Selasa, 03 Mei 2011

KBRI BATIK

KEDUBES RI BERN LUNCURKAN GERAKAN KBRI BATIK

London, 3/5 (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Swiss, meluncurkan Gerakan KBRI Batik dalam upaya memopulerkan batik dari berbagai daerah di Tanah Air sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Gerakan tersebut dicanangkan Dubes RI Bern, Djoko Susilo, di hadapan delegasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang berkunjung ke KBRI Bern, demikian keterangan pers KBRI Bern yang diterima Antara London, Selasa.

Delegasi yang dipimpin Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Kembudpar Ibu Nia Niscaya, berkesempatan menyaksikan pencanangan dan sekaligus bertukar pikiran dengan Dubes mengenai berbagai strategi menjual potensi turisme Indonesia di pasar pariwisata Swiss.

Pencanangan ini, menurut Dubes, adalah salah satu upaya untuk turut serta mendukung keputusan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Sejak penetapannya sebagai warisan UNESCO, kata Dubes Djoko Susilo, batik kini menjadi salah satu pilihan pakaian favorit masyarakat Indonesia.

Tidak hanya pada kesempatan formal, kini batik pun dipakai di kantor, di sekolah, maupun dalam berbagai kegiatan harian lainnya.

Dengan semakin populernya batik di berbagai kalangan muda hingga tua, pekerja kantor hingga ibu rumah tangga, para penghasil batik pun kini berlomba-lomba untuk berkreasi dengan berbagai motif yang unik nan modern, meskipun tidak menghilangkan pakem-pakem tradisional Batik.

Berbagai promosi batik yang dilakukan di luar negeri melalui "workshop" membatik, peragaan busana batik, hingga penggunaan batik di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, yang diharapkan dapat semakin mengharumkan nama batik dan Indonesia di dunia internasional. ***6***
(ZG/C/A041)

(T.H-ZG/C/A041/A041) 03-05-2011 08:31:45

Tidak ada komentar: