Jumat, 15 Oktober 2010

MARTY DI RUSIA

MARTY NATALEGAWA BERTEMU DENGAN MENLU RUSIA

London, 15/10 (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI, R.M. Marty M. Natalegawa melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Rusia, Sergey V.Lavrov, memanfaatkan momentum 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, di Moscow, Rusia, Jumat.

Kedua Menlu sepakat hubungan diplomatik ke-60 RI-Rusia harus dijadikan momentum guna meningkatkan potensi hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Moskow, M. Aji Surya dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Jumat.

Menlu Marty mengatakan bahwa dalam pertemuan dengan rekannya dari negeri Beruang Putih itu disepakati muatan yang lebih substansial terhadap hubungan kedua negara.

Selain itu dibahas beberapa bidang kerjasama kedua negara yang dapat lebih ditingkatkan, seperti bidang penanggulangan terorisme, managemen bencana dan sektor perhubungan udara merupakan bidang yang disepakati oleh kedua negara.


Penerbangan Garuda
Pertemuan itu secara khusus dibahas mengenai kemungkinan kerjasama perhubungan udara dengan membuka rute langsung Indonesia-Rusia termasuk oleh maskapai Indonesia, Garuda Indonesia.

"Perjanjian hubungan udara antara kedua negara diharapkan dapat ditandatangani di sela-sela rangkaian pertemuan KTT ke-17 ASEAN dan KTT terkait Lainnya di Hanoi pekan depan," ujarnya.

Menlu RI menggarisbawahi hubungan bilateral Indonesia-Rusia harus beragam dan dilaksanakan pada seluruh tingkatan. Bukan hanya terbatas pada hubungan antarpemerintah tetapi juga hubungan antara pebisnis dan masyarakat kedua negara.

Sementara itu Menlu Rusia menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pembukaan Konsulat Jenderal Indonesia di wilayah Rusia sehingga dapat meningkatkan kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia di Rusia.

Dalam kesempatan tersebut dibahas pula isu-isu regional termasuk ASEAN, arsitektur baru kawasan dan perkembangan di Laut China Selatan.

"Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan kawasan Asia Pasifik yang lebih stabil, damai dan sejahtera berdasarkan pada 'dynamic equilibrium' dalam konstelasi hubungan antarnegara di kawasan," ujar Menlu Marty.

(Tz.-ZG)
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 15-10-2010 22:17:44

Tidak ada komentar: