Kamis, 17 Maret 2016

MINUMAN BALI

MINUMAN TRADISIONAL DISERBU DI ITB BERLIN
          Zeynita Gibbons

    Berlin, 12/3 (Antara) -  Minuman tradisional khas Tanah Air seperti wedang jahe dan kopi tahlil diminati pengunjung Paviliun Indonesia di ITB Berlin, Jerman yang tengah berlangsung di gedung Messe Berlin tanggal 9 sampai 13 Maret 2016.

         "Its amazing (mengagumkan, red)," demikian pujian yang disampaikan salah seorang pengunjung stand coffee corner Indonesia, seperti disampaikan pihak Mixologis (semacam bartender, red) dari The Darmawangsa Jakarta, Erwin Perdana Warman kepada Antara London, Sabtu.

         Dikatakan para pengunjung umumnya dari Eropa sangat menyukai minuman yang disajikan Kementerian Pariwisata sebagai salah satu bentuk promosi kuliner Indonesia di ITB Berlin.

         Dikatakannya minuman tradisional yang disajikan paviliun Indonesia banyak disukai pengunjung dengan cita rasanya yang khas dengan rempah-rempah, selain juga punya khasiat seperti untuk melawan penyakit kanker, kolesterol, sakit tenggorokan, flu, digestion, dan juga masalah kewanitaan.

         "Selama penyelenggaraan ITB Berlin kami menampilkan Kopi Tahlil dari Pekalongan, yang hanya dijumpai pada saat acara tahlilan di pesantren di daerah Pekalongan terbuat dari ramuan kopi yang dicampur dengan jahe, kapulaga, cengkeh, pandan, kayu manis, dan lada," ujarnya.

         Selain itu juga ditampilkan bir pletok yang disajikan pada Asian Games 1962 yang dipopulerkan oleh Presiden Soekarno yang terbuat  dari bir, orange liqueur dan vodka.

         Wedang jahe dari Jawa Tengah terbuat dari jahe, gula jawa, sereh, sedangkan wedang martini, paduan antara wedang jahe ditambah malibu dan vodka. Ada juga kopi Gayo martini campuran kopi, brandy dan kahlua.Tnt dari turmeric, tamarind, rum, cointreau.

         Minuman Kunyit Secawan terdiri dari turmeric dan tamarind, wedang jahe, orange juice, lychee, passion fruit, untuk minuman Roejak mercon paduan dari nenas, orange, line, chili.

         Menurut Erwin Perdana Warman yang dibantu asisten Khair Zarrah seluruh bahan untuk membuat minuman dibawa dari Indonesia berupa rempah-rempah, gula jawa dan sirup asli serta jaeh dan kunyit.

         Dikatakannya kesan-kesan pengunjung sangat surprise dengan minuman yang disajikan dan ada beberapa yang memang melepas rindu dengan minuman  seperti wedang jahe dan kunyit asam.

         Ada juga yang takjub dengan rasa dan keuntungan  yang terkandung di dalam minuman yang disajikan, ujarnya.

         Diharapankannya Indonesia khususnya Kementerian Pariwisata bisa lebih memeperkenalkan minuman Indonesia ke berbagai negara dan berbagai event seperti dalam ITB Berlin dan minuman tradisional Indonesia  bisa menjadi  trend dan tidak kalah dari minuman internasional lain yang sudah exist.

         Sementara itu Deryl Juniar dari Bill's Coffee Company, dalam ITB Berlin menyajikan kopi Indonesia, mengatakan, dirinya menyajikan empat macam jenis kopi yang berbeda, baik untuk asal kopi maupun cita rasanya.

         "Saya membawa dan menyediakan empat jenis kopi yang berbeda, mulai dari kopi Java, kopi Toraja,Aceh Gayo, dan kopi Sumatra mandheling dan Sidikalang," ujar Deryl.

         Dikatakannya keempat macam kopi tersebut sangat berbeda karakter dan kualitas, sudah diakui dunia, serta sudah banyak yang tahu. "Kopi Indonesia memiliki cita rasa yang strong dibandingkan kopi yang ada di Eropa. kopi sebaiknya dinikmati tanpa gula karena aroma dan cita rasa kopi akan lebih terasa, ujarnya.

         Adapun Deryl yang masuk dalam delegasi Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan kopi Indonesia mengatakan, banyak pengunjung yang bertanya tentang asal kopi tersebut.Umumnya, para pengunjung rela antre untuk mencicipi kopi sifikalang yang berasal dari Sumatra utara karena saat ini produksi dari kopi tersebut sedang meningkat.

         "Kopi yang khusus didatangkan dari daerah masih berupa kopi mentah dan baru diolah di Jakarta untuk bisa disajikan langsung kepada pengunjung," ujar Deryl. Dia berharap, ITB Berlin bisa menunjang promosi Indonesia dan destinasi pariwisata di sektor kopi sebagai life style internasional. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 12-03-2016 06:00:56

Tidak ada komentar: