Sabtu, 01 Agustus 2009

TEMU BISNIS DENGAN PENGUSAHA INGGRIS

KBRI GELAR TEMU BISNIS DENGAN PENGUSAHA INGGRIS

London, 1/8 (ATARA) - KBRI London bekerja sama dengan Bank Indonesia, BKPM dan perwakilan Bank Mandiri serta Bank BNI di London mengelar temu bisnis yang dikemas dalam acara "Business Luncheon" dan "Briefing Indonesia's Macro Economy and Business Opportunity" di gedung KBRI London.

Temu bisnis pasca peledakan bom di Jakarta itu dibuka Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Yuri O. Thamrin dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Staf Ahli Deputi Gubernur BI, Made Sukada mengenai perkembangan terakhir kondisi makro ekonomi Indonesia.

Sekretaris Satu KBRI London Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden Antara London, Sabtu mengatakan, Deputi Kepala BKPM Bidang Promosi Investasi, Darmawan Djajusman, memaparkan mengenai iklim bisnis di serta potensi investasi di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu Kepala BKPMD Pemda Provinsi Kepulauan Riau, Syed Muhammad Taufik menjelaskan mengenai potensi bisnis terutama dengan pelaksanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Pulau Batam, Bintan dan Karimun.

Kegiatan "Business Luncheon" menarik perhatian pelaku usaha terkemuka dari berbagai sektor di Inggris seperti industri manufacturing, energi, infrastruktur, perdagangan dan jasa keuangan.

Diantaranya dari British Petroleum, Jardine Matheson, Arcelor Mittal, Rio Tinto, Prudential, Standard Chartered Bank, Sumitomo Bank, Barclays Capital, De La Rue, JP Morgan dan Westpac Bank.

Selain itu juga hadir wakil dari United Kingdom Trade and Investment (UKTI), Head of Pacific Rim, Peter Millman dan wakil dari Indonesia-British Business Council (IBBC), Ramesh Kaler.


Forum Fujitsu
Sehari sebelumnya KBRI London mengelar acara jamuan makan malam yang digelar Fujitsu Executive Institute dengan menampilkan Dubes Yuri Tharim sebagai pembicara dengan topik "Indonesia-the growing economic force in Asia that you need to understand".

Jamuan makan malam yang diadakan Fujitsu Executive Institute bertempat di Grosvenor House Hotel, London dimanfaatkan sebagai forum untuk memberikan informasi mengenai Indonesia kepada dunia usaha dan investasi serta pemerintah Inggris.

Dubes Yuri Thamrim, menjelaskan keberhasilan yang dicapai Indonesia selama ini yang menjadi satu negara yang "favourable" di dunia.

Dengan kemampuan Indonesia menghadapi krisis keuangan dunia saat ini serta proses reformasi yang dijalankan dan pelaksanaan Pemilu yang demokratis dan aman, Indonesia dipandang sebagai negara demokrasi yang stabil dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

Dubes berharap meskipun terjadi peledakan bom di dua hotel mewah di pusat bisnis Jakarta baru baru ini, tidak menyuruti kalangan usaha di Inggris memberikan apresiasi atas keberhasilan dan kemajuan dicapai Indonesia selama ini.

Fujitsu Executive Institute (FEI) didirikan tahun 2004, merupakan kelompok diskusi yang terdiri dari Chief Executives dan Chairpersons yang diselenggarakan setiap empat bulan membahas isu-isu strategis terkait dengan negara-negara di Asia Pasifik (emerging Asia-Pacific economies).

***5***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A023/A023) 01-08-2009 10:56:54

Tidak ada komentar: