Rabu, 22 April 2015

PPI TURKI

PPI WILAYAH TURKI TIMUR GELAR LATIHAN KEPEMIMPINAN

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 22/4 (Antara) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wilayah Turki Timur menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) selama dua hari yang diikuti oleh seluruh anggota PPI wilayah tersebut.

        "Kepemimpinan adalah ilmu, seni dan cara. Dan menjadi seorang pemimpin harus mempunyai ilmu, setiap pemimpin mempunyai seni dan cara memimpin yang tidak sama," ujar Atase Pertahanan KBRI Turki Letkol Syahrial Siregar dalam tersebut, demikian disampaikan Deo A Pramadhan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kayseri, Turki, kepada Antara London, Rabu.

        Latihan dasar kepemimpinan ke tiga yang digawangi PPI Gaziantep dan PPI Kayser itu berlangsung selama dua  hari yaitu pada hari Sabtu-Minggu di Gedung Aula Universitas Zirve Gaziantep dan dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki Drs Wardana.

        Sementara itu, lebih lanjut Letkol Syahrial Siregar mengatakan seorang pemimpin harus tegas namun ketegasan itu harus dibedakan dengan kekerasan.

        "Kekerasan pasti akan berdampak negatif. Sedangkan ketegasan akan melatih berbagai hal untuk individu," ujar Letkol Syahrial Siregar.

        Seorang pemimpin disebutnya harus bisa berperan sebagai komandan, guru, bapak dan teman.

        Gaya kepemimpinan juga dikatakannya berbeda di setiap individunya, ada yang autokratis, militeristis, paternalistis, karismatis, demokratis dan prophetik.

        "Pemimpin yang baik dapat mempengaruhi anggotanya untuk melaksanakan tugasnya dengan sadar dan ikhlas," katanya.

        Sementara itu, Ketua PPI Kayseri Lukmanul Hakim mengatakan acara rangkaian pelatihan dasar kepemimpinan diadakan untuk diikuti seluruh anggota PPI Wilayah Turki Timur baik anggota PPI Kayseri yang meliputi kota Kayseri, Malatya dan Sivas maupun PPI Gaziantep yang meliputi kota Gaziantep, Kahramanmaras, Adana dan Urfa.

        Lukmanul berharap para pelajar dapat mengambil banyak pelajaran dari para pemateri yang telah banyak mencicipi asam garam organisasi serta dapat meningkatkan wawasan keorganisasian dan rasa tanggung jawab serta pribadi anggota yang mampu untuk memimpin dan dipimpin
   LDK tersebut menghadirkan tiga pembicara yaitu cendekiawan muda asal aceh sekaligus mahasiswa S3 jurusan komunikasi di Universitas Erciyes Azman M.I.Kom, mahasiswa S2 jurusan perencanaan kota Universitas Gazi Fauzi Ahmad serta mahasiswa S3 jurusan hubungan internasional di Universitas Istanbul Herry Cahyadi.

        Azman M.I.Kom mengangkat materi tentang Ilmu Keorganisasian, menjelaskan bahwa organisasi secara singkatnya adalah segala bentuk persekutuan yang mempunyai tujuan bersama yang biasa disebut dengan visi dan misi.

        Mahasiswa kandidat doktor yang juga dosen ilmu komunikasi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar Rainy Banda Aceh itu juga mengemukakan pandangan organisasi ada dua, pertama statis (organisasi yang pasif) dan kedua adalah organisasi dinamis (organisasi yang terus bergerak dan berkembang).

        Hari kedua acara ditutup dengan sarapan bersama Dubes Drs Wardana dan bermain "widegame" di alam terbuka sembari menikmati angin musim semi yang menjelang di Wilayah Turki.

    (ZG)
(T.H-ZG/C/A. Novarina/A. Novarina) 22-04-2015 17:42:14




WINA

RI INGIN NEGARA NPT SEIMBANGKAN TIGA PILAR

           London, 22/4 (Antara) - Indonesia sampaikan harapan anggota Gerakan Non Blok (GNB) atas  Traktat Non-proliferasi Nuklir (Nuclear non-proliferation Treaty - NPT) agar negara NPT harus mengupayakan keseimbangan antara ketiga pilar yakni perlucutan senjata, non-proliferasi dan pemanfaatan energi nuklir bagi tujuan damai.

          Harapan itu disampaikan  Wakil Dubes/Dewatap RI Wina, Febrian Ruddyard, dalam  Diskusi Panel berjudul "Positions and Views of State Groups toward the 2015 NPT Review Conference" di Wina, Austria, Selasa.

         Diskusi panel diadakan dalam rangka menyongsong penyelenggaraan konferensi negara-negara Traktat Non-proliferasi Nuklir (NPT Review Conference) di New York 27 April 2015.

         NPT merupakan salah satu traktat internasional yang sangat penting di bidang nuklir, bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi persenjataan, mencapai perlucutan senjata nuklir menyeluruh dan menjamin para pihak dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

         Indonesia selaku koordinator Non-aligned Movement (NAM) Working Group on Disarmament and Non-proliferation menyampaikan posisi dan harapan Gerakan Non Blok (GNB/NAM) atas hasil pertemuan NPT Review Conference yang akan datang.

         Febrian Ruddyard menyampaikan pada dasarnya NPT adalah suatu traktat yang diskriminatif memberikan hak dan kewajiban berbeda di antara para pihak yang terdiri dari negara pemilik senjata nuklir (nuclear weapon state) maupun bukan pemilik senjata nuklir (non-nuclear weapon state).

          Negara GNB sebagai bukan pemilik senjata nuklir seringkali dianggap sebagai garis keras (hardliners) dalam memperjuangkan perlucutan senjata nuklir karena tidak adanya keseimbangan dalam implementasi ketiga pilar NPT itu.

          Untuk itu, tegasnya, Indonesia secara aktif mendorong implementasi ketiga pilar NPT secara berimbang dan berkelanjutan.

          Beberapa capaian yang diraih melalui peran aktif GNB antara lain ditetapkannya  26 Desember sebagai Hari Penghapusan Total Senjata Nuklir.

          GNB juga mengupayakan  Konvensi Senjata Nuklir yang bertujuan menjadikan keberadaan senjata nuklir ilegal dalam hukum internasional.

          Febrian Ruddyard  menegaskan NPT harus mengupayakan insentif bagi negara-negara pihak yang telah melaksanakan komitmennya di bawah traktat tersebut untuk menjaga integritas traktat dan mendorong universalisasinya.

          Dia juga menambahkan, undangan untuk Indonesia berpartisipasi dalam diskusi ini merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Indonesia sebagai anggota GNB dalam memajukan rezim non-proliferasi nuklir, termasuk melalui implementasi berbagai pilar dalam NPT.

         Selain Indonesia, hadir dalam diskusi antara lain Uni Emirat Arab mewakili Non-Proliferation and Disarmament Initiative (NPDI), Selandia Baru mewakili New Agenda Coalition (NAC), Liga Arab, Austria untuk Humanitarian Initiative, Australia mewakili Vienna Group of 10, serta Inggris sebagai anggota P5.

          VCDNP merupakan organisasi non-pemerintah internasional yang didirikan tahun 2011 atas inisiatif Kementerian Luar Negeri Austria mempromosikan keamanan dan perdamaian internasional melalui analisis independen dan dialog pada bidang perlucutan senjata nuklir dan non-proliferasi.

           VCDNP beroperasi di bawah James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS) at the Middlebury Institute of International Studies at Monterey.

    ***4***
(ZG)(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 22-04-2015 05:20:38

Selasa, 21 April 2015

RUMANIA

PENGUSAHA INDONESIA CARI PELUANG BISNIS DI RUMANIA
         London, 22/4 (Antara) - Kelompok Wine Lovers dari Indonesia yang terdiri atas para pengusaha di bidang pelayaran, obat-obatan herbal, makanan olahan, busana dan periklanan mengadakan kunjungan ke Rumania dalam upaya mencari peluang bisnis.

        Kunjungan para pengusaha Indonesia sejak 15 April difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bukares dengan menggelar temu usaha yang dilaksanakan di gedung di KBRI, kata Sekretaris Kedua KBRI Bukares Dicky Ahmad Rizaldy pada Selasa.

        Kegiatan temu usaha merupakan salah satu program dalam rangka kunjungan pengusaha yang tergabung dalam kelompok Wine Lovers dari Indonesia yang dikoordinasi oleh PT. Danisa Texindo ke Bukares, Rumania dan Chisinau, Republik Moldova.

        Pada acara pembukaan, Duta Besar RI Diar Nurbintoro menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta temu usaha atas kesediaanya datang dan  mengharapkan kegiatan tersebut menjadi jembatan tercapainya kerja sama yang kongkrit.

        Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari PT. Danisa Texindo mengenai lapangan usahanya terutama bidang importasi anggur ke Indonesia.

        Seusai presentasi, delapan  perusahaan anggur Rumania memperkenalkan produk dari Romania dan Republik Moldova.

        KBRI Bukares juga memfasilitasi kegiatan temu usaha antara pengusaha Indonesia  dengan anggota kamar dagang Indonesia - Rumania yang bergerak di bidang busana, makanan kalengan, informasi dan teknologi dan makanan laut. Kegiatan dibuka  Dubes Diar Nurbintoro,
dan perkenalan masing-masing perusahaan serta dilanjutkan dengan diskusi antarpeserta.

        Para pengusaha Indonesia melanjutkan kunjungan ke Republik Moldova  untuk melakukan pertemuan dengan pengusaha anggur dan pelaku bisnis setempat.

        Pada kunjungan ke Republik Moldova, mereka melakukan kunjungan ke Cricova Wine Company yang merupakan perusahaan minuman anggur terbesar di Moldova dan juga melakukan temu usaha dengan pengusaha setempat di bidang makanan olahan, busana yang difasilitasi oleh Wakil Menteri Pertanian Moldova. ***3***
(ZG)

(T.H-ZG/C/M. Anthoni/M. Anthoni) 22-04-2015 00:55:42

UNI EROPA

RI KAMPANYE PRODUK SEAFOOD BEBAS IUU FISHING DI BRUSSEL

         London, 22/4 (Antara) - Indonesia kembali berpartisipasi dalam "Sea Food Expo Global 2015" yang berlangsung di Brussel pada 21-23 April 2015.

        Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P. Hutagalung, menyampaikan sambutan dalam pembukaan paviliun Indonesia, pada ekspo tersebut yang bertema "Anti IUU Fishing and Stop Buying Illegal Fish" serta perlawanan terhadap "Trafficking in Person" dalam industri perikanan, kata Counsellor KBRI Brussel, Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Selasa.

        Di hadapan para pengunjung, peserta pameran dari Indonesia dan asing, serta para calon pembeli, Dirjen Saut Hutagalung menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tegas untuk menghentikan "IUU Fishing" dan juga kejahatan lain yang terlibat.

        Hadir dalam pembukaan paviliun Indonesia adalah Dubes Arif Havas Oegroseno, pejabat Penanggung Jawab Kedaulatan Maritim, Kemenko Maritim dan juga Ignacio Kristanyo Hardojo, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Brussel.

        Pameran ini merupakan salah satu pertemuan industri perikanan global dengan pasar utama di Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Indonesia menggarap pasar Eropa selama tiga hari pameran yang diikuti oleh 1.690 perusahaan peserta pameran dari 75 negara.
   Pameran ini sangat menentukan penjualan produk ikan global, dimana 81 persen pengunjung yang hadir merupakan pembeli aktif pasar ikan dunia. Pihak penyelenggaran pameran menargetkan tahun ini pengunjung akan mencapai lebih dari 26  ribu orang.

        Komisi Perikanan Uni Eropa juga berpartisipasi dalam pameran ini. Uni Eropa sebagai pasar terbesar di dunia yang mengonsumsi 25 persen makanan laut global diharapkan terus melakukan pemeriksaan lebih cermat, dengan tidak membeli makanan laut hasil IUU Fishing.

        Sejumlah 18 pengusaha ikan Indonesia ikut meramaikan paviliun Indonesia. Produk-produk perikanan yang Indonesia pasarkan dalam pameran ini mencakupi produk ikan segar dan juga kalengan.  Paviliun Indonesia juga memamerkan berbagai tata cara perikanan Indonesia yang berkelanjutan dan didukung oleh banyak anggota industri.

        Delegasi Indonesia juga mengadakan pertemuan dengan berbagai LSM dan organisasi sertifikasi serta aliansi importir guna meningkatkan pangsa pasar Indonesia secara signifikan.

        Partisipasi Indonesia dalam Sea Food Expo Global 2015 merupakan hasil kerja sama KBRI Brussel, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Koordinator Bidang Maritim. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/C/M. Anthoni/M. Anthoni) 22-04-2015 01:07:17

KARTINI

HARI KARTINI DIPERINGATI MERIAH DI LONDON

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 21/4 (Antara) - Lebih dari 60 anggota Indonesia Network Development UK (INDUK) yang terdiri dari pekerja domestik di Kerajaan Inggris Raya memperingati Hari Kartini  dengan meriah di London, akhir pekan.

        Wakil Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia/DCM KBRI London Anita Lidya Luhulima ikut menghadiri peringatan tersebut beserta pejabat konsulat KBRI London serta pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI London, Ketua Diaspora Indonesia, Cathy Paat dan pengurus Perkumpulan Pernikahan campur.

        Dalam sambutannya Anita Lidya Luhulima menyampaikan penghargaannya  dengan digelarnya perayaan Hari Kartini oleh anggota INDUK, suatu wadah perempuan Indonesia yang bekerja di sektor informal di London dan sekitarnya.

        Dikatakannya Kartini-Kartini abad 21 adalah anggota INDUK, Kartini abad 21 adalah juga perempuan yang bekerja di luar negeri termasuk para diplomat perempuan yang bekerja di KBRI yang merupakan bagian dari sekitar 1.000 diplomat perempuan di Kementerian Luar Negeri yang saat ini dinakhodai menlu perempuan pertama di Indonesia.

        Perayaan tersebut dimeriahkan dengan tarian Badinding yang dibawakan Siti Kurniasari, Annie, Widha Finistri dan Tutik Kasmin.

        Sedangkan para pekerja sektor domestik yang menghadiri perayaan di Gedung KBRI London di Governor Square itu mengenakan busana nasional yakni kebaya lengkap dengan sanggulnya.

        Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam peringatan tersebut diantaranya lomba puisi Kartini, lomba menghias buah, busana kebaya terbaik serta joget balon.

        Anita Luhulima mengatakan jumlah pekerja migran Indonesia merupakan bagian dari 232 juta pekerja migran di seluruh dunia yang bekerja mencari nafkah di luar negeri yang menurut catatan Internasional Labor Organization (ILO) 50 persen diantaranya adalah perempuan.

        "Para wanita bekerja ini memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

        Semakin banyaknya wanita bekerja juga disebutnya sebagai hasil dari perjuangan para tokoh perempuan Indonesia dalam menyeimbangan peran laki laki dan perempuan dalam membangun Indonesia, salah satunya Kartini.

        Perjuangan Kartini ditegaskannya membuat perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama baik dalam pendidikan, bekerja, menduduki organisasi lainnya.

        Melalui perjuangan Kartini, Anita mengatakan anggota INDUK dapat bekerja di luar negeri, mencari nafkah dan memberikan kehidupan yang lebik baik untuk keluarga.

        "Apa yang dilakukan disini, bukan tanpa pengorbanan. Rekan-rekan INDUK harus meninggalkan 'comfort zone' (zona nyaman). Meninggalkan rumah tempat tinggal beserta keluarga, meninggalkan anak dan istri. Hal ini didorong untuk berjuang dan berupaya merubah nasib," ujarnya.

        Sementara itu Pembina INDUK Siti Wahida mengakui INDUK dibentuk awalnya dari silaturahmi kelompok pelatihan Bahasa Inggris yang diikuti para pekerja domestik seperti nanny, pekerja domestik, pengurus orang tua  pada tahun 2010, mengingat pengetahuan bahasa Inggris merupakan keharusan bagi yang menetap di Inggris.

        Dalam perkembangannya, selain pelatihan Bahasa Inggris, juga dikembangkan pelatihan keterampilan lain seperti kesenian, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya.

        Minister Counsellor KBRI London  Eka A. Suripto  mengatakan bahwa KBRI London memfasilitasi semua kegiatan kemasyarakatan di Inggris termasuk para pekerja domestik di Inggris.

        "Apabila ada yang berminat untuk menambah pengetahuan KBRI London dapat membantu anggota INDUK yang ingin belajar  seperti Kejar Paket A atau B dan bahkan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi," ujarnya.

        Perayaan Hari Kartini yang diadakan pekerja domestik di Inggris itu juga diisi dengan lomba puisi yang dimenangkan oleh Rohayatun yang sudah 12 tahun bekerja di London dan Suntari yang puisinya berbunyi: "Kartini, percaya katamu, tanah tumpah darah dan keluarga. Kami seperti mu berjuang karena kami percaya adanya perubahan. Kartini sebuah nama yang tak lekang oleh zaman. Sebuah nama yang akan selalu menjadi inspirasi".

    ***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Novarina/A. Novarina) 21-04-2015 09:46:16

BULGARIA

MAHASISWA BULGARIA BELAJAR TARIAN INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons  

     London, 21/4 (Antara) - Mahasiswa dan pelajar Bulgaria menyatakan tertarik untuk mempelajari tari Indonesia setelah menghadiri lokakarya dengan menampilkan dosen tari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Dwi Rahmani di Universitas Sofia.

          Lokakarya (workshop)  yang diselenggarakan KBRI Sofia kerja sama dengan Universitas Sofia dihadiri  65 orang yang kebanyakan mahasiswa dan pelajar, kata Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Sofia, Dina Mardiana kepada Antara London, Senin (20/4).

          Acara tersebut dibuka dengan menampilkan  tari indang badinding yang dibawakan tujuh penari terdiri atas empat  staf/keluarga staf KBRI, dua mahasiswa kelas Bahasa dan Budaya Indonesia Universitas Sofia, serta Dwi Rahmani, S.Kar, M.Sn.

          Tarian kedua, tari rebana, tari kreasi baru yang disusun Dwi dengan penata musik Dr. Bambang Sunarto (PR III ISI Surakarta), dibawakan Polina Cherneva, anggota senior Grup Tari KBRI Sofia "Pesona Mawar Nusantara" yang telah menjadi anggota tim tari KBRI selama lima tahun itu merupakan alumnus BSBI tahun 2013.

          Sementara itu, tarian ketiga dibawakan secara solo oleh Dwi Rahmani adalah tari golek tirtokencono. Tarian-tarian tersebut merupakan hasil dari kelas tari yang diadakan KBRI sejak kedatangan Dwi pada tanggal 10 Maret 2015.

          Di awal "workshop" Dwi Rahmani menjelaskan gerakan dasar tari jawa tradisi yang berasal dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta berikut perbedaannya kepada hadirin yang kemudian dilanjutkan dengan mengundang peserta lokakarya ke atas panggung.

          Meskipun gerakan tari jawa tradisi dirasakan sangat sulit, sekitar 20 penonton bergabung di atas panggung menikmatinya dan mengikuti arahan yang diberikan Dwi.

           Selain tari tradisional jawa, peserta lokakarya diajarkan menari Indang yang  gerakannya lebih mudah dengan musik  yang dinamis.

          Pada sesi ini tidak hanya peserta "workshop" yang mencoba menarikan tari indang, tetapi para penonton dari bangkunya masing-masing juga mencoba mengikuti gerakan tari indang yang dicontohkan Ibu Dwi.   "Workshop" berlangsung selama hampir satu setengah jam diakhiri dengan tarian penutup "bajidor kahot" oleh Polina Cherneva.

          Sejumlah penonton menyatakan sangat kagum dengan tarian Indonesia yang beraneka ragam. Menurut Krasimira Todorova, penonton dari Direktorat Internasional dan Kerja Sama Eropa Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Bulgaria, tanpa perlu dijelaskan dengan kata-kata, tarian Indonesia ditampilkan mencerminkan karakteristik dan mempunyai ciri khas masing-masing.

          "Pengaruh berbagai budaya dalam tarian menambah keindahan tarian tersebut," katanya.

          Hadir pada "workshop", antara lain Wakil Dekan Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia Dr. Galina Sokolova, mahasiswa dan alumni Universitas Sofia, beberapa pelajar SMP, masyarakat umum pencinta seni, serta wakil dari chopstick radio (radio mahasiswa Fakultas Jurnalistik Universitas Sofia).
     Sejumlah pelajar SMP yang hadir mengatakan bahwa mereka sengaja datang pada acara tersebut karena sangat menyukai budaya Asia.  Menurut mereka, tarian yang ditampilkan sangat mengesankan dan menanyakan kemungkinan mereka untuk dapat mempelajari tarian-tarian tersebut, khususnya tari indang.

          Para penonton menyampaikan kepuasannya dengan pertunjukan dan "workshop" yang disajikan. Sebagian penonton lainnya juga menyampaikan keinginan untuk berlatih tari dan minatnya untuk bekerja sama mengadakan "workshop".

          Beberapa hari sebelumnya, Dwi Rahmani mengadakan "workshop" di National Academy of Theater and Film Arst Sofia (NATFIS) yang mendapat sambutan positif  mahasiswa.

          Sejumlah mahasiswa NATFIS peserta "workshop" menyatakan menyukai tarian Jawa yang lemah lembut dan tari sumatra yang dinamis.

          Seperti halnya di Universitas Sofia, permintaan mempelajari tari tradisional Indonesia berdatangan dari mahasiswa NATFIS. Kehadiran Dwi Rahmani di Bulgaria atas kerja sama KBRI Sofia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menugasi Dwi selama sekitar 2,5 bulan.
     Kehadiran dosen ISI Solo tersebut dimanfaatkan KBRI Sofia untuk melatih tari di KBRI dan untuk promosi budaya dan pariwisata Indonesia di kota Sofia dan Veliko Turnovo. Dalam waktu dekat, dosen ISI Solo akan mendukung KBRI Sofia pada kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia di kota Troyan dan Targoviste.

    ***4***
D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 21-04-2015 00:59:34

BOOK FAIR

PENULIS INDONESIA BERBAGI PENGALAMAN DI LONDON

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 19/4 (Antara) - Penulis Indonesia berbagi pengalaman dengan pecinta buku dalam ajang pameran bergengsi London Book Fair 2015 yang digelar di gedung Olympia, London pada 14-16 April 2015.

         Penulis Indonesia, Agustinus Wibowo kepada Antara di London, Minggu mengatakan, berbagi pengalaman bersama Elizabeth Pisani, penulis buku "Indonesia Exploring the Improbable Nation" di London Book Fair merupakan pengalaman berkesan dalam hidupnya.

         "Tampil dalam London Book Fair merupakan salah satu percakapan terbaik yang pernah saya tampilkan di 'talkshow'," ujar "travel writer" berusia 34 tahun yang merupakan penulis buku "bestseller" "Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol".

         Indonesia untuk pertama kalinya tampil dalam London Book Fair yang didukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan menghadirkan lebih dari 15 penerbit Indonesia dalam pameran selama tiga hari ini.

         Stan Indonesia selain memperagakan sekitar 200 judul buku juga mengelar "talkshow" yang menampilkan diskusi buku "Lelaki Harimau" karya Eka Kurniawan yang baru diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul "Man Tiger".

         Selain itu, peluncuran buku "Sophis TEAcation - An Anthology of Porcelain Teacups Collecting", acara bincang-bincang tentang buku digital/animasi serta kisah perjalanan Indonesia dan ketika orang Indonesia melihat dunia lewat mata mereka seperti yang disampaikan  Elizabeth Pisani dan Agustinus Wibowo yang menarik perhatian pengunjung London Book Fair.

         "Bincang-bincang yang menarik, peserta tampak antusias dengan topik identitas yang kami sampaikan," ujar pria kelahiran Lumajang, Jawa Timur, putra pertama pasangan Chandra Wibowo dan Widyawati.

         "Talkshow" berlangsung menarik dengan banyaknya pertanyaan dari para pecinta buku di London mengenai pengalaman kedua penulis kisah perjalanan yang bertemakan "Indonesian travel writing- when Indonesian see the world through their eyes" dan dipandu Sari Meutia, CEO Mizan Media Utama.

         Agustinus Wibowo, lulus dari SMU 2 Lumajang dan melanjutkan kuliah di Jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengakui bahwa baru pertama kali mengikuti diskusi yang digelar di luar negeri yang membahas buku kisah perjalanannya di wilayah perang Afganistan.

         Agus, begitu Agustinus Wibowo biasa disapa, hampir tiga tahun melakukan perjalanan tanpa jeda melalu jalur darat melintasi Asia Selatan dan Tengah yang melakukan 'misi pribadinya' keliling Asia, bagian dari cita-citanya keliling dunia.

         Perjalanannya dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005.

         Dari Negeri Tirai Bambu itu ia naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan, dan Turkmenistan.

         Ribuan kilometer yang dilaluinya ia tempuh dengan berbaga macam alat transportasi seperti kereta api, bus, truk, hingga kuda, keledai dan tak ketinggalan jalan kaki.

         Agus adalah seorang petualang, pengembara, musafir, seorang "backpaker" sejati.

         Bagi banyak orang, aktivitas "travelling" murah sebagai seorang "bakckpaker" adalah hobi.

         Bagi Agus menjadi "backpaker" adalah hidupnya, napasnya setiap hari.

         Kini Agus yang menetap antara Beijing dan Jakarta tengah diminta melakukan penerjemahan buku tentang Presiden Jakowi yang ditulis penulis China yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

         "Saya diminta menerjemahkan buku untuk bisa dibaca oleh Presiden Jakowi," ujar Agus yang mengakui bayarannya cukup besar yang tentunya akan digunakan untuk melanjutkan perjalanannya.

         "Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Kita tidak tahu kapan perjalanan hidup kita akan selesai. Begitu pula saya tidak tahu kapan petualangan saya ini akan berakhir. Yang saya tahu, saya masih ingin terus melanjutkan petualangan saya. Masih ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi," demikian Agustinus Wibowo.

         Sementara itu, ketua delegasi Indonesia ke London Book Fair Dr Ing Ir Agus Maryono mengakui keikutsertaan Indonesia dalam London Book Fair merupakan bagian dari persiapan Indonesia sebagai tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair pada Oktober 2015.

         Dikatakannya, keikutsertaan Indonesia di London yang menjadi kiblat buku dunia merupakan bagian dari diplomasi intelektual di Indonesia diharapkan buah pikiran orang Indonesia dapat diakses pembaca di luar negeri khususnya di Inggris.

         London Book Fair disebut sebagai 'olimpiadenya' industri buku internasional karena mampu menghadirkan 25 ribu pelaku industri dari 124 negara.

         London Book Fair 2015 yang bertema 'Making World Go Further'  diadakan di Olympia di kawasan Barat London selama tiga hari dari tanggal 14 hingga 16 April lalu.

         Ketua Ikatan Penerbit  Indonesia (IKAPI) Lucya Andam Dewi mengatakan penting Indonesia khususnya bagi penerbit berpartisipasi di Pameran Buku London yang merupakan pameran terbesar kedua di dunia.

         "Kami ingin menampilkan kekayaan literatur Indonesia," ujar Pimpinan PT Bumi Aksara.

         Diharapkannya, Indonesia bisa ikut dalam London Book Fair di masa datang dan lebih banyak lagi penerbit yang bisa ikut serta juga makin banyak kerjasama dan "literacy" buku Indonesia dengan penerbit asing. ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/K. Dewanto/K. Dewanto) 19-04-2015 06:33:04