Kamis, 30 April 2015

PANUT


PANUT TERIMA "THE WHITLEY AWARD" DARI PUTRI ANNE

          London, 30/4 (Antara) - Aktivis Lingkungan dari Indonesia, Panut Hadisiswoyo, Pendiri dan Direktur Yayasan Orangutan Sumatera Lestari, mendapat penghargaan Whitley Award dari Whitley for Nature Fund, lembaga swadaya internasional di Inggris yang mendukung upaya konservasi alam di seluruh dunia.

         Penghargaan diberikan kepada Panut Hadisiswoyo oleh Princess Anne dari Keluarga Bangsawan Kerajaan Inggris pada hari Rabu malam dalam satu upacara yang diadakan di gedung Royal Geographic Society di London.

         "Senang dan bangga berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional," ujar  Panut kepada Antara London, Rabu malam usai penerimaan penghargaan yang dihadiri DCM/Wakil Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia, Anita Luhulima.

         Panut terpilih menjadi penerima penghargaan Green Oscar serta dana dari The Arcus Foundation sebesar 35 ribu Poundsterling, karena dedikasi yang tiada henti selama 15 tahun menyelamatkan orangutan Sumatera dan habitatnya  di Kawasan Ekosistem Leuser di provinsi Aceh
dan Sumatera Utara.
       
 Atas dedikasi dan komitmennya, populasi orangutan Sumatera semakin terlindungi dari perburuan dan insiden konflik dan masyarakat lokal mendapat peluang peningkatan ekonomi dan kapasitas melalui kegiatan pelatihan pertanian berkelanjutan, restorasi hutan, patroli pengamanan hutan, pengembangan agroforestry, dan penanggulangan konflik antara manusia dan orangutan.
   
Walau upaya perlindungan orangutan ini terus dilakukan oleh Panut dan tim nya, namun ancaman terhadap orangutan dan hutan tropis Indonesia masih terus berlangsung. Hal ini karena ekspansi perkebunan ke hutan tropis di Indonesia terus masih terjadi.

         Panut menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan komitmen saya dan lembaga terhadap upaya perlindungan orangutan Sumatera dan hutan tropis Indonesia.

         Dikatakannya penghargaan ini juga merupakan pesan dan himbaun penting kepada semua  pihak di Indonesia terutama pemerintah Indonesia untuk benar-benar menjalankan penghentian (moratorium) pemberian ijin perkebunan di kawasan hutan tropis Indonesia.

         Dengan luas perkebunan sawit yang sudah mencapa 10 juta hektar, produksi buah sawit sudah mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Tragis bila peningkatan luas perkebunan diproyeksikan menjadi 13 juta hektar pada tahun 2020. Ini berarti tiga juta hektar hutan tropis akan dialihfungsikan menjadi perkebunan selama lima tahun ke depan.

         Sebelumnya, selama empat tahun terakhir, Indonesia sudah kehilangan hutan seluas 1.3 juta hektar per tahunnya seiring dengan peningkatan perkebunan sawit di Indonesia. Ini harus dihentikan, bila tidak nasib hutan tropis Indonesian beserta ribuan spesies penting dan keanekaragaman hayati Indonesia akan terancam punah.  

    Oleh karena itu, suami Dian Norzian dan ayah dari Naufal Rizky Hadisiswoyo (9) dan Khansa Shafiyyah Hadisiswoyo (5) bertekad bahwa penghargaan ini adalah awal perjuangan menyelamatkan sisa-sisa hutan tropis Indonesia.

         Sementara itu Anita Luhulima kepada Antara London usai upacara penyerahan award , menyatakan sangat bangga dapat menyaksikan salah seorang anak bangsa Panut Hadisiswoyo menerima penghargaan Whitley Awards dari Putri Anne atas karyanya membangun kapasitas lokal disekitar Taman Nasional Gununh Leuaer guna melindungi habitat orang hutan di Indonesia yang sudah hampir punah.

         Diharapkannya melalui penghargaan yang diterima pada ajang Green Oscar ini dapat lebih mendukung dan menumbuhkembangkan upaya yang telah dirintis Panut untuk menciptakan jejaringan "conservation villages"  berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk menanam kembali jugaan pohon sejak tahun 2007 sehingga habitat orang hutan tetap lestari.

         Whitley Award merupakan `Green Oscar¿,  sebuah penghargaan internasional kepada para pelaku dan aktivis konservasi yang telah memperjuangkan upaya penyelamatan keanekaragaman hayati dan species dari kepunahan melalui pendekatan holistic yang melibatkan masyarakat lokal melalui kegiatan pembangunan berkelanjutan dan perlindungan habitat alam.***3***
(ZG)
T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 30-04-2015 14:07:57

PERANCIS

WNI DIHARAPKAN JAGA HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT PERANCIS

     Oleh Zeynita Gibbons

   London 30/4 (Antara) - Warga Indonesia yang tinggal di Perancis diharapkan tetap tenang dalam mengikuti perkembangan di media terkait pemberian vonis hukuman mati salah satu warga Perancis Serge Areski Atlaoui.

        "Kami berharap masyarakat Indonesia di Perancis tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat Perancis dalam berbagai kegiatan sehari-hari," kata Koordinator Pensosbud KBRI Paris Henry Katjily kepada Antara London, Kamis.
   
    Henry berharap masyarakat Indonesia dan para mahasiswa  tetap menjalin komunikasi dengan KBRI di Paris untuk mengetahui perkembangan peristiwa itu.
     
  Sementera itu salah seorang mahasiswa Indonesia di Perancis, Bayu Eka Sari Teguh mengatakan penangguhan hukuman mati yang diberikan untuk terpidana Serge Areski Atlaoui mudah-mudahan bukan karena tekanan politik internasional.

        "Diharapkan (penangguhan) tersebut dilakukan karena pendekatan proses hukum yang harus tuntas. Komitmen penegakakan hukum serta martabat kedaulatan negara tetap harus dijaga," ungkap mahasiwa master ekonomi Universite Lumière Lyon 2 itu.

        Bayu mengakui sejak beredarnya kabar akan dieksekusinya salah seorang warga negara Perancis di Indonesia itu, teman kuliahnya mulai mempertanyakan mengenai hukuman mati di Indonesia.

        "Sikap mereka (mempertanyakan) bisa dimaklumi karena sejak tahun 1981, hukuman mati telah dihapuskan dari Perancis karena dianggap melanggar kemanusiaan dan hak asasi manusia," ujar Bayu.

        Namun ia menegaskan bahwa bahaya narkoba di tanah air sudah semakin parah dan Bayu berharap selayaknya sebuah negara menghargai kedaulatan negara lainnya dan tidak mencoba mengintervensi keputusan hukum yang sudah ditetapkan.

        Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Francho-Indonesia (IKFI) Helena Jeane Jokoway mengatakan peristiwa itu harus dilihat dengan jernih.

        "Narkoba di tanah air sudah sangat memprihatinkan. Peredaran narkoba  begitu banyak memakan korban generasi muda, mereka mati sia-sia," ujarnya menjelaskan.

        Helena mengingatkan jika ada anggota keluarga terkena narkoba, tentu akan merasakan bagaimana kehilangan orang yang dicintai karena korban obat-obat terlarang.
        "Dengan melihat sisi  ini, kita bisa melihat betapa kejamnnya akibat narkoba," ujarnya.

        Menurut Helena, hukuman mati diharapkan memberikan effek jera bagi gembong dan pengedar narkoba.
        "Namun perang terhadap narkoba juga harus diikuti  perbaikan sistem hukum di tanah air juga," ujarnya.
        Ia berharap kejadian itu tidak manganggu hubungan diplomatik Indonesia-Perancis kedepannya.

        Sementara itu Staf Pengajar Fikom Unpad Bandung yang tengah menuntut ilmu di Paris, Ade Kadarisman mengatakan informasi dan pemberitaan tentang hukuman mati Serge Areski Atlaoui menjadi berita utama media massa Perancis seminggu terakhir ini bahkan terjadi unjuk rasa beberapa kali.

        "Pro dan kontra mengiringi peristiwa ini hingga proses penangguhannya kemarin," ujarnya.
        Ade mengatakan selama proses diplomasi dilakukan di antara kedua negara, warga Indonesia yang bermukim di Perancis diharapkan untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

        "Diharapkan para pelajar dan mahasiswa tetap fokus kepada studi dan tidak terpancing dengan berbagai pernyataan di media yang menimbulkan kontroversi," demikian Ade Kadarisman.
    ***4***
(T.H-ZG/B/A. Novarina/A. Novarina) 30-04-2015 17:33:51

SPANYOL

KBRI DORONG MASYARAKAT PROMOSIKAN INDONESIA DI SPANYOL

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 29/4 (Antara) - Duta Besar RI di Madrid Yuli Mumpuni Widarso mengharapkan masyarakat Indonesia di Spanyol dapat mempromosikan Indonesia dalam berbagai kegiatan promosi seperti ekonomi, sosial dan budaya.

        Hal itu diungkapkan Dubes Yuli Mumpuni dalam acara Pertemuan Masyarakat Indonesia yang dihadiri sekitar 200 orang di Madrid yang berlangsung di Ruang Satya Loka KBRI Madrid, demikian Sekretaris III KBRI Nona Siska Noviyanti kepada Antara London, Rabu.

        Dubes menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara selain mempererat silaturahmi diantara keluarga masyarakat Indonesia di Madrid, juga sebagai langkah awal persiapan partisipasi Diaspora Indonesia Chapter Spanyol dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-3 di Jakarta, 12-14 Agustus mendatang.

        Pertemuan itu juga bermaksud sebagai upaya KBRI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang berbagai hal yang dilakukan dan KBRI ingin mendorong partisipasi seluruh masyarakat Indonesia di Spanyol dalam berbagai kegiatan promosi ekonomi, sosial dan budaya Indonesia.

        "Dubes menyampaikan paparan tentang kinerja KBRI Madrid tahun 2014 dan perkembangan terkini di Indonesia antara lain keberhasilan KBRI Madrid dalam meningkatkan perhatian berbagai kalangan pemangku kepentingan di Indonesia terhadap potensi Spanyol," kata Siska.

        Dubes juga menyampaikan rencana pembangunan Pemerintah Indonesia 2015-2019 yang mencanangkan peningkatan arus wisatawan asing ke Indonesia dari 8 juta ke 20 juta dan ekspor naik 300 persen.

         "Untuk itu Dubes Yuli Mumpuni Widarso mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Madrid  berpartsipasi aktif dalam  mempromosikan berbagai potensi Indonesia di Spanyol," demikian Siska.

         Salah satu wakil dari diaspora Indonesia, Jimmy Liem yang telah lebih dari 25 tahun bermukim di Madrid dan beristri warga Spanyol menyatakan siap untuk mempromosikan gastronomi Indonesia di Madrid melalui kegiatan kerjasama dengan Pemerintah Kota Madrid dan komunitas Asia lainnya  dengan mengelar  pekan gastronomi atau Madrid Foodstreet Festival.  

    Selain itu, Dubes juga menyampaikan perkembangan terkini di tanah air yaitu situasi darurat narkoba di Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan.
        Berdasarkan informasi dari BNN saat ini  terdapat lebih dari 4,2 juta orang mengidap ketergantungan narkoba di Indonesia.

        "Bagi Indonesia, pengedar dan bandar narkoba merupakan pelanggaran hukum pidana yang sangat berat. Dubes meminta masyarakat Indonesia di Spanyol untuk menyampaikan kepada teman-teman Spanyol mereka jika ke Indonesia supaya tidak terlibat dalam perdagangan narkoba karena ancamannya hukuman mati," papar Siska.

        Hal itu perlu disampaikan kepada seluruh WNI di Spanyol karena mereka hidup di tengah masyarakat anggota Uni Eropa yang  menghapuskan hukuman mati dari hukum nasionalnya.

        Pemahaman tentang hukum di Indonesia itu penting agar seluruh WNI di Spanyol dapat menjelaskan jika ditanyakan  teman-teman mereka warga Spanyol.      **4***
(T.H-ZG/C/A. Novarina/A. Novarina) 29-04-2015 15:43:42

YASMIN

PENGAMAT: INDONESIA PERLU ANTISIPASI KECAMAN INTERNASIONAL

     Oleh Zeynita Gibbons    

    London, 29/4 (Antara) - Pengamat hubungan internasional dan kandidat doktor padDR  Australian National University (ANU), Yasmi Adriansyah, menyatakan Indonesia perlu mengantisipasi berbagai kecamatan dan reaksi keras masyarakat internasional terkait pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba.

         "Reaksi dunia internasional cenderung menyudutkan Indonesia, pernyataan bernada keras dari berbagai pemimpin dunia, seperti Presiden Perancis Francois Hollande, Menlu Australia Julie Bishop, dan bahkan Sekjen PBB Ban Ki Moon menunjukkan Indonesia perlu mengantisipasi berbagai kecaman dan reaksi keras itu," katanya kepada Antara melalui surat elektronik, Rabu.

         Kandidat PhD Hubungan Internasional ANU menilai Indonesia perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kontra-reaksi agar tidak semakin memperkeruh hubungan bilateral dengan negara sahabat.

         "Indonesia jangan hanya melihat kasus ini secara sempit dengan sebatas mengantisipasi perkiraan dampak negatif dari negara asal terpidana. Kemarahan Perancis, misalnya, dapat juga berimbas kepada sikap negatif Uni Eropa (UE) terhadap Indonesia," katanya.

         Apalagi, katanya, Belanda yang seorang warganya juga telah dieksekusi sempat menyatakan protes keras dengan menarik Dubes Rob Swartbol. "Baik Perancis maupun Belanda adalah dua anggota UE yang berpengaruh," katanya.

         Oleh karena itu, Pemerintahan Jokowi sebaiknya hanya Menteri Luar Negeri atau pejabat yang ditunjuk yang diberikan otoritas untuk berbicara kepada media, karena penyampaian pernyataan sikap tegas Pemerintah RI perlu dibarengi dengan sikap diplomatik yang meredakan ketegangan dan bukan sebaliknya.

         "Hal lain yang perlu dilakukan Pemerintah Indonesia secara lebih agresif adalah penyampaian informasi kepada media internasional mengenai dampak narkoba yang sudah sangat membahayakan negeri ini, sehingga mencapai situasi darurat narkoba," katanya.
    Sejauh ini, pemberitaan media internasional cenderung menyudutkan Indonesia, yaitu lebih menyoroti aspek HAM terpidana yang akan dieksekusi atau bahkan korupnya praktik hukum di Indonesia.

         "Namun informasi mengenai kemudaratan atau kejahatan paling serius (the most serious crimes) yang telah dilakukan para terpidana terhadap Indonesia tidak banyak diangkat media internasional, sehingga HAM dari aspek terpidana juga perlu dikaitkan dengan HAM dari aspek korban itu sendiri, agar adil," kata Yasmi Adriansyah. ***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 29-04-2015 07:20:22

ARIFIN

ARIFIN SIREGAR TERIMA PENGHARGAAN LINGGARJATI BELANDA

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 29/4 (Antara) - Indonesia Nederland Society, organisasi masyarakat Indonesia dan Belanda, memberikan penghargaan Linggarjati kepada Dr Arifin Siregar, mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1983-1988, dan Menteri Perdagangan tahun 1988-1993.

         Penghargaan bagi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat tahun 1993-1997 tersebut disampaikan Ketua Indonesia Nederland Society (INS), Jasse Kuiper, di Balaikota Rotterdam, Belanda, demikian Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Den Haag, Belanda, Azis Nurwahyudi kepada Antara, Rabu.

         Dalam acara dihadiri lebih dari 200 undangan yang terdiri berbagai kalangan dari seluruh Belanda, termasuk tokoh penting seperti mantan PM Ruud Lubbers (1982-1994), mantan Menteri Pertahanan Wim van Eekelen (1986-1988), dan Mantan Menlu Ben Bot (2003-2007),  Dr Arifin Siregar terbukti memberikan kontribusi positif dalam upaya mempererat hubungan kedua negara.

         Dalam kesempatan itu Dr Arifin Siregar memaparkan sejarah hubungan Indonesia dan Belanda, terutama dalam pembangunan ekonomi. Dikatakannya salah satu pembelajaran yang berharga yang dapat dipetik dari perkembangan hubungan kedua negara yang terkadang naik turun adalah pentingnya pendekatan pribadi.

         Dalam hal ini kontak pribadi antara rakyat kedua bangsa haruslah diperkuat dan dikembangkan. Kontak pribadi ini benar-benar sangat penting dalam mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Belanda, ujar Arifin Siregar.

         Selain itu juga disampaikan bahwa dalam menjalin hubungan antara Indonesia dan Belanda, yang terpenting adalah untuk terus melihat ke depan dengan saling menghormati dan saling menguntungkan.

         Sementara itu Kuiper dari INS menyampaikan bahwa penghargaan Linggarjati yang ketiga ini dianugerahkan kepada Arifin Siregar tidak saja karena jasanya dalam kontribusi membangun hubungan ekonomi, namun juga karena peransertanya dalam membangun saling pengertian dan saling menghormati antarmasyarakat kedua bangsa.

         "Sementara itu KUAI KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat dan menyatakan rasa bangga atas penghargaan yang telah diberikan kepada salah seorang putra terbaik bangsa Indonesia.

         "Arifin Siregar adalah lulusan The Nederlandse Economische Hogeschool Rotterdam (1953-1956) yang pernah mendapatkan tugas khusus dari Presiden Soeharto untuk memperbaiki hubungan Indonesia-Belanda pascakasus dihentikannya bantuan ekonomi dari Belanda oleh Indonesia melalui Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI) tahun 1992.

         Dimulai dari mengatur strategi membawa misi kunjungan pengusaha Indonesia ke Belanda hingga mendirikan Indonesian Trade and Distribution Centre di Rotterdam sebagai pintu masuk produk Indonesia ke Eropa.

         Penghargaan Linggarjati adalah  apresiasi dari Indonesia Nederland Society yang diberikan kepada  tokoh yang mempunyai andil besar dalam mempererat hubungan Indonesia dan Belanda dari berbagai bidang.

         Sebelumnya Penghargaan Linggarjati pertama kali diberikan kepada Joty Terkulve (2012) dan untuk yang kedua kalinya diberikan kepada Dr. N. Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri RI bersama Ben Bot, mantan Menteri Luar Negeri Belanda (2013).

         Pemberian penghargaan Linggarjati ketiga ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Seminar Rotterdam - Jakarta, Water-Smart Cities yang digagas oleh INS. Pada kesempatan tersebut dipresentasikan berbagai pemikiran mengenai kerjasama dan penanganan menejemen air di indonesia.

         Seminar dibuka Sekjen Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda, Siebe Riedstra dengan pembicara antara lain Allard Castelein CEO Rotterdam Port Authority, Prof. Alexander Rinnooy Kan dari Universitas Amsterdam dan pembicara kunci KUAI KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo. Selain itu juga dilakukan presentasi oleh para mahasiswa dari Indonesia yang tengah belajar di Unesco-IHE, Delft, demikian Azis Nurwahyudi.(ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 29-04-2015 23:43:43

LONDON

INDONESIA BERLARI UNTUK BERBAGI DALAM LONDON MARATHON 2015

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 28/4 (Antara) - Komunitas Berlari untuk Berbagi yang diwakili dua bersaudara Sandiaga Uno dan Indra Uno, serta Benny Hadisurjo, mengikuti Virgin Money London Marathon 2015 yang digelar ke-35 tahun, diawali dari Blackheath-Greenwich Royal Observatory, London, Minggu (26/4).

        Dalam London Marathon, selain Komunitas Berlari untuk Berbagi (BuB), dari Indonesia menyertakan 12 pelari berbagai macam komunitas lari di Indonesia lainnya, demikian volunter Komunitas BuB untuk Inggris Raya, Virni Tirtosupono, kepada Antara London, Senin.

        Dia mengatakan dalam London Marathon, berhasil terpecahkan rekor dalam acara tahunan olahraga lari paling bergengsi kedua di dunia yang tahun ini diberi nama Virgin Money London Marathon 2015 ke-35.

        Menurut penyelenggara, kurang lebih sebanyak 38.000 peserta maraton merupakan peserta terbanyak dalam sejarah London Marathon, dan sebanyak lebih 37.600 pelari dapat menyelesaikan hingga garis finish berjarak 26,2 mil atau sekitar 43 kilometer ini, juga terbilang sukses dalam segi ketertiban, keamanan, dan kenyamanan para pelari maraton ini.

        Virni Tirtosupono mengatakan, marathon ini dimulai dari daerah Blackheath-Greenwich Royal Observatory melewati rute daerah perumahan, menyusuri Sungai Thames, menyeberangi jembatan paling bersejarah The Tower Bridge melewati gedung-gedung (ikon) bersejarah Kota London lainnya, seperti Tower of London, London Eye, Westminster Abbey/Big Ben, dan berakhir di Westminster-The Mall tepat di depan jalanan istana Ratu Inggris Buckingham Palace.

        Pemenang maraton pria adalah Eliud Kipchoge asal Kenya yang sempat menjadi juara dunia, dan maraton wanita Tigist Tufa dari Ethiopia, serta pemenang kelas kursi roda pria dimenangkan sangat tipis oleh Josh George asal Amerika Serikat yang berhasil menggagalkan juara bertahan David Weir untuk meraih kemenangan tujuh kalinya.

        Sedangkan pemenang kursi roda wanita adalah Tatyana McFadden  asal Amerika Serikat yang dua tahun berturut-turut memecahkan rekor atas namanya sendiri.

   Lomba maraton tahun ini juga merupakan ajang terakhir Paula Radcliffe, pelari handal Inggris tiga kali pemenang London Marathon dikarenakan cedera kakinya sehabis operasi.

        Dalam London Marathon juga terdapat pelari tertua Paul Freedman, pria berusia 90 tahun yang selalu mengikuti London Marathon sejak tahun 1991 sampai sekarang, absen hanya pada tahun 2004 setelah penyembuhan dari serangan jantung.

        Menurut Virni, banyak nama-nama terkenal lainnya yang turut serta dalam lomba maraton itu, di antaranya pembalap F1 asal Inggris Jenson Button, mantan model Christy Turlington, juga Romeo Beckham, putra kedua pesepak bola terkenal David Beckham dalam kategori minimarathon.

        Dia menyatakan, keikutsertaan Komunitas BuB ini berawal dari keikutsertaan Sandiaga Uno dalam maraton pertamanya di Singapura, saat itu terbersit bagaimana agar hobi larinya ini tidak hanya menyenangkan bagi dirinya, tapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain.    

   Sandiaga mengajak teman-temannya yang juga mempunyai hobi sama, sehingga tercetuslah Program Berlari untuk Berbagi (BuB).

        Program BuB ini khusus diperuntukkan bagi yayasan sosial yang mempunyai program di bidang pendidikan, anak, lingkungan serta kewirausahaan sesuai empat pilar BuB.

        Semua Program BuB dijalankan di yayasan yang mempunyai program berkesinambungan.
        Pada tahun 2014 pada New York Marathon, BuB bekerjasama dengan Panti Asuhan Roslin Kupang yang dimotori Budi Soehardi, salah satu CNN Heroes 2009, beserta istrinya, Peggy.

        BuB melakukan pengumpulan dana untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anak SD selama setahun, dan sekarang sedang digodok program beasiswa agar anak-anak bisa tamat sekolah sampai universitas.

        Pada tahun yang sama dalam Tokyo Marathon, bersama Hughes Foundation, sudah mendirikan tiga sekolah PAUD untuk anak-anak prasejahtera di daerah Pantura dan Cirebon.

        Pada New York City Marathon 2011, BuB bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa membangun Rumah Belajar di Manggarai, untuk pendidikan anak-anak putus sekolah di daerah tersebut.

        Saat Jakarta Marathon 2013 bekerjasama dengan Ponds memberdayakan Komunitas Ibu Hebat, yaitu kelompok ibu-ibu RW 07 Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur yang ingin mandiri dan berkembang dengan mendirikan koperasi unit usaha.

        BuB juga bekerjasama dengan Yayasan The Learning Farm dalam memberdayakan anak-anak jalanan dan putus sekolah, dengan memberikan bantuan pendidikan pertanian organik agar mereka bisa mandiri.

        Sempat bekerjasama dengan Bank BII membangun perpustakaan keliling dan mendukung pengadaan laboratorium komputer untuk anak-anak penyandang disabilitas di Yayasan YAKKUM Bali pada Bali Marathon 2013.

        Kurang lebih 50 yayasan sosial yang tersebar di Tanah Air yang  mendaptakan bantuan dari BuB.  
   Berlari untuk Berbagi selalu melibatkan komunitas-komunitas pelari lain serta masyarakat umum, dan yang terakhir diadakan adalah donor darah melibatkan ratusan pendonor.

        Adapun agenda rutin BuB adalah menggelar donor darah setiap enam bulan sekali yang dibuka untuk umum di Senayan Golf Driving Range GBK, serta program sosial yang akan terus diadakan setiap lomba maraton yang akan diikuti oleh pelari BuB.
   "Marilah kita Berlari untuk Berbagi!," demikian Virni Tirtosupono.***4***
Budisantoso Budiman(ZG), (T.H-ZG/B/B. Budiman/B. Budiman) 28-04-2015 06:00:05

DWIKI

DWIKI DHARMAWAN TAMPIL MEMUKAU DI UKRAINA

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 28/4 (Antara) - Musisi jaz kenamaan Indonesia Dwiki Dharmawan tampil menawan dalam Master Jam Fest di Ukraina.

        Konser dengan moto "Jazz Unites Us" itu berlangsung meriah dan mendapat apresiasi luar biasa dari penggemar musik jaz di Odessa Theater Ukraina, akhir pekan lalu.

        "Hari yang sangat berkesan dalam hidup saya, bayangkan musik jaz yang berasal dari rintihan para budak di Amerika telah menyebar sampai ke Ukraina," ujar Dwiki Dharmawan kepada Antara London, Selasa.

        Menurut istri penyanyi Ita Purnamasari, dalam acara Master Jam Festival itu berkumpul para musisi jaz dari berbagai negara, seperti Armenia, Azerbaizan, Indonesia, Russia, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kamerun, dan beberapa negara lainnya.

        Dwiki mengakui dalam acara Master Jam Fest itu, tidak ada kata 'perang dingin', mengingat semuanya menyatakan perdamaian, sejalan dengan moto "Jazz Unites Us", dan konser berlangsung meriah serta mendapatkan apresiasi dari para penonton.

        "Saya bersama tiga musisi Polandia Adam Golucki (drums), Pawel Urewski (bas) dan Piotr Checki (saxofon). Pawel Urewski dan Piotr Checki ditampilkan pada sesi ketiga, yaitu sesi puncak, persis sebelum jamz session," ujar Dwiki.

        Dia menyampaikan, konser diawali dengan komposisi "Janger" yang langsung menghentak penonton.

        Diawali dengan intro duo piano dan gamelan gong kebyar dimainkan seniman Agus Prasetyo, lulusan ISI Solo murid maestro Rahayu Supanggah.

        Komposisi Janger langsung membawa nuansa lain Master Jam Festival ini, dengan sebelumnya penampilan musisi dari mancanegara lebih banyak mainstream, blues, be bop dan jazz rock.

        Penampilan pembuka gala konser ini adalah Odessa Big Band yang berkolaborasi dengan musisi mancanegara.

        Dwiki mengatakan, setelah lagu Janger yang mendapat sambutan hangat, Dwiki langsung membawa penonton kembali dalam suasana yang sedikit tenang dengan menampilkan "Clarissa" dari album World Peace Orchestra  (2009).

        "Saya ubah dengan irama 6/8 dan open harmony. Serasa berada di dunia lain, itulah jazz "freedom if expression" saya bangga bisa mengagungkan nama Indonesian Folksongs di ajang festival dunia," ujar Dwiki lagi.

        Setelah lagu ketiga, Dwiki pun menyapa penonton dan memperkenalkan para musisi serta menjelaskan karya-karya musik yang dimainkan.

        Pada dua lagu berikutnya basis Pawel Urewski mengganti akustik basnya dengan electric bass dan mengalunlah Arafura, Numfor, dan Jazz for Freeport (dari album World Peace Orchestra, 2009), lalu medley Cik Cik Periuk-Paris Barantai (dari album Live in Vienna), juga The Dark of The Light dan Whale Dance (dari album terbaru Dwiki Dharmawan Passion-Love-Life).

        Master Jam Festival merupakan festival jaz yang diselenggarakan di Odessa Ukraine sejak tahun 2012, dibagi menjadi dua kategori yaitu pertama kategori kompetisi jaz, saat tahun 2013 pianis cilik Indonesia Joey Alexander mendapat Grand Prize Winner.

        Sedangkan kategori kedua adalah gala concert, Dwiki tampil bersama tiga musisi Polandia.
        Master Jam Festival didukung UNESCO (International Jazz Day), Thelenious Monk Istitute of Jazz, dan beberapa sponsor lokal di Ukraina.

        Keberangkatan Dwiki didukung oleh Garuda Indonesia, KBRI Ukraina, KBRI Polandia, dan KBRI Slovakia.

        Setelah dari Odessa, Dwiki akan melanjutkan konser di Bratislava, Slovkia, Warsawa, Polandia, Gdynia, Polandia , Warsawa dan Katowice, Polandia.***1***
Budisantoso Budiman(ZG) (T.H-ZG/B/B. Budiman/B. Budiman) 28-04-2015 11:23:57