Rabu, 07 Maret 2012

PPI PARIS

WAMENHAN : INDONESIA DIPOSISI KEKUATAN REGIONAL Paris, 2/3 (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Indonesia berada dalam posisi kekuatan regional khususnya untuk wilayah Asia Tenggara dan untuk itu dibutuhkan peralatan militer yang canggih. "Kementerian Pertahanan saat ini tengah giat giatnya berbenah dan melakukan modernisasi dalam peralatan alutsista sesuai dengan perkembangan dinamika yang terjadi di Indonesia," kata Wamenhan di Paris, Kamis malam. Wamenhan menegaskan hal itu dalam acara silaturahmi dengan masyarakat Indonesia termasuk anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Paris serta pengurus Bonapasogit Perancis yang diadakan di Balai Budaya KBRI Paris, Kamis malam. Dalam pertemuan yang dipimpin wakil kepala perwakilan RI di Paris Stephanus Yuwono, dan disiarkan langsung Radio PPI Dunia, Wamenhan menceritakan mengenai pentingnya modernisasi dalam dalam sistem pertahanan Indonesia dalam rangka mengamankan negara serta menjaga keutuhan NKRI. Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, Kementerian Pertahanan saat ini tengah giat giatnya berbenah dan melakukan modernisasi dalam peralatan alutsista sesuai dengan perkembangan dinamika yang terjadi di Indonesia. Dalam pembahasannya Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan tiga hal penting yang tengah dilakukan kementerian pertahanan dengan melihat perkembangan dinamika yang terjadi di Indonesia. Selain adanya perkembangan dinamika Indonesia juga instrumen pemerintah di bidang pertahanan dalam menjaga keamanan negara serta keutuhan NKRI serta perlunya dilakukan modernisasi di era 2010-1014. Menurut Wamenhan, negara mempunyai tiga pilar, yaitu keunggulan di bidang politik, sistem ekonomi serta kekuatan militer suatu negara. Dalam acara ramah tamah yang berlangsung dengan penuh keakraban itu , para pengurus dan anggota PPI Paris menyampaikan berbagai pertanyaan yang sangat tajam khususnya tengan pembelian senjata Indonesia dari Perancis. Menurut Wamenhan, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), anggaran yang diterima Kementerian Pertahanan sebesar Rp150 triliun juga merupakan beban. Karenanya, dalam melakukan modernisasi alutsista Kemhan melakukan pengawasan yang ketat. Dikatakannya, pelajar tidak perlu merasa khawatir karena dalam melakukan modernisasi dalam kementerian pertahanan segala sesuatunya dilakukan dengan transparan. Ketua Umum PPI Perancis 2011-2012 Refi Kunaefi dari Nantes mengatakan bahwa acara tatap muka dengan Wamenhan merupakan suatu kesempatan yang langkah. Untuk itu PPI Perancis melakukan persiapan dan bahkan diskusi kecil untuk membahas mengenai masalah pertahanan di Indonesia dalam rangka sumbangsih para pelajar Indonesia di luar negeri khususnya dari Perancis. ***1*** (ZG) (T.H-ZG/B/M027/M027) 02-03-2012 09:08:56

Tidak ada komentar: