Jumat, 29 Januari 2016

ROMA

Dubes RI optimistis hubungan Indonesia-Italia meningkat
Sabtu, 30 Januari 2016 05:18 WIB - 1.989 Views

Pewarta: Zeynita Gibbons

August Parengkuan. (ANTARA?Priyambodo RH)

London (ANTARA News) - Duta Besar RI di Roma, August Parengkuan optimis hubungan Italia dan Indonesia akan semakin meningkat di tahun 2016 dilandasi semakin membaiknya kondisi ekonomi Italia dan Indonesia yang dapat meningkatan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi.

Hal itu disampaikan Dubes pada media massa Italia dalam program "Meet the Press" yang dihadiri 30 wakil media serta 21 wakil kalangan industri dan akademisi Italia, demikian Counsellor KBRI Roma, Aries Asriadi kepada Antara London, Sabtu.

Dubes menyampaikan perkembangan pembangunan nasional dan hubungan bilateral RI-Italia sejalan dengan meningkatnya perhatian Italia terhadap Indonesia setelah kunjungan Presiden Sergio Mattarella baru baru ini.

Selain itu juga disampaikan mengenai pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di tengah kondisi global yang sulit, iklim investasi di Indonesia yang sangat kondusif bagi pengusaha Italia dan perlunya menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden Sergio Mattarella.

"Kita optimis hubungan Italia dan Indonesia akan semakin meningkat di tahun 2016," kata Dubes Parengkuan menambahkan bahwa Italia merupakan salah satu mitra dagang dan sumber investasi asing terpenting bagi Indonesia di Eropa.

Sementara itu, Wakil Presiden Osservatorio Asia, Romeo Orlandi, pemerhati Asia menyampaikan kekaguman terhadap pembangunan Indonesia, sebagai negara demokratis dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kementerian Perdagangan RI, nilai perdagangan bilateral kedua negara tahun 2015 selama Januari sampai Oktober mencapai 2,77 Milyar dolar AS . Nilai investasi Italia di Indonesia mencatat peningkatan yang sangat signifikan, dari 91 juta dolar AS semester ketiga 2015, dibandingkan 2014 hanya 63 juta dolar AS.

BELARUS

Dubes undang masyarakat Belarus berkunjung ke Indonesia
Sabtu, 30 Januari 2016 05:27 WIB - 1.636 Views

Pewarta: Zeynita Gibbons

Dubes Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Djauhari Oratmangun (ANTARA)

London (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus Djauhari Oratmangun mengundang warga Belarus untuk berkunjung ke Indonesia dan menikmati keindahan alam maupun keramahtamahan masyarakat Indonesia.

Undangan itu disampaikan Dubes saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Vladimir Makei di ruang kerja Menlu Belarus di Minsk, demikian keterangan KBRI Moskow yang diterima Antara London, Sabtu.

"Kami mengundang warga Belarus berkunjung ke Indonesia dan menikmati keindahan alam maupun keramahtamahan masyarakat Indonesia," ujar Dubes Djauhari dalam kesempatan berpamitan sehubungan usainya masa tugas.

Dalam pertemuan selama 30 menit, kedua pejabat membahas berbagai isu kerjasama Indonesia-Belarus. Dubes antara lain menyinggung sejak hubungan diplomatik kedua negara dijalin, terdapat 21 dokumen perjanjian bilateral yang ditandatangani dan menjadi landasan legal hubungan kerjasama Indonesia-Belarus.

Salah satu capaian penting dalam kerjasama kedua negara, lanjut Dubes Djauhari, adalah pembebasan visa kunjungan singkat bagi warga Belarus yang berkunjung ke Indonesia dalam rangka wisata.

Dengan berkunjung ke Indonesia, tentunya warga kedua negara dapat lebih saling mengenal dan membuka berbagai peluang kerja sama "people-to-people" lebih lanjut.

Sementara itu Menlu Vladimir Makei menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi atas kontribusi dalam mengembangkan hubungan Indonesia-Belarus serta upaya Dubes RI dalam memperlancar dialog politik, hubungan perdagangan dan ekonomi, maupun kerjasama pendidikan dan kebudayaan antara kedua negara.

Dubes juga bertemu dengan Ketua DPR (Chairman of the House of Representative) Belarus, Vladimir Andreichenko yang dalam pertemuan itu disinggung rencana kunjungan delegasi parlemen Belarus ke Indonesia pada pertengahan Februari.

Selain itu kunjungan balasan delegasi DPR RI pada bulan Mei mendatang serta hubungan erat parlemen kedua negara di lembaga Inter-Parliamentary Union dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly.

Vladimir Andreichenko juga menambahkan bahwa dirinya tidak melihat adanya masalah dalam hubungan perdagangan kedua negara dan optimis mengenai prospek kerjasama Belarus dengan Indonesia ke depan.

QATAR

MUI-QATAR JAJAKI KERJASAMA PENDIDIKAN KADER ULAMA

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 30/1 (Antara) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar menjajaki kerjasama penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Indonesia.

        "Hal itu merupakan  salah satu kesepahaman yang dicapai dalam kunjungan  delegasi (MUI) Pusat ke Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Dr. Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari," kata Counsellor Boy Dharmawan yang turut mendampingi delegasi MUI kepada Antara London, Sabtu.

        Delegasi Indonesia terdiri dari Ketua Umum MUI, Dr. KH Ma'ruf Amin, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi, Wakil Sekjen MUI Rofiqul Umam Ahmad dan Misbahul Ulum.

        Ketua Umum MUI, KH. Ma'ruf Amin mengatakan PKU berhasil mendidik ribuan ulama muda yang diterjunkan ke berbagai daerah, termasuk ke pedalaman. Namun demikian, mengingat kebutuhan yang sangat besar untuk itu perlu ditingkatkan.

       MUI mengusulkan rencana penyelenggaraan Konferensi Internasional Ulama ASEAN sebagai salah satu bentuk respon umat Islam dalam mencari solusi komprehensif dalam perspektif ulama terhadap masalah umat Islam dunia,t seperti kemiskinan, penyimpangan akidah, sinkretisme, dan gerakan radikal dan terorisme.

        Menteri Wakaf dan Urusan Islam Qatar, Dr. Ghaith bin Mubarak Al-Kuwari menyambut baik usulan program kerjasama yang disampaikan MUI tersebut.

         Sementara itu delegasi dengan didampingi Group Head Corporate Communication, Indosat Ooreedoo, Deva Rahman dan staf Indosat Ooreedoo, Helmi Misbah mengunjungi Hamad bin Khalifa University bernaung di bawah Qatar Foundation diterima  Profesor Perbandingan Agama, Dr. Muhammad Khalifa Hasan.

        Kerjasama yang dijajaki kedua belah pihak antara lain pemberian beasiswa bagi mahasiswa muslim Indonesia dan penyelenggaraan pendidikan khusus calon dai Indonesia di Hamad bin Khalifa University, Doha.

       Delegasi MUI juga bertemu dengan Khalid A Fakhroo, Head of Major Donor Relationship, Qatar Charity.

       Dalam pertemuan itu Counsellor Politik KBRI Doha dan tokoh Diaspora Indonesia, Ali Musthopa, Deva Rachman, mengatakan Ooredoo akan menfasilitasi kerjasama antara MUI, Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar dan Qatar Charity guna meningkatkan dakwah Islam melalui sistem digital.

         Menurut Dubes RI Deddy Saiful Hadi, kunjungan tersebut  merupakan salah satu upaya diplomasi multi-track guna mendukung upaya pemerintah Indonesia lebih berperan dalam mendamaikan konflik di Timur Tengah, khususnya konflik Arab Saudi dengan Iran.

       Menurut Ketua MUI yang saat ini juga menjabat Rais Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), konflik Timteng saat ini cukup mencemaskan dan dikawatirkan dapat meluas jika tidak ditangani dengan baik.

        Namun, MUI berharap konflik itu tidak berdampak terhadap Indonesia.

      Selain itu, delegasi MUI Pusat juga mengunjungi Yayasan Syekh Abdullah bin Ziad al-Mahmoed/Islamic Center di Doha yang diterima Supervisor Islamic Center, Abu Ubaidah Al Jabarawi dan bertatap muka  dengan masyarakat Indonesia di  Qatar.(ZG)*****4******
(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 30-01-2016 01:27:50

MADRID

Promosi Wonderful Indonesia di FITUR Madrid peroleh 300 trasaksi
Jumat, 29 Januari 2016 05:15 WIB - 3.178 Views

Pewarta: Zeynita Gibbons

Wonderful Indonesia (grafis)

London (ANTARA News) - Industri pariwisata yang mengusung Wonderful Indonesia di Pameran Pariwisata Internasional FITUR ke-36 (Feria Internacional de Turismo) di Madrid, berhasil memperoleh sekitar 300 transaksi.

Selain itu paviliun Indonesia yang mempromosikan Pariwisata Indonesia kepada pasar internasional, KBRI Madrid bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dikunjungi sekitar 1.000 orang setiap harinya yang bertanya tentang 10 destinasi wisata, demikian keterangan KBRI London, yang diterima Antara London, Jumat.

Direktur Pengembangan Pemasaran Wilayah Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Afrika, Nia Niscaya dan Direktur Pemasaran dan Komunikasi Internasional, Noviendi Makalam mengatakan Kementerian Pariwisata kembali berpartisipasi setelah absen sejak FITUR 2012.

Indonesia mempromosikan 10 destinasi baru meliputi Danau Toba di Sumatera Utara, Gunung Bromo di Jawa Timur, Mandalika Tenggara di Nusa Tenggara Barat, Tanjung Lesung di Banten, Morotai di Maluku, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Yogyakarta, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Pulau Belitung di Bangka Belitung.

Menyambut kembalinya Indonesia pada FITUR 2016, penyelenggara, IFEMA, memuat wawancara dengan Menteri Pariwisata Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya MSc pada halaman pertama edisi pertama Majalah FITUR 2016.

Stand Indonesia mengangkat tema "Wonderful Indonesia" menarik perhatian kalangan profesional dan masyarakat umum yang menganggumi penampilan tim Banyuwangi Ethno Carnival dan menikmati penyajian kopi produksi Indonesia, serta undian berhadiah yang diadakan PT. Bali Catur Cemerlang dengan hadiah paket wisata ke Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan, diikuti 526 pengunjung.

FITUR merupakan Pameran Pariwisata Internasional terbesar nomor ketiga di dunia setelah ITB Berlin dan World Travel Market London. Jumlah peserta dan pengunjung FITUR 2016 meningkat empat persen dibandingkan FITUR 2015.

FITUR diikuti 165 negara sementara tour operator mencapai 9.605 (internasional dan lokal Spanyol), serta 711 perusahaan yang memamerkan produksinya. Terdapat pula 178 perusahaan yang baru pertama kali berpartisipasi di FITUR.

Pengunjung FITUR 2016 mengalami kenaikan sebesar enam persen dibandingkan FITUR 2015, tercatat jumlah pengunjung mencapai 231.872 orang, dimana 124.659 pengunjung kalangan profesional atau pelaku bisnis industri pariwisata internasional dan lokal Spanyol. Pertemuan bisnis tercatat mencapai 6.200.

Menurut data pihak IFEMA, ajang pameran internasional memberikan keuntungan ekonomi bagi Kota Madrid sebesar 210 juta Euro dan mendapatkan liputan media massa yang sangat luas, oleh 7.083 jurnalis dari 48 negara termasuk Media nasional Indonesia yang secara langsung meliput ke Madrid.

SITI

Pemeran SITI merasa was was di London
Kamis, 28 Januari 2016 11:07 WIB - 2.889 Views

Pewarta: Zeynita Gibbons

London (ANTARA News) - Sekar Sari, pemeran SITI yang sedang belajar di  Inggris, was-was ketika film tersebut mulai ditayangkan serentak di jaringan bioskop di seluruh Indonesia 28 Januari.

"Lumayan deg-degan karena besok bapak Ibu saya pertama kali nonton film SITI," ujar Sekar kepada ANTARA di London, Rabu.

Sekar Sari tengah menuntut ilmu di University of Roehampton, London, untuk program master jurusan International Master on Dance Knowledge, Practice, and Heritage.

SITI, produksi Four Colour Films dengan sutradara Eddie Cahyono, adalah film melodrama perjuangan seorang perempuan bernama Siti yang sehari-hari berjualan peyek jingking di sekitar Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Sekar mengaku penasaran respon kedua orang tuanya melihat aktingnya di film SITI yang berhasil menyabet Film Fiksi Panjang Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2015 dan Film Terbaik Festival Film Indonesia 2015. "Semoga mereka tidak kaget-kaget banget," ujarnya.

Gadis kelahiran Yogjakarta, 23 Desember 1988 itu mengatakan ayahnya belum pernah sekalipun nonton film yang dibintanginya.

Soal peran di film itu, dia mengatakan ada hubungan dengan masa kecil ketika sering menemani sang ayah menyewakan sound system.

"Beberapa kali untuk acara dangdut. Mungkin itu yang membuat saya familiar dengan dangdut, seperti peran di SITI," katanya.

Sekar juga terlibat dalam pendistribusian SITI. "Sekarang sedang fokus untuk pemutaran di bioskop Indonesia, akhirnya SITI pulang kampung setelah keliling dunia, diputar di sejumlah festival, ya sekitar 20 festival," ujar Sekar.

Film berbiaya rendah itu sudah memenangi berbagai penghargaan termasuk menang di Festival Film Indonesia.

Sekar berharap suatu hari film yang dibintanginya juga bisa diputar di London.

"Soalnya teman-teman kuliah terus bertanya-tanya,  'When we can watch your movie? Your movie has screened everywhere but we only watched you got drunk in the movie trailer over and over. We want watch the real movie."

Apa jawabanmu Sekar?

"Saya jawab, 'yes, because you guys are my family. My parents and my sisters have not watched it as well.. Tapi besok tanggal 28 Januari ini Bapak Ibu dan adik-adik akhirnya bisa nonton."

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 201

MADAGASKAR

KBRI ANTANANARIVO TANAM LENGKUAS DI MADAGASKAR
     Zeynita Gibbons

    London, 28/1 (Antara) - Kuasa Usaha Tetap RI di Antananarivo, Artanto S. Wargadinata memperkenalkan tanaman lengkuas kepada Menteri Luar Negeri Madagaskar, Atallah Béatrice dalam acara reboisasi yang dilakukan di Imerintsiatosika, Madagaskar.

         Kementerian luar negeri Madagaskar mengadakan program penghijauan bersama perwakilan asing di Madagaskar termasuk keluarga besar KBRI Antananarivo, demikian Staf KBRI Antananarivo, Madagaskar, Rakotondrina Barnabé kepada Antara London, Kamis.

         Menlu Atallah Béatrice menyampaikan penanaman pohon merupakan tugas bersama. Dengan melakukan penghijauan membantu melindungi lingkungan serta pembangunan berkelanjutan Madagaskar.

         Dikatakannya perubahan iklim merupakan salah satu dampak negatif deforestasi yang menyebabkan berbagai penyakit dan kematian serta kerusakan lingkungan. Selain menanggulangi bencana banjir, tanah longsor, kekeringan dan bencana alam reboisasi dan rehabilitasi lahan akan dapat mengatasi perubahan iklim, ujarnya.

         Menlu Atallah Béatrice mengakui dengan kehadiran masyarakat internasional dalam acara penanaman pohon membuktikan kerja sama dengan pemerintah Madagaskar semakin meningkat.

         Dalam acara penanaman pohon KBRI Antananarivo memperkenalkan tanaman Lengkuas (Alpinia galangal) dan Kedelai Hitam Indonesia (varietas Glycine max (L) Merrit) yang bermanfaat untuk penyembuhan penyakit dan juga menjadi makanan bergizi. Kedua tanaman dari Indonesia itu ditanam secara tumpang sari di Imerintsiatosika bersama tananaman pokok Eucaliptus dari Kemlu Madagaskar. (ZG) ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 28-01-2016 06:00:23

Selasa, 26 Januari 2016

QATAR

Dubes RI terima penghargaan "Sash of Merit" dari Emir Qatar

Pewarta: Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Dubes RI untuk Qatar, Deddy Saiful Hadi menerima penghargaan tertinggi "Sash of Merit" dari Emir Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, ketika melakukan courtesy call untuk pamitan di kantor Emiri Diwan.

Dubes Deddy merupakan Dubes RI pertama yang menerima medali Sash of Merit sejak hubungan diplomatik yang secara resmi dimulai pada 1976, dan KBRI di Doha dibuka tahun 1999, demikian Counsellor Boy Dharmawan kepada Antara London, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut Emir menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dubes Deddy yang dianggap berjasa dalam meningkatkan hubungan bilateral RI-Qatar dan berhasil dalam menyelesaikan tugas sebagai Dubes untuk Qatar selama empat tahun.

Dikatakannya Indonesia sebagai negara besar menjadi perhatian pemerintah Qatar. Emir menyampaikan bahwa Qatar sangat menghormati dan menganggap penting peran Indonesia dalam politik internasional. Selanjutnya Emir menyampaikan salam hangat kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Dalam sambutan balasan, Dubes Deddy menyampaikan ucapan terima kasih kepada Emir yang telah memberi penghargaan Tertinggi "Sash of Merit" dan apresiasi atas peran Emir dalam meningkatkan hubungan kedua negara.

Dubes karir tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Emir yang membuat komunitas Indonesia yang berjumlah sekitar 40 ribu jiwa merasakan negara yang memiliki per capita income tertinggi di dunia, sekitar 103 ribu dolar AS, sebagai negara kedua.

Menurut Kemlu Qatar, Medali hanya diberikan kepada Dubes yang dianggap berjasa bagi pemerintah Qatar dan memiliki kinerja tinggi dalam yang bertugas di Qatar dan sangat sedikit Duta Besar asing di Qatar yang memperoleh penghargaan tersebut.