Kamis, 18 Februari 2016

MADADASKAR

INDONESIA TERPILIH WAKIL PRESIDEN SIDANG IFAD ROMA
     Oleh Zenita Gibbons
   
    London, 18/2 ( Antara) - Gubernur "International Fund for Agricultural Development (IFAD)" Indonesia, Andin Hadiyanto terpilih sebagai Wakil Presiden Sidang ke-39 "Governing Council IFAD" yang berlangsung di Roma, Italia, 17-18 Februari 2016.

         Andin Hidayanto yang merupakan  Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional  Kementerian Keuangan RI itu adalah Ketua Delegasi Indonesia pada sidang Governing Council yang merupakan mekanisme pengambilan keputusan tertinggi IFAD, kata Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Aries Asriadi di London,Rabu(17/2).

         Sidang ke-39 Governing Council membahas berbagai program dan isu organisasi IFAD serta berbagai isu tematik yang menjadi tantangan global saat ini seperti investasi yang inklusif dengan melibatkan masyarakat pedesaan, negara dan kalangan swasta dalam kerangka Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

         Selain itu juga dibahas mengenai investasi, mekanisme yang diperlukan, kemitraan sektor swasta dan negara dan peningkatan peranan pemerintah dalam mencapai "Sustainable Development Goals (SDGs)".

         Dalam sambutan pembukaan, Presiden Italia Sergio Mattarella menekankan pentingnya pencapaian the Agenda 2030, Sustainable Development Goals dimana sektor pertanian memegang peranan penting.  
    Selain itu,  perlunya mengedepankan kemitraan dan inklusif dalam pembangunan sektor pertanian guna menghapus kemiskinan dan kelaparan.

         Presiden Mattarella  menyebutkan  konflik di Timur Tengah dan Afrika serta bencana alam telah mendorong krisis pengungsi di Eropa.

         "Italia tetap mempunyai komitmen dan bangga untuk membantu para pengungsi yang meninggalkan negaranya karena kekerasan, perbudakan, kelaparan atau karena alasan politis," ucap Mattarella.

         Sementara itu, Presiden IFAD Kanayo F Nwanze menyampaikan semakin pentingnya peranan organisasi tersebut dalam pembangunan pedesaan dan pertanian serta dalam pencapaian SDGs.

         IFAD telah mencanangkan Stategic Framework 2016-2025 untuk menghapuskan kemiskinan dan kelaparan serta ketahanan pangan.

         Indonesia berkepentingan terhadap IFAD dalam rangka mendukung pembangunan pedesaan  dan sektor pertanian serta penanggulangan kemiskinan.

         Berbagai proyek kerja sama dengan IFAD  juga diharapkan dapat mempercepat pembangunan berbagai sarana infrastruktur di wilayah pedesaan di Tanah Air.

         Di lain pihak, IFAD juga berkepentingan dalam menggalang kerja sama Indonesia mengingat keberhasilan sektor pertanian dan pembangunan pedesaan yang dapat menjadi model dalam upaya IFAD membantu negara anggota lainnya.

         Indonesia aktif berperan dalam menetapkan arah kerja sama IFAD serta berkontribusi secara keuangan untuk mendukung berbagai kegiatannya.

         Pentingnya peranan dan kontribusi Indonesia dalam pembangunan pertanian telah mendorong IFAD untuk mendirikan Kantor Perwakilan IFAD di Jakarta. Host Country Agreement untuk pendirian kantor tersebut ditandatangani  Dubes RI di Roma, August Parengkuan dan Presiden IFAD Kanayo F Nwanze di Roma, 18 Februari 2015.

         Dalam periode 1980-2015, Pemerintah RI dan IFAD telah melaksanakan berbagai proyek kerja sama senilai satu miliar dolar AS untuk pembangunan berkesinambungan khususnya di wilayah pedesaan dan pelestarian lingkungan hidup.

         Pada sidang ke -16 Executive Board IFAD di Roma, disetujui proyek "Integrated Participatory Development and Management of the Irrigation Sectors" di Indonesia senilai  965,3 juta dolar AS yang merupakan proyek bersama Pemerintah RI, IFAD dan Asian Development Bank.

    ***3***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 18-02-2016 05:30:43

Tidak ada komentar: