Selasa, 17 Juli 2012

YOUNG SPEAKERS


INDONESIA IKUTI CAMBRIDGE ESOL BEST YOUNG SPEAKERS

         London, 6/7 (ANTARA) - Siswi Sekolah Harapan Bangsa Kotamodern, Tangerang, Cecilia Sherly, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang kontes Cambridge ESOL Examination di University of Cambridge.

        Atase Pendidikan di London, Prof. T. A. Fauzi Soelaiman kepada ANTARA London, Jumat menyebutkan Cecilia Sherly, mempresentasikan mengenai keuntungan dan kerugian penyelenggaraan Olimpiade 2012 di London.

        Cambridge English Best Young Speaker from Asia Competition 2012 diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Cina, Hong Kong, India, Korea,  Jepang, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam.

        Dikatakannya Cecilia Sherly, mewakili Indonesia dalam ajang kontes ini dan hadir di University of Cambridge, universitas terbaik di dunia berdasarkan QS World University Rangking, didampingi wakil sekolah, Ibu Ir. Maria S. Santy, MM, MBA, serta dihadiri  Atase Pendidikan di London, Prof. T. A. Fauzi Soelaiman.

        Sebelum ke Cambridge untuk mengikuti babak final, Sherly  melawati perjalanan panjang. Berawal dari bulan Desember 2011, Cambridge ESOL Centre di Indonesia mengirimkan undangan untuk sekolah yang mengikuti kurikulum Cambridge untuk mengikuti kontes ini.

        Babak pertama yang melibatkan ratusan peserta adalah ujian tertulis yang menguji kemampuan bahasa Inggris. Setelah melewati berbagai tahap seleksi dipilih sepuluh peserta terbaik yang mendapatkan First Certificate ESOL.

        Dari sepuluh finalis, Sherly terpilih sebagai peringkat pertama dan mendapat undangan dari University of Cambridge bersama delapan juara lainnya dari berbagai negara.

        Babak final diselenggarakan di Robinson College, University of Cambridge di Inggris. Para peserta memperlihatkan kemampuan terbaiknya di depan para juri.

        Sekalipun kemampuan rata-rata peserta sangat baik, akhirnya juri memutuskan untuk memilih wakil India untuk juara pertama dan wakil Vietnam sebagai juara kedua.

        Juara kedua mendapat program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di University of Tasmania, Australia. Sedangkan juara pertama mendapat beasiswa dari London School of Business and Finance, Inggris.

        Bagi wakil Indonesia, sekalipun kali ini kemenangan belum dapat diraih, tetapi pengalaman untuk bertanding di tingkat internasional adalah pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan.

        Melalui ajang kontes seperti ini, diharapkan lebih banyak siswa Indonesia yang memiliki kemampuan Inggris yang baik menikmati pendidikan terbaik di dunia, termasuk di Cambridge.

        Bersama wakil dari Vietnam,  Sherly adalah peserta termuda dari seluruh peserta. Kompetisi sebelumnya di tahun 2009 dimenangkan wakil dari Indonesia, Vernasia Kusumaningrum yang memenangkan beasiswa MBA di Universitas Newcastle, Australia, yang berbasis di Singapura.

        Atase Pendidikan London, Prof. T. A. Fauzi Soelaiman mengatakan pengalaman Sherly dapat digunakannya untuk mendaftar ke University of Cambridge. Pihak universitas telah menyampaikan keheranannya dengan sedikitnya mahasiswa Indonesia yang bersekolah di University of Cambridge.

        Saat ini hanya seorang  mahasiswa S1, dan mahasiswa S2 sekitar lima sampai sepuluh  dan mahasiswa S3 sebanyak empat orang dari Indonesia yang sekolah di Cambridge.

        Padahal terdapat beasiswa dari Jardine Foundation bagi siswa yang diterima di University of Cambridge dan University of Oxford untuk tingkat S1.

        Sedangkan untuk tingkat S2 dan S3 terdapat Beasiswa Dikti bagi staf universitas, dan Beasiswa Unggulan bagi non staf universitas yang terdapat di Kemdikbud.

        Dengan demikian, sebenarnya telah terbuka lebar kesempatan bagi semua calon mahasiswa dari Indonesia untuk bersekolah di universitas nomor satu di dunia ini.

        Di akhir acara kompetisi, semua peserta dan undangan dijamu makan malam di St. Catharine's College, University of Cambridge oleh panitia.***3***
ZG
(T.H-ZG/B/E001/E001) 06-07-2012 06:50:52

               

Tidak ada komentar: