Rabu, 08 Januari 2014

THAMES

BERTAHUN BARU MENYUSURI SUNGAI THAMES LONDON Oleh Zeynita Gibbon

Bagi Ardhy Brookman Sitorus, yang lama menetap di London dan mempunyai usaha katering masakan Indonesia, malam tahun baru kali ini berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya masih ingat, sembilan tahun lalu saya berdesak-desakan di Trafagar sq, di alun alun kota London, untuk bisa menikmati pesta kembang api," ujar Ardhy kepada Antara London, Kamis dini hari.
Untuk pertama kali, pergantian tahun dirayakannya dengan mengikuti 'cruise' menyusuri sepanjang Sungai Thames dengan menggunakan kapal wisata.

Menurut Ardhy yang selalu mempromosikan kuliner Indonesia, setiap pergantian tahun ia ingin merasakan pengalaman yang berbeda.

Pada pelepasan tahun 2012, dia bersama 12 rekan terdekat menggelar pesta dengan sajian berbagai macam hidangan yang disiapkannya sejak pagi hari, antara lain lontong sayur ala Padang lengkap dengan rendang dan kerupuk merahnya.

Pada malam pergantian tahun dari 2013 ke 2014 ini Ardhy mendapat kesempatan menikmati santapan malam yang dihidangkan di atas kapal ini dan tentunya dengan biaya yang cukup mahal.

"Pertama kalinya aku naik kapal yang memang menyediakan pelayanan perayaan tahun baru di Sungai Thames," ujar Ardhy yang merayakan momen itu bersama rekan dekatnya.

Menurut Ardhy, banyak perusahaan pelayaran yang menyediakan 'event' khusus seperti ini, tidak hanya untuk malam tahun baru, tetapi juga pada acara-acara khusus, seperti Valentine, akhir minggu atau hari-hari biasa yang dipertunjukkan untuk acara acara tertentu lain.

Ardhy mengatakan ia pernah mendapat undangan untuk acara 'stag night' salah satu rekan kerja, tapi sayang waktu itu ia tidak bisa memenuhi undangan tersebut.

Oleh karena itu momen pengantian tahun di atas kapal ini sangat dinikmatinya dari awal hingga selesai.
Tepat pukul 10 malam, peserta 'cruise' menaiki kapal di salah satu tempat perberhentian khusus yang ada di sepanjang Sungai Thames.
Dari Towel Hill, tak begitu jauh dari St Katherin Que, Ardhy bersama rekan dan penumpang lainnya memulai perjalanan perayaan malam akhir tahun.

Dikatakannya, antrean yang cukup panjang menambah debar jantung karena ingin tahu apa saja yang akan terjad, walaupun di dalam 'email confirmation' saat pembelian tiket online sudah diberitahu daftar acara secara detail.

Seluruh penumpang disambut dengan segelas minuman selamat datang, ujarnya.

Mata Ardhy dengan jeli melihat ke setiap sudut ruangan yang diterangi lampu bewarna hijau dengan alunan 'life music' bercorak jazz classic, membuat dia makin bergairah untuk mencari tahu acara yang disuguhkan.

Tidak terasa seperempat jam berlalu usai 'boarding' meninggalkan dermaga te pengumuman untuk duduk di meja sesuai dengan tiket yang dibeli.

Ternyata pada makan malam itu yang dihidangkan adalah pilihan rekan Ardhy di sebelah mejanya. Di sana berdiri pelayan yang siap memindahkan makanan dari kereta dorong khusus yang untuk dihidangkanya.

Hidangan berupa potongan daging kambing dengan empat buah kentang rebus dengan buncis muda yang terikat rapi dengan beberapa asparagus tertindih cendawan Italy yang bewarna agak kemerah-merahan.

Pelayan juga menghidangkan menu lainnya berupa udang goreng tepung tersusun rapi lengkap dengan sausnya, dan ada juga hidangan lainnya berupa bayam goreng tepung tempura.

"Saya benar-benar merasa seperti raja, apalagi hampir setiap 10 menit pelayan-pelayan wira wiri menghampiri meja, dan memastikan setiap pengunjung menikmati sambil bertanya ada yang perlu dibantu.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, tepatnya pukul 23.43 meja mulai dibersihkan, dan lampu pun mulai direndupkan.

Tak lama pengumuman melalui alas pengeras suara memberi tahu bahwa kapal berada tepat di depan London Eye. Dari sana terlihat komidi putar raksasa yang berada tidak jauh dari jam gadang Big Ban.

"Mataku pun melihat keluar dan terlihat jelas di luar lampu-lampu yang berkelap-kelip melingkari roda raksasa itu berganti-ganti seperti warna-warna lampu disco yang seakan akan memberi petunjuk untuk bersiap meninggalkan tahun 2013 dan menyambut tahun 2014 dengan suka cinta," katanya.
Meja makan dilipat oleh para pelayan yang jumlahnya ada sekitar 16 orang. Hanya dalam tempo 10 menit ruangan makan itu berubah menjadi lantai disco.
Sementara di rungan lain, di bagian lambung kapal, terdapat pentas kecil dengan penari-penari yang lincah bergantungan pada tiang yang panjangnya hampir dua meter.

Suara DJ dari ruangan lain terdengar sangat bergairah dan lagu yang dibawakan tidak asing lagi, mulai dari single terbaru Katty Perry 'Roar' dan lagu dari penyanyi lainnya hingga serine berbunyi.

Acara yang dinanti-nanti pun tiba. Ardhy pun tidak henti-henti menatap lingkaran roda raksasa yang sudah siap sedia dengan pancaran cahaya warna warni yang tak henti henti saling mengisi detik demi detik.

Tembakan ke berbagai penjuru lalu pecah satu demi satu membentuk bunga raksasa. Ternyata tembakan kembang api mengarah ke berapa penjuru, berasal dari titik yang bebeda.

"Aku baru menyadari bahwa kembang api itu banyak sekali berbaris lurus sepanjang sungai antara Lambert Bridge dan Westminster Bridge.
Kapal yang ditumpangi berada persis di depan London Eye. Tetesan kembang api yang jatuh ke permukaan bumi menghujani kapal-kapal yang berbaris di sepanjang sungai.

Di seberang sungai ke arah gedung Parliament House yang disebut dengan Westmister Abbey, sudah penuh dengan lautan manusia yang tak henti hentinya menyanyikan selamat tahun baru dengan berbagai bahasa.

Tak terasa, cruise selama 90 menit pun berlalu. Di atas kapal "Thames Dinner Cruise" Ardhy menjadi saksi pergantian tahun dan menyaksikan dari layar besar di seberang sungai dengan angka-angka 'count down' dengan warna warni yang tidak kalah meriah.
"Saya sangat puas dan tidak sadar kapal beranjak dari posisi semula, merapat di perhentian, terminal akhir yang tidak jauh dari Westminster Bridge," ujarnya.

Satu per satu penumpang bergegas meninggalkan kapal, dan melanjutkan langkah di tahun 2014. ***3*** Kaswir (ZG)
(T.H-ZG/B/Kaswir/Kaswir) 02-01-2014 21:21:13


Tidak ada komentar: