Rabu, 27 Mei 2009

BKPM dan BOHEMIAN RHAPSODY

BKPM TARIK INVESTOR BELANDA DENGAN BOHEMIAN RHAPSODY

Denhaag, 27/5 (ANTARA) - Lagu kelompok musik Queen, Rhapsody Bohemian, yang dimainkan kelompok musik angklung Saung Daeng Ujo mendapat sambutan dari undangan acara Gala Dinner yang digelar BKPM dalam rangka menarik investor Belanda untuk menanamkan modalnya di Indonesia

Malam Gala Dinner digelar BKPM bersama KBRI Denhaag di Hotel Steigenberger Kurhaus, Denhaag,yang menjadi landmark Belanda, Rabu malam, dihadiri lebih 300 undangan termasuk mantan Menlu Belanda Bernhard Rudolf Bot.

Kelompok musik Saung Daeng Ujo mengajak undangan yang memperoleh alat musik dari bamboo itu untuk memainkan dipandu putra ke delapan pakar anglung Mang Ujo dalam acara angklung interaktif .

Lagu I have a dream dengan mudah diikuti seluruh undanga termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Yuri Thamrin dan Dubes RI di Brusel Nadjib Riphat Kesoema.

Selain penampilan kelompok musik Anglung, undangan juga disuguhi penampilan tari tarian diantaranya Gending Sriwijaya, Legong Keraton dan Bajidor Kahot dan Rampai Aceh dari kelompok tari Jendela Budaya Dance Studio serta peragaan busana karya perancang muda Indonesia seperti Priyo Octaviano, Denny Wirawan, Oscar Lawalata dan Sebastian Gunawan.


Kembali tarik
Sebelum acara Gala Dinner, Kepala BKPM M Lutfi mengelar Business Meeting dengan para pengusaha Belanda untuk menarik kembali investor Belanda untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

HRM Klass bersama rekannya Mike Siwalette mengatakan bahwa mereka tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia dalam bidang real estate, securitas, dan juga agro wisata.

"Sudah saat kami membantu membangun Negara tempat kami dilahirkan," ujar Klass yang selama 40 membangun usaha dan dalam 10 tahun terakhir perusahaannya mulai
Sebelumnya, Kepala BKPM, M Muhammad Lutfi, menjelaskan banyak peluang bisnis yang bisa dimasuki pengusaha Belanda, seperti transportasi, chemical, termasuk di bidang agro wisata.

Menurut M Lutfi, investasi Belanda di Indonesia mencapai 5.116,5 juta dolar AS yang tersebar di 321 proyek. "Investasi Belanda di Indonesia berada diurutan ke tujuh setelah Jepang, Singapur, Mauritius, Jepang dan Inggris." ***2***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 27-05-2009 15:57:09

Tidak ada komentar: