Selasa, 16 Desember 2008

ISU LINGKUNGAN

INDONESIA HARGAI UPAYA INTERNASIONAL ANGKAT ISU LINGKUNGAN

London, 15/12 (ANTARA) - Dirjen Amerika dan Eropa Deplu RI, Retno L.P. Marsudi menegaskan Pemerintah Indonesia menghargai upaya internasional menjadikan pendekatan isu lingkungan hidup sebagai arus utama dalam kebijakan ekonomi pemerintah negara-negara di dunia.

Hal itu disampaikan Retno L.P. Marsudi dalam Workshop "Promoting Sustainable Palm Oil" yang digelar KBRI Berlin bersama Departemen Pertanian RI, ujar Sekretaris Satu KBRI Berlin, Agus Priono kepada koresponden Antara London, Minggu.

Dikatakannya workshop dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan di Jerman seperti pemerintah, swasta, LSM, pengusaha, dan media.

Lebih lanjut Retno L.P. Marsudi mengatakan di saat yang sama, semua pihak/negara hendaknya juga menghormati prinsip "right to development" bagi semua bangsa, yang telah diakui secara internasional.

Menurut Dirjen Amerika Eropa, Indonesia menunjukkan komitmen yang tinggi di bidang lingkungan, hal itu ditunjukkan dengan kepemimpinan Indonesia menjadi tuan rumah COP 13 UNFCCC di Bali tahun lalu.

Dikatakannya upaya keras Pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan jalannya perundingan yang pada akhirnya mengasilkan Bali Roadmap.

Sebagai Troika bersama Polandia dan Denmark, Indonesia juga terus berupaya dalam mensukseskan negosiasi sampai COP 15 di Kopenhagen, ujarnya.

Oleh karena itu, ditegaskan kembali kebijakan lingkungan hidup pada tingkat nasional, termasuk dalam pengembangan kelapa sawit, dipastikan akan sejalan dengan komitmen tersebut.

Workshop menghadirkan pembicara dari kalangan pengusaha dan praktisi industri Kelapa Sawit antara lain Bryan Dyer, Managing Director Operations PT London Sumatera Indonesia Tbk.

Selain itu juga tampil Maruli Gultom, Preskom PT Perkebunan Nusantara V, Adrian Suharto, Corporate Communication Manager PT Asian Agri, Paulus Tjakrawan, Sekjen Asosiasi Biodiesel Indonesia dan Dr.Kalanithi Nesaretnam, dan Dr. Rosediana Suharto, Dewan Minyak Sawit Indonesia.

Menteri Pertanian RI dalam sambutan yang disampaikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Prof. Dr. Ir. Zaenal Bachruddin menekankan peran penting kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia melalui penciptaan kesempatan kerja, hasil ekspor serta multiplier effect.

Pemerintah RI terus bertekad mendorong pengembangan produksi kelapa sawit yang "sustainable" (berkelanjutan) melalui sejumlah regulasi di bidang kehutanan, perkebunan dan lingkungan.

Pemerintah Indonesia prihatin dengan beberapa klausul dalam rancangan "EU Directives" baru di bidang Biofuel yang memberatkan industri Kelapa Sawit, antara lain penetapan penghitungan "land use change" terhadap perkebunan dan industri kelapa sawit.

Kuasa Usaha ad Interim KBRI Berlin, Wajid Fauzi menyatakan Workshop tersebut sebagai sarana untuk memberikan informasi yang lebih seimbang kepada berbagai kalangan di Jerman mengenai pengelolaan kelapa sawit di Indonesia.

Ia juga mengharapkan workshop dapat meluruskan persepsi yang keliru akibat kampanye-kampanye negative yang memojokkan Indonesia di mata internasional.

Dalam rangka meluruskan presepsi tersebut, beberapa pembicara mengundang berbagai kalangan di Jerman untuk berkunjung ke wilayah-wilayah perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di Indonesia, guna mendapatkan informasi secara langsung dan lebih obyektif.

(U-ZG/a/b003/B003).


(T.H-ZG/A/B003/B003) 15-12-2008 04:44:32

Tidak ada komentar: