Minggu, 28 Januari 2018

KARAVAN


Karavan Budaya Indonesia Digelar di Inggris



REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan British Council (BC) akan menggelar Karavan Budaya. Kegiatan ini meliputi pementasan dan pameran, serta berbagai aktivitas interaktif dengan masyarakat lokal.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Kemendikbud, Hilmar Farid, dengan Direktur Seni dari British Council Pusat, Graham Sheffield CBE di London, demikian Kepala Subdirektorat Diplomasi Budaya Luar Negeri Kemendikbud, Ahmad Mahendra, kepada Antara London, Rabu (24/1).

Dalam lawatannya ke London pekan ini, Dirjen Kebudayaan Hilmar mengadakan pertemuan dengan Direktur Seni dari British Council Pusat, Graham Sheffield CBE Selasa (23/1) yang dalam pertemuan tersebut dibahas seputar acara Karavan Budaya.

Dalam acara Karavan Budaya itu akan menampilkan the beauty, benignity and brilliance (kecantikan, kemurahan hati dan kecemerlangan) dari multikulturalisme Indonesia.

Karavan Budaya merupakan program baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam konteks diplomasi budaya di suatu kawasan yang bertujuan untuk menampilkan multikulturalisme Indonesia.

Program Karavan Budaya meliputi pementasan dan pameran, dan berbagai aktivitas interaktif dengan masyarakat lokal. Di Inggris Raya, Karavan Budaya direncanakan akan diadakan pada Agustus hingga Oktober 2018, berawal dari berbagai rangkaian festival di Edinburgh, dan dilanjutkan dengan tur keliling berbagai kota besar dan kecil di Inggris.

Menurut Mahendra, dalam pertemuan tersebut Sheffield menyambut baik dan menyatakan dukungannya atas rencana tersebut.

British Council, yang akan mengadakan UK/ID Festival untuk merayakan hubungan Inggris dan Indonesia di bidang industri kreatif dalam tahun 2016-2018, menyatakan lansekap seni budaya Inggris sudah cukup dikenal di Indonesia, dan sekarang giliran Indonesia memperkenalkan seni budayanya secara strategis di kalangan Inggris, ujarnya.

Dukungan serupa juga dinyatakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI London yang akan menggalang komunitas Indonesia dalam menyukseskan rencana Karavan Budaya ini.


Dalam pekan ini, tim dari Subdirektorat Diplomasi Budaya Luar Negeri, Direktorat warisan dan diplomasi budaya Kemendikbud dan British Council Indonesia mengadakan kunjungan keliling untuk memetakan potensi dan mematangkan rencana program Karavan Budaya di Inggris Raya, kata Ahmad Mahendra.

,MADRID

Indonesia raih penghargaan di Madrid
Bendera Indonesia. (Pixabay/mufidpwt)
INDONESIA RAIN PENGHARGAAN DI MADRID


London (ANTARA News) - Indonesia meraih penghargaan pertama Triponyu.com, dengan menginisiasi tema "Menghubungkan komunitas, teman dan pengunjung lokal dengan pengalaman yang unik dan membahagiakan" dalam rangkaian pameran pariwisata yang berlangsung di Madrid, Spanyol.

Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam kegiatan 14th edition dari UNWTO Awards di IFEMA Madrid, yang dihadiri kandidat peserta penerima penghargaan ?UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism?, demikian keterangan Pensosbud KBRI Madrid yang diterima Antara London, Kamis.

UNWTO Awards merupakan penghargaan unggulan untuk sektor pariwisata global dan setiap tahun UNWTO menyorot penciptaan pengetahuan, penerapan inovasi dan diseminasi pengetahuan dibidang pariwisata yang dilakukan pada pemerintahan dan masyarakat umum.

Sementara itu Sumba Hospitality Foundation, meraih penghargaan ketiga dengan menginisiasi dalam tema ?Mendidik dan memberdayakan masyarakat lokal untuk pariwisata berkelanjutan? wakil dari Indonesia harus bersaing melawan Italia dan Meksiko dalam kategori inovasi LSM.

Ajang penghargaan UNWTO mengumumkan empat belas finalis dari 128 proyek yang berasal dari 55 negara yaitu Argentina, China, Portugal, Botswana, Kenya, India, Italia, Filipina, Indonesia, Meksiko, Australia, Kroasia dan Spanyol.

Penghargaan yang diberikan oleh organisasi pariwisata Perserikan Bangsa-bangsa itu merupakan rangkaian Pameran pariwista

FITUR 2018 yang mendapat perhatian besar dari masyarakat Spanyol. Beberapa media masa Spanyol meliput kegiatan tersebut baik media cetak dan elektronik nasional.
Pewarta: 
Editor: Suryanto

MILAN

INDOMIE INDONESIA RAMBAH RESTORAN CEPAT SAJI MILAN

Zeynita Gibbons


   London, 28/1 (Antara) - Indomie Mie Goreng yang cukup populer dari Indonesia merambah restoran cepat saji lokal CKN&CKN di Milan yang merupakan salah satu restoran Halal yang ada di Italia.
        Pemilik restoran, Osama adalah orang Mesir yang sudah lama bermukim di kota Milan dan mempunyai tujuh cabang di pelosok kota Milan, demikian Marketing Rapresentative Indofood di Milan Yulia Kartini, kepada Antara London, Minggu.
        Menurutnya dengan semakin banyaknya imigran yang bekerja di kota Milan, makanan halal menjadi suatu kebutuhan pokok.     
   Diakuinya Indomie yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat di Italia yang dikenal dengan pasta dan spageti yang mirip dengan indomie diharapkan akan bisa menambah varian  menu  Ayam dan Burger yang ada.
        Yulia Kartini, menyatakan kolaborasi dengan restoran adalah salah satu misi untuk lebih memperkenalkan makanan Indonesia kepada masyarakat Italia. Dan ini tidak terbatas hanya dengan mi instan. Dalam waktu dekat, ia  akan meluncurkan bumbu jadi dan snack Indofood di Italia.(ZG)****3****
(T.H-ZG/B/N. Hayat/N. Hayat) 28-01-2018 23:18:08

MEKSIKO

BUAP INGIN BEKERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS DI INDONESIA


Zeynita Gibbons


    London, 27/1 (Antara) - Rektor Universitas Otonomi Benemérita di Puebla (BUAP) Dr Alfonso Esparza Ortiz menyampaikan keinginan  bekerjasama dengan berbagai universitas  di Indonesia baik dalam pertukaran pelajar, akademisi maupun tenaga pendidik.
         Hal ini disampaikan Rektor Alfonso Esparza Ortiz kepada Dubes Indonesia untuk Meksiko Serikat Yusra Khan yang mengadakan kunjungan ke kota Puebla berjarak sekitar tiga jam dari ibu kota Meksiko, demikian Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, Sabtu.
         Dalam pertemuannya, Rektor BUAP  didampingi Direktur Jenderal Kerja Sama Internasional BUAP Dr Odorico Mora Carreón mengawali rangkaian kegiatan Dubes RI di Puebla dan sekaligus memberikan kuliah umum mengenai Indonesia dan Hubungan Bilateral Indonesia= Meksiko kepada sekitar 210 mahasiswa BUAP dari berbagai disiplin ilmu di Auditorio Paraninfo.
         Dalam acara tersebut juga hadir di antara civitas academica BUAP dan satu-satunya mahasiswa Indonesia di Meksiko, Nancy Geyza Iwisara.  
    Dubes Yusra Khan menyampaikan KBRI di Mexico City siap menjembatani keinginan BUAP untuk bekerjasama, termasuk memfasilitasi rencana kunjungan ke Indonesia.
         Dalam kuliah umum, Yusra Khan memaparkan persahabatan dan kerja sama yang semakin menguat antara Indonesia dan Meksiko sejak diresmikannya hubungan diplomatik di tahun 1953 walaupun letak kedua negara berjauhan.
         Untuk penguatan hubungan bilateral, Indonesia dan Meksiko telah bekerjasama di tataran antarpemerintah dan pelaku ekonomi dalam mendorong peningkatan di sektor perdagangan, investasi dan pariwisata.        
    Menurut Dubes,   hubungan kedua negara juga tercermin dalam kerja sama yang intensif dan solid di tataran  multilateral dan regional, antara lain, melalui PBB, APEC, G20, FEALAC, dan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki dan Australia).
         Kedua negara juga mendorong peningkatan kerja sama P-to-P, diantaranya pemberian beasiswa Darmasiswa dan Kemitraan Negara Berkembang kepada 127 mahasiswa Meksiko untuk belajar di Indonesia semenjak tahun 1996 dan sebaliknya bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Meksiko.
         Dalam kesempatan itu, Dubes menyampaikan  informasi beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Indonesia kepada mahasiswa Meksiko, khususnya mahasiswa BUAP, yang dipaparkan dalam presentasi terpisah oleh Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Mexico City.
         Alumni Darmasiswa dari Meksiko, Nayely Bernal menyampaikan informasi dan bercerita pengalaman mengikuti Darmasiswa di Indonesia. Para alumni menjadi duta darmasiswa di Meksiko.
         Rasa cinta akan Indonesia yang mulai tumbuh saat mengikuti darmasiswa di Indonesia diharapkan semakin menumbuhkan minat untuk lebih mengenal Indonesia melalui partisipasi dalam darmasiswa.
         Kuliah umum yang diadakan Kamis  (25/1) ditanggapi positif oleh civitas academica yang hadir. Direktur Jenderal Kerja Sama Internasional BUAP mengapresiasi digelarnya kuliah umum yang pertama kalinya di BUAP.
         Carreón sampaikan, terima kasih atas kerendahan hati Dubes RI untuk memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa BUAP akan keragaman Indonesia serta berbagai potensi kerja sama termasuk beasiswa program master maupun beasiswa kebudayaan yang dapat dimanfaatkan  mahasiswa BUAP.
         Beberapa mahasiswa menyampaikan ketertarikan dengan
program beasiswa. ***4***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 27-01-2018 22:43:23

BULGARIA

FILM "MENCARI HILAL" PIKAT WARGA BULGARIA

Oleh Zeynita Gibbons

    London, 26/1 (Antara) - Film religi "Mencari Hilal" karya Ismail Basbeth yang dirilis pada 2015 berhasil memikat sekitar 250 warga Bulgaria dalam Indonesia Movie Night pada Menar Film Festival Ke-10 di Kota Sofia pada 12-28 Januari 2018.
         Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia, kepada Antara London, Jumat, mengatakan selama Festival Menar yang merupakan festival film bertema Islami terbesar di kawasan Balkan itu, Film "Mencari Hilal" dengan bintang Deddy Sutomo, Oka Antara, dan Toro Margens tayang tiga kali di bioskop yang berbeda.   
    Dubes RI di Sofia, Sri Astari Rasjid, menyampaikan film merupakan bagian dari "soft power" diplomasi Indonesia.
         Hal penting yang dapat diambil dalam film itu, ujarnya, penekanan akan pentingnya nilai-nilai toleransi di tengah keadaan dunia yang rawan dengan konflik.
         Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap Pusbang Film Kemendikbud yang telah mendukung upaya promosi film Indonesia dengan memberikan film-film kepada Perwakilan RI.
         Film  menceritakan sosok Mahmud (Deddy Sutomo) yang lebih tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kafah dalam semua aspek hidup.
         Bertahun-tahun lamanya Mahmud berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya solusi semua persoalan hidup.
         Film "Mencari Hilal" mendapat sambutan penonton yang memenuhi ruangan "cinema house", Sofia. Tidak ada yang meninggalkan ruangan hingga film tersebut selesai diputar.
         Sebagian besar penonton baru pertama kali menonton film Indonesia. Mereka memperoleh kesan yang mendalam atas karya tersebut.
         Beberapa dialog dan adegan dalam film tersebut juga berhasil membuat penonton terharu dan tertawa bersama.
         Beberapa penonton menyampaikan terkesan dengan tema cerita mengenai toleransi, sebagian yang lain juga mengagumi alur cerita sederhana mengenai hubungan ayah dan anak  yang dibuat menarik.
         Sebelum pemutaran film, para penonton yang juga terdiri atas para dubes perwakilan asing, wakil pemerintah, media, masyarakat internasional yang tinggal di Sofia, pelajar, WNI, dan masyarakat setempat mencicipi berbagai kuliner nusantara dan menonton pameran foto sebagai upaya promosi terpadu Indonesia.
         Menar Film Festival awalnya untuk memperkenalkan kebudayaan dan khususnya tradisi Islami dari negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika utara kepada masyarakat Bulgaria.
         Dalam perkembangannya, berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam juga berpartisipasi pada ajang tersebut, termasuk Indonesia yang pada 2018 ikut untuk ketiga kalinya.
         Bulgaria saat ini memegang peran penting di kawasan, sebagai Ketua Presidensi Uni Eropa selama enam bulan, hingga pertengahan 2018.
         Sekitar 15 persen penduduk Bulgaria beragama Islam, pengaruh sejarah zaman pendudukan Turki Otoman pada masa lampau. ***4***

(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 26-01-2018 04:26:11

PERANCIS

PUSAT ARKEOLOGI NASIONAL- UNIVERSITAS BORDEAUX JALIN KERJASAMA


Zeynita Gibbons
      London,26/1 (Antara) -  Kepala Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas), Kemdikbud, Drs I Made Geria, menandatangani kerjasama dengan wakil dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Universitas Bordeaux (CNRS), Nicolas Teyssandier, tentang kerjasama Ilmiah dengan unit riset Unit Penelitian Campuran (PACEA) Prasejarah  Budaya, Lingkungan dan Antropologi) Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS), di Talence, Perancis.
         Penandatangan kerjasama itu disaksikan Dubes RI di Perancis, Kepangeranan Monaco dan Andora Hotmangaradja Pandjaitan, dan Rektor Universitas Bordeaux, Manuel Tunon de Lara, demikian Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Surya Rosa Putra, kepada Antara London, Jumat.
         Penandatangan MoU berlaku selama tiga tahun menyangkut pertukaran dosen, mahasiswa, peneliti muda dalam lingkup pekerjaan koleksi benda-benda arkeologi dan etno-arkeologi, kunjungan ke situs-situs arkeologi dan presentasi.
         Seluruh hasil riset dan penggalian di Indonesia akan menjadi milik pemerintah Indonesia dan tidak diperkenankan di bawa ke luar negeri, kecuali untuk kebutuhan analisis, dan harus ada dalam perjanjian terpisah.
          Selain itu juga diadakan pertukaran material akademik dan publikasi ilmiah, pengorganisasian pertemuan ilmiah bersama dan pengimplementasian proyek, publikasi bersama, dan peluang beasiswa untuk peneliti Indonesia.
          Sementata itu Universitas Bordeaux dan CNRS akan menyediakan sumber daya pendukung  untuk merealisasikan program kerjasama, yakni anggaran dan program riset spesifik dan kolaborasi internasional dengan Indonesia, termasuk fee, biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi untuk para staf ARKENAS yang terlibat.
          Dalam sambutannya, Kepala Pusat Arkenas, menyatakan implementasi dari MoU ini sangat bermanfaat dalam mendukung riset-riset Arkenas, terutama dalam mewujudkan program Rumah Peradaban di Indoneisa.    
      Representatif dari CNRS menyambut baik MoU dalam kaitannya memperkaya riset tentang kaitan antara lingkungan dan peradaban. Di lain sisi, Rektor Universitas Bordeaux mengapresiasi kerjasama bilateral dalam bidang ilmiah ini, dan berharap dapat melahirkan kerjasama ilmiah lain.
          Mewakili pemerintah Indonesia, Dubes mengucapkan terima kasih kepada pihak Perancis, dalam hal ini Universitas Bordeaux dan CNRS, atas kesediaan bekerjasama dan Dubes berharap kerjasama yang menguntungkan kedua pihak dan menjadi salah satu motor penggerak hubungan bilateral Indonesia- Perancis. Khusus untuk Indonesia, pelibatan para ahli Perancis sangat membantu mengungkap peradaban prasejarah Indonesia yang sangat kaya dan belum tergali sampai saat ini.
          Dalam kesempatan itu juga diisi dengan presentasi proyek kerjasama oleh Anne Delagnes, Direktur PACEA - UMR 5199 dan Marian Vanhaeren, peneliti PACEA yang juga Co-direktur proyek. Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari riset terhadap peninggalan purba Papua, di daerah  Eipomek, Pegunungan Bintang, perbatasan Papua Nugini.
           Riset juga dilakukan DR. Marian Vanhaeren dan Prof. Wulf Scifenhôvel dari Max Planck Institute, Jerman,  mitra PACE. Di antara hasil yang menarik adalah peradaban prasejarah Papua tidak berbeda jauh dengan peradaban prasejarah Eropa. Sekitar 20 ribu tahun lalu, masyarakat Eropa dan Papua sudah mengenal tekonologi batu dan bercocok tanam.
           Dalam diskusi terpisah, Profesor Wulf yang meneliti Papua sejak 1960-an mengatakan hasil risetnya merupakan cermin bagi masyarakat Pegunungan Bintang, yang dulu merupakan masyarakat yang maju.   
      Untuk itu, Profesor Wulf dengan bantuan pemerintah Jerman telah mendirikan semacam museum di lokasi penelitian untuk dipelajari masyarakat sekitarnya. Menurut, Wulf, hasil riset  memotivasi anggota masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi di universitas di Indonesia.
         KBRI mengusulkan  untuk mengadakan pameran bersama, serta menampilkan budaya dan seni Papua di Bordeaux. Usulan ini disambut baik, karena sangat berarti untuk memberikan citra positif Papua sebagai bagian dari Indonesia di mata masyarakat Perancis. Menurut rencana awal, pameran akan digelar sekitar Mei mendatang.(ZG)*****4****

(T.H-ZG/B/M. Dian A/M. Dian A) 26-01-2018 07:37:10

MEKSIKO

TIGA SEKOLAH DI MEKSIKO BERNAMA "INDONESIA"

Oleh Zeynita Gibbons

     London, 25/1 (Antara) - Dubes di Indonesia untuk Meksiko  Yusra Khan, mengatakan Indonesia boleh bangga karena di Meksiko ada tiga sekolah dasar bernama "Indonesia".
          "Sayangnya sudah sejak lama, tidak ada kegiatan pengenalan Indonesia di ketiga sekolah tersebut," kata Pensosbud KBRI Meksiko City Febby Fahrani kepada Antara London, Kamis .
          Nama "Indonesia" di ketiga sekolah di Meksiko tersebut adalah bukti kedekatan Indonesia dengan Meksiko, yang membuktikan  hubungan antara KBRI dengan ketiga sekolah tersebut cukup erat.
          Dubes Yusra Khan mengundang ketiga kepala sekolah tersebut Escuela de la Republica de Indonesia di daerah Tacuba - Mexico City (Sekolah Indonesia - Tacuba), sekolah Escuela de la Republica de Indonesia di daerah Itzapalapa - Mexico City (Sekolah Indonesia - Itzapalapa), dan sekolah Colegio Indonesia di daerah Coacalco - Estado de Mexico dalam acara makan siang.
          Dalam pertemuan yang berlangsung di KBRI Mexico City, Yusra Khan menawarkan untuk penyelenggaraan pelatihan kesenian dan budaya, berupa pelatihan tari tradisi, musik dan lagu nusantara, serta pengajaran Bahasa Indonesia, bagi murid-murid ketiga sekolah.
          Tawaran tersebut disambut Kepala Sekolah Colegio Indonesia, Yoxtalepetl Escamilla Olguin dan Kepala Sekolah Indonesia - Tacuba, Laura Xochitl Sanchez Gomez, serta wakil dari Sekolah Indonesia - Itzapalapa, dan 12 guru dari ketiga sekolah.
          Menurut Yoxtalepetl Escamilla Olguin, sekolahnya sejak lama ingin bekerja sama dengan KBRI dan mengaktifkan kembali kegiatan pembelajaran tentang Indonesia. Colegio Indonesia dan KBRI,  beberapa kali mengadakan pengenalan Indonesia di Coacalco.
          "Sudah saatnya kegiatan pelatihan tari, kegiatan pengenalan musik dan lagu, serta kegiatan pengajaran bahasa Indonesia, digiatkan kembali agar murid-murid lebih memahami Indonesia".
    Hal senada disampaikan Kepala Sekolah Indonesia di Tacuba yang pernah dikunjungi Presiden Sukarno pada bulan April 1961.
          Diakui sebagai sekolah umum pemerintah, diperlukan perizinan khusus dari pihak Kementerian Pendidikan Publik Meksiko untuk memasukkan kegiatan ekstrakurikuler bahasa dan seni budaya Indonesia. Namun Laura Xochitl Sanchez Gomez yakin ijin akan mudah diberikan Kementerian Pendidikan Publik Meksiko kepada Sekolah Indonesia - Tacuba, juga Sekolah Indonesia - Itzapalapa, karena pengenalan bahasa dan seni budaya Indonesia di lingkungan sekolah bernama Indonesia akan memberikan nilai tambah positif bagi para murid.
          Saat ini, masing-masing sekolah memiliki siswa sebanyak 161 siswa di Sekolah Indonesia - Tacuba, 500 siswa di Sekolah Indonesia - Itzapalapa, dan 449 siswa di Sekolah Colegio Indonesia. Ketiga sekolah tersebut tercatat memiliki banyak prestasi di bidang pendidikan dan kesenian/kebudayaan. ***4***
(ZG)
Ridwan Chaidir
(T.H-ZG/B/R. Chaidir/R. Chaidir) 25-01-2018 05:56:57