang pasar produk Indonesia ke seluruh dunia dan khususnya untuk pasar Spanyol.

        Diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ekspor makanan ke Spanyol sampai 16 persen.  Khusus untuk pasar Spanyol, masih terbuka peluang yang sangat besar bagi produk makanan terutama  produk hasil olahan laut, makanan dan bumbu-bumbu.

        Saat ini produk makanan dan minuman Indonesia berdasarkan kategori dari Kementerian Ekonomi dan Daya Saing Spanyol yang  masuk ke pasar Spanyol antara lain ikan (49,96 juta dolar AS), buah-buahan dan sayuran (24,01 juta dolar AS), gula, kopi dan coklat  22,51 juta dolar AS), makanan olahan ( 696 ribu dolar AS), minuman (1.918 dolar AS),serta lemak dan minyak (520,76 juta dolar AS).

        Alimentaria 2016 digelar untuk ke-40 itu diikuti lebih dari 3.800 peserta terdiri dari 2.800 perusahaan Spanyol dan 1.000 perusahaan  menjadi ajang pertemuan industri makanan dan minuman internasional serta produsen, distributor, eksportir dan importir produk makanan dan minuman dari seluruh dunia.

        Pada pameran 2014, dikunjungi oleh lebih dari 140.000 pembeli dari 140 negara dan perkiraan tahun 2016, pameran ini menarik lebih banyak lagi pembeli. ***3***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 27-04-2016 06:30:18

  

PRODUK MAKANAN INDONESIA MASUKI PASAR INTERNASIONAL
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 27/4 (Antara) - Indonesia memperkenalkan produk makanan dan minuman pada Pameran Internasional Alimentaria 2016 yang berlangsung 25-28 April di Barcelona, Spanyol,  dengan menampilkan tujuh perusahaan produsen makanan dan minuman.        
   Pada pameran yang dibuka Menteri Pertanian dan Makanan Kerajaan Spanyol Isabel Garcia Tejerina  dan dihadiri Duta Besar RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni, stand Indonesia menempati lahan seluas 83 meter persegi, berada di Paviliun I Internasional bersama 50 negara lainnya, demikian keterangan KBRI Madrid yang diterima Antara London, Rabu.

        Di paviliun Indonesia yang terletak di Paviliun I G 715, stand Indofood CBP memamerkan produk mi instan, sedangkan PT Andalan Pesik Internasional dengan produk makanan kecil khas Indonesia seperti keripik singkong pedas dan tempe goreng kering.

        Selain itu bersama  Javaro Coffee dan PT Santama Arta Nami, menampilkan produk prima beragam kopi Indonesia .

        Sementara itu, Mensa Group memperkenalkan produk minuman energy. Perusahaan ini mencoba menembus pasar Spanyol lewat minuman energi yang terbuat dari bahan herbal, di luar produk makanan kecil yang juga ditawarkan.  
   PT Mayora Indah juga hadir dengan produk makanan ringan (snack), seperti biskuit, wafer dan permen yang cocok dengan kebutuhan pasar Spanyol.

        Total ekspor produk makanan dan minuman dari Indonesia yang masuk pasar Spanyol pada tahun 2015 mencapai 352.963.266 dolar AS. Terjadi kenaikan sebesar 12,85 persen  dibanding total ekspor tahun 2014 yang mencapai  307.615.373 dolar AS
   Atase Perdagangan KBRI Madrid bersama ITPC Barcelona berpartisipasi pada pameran internasional ini sebagai upaya aktif  membuka peluang pasar produk Indonesia ke seluruh dunia dan khususnya untuk pasar Spanyol.

        Diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ekspor makanan ke Spanyol sampai 16 persen.  Khusus untuk pasar Spanyol, masih terbuka peluang yang sangat besar bagi produk makanan terutama  produk hasil olahan laut, makanan dan bumbu-bumbu.

        Saat ini produk makanan dan minuman Indonesia berdasarkan kategori dari Kementerian Ekonomi dan Daya Saing Spanyol yang  masuk ke pasar Spanyol antara lain ikan (49,96 juta dolar AS), buah-buahan dan sayuran (24,01 juta dolar AS), gula, kopi dan coklat  22,51 juta dolar AS), makanan olahan ( 696 ribu dolar AS), minuman (1.918 dolar AS),serta lemak dan minyak (520,76 juta dolar AS).

        Alimentaria 2016 digelar untuk ke-40 itu diikuti lebih dari 3.800 peserta terdiri dari 2.800 perusahaan Spanyol dan 1.000 perusahaan  menjadi ajang pertemuan industri makanan dan minuman internasional serta produsen, distributor, eksportir dan importir produk makanan dan minuman dari seluruh dunia.

        Pada pameran 2014, dikunjungi oleh lebih dari 140.000 pembeli dari 140 negara dan perkiraan tahun 2016, pameran ini menarik lebih banyak lagi pembeli. ***3***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 27-04-2016 06:30:18