Rabu, 25 Oktober 2017

EUROPALIA

248 ARTEFAK INDONESIA DITAMPILKAN DI BRUSEL 
     Zeynita Gibbons

     London, 25/10 (Antara) - Sebanyak 248 artefak koleksi Museum Nasional dan beberapa koleksi museum provinisi di Indonesia ditampilkan di Festival Europalia Indonesia di Museum La Boverie di Liege, Brusel pada 25 Oktober  2017 hingga 21 Januari 2018.
          Sejumlah artefak yang juga diambil dari beberapa museum di Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jambi dan Bali ditampilkan dalam pameran bertajuk "Kingdoms of the sea Archipel", demikian Fungsi Pensosbud KBRI Brusel Ance Maylany kepada Antara London, Rabu.
           Pameran dengan tema maritim itu, menampilkan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia yang selalu lekat dan tidak lepas dari budaya maritim. Salah satu yang ditampilkan adalah kapal Padewakang yang dibangun langsung di arena pameran dengan menadatangkan pembuat kapal tradisional dari Sulawesi.
         Kapal Padewakang  merupakan cikal bakal dari kapal Phinisi yang telah dikenal luas. Padewakang adalah kapal tradisional hasil budaya maritim Indonesia sebelum akhirnya berkembang oleh pengaruh modern yaitu kapal yang menggunakan mesin.    
      Kapal dengan ukuran panjang 11 m, tinggi 7 meter dan lebar 4 meter itu dibangun di Museum La Boverie dan merupakan kapal ketiga yang dibuat untuk ditampilkan diluar Indonesia setelah dua kapal sebelumnya dibangun dan dilayarkan ke Australia.
          Pameran berupaya menggambarkan warisan sejarah maritim di seluruh Indonesia yang memiliki beberapa tahap sejarah maritim dari ancient period (3000SM hingga awal Masehi), pre-modern period (awal Masehi hingga abad ke-16), early modern period (abad 16-18 M) hingga modern period (abad 18 hingga sekarang).
           Pada tahap pertama dari pintu masuk pameran ditampilkan berbagai hasil pameran dari masa Austronesia yang menampilkan benda-benda seni dari batu  dan perunggu, hasil pertukaran diaspora dari Austronesia dan Melanesia. Bentuk budaya ditampikan seperti kapal, penggalan lukisan dari dinding gua, seni dari batu, nekara, moko dan lainnya.
         Masa pre-modern merupakan kelanjutan ekspansi budaya maritim merupakan hasil interaksi dengan datangnya pedagang dari India. Pada masa ini terjadi akulturasi budaya. Kerajaan di Indonesia seperti Kutai, Tarumanegara, Kalingga, Sriwijaya, Mataram menjadi bagian dari akulturasi periode ini.
          Benda budaya yang ditampilkan dari periode ini berupa kapal, patung, musik, peta-peta kuno, prasasti dari kerajaan-kerajaan tersebut.Masa eraly modern period dipengaruhi interaksi dengan pedagang dari China menampilkan berbagai bentuk budaya seperti keramik, sutra, porselain daan arsitektur.
           Lebih ke dalam area pamera  ditampilkan masa early modern period yang dipengaruhi interaksi dengan bangsa-bangsa Eropa lewat jalur perdagangan bumbu. Kota-kota utama di Indonesia yang menjadi pusat yang merekam interaksi ini yaitu Aceh, Banten, Banjarmasin, Ternate, Tidore, Palembang menjadi tempat yang banyak ditemukan warisan sejarah maritim.
          Sebagai negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan 81.000 km panjang garis pantai, pameran maritim  menjadi kesempatan untuk menampilkan identitas bangsa Indonesia yang penting dan lama terlupakan.   
      Sebelumnya acara peresmian digelar konferensi pers pameran Kingdoms of the Sea Archipel dimoderatori  Walikota Liege, Willy Demeyer dan dihadiri narasumber dari pihak Indonesia mantan Direktur Museum Nasional selaku kurator dari pameran Intan Mardiana, dan   peneliti sejarah maritim Universitas Diponegoro Semarang, Singgih Tri Sulistiono,.  Sementara dari pihak Belgia hadir koordinator kurator Europalia International  Dirk Vermaelen dan konsultan peneliti arkeologi dari Ecole Francaise d¿extreme Orient, Pierre Yves Manguin. ***4***
(T.H-ZG/C/R. Utami/R. Utami) 25-10-2017 06:18:41

Isi Audio Download Audio

WAYANG

Film "Keris dan Wayang" tarik perhatian publik Ekuador
Senin, 23 Oktober 2017 03:41 WIB - 3.384 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons



London (ANTARA News) - Film dokumenter pariwisata Indonesia "Keris dan Wayang" menjadi primadona danmenarik perhatian pengunjung festival yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa Kota Cuenca dalam Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer ke-4 di Kota Cuenca, Ekuador, berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 Oktober 2017.

Festival Film Internasional Seni dan Budaya Populer ke-4 itu merupakan rangkaian dari Festival de Artesanias de Americana ke-15 yang diadakan CIDAP atau The American Center of Crafts and Folk Arts, demikian keterangan Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) Quito kepada ANTARA News, Minggu (22/10).

Dalam pemutaran dua film itu Dubes RI di Quito Diennaryati Tjokrosuprihatono hadir bersama puluhaan mahasiswa dan pelajar dari Univeritas Cuenca dan beberapa sekolah menengah di Cuenca menyaksikan film "Keris dan Wayang".

Di hari yang sama juga dilakukan pemutaran kedua film di Auditorium CIDAP yang juga dihadiri puluhan penonton.

Festival film itu diikuti film dokumenter seni dan budaya dari Ekuador, Peru, Chile, Venezuela, Jepang dan Indonesia yang tahun ini menjadi tamu dalam Festival de Artesanias de Americana ke-15 yang akan dibuka secara resmi tanggal 1 November 2017.

Selain diputar di Fakultas Seni Universitas Cuenca dan Auditorium CIDAP, film-film peserta festival juga diputar di Gedung Kesenian El Alfarero milik Pemerintah Kota Cuenca. Selanjutnya di awal Desember akan di gelar di FLASCO, Latin American University of Social Sciences, universitas terkemuka di Kota Quito, Ibukota Republik Ekuador.

Rangkaian Festival de Artesanias de Americana atau festival seni Amerika ini akan diikuti dengan pameran benda seni budaya Indonesia dari beragam daerah dan khususnya Bandung di Museum CIDAP pada tanggal 1 November hingga 1 Desember 2017.

Pada saat puncak kegiatan festival tanggal 1-5 November 2017 juga akan ditampilkan beragam tampilan seni budaya Indonesia, seperti tari, musik, kuliner, demo batik dan ukir kayu dari Pemalang, Jawa Tengah, dan juga bazaar produk kerajinan tangan.

Pada festival tahun lalu tercatat 250.000 pengunjung selama puncak festival yang berlangsung selama sepekan dan tahun ini diharapkan akan dihadiri 400.000 pengunjung.

Selain pengunjung biasa, juga terdaftar sejumlah pengusaha bergerak di bidang seni dan budaya dari Amerika Serikat, Kanada dan di kawasan Amerika Selatan.

Partisipasi Indonesia untuk pertama kalinya dalam festival ini merupakan kesempatan memperkenalkan potensi seni kreatif, budaya dan pariwisata Indonesia tidak saja kepada masyarakat Ekuador tetapi juga lebih luas kepada masyarakat di kawasan Amerika, demikian Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Editor: Priyambodo RH

NAMUR

MIMPI "LITTLE BANDUNG" ADA DI SELURUH DUNIA Oleh Zeynita Gibbons
          Di atas bukit Citadel Namur, Belgia, Wali Kota Ridwan Kamil mengungkapkan mimpinya yang sederhana tapi tidak mudah untuk mewujudkannya, yaitu keinginan adanya "Little Bandung", tempat mempromosilan produk UKM dan industri kreatif di seluruh dunia.
         "Mimpi saya sangat sederhana bisa melihat adanya 'Little Bandung' di seluruh dunia," ujar Ridwan Kamil kelahiran Bandung pada 4 Oktober 1971 yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara kepada Antara London, Minggu (22/10) di Namur, Belgia.
         Untuk mewujudkan mimpinya, Emil sapaan akrabnya, sang wali kota itu pun harus berkeliling dunia. Banyak undangan yang mintanya berkunjung ke berbagai negara tapi apa daya tidak semua dapat dipenuhinya.
         Dalam kunjungan kerja ke Eropa baru-baru ini, ayah dua remaja itu pun tidak melewatkan untuk mempromosikan Little Bandung di Belgia, negara pertama dari kunjungan kerjanya di Eropa kali ini.
         Sehari sebelum mengikuti acara high Level Roundtable Discussion yang diadakan Federasi Pengusaha Belgia (Federation of Belgian Enterprises - FEB), bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ridwan Kamil pun melakukan penandatangan MOu Sister City, dengan pemerintah daerah kota Namur yang berjarak satu jam perjalanan dari Brusel, ibu kota negara Uni Eropa itu guna meresmikan Little Bandung Mobile.
         Lelah perjalanan dari tanah air ke Brusel pada pagi hari menjelang musim gugur tidak menghalangi Ridwan untuk langsung menuju Namur yang tidak sabar ingin menyaksikan Little Bandung Mobile yang dibantu sang istri Atalia Praratya ikut menata berbagai barang promosi yang dibawa langsung dari Bandung dengan bantuan pengusaha UKM asal Bandung.
         Ridwan pun berharap dengan bantuan para diaspora yang ada di seluruh dunia dapat membantu mewujudkan impiannya Little Bandung yang sudah ada di beberapa negara seperti di Paris, Malaysia di Petaling Jaya dan di Korea Selatan, Seoul serta di Amerika Latin, di kota  Cuenca.
         Little Bandung adalah merek atau brand Kota Bandung di luar negeri berupa toko maupun media lainnya bertujuan untuk mempromosikan produk-produk daerahnya di mancanegara. Produk yang dipromosikan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kerajinan, makanan ringan, hingga produk fashion.
         Seperti di kota Namur, Belgia, Ridwan Kamil pun memperkenalkan
"Little Bandung," dengan mengajak pengusaha UKM yang ikut dalam perjalanan di Eropa dan mengadakan pameran mini selama dua hari di Hotel de Ville, pusat kota Namur disebut dengan Little Bandung Mobile.
         Di belakang teras kantor wali kota Namur, para pengusaha UKM dengan bantuan Atalia Praratya, berbagai produk mulai dari fashion seperti busana Batik, perhiasan, kalung wayang, sepatu, tas, wayang golek, sampai pada kerajinan tangan dan kuliner seperti rendang, kue nastar menghiasi Little Bandung Mobile.
         Bahkan Ridwan Kamil membawa tempat tidur dan menata Little Bandung Mobile berbentuk kamar tidur dengan hiasannya serta kap lampu dan hiasan dingding dan ia pun menata sendiri berbagai barang industri kreatif dan produk lainnya.
         "Senang bisa ikut memposikan kuliner Indonesia berupa rendang Padang dan Abon ikan kepada masyarakat di Eropa khususnya di Namur Belgia," ujar Uni Elvi yang bersama rekannya Feny Mustafa memperkenalkan produk Shafira dan Sari Anggraini ikut berpromosi di Namur.
         Bahkan pada pagi hari sebelum mengikuti high Level Roundtable Discussion yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Luar Negeri, Dubes RI di Brussel dan Ketua Kadin Indonesia, Ridwan Kamil pun menyempatkan diri berkunjung ke kompleks Taman Pairi Daiza di Brugelette berjarak 85 Km dari kota Brusel menjajaki untuk membuka showroom dan menjual berbagai produk Little Bandung.
         Dalam kunjungannya di Eropa, selain ke Belgia, Ridwan Kamil pun melakukan penjajakan membuka Little Bandung di kota Bucharest di Rumania, Praha di Ceko dan Kiev Ukraina untuk mempromosikan Little Bandung kepada pelaku bisnis di wilayah tersebut melalui KBRI di setiap kota selain para Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia.
         Mengenai kehadirannya di Namur, Belgia, Ridwan Kamil pun mengaku tidak lepas dari kunjungan Putri Kerajaan Belgia Astrid Josephine
ke Bandung tahun lalu dan disarankan untuk melakukan kerja sama dengan kota Namur.
         Namur ibu kota wilayah Wallonia yang berbahasa Prancis dengan penduduk 110 ribu jiwa dinilai potensial dalam upaya memperkenalkan produk industri kreatif dari Bandung, dan juga menjadi pintu gerbang bagi produk dari Bandung dalam memasuki negara Eropa lainnya.
         Keterlibatan para Diaspora Indonesia di seluruh dunia tidak diharapkan akan dapat membantu mewujudkan impian Ridwal Kamil, seperti yang disampailan Miya Panama yang bersuamikan pria Belgia dan menetap di Namur selama lebih dari 10 tahun. Ia mengatakan senang dan bangga dengan adanya kerja sama "sister city" antara Kota Namur dan Bandung dan juga diresmikannya Little Bandung Mobile di Namur. "Saya bersedia membantu dan ikut dilibatkan dan berdirinya Little Bandung di Namur," ujar istri Amin Dominique Bodart dan ibu dari Amelie itu.
         Pada saat berada di atas bukit benteng Citadel, Ridwal Kamil pun menyempatkan diri berkunjung ke pabrik minyak wangi "Guy Delforge Parhumerie," dan bertemu dengan sang pemilik. Ridwan Kamil mengisi buku tamu dengan menyebutkan bahwa Citadel adalah tempat yang indah memproduksi minyak wangi dan menginspirasi - keep up the great works- tulisnya seakan-akan memberinya inspirasi untuk tetap bekerja dalam mengapai mimpinya.
         Rasanya juga tidak ada alasan bagi para Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia untuk mewujudkan impian Ridwal Kamil yang mengaku bila tidak lagi menjabat sebagai wali kota atau pun tidak perpilih sebagai Gubernur Jawa Barat. Karena ada keinginan ikut dalam Pilgub maka ia akan mewujudkan impiannya mendirikan Little Bandung di seluruh dunia. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 24-10-2017 06:01:05


ROMA

HASSAN: STABILITAS KAWASAN ASEAN SUMBANGSIH PERDAMAIAN DUNIA 
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 25/10 (Antara) - Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda mengatakan stabilitas negara-negara di kawasan ASEAN memberikan sumbangsih yang penting bagi terciptanya perdamaian dunia.
         Hal itu disampaikan Hassan Wirajuda pada seminar "ASEAN 50: The Way Forward ASEAN's Response to Changing International Strategic Landscape" di Roma, demikian Counsellor Pensosbud
KBRI Roma, Charles F. Hutapea, kepada Antara London, Rabu.
         Ia menjelaskan dalam kurun waktu 50 tahun sejak dibentuk, ASEAN terbukti mampu menjaga stabilitas sosial politik di Asia Tenggara dan dapat menjadi "Balkan di Asia", Asosiasi negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN), dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketujuh di dunia.
         Seminar yang diadakan  KBRI Roma didukung lembaga "think tank" terkemuka Italia, Centro Studi Internazionali (CeSI), dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya ASEAN serta 40 tahun kerja sama ASEAN-Uni Eropa.
         Hassan Wirajuda mengatakan berbagai capaian ASEAN itu mencerminkan efektifnya "The ASEAN Way"  yang mengedepankan dialog dan konsensus sebagai mekanisme penyelesaian sengketa di kawasan.
         Dalam diskusi tersebut, hadir Direktur CeSI, Gabrielle Iacovino, sebagai panelis. Selain itu, hadir pula kalangan diplomatik, "think tank", dan akademisi. Mereka secara antusias terlibat dalam diskusi tentang bagaimana proses integrasi regional di ASEAN selama ini.
         Dalam kerangka penguatan kerja sama ASEAN dan Uni Eropa, Dr Hassan Wirajuda juga menyiratkan perlunya peningkatan saling pengertian antara kedua organisasi integrasi kawasan tersebut.
         Di tengah situasi global yang tidak menentu saat ini, ujar Menlu RI selama 2001-2009 itu, stabilitas kawasan di ASEAN dan Uni Eropa merupakan sumbangsih berharga bagi upaya perdamaian dunia.
         Wirajuda berpendapat perlunya ASEAN memperkuat restrukturisasi kelembagaan agar makin mampu berperan dalam penyelesaian masalah kawasan, sekaligus memperkuat dialog dengan negara ketiga dan mitra wicara.
         Sebelumnya, Hassan Wirajuda juga memberikan kuliah umum bertema yang sama di Universita Degli Studi di Napoli L'Orientale, Napoli, Italia. Universitas itu satu-satunya lembaga pendidikan tinggi Italia yang memiliki jurusan bahasa dan budaya Indonesia serta berorientasi pada studi kajian Asia.
         Sebelum  kuliah umum, Dubes RI untuk Italia, Esti Andayani, yang juga hadir sebagai peserta, bertemu dengan Rektor Universitas L'Orientale, Prof. Elda Morlicchio, membahas upaya pembentukan Indonesian Corner.

         Dubes Esti Andayani mengatakan pesatnya perkembangan ekonomi Asia Tenggara serta pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN dewasa ini  menjadikan ASEAN sebagai mitra kerja dan bisnis yang strategis bagi Uni Eropa.      
    Pemerintah Italia secara khusus dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peranan penting, selaku motor penggerak dan mediator, di kawasan sekaligus satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G20. Kesamaan pandang dan peran RI-Italia makin mendorong penguatan kerja sama bilateral kedua negara di berbagai bidang. ***2***


(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 25-10-2017 02:23:18

LONDON

Indische Party dan The Flower Girl gebrak kota London
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:47 WIB - 4.517 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Kelompok musik Indische Party dan The Flower Girls yang mengusung lagu rock n roll tahun 60an asal Indonesia serta DJ David Tarigan menggebrak kota London dalam rangkaian penampilan perdana di acara Festival Europalia Indonesia yang digelar di London pada Jumat malam.

"Kami merasa beruntung dan terhormat sekali dapat mewakili Indonesia dalam acara Festival Europalia Indonesia di London," ujar vokalis Indische Party, Jafar Shadiq kepada Antara usai pertunjukan yang diadakan di gedung kesenian Rich Mix is East London's Independent Arts Centre, di London timur.

Jafar Shadiq yang dikenal sebagai Mick Jagger nya Indonesia mengakui bahwa mereka tidak menyangka kesukaan mereka akan musik tahun 60an mendapat apresiasi dari pihak Europalia dan ini menjadi penyemangat bagi personal grup band jebolan dari IKJ Jakarta untuk terus berkarya.

Terbentuk pada 2011, Indische Party, mengusung musik era 1960an bergenre Rhythm & Blues, Rock dan Pop, telah meluncurkan tiga single andalan Waiting For You, Hey Girl, dan Sepeda. Indische Party, yang memenangi Converse Rubber Tracks 2015 dan sempat merekam dua lagu di Abbey Road Studios dua tahun lalu.

Dalam penampilan debutnya di Inggris, Indische Party yang terdiri atas Jafar Shadiq, sebagai vokalis, Kubil Idris (gitar), Jacobus Dimas (bass) dan Tika Pramesti (drum) membawakan lagu-lagu karya sendiri seperti Hey Girl, I wanna dance, Feel Alright Have you, Down on my own, Lonely, Waiting dan Serigala. 

Dua lagu yang mereka rekam di Abbey Road London yang berjudul On Vacation dan Kubutuh Poundsterling yang direkam dua tahun lalu berhasil menghibur para penonton sebagian besar warga Inggris dan diaspora Indonesia seperti Euis Walter dan Eka Rosher yang datang khusus dari propinsi Essex. 

"Kami bangga ada grup band dari Indonesia bisa tampil di London," ujar Euis Walter. "Apalagi mereka membawakan lagu-lagu beraliran rock n roll seperti musik di Inggris."

Sementara itu Elshinta Suyoso Marsden yang menetap di daerah York Inggris mengakui kehadiran kolompok musik Indische Party mengingatkan nya akan sang ayah yang sejak awal banyak membantu menampilkan grup musik di studio radio Elshinta.

Penampilan kelompok musik The Flower Girls yang membawakan lagu-lagu Dara Puspita juga berhasil membangkitkan kenangan masa silam sebagian penonton asal Indonesia.

Personil The Flower Girls yang terdiri atas Yuyi pada bas, Rika (gitar dan vokal), Tanya (lead gitar) dan Tika (drum) yang juga dari grup Indische Party dalam penampilannya membawakan lagu-lagu dari Dara Puspita.

"Kami masuk studio rekaman juga lebih mudah karena nama dan lagu-lagu yang dibawakan cukup akrab seperti lagu Surabaya oh Surabaya, Mari la kemari, dan lagu Burung kakak tua," ujar Yuyi. 

Sementara itu DJ David Tarigan, yang mendirikan Aksara Records pada 2004 dan baru-baru ini secara resmi meluncurkan arsip digital Irama Nusantara, yang bertujuan untuk melestarikan dan berbagi warisan musik populer dari kepulauan terbesar di dunia, juga berhasil membuat pengunjung yang masuk pusat kesenian Rich Mix is East London's independent arts centre, di London timur bergoyang.
Editor: Fitri Supratiwi




OMAN

INDONESIA TAWARKAN TENAGA KERJA TRAMPIL DI OMAN 
     Oleh Zeynita Gibbons

      London,21/10 (Antara) - Deputi Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI, Elia Rosalina Sunityo, mengatakan Indonesia memiliki banyak tenaga kerja terampil yang bisa mengisi pekerjaan di sektor kesehatan, pariwisata, ritel, teknologi informasi, konstruksi dan migas di Oman.
           Hal ini disampaikan  Elia Rosalina Sunityo, dalam sesi Employment Business Forum yang digelar di KBRI Muscat, kata  Pensoabud
KBRI Muscat, R.M. Virgino Rikaryanto di London, Sabtu.
           Forum bisnis   bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai potensi tenaga kerja terampil dari Indonesia kepada perusahaan-perusahaan di Oman.
           Kehadiran sekitar 50 peserta dari berbagai perusahaan, mulai dari penyedia tenaga kerja hingga perhotelan dan migas, menunjukkan tingginya antusiasme pengusaha setempat untuk menangkap potensi tersebut.
           Hingga awal tahun 2015, Indonesia merupakan salah satu pemasok terbesar tenaga kerja informal (penata laksana rumah tangga) di Oman dengan jumlah mencapai 40.000 orang.
           Namun sejak diberlakukannya moratorium pengiriman TKI informal pada bulan Maret 2015, angka tersebut terus berkurang hingga menjadi sekitar 13.000 orang pada September 2017.    
     Sementara itu, pekerja terampil Indonesia di Oman relatif stabil jumlahnya pada kisaran 500 orang antara lain bekerja di sektor perhotelan, migas, telekomunikasi, penerbangan, ritel  dan perbankan .
          Dubes RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, menyatakan bahwa banyak pihak mengakui tenaga kerja profesional Indonesia di Oman memiliki kinerja yang memuaskan dan mampu bersaing dengan pekerja profesional dari negara-negara lain. 
     Dalam berbagai kesempatan, ia  juga  mempromosikan tenaga kerja terampil Indonesia kepada pihak-pihak terkait di Oman. Pertemuan B to B yang diadakan KBRI Muscat dan BNP2TKI  kesempatan  bagi calon-calon mitra di Oman untuk menggali lebih dalam tentang potensi yang ditawarkan, demikian Musthofa Taufik Abdul Latif.      
     BNP2TKI datang bersama lima perusahaan penyedia tenaga kerja, yaitu PT Bina Mandiri, PT Citra Karya Sejati,  PT Serumpun Maju Bersama, PT Putra Alwini, PT Sudinar Artha. Selama tiga hari dari tanggal 16-18 Oktober, ambil bagian pada pameran Food & Hospitality Oman 2017 yang diadakan di Oman Conference and Exhibition Center, Muscat.    
      Pada pameran hadir  perusahaan mebel Indonesia (PT Aninda
Furniture) yang menawarkan furnitur bagi sektor pariwisata di Oman yang tengah digiatkan  pemerintahnya untuk menjadi sumber pendapatan nasional.

    ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 21-10-2017 16:59:51

BUDAPEST

PPI HONGARIA JUARA KONTES ASEAN VOICE BUDAPEST
     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 21/10 (Antara) - Sarah Saragih, Dinda Septriyani dan Fahrozi anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hongaria berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang menyanyi ASEAN Voice in Budapest 2017.
        Masing-masing merebut Juara I, II dan III dalam kontes menyanyi yang dilaksanakan di Asia Center Budapest dan diikuti perwakilan negara ASEAN di Hongaria, demikian Pensosbud KBRI Budapest kepada Antara London, Sabtu.    
   Pada malam puncak ASEAN Voice 2017, Sarah Saragih yang tampil mengesankan dalam balutan kebaya modern berhasil menghipnotis para Juri dan penonton dengan lagu Indonesia Pusaka karya Ismali Marzuki.
       Sementara Dinda Septriyani yang membawakan lagu berbahasa Inggris dan Fahrozi yang dengan  Lagu Pop Indonesia  mengungguli peserta wakil negara ASEAN lainnya.
        Phan Bich Thien, salah satu Juri yang juga ketua Asosiasi pengusaha wanita Vietnam di Hongaria mengapresiasi keikutsertaan peserta Indonesia dan memuji arrasement  lagu Indonesia Pusaka karya Taufik Ismail.
        Tiga orang Duta  Besar negara ASEAN dan dua ChargĂ© D'affaires yang duduk sebagai Panelis juri pada Acara yang dihadiri lebih dari 400 penonton juga mengagumi penampilan para Peserta Indonesia.
        PPI di Hongaria saat ini beranggotakan sekitar 70 orang dan dibawah koordinasi KBRI turut melaksanakan kegiatan Promosi Indonesia di Hongaria.

        Selain aktif dalam kegiatan perlombaan di Hongaria, Anggota PPI Hongaria juga aktif dalam grup tari tradisional, paduan suara dan aktif mengikuti konferensi pelajar baik di Hongaria maupun di Eropa.  (ZG).***4***

(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 21-10-2017 15:00:48

LEIDEN

PAMERAN BUDAYA MENTAWAI DI LEIDEN
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 21/10 (Antara)  -  Kekayaan budaya Mentawai yang digelar dalam rangkaian Festival Europalia Indonesia Arts dan Leiden Asian Year menarik perhatian pengunjung pada acara pembukaan yang berlangsung di di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.
        Pada kesempatan itu ditampilkan kekayaan seni yang dimiliki suku Mentawai dengan keunikan peralatan tradisional, benda benda seni dan sejarah.
        Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag, Renata Siagian, Sabtu mengatakan, ini kesempatan yang menarik bagi para pengunjung  menikmati berbagai tradisi yang telah hidup berabad-abad lamanya dan kultur kontemporer saat ini.
         Pameran yang berlangsung dari 21 Oktober 2017 hingga 28 Mei 2018 di Museum Volkenkunde, Leiden,  atas kerja sama dan sumbangan pemikiran dari para ahli Mentawai dan guru besar Antropologi Indonesia di Universitas Leiden, Reimar Schefold.
         Museum Volkenkunde dapat memiliki koleksi khusus berupa barang-barang seni dan berbagai peralatan tradisional dari Mentawai. Pada pameran ini museum Volkenkunde juga melansir situs koleksi tematis dengan seluruh koleksi Mentawai secara lengkap dijelaskan dalam bahasa Indonesia.
         Pembukaan pameran ini dihadiri Dubes  Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja dan diawali dengan sambutan oleh Stijn Schoonderwoerd selaku Direktur Museum Volkenkunde.
        Acara dilanjutkan dengan penyerahan eksemplar pertama dari publikasi  "Toys for the Souls. Life and Art on the Mentawai island" kepada Juniator Tulius.
         Dipandu Reimar Schefold, pengunjung dapat menyaksikan pameran koleksi Mentawai secara lengkap di lantai atas museum yang bernuansa modern menampilkan  suku Mentawai yang selama berabad-abad mendiami pulau-pulau yang terletak sekitar seratus kilometer dari pantai di Sumatra Barat.
         Pada abad ke-17 untuk pertama kalinya VOC melaporkan adanya populasi di kepulauan tersebut. 
    Pengunjung terlihat antusias saat mengamati satu persatu benda benda tradisional yang dipakai suku Mentawai dalam kehidupan mereka sehari-hari seperti alat pertanian, penangkap ikan, senjata untuk berburu bahkan perhiasan.
         Gambaran tentang kehidupan nyata suku Mentawai juga diperlihatkan dalam bentuk film pendek yang mengisahkan bagaimana mereka dapat bertahan hidup dalam keterbatasan yang ada.
         Pameran berfokus pada bagaimana mempertahankan nilai nilai tradisi Mentawai di zaman modern dan sampai sejauhmana penduduk kepulauan Mentawai ingin menjadi bagian dari dunia yang mengglobal. 
    Pemikiran religius yang sudah berabad-abad dan masih aktual sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka saat ini. Suku Mentawai percaya bahwa tidak hanya manusia dan hewan yang mempunyai jiwa, tetapi juga tumbuhan, barang-barang seni maupun peralatan tradisional lainnya.

         Intinya semua yang ada didunia ini memiliki jiwa. ***4***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 21-10-2017 21:46:07

UNESCO

INDONESIA SERAHKAN EMPAT KARYA SENI KEPADA UNESCO
     Zeynita Gibbons

       London, 19/10 (Antara) -Delegasi Tetap RI untuk UNESCO di Paris,Prancis menyerahkan empat karya seni berupa miniatur Candi Prambanan, replika ukiran Kapal Samudraraksa dari Candi Borobudur, replika tengkorak kepala manusia purba Sangiran, dan Angklung Robot (Klungbot).
           Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Kamis mengatakan penyerahan karya seni ini telah direncanakan sejak dua tahun yang lalu saat angklung robot ingin diserahkan ke UNESCO dalam rangka memperingati lima tahun Angklung dan November 2010 tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) di UNESCO.
         Dubes Fauzi Soelaiman mengatakan acara penyerahan keempat karya seni yang disumbangkan Indonesia kepada UNESCO dihadiri  Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Nadjamuddin Ramli; para Duta kesar/delegasi tetap beserta staf negara-negara anggota UNESCO; dan para undangan lainnya di kantor lembaga dibawah PBB itu.
          Pada sambutan pembukaan, Dubes LBBP/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, menyampaikan bahwa sumbangan karya seni ini selain bertujuan untuk memberi akses yang lebih luas kepada publik dapat lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia, juga sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk melestarikan warisan budaya.
           Sementara itu, Dirjen UNESCO Irina Bokova menyampaikan pujiannya atas sumbangan Indonesia itu dan berharap agar Indonesia dapat terus meningkatkan kerja sama dengan UNESCO yang selama ini telah terjalin baik.
         Ia pun mengenang pernah berkunjung ke Candi Borobudur maupun Candi Prambanan, serta pernah memainkan angklung saat kunjungannya ke Indonesia beberapa tahun yang lalu.
   
Lagu Sunda
    Menandai penyerahan karya seni Indonesia secara simbolis, Dirjen UNESCO berkenan memilih satu lagu Sunda untuk dimainkan secara langsung pada Klungbot. Setelah itu, ia pun meminta Dubes Hotmangaradja Pandjaitan, memilih satu lagu Barat dimana dipilih salah satu lagu gubahan Mozart. Klungbot mampu memainkan lagu tradisional maupun lagu modern sesuai dengan program.
           Acara penyerahan karya seni Indonesia ini juga dimanfaatkan sebagai forum promosi budaya Indonesia dengan menampilkan kelompok musik gamelan Jawa yang seluruhnya dimainkan orang asing, dan dua tarian tradisional Indonesia dari kelompok Joged Nusantara.   
    Keduanya merupakan asuhan KBRI Paris. Acara ditutup dengan resepsi singkat dengan suguhan makanan khas Indonesia yaitu nasi kuning, sate marangi, rendang ayam, repeyek, dan lain-lain.
           Dubes T. A. Fauzi Soelaiman mengatakan dua tahun lalu dilakukan pementasan Angklung Mang Udjo di Gedung Teater Odeon yang megah di jantung kota Paris. Rencananya pada saat itu angklung akan diserahkan berhubung satu dan lain hal, Klungbot ini baru diserahkan  Walikota Bandung, Ridwan Kamil, kepada Kantor Delegasi Tetap RI di UNESCO pada tahun 2016.
        Kemudian di tahun 2016 dilakukan perayaan 25 tahun Kompleks Candi Borobudur dan Kompleks Candi Prambanan yang pada tanggal 13 Desember 1991 tercatat sebagai Warisan Dunia (World Heritage) di UNESCO dengan menggelar Sendratari Ramayana dari Prambanan di Kantor Pusat UNESCO.   
       Pada saat itu, PT. Taman Wisata Candi (PT. TWC) menyerahkan Miniatur Kompleks Candi Prambanan yang terbuat dari kayu dan dipotong dengan teknologi laser, serta ukiran dari kayu jati Kapal Samudraraksa yang menyerupai ukiran di Candi Borobudur seberat 200 kg.
       Pada saat yang sama, Kemdikbud juga menyerahkan replika perunggu dari Tengkorak Manusia Purba Sangiran. Penyerahan ini memperingati 20 tahun Situs Sangiran yang pada tanggal 7 Desember 1996 telah tercatat sebagai Warisan Dunia di UNESCO.
       Karena UNESCO hanya menerima karya seni yang unggul, maka semua pemberian karya seni harus melewati persetujuan sebuah badan ACWA (Advisory Committee on Works of Art) dengan anggota beberapa kurator museum terkenal di Prancis, termasuk Museum Louvre. Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang, akhirnya keempat karya seni Indonesia diterima pada bulan Desember 2016. Sementara itu, karya seni dari Tiongkok dan Filipina ditolak atau ditunda.
        Atas saran ACWA, akhirnya Dirjen UNESCO mengeluarkan surat penerimaan keempat karya seni ini yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan dari Kantor Delegasi Tetap RI di UNESCO kepada Dirjen UNESCO pada acara ini. Berhubung proses yang harus dilalui cukup panjang, acara ini serasa seperti baru melunasi utang, ujar T. A. Fauzi Soelaiman.
            Menurut T. A. Fauzi Soelaiman, sebelumnya hanya ada dua karya seni Indonesia yang tercatat di UNESCO yaitu Lukisan Kumbakarna oleh Nyoman Mandra yang diserahkan ke UNESCO di tahun 1977 dan Miniatur Candi Borobudur yang diserahkan di tahun 1978.
        Dengan pemberian empat karya seni di acara ini, maka koleksi karya seni Indonesia menjadi tiga kali lipat. Sebenarnya ada satu lagi karya seni Indonesia yang ada di UNESCO yaitu  Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang diserahkan ke UNESCO di tahun 2008, namun belum tercatat secara resmi di UNESCO, demikian Fauzi Soelaiman.(ZG)***4****

b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 19-10-2017 13:16:05


RUSIA

GAMELAN-TARIAN INDONESIA DI TCHAIKOVSKY CONSERVATORY MEMBUAT RIUH
     Zeynita Gibbons

    London, 19/10 (Antara) - Tabuhan gamelan dan tarian Indonesia membuat riuh atau gempita ruangan akustik yang artistik, bersejarah dan bergengsi dalam konser Indonesia yang diadakan KBRI Moskow bekerja sama dengan Moscow State Tchaikovsky Conservatory.
         Konser bertema "Charming Sounds of Indonesia", Selasa (17/10) itu dihadiri lebih dari 200 penonton, Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana melaporkan kepada Antara London, Kamis.
         Dikatakannya para penonton sebagian besar warga Rusia terpukau oleh penampilan Tim Kesenian KBRI Moskow yang anggotanya tidak hanya warga Indonesia, tetapi juga warga Rusia.
         Kolaborasi tarian dan gamelan membawa pengunjung larut dalam tamasya keliling Indonesia dan menikmati keanekaragaman budaya nusantara. Penonton tidak beranjak dari tempat duduk sejak awal hingga akhir konser. Riuh tepuk tangan menggema pada setiap perggantian nomor yang ditampilkan.
         Gamelan menampilkan Ladrang Gati Bayangkara, Udan Mas dengan kulminasi Aja Dipleroki (ojo dipleroki). Sementara tarian dipertunjukan antara lain  Pareanom dari Surakarta, Tari Berburu dari Kalimantan Timur.
         Selain itu juga ditampilkan tari Merak dan Daun Pulus Keser Bojong dari Jawa Barat, Tari Malino dari Sulawesi Selatan dan Pendet Bali serta tari Dua Belas dari Sumatera Utara dan Lancaran Topeng Jawa.
         Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow, Lasro Simbolon menyampaikan konser hanya memperlihatkan sebagian kecil dari budaya bangsa Indonesia sebagai presentasi persahabatan RI-Rusia. Seperti Rusia, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya, tarian dan musik tradisional yang sarat dengan nilai-nilai falsafah hidup, ujarnya.
         Sementara itu Kepala Departemen Hubungan Internasional Moscow State Tchaikovsky Conservatory, Margarita Karatyagina, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ketertarikan masyarakat Rusia terhadap budaya Indonesia sangat besar dengan banyaknya pengunjung yang hadir, ujarnya menambahkan.
         Ia sangat mengagumi Indonesia dan budaya, serta ketulusan. "Saya berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut," kata Margarita.
         Dalam konser budaya Indonesia sebagian penari dan pemain gamelan berkewarganegaraan Rusia yang tergabung dalam Tim Kesenian KBRI Moskow, Mereka belajar di bawah asuhan koreografer Elisabeth Nur Nilasari dan guru gamelan Tri Koyo.
         Beberapa pemain gamelan dan penari warga Rusia ada yang pernah mempelajari tarian dan gamelan di Indonesia melalui program Darmasiswa dan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI), tetapi sebagian besar baru bergabung dengan Tim Kesenian KBRI Moskow beberapa bulan.

         Yulia Ryzhaya, belajar gamelan dan mulai berlatih di KBRI Moskow sejak April lalu. Di sela-sela kesibukannya bekerja, Yulia datang ke KBRI tiga kali seminggu untuk latihan. Dia berharap suatu saat dapat memperoleh kesempatan belajar gamelan langsung di Indonesia. Sementara itu, Ekaterina Makanina piawai membawakan tari Jaipong karena belajar Jaipong di Bandung saat mengikuti program Darmasiswa tahun 2014. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 19-10-2017 05:50:22

UNESCO

INDONESIA SERAHKAN EMPAT KARYA SENI KEPADA UNESCO
     Zeynita Gibbons

       London, 19/10 (Antara) -Delegasi Tetap RI untuk UNESCO di Paris,Prancis menyerahkan empat karya seni berupa miniatur Candi Prambanan, replika ukiran Kapal Samudraraksa dari Candi Borobudur, replika tengkorak kepala manusia purba Sangiran, dan Angklung Robot (Klungbot).
           Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman kepada Antara London, Kamis mengatakan penyerahan karya seni ini telah direncanakan sejak dua tahun yang lalu saat angklung robot ingin diserahkan ke UNESCO dalam rangka memperingati lima tahun Angklung dan November 2010 tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) di UNESCO.
         Dubes Fauzi Soelaiman mengatakan acara penyerahan keempat karya seni yang disumbangkan Indonesia kepada UNESCO dihadiri  Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Nadjamuddin Ramli; para Duta kesar/delegasi tetap beserta staf negara-negara anggota UNESCO; dan para undangan lainnya di kantor lembaga dibawah PBB itu.
          Pada sambutan pembukaan, Dubes LBBP/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Dr. Hotmangaradja Pandjaitan, menyampaikan bahwa sumbangan karya seni ini selain bertujuan untuk memberi akses yang lebih luas kepada publik dapat lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia, juga sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk melestarikan warisan budaya.
           Sementara itu, Dirjen UNESCO Irina Bokova menyampaikan pujiannya atas sumbangan Indonesia itu dan berharap agar Indonesia dapat terus meningkatkan kerja sama dengan UNESCO yang selama ini telah terjalin baik.
         Ia pun mengenang pernah berkunjung ke Candi Borobudur maupun Candi Prambanan, serta pernah memainkan angklung saat kunjungannya ke Indonesia beberapa tahun yang lalu.
   
Lagu Sunda
    Menandai penyerahan karya seni Indonesia secara simbolis, Dirjen UNESCO berkenan memilih satu lagu Sunda untuk dimainkan secara langsung pada Klungbot. Setelah itu, ia pun meminta Dubes Hotmangaradja Pandjaitan, memilih satu lagu Barat dimana dipilih salah satu lagu gubahan Mozart. Klungbot mampu memainkan lagu tradisional maupun lagu modern sesuai dengan program.
           Acara penyerahan karya seni Indonesia ini juga dimanfaatkan sebagai forum promosi budaya Indonesia dengan menampilkan kelompok musik gamelan Jawa yang seluruhnya dimainkan orang asing, dan dua tarian tradisional Indonesia dari kelompok Joged Nusantara.   
    Keduanya merupakan asuhan KBRI Paris. Acara ditutup dengan resepsi singkat dengan suguhan makanan khas Indonesia yaitu nasi kuning, sate marangi, rendang ayam, repeyek, dan lain-lain.
           Dubes T. A. Fauzi Soelaiman mengatakan dua tahun lalu dilakukan pementasan Angklung Mang Udjo di Gedung Teater Odeon yang megah di jantung kota Paris. Rencananya pada saat itu angklung akan diserahkan berhubung satu dan lain hal, Klungbot ini baru diserahkan  Walikota Bandung, Ridwan Kamil, kepada Kantor Delegasi Tetap RI di UNESCO pada tahun 2016.
        Kemudian di tahun 2016 dilakukan perayaan 25 tahun Kompleks Candi Borobudur dan Kompleks Candi Prambanan yang pada tanggal 13 Desember 1991 tercatat sebagai Warisan Dunia (World Heritage) di UNESCO dengan menggelar Sendratari Ramayana dari Prambanan di Kantor Pusat UNESCO.   
       Pada saat itu, PT. Taman Wisata Candi (PT. TWC) menyerahkan Miniatur Kompleks Candi Prambanan yang terbuat dari kayu dan dipotong dengan teknologi laser, serta ukiran dari kayu jati Kapal Samudraraksa yang menyerupai ukiran di Candi Borobudur seberat 200 kg.
       Pada saat yang sama, Kemdikbud juga menyerahkan replika perunggu dari Tengkorak Manusia Purba Sangiran. Penyerahan ini memperingati 20 tahun Situs Sangiran yang pada tanggal 7 Desember 1996 telah tercatat sebagai Warisan Dunia di UNESCO.
       Karena UNESCO hanya menerima karya seni yang unggul, maka semua pemberian karya seni harus melewati persetujuan sebuah badan ACWA (Advisory Committee on Works of Art) dengan anggota beberapa kurator museum terkenal di Prancis, termasuk Museum Louvre. Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang, akhirnya keempat karya seni Indonesia diterima pada bulan Desember 2016. Sementara itu, karya seni dari Tiongkok dan Filipina ditolak atau ditunda.
        Atas saran ACWA, akhirnya Dirjen UNESCO mengeluarkan surat penerimaan keempat karya seni ini yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan dari Kantor Delegasi Tetap RI di UNESCO kepada Dirjen UNESCO pada acara ini. Berhubung proses yang harus dilalui cukup panjang, acara ini serasa seperti baru melunasi utang, ujar T. A. Fauzi Soelaiman.
            Menurut T. A. Fauzi Soelaiman, sebelumnya hanya ada dua karya seni Indonesia yang tercatat di UNESCO yaitu Lukisan Kumbakarna oleh Nyoman Mandra yang diserahkan ke UNESCO di tahun 1977 dan Miniatur Candi Borobudur yang diserahkan di tahun 1978.

        Dengan pemberian empat karya seni di acara ini, maka koleksi karya seni Indonesia menjadi tiga kali lipat. Sebenarnya ada satu lagi karya seni Indonesia yang ada di UNESCO yaitu  Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang diserahkan ke UNESCO di tahun 2008, namun belum tercatat secara resmi di UNESCO, demikian Fauzi Soelaiman.(ZG)***4****

b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 19-10-2017 13:16:05

EUROPALIA

WAJAH INDONESIA PADA FESTIVAL EUROPALIA Zeynita Gibbons
          London,18/10 (Antara) - Patung kayu Sigale-gale hampir seukuran manusia dengan memakai busana adat Batak lengkap dengan kain Ulos menjadi salah satu artefak yang mengisi ruang  pameran seni Festival Europalia Indonesia bertema "Ancestors and  Ritual" di Brussel.
         Patung Sigale-gale seperti ini biasa ditemukan terpajang di depan rumah tradisional warga Pulau Samosir di Sumatera Utara.
          Sigale-gale bersama ratusan artefak kuno lain dari berbagai daerah Indonesia tampil pada festival seni dan budaya "Europalia Arts Festival" suatu acara tetap yang diselenggarakan oleh Belgia dan pada 2017 Indonesia mendapat kehormatan menjadi "tuan rumah".
          Raja dan Ratu Belgia ketika menghadiri pembukaan festival terlihat serius mengamati setiap koleksi yang ditampilkan.
        Pasangan lambang pemimpin kerajaan Belgia itu mendengarkan penjelasan dari ahli sejarah tentang setiap artefak yang terpajang pada Europalia yang digelar setiap dua tahun sekali.
          Raja Philippe dan Ratu Mathilde beberapa kali berputar di beberapa artefak untuk melihat secara rinci penjelasan tertulis di sisi kiri bawah pada masing-masing artefak.
          Selain patung Sigale gale yang diyakini punya hubungan dengan leluhur sesuai dengan tema pameran "Leluhur dan Ritual," terdapat patung pahat kayu yang disebut Ana Deo dari Flores, menjulang tinggi yang menyambut Raja dan Ratu Belgia serta Wapres Jusuf Kalla  yang meresmikan pembukaan pameran, minggu lalu.
         Di depan ruang pameran Bozar, karya seni koleksi dari museum berjejer di pelataran ruangan pameran mulai dari Tau-Tau atau patung manusia dari Tana Toraja sampai patung sarkofagus, yang berfungsi memandikan jenazah terbuat dari batu berasal dari Minahasa.
           Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid, kepada Antara di London mengatakan sebanyak 40 ribu ton koleksi Museum Nasional diboyong untuk memampilkan wajah Indonesia di Eropa.
          Festival Europalia kali ini berlangsung dari tanggal 10 Oktober 2017 sampai 21 Januari 2018 digelar di 45 kota pada tujuh negara Eropa, yaitu untuk Belgia di kota-kota Antwerpen, Leuven, Gent, Brusel, kemudian di Belanda di kota Amsterdam, Denhaag  dan kota-kota Eropa lain di antaranya Krakow, Berlin dan London.
         Selama 104 hari dalam ajang pameran juga digelar 290 acara yang didukung oleh 316 artis seniman musik seperti Kande dari Aceh, Rahayu Supanggah dan Garasi Seni Benawa, Salawat Dulang dan Saluang Dendang, Wayang Hip Hop dan penampilan Ikke Nurjanah, Tesia Manaf serta pertunjukkan musik lawas " 60's&70's Indonesian Rock & Roll Night"  akan tampil di London. 
    Pameran bukan sekedar memperkenalkan wajah Indonesia masa lalu yang diwakili oleh artefak-artefak, melainkan juga akan menghadirkan sejumlah penulis ternama untuk berdiskusi, antara lain  Ayu Utami, Zubaidah Djohar, Intan Paramaditha, Tan Lioe Le, selain itu juga pemutaran film-film Indonesia karya nama-nama besar perfilman, yaitu Garin Nugroho, Mira Lesmana, Nia Dinata, Riri Riza dan Mouly Surya dengan kurator film Nan Achnas.
         Dalam Festival Europalia Indonesia juga digelar konferensi dan simposium di antaranya simposim Lupa lupa Ingat, Surabaya City within Kampung Universe.
         Dubes Indonesia untuk Unesco Fauzi Soelaiman yang hadir pada acara pembukaan menyampaikan penghargaannya atas keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah festival kali ini dengan menampilkan pagelaran yang terbaik di depan Raja dan Ratu Belgia.
        Wajah Indonesia yang berwarna-warnia, rancak, memukau pengunjung yang berdecak kagum  ketika menyaksikan Tari Saman, salah satu seni tari dari Aceh yang tercatat di UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia di tahun 2011.
         "Saya berharap Indonesia akan menjadi tujuan utama warga Eropa untuk berlibur setelah diperkenalkan dalam Festival Europalia," ujar Dubes/Perwakilan Tetap RI di UNESCO yang berkedudukan di Paris, Prancis.
          Penunjukkan Indonesia sebagai "host" dari  Festival Europalia ini tidak lepas dari peran Dubes Arief Havas Oegroseno yang mengawali penjajakan kegiatan tersebut sejak 2013 dan akhirnya diputuskan diselenggatakan mulai 2015 oleh Raja dan Menlu Belgia.
           Agnes Didi salah seorang pengunjung asal Belgia mengaku selalu setia menyaksikan acara Europalia yang diadakan setiap dua tahun sekali.
          "Festival Europalia Indonesia adalah 'most beautiful' yang pernah saya lihat dari festival ini dan pembukaannya dimeriahkan dengan pertunjukan budayanya, sayang penampilan budaya pada pembukaan terlalu singkat dan saya akan datang lagi menyaksikan pertunjukkan lainnya,"ujar Agnes Didi.
           Pengunjung pembukaan pameran dimanjakan oleh kekayaan seni tari Indonesia yang menyuguhkan tari Topeng Losari, Suara Papua, dan ditutup dengan penampilan tari Saman Gayo Lues yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.
         Salah seorang penari Topeng Losari Cirebon Nur Anani M Irman, yang lebih dikenal dengan nama Nani mengaku mendapat kehormatan bisa menampilkan tari Topeng Losari Cirebon di Brusel.
         "Saya bangga bisa  ikut memeriahkan pembukaan festival Europalia Indonesia," ujarnya.
          Bukan saja Nani yang bangga dengan kehadiran Indonesia dalam acara Europalia tetapi juga Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi yang mengungkapkan kebanggaannya atas pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah.
          Banyak tokoh Indonesia yang menghadiri acara pembukaan Festival Europalia termasuk Presiden Indonesia ke-lima Megawati Soekarnoputri, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa Yuri Thamrin.

          Ketua Europalia Jacobs de Hagen menyampaikan  penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengertian yang jauh lebih jelas kepada masyarakat Belgia khususnya mengenai budaya Indonesia. Sementara Menlu Belgia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Europalia Indonesia di Brussels sebagai ibukota Eropa   dapat dimanfaatkan untuk eksposur budaya Indonesia secara luas. (ZG)****4*****
(T.H-ZG/B/M. Dian A/M. Dian A) 18-10-2017 11:48:24

LONDON

KBRI LONDON MINTA WNI DI INGGRIS MELAPOR
     Oleh Zeynita Gibbons

    London,18/10 (Antara) - Seluruh WNI di Inggris Raya dan Irlandia yang belum melakukan sinkronisasi maupun melaporkan diri khususnya para pelajar yang baru datang di negara itu diminta segera melapor secara online/daring melalui situs konsulat KBRI London.
         Sampai saat ini baru tercatat 2.761 WNI yang sudah melapor secara online atau dalam jaringan/daring dan jumlahnya terus meningkat, kata Minister Counsellor Protokol dan Konsuler, Gulfan Afero kepada Antara London, Rabu.
         Dikatakan, masih banyak WNI yang belum melakukan sinkronisasi data pada database baru KBRI London, karena itu kepada para WNI dimohon segera melakukan sinkronisasi atau melaporkan kedatangan di Inggris Raya atau Irlandia, secara online ke www.consular.indonesianembassy.org.uk.
         Menurut Gulfan Afero, saat ini yang sudah melapor kembali ke tanah air lebih dari 1.289 orang. Untuk itu bagi WNI yang belum terdaftar pada KBRI London atau belum melakukan sinkronisasi data lapor diri, tidak akan dapat membuka (unlock) fitur layanan kekonsuleran serta tidak dapat mengikuti Pemilu 2019.
         Sesuai dengan Pasal 201 Ayat 3 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum disebutkan: "Menteri Luar Negeri diminta untuk menyampaikan data kependudukan WNI yang bertempat tinggal di luar negeri, selambat-lambatnya 16 bulan sebelum hari penyelenggaraan Pemilu". Berdasarkan jadwal yang ditetapkan KPU, batas waktu penyerahan data kependudukan sebagaimana dimaksud adalah tanggal 17 Desember 2017. Perwakilan RI, dalam hal ini diharapkan dapat menyampaikan data WNI paling lambat akhir Oktober 2017.
         Gulfan Afero menyebutkan bahwa terdapat dua data set WNI yang dimiliki KBRI London yaitu 14.609 WNI terdaftar (2013 - pertengahan 2017). Data ini kurang akurat karena sampai dengan akhir Juni 2017, KBRI London belum memiliki mekanisme pencatatan kepulangan yang secara otomatis akan mengurangi jumlah WNI di Negara Akreditasi dan 2.700 WNI terdaftar pada lapor diri online (13 Juli - 16 Oktober 2017). "Data ini merupakan data real time karena sudah dikurangi dengan WNI yang telah kembali ke Indonesia atau pindah ke negara lain," ujarnya.
         Dari 14.609 WNI di database lama, tercatat 6.628 WNI yang mencantumkan alamat e-mail. Terkait hal ini, KBRI London telah mengirimkan e-mail blast pada tanggal 11 Oktober 2017 kepada 6.628 WNI untuk melakukan verifikasi WNI yang telah kembali ke Indonesia atau pindah ke negara lain.
         Sejak e-mail blast dikirimkan, sampai hari Senin 16/10  diperoleh verifikasi sejumlah 771 WNI yang sudah tidak berada di Negara Akreditasi. Upaya ini akan dilanjutkan dengan pengiriman surat per pos bagi WNI yang tidak mencantumkan alamat e-mail.
         Menteri Luar Negeri RI, Retno L. P. Marsudi, pada bulan Juli lalu meresmikan Pelayanan Kekonsuleran secara online (E-Konsuler) di KBRI London yang diawali dengan sambutan Dubes RI London, Dr Rizal Sukma yang menyampaikan pelayanan kekonsuleran secara online dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan baik kepada warga Indonesia yang tinggal di Inggris maupun kepada masyarakat Inggris secara umum. Dubes Rizal Sukma berharap agar pelayanan kekonsuleran pada KBRI London dapat semakin optimal.
         Pada kesempatan itu, Minister Counsellor Protokol dan Konsuler, Gulfan Afero menjelaskan fitur Pelayanan Kekonsuleran KBRI London ditampilkan melalui 11 aplikasi yang terintegrasi dan mudah diakses/digunakan (user-friendly) sehingga WNI ataupun WN Inggris yang memerlukan pelayanan konsuler dapat melakukan proses administrasi secara online.

         Menlu Retno Marsudi menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan KBRI London dalam meningkatkan pelayanan kekonsuleran. Inovasi ini merupakan refleksi dari komitmen Pemerintah RI untuk terus meningkatkan dan mengoptimalkan upaya-upaya perlindungan dan pelayanan WNI. (ZG) ***2****
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 18-10-2017 05:59:54

BRUSEL

21 PERUPA INDONESIA-EROPA PAMERAN DI EUROPALIA 
     Zeynita Gibbons

     London,18/10 (Antara) - Sebanyak 21 perupa Indonesia dan Eropa menampilkan karyanya dalam pameran bertema "Power and Other Things" (POT) di Festival Seni Internasional Europalia, yang berlangsung  di Galeri Seni Bozar, Brussels, Belgia, dari 17 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018.
          Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadjamuddin Ramly, kepada Antara London, Kamis menyampaikan, pameran POT sebagai rangkaian Festival Seni Europalia menampilkan karya perupa Indonesia mulai dari modern hingga kontemporer.
         Pameran menampilkan karya seni rupa mulai dari periode 1835 hingga sekarang. Masa kolonialisme Belanda dan Jepang, kedudukan perempuan dan imigrasi adalah beberapa hal yang diangkat seniman untuk memberikan pemahaman mengenai Indonesia dari sisi kontemporer.
         Kurator pameran, Riksa Afiaty dan Charles Esche dalam laman festival menyampaikan pameran diawali dengan karya tiga perupa abad ke-19, yakni Raden Saleh, Jan Toorop, dan Emiria Sunarsa. "Raden Saleh pelukis Indonesia pertama yang  menerima pendidikan Eropa di Belanda dan kembali ke Indonesia memahami identitas gandanya," katanya.
        Di sisi lain, Jan Toorop, pelukis kelahiran Indonesia yang hijrah ke Belanda. Kemudian Emiria, sempat tinggal di Brussels, menghabiskan seluruh hidupnya di Indonesia, memimpikan pendidikan yang lebih maju di Belanda. Dengan cara berbeda, seniman hidup dalam ketegangan kolonialisme, baik di Indonesia maupun di luar negeri," ujar Charles Esche.
         Lukisan dan sketsa dipamerkan merupakan koleksi Istana Kepresidenan, Galeri Nasional Indonesia, OHD Museum, Galeri Nasirun, dan S. Sudjojono Center. Selain karya lukisan dan sketsa, pameran juga menampilkan karya instalasi perupa lintas generasi Indonesia, di antaranya FX Harsono, Agung Kurniawan, Mella Jaarsma, Saleh Husein, Maryanto, Antariksa, Dea Aulia Widyaevan, Leonardiansyah Allenda, Lifepatch, Timoteus Anggawan Kusno dan Octora Chan.
         Nadjamuddin menjelaskan Pemerintah Indonesia dalam hal ini berupaya memfasilitasi perupa dan pekerja seni Indonesia untuk tampil di panggung internasional. Diharapannya, dengan proses ini terjadi saling pengertian, baik antara negara penyelenggara (Belgia dan Indonesia), para seniman, kurator, galeri seni dan pihak lainnya. Diharapkan seniman Indonesia akan mendapat kesempatan lebih banyak lagi dalam ajang yang bergengsi di tingkat dunia, dan diharapkan pemerintah Indonesia siap untuk memfasilitasi seniman-seniman terbaik dari seluruh penjuru negeri.
         Dalam rangkaian pameran "Power and Other Things" juga digelar simposium internasional bertajuk "Lupa Lupa Ingat: Imperial Zombies, Modern Vampires and Contemporart Ghosts" yang diadakan di Royal Museum for Central Africa, Brussels pada 19 Oktober mendatang. Simposium membahas sejarah konflik di Indonesia dan bagaimana kaitannya dengan sejarah pascakolonialisme. Simposium menggali lebih dalam pemahaman mengenai seni modern dan kontemporer di Indonesia dan internasionalisasinya.
    ***4***
(T.H-ZG/B/M.M. Astro/M.M. Astro) 18-10-2017 07:06:43