Kamis, 28 Oktober 2010

PASAR TIMTENG

PENGUSAHA MAKANAN LAUT INDONESIA TEMBUS PASAR TIMTENG

London, 29/10 (ANTARA) - Pengusaha makanan laut dari Indonesia tembus pasar seafood Timur Tengah melalui "Seafood Expo" di Dubai, demikian keterangan pers KJRI Dubai Jumat.

Tiga pengusaha Indonesia, yaitu Lukito Lawy dan Lukmanto Lawy dari PT Prima Bahari Inti Lestari dan Hoyi He dari CV. Pasific Harvest didampingi pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan berpartisipasi dalam "4th Seafood Expo 2010 di Dubai, Uni Emirat Arab (PEA) awal pekan ini.

Pameran ini dibuka, Executive Director, Kementerian Lingkungan dan Perairan, UAE, Dr. Mariam Al Shenai dan ia meninjau pavilion peserta pameran termasuk Indonesia.

Dalam kunjungan ke pavilion Indonesia, Mariam diterima Konsul Jenderal Indonesia Mansyur Pangeran yang didampingi Counsellor Ekonomi KJRI Dubai Dede Ahmad Rifai dan delegasi dari Indonesia yang dipimpin Rahmah Hayati dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Selain Indonesia, peserta pameran dari Asia Tenggara meliputi Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Myanmar.
Terdapat minat yang cukup besar dari para pengusaha pengunjung pameran untuk mengimpor ikan dari Indonesia, terlihat dari banyaknya pengusaha yang mengunjungi pavilion Indonesia.

Para pengusaha tersebut, antara lain, menanyakan jenis ikan yang diekspor Indonesia, negara tujuan ekspor ikan, harga ikan, dan biaya serta cara pengangkutan ikan.

Menurut Lukito, ikan yang diekspor perusahaannya meliputi ikan bandeng, ikan tuna, dan cumi-cumi, dan perusahaannya telah mengekspor ikan ke Amerika Serikat, Eropa Barat, China dan Hongkong.

PT Prima Bahari Inti Lestari mendapatkan cukup banyak pertanyaan dari para pengusaha pengunjung pameran dan diharapkan ada tindak lanjut kongkret seusai pameran.

CV Pasific Harvest menerima pesanan pembelian ikan kaleng sarden tapi pesanan tersebut belum dapat dipenuhi karena saat ini sampai lima bulan ke depan, pihaknya tidak memiliki persedian ikan sarden segar yang cukup.

Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran menyatakan dengan mengikuti pameran internasional khusus mengenai produksi makana laut di Dubai tersebut, pengusaha Indonesia mendapatkan kesempatan bertemu dengan pengusaha dari berbagai negara khususnya di Timur Tengah dan Eropa.

"Dubai merupakan pusat perdagangan dan bisnis di Timur Tengah," ujarnya.

Lebih lanjut Mansyur menegaskan selain melakukan pertemuan dengan para pengusaha di tempat pameran, KJRI Dubai juga telah mengatur dan mendampingi delegasi Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan perusahaan Al Jazeera Investments/Grand Capital LLC, yang diwakili Eng. Masoud Manla dan Rashid Lootah, Chief Executive Officer.

Dalam pertemuan yang diadakan di gedung Al Jazeera Investments Dubai, Eng. Masoud mengemukakan rencana perusahaannya untuk mengoperasikan beberapa pusat perbelanjaan di UAE sehingga diperlukan berbagai macam barang, termasuk seafood.

Al Jazeera Investment yang baru melakukan kunjungan ke Jakarta dan menghadiri Trade Expo Indonesia di Jakarta, merencanakan untuk membeli barang-barang tersebut dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Apabila harga dan kualitas seafood Indonesia memenuhi kriteria perusahaannya, Al Jazeera Investment akan membeli seafood dari Indonesia. Al Jazeera Investment juga merencanakan untuk melakukan investasi di Indonesia.

(Tz.ZG/C/M016)

(T.H-ZG/C/M016/M016) 29-10-2010 03:47:20

Tidak ada komentar: