Selasa, 23 April 2013

RENDEZVOUS


PPI LONDON GELAR PENTAS BUDAYA "RENDEZVOUS"

London, 21/4 (Antara) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) London, mengelar acara budaya "Rendezvous" dengan menampilkan tarian dan musik Indonesia kepada masyarakat Inggris di Ruangan Great Hall di Bishopsgate Institute, London, Sabtu.

Acara yang juga mempromosikan kuliner Indonesia ini dihadiri sekitar 500 pengunjung termasuk Duta Besar Republik Indonesia di Inggris Raya Hamzah Thayeb dan Ketua "Anglo-Indonesia Society" Dubes Charles Humprey dan Atase Pendidikan KBRI London Fauzi Soelaiman.

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia London Novian Herbowo kepada Antara London, Sabtu, mengatakan "Rendezvous" adalah acara terbesar PPI tahun ini, dan himpunan pelajar ini sangat bangga dapat menyelenggarakannya dengan sukses.

Dikatakannya dalam acara yang dihadiri masyarakat Indonesia dan orang dari berbagai negara seperti Inggris, Perancis dan Nigeria itu menampilkan tari pendet Bali, pertunjukkan musik lagu tanah air, dan tarian Saman.

Dubes Hamzah Thayeb menghargai upaya para pelajar yang tergabung dalam PPI London mempromosikan budaya Indonesia di kalangan para pelajar dan juga masyarakat Inggris .

"Pelajar Indonesia merupakan duta Indonesia di kalangan rekan rekannya di Universitas," ujarnya.

Dalam acara "Rendezvous" juga digelar peragaan busana karya perancang busana Leny McDonnell yang menampilkan kebaya tradisional yang diperagakan oleh para pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI London.

Selama dua setengah jam acara ini juga menampilkan Jagat Gamelan dari ARTi UK, yang dipimpin Aris Daryono dan berhasil memukau penonton dan mengajak penonton dari negara lain berpartisipasi dalam ansambel gamelan.

Mahasiswi Perancis dari "School of African and Oriental Studies, Luna", ikut memeriahkan acara yang bertemakan "international fair" dengan alunan lagu tradisional dengan permainan ukulele.

Novian Herbowo mengatakan dukungan dari masyarakat internasional dalam acara ini menunjukkan perkembangan apresiasi budaya Indonesia di seluruh dunia.

Ketua acara budaya ini, Andi Liu Were Latinro, mengatakan partisipasi para pelajar Indonesia dalam acara Rendozvous dengan menampilkan budaya Indonesia kesenian bahwa ia senang melihat daya tarik pertunjukkan seni tari dan musik yang ditampilkan oleh mahasiswa Indonesia yang berbakat.

"Segala aspek dari Rendezvous sudah melebihi ekspektasi kami semua," ujarnya.

Smentara itu bazar kuliner khas Indonesia seperti nasi Padang dan nasi kuning serta bakso dan somai diserbu para pengunjung yang kangen akan masakan Indonesia.

Sejarah kemerdekaan Indonesia juga dipamerkan dengan menampilkan sekelumit kisah perjuangan Bung Karno serta stand khusus belajar membatik yang dibimbing Ketua PPI UK Haikal Bekti Anggoro, mahasiswa Universitas Lancaster.

Stand belajar membatik banyak diminati oleh warga Inggris yang ingin mengetahui lebih jauh proses membatik yang dengan mudah dipelajari.

Salah satu pengunjung acara Rendezvous, Elvina Tjokosaputro, mahasiswi London College of Fashion mengatakan bahwa acara seperti ini sangat baik karena mampu meningkatkan rasa bangga akan budaya Indonesia yang seharusnya dimiliki semua mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri.

Panitia Rendezvous menyatakan bahwa acara yang telah dipersiapkan sejak bulan November tahun lalu berjalan dengan sukses dilihat dari jumlah pengunjung dan juga peserta yang sangat antusias.

Novian Herbowo berharap acara Rendezvous dapat menjadi acara tahunan PPI London, sebagai mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di London dalam memperkenalkan budaya Indonesia di negara lain.

Wakil ketua pelaksana Rendezvous, Chairiina Soelaiman menyatakan bahwa pertunjukan budaya Indonesia berupa gamelan, Tari Saman, dan Tari Pendet merupakan sebagian dari pameran kebudayaan Indonesia .

(ZG)
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 21-04-2013 09:32:03

Tidak ada komentar: