Selasa, 12 Oktober 2010

ANGGOTA DEWAN ITU

INDONESIA TERPILIH JADI ANGGOTA DEWAN ITU

London, 13/10 (ANTARA) - Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani, mengatakan Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan ITU dengan suara terbanyak.

Diplomasi Indonesia memperoleh pengakuan masyarakat internasional, dengan terpilihnya kembali menjadi anggota Dewan Badan Telekomunikasi Dunia/International Telecommunication Union (ITU) pada pemilihan yang dilakukan di sela-sela Pertemuan Plenipotentiary Meeting ke-10 (ITU-PP 10), di Guadalajara, Meksiko.

Dubes Dian Triansyah Djani dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu mengatakan dalam pemilihan ITU Indonesia mendapatkan suara terbanyak untuk Region E (Asia & Australasia) yaitu sejumlah 135 suara.

Sementara 12 kursi lainnya direbut China (134), Jepang (133), Malaysia (127), Republik Korea (125), Bangladesh (123), Thailand (121), Australia (119), India (119), UAE (114), Kuwait (108), Arab Saudi (105), Filipina (97).

Sementara itu, Pakistan, Srilanka, Lebanon dan Syria tersungkur dalam pemungutan suara untuk menjadi anggota Dewan ITU.

"Sukses ini berkat koordinasi yang sangat solid dari seluruh delegasi dan instansi terkait," ujar Dubes Djani.

Pertemuan ITU-PP 10 berlangsung sejak tanggal 4 Oktober dan akan berakhir pada tanggal 22 Oktober mendatang.

Lebih lanjut, Dubes Djani menjelaskan keberhasilan Indonesia ini merupakan hasil sinergis kerja keras seluruh pihak terkait melalui serangkaian pendekatan yang dilaksanakan di semua tingkatan baik oleh Menkominfo Indonesia, Tifatul Sembiring.

Delegasi pemerintah lainnya dari Kemlu, Kominfo, PTRI Jenewa, dan KBRI Meksiko maupun para operator telekomunikasi Indonesia, yang turut hadir dalam konferensi ini.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Meksiko, Hamdani Djafar yang dihubungi secara terpisah menjelaskan terpilihnya Indonesia dengan suara terbanyak untuk Region E merupakan bukti apresiasi dunia terhadap kiprah Indonesia selama ini di bidang telekomunikasi.

Selain hasil dari pendekatan yang dilakukan sejak lama dan secara intensif, baik kepada perutusan tetap negara anggota ITU di Jenewa, maupun pendekatan yang dilakukan Kedutaan-Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara anggota ITU.

PTRI Jenewa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Sekretariat ITU yang bermarkas di Jenewa.

"Upaya lobi intensif yang dilakukan melalui seluruh perwakilan RI sejak setahun yang lalu, serta pengaturan strategi kampanye yang jitu terbayar dengan hasil yang sangat membanggakan," ujar Dubes Djani.

Sesuai konstitusi ITU, Dewan ITU adalah lembaga tertinggi di organisasi ini yang memiliki kewenangan mengevaluasi program kerja dan anggaran yang berjalan serta merancang dan menyetujui rencana kerja dan rencana keuangan ITU di masa depan.

Keanggotaan Indonesia di ITU memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dan langsung dalam menentukan arah pembangunan telekomunikasi internasional, sekaligus merancang program kerja ITU untuk kepentingan seluruh negara anggota dan industri telekomunikasi dan informasi.

Indonesian Reception
Sebelum pemilihan berlangsung, Indonesia menyelenggarakan "Indonesian Reception" dengan menampilkan tarian tradisional Ngarojeng Betawi dan Topeng Rahwana Kelana dari Jawa Barat.

Dalam acara tersebut juga digelar Angklung Interaktif dimana semua peserta resepsi bekerja sama memainkan lagu menggunakan angklung yang dibagikan sebagai cindera mata.

Acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan musik tradisional Indonesia telah menciptakan kesan yg sangat mendalam bagi para undangan.

Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Indonesia yang menjadi tuan rumah, menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu meningkatkan kinerja ITU mewujudnya sarana telekomunikasi yang dapat diakses masyarakat luas dengan biaya terjangkau.

ITU merupakan badan PBB yang memiliki mandat menerapkan regulasi terhadap teknologi informasi dan komunikasi pada tingkat global seperti penggunaan spektrum radio, orbit satelit komunikasi diluar angkasa.

Selain peningkatan prasarana telekomunikasi di negara berkembang serta penerapan standar telekomunikasi internasional. ITU berpusat di Jenewa, Swiss dan memiliki 191 negara anggota termasuk Indonesia.***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-10-2010 05:23:15

Tidak ada komentar: